SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 3 Bagian 1

SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 3 Bagian 1
Sumber  gambar dan konten: KBS2


Kasim Jang sedang menggunjing masalah Ra On yang tidak memasukkan jawabannya. Dulu waktu jaman dia, sangat sulit untuk sampai ke posisi saat ini. Tapi Ra On dengan entengnya mengatakan tak tahu apa – apa lalu memasukkan jawaban kosong.

“Kapan dia akan pergi?” tanya Young yang sedang menggunakan jubah kebesarannya.

“Dia akan dikeluarkan dari istana siang ini.”

Pembicaraan keduanya langsung terpotong karena kehadiran Byung Yeon. Yang mulia, kau harus segera pergi ke suatu tempat.




Putri Myung Eun mengarahkan pedangnya ke leher Ra On. Namun suara seseorang menghentikannya, siapa lagi kalau bukan Lee Young.  “Berhenti!”

Ra On penasaran dan mencuri pandang sosok yang telah menyelamatkan dari hukuman matinya. Belum sempat melihat wajah sang putra mahkota, seorang pengawal menodongkan pedangnya agar Ra On menunduk. Ra On pun tak lagi berani mengangkat wajahnya.



Young meminta pedang dari tangan Myung Eun, tangannya bisa sakit. Dia kemudian meminta pengawal membawa Ra On ke pengadilan. Myung Eun terkejut, sembilan dari sepuluh orang yang keluar dari tempat ini akan mati. Young tahu fakta itu tapi mereka harus menemukan pelaku yang telah menulis surat cinta untuknya. Myung Eun menolak, dia tak mau semua orang mendengar hal ini terutama Raja.

Pengawal mulai bergerak untuk menyeret Ra On sesuai perintah Young.

“Aku tak mau kalau masalah ini menyebar lebih dari pada yang seharusnya.” Pinta Myung Eun.



Young menawarkan agar memberikan hukuman mati pada Jang Dong Geun (Ra On), itu akan membuat Myung Eun lebih baik. Young Eun rupanya tak tega, dia menahan kakaknya untuk melapor ke departemen hukum. Young menggenggam tangan Myung Eun, ia mengerti adiknya memang tak suka melukai orang lain. Ia pun mengajaknya untuk keluar dari penjara ini. Myung Eun sudah mulai tenang, ia berniat keluar dari penjara bersama Young.

“Yang mulia.” Seru Ra On. “Ini semua salahku. Aku tak berfikir kalau menuliskan surat cinta untuk seseorang bisa melukai perasaan orang lain. Aku meminta maaf dari dalam lubuh hatiku.”


Young tengah berjalan di pelataran istana. Byung Yeon heran kenapa Young tidak mengatakan identitasnya yang sebenarnya. Ra On juga akan segera mengetahuinya. Young tersenyum, dia tak mau kalau harus melihat Ra On seperti pelayannya yang lain.

Segerombolan dayang lewat, mereka buru – buru membungkuk dengan takut saat berpapasan dengan Young.

Young pun mengernyit, “Aku akan sangat kecewa kalau melihatnya menatapku seperti itu.”


Ditempat lain, Ra On masih menunjukkan tatapan kosong mungkin efek ketakutan tadi. Do Gi mencoba untuk menyadarkannya dari lamunan namun gagal. Kasim Ma memberikan pengumuman bahwa hasil ujian kasim junior akan segera diberitahukan.

Ra On menepuk pipinya dengan sumringah, ini waktunya! Inilah waktunya!



Young membaca salah satu jawaban para Kasim junior dengan tatapan nyinyir. Kasim tersenyum bangga seolah jawaban yang ada dihadapan Young itu sangatlah bagus. Tapi perhatian Young langsung tertuju pada kertas kosong milik Ra On. Dia ingat Ra On mengatakan kalau Young mungkin memang tak pernah kelaparan tapi hatinya mungkin sering terluka. Sebagai orang yang paling kaya hati, Ra On memberikan daging ayam untuknya.

Young tersenyum kemudian memberikan stempel pada lembar jawaban milik Ra On. Kasim terkejut, bagaimana bisa dia memberikan stempel pada kertas kosong?

“Aku sudah mendengar jawabannya.”

“Apa?”

“Paha ayam.”



Kasim Jang memberikan jawaban tadi pada Kasim Ma. Kasim Ma pun memanggil nama Hong Sam Nom, dia lulus. Ra On menerima jawaban itu dengan wajah sumringah. Tapi sepersekian detik kemudian dia baru sadar kalau ia ‘lulus’ bukannya ‘tidak lulus’. Ra On menuntut alasan kenapa dia bisa lulus? Dia bahkan memasukkan kertas kosong untuk jawabannya?

