SINOPSIS Prince of Wolf Episode 3 Bagian 2

SINOPSIS Prince of Wolf Episode 3 Bagian 2
Zi Zi mengeluh pada Ibu karena Mi Mi pergi dan meninggalkan hewan liar dirumah. Ayah Serigala tiba – tiba muncul di tangga dan menggeram. Ibu dan Zi Zi tersentak mereka langsung bersikap manis menyapa Ayah serigala. Ayah serigala pun kembali naik ke lantai dua.

Ibu berkata kalau menurutnya Ayah serigala itu punya sisi kemanusiaan. Dia tahu kalau mereka takut padanya sehingga dia tak turun ke lantai bawah. Zi Zi membenarkan bahkan menurutnya Ze Ming lebih berbahaya daripada Ayah serigala.




Ze Ming pulang dengan Mi Mi. Ibu memuji penampilan baru Ze Ming yang membuatnya semakin tampan. Ze Ming selalu tersenyum seperti biasanya, dia lalu memberikan seikat bunga untuk Ibu. Ibu tentu menyukainya, entah kapan terakhir kali dia menerima bunga dari seorang pria.

“Pasti kakak yang sudah memberitahunya, karena dia tahu ibu pasti suka.” Gumam Zi Zi.
Ze Ming membenarkan, kalau memang Mi Mi yang sudah memberitahu dia.

“Tuh kan..” gumam Zi Zi.


Ibu meminta Zi Zi untuk berhenti berbicara sendiri seperti itu. sana panggil Ayah, makanan sudah siap. Ayo makan malam bersama.

Zi Zi melirik Ze Ming dengan sebal lalu pergi memanggil Ayah.


Ibu merayakan kedatangan Ze Ming ke rumah mereka dengan menghidangkan berbagai makanan. Dia berkata kalau semua yang dia masak berasal dari ikan tangkapan Ayah. Ayah menunjukkan cengiran khasnya pas Ze Ming.

“Tapi itukan dari pasar..” celetuk Zi Zi. Ibu segera menyikut tangannya dan mereka pun mulai makan.




Ze Ming belum bisa menggunakan sumpit dengan benar. Dia tertunduk memakan makanannya. Dia kelihatan sedih saat makan nasi putih dari Ibu.


KILAS-BALIK
Ze Ming kecil sedang sibuk bermain kelereng. Ibunya datang membawakan makanan dan semangkuk nasi putih. Ibu berkata kalau semua orang sudah makan, hanya Ze Ming yang masih belum makan. Dia menyuruh Ze Ming memakan nasi agar dia cepat tubuh besar dan tinggi.

“Tubuh tinggi! Dan aku akan melindungi Ibu.” Ucap Ze Ming menunjukkan pose superman.

“Whooa.. sini ayo cepat makan!” Ibu menyuapi Ze Ming.


KILAS-BALIK Berakhir
Semua anggota keluarga tertegun melihat Ze Ming tampak sedih. Mereka tak mengerti apa yang terjadi dengannya. Ibu bertanya, ada apa?

Ze Ming berusaha tersenyum, sudah lama rasanya dia tak makan nasi. Dia menjejalkan nasi putih ke dalam mulutnya sampai habis satu mangkuk. Ze Ming memberikan mangkuk itu pada ibu, dia ingin tambah lagi.

Ibu bergegas mengambilkan satu mangkuk penuh nasi putih untuk Ze Ming.


Ze Ming meneteskan air mata, “Ibu, aku selalu mendengarkan ucapanmu. Aku akan makan banyak nasi mulai sekarang. Aku sudah bisa menjagamu sekarang. Jangan tinggalkan aku.”
Suasana pun jadi hening, mereka menatap Ze Ming dengan prihatin. Bahkan Ibu tak mampu menahan air matanya.




Kini keluarga Mi Mi sudah berkumpul diberanda sambil bercanda. Ayah kemudian menyuruh Zi Zi untuk mengambilkan alkohol, mereka akan merayakan kedatangan Ze Ming ke rumah mereka.

Ayah tanya pada Ze Ming, apakah dia bisa minum? Jelas saja Mi Mi khawatir, dia menyuruh Ayah jangan melakukannya. Ze Ming belum pernah minum sebelumnya, tapi Ze Ming dengan senang hati menerima tawaran Ayah.

Ayah memuji sikap pemberani Ze Ming, itulah pria sejati. Meskipun tak tahan dengan alkohol, dia harus tetap mencoba. Dia akan mengajarinya. Ibu mengolok Ayah yang sekarang bahagia, dia sudah punya teman untuk minum alkohol.
“Tentu saja.” Jawab Ayah.




