SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 3 Bagian 2

SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 3 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: KBS2

Rupanya Yoon Sung tak membiarkan Ra On sedih sendirian. Dia menghadangnya ketika kembali dari hadapan Ratu. Ia meminta waktunya sebentar untuk pergi ke suatu tempat. Ra On sempat heran tapi ia tak bisa menolak permintaan Yoon Sung.




Yoon Sung membawanya duduk dibawah pohon besar, kehidupan dalam istana terkadang memang sulit. Dia bisa menenangkan diri disana. Ra On keheranan, berarti Yoon Sung memerintahkan dia untuk menyelinap saat bekerja. Yoon Sung tersenyum, soalnya Ra On terlihat membutuhkan istirahat sekarang.

Ra On tak banyak tanya lagi, dia duduk tenang dan mengucapkan terimakasih. Yoon Sung sering datang disaat dia punya masalah. Yoon Sung meminta Ra On untuk menyebutnya sebagai takdir.

“Apa kau tahu apa yang sangat aku syukuri?”

“Aku tahu.” Jawab Yoon Sung begitu saja.

Ra On keheranan, kau tahu?


“Yasudah, berpura – pura saja tak tahu. Kalau seorang wanita tak ingin mengatakannya berarti pria hanya perlu pura – pura tak tahu.”

Ra On gelagapan, apa maksudmu seorang wanita?

Yoon Sung langsung membuat alasan, tugas seorang pria juga menjaga rahasia pria lain. Ra On langsung berdehem dan membuat suaranya terdengar lebih berat, dia mengucapkan terimakasih karena Yoon Sung tak terlalu banyak bertanya padanya. Yoon Sung kembali tersenyum dan mengajaknya untuk beristirahat.


Malam harinya, Ra On menuju ke kediaman Raja tapi dia ragu untuk memberikan surat itu. Disana juga terdapat banyak Kasim yang berjaga. Ra On memutuskan untuk kembali namun tanpa sengaja dia malah bertubrukan dengan kasim. Kasim itu panik membereskan gulungan yang akan dia serahkan pada Raja.

Ra On terdiam saat mendengar gulungan itu akan diserahkan pada Raja.


Saat Raja memeriksa satu persatu gulungan yang ia dapatkan, ia menemukan sebuah surat terselip diantara gulungan tersebut.

-oOo-



Ra On membawa balasan surat Raja dengan wajah sumringah, dia memberikan amplop itu pada Sook Ui. Ra On mengaku memiliki firasat yang baik dengan datangnya surat ini. Sook Ui ikut terpengaruh menerima kabar dari Ra On. Dia membuka surat balasan dengan penuh harap, namun harapan itu hanya berbuah nihil. Didalam kertasnya tak tertulis apapun.

Wajah Sook Ui berubah sedih, dia memutuskan untuk tidak mengganggu Raja lagi. Mungkin dengan surat kosong ini, Raja ingin memperjelas segalanya.

Ra On terkejut, “Ini semua salahku, Yang Mulia.”

Sook Ui jelas tidak menyalahkan Ra On, dia menyuruhnya untuk meninggalkan kamarnya.


Tapi sebelum itu, dia memeritahkan agar Ra On membawa tumpukan surat yang telah ia simpan dengan rapi didalam kotak. Dia tak bisa memaksakan diri lagi, Sook Ui meminta Ra On untuk membakar semua surat tersebut.



Ra On duduk dengan murung dibawah pohon. Angin berhembus kencang sampai menerbangkan surat balasan milik Sook Ui. Bertepatan saat itu, Young dan Byung Yeon sedang melintas. Mereka menangkap surat – surat yang berterbangan.

“Apa ini?”

Ra On memberitahukan bahwa itu surat balasan milik Sook Ui. Dia mengungkapkan kekecewaannya pada Raja yang begitu kejam. Kenapa dia selalu mengirimkan surat kosong pada Sook Ui? Sook Ui telah memerintahkannya untuk menghancurkan surat – surat itu.



