SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 1 Bagian 1

SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 1 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: KBS2
Kesibukan di istana sudah mulai terlihat ketika matahari baru saja menampakkan dirinya. Seorang pria duduk dengan elegan dibalik jendela dengan tatapan yang terarah pada sebuah buku. Pria itu tak lain adalah Putra Mahkota Lee Young. Senyum cengengesan terus nampak di pipi PM Lee Young saat jemarinya mendikte satu demi satu kata yang tertulis disana.

Ia meletakkan buku itu, buku berjudul Kisah Cinta Joseon Yang Tak Kita Ketahui.





Ditempat lain, ada seorang pria yang sedang mengeluh dan mengaku tengah bercerita mengenai kisah temannya. Temannya akhir – akhir ini bersikap aneh, suka memukulkan kepalanya ke tembok. Minum alk*hol saat dia tak kuat minum dan juga suka berkelahi padahal itu bukan dia banget.

Pria cantik yang duduk dihadapannya tersenyum saat melihat dahi klien –nya itu memerah dan bogemnya berdarah. “Kau marah saat mendengar orang bercerita tentang wanita tertentu. Itu tak akan berhasil, hubungan seperti itu tak akan berhasil. Kau kecewa karena temanmu selalu menghentikanmu?”

Kliennya tak bisa mengelak lagi kalau kisah yang dia ceritakan memang kisah tentang percintaan dia sendiri.

Hong Ra On memecet tombol lampu dihadapannya dengan mantap, “Tak pernah ada pria yang mati karena mengatakan cintanya pada wanita. Jadi... jangan takut.”



Rupanya Klien Ra On ini seorang pelayan disebuah keluarga. Dan wanita yang disukainya adalah wanita terpandang. Jelas saja wanita itu mengabaikan pria tadi dan seolah membuat pembatas antara mereka. Bahkan saat pria itu membantunya yang hampir terjatuh, si wanita hanya memandangnya sinis.

Ra On memberikan wejangan agar pria itu mengabaikan si wanita selama 10 hari. Si Pria takut kalau pujaan hatinya malah melupakan dia.

“Jika seorang pria yang selalu ada disampingnya menghilang, semua wanita akan penasaran.” Jelas Ra On.



Dihari ke sepuluh mereka berdua berpapasan, hanya saja si wanita masih terus mengabaikannya. Tapi Si Pria tak bisa begitu saja membiarkan wanitanya dalam bahaya dan segera menolongnya ketika ada ranting tumbang yang hampir menimpa wanita itu.

Wanita itu melihat luka didahinya bertanya, apa kau baik – baik saja?

“Ya, aku tak apa – apa.”

Wanita itu berubah kesal, lalu menyuruhnya untuk tak melakukan hal semacam itu lagi. Pria itu langsung menahan lengan si wanita yang mau pergi, dia tak akan bisa mengabaikannya. Dia akan menahan segalanya untuknya, entah itu batu ataupun orang yang mengejeknya. Aku akan menghalangi semua itu.

Plak! Si Wanita menampar pria itu, “Dimana... kau... selama 10 hari ini?”

Rupanya benar tebakan Sam Nom. Pria itu terkejut memandangnya, wanita itu kemudian mengusap luka di dahi si pria. mereka berdua saling berpandangan dengan penuh cinta dan berpelukan.


Si pria mengangkat tangannya ketika mereka berdua tengah berpelukan. Wah, Ra On ada di atas pohon sambil memegang kapak. Kalian tahu maksudnya, ‘kan? Hahaha.

Chapter 1: Destiny in the Moonlight
Takdir di bawah sinar rembulan


Diistana, Kasim Jang sudah dibuat olahraga jantung. Dia berlarian menuju kamar PM Lee Young kemudian membangunkannya. Dia meminta maaf karena ada sesuatu yang sangat mendadak.

Kasim Jang langsung mendorong pintu ketika PM Lee Young menjawab ucapannya. Dia menyuruh Pelayan lain untuk segera masuk ke dalam kamar.



Raja dalam perjalanan, saat itu pula PM Lee Young sudah duduk dengan pakaian rapi dan terlihat sedang belajar dengan tekun bersama gurunya. Guru bertanya mengenai apa yang mereka pelajari dipertemuan sebelumnya.

Ketika ayam berkokok dan kau terbangun. Sikati gigimu kemudian sisir rambutmu dan pakai jubah serta topimu. Buka bukumu kemudian masuklah menjadi pria yang arif dan bijaksana. Konfisius telah duduk, Yanhui dan Zhengzi datang berurutan.

Artinya? Seorang pelajar haruslah menyiapkan tubuhnya dan memperkaya pikirannya seperti cahaya matahari terbit.