Ayah mengajari bagaimana caranya Ze Ming untuk minum. Ze Ming jelas ikut saja apapun yang dikatakan oleh Ayah, dia bahkan berhasil minum satu gelas dengan mudah.

Tiga wanita keluarga Tian hanya bengong melihat keduanya. Ze Ming terlihat bahagia dan dengan sopan terus menerima ajakan Ayah untuk tambah minum.

“Tak buruk. meskipun dibesarkan oleh serigala, tapi kau tetap sangat sopan.” Puji Ayah.



Mi Mi menatap Ze Ming dengan senang, dia bisa melihat Ze Ming berinteraksi dengan orang lain. Bahkan dia terlihat bahagia juga.
Ze Ming, biarkan aku menjadi keluargamu yang pertama agar aku bisa merawatmu.” Batin Mi Mi.


****
Mi Mi dan Ze Ming duduk dipelataran, dan Ze Ming menggambar rumah di jalan dengan batu.

“Apa itu rumahku?” tanya Mi Mi.

Ze Ming mengangguk, dia kemudian bertanya bagaimana cara menulis tulisan rumah. Mi Mi tanya apa Ze Ming ingin belajar menulis. Ze Ming mengangguk.



Mi Mi memberikan contoh penulisan kata rumah. Ze Ming menyalin tulisan itu, dia membandingkan keduanya. Kenapa tulisannya tak sebagus tulisan Mi Mi?

“Tentu saja, itu karena kau baru pertama kali mencoba. Tulisanmu akan semakin bagus seiring berjalannya waktu.”


Didepan rumah, Ibu memperhatikan mereka dari kejauhan. Ibu memuji Ze Ming yang bersikap baik dan polos. Ayah setuju dan dia cukup baik dalam minum alkohol. Ibu menyikut perut Ayah, dia sudah mengajarkan pengaruh buruk padanya.

“Aku membantunya untuk tumbuh.” Jawab Ayah sekenanya. Mereka berdua tersenyum bersama.


Ze Ming menggambar rumah Mi Mi yang berisi Ayah Tian, Ibu Tian, Zi Zi, Mi Mi, Dia dan Ayah serigala. Mereka bisa tinggal bersama dalam rumah itu. Mi Mi tahu kalau Ze Ming pasti sedang merindukan ibunya.

“Meskipun dia tak menginginkanku, aku tetap berharap dia bisa hidup bahagia ditempat yang jauh disana.”

Mi Mi meyakinkan Ze Ming kalau ada kesalahpahaman diantara mereka. dia yakin kalau ibu Ze Ming pasti menyayanginya.


Mi Mi yakin kalau itu hanya sebuah kesalahpahaman diantara mereka, dan tuhan pasti akan mempertukan Ze Ming dan keluarganya. Dia akan membawa Ze Ming ke Pohon Permohonan, menurut mitos disana, saat mereka menggoncang bel yang tergantung dipohon lalu menatapnya sambil mengucapkan doa. Maka dengan sangat magis, semua doanya akan terkabul.

“Baiklah, aku ingin kesana dengan Ayah Serigala.”'

Mi Mi agak ragu soalnya dia takut warga desa melihat tapi dia akan mengusahakannya. Dia yakin Ayah serigala sudah kaku – kaku harus dirumah seharian. Ze Ming mengangguk senang.


Ze Ming berulang kali melongok jam yang tersemat dipegelangan tangannya. Dia tersenyum kemudian bangkit untuk mengatakan pada Ayah Serigala bahwa dia akan pergi ke pohon permohonan. Dia akan memohon agar ia bisa tahu alasan ibunya menelantarkan dia. Lalu ingin terus bisa menjaga Ayah Serigala dan Mi Mi.


Mi Mi tengah merapikan selimut masa kecil Ze Ming. Zi Zi bertanya kenapa Mi Mi tak membuangnya saja, kan mereka punya banyak selimut. Mi Mi menjelaskan bahwa selimut itu adalah selimut masa kecil Ze Ming. Selimut itu satu- satunya yang ia kenakan dari rumah. Dia tak akan membuangnya dengan mudah.

Zi Zi diam melengos.

“Aku tahu kau masih belum menerima Ze Ming. Tapi dia lebih polos dan baik. Saat kau berinteraksi dengannya lebih lama, kau akan merasakannya.”

Zi Zi lagi – lagi tak menjawab.