Young ingat dengan surat – surat yang tersimpan di kotak milik Sook Ui. Itu bukan surat balasan dari Raja. Tidak, Ra On yakin kalau surat terakhir yang ia dapat adalah balasan dari Raja yang asli, bahkan Ra On disuruh menghadap untuk mengirimkan surat itu secara langsung. Tapi kenapa suratnya tetaplah kosong?

“Bagaimana kau bisa menyampaikan surat ini kepadanya?” tanya Byung Yeon.

Ra On mengaku kalau ia menyelipkan kedalam salah satu gulungan. Young terlihat geram dan mengatakan kalau Ra On telah memupuskan harapan kecil yang dimiliki Sook Ui. Young pun pergi meninggalkan Ra On.


Malam harinya, Young menghadap pada Raja untuk memberitahukan kondisi Sook Ui yang semakin memburuk. Dia meminta Raja untuk menjenguknya. Raja selalu terlihat tak tenang, dia akan mengirimkan tabib. Setidaknya, itu yang bisa ia lakukan.

Young menekankan bahwa kehadiran Raja yang akan membuat kondisi Sook Ui membaik. Raja kekeuh menolak dengan alasan Ratu sangat sensitif karena kehamilannya. Dia akan berkunjung saat waktunya tepat.

Young mulai tak bisa menahan kekesalannya, “Apa yang kau takutkan? Kau takut saat kau tak bisa melakukan apapun. Tapi sebenarnya kau memang tak melakukan apapun. Kau melakukan hal yang sama saat Ibu meninggal.”



Saat kematian Ibunya, Young kecil bertemu dengan Raja untuk meminta penyelidikan atas kematian Ibunya yang tiba – tiba. Raja dengan mata berkaca – kaca, terlihat cemas mengatakan kalau kematian Ibu hanya karena penyakit. Young masih terus menangis, dia mendengar dari para pekerja di istana kalau Ibu tak meninggal karena penyakit. Dia meminta Raja mengungkapkan kebenaran.

“Kau tidak boleh mengatakannya dengan keras lagi. Mengerti?” tegur Raja masih panik.



Young marah pada Raja, dari dulu dia menyuruhnya untuk menunggu. Tapi sampai sekarang pun dia tak melakukan apapun. Meskipun apa yang ia lakukan tak berguna, setidaknya dia telah melakukan sesuatu. Jangan hanya gemetar ketakutan. Karena kau adalah.. Raja Joseon.

Raja Seonjoo masih terus diam dengan wajah cemasnya seperti biasa. Young tak tahan lagi, ia pun bangkit pergi dari hadapan Raja.



Ra On masih duduk di kamarnya dengan bimbang, dia enggan untuk membakar surat yang diterima dari Raja. Byung Yeon sih cuek, bakar saja toh itu bukan milik Ra On. Ra On tahu hanya saja kertasnya sangat harum sampai dia sayang untuk membakarnya.

Byung Yeon heran, apa yang kau katakan? Baunya harum?

“Iya. Baunya seperti apel yang manis.”



Di kediaman Sook Ui, Young kembali berkunjung untuk merawatnya. Dia berjanji akan terus kesana sampai Sook Ui pulih. Sook Ui terlihat tak enak hati, bagaimana kalau aku tak kunjung pulih? Apa kau akan terus kesini untuk melihat wajahku?

Young melihat ke arah kotak surat yang sudah kosong.

Sook Ui dengan sedih mengatakan kalau ia telah membuangnya. Sudah sejak tujuh tahun yang lalu ia bertukar surat dengan Raja. Mungkin sudah waktunya ia menghentikan kebiasaan itu.


Mata Young berkaca – kaca seolah ia bisa merasakan kepedihan yang tengah dirasakan oleh Sook Ui. Dia mengingat kembali kejadian dimasa lampau saat Sook Ui memberikan kehangatan ketika ibunya meninggal. Dia akan membalas kebaikannya saat ini. Young pun meminjamkan bahunya untuk sekedar memberikan ketenangan.

Sook Ui tak bisa lagi menahan kepedihan dalam hatinya yang telah membuncah. Tangisnya tumpah ketika ia bersadar pada Young. Young menepuk punggung Sook Ui dengan lembut.