Raja tersenyum bangga melihat Putra Makota belajar dengan sungguh – sungguh.



Angin behembus hingga menerbangkan kertas yang ada dihadapan PM Lee Young. Kertas itu melayang dan jatuh tepat ditangan salah seorang menteri. Guru memutar kertas miliknya karena kertas yang terbang tadi adalah kertas contekan PM Lee Young.

“Jangan mengejekku dengan pertanyaan yang sederhana..ha.. ha.. ha..” ucap PM Lee Young membaca contekan.

Menteri diseberang juga membaca kertas tadi, mereka terkejut saat tahu kalau didalam contekan itu juga tertulis untuk tertawa tiga kali dan Lee Young mengikutinya. Hahaha.




Raja dengan suara bergetar meminta kertas contekan itu.

Tahu kalau mereka tertangkap basah, baik Guru maupun Lee Young bangkit untuk meminta maaf. Hanya saja, jubah Lee Young langsung berantakan karena belum terpasang dengan benar. Dan topinya put terjatuh menunjukkan rambutnya yang masih acak – acakan.

Raja murka, “Dasar bodoh...”



PM Lee Young menyalahkan Gurunya, dia sudah mengikutinya tapi malah dia yang terlihat paling salah. Harusnya dia mengajarinya dengan benar bukannya hanya pura – pura mengajar. Guru menahan diri kemudian bersujud meminta ampunan.

“Aku Cuma bercanda.” Ucap Lee Young enteng.

Ini bukan salahnya melainkan angin lah yang datang tiba – tiba. Dia melipat contekan itu menjadi pesawat terbang dan menerbangkannya ke udara.


Pesawat itu membawa kita melihat Ra On yang sedang berada ditengah hirur pikuk pasar. Orang – orang disana mengenal Ra On dengan baik, nama samarannya adalah Sam Nom. Mereka menganggapnya sebagai pria yang akan menjadi sukses karena dia melakukan apapun demi uang.



Ra On buru – buru bersembunyi saat melihat ada beberapa pria sangar berjalan ditengah pasar. Dia berdiam ditempatnya sampai mereka pergi. Ra On tak sengaja melihat ada lowongan kerja menjadi Kasim bayarannya sebesar 10 yang. Ra On cukup tertarik karena gaji itu bisa untuk melunasi hutangnya.

Tapi kemudian dia melihat ke arah bawah menuju alat vitalnya, ia pun bergidig ngeri mengingat persyaratan menjadi kasim.




Ra On membawakan nampan berisi obat untuk Ayahnya hanya saja Ayah menolak. Dia tak berhak untuk meminumnya disaat penagih hutang selalu datang kesana. Dia tak berhak mendapatkan tonik. Ra On membujuknya. Ayah masih menolak, Ra On ini bukan anggota keluarganya. Bahkan tak menggunakan marganya, tapi kenapa dia terus mengikutinya? Kenapa kau tak pergi saja?

“Berhenti menyuruhku untuk pergi. Aku tak punya tempat untuk pergi. Kau menemukanku dan membesarkanku maka bertanggung jawablah.”

“Ini karena aku menjadi beban untukmu. Kau bilang kau akan mencari uang dan menemukan ibumu. Berapa lama lagi kau akan berpura – pura menjadi laki – laki.” Sela Ayah.



Seorang tamu memanggil diluar rumah. Ra On bangkit untuk pergi, dia menyuruh Ayah untuk segera meminum obatnya dan cepat membaik.

“Ra On..”

“Aku bilang jangan memanggilku dengan nama itu. Aku Sam Nom. Hong Sam Nom.” Protes Sam Nom.

“Kalau kau tak kembali suatu hari nanti, aku akan senang.”

Ucapan Ayah menohok hati Sam Nom, dia terdiam menatapnya dengan mata berkaca – kaca.



Sekarang Ra On sudah ada disebuah tempat dan bekerja untuk menuliskan surat. Ra On meminta pria itu untuk mengatakan apa yang ingin disampaikan karena dia hanya menuliskan surat saja.

“Sampai berapa lama kau akan bertukar surat? Aku akan segera pergi bersama rombongan sirkus.”

“Lalu apa yang harus aku lakukan?”

“Apa kau tak mau bertemu dengannya?”

Jantung pria itu seketika berdegup dengan kencang, aku juga ingin.



Surat balasan itu sampai ditangan PM Lee Young. Kok bisa? Ternyata wanita yang suka berbalas surat dengan pria tadi adalah Putri Myung Eun, adik PM Lee Young.

Matamu sejernih berlian hitam. Hidungmu setajam bulan sabit, bibirmu semerah delima. PM Lee Young mengernyit saat melihat adiknya yang tembem dan gendut. Siapa yang mengirimnya? Siapa yang menggoda adikku dengan kebohongan mengerikan?

