SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 1 Bagian 2

SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 1 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: KBS2
Ra On sampai ditempat pertemuan mereka dan dia mulai meluncurkan kata – kata manisnya. Dia mengaku kalau ia tengah gugup saat ini. Dia tak bisa mengungkapkan perasaannya dengan hanya kata – kata.

“Aku hanya melihatmu dengan mataku.” Ucap suara lembut seorang pria dari balik tirai.

Ra On suka mendengar suara itu, tapi tunggu dulu. Dia seorang pria bukannya wanita cantik yang mereka bicarakan. Ra On buru – buru bangkit untuk pergi, dia ingat permintaan kliennya untuk mengatakan, permintaan maaf karena telah lancang mencintai wanitanya itu.



“Aku penasaran seberapa tingginya kelas wanita itu, ternyata dia malah pria.” Gumam Ra On. Tapi sepersekian detik kemudian, ia menghentikan langkahnya saat ingat suara gemerincing uang yang ditawarkan sang klien.




Ra On masuk ke dalam bilik kemudian PM Lee Young menunjukkan surat yang dikirimkan olehnya. Dia mengatakan dengan sarkastik kalau dia sampai berkaca – kaca setelah membaca surat itu.

Dalam batin Ra On, dia mengira kalau PM Lee Young ini gay. Dia menyuruhnya untuk menangis saja kalau dia mau. Bagaimana bisa dia menahan perasaannya hanya karena terlarang? Baiklah kalau begitu, Ra On mengajak PM Lee Young untuk pergi dari sana dan mengukir kenangan bersama.

PM Lee Young hanya bisa menatapnya dengan dahi mengernyit tak mengerti arah pembicaraan Ra On.


Mereka berdua sudah sampai disebuah kedai yang menjual gukbap. Ra On memuji Guk Bap disana sangat enak karena Bibi pemilik warung ini pernah bekerja di istana. Lee Young hanya menatapnya kurang suka.

Tak jauh dari mereka, Bibi pemilik warung sedang memaki – maki pelanggan yang terjatuh. Segala macam ucapan kasar dikeluarkan. Bukannya merasa risih, Ra On malah tertawa – tawa mendengarnya.



“Apa makian seperti itu kau anggap lucu?” tanya Lee Young.

Ra On menganggapnya bukan makian, itu Cuma mengingatkannya tentang cinta nenek pada cucunya. Apa kau dimarahi kakekmu saat salah dalam mengingat huruf? Lee Young makin keheranan. Tidak, kenapa aku melakukan kesalahan pada sesuatu yang sangat mudah?

“Apa kau dipukul saat ngompol dimalam hari?”

“Tak pernah. Meskipun aku melakukannya. Tak ada yang berani memukulku.”

Ra On tiba – tiba menjulurkan tangannya untuk memukul Lee Young. Tapi Lee Young sigap menghindar dan menatapnya sinis.



Ra On menebak kalau Lee Young ini hidup dikeluarga kaya dengan sendok perak dimulutnya. Lee Young mengatakan bukan. Ra On memintanya tak usah malu, tak apa – apa kalau pria tidak gagah dan kuat. Mereka juga bisa lemah seperti bunga.

“Aku bilang bukan.” Sentak Lee Young. Ra On mengiyakan saja ucapannya dengan wajah tak percaya.

Bibi pemilik kedai dengan kata – kata kasarnya menyuruh mereka jangan berbicara terus dan cepat pergi. Lee Young melirik dengan tajam ke arah Bibi itu. Bibi sempat keheranan karena wajah itu terlihat familiar. Wajah Bibi pun berubah syok saat menyadari siapa pria dihadapannya ini. Lee Young tersenyum kemudian mengedikkan dagunya agar Bibi itu segera pergi.

Lee Young berniat menyuapkan makanan ke dalam mulut, tapi tiba – tiba Ra On membubuhkan kimchi ke sendoknya menggunakan tangan. Lee Young kesal dan buru – buru melempar sendoknya.

“Ikut aku!”