Ze Ming tetiba bangkit dari tidurnya lalu menuju kamar Mi Mi. Dia mengatakan kalau dia tak bisa tidur. Tepat saat itu, Zi Zi tengah berganti pakaian hingga sangat terkejut melihat kedatangan Ze Ming. Dia melemparkan bantal kearahnya, pervert!

Ze Ming dan Mi Mi melongo sampai akhirnya Ze Ming keluar kamar dalam diam.



Mi Mi menemui Ze Ming. Ze Ming pun bergegas menghambur ke arahnya, dia bukan pervert. Mi Mi tersenyum, dia tahu kok. Tadi Zi Zi hanya terkejut jadi mengucapkan kata – kata kasar. Sekarang Ze Ming harus tidur, dia sudah mencuci selimut Ze Ming.

Ze Ming meraih selimurnya yang sudah wangi, kenapa baunya hilang?

“Bau?”

Ze Ming terlihat kecewa dengan bau alami selimutnya telah hilang.


Ze Ming ingin tidur namun lagi – lagi kesulitan, dia pun akhirnya bangkit menuju kamar mandi. Dia meletakkan handuk dan perlengkapan mandi Mi Mi yang sama dengannya namun berwarna pink.

Ze Ming terlihat puas melihat hasilnya. Itu apaan coba naruh sikatnya sengaja hadap – hadapan :D



Mi Mi mencoba mencari kasus anak hilang yang terjadi beberapa tahun lalu. Dia menemukan sebuah kasus namun dia tak ingin mengatakannya pada Ze Ming dulu. Dia harus memastikannya kalau tidak, jika dia salah maka ia akan menghancurkan harapan Ze Ming.


Keesokan paginya, Mi Mi melihat hasil karya Ze Ming dengan bingung. Ze Ming melongok Mi Mi dari pintu.

“Ini ulahmu, ‘kan?”

Ze Ming tak menjawab, dia segera pergi meninggalkan Mi Mi.


Keduanya sudah dalam perjalanan, Ze Ming bermain ini – itu didalam mobil dengan penuh rasa ingin tahu. Tanpa sengaja, Mi Mi melihat mobil senior Hua Wei. Dia menghentikan mobilnya dan menyapa dia.

Dengan semangat Hua Wei menyampaikan kabar baik bahwa Annie Griffith telah sampai ke Taiwan. Jelas saja Mi Mi sumringah mendengar idolanya ada disana. Ze Ming melongok ke jendela dan Hua Wei melihat kehadirannya. Matanya membulat terkejut.

Mi Mi kikuk, dia meminta Hua Wei menunggu sebentar.



Dalam hati keduanya, mereka menganggap satu sama lain sebagai musuh. Hua Wei yang mengira Ze Ming sebagai pria serigala. Sama halnya dengan Ze Ming yang menganggap dia sebagai pria yang membawa Mi Mi pergi. Keduanya bertatapan sengit.

Mi Mi menjelaskan pada Ze Ming bahwa Hua Wei adalah seniornya, dia akan menemuinya sebentar.



Mi Mi menemui Hua Wei diluar mobil, dia kegirangan mendengar Annie ada dinegara mereka. Hua Wei menjelaskan bahwa Annie baru saja datang dan akan mengadakan Fans Meeting.

“Kapan?” tanya Mi Mi semangat.

Sekarang juga. Dan sayangnya setelah acara itu, Annie akan kembali pergi. Jadi kalau mereka kesana sekarang, mungkin masih terkejar. Hua Wei menyentuh lengan Mi Mi, Ze Ming didalam mobil sudah ketar ketir.

Kemudian ada barisan orang bersepeda lewat, Hua Wei segera merenggut tubuh Mi Mi menepi.


Ze Ming ketakutan, dia mencoba keluar dari mobil tapi kesulitan dan hanya bisa membuka kaca jendela. Dia pun keluar dari sana dan langsung menyerang Hua Wei.

Ibu – ibu disana melihat aksi brutal Ze Ming dengan takut.

Mi Mi melerai seraya menyilangkan tangannya didepan dada, dia meminta Ze Ming berhenti.



Mi Mi menarik Ze Ming, dia menjelaskan bahwa Hua Wei datang kesana untuk memberitahukan kedatangan Annie Griffith, idolanya. Terpaksa dia harus ikut dengannya.
“Tapi kan kau mengajakku ke Pohon Permohonan?”