Pelayan mengaku kalau dia hanya mengambil surat itu sesuai tempat dan waktu yang dijanjikan.



Dalam surat itu tertulis untuk bertemu sebelum musim semi berakhir. Dibawah pohon di gunung mongmyeok. PM Lee Young bertanya, dia kira – kira datang atau tidak?

“Mungkin tidak.”

“Lalu apa yang akan kau katakan pada Putri Myung Eun? Bagaimana kalau dia ingin pergi?” tanya PM Lee Young seolah mendikte.

“Aku akan katakan kalau PM Lee Young akan mengkhawatirkannya.”

“Dia hanya akan menyalahkanku.”

“Bagaimana kalau aku mengatakan kalau suratnya tak mendapat balasan?”

Yap. Jawaban ini yang sudah ditunggu oleh PM Lee Young. Dia menyuruh mereka untuk pergi.




PM Lee Young sudah ada diluar istana untuk berjalan – jalan. Tanpa sengaja dia melihat kerumunan orang yang sedang melakukan pertujukan. Dia pun ikut menyaksikannya.

Pertunjukkan itu menampilkan cerita mengenai dua orang pria yang saling bertengkar. Mereka berdua sama – sama mengaku berasal dari istana. Keduanya tak kenal satu – sama lain. saat salah seorang membuka topengnya, salah satunya terkejut dan ikut membuka topengnya.

“Ayah..” sentak Ra On terkejut.

“Putra Mahkota?”

Semua orang pun tertawa menyaksikannya. Orang yang berperan menjadi Raja memarahi Ra On, “Kau harusnya belajar seperti yang aku perintahkan, kau malah bersikap vulgar diluar. Biarkan aku bermain juga..” ujarnya dengan logat lawakan.

Mereka kembali menabuh kendang sambil menari – nari.


“KAU!” teriak PM Lee Young geram, “Beraninya kau membuat lelucon tentang Raja dan... Putra Mahkota? Kau bilang kau adalah pemain janggu tapi yang kau tahu hanya bicara saja. Kau lebih baik mengikat tali yang putus.”

PM Lee Young langsung bingung saat dia menjadi pusat perhatian disana. Nyalinya langsung ciut kemudian pergi meninggalkan kerumunan.


Ra On mendesah kesal, bagaimana orang itu bisa bicara seperti itu? Dia sudah mengatur talinya tadi pagi. Tapi saat dia melihat ke tali Janggunya, memang talinya sudah rentan dan putus saat itu juga.



Setelah selesai melakukan pertunjukan, Ra On sudah dibawa menuju ke tempat pria yang menyuruhnya membuat surat. Dia sangat gugup sampai bicara dengan gagap. Dia meminta Ra On untuk melepaskan bajunya?

“Kenapa aku harus melepas bajuku?”

Pelayan menjelaskan kalau Tuan –nya gagap saat ketakutan. Dia memintanya untuk menggunakan pakaian milik tuannya kemudian menggantikan dia menemui wanita itu. ternyata wanita itu dari kalangan atas.

Ra On menolak, dia pikir kalau perasaan pria itu tulus pada wanitanya. Tapi kenapa dia harus menggantikannya? Ra On tak mau berpura – pura menjadi bangsawan, dia takut dibunuh kalau ketahuan.


Pria itu menunjukkan kantung uangnya. Ra On masih jual malah dan berjalan pergi dengan senyuman licik. Pria tadi makin gemetaran, dia kembali mengeluarkan satu ikat uang dari dalam jubahnya.

Ra On menerima uang itu sambil mengeluh, “Kau tak bisa mengontrol orang dengan uang seperti ini.”

-oOo-


7 Responses to "SINOPSIS Moonlight Drawn by Clouds Episode 1 Bagian 1"

  1. Siip, akhirnya ada sinopsisnya juga.
    menurutku Yoo Jung cocoknya sama drama saeguk. Kalau di lain itu popularitasnya masih jauh sama Soo Hyun
    makasih author-chan. :D
    ditunggu lanjutannya.:*

    ReplyDelete
  2. Hurrray akhirnya ada drama keren di hari senin, bikin tambah penasaran kelanjutan ceritanya. Semangat terus nulis sinopny!

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Kaya y cerita y ga bakal jauh beda sama cerita skks deh.tpi semoga aja beda y.

    ReplyDelete
  5. pertama nonton trailer film ini saya kegirangan sama pemeran utamanya, saya kira lee hyun woo soalnya agak mirip tapi ternyata itu sahabatnya, meskipun begitu tapi ceritanya filmnya seru, gak sabar nunggu episode berikutnya buat di tonton..

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^