Ra On protes karena mereka harus menyia – nyiakan gukbap mereka. PM Lee Young tiba – tiba menarik tangannya dan melemparkan Ra On ke balik pohon. Dia menondongkan pisau tepat didepan lehernya, Lee Young mengaku kalau dia menemui Ra On secara pribadi tanpa menyuruh orang lain karena berfikir kalau dia adalah orang yang baik. Tapi ternyata dia sama sekali tak tahu siapa yang bertukar surat dengannya.

Ra On mencoba menenangkan kegugupannya dan mendorong Lee Young. Ia mengibaskan lengan bajunya dengan so’ wibawa, “hm.. Aku tak berpura – pura. Aku memang bangsawan. Semua yang ada dalam suratku itu tulus.”


Ra On tersenyum ke arah Lee Young tapi tak digubris. Lee Young mendorongnya, tunjukan jalannya. Aku mau tahu dari keluarga mana kau berasal.

“Pergi kemana?” gugupnya.

Lee Young dengan kasar mendorongnya untuk menunjukkan jalan.

-oOo-



Ditempat lain, ada seorang bangsawan yang sedang marah besar. Dia memegang poster wajah Ra On yang menganggapnya telah membuat calon menantunya pergi.



Calon menantunya itu kini berada didermaga untuk melarikan diri. Keduanya berpapasan dengan seorang anak bangsawan, Kim Yoon Sung (Jinyoung). Yoon Sung yang baru saja keluar dari kapal melihat ada beberapa penjaga ada disekitar dermaga tengah menatikan kehadirannya. Yoon Sung buru – buru memuka payung lalu merangkul gadis yang tengah berjalan. Gadis itu sempat terkejut karena merasa perlakukan Yoon Sung tak sopan.

“Yang tak sopan itu sinar matahari. Sangat terik, dan yang aku khawatirkan kalau sampai wajah cantik ini bisa rusak.”

Gadis itu memegangi pipinya dengan malu. Memangnya siapa kau sampai sangat perduli padaku?

Yoon Sung sudah melewatir penjaga. Dia balik bertanya, “Kau? Maksudmu wajah cantik itu? Aku sedang membicarakan diriku sendiri.”

Yoon Sung pun pergi begitu saja membuat gadis itu kesal.

-oOo-



Ra On masih terus dibuntuti oleh Lee Young. Mereka sampai disebuah tempat dan tempat itu mengingatkan sebuah kejadian pada Ra On. Dia pernah disiksa oleh gerombolan penagih hutang disana. Dia diikat terbalik dan diancam akan dibakar kalau tak melunasi bunga selama tiga hari. Orang – orang itu pun menyiramkan air kotor ke lubang yang berada tepat dibawah Ra On. Sangat bau.

Ra On mengaku pada Lee Young kalau dia mau kencing. Lee Young pun terpaksa memunggunginya.


Ra On mencari – cari lubang tempatnya disiksa, masih ada disana dan tertutup oleh rerumputan kering. Dia pun buru – buru menyepak kaki Lee Young sampai terjungkal dan mendorongnya masuk ke dalam lubang.

Tapi celakanya, tangan Lee Young berhasil meraih pergelangan kaki Ra On hingga mereka berdua masuk bersama – sama dalam lubang.



Lee Young mencekik leher Ra On dengan murkanya. Dia menanyakan alasan mendorongnya ke dalam lubang. Ra On ingin mengatakan sesuatu hanya saja ada hewan melata yang ada dipundak Lee Young. Ul..ular..

Lee Young menoleh, AAAHHHH!!!! Teriaknya terdengar sangat kencang.

Untung saja Ra On masih bisa menangkapnya dan melemparkan ular tersebut.


Lee Young langsung bersikap dingin setelah teriakan ketakutannya. Dia mendorong Ra On untuk berjongkok. Ra On sempat menolak hanya saja permintaan Lee Young ini tak terbantahkan lagi. Ra On pun terpaksa menurutinya. Tapi baru satu kaki yang dijejakkan oleh Lee Young, Ra On sudah roboh tak kuat menahan tubuhnya.