“Aku tak tahu. Aku hanya tak mengerti jalan pikiran Putra Mahkota.” Jawab Kasim Jang.

Ra On sangat terkejut saat mendengar jawabannya diberikan pada Putra Mahkota. Kasim Ma menambahkan kalau Sam Nom akan ditugaskan di Jipbokheon.


Byung Yeon tengah melakukan tes untuk para calon pengawal istana. Dia memerintahkan mereka untuk menembakkan panah menuju ke papan. Disaat mereka memanah, Byung Yeon akan berjalan melewati papan – papan itu. Mereka harus menghindar atau panah itu akan menembusnya.

Dayang – dayang yang menonton ikut mengeluh khawatir kalau pengawal paling gagah itu bisa terluka. Young juga sedang menyaksikan jalannya latihan, dia berdehem dengan keras untuk membungkam mulut para dayang.


Tembakan pertama. tak ada satu panah pun yang mengarah pada Byung Yeon. Namun saat tembakan kedua, sebuah panah meluncur cepat menuju ke kepalanya. Byung Yeon reflek menggunakan pedang sebagai tameng.



Dayang – dayang jejeritan khawatir namun langsung terpesona ketika melihat Byung Yeon mampu menahan panah tadi. Dia memang luar biasa apalagi kalau memakai satgat (topi bambu), mereka memuja Byung Yeon yang tampak tampan. Mereka juga menamainya sebagai Gat Byung Yeon.

Young semangkin gerah saja melihat kelakuan centil mereka. Dia mengambil busur dan mengarahkannya pada para dayang. Sontak dayang – dayang itu ketakutan dan bersujud ditanah.


Latihan telah selesai, Young menghampiri Byun Yeon. Dia menyindirnya dengan sebutan Gat Byung Yeon yang sudah menyiapkan latihan keras ini supaya terlihat bersinar. Byung Yeon menahan tawanya. Dia berbisik pada Young, “anda salah, Yang Mulia.”

Byung Yeon pun pergi.



Young meraih busur yang ada dimeja kemudian menembakkan ke arah papan. Woah, dia memang sebenarnya punya kemampuan yang hebat Cuma sering berpura – pura konyol. Kasim Jang melihat hasil panahan Young, rupanya memang tepat berada ditengah – tengah papan.



Ra On sedang tiduran dengan wajah cemberut. Young yang datang langsung menyindirnya, anak anjing kok tidak memberikan salam pada pemiliknya. Ra On menyuruhnya untuk jangan mendekat atau dia bisa menggigit jarinya lagi. Dia dalam kondisi mood yang buruk.
Young hanya tersenyum remeh, uh menakutkan. Byung Yeon sigap menahan Young agar tak mendekati Ra On. Young memberikan kode kalau dia tak apa – apa. Sedangkan Ra On tiba – tiba bangkit. Young heran, kau mau kemana?

“Aku mau ke istana Putra Mahkota. Aku harus menemuinya secara langsung.”


Young menarik Byung Yeon untuk sama – sama menghadang Ra On. Dia meminta alasannya ingin menemui Putra Mahkota. Ra On mengaku kalau dia ingin menanyakan sesuatu, alasan kenapa putra mahkota melakukan semua ini padanya. Minggir!

Byung Yeon menghalangi, “Apa dia orang yang bisa kau temui hanya karena kau ingin menemuinya? Putra Mahkota?”

Ra On menatap mereka berdua secara bergantian, ah.. dia baru sadar kalau Putra Mahkota punya tingkat yang setinggi surga. Ia pun kembali duduk ke tempat semula dengan kesal. Putra Mahkota yang sudah menghancurkannya.


Young sontak kesal, memangnya apa yang dia.. Byung Yeon langsung menepuk punggungnya. Young sadar dan bergegas meralat pertanyaanya, memangnya apa yang sudah Putra Mahkota lakukan?

Ra On mengaku kalau dia tak pantas menjadi kasim tapi Putra Mahkota sudah membuatnya terus berada di Istana. Byung Yeon penasaran, memangnya kenapa dia menahanmu disaat kau tak memenuhi syarat?

Ra On mewek, dia mengira Putra Mahkota sengaja melakukan ini karena ingin balas dendam. Dia sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal.