Mi Mi rasa mereka bisa melakukannya besok – besok. Dia akan meminta seseorang menjemput Ze Ming. Ze Ming jelas kurang suka namun Hua Wei kembali menghampiri mereka dan menarik tangan Mi Mi untuk bergegas.



Seseorang tengah berjalan di sekitar lapangan, dia melihat seorang anak terjebak di atas pohon. Dia menangis sesenggukan meminta tolong. Jiang Ping bergegas menghampirinya, dia berniat untuk membantu.

Namun usahanya urung saat melihat Ze Ming berlari ke arah anak itu untuk menurunkannya dan mengambilkan layangannya yang tersangkut.

“Wooww..” gumam Jiang Pink terpukau.




Ibu dari anak tadi mencari keberadaannya, dia melihat Anaknya tengah bersama Ze Ming. Ibu itu jelas panik karena tadi dia sempat melihat Ze Ming menyerang Hua Wei dengan brutal. Apalagi ada Ayah serigala yang jelas membuatnya terperanjat kaget.

Ibu menarik anaknya untuk pergi dan menatap Ze Ming tak suka, dia memarahi anaknya yang bermain dengan orang tak dikenal.



Digedung tempat Annie mengadakan jumpa fans –nya, Mi Mi berlari tergesa – gesa menuju ke tempat acara. Dan wajah sumringahnya sekejap pudar melihat ruangan itu kini tengah dibersihkan dan tak ada sang idola disana.

Hua Wei bertanya pada seorang pelayan, dimana Annie Griffith berada? Pelayan menjelaskan bahwa Jumpa Fans telah berakhir dan Master Annie sudah pergi ke bandara sekitar 10 menit yang lalu.



Shen Nong menantikan kedatangan Ze Ming dengan kesal. Dia segera menyemprotnya karena sudah menunggu Ze Ming sedari tadi. Dia menyuruh Ze Ming masuk ke dalam mobil namun Ze Ming menolak. Jelas saja Shen Nong makin kesal namun sapaan Jiang Ping membuat dia berhenti mengomel.

Shen Nong merangkul sahabatnya dengan senang, dia sangat bosan karena beberapa hari tak bisa bersama dengannya. Dia bertanya, kenapa kau bisa bersama dengannya?

Jiang Ping seolah tak enak hati apalagi melihat wajah murung Ze Ming. Dia akan menceritakannya dirumah. Ayo masuk ke dalam mobil.




Hujan tiba – tiba turun dengan derasnya, Jiang Ping mengajak Ze Ming untuk masuk pulang dulu. Ze Ming kembali menolak ajakannya, dia memilih hujan – hujanan dengan wajah sedih yang terus ia tunjukkan.

Shen Nong mengajak Jiang Ping untuk meninggalkannya saja. Meskipun tak tega, tapi Jiang Ping akhirnya pergi juga dengan Shen Nong.



Mi Mi menatap guyuran hujan dengan wajah khawatir. Hua Wei meminta Mi Mi menghabiskan makanannya, dia akan mengantarkan Mi Mi. Mi Mi menolak karena dia bisa naik kereta saja. Tapi Hua Wei bersikeras akan mengantarkannya.

Mi Mi pun berterimakasih lalu menerawang keluar jendela dengan khawatir.

Ze Ming sudah pulang, ‘kan? Aku meninggalkannya begitu saja. Dia pasti kecewa.” Batinnya.


Mi Mi berdiri didepan restoran, dia membuka buku note –nya kemudian menghubungi seorang pria yang bernama Tuan Du Ki Hong. Yap, Ki Hong ini adalah Paman Kedua Ze Ming yang telah membuangnya. Mi Mi menceritakan bahwa dia bertemu dengan seorang teman di gunung serigala. Mungkin saja teman itu juga anak yang telah dicari Tuan Du selama dua puluh tahun.

Wajah santai Ki Hong berubah gelisah namun dia mengatakan bahwa dia sudah berhasil menemukan anak itu. Apa anak itu juga bernama Ze Ming?

Mi Mi membenarkan. Ki Hong tanya apakah pria itu tinggal bersama Mi Mi? Dimana dia tinggal?

Untuk sekejap Mi Mi nampak curiga namun Ki Hong beralasan bahwa dia akan membantu mencari jika ada sebuah informasi untuknya. Mi Mi pun sumringah, dia tinggal di desa Mudan dekat Stasiun Mudan dan rumahnya itu penjual obat herbal.

Mereka mengakhiri panggilannya. Di tempat Ki Hong berada, dia semakin gelisah saja. Dia bertanya – tanya apakah Ze Ming itu memang Ze Ming –nya atau bukan?