Ra On membujuknya untuk menunggu sampai ada orang yang lewat saja. Lee Young mencak – mencak tak karuan, ngamuk karena terjebak didalam lubang.


Lee Young memutuskan untuk mengalah dan meraih tubuh Ra On, dia menjungjungnya agar Ra On bisa keluar lebih dulu. Lee Young dengan susah payah mengangkatnya, dia bergumam akan membuat Ra On menyesal kalau sudah keluar nanti.

“Apa?”

Bukan apa – apa, Lee Young pun berusaha mengangkat Ra On lebih tinggi lagi.



Assa, akhirnya Ra On bisa juga keluar dari dalam lubang dengan senyum liciknya. Lee Young berteriak meminta Ra On segera mencari ranting atau tali. Ra On hanya tersenyum, dia akan mencarikan seseorang untuk menolongnya. Sebentar saja.

Lee Young tersenyum dan berjanji akan melepaskan Ra On tanpa menanyakan apapun. Ra On menolak, tadi dia mendengar gumaman Lee Young kalau dia akan membuatnya menyesal. Lee Young berteriak marah, berani – beraninya kau melakukan ini padaku? Kau pikir bisa menanggung konsekuensinya?

Ra On berjanji akan melakukan apapun kalau mereka bertemu lagi. Kalau dia mau menjadikannya anjing, maka dia akan menjadi anjing. Ra On pun bangkit, dia tersenyum dengan menyebalkan dan menendang rumput kering kedalam lubang. Ia berlari dengan riang, ayo jangan bertemu lagi!


Didalam lubang, Lee Young murka dan berteriak – teriak tak karuan. Ya, kau bocah! Kembali!

-oOo-



Sesampainya dipasar, Ra On melihat ke arah papan pengumuman dan disana ada gambar tiga orang buronan, dua diantaranya adalah klien Ra On dan satunya lagi dia sendiri.

Yoon Sung juga melihat pengumuman itu, ia ingat kalau pria – wanita itu adalah pasangan yang ia temui didermaga. Yoon Sung bertanya pada seorang penjual tentang kejahatan apa yang sudah mereka buat. Penjual mengatakan kalau pria yang ada difoto itu sudah membawa kabur menantu majikannya.

Sontak Ra On terkejut. Yoon Sung tersenyum melihat wajah Ra On mirip dengan salah satu buronan itu.



Ra On melihat dikedua sisi jalan sudah dipenuhi penjaga, dia buru – buru membuat tahi lalat palsu dihidungnya. Dengan nakal, Yoon Sung bertanya lagi pada pedagang tentang kesalahan pria disana. Pedagang itu mengatakan kalau pria itu yang sudah membujuk wanita yang kabur tadi.

“Ya ampun, dia tak membujuk wanita tadi.. dia hanya mengatakan bagaimana caranya mengatakan perasaan satu sama lain.” elak Ra On tiba – tiba.

Yoon Sung kembali tersenyum. Dia bertanya pada penjaga yang berpatroli tentang nasib yang akan terjadi pada pria yang ada disana (Ra On). Dia menunjuk pada gambar buronan.
“Dia akan dibunuh oleh Tuan sebelum masuk ke penjara.” Jawab Penjaga.


Ra On membela diri kalau dia mendengar bahwa di Nona itu sering mendapatkan kekerasan dari keluarganya. Dan pria itu yang telah menjaganya ketika ia terluka. Itu yang ia dengar.

“Bagaimana kau tahu?” tanya penjaga mulai penasaran.

Yoon Sung pergi setelah membuat Penjaga mencurigai Ra On.



Penjaga mulai mendekati Ra On untuk melihat wajahnya. Entah kenapa, Yoon Sung berubah pikiran dan menghampiri Ra On. Ia merangkulnya dan bersikap so’ akrab. Ia membimbing Ra On untuk bergegas pergi darisana.