 Young cuma bisa tersenyum sinis melihat Ra On. Dia berbisik pada Byung Yeon, “Apa yang harus aku lakukan saat aku menyelamatkannya dan dia membalasku dengan kata – kata tak adil seperti ini, Pengawal Kim?”

Byung Yeon dengan polos mengeluarkan pedang, dia menawarkan untuk membunuhnya. Hahaha. Young menyesal sudah bercanda dengan manusia kaku seperti Byung Yeon, ia buru – buru mendorong pedang itu agar kembali ke asalnya. Dia menyuruh mereka mengikutinya.



Young membawa mereka berdua menuju bukit, disana mereka bisa melihat seluruh istana yang begitu luas. Kau bilang kau tak pantas untuk menjadi Kasim?

“Ya.” Jawab Ra On.

“Lalu apakah seberapa pantaskah bagi seseorang yang lahir diistana dan menjadikannya sebagai rumah?”

Ra On terperangah karena ada yang menganggap istana sebagai rumahnya. Ia mengaku tak pernah punya rumah dan tak pernah menggunakan kata rumahku. Young dan Byung Yeon langsung menatap Ra On kasihan. Ra On langsung berkata kalau dia tak masalah asalkan dia hidup. Tempat yang ditinggalinya adalah rumahnya.

“Saat kau mulai menjadi seseorang yang tinggal di istana, istana hanyalah sebuah kekangan.”

Ra On tersenyum miris, begitukah? Aku tak tahu apakah aku bisa menjadi seorang seperti itu?

-oOo-


Raja tengah membaca sebuah gulungan namun tiba – tiba suara desingan pedang terdengar. Beberapa pengawal yang ada diluar ruangannya terkena tusukan dan tumbang. Kasim masuk kedalam ruangan dan memberitahukan bahwa terjadi masalah.




Raja dan Kasim berjalan dengan terburu – buru. Terbersit keanehan dalam benak Raja, dia bertanya pada Kasim itu, dimana tempat tugasnya? Dia belum pernah melihatnya sebelumnya?

Kasim yang tadi membawa Raja pun menunjukkan wajahnya, dia memarahi Raja dan mengatakan bahwa orang – orang itu adalah pengkhianat. Darah penduduk yang sudah Raja tumpahkan akan menjadi airmata untuk Joseon. Ini akan menjadi kutukan untuknya.

“Pembunuh. Pembunuh.” Ucap roh penuh luka yang berada dibelakang Raja.


Raja terbangun dari mimpi buruknya dengan tersengal – sengal. Ratu Kim berbaring ditempat tidurnya, dia terbangun tapi tak mempunyai niatan untuk menenangkan Raja.



Ra On masuk ke kediaman Sook Ui, dia memberikan salam hormat dan memperkenalkan dirinya sebagai Kasim Hong. Sook Ui terbatuk – batuk tak sehat, dia dengan ramah menerima hormat dari Ra On. Tolong jaga mereka dengan baik.

“Untuk menggantikanku, bisakah kau menemani putriku untuk merawat kebun bunga?” ucap Sook Ui Park.

Ra On menatap Putri Young Eun yang tersenyum manis padanya. Dia pun langsung menerima perintah itu.



Ditempat lain, Ratu Kim mengadu pada Ayahnya (PM Kim) kalau penyakit Raja semakin parah. Setiap malam selalu mengigau dan mengganggunya. Ratu Kim mengaku kondisi tubuhnya sedang tak baik dan ini membuatnya kelelahan. Bisakah dia pisah kamar dari Raja?

“Diwaktu seperti ini, kau harusnya lebih berhati – hati dan kau harus terus berada disampingnya. Semuanya akan segera selesai. Kau jangan bertindak gegabah dan membuat masalah yang besar.”

Ratu Kim hanya bisa menunjukkan wajah tak suka. Dia tak bisa menolak perintah Ayahnya lagi, baiklah.


Young berkunjung menemui Sook Ui yang terbaring sakit. Ia menggenggam tangannya penuh kasih sayang, ini membuat Young teringat akan kenangan masa lalunya.

FLASHBACK

Saat itu adalah hari kematian Ibunya, 7 tahun yang lalu. Young memainkan Gayageum masih dengan mengenakan pakaian duka. Senar gayageum putus dan membuat jari Young terluka. Sook Ui datang menghampiri Young, ia khawatir melihat kondisi tangannya. Young mengaku baik – baik saja. Kalau luka kecil seperti ini saja tak bisa dia tahan, bagaimana ibunya bisa istirahat dengan tenang?