Ra On memantapkan diri untuk membakar surat raja setelah berkali – kali menghembuskan nafas berat. Tapi entah apa yang ada dalam benak Byung Yeon, dia tiba – tiba melemparkan pisau untuk memadamkan lilin. Ra On terkejut bukan kepalang, kalau mau mengatakan sesuatu, katakan saja.


Byung Yeon turun dari langit – langit kemudian menyalakan lilin kembali. Dia meletakkan surat balasan didekat api kemudian muncullah tulisan diatas kertas itu. Ra On keheranan, bagaimana bisa ini terjadi?



“Ini ditulis dengan cuka apel. Hurufnya hanya akan muncul kalau didekatkan dengan api.”
Ra On memuji kejeniusan Byung Yeon, dia memang temannya. Byung Yeon langsung bersikap kaku, sejak kapan dia mengizinkan Ra On menjadi temannya. Ra On tersenyum meminta Byung Yeon jangan bersikap seperti itu, dia selalu menyukainya sebagai teman.

Byung Yeon berdehem kemudian mengubah sikapnya so’ wibawa dan pergi meninggalkan Ra On.



Ra On berlari pergi dengan menggunakan pakaian kasim. Ia bertubrukan dengan Young yang berjalan keluar dari kediaman Sook Ui. Ra On dengen kegirangan mengatakan kalau surat Sook Ui ternyata surat rahasia. Dia akan menjelaskan pada Young nanti.

Young mengernyit ketika melihat Ra On bertingkah ajaib seperti itu.



Sook Ui tengah menidurkan Putri Myung Eun dan kini ia telah terlelap. Ra On membuat keributan karena sangat bersemangat untuk menyampaikan pesan yang ia terima dari Raja. Ia memberikan surat itu pada Sook Ui, Yang Mulia, anda harus segera keluar! Raja tengah menati anda!

Sook Ui kembali membaca surat yang kini bukan kertas kosong lagi.

Sook Ui bergegas menemui Raja.

[Sook Ui Park, setengah dari diriku berharap kau akan membaca surat ini. Setengah lainnya berharap kau tidak akan pernah membacanya. Aku seorang raja yang tidak kompeten, suami yang tidak berdaya dan Ayah yang lemah. Aku minta maaf padamu karena sudah mengekspresikan perasaanku hanya dengan cara ini. Menunggu hari demi hari, saat kau akhirnya membaca suratku, Aku pergi ke Taman Ae Ryun di mana kita biasa berjalan-jalan. Setiap malam.]

Raja dan Sook Ui park sudah bertatapan. Tak ada kata – kata yang terlontar dari mulut keduanya, hanya tatapan rindu yang mengisi pertemuan mereka.


Ra On tersenyum ketika melihat mereka berdua bisa bertemu. Sedangkan Young telihat berkaca kaca, rupanya dia mengingat kembali kejadian saat ia menemui Raja.



Young mengatai Raja hanya bisa gemetar ketakutan dan tak bisa berbuat apa – apa. Sebelum Young pergi, Raja berteriak dengan frustasi kalau dia memang tak berguna dan tak bisa berbuat apa – apa. Tapi apa yang dia lakukan, semua ini demi Young. Agar dia tetap aman. Ketika ia berbuat sesuatu sebagai seorang Raja, dia malah kehilangan 2000 orang serta Ratu, guru, dan teman – temannya. Karena dia tak kompeten tapi dengan cara itu dia bisa menjaga rakyatnya.


Ra On menghela nafas lega, akhirnya Sook Ui bisa tahu bagaimana perasaan Raja padanya. Tapi dia tak habis pikir, kenapa seorang Raja harus membuat surat rahasia? Dia penguasa negeri ini tapi kenapa harus takut? Apa yang dia takuti?



Young masih bungkam dengan seribu pikiran dalam benaknya. Dia kembali mengingat masa dimana Ayahnya masih menunjukkan senyum bahagia dan memeluknya dengan hangat.

Aku tidak menyadari hal itu sampai sekarang. Dia bukan hanya seorang Raja dengan mahkota di kepalanya, tapi dia juga suami yang mencintai istrinya dan ayahku yang tidak tergantikan.” Batin Young.