-oOo-



Raja sedang melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Kim. Raja tampak gelisah dan PM Kim seolah memiliki kekuasaan melebihi Raja. Dia melaporkan beberapa kasus pencurian oleh penduduk dan telah dijatuhi hukuman mati olehnya. Raja dengan heran bertanya, apa mereka sudah dihukum mati? Kenapa dia tak mendengarnya?

PM Kim berfikir kalau Raja juga akan menyetujui usulannya. Raja pikir mereka seharunya mencari cara lain agar penduduk tidak mencuri beras lagi. PM Kim berdecak, dia menganggap Raja terlalu baik. Kalau mereka memberikan beras pada rakyat, maka mereka akan meminta lagi dan lagi. Akhinya bukan hanya beras, tapi mereka ingin menguasai istanamu.  Mungkin akan ada pembunuh yang akan datang ke kamarmu, seperti sepuluh tahun yang lalu.



Raja terlihat langsung panik. Pikirannya melayang ketika disuatu malam, terjadi kekacauan didalam istana. Terjadi pertarungan antara parjurit dan warga. Salah seorang dari mereka berhasil menerobos ke kamar Raja dan sebuah pedang hampir memenggal kepalanya.

PM Kim sadar kalau Rajanya masih trauma dengan kejadian itu. Dia memintanya untuk menyerahkan masalah ini padanya dan Raja perlu menjaga kesehatannya.


Lee Young mendengar pembicaraan keduanya dari luar ruangan. Dia tampak tak suka dan bergegas pergi dari kediaman Raja.

-oOo-


Yoon Sung dan Ra On berjalan beriringan dengan canggung. Ra On mengucapkan terimakasih karena Yoon Sung telah menyelamatkannya. Yoon Sung tak masalah, karena dia rasa Ra On memang tak sepantasnya mati. Mungkin saat ini dia bisa selamat, tapi banyak orang yang sudah mengenalinya. Apa yang akan dia lakukan?

Ra On berdehem. Dia menyuruh Yoon Sung untuk berhati – hati dan mereka pun berpisah disana.


Celakanya saat Ra On sudah sendiri, seseorang muncul dan segera membekapnya.


Yoon Sung berbalik, dia ingin mengatakan kalau pasangan itu terlihat bahagia. Sayangnya Ra On sudah menghilang, “dia sangat cepat.”



Ra On memberontak saat dijagal oleh dua orang pria sangar. Tangannya dipaksa untuk cap jempol di sebuah kertas. Mereka bersorak senang karena dengan ini Ra On sudah melunasi hutangnya. Ra On marah, apa yang kau rencanakan dengan semua ini?

Pria itu mengaku kalau dia memang telah menjual Ra On. Hanya saja tempat ini lebih baik.

“Dimana kau menjualku?”



Ra On sudah dilempar ke kantor para Kasim dan dia sangat ketakutan saat bertemu dengan pria bernama Um Gong. Um Gong memegang pisau sambil berjalan padanya. Ra On memohon bahkan bersujud karena dia tak mau menjadi kasim. Dia tak mau melakukannya. Ra On memegang vitalnya dengan ketakutan.

Um Gong tertawa, aku tak akan melakukan apapun padamu sekarang. Ra On terduduk lemas melihat pisau tajam itu kini tertancap dilantai.

Um Gong yang sedang mabuk menyuruhnya jangan membuang – buang energi karena dia tak akan makan selama 3 hari sebelum operasi. Ra On hampir menangis, bukan masalah makan. Tapi dia memang tak memiliki itu. (silahkan cari definisi kasim di google :D)

“Kau bilang kau tak punya sesuatu?” tanya Um Gong tiba – tiba muncul lagi.




Diistana, Putri Myeongeun bertanya – tanya mengenai surat balasan dari prianya. Dia bersedih karena merasa pujaan hatinya tak berperasaan. Putri Myengeun menangis sedih.
Putra Mahkota Lee Young memperhatikannya dengan khawatir tapi dia tak bisa mengatakan apapun.