Hua Wei menjemput Mi Mi dan memayunginya dengan jas saat menuju ke mobil. Wajahnya basah hingga Hua Wei mengambilkan sapu tangan untuk mengelap wajahnya. Mi Mi menatap Hua Wei dengan canggung, akhirnya dia memberikan sapu tangan itu pada Mi Mi.


Dijembatan, Ze Ming kehujanan dengan baju basah kuyup. Dia menulis ‘rumah’ di jalan menggunakan batu. Dia menoleh mencari Ayah serigala yang kini telah tiada.


Ibu menyambut Mi Mi yang basah, dia menyuruhnya untuk mengeringkan rambut. Mi Mi menolak, dia baik – baik saja. Dia lalu bertanya apakah Ze Ming sudah kembali? Ibu jelas heran, bukankah kau pergi bersamanya? Dia belum kembali sejak saat itu.

Mi Mi panik soalnya dia sudah menyuruh Shen Nong menjemputnya saat dia punya urusan hingga harus pergi dengan Hua Wei.

“Dia dijembatan.” Ucap Jiang Ping keluar kamar. Jadi dia saudara Mi Mi

“Bagaimana kau mengenalnya? Kau ‘kan baru pulang?”

Mi Mi sudah panik, dia bergegas untuk menjemput Ze Ming.




Ze Ming duduk dipinggir jalan menatap jam –nya. Tiba – tiba air tak lagi mengguyur tubuhnya hingga ia mendongak dan menemukan Mi Mi berdiri tepat disampingnya. Wajahnya berseri kembali, dia yakin kalau Mi Mi memang akan datang menemuinya. Mi Mi menata rambut basah Ze Ming, dia meminta maaf telah meninggalkan dia dan tak menepati janji.

Ze Ming tak mempermasalahkan itu, dia tadinya berfikir kalau mereka masih bisa berdoa di Pohon Permohonan hanya saja hujan terus mengguyur. Mereka bisa melakukannya kapan – kapan. Mi Mi setuju, mereka harus kembali. Ze Ming menggangguk tapi mereka harus mencari keberadaan Ayah serigala dulu.



Bibi Zhang yang tadi melihat Ze Ming kini berada di rumah Keluarga Tian. Dia mengaku melihat serigala dan pria serigala.

Tepat saat itu Ze Ming kembali dan Bibi Zhang langsung menunjuknya sebagai pria serigala yang sudah melukai putranya. Mi Mi menjelaskan bahwa semua itu hanya salah paham. Bibi Zhang masihlah belum percaya, dia juga menyaksikan Ze Ming yang menyerang Hua Wei secara tiba – tiba.

“Bibi Zhang! Itu hanya salah paham! Pria itu adalah seniorku... dia hanya menyapa. Mereka hanya sedang bercanda.” Bohong Mi Mi.

Bibi Zhang masih belum percaya dan menunjuk Ze Ming telah melukai anaknya.




“Ze Ming tak ada niatan melukai Xiao Bao. Kalau bukan karena dia,  Xiao Bao bisa saja jatuh dari pohon dan terluka.” Tutur Jiang Ping keluar dari kamar.
“Lalu bagaimana dengan serigala itu?” ngotot Bibi Zhang.

Zi Zi dan Ibu mencoba meyakinkan bahwa disana tak ada serigala. Bibi Zhang meminta izin untuk bisa naik ke lantai dua, dia akan memeriksanya. Paman Zhang menghentikan langkah konyol istrinya, dia mencoba menenangkan dan mengajaknya pergi. Tapi dia juga memperingatkan keluarga Tian bahwa mereka tak akan tinggal diam kalau sampai mereka benar – benar memelihara serigala dan membahayakan warga desa.



Paman dan Bibi Zhang pergi. Zi Zi merutuki kejadian ini dengan sebal hingga membuat Ze Ming tak enak hati. Dia meminta maaf pada mereka semua. Ibu menenangkan, tak ada masalah untuk mereka kok. Ibu kemudian mengajak Zi Zi untuk pergi.

Keluarga Mi Mi sangat baik padaku. Haruskah aku pergi, agar Mi Mi aman?” batin Ze Ming.



Diluar rumah keluarga Ze Ming, tampak Du Ki Hong keluar dari mobil dan memperhatikan rumah Mi Mi.


*****



3 Responses to "SINOPSIS Prince of Wolf Episode 3 Bagian 2"

  1. Keren kak..
    Jadi pengen download
    emang ayah serigala udah mati??

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^