-oOo-



Keesokan paginya. Ditengah pertemuan, Raja merasa tertekan karena harus digencat oleh dua kubu yang saling berlawanan. Dia berjalan kekanan tapi yang satu minta dia kekiri, lalu apa yang harus dia lakukan? Mereka selalu menentang semua pendapatnya. Apa dia menganggap semua kata – katanya salah. Apa bukan keputusannya yang mereka tak sukai, mereka tak suka karena dia duduk ditahta ini? Kalau begitu, Raja menyarankan agar PM Kim menggantikan kedudukannya. Dia lebih disukai dan disegani.

“Hal itu tidak benar, Yang Mulia.”

Raja menunjuk menteri secara acak untuk menggantikannya. Oh, atau dia harus mengganti dengan Putra Mahkota –nya yang masih muda dan cerdas? Raja bertitah untuk memanggilkan Putra Mahkota agar menghadap.



Young menghadap dengan terburu – buru bahkan topinya sampai terjatuh ke lantai. Dia bersujud dihadapan Raja. Raja mengatakan bahwa keputusannya telah membuat rakyat menderita. Selagi dia merenungkan semua ini, dia sarankan agar Putra Mahkota menggantikannya untuk sementara.

Keputusan itu membuat para Menteri tersenyum remeh.

“Yang mulia..” ucap Young terkejut.

Menteri membungkuk meminta Raja untuk mencabut keputusannya. Belum ada dalam sejarah seorang Putra Mahkota naik tahta diusia sangat muda.


Raja meminta pendapat pada PM Kim. PM Kim dengan mengejutkan menyetujui keputusan Raja asalkan Putra Mahkota berani untuk mengemban tugas berat ini. Raja sumringa, dia meminta Young untuk memberitahukan pendapatnya.

Young dengan gemetaran mengaku sangat terkejut hingga belum tahu jawaban apa yang harus ia lontarkan. Dia memang terlihat dewasa menggunakan jubah besarnya tapi sebenarnya dia masih anak – anak. Kenapa Raja memberikan tugas yang amat berat untuknya? Dia bahkan tak berani untuk meninggalkan sarangnya saat ini.


Menteri Ui Gyo berbisik pada Menteri Geun Pyo, anak – bapak sama saja. Sama – saja gemetar ketakutan, dia merasa kasihan padanya.



Namun dalam sekejap, tatapan gamang dan penuh bimbang milik Young berubah menjadi tajam. Dia mengatakan tak ada alasan baginya menolak tugas ini. Dengan tegas ia menambahkan, “Yang Mulia, ini akan menjadi kehormatan untukku menjalankan titah yang mulia.”

Akhirnya, wajah murung yang selalu ditunjukkan oleh Raja kini bisa tersenyum. Seolah sebagian dari beban yang ada dipundaknya telah menghilang.

FLASHBACK


Malam setelah pertemuan antara Raja dan Sook Ui, Young menemui Raja dan mengatakan kalau ia sanggup untuk berbagi beban dengan Ayahnya. Di pertemuan besok, Raja boleh memberikan perintah atas pengangkatan sementaranya. Tapi ada hal yang ia butuhkan.

“Aku mengerti. Apa itu? Katakan kepadaku apa yang kau butuhkan.”

“Aku membutuhkan seseorang yang bisa aku andalkan saat aku lemah dan takut. Aku membutuhkan seorang Ayah.”

Raja Seonjoo bisa tersenyum melihat keputusan putranya. Mereka berdua bertatapan dalam, penuh makna dan menyentuh. T_T

FLASHBACK END


Ra On melongok kesebuah ruangan, dia sudah sangat berhati – hati tapi ternyata disana tak ada siapapun. Dia sekarang di pindah tugaskan untuk menjadi kasim Putra Mahkota. Kasim Jang datang dan berdiri tepat disamping Ra On.