Ra On sudah diikat dikursi dan siap untuk melakukan operasi. Dia terus menangis hingga matanya menghitam. Um Gong memintanya berhenti menangis karena semua itu tak akan kembali lagi. Hidup dan matinya ada disini.

Ra On mencoba memuji Um Gong, dia mendengar kalau di negeri ini Um Gong adalah yang terbaik melakukan operasi. Um Gong jelas bangga mendengarnya, ia pun kembali minum dan menceritakan kesuksesannya. Tingkat kesuksesan orang lain mungkin hanya 3 dari sepuluh. Tapi kalau dia, 5 dari sepuluh operasinya berhasil.

Ra On melepaskan diri dari ikatan di kursi, dia menghidangkan minuman untuk Um Gong sampai mabuk parah sambil terus membanggakan dia.


Um Gong sudah teler, dia mengambil pisau tajamnya. Waktunya bekerja.
Syat!! Suara teriakan Ra On terdengar saat itu pula.

-oOo-



Keesokan harinya, Um Gong terbangung dan menemukan darah berserakan dikursi. Dia merutuki dirinya yang menggunakan pisau ketika minum – minum. Dia pun mencari – cari Ra On dengan khawatir. Untung saja, Ra On masih hidup dan sedang tertidur.

Um Gong membuka selimut yang dikenakan Ra On, dia mengeluarkan banyak darah. “Apa kau tak apa – apa? Apa kau ingat kejadian semalam?”

Ra On terlihat lemas dan pucat, “Kau terlihat sangat percaya diri semalam. Apa kau tak ingat?”

Um Gong pura – pura ingat segalanya. Ra On memujinya, dia memang luar biasa. Ra On dengan lemas meminta waktu untuk istirahat. Um Gong pun setuju dan meninggalkan Ra On sendirian.


Ra On membuka selimut dan ternyata darah itu berasal dari luka dipahanya.

-oOo-


Ayah sedang menunggu kehadiran Ra On tapi dia belum juga muncul. Rekannya memintanya untuk bergegas karena kemungkin Sam Nom tak akan datang. Ayah pun berkata kalau dia tak menunggunya. Ia bangkit untuk pergi.

Ayah masih terus menoleh kebelakang, seolah dia memang berharap Ra On akan kembali.



Ra On melepaskan ikat rambutnya kemudian mengikat luka dikakinya agar tak terus mengeluarkan darah.

Ia ingat semasa kecil, dia ngumpet – ngumpet berdandan menjadi wanita. Saat ketahuan, dia memohon pada Ibu untuk membiarkan dia berdandan sampai sore saja. Dia akan melepasnya setelah itu.

Ibu menampar Ra On, dia menegaskan bahwa Ra On ini laki – laki bukan anak perempuan. Ra On menatap ibunya dengan sedih tapi hati ibu sama sekali tak goyah, dia tetap memaksanya melepaskan hanbok itu.


Ra On mengikat dadanya dengan kain, dia ingat pekataan Ayahnya yang menyuruh pergi. Dia tersenyum miris, ayahnya pasti senang karena dia tak kembali ke rumah.



Ditempat lain, Putri Myeongeun sedang mogok makan. Dia masih mengingat sang pujaan hati. Dia berjanji akan balas dendam dan mencincangnya kalau bertemu. Tapi bagaimana kalau dia sedang sakit?


PM Lee Young datang dan segera menjatuhkan buku dimeja Putri Myeongeun. Putri Myeongeun un tak mengerti maksudnya. Lee Young berjanji akan memberitahukan maksudnya kalau dia mau makan. Ia pun menyuapi Putri Myeongeun seperti kakak yang baik.

PM Lee Young menjelaskan kalau itu gambar – gambar pedagang terpercaya, dia akan membawakan siapa saja yang Myeongeun suka. Bagaimana pun caranya?

Lee Young teringat akan Ra On, dia berdecak remeh saat mengingat pria lemah itu.