Sook Ui sangat mengerti. Memang Yang Mulia Putra Mahkota bisa dipercaya. Hanya saja Ratu pernah menyuruhnya untuk menyampaikan pesan saat tak ada orang lain disamping Young.

“Ibu memberikan pesan? Apa itu?”



“Seorang pria yang punya keteguhan hati juga bisa menangis ketika sedih. Kalau kau sedang sedih, beliau memintaku untuk menggantikannya memelukmu.”

Young mulai menangis, ia tak bisa lagi menahan kesedihannya. Ia meminta izin untuk memeluk Sook Ui karena hatinya sekarang sangat terluka. Sook Ui pun memeluknya memberikan keteduhan untuk Young yang sedang sedih. Ia memperlakukannya dengan penuh kasih sayang.

FLASHBACK END


Young meletakkan tangan Sook Ui kembali ke balik selimut. Ia memperhatikan meja Sook Ui dan menemukan sebuah surat yang sudah Sook Ui tulis. Disana juga ada satu kotak penuh surat yang tersimpan rapi.



Ra On berusaha keras berkebun sedangkan Putri Young Eun malah asik menghiasi rambut gelung Ra On menggunakan bunga. Ra On berkomentar kalau rumput disana sungguh keras kepala. Tapi mereka memang harus keras kepala agar bisa bertahan. Mereka bisa bertahan kalau bisa tumbuh tinggi dan kuat tanpa sinar matahari atau pun air. Rumput itu berbeda dengan bunga yang tumbuh dengan mudah.

Ra On tersenyum, dia mengingat seseorang dalam pikirannya. Orang itu tumbuh dengan nyaman selama hidupnya. Putri Young Eun hanya tersenyum menanggapi ocehan Ra On.

Seekor kupu – kupu melintas, perhatian Young Eun teralih padanya. Ia pun mengejar kupu – kupu itu tanpa Ra On sadari.



“Kalau kelakuannya hanya sebagian saja seperti wajah tampannya...” ucap Ra On.

“Kalau aku begitu, lalu kenapa?” tanya seseorang.

“Itu akan sedikit lebih baik.”

Tapi suara rendah seorang pria membuat Ra On berjingkat kaget. Ia buru – buru bangkit saat tahu Young bisa disana. Dia bertanya kenapa sendok perak bisa ada disana? Young bukannya menjawab malah balik bertanya, lalu kenapa kau disini?

Ra On jelas sedang bekerja. Yang bikin curiga malah Young, kenapa dia bisa ada disana. Young menyilangkan tangan didepan dada dengan gaya angkuh, kau mau tahu?



Jelas saja Ra On penasaran, Young bukan seorang kasim ataupun pengawal. Tapi dia selalu berkeliaran. Ra On memperingatkan agar Young berhati – hati karena atasan bisa membencinya. Apa yang akan kau lakukan nanti?

Young cuma tersenyum remeh. Ra On jadi kesal, dia mengatakan itu karena menganggap Young sebagai temannya. Young malah tertawa mendengar kata teman, teman? Sejak kapan kita menjadi teman?

“Bukankah kita teman, kalau bukan memangnya apa?”

Young menunjuk wajah Ra On, “Pemilik dan anak anjing!”

Ra On kesal da menyuruh Young berhenti memanggilnya anak anjing. Namanya sudah cukup bagus, Hong Sam Nom.

“memangnya Hong Sam Nom nama yang cukup bagus?” tanya Young seraya berjalan pergi.


“Lalu siapa namamu?” tanya Ra On.

Young terdiam sejenak, dia ingat dengan perlakuan para kasim yang sangat hormat padanya. Young memungut topi Ra On yang tergeletak ditanah. Dia menghampiri Ra On dan menatapnya dalam diam. Entah apa yang sempat terlintas dalam pikiran Young dengan ekspresi serius itu, ia kemudian membuang bunga dirambut Ra On.

“Kau pria, apa – apaan ini? Yang kau lakukan itu sangat aneh. Aku tak menyukainya.”

Ra On berniat protes tapi Young buru – buru meletakkan topi dikepalanya lalu memukulnya dengan keras. Ra On mendelik dengan kesalnya, kalau dia tak mau mengatakan namanya ya tinggal ngomong aja.


Putri Young Eun mengejar kupu – kupu dengan riang. Tanpa sengaja ia berpapasan dan menubruk PM Kim. PM Kim menyapa Young Eun dengan ramah, wah siapa ini? Lama tak berjumpa, Putri Young Eun!

Bukannya menjawab, Young Eun terlihat ketakutan dan berlari pergi meninggalkan PM Kim.