Sontak Ra On berjingkat kaget melihat sosok itu berada disampingnya. Kasim Jang kesal, bagaimana dia bisa tinggal ditempat berhantu tapi takut padanya? Tapi Kasim Jang senang karena dia memang membutuhkan sosok pemberani. Sekarang tugasnya adalah mengantarkan buku ke perpustakaan tempat putra mahkota.

Ra On menerimanya begitu saja tapi ekspresinya langsung berubah takut saat mengingat mengenai Putra Mahkota.


Ra On masuk ke perpustakaan tanpa menimbulkan keributan. Dia melongok ke bagian rak untuk melihat keberadaan Putra Mahkota. Tapi yang ditemui malah Young, dia bertanya apakah Young lihat ada putra mahkota?

“Tidak.” Ucap Young seraya menutupi tanda kebesaran dibajunya menggunakan buku.

Ra On menghembuskan nafas lega. Dia cemas kalau harus bertemu dengannya.



Penjaga perpustakaan menegur Ra On, disana adalah perpustakaan khusus untuk Putra Mahkota. Keluar sekarang!

Ra On mengerti kemudian mengajak Sendok Perak untuk keluar bersamanya. Dia dengarkan, yang boleh kesana hanya Putra Mahkota. Young masih tertegun ditempat, ia mengingat ucapan Byung Yeon bahwa Ra On akan segera tahu akan identitasnya.



Young meneguhkan dirinya. Ra On sudah berjalan duluan meninggalkannya. Young berkata, kau bertanya namaku, ‘kan?

Ra On berbalik dan Young berjalan menuju ke arahnya. Dia terkejut melihat pakaian yang dikenakan oleh Young. Yap, jubah kebesaran Putra Mahkota.

Young tersenyum, “Lee Young. Itu namaku.”

-oOo-
KOMENTAR:
Drama kedua setelah W yang aku nanti, atau mungkin lebih suka ini yah? Molla... yang belum nonton. Coba deh nonton, kalian bakal kesengsem sama akting dan ketampanan Bo Geum. Hahahaha... Aku pernah liat doi di Reply sama Cantabile tapi aku paling suka dia disini. Huwaaa...
Episode ini, aku merasa emosi antara Raja Seon Joo sama Young bener – bener ngena banget. Aku merasa mereka berdua memang sama – sama terluka dengan kedudukan dan genjatan dari para Menteri yang saling mengedepankan kepentingan kubu mereka sendiri. akibatnya, Raja yang tak memiliki mental kuat akhinya malah tertekan. Dia memang disini terlihat bukan menjadi Raja yang baik.
Saat Young mengatakan bahwa dia Raja yang tak berguna. Aku langsung nangis, entah kenapa ngena banget. Scene keluarga, dimanapun berada akan selalu menyentuh buat aku.

PREVIEW Moonlight Drawn By Cloud Episode 4




Young membuat aturan agar Ra On tetap menganggapnya sebagai teman saat mereka sedang berdua. Ini perintah!

Entah apa yang terjadi antara Ra On dan Yoon Sung. Dia bertanya, mereka menjalani hubungan macam apa?

“Kita teman yang saling menjaga rahasia.” Jawab Yoon Sung.


Putra Mahkota akan mengadakan festival dan Byung Yeon mengatakan bahwa Festival ini akan sangat berarti untuk Putra Mahkota. Festival berjalan dengan lancar, namun ditengah acara salah seorang penari menghilang. Kasim Jang panik. Penari Panik. Ra On sama paniknya, dia tengah memegang kostum si penari.

17 Responses to "SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 3 Bagian 2"

  1. Makin suka sm ra on dan young d tunggu episode4 nya mba,tetp semngt nulis nya

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Gak sabar nunggu eps selanjutnya;g!!suka sama drama ini😍😁
    Semangat ya kakπŸ˜‰πŸ’ͺ

    ReplyDelete
  4. Suka banget ahh entah kenapa sy kok lbh suka bogum daripada oppa joongkiπŸ˜€πŸ˜Š
    Thanks mba sinopsisnya cepet banget

    ReplyDelete
  5. selalu suka sama drama yang diperanin Kim Yoo Jung 😍😍 semangat eonni lanjut sinopsisnya