Digerbang, para Kasim berjalan menuju istana. Ra On ragu untuk melanjutkan perjalanannya, dia berniat berbalik tapi tanpa sengaja ia bertubrukan dengan pria misterius. Dia adalah Kim Byung Yeon (Kwak Do Yeon).

Ra On melihat ada bekas luka sayatan dilengan pria itu. Ra On bingung sendiri, mau masuk ke istana atau tidak. Akhirnya ia pun terpaksa masuk juga kedalam istana.


Malam harinya, Ra On tak bisa tidur apalagi temannya yang lain pria semua. Dia ingat Um Gong memberitahukan kalau besok setelah ada tes biasa, akan ada pengecekan. Pengecekan apakah potongan yang dilakukan sudah benar atau belum. Um Gong menenangkan dan menyuruhnya percaya pada kemampuan yang ia miliki.





Ra On memutuskan untuk kabur tengah malam. Dia bersembunyi melewati beberapa penjaga yang berpatroli.

Naasnya, dia harus berpapasan dengan seseorang. “Siapa kau?” Tanya orang itu.

Suasana yang gelap membuat mereka tak melihat wajah satu sama lain. tapi setelah awan yang menutupi bulan telah menghilang, keadaan disana kembali terang. Keduanya pun mengenali satu sama lain. Itu PM Lee Young.

"Sendok perak?"

“Jung Do Ryung?”



PM Lee Young ingat kalau Ra On berjanji akan menjadi anjingnya kalau mereka bertemu lagi. Ra On mencoba menyingkir, tapi Lee Young memegang dagunya. “Senang bertemu denganmu, anak anjing..”

Ra On tersenyum kecut menatap wajah PM Lee Young.

KOMENTAR:
Hooowaaa... ini bukan drama saegeuk yang melulu tentang intrik dalam istana. Ini lebih ke manis – manis gitu. Udah jelas kalau drama ini bakal lebih menunjukkan ke sisi romance dan komedi, so ga perlu takut ceritanya bakal berat.

Semuanya masih dalam tahap intro dan belum bisa tahu gimana nantinya. Yang jelas, masih ada teka teki tentang siapa orang tua Ra On? Juga insiden sepuluh tahun lalu yang menimpa raja! Apa ada hubungannya? Kita pun tak tahu..

Tapi yang jelas, aku suka banget akting Bo Geum. Nah.. dan belum apa – apa udah klepek klepek sama pasangan ini. aku suka! Bingung kan mau milih drama yang mana jadinya.. wkwkwk.

Disini Ra On banyak, nama aslinya Ra On, nama saat dia jadi cowok Sam Nom, terus Lee Young mengenali dia sebagai Jung Do Ryung. Aku memangilnya tergantung sikon aja..

9 Responses to "SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 1 Bagian 2"

  1. Boogeumii pasti sdh nunggu nunggu drama ini yah.gimanaenggak????lha teasernya aja sdh bikin ngakak...
    Dn episde 1 bgs bgt.sdh keliatan chemistrinya BG sama yoojung.
    Yoo jung mmg bgs maen sageuk.....
    Jd inget TMTETS......
    Puji byk yh job nulis sinopnya????fighting!him!

    ReplyDelete
  2. kerennnn akuu sukaa pasangann baruu inii,tapi kok hampir mirip ky drama tmtets ,tapii akuu sukaaaa ditungguu ya sinopnya
    fightinggg

    ReplyDelete
  3. Bingung mo nonton yg mana,keren2 semua

    ReplyDelete
  4. Bingung mo nonton yg mana,keren2 semua

    ReplyDelete
  5. ji hyong😘😘😘😘

    ReplyDelete
  6. jin hyong .😘😘😘

    ReplyDelete
  7. Masih belum ngerti maksud Um Gong mau operasi apa sama Ra On ya?

    ReplyDelete
  8. Masih belum ngerti maksud Um Gong mau operasi apa sama Ra On ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Operasi p*nis.. kan kasim kerajaan ga bisa nikah seumur hidupnya karena syarat jadi kasim harus di potong anunya..bner ga sih..kkk

      Delete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^