Young kembali ke kediamannya, disana sudah ada Kasim Han yang menantikan kedatangannya. Young langsung menyuruh Kasim Han untuk berbohong pada Raja, katakan saja dia tak bertemu dengannya. Kasim Han memberitahu bahwa Raja sudah dua malam datang ke kediaman putra mahkota.

“Kenapa? Apa dia ingin memarahiku tentang sesuatu?” tanya Young dengan sinis.




Kasim Han mengaku melihat Young melintas dikediaman Raja sebelum menemuinya. Kasim Han meminta maaf atas kelancangannya tapi menurut kutipan Sarjana Non Woo, Ayah menyembunyikan sesuatu demi Putranya. Dan Putra menyembunyikan sesuatu demi Ayahnya. Lalu, apakah kalian berdua akan terus memperhatian dari punggung kalian satu sama lain?

Young pun terdiam ditempat mendengar ucapan Kasim Han.



Young akhirnya bersedia untuk menghadap Raja, ada perlu apa anda memanggilku?

Raja menunjukkan wajah paniknya dan mengatakan kalau ia merasa sudah menjadi gila. Dia mendengar suara – suara aneh terus menerus dan tak tahu berapa banyaknya ia sudah mimpi buruk. Dia meminta Young untuk mempersiapkan diri atas pengangkatannya.

“Aku menolak.” Jawab Young mantap.

“Kau pikir..! Ini bukan tahta yang bisa kau ambil hanya karena kau bersedia. Kau bukan hanya menjadi putraku, tapi kau Putra Mahkota negeri ini.”

Young tak bergeming, dia menjadi putra mahkota bukan karena kemauannya. Dia juga tak bisa menjadi putra mahkota yang sesuai dengan keinginannya.

-oOo-

Dikediaman Sook Ui, Ra On mendapatkan perintah untuk mengantarkan surat pada Kasim Raja. Dia pun menerima perintah itu dengan senang hati.




Ra On bersiap menuju ke kediaman Raja. Young Eun menghentikan Ra On dan menunjukkan tulisan. Dia menuliskan agar Young Eun memastikan bahwa surat itu benar – benar sampai ke tangan Raja. Ra On mengiyakan.

Young Eun kembali memegang tangan Ra On dengan tatapan penuh harap. Ra On mengerti, sekali lagi dia mengiyakan permintaan Putri Young Eun.




Ra On memberikan surat itu kepada Kasim Raja sesuai perintah. Kasim Raja memberikan balasan saat itu juga. Loh, Ra On jelas keheranan. Bagaimana bisa Raja memberikan jawaban saat dia belum membaca suratnya sama sekali?

Kasim mengatakan bahwa Raja memang selalu memberikan kertas kosong padanya. Untuk mengurangi pekerjaan Raja, maka mereka sudah menyiapkan jawaban. Ra On masih tak percaya, kalau begitu kembalikan saja surat yang dia berikan. Kasim mulai naik pitam, memangnya kau pikir aku bercanda apa?!

“Ada keributan apa ini?” sela Kasim Song bersama rombongan Ratu Kim.



Ra On akhirnya harus berhadapan dengan Ratu Kim secara langsung. Ratu menanyakan kabar mengenai kesehatan Sook Ui. Ra On kurang begitu tahu hanya saja Sook Ui punya masalah karena terus batuk.

“Tapi sepertinya dia masih punya tenaga untuk menulis surat.” Ucap Ratu Kim dengan sinis. Dia kemudian meminta Ra On untuk mendekat padanya. Ra On bingung, tapi Kasim Han mengedikkan dagu agar dia mengikuti saja perintah Ratu Kim.

PLAK! Ra On menerima tamparan dipipinya. Ratu Kim memperingatkan agar Ra On mengambil saja surat balasan yang sudah diberikan oleh Kasim. Ratu pun pergi meninggalkan Ra On yang hampir menangis.


Yoon Sung berada di istana, dia melihat kejadian yang menimpa Ra On dari kejauhan.


-oOo-

4 Responses to "SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 3 Bagian 1"

  1. Gomawo eonnie ��
    Fighting! \(^O^)y

    ReplyDelete
  2. Eonni ko sinopsis eps 2 bagian part 2 y malah sinopsis y cinderela sihhh.

    ReplyDelete
  3. bagus deh kak sinopsisnya, aku suka. Dilanjut ya kak..., semangat!!!

    ReplyDelete
  4. jahan banget ratu yang sekarang sama perdana mentrinya, dasar licik...
    semangat buat kakak!

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^