    ReplyDelete
  6. Gak sabar nunggu episode 4 😍😍 makasih sinopsisnya…

    ReplyDelete
  7. Ya! kesem-sem banget ama PBG...!! kalau drama W aku ngerasa'y mood naik turun, apalg ep 4-5, kadang seru, biasa, seru banget, bahkan ada scane yg bikin aku ngejerit gara" kaget. LOL. Drama'y banyak adegan kiss'y, mata sepet rada bosen, aku gk suka drma yg banyak begituannya. Kalau tiba" ade aku yg kecil ikut nimbrung nonton kan berabe >.<

    aku nonton ini yaa gara" PBG. suka gemes kalau PM, RO, ama BY lg ngumpul, pasti ada aja tingkah lucu'y, bahkan ketawa BY pun terasa lucu. LOL

    Tpi bandingkan drama ini ama drama yg lain entah kenapa saya lebih *masih* suka sama Cinderella, padahal sebelumnya gk kepikiran buat nnton dramanya. Pas nnton ep pertama langsung terpesona ama Kang Hyun Min. Kyaaaa!! bawaannya pengen teriak mulu kalau inget tingkahnya. Gemes banget daaaaah...
    Tpi episod kemaren pesona Ji Woon mulai keluar, hati hayati pun jadi gundah galau merana gk tau mesti milih yg mana. LOL.
    Pilih Sek.YS aja kali yaaa... >.<

    hahahahaha,,, maaf komen ku mulai ngelantur...
    Oya, Puji gk bikin sinop ML kah...?!

    ReplyDelete
  8. Ini komentar pertamaku dibaliknya mba puji..slama ini cm jd bolak balik baca aja..hihi..

    Walaupun udh nonton filmnya tp klo blm baca sinopsisnya mba puji blm mantaappp..aku jg suka bgt sm drama ini.w aku lg bosen sm jalan ceritanya,makin ga masuk akal..udh ga begitu penasaran ky wkt awal2..klo ini aku slalu nunggu2 Ra on sm le young..aku tunggu episode berikutnya ya mba puji..semangaattt

    ReplyDelete
  9. Ini komentar pertamaku dibloknya mba puji..slama ini cm jd bolak balik baca aja..hihi..

    Walaupun udh nonton filmnya tp klo blm baca sinopsisnya mba puji blm mantaappp..aku jg suka bgt sm drama ini.w aku lg bosen sm jalan ceritanya,makin ga masuk akal..udh ga begitu penasaran ky wkt awal2..klo ini aku slalu nunggu2 Ra on sm le young..aku tunggu episode berikutnya ya mba puji..semangaattt

    ReplyDelete
  10. Suka sekali sama drama ini,,,,, sinopsisnya keren banget,

    Drama ini dari episode pertama udah bener bener bikin nagih yang main kece banget, drama ini menjadi salah satu yang aku suka selain W,,,

    Dinantikan sinopsis ep 4nya,,,

    ReplyDelete
  11. Waaah.. mbak puji daebak!!! πŸ˜„πŸ˜„ semangat buat episode selanjutnya..
    Agh bogum disini kharismatik buanget..

    ReplyDelete
  12. Waaah.. mbak puji daebak!!! πŸ˜„πŸ˜„ semangat buat episode selanjutnya..
    Agh bogum disini kharismatik buanget..

    ReplyDelete
  13. Suka bgt... Ditunggu next episode nya

    ReplyDelete
  14. Young ketauan keputramahkotaannya?
    Episode yg akan datang akankan muncul kim yoo jung pakai hanbok dan cadar jd penari??????uh.......pengen ceepet2.....
    Kapan yah scenenya yg boo geum itu nari jingkrgkak jingkrak bakalan keluar(^__*) pasti bikin keaw bgt....
    Apa cuma di teaser aja yah?????
    Kamsaeyo puji!HIm!

    ReplyDelete
  15. PBG juga bagus akting-nya di Hello Monster...

    ReplyDelete
  16. Keren sinopsisnya tpi lbih keren lagi klw nonton langsung dramanya..
    keren banget park bo gum dsini😁

    ReplyDelete
  17. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^