SINOPSIS Let’s Fight Ghost Episode 8 Bagian 2

SINOPSIS Let’s Fight Ghost Episode 8 Bagian 2
Sumber gambar: tvN
Seorang mandor tengah memerintahkan pada bawahannya untuk bergegas menuju gedung. Dia terus saja mengoceh menunjuk ini itu. Ponsel si Mandor berdering, dia mengangkat telfonnya tapi suara bising disana membuat dia tak bisa mendengar dengan jelas. Ia pun mencari tempat sepi untuk mengangkat telefon.

Rupanya si penelfon itu memberikan peringatan bahwa di sana gedung yang akan mereka robohkan itu angker. Mandor tak begitu perduli, entah hantu atau apapun. Mereka tetap harus merobohkannya untuk membangun gedung baru.

Tiba – tiba suasana berubah mencekam dengan lampu ruangan yang mulai berkedip kedip. Apalagi telefon Mandor itu tiba – tiba berisik dan panggilan terputus.

“Apa yang terjadi?” teriak Mandor. Seseorang menjawab bahwa generatornya mati. Mandor pun kembali berdecak.




Mandor menggunakan senter ditengah kegelapan. Namun tiba – tiba suara seorang wanita terdengar dari ruangan didekatnya, wanita itu seolah sedang berbicara dengan orang lain. Siapa yang gila? Aku? Siapa yang gila? Aku? Suara cekikikan pun mulai terdengar.

Rasa penasaran Mandor itu membuatnya mendekat ke arah ruangan tersebut. Dan didalam sana ada wanita mengerikan tengah mencakar – cakar dinding sampai tangannya berdarah. Mandor itu jelas takut bukan kepalang, dia pun berlari meninggalkan tempat itu.


ooOOOoo



Chun Sang dan In Rang menatap ke layar komputer terpaku. Mereka mendapatkan pekerjaan tapi Chun Sang berharap kalau tempat itu bukanlah Rumah sakit jiwa Samil. Chun Sang kemudian memerintahkan pada In Rang agar menyiapkan kamera. Mereka harus bisa menangkap penampakan hantu hari ini.



Hyun Ji sudah bersiap dengan setelan jas, untuk sejenak Bong Pal terpaku dengan tampilan baru Hyun Ji. Hyun Ji memasang senyum menawannya, bagaimana menurutmu?
“Itu cocok untukmu.”

Hyun Ji mengerucutkan bibir karena tak mendapatkan pujian. Dia kemudian bertanya tentang acara pergi ke taman bermain. Bong Pal mengiyakan tapi mereka harus bekerja dulu. Jadi bekerjalah dengan cepat dan mereka bisa segera pergi ke taman bermain.



Hyun Ji dan Bong Pal berjalan gagah bak agen rahasia. Keduanya saling tersenyum bertatapan, tak lama setelah itu jemputan In Rang dan Chun Sang sampai.

Bong Pal heran saat melihat Sunbae membawa kamera. In Rang merias wajah Chun Sang dengan bedak, dia meminta Bong Pal untuk bersiap saja. Karena mereka akan menuju ke salah satu tempat paling menakutkan di dunia, Rumah sakit jiwa Samil. Kau baru mendengarnya, ‘kan?

“Ya.”

“Semua hal tentang Bong Pal ini luar biasa, tapi dia tak tahu tentang tempat kerja mereka. In Rang akan memberikan penjelasan mengenai tempat itu.”



“Tempat itu tutup karena masalah hak asasi manusia. Dokter dan perawat dengan ilegal memaksa dan melawan keinginan pasien dan juga menganiyaya mereka. salah seorang pasien tak bisa bertahan lagi dan memilih kabur. Saat itulah dunia tahu tentang kebobrokan rumah sakit itu. polisi datang dan menemukan tujuh mayat pasien. Pemilik bangunan telah mengundang shaman dan para normal untuk mengusir hantu tapi gagal. Bahkan pernah ada rumor yang mengatakan kalau seorang shaman pingsan disana padahal baru 30 menit masuk ke dalam bangunan.”

Mereka sampai ke tempat tujuan, Chun Sang menambahkan bahwa tempat itu adalah gedung penuh hantu yang memiliki dendam.





Chun Sang dan In Rang berjalan dengan siaga memasuki gedung yang gelap. Bong Pal memimpin didepan dengan santai. Sedangkan Duo Ribut itu bahkan sudah kelabakan bukan kepalang saat ada kucing yang berlari ke arah mereka.

Keduanya terus menjerit – jerit dan ribut sana sini karena menabrak barang. Hyun Ji menggeleng, dia menganggap mereka seperti kucing yang ketakutan. Bagaimana mereka mau bekerja semacam ini?

Bong Pal setuju. Mereka berdua memang aneh.




Hyun Ji memperhatikan ke arah peralatan rumah sakit yang ada disana. Tiba – tiba kepalanya pusing, dia seperti melihat lampu di ruang operasi menyilaukan matanya. Dia memejamkan mata silau.

Bong Pal menghampiri Hyun Ji, “Hyun Ji, kau baik – baik saja? Apa yang terjadi?”

“Tak ada apa – apa.”

Chun Sang dan In Rang menunjukkan jalan masuk pada Bong Pal.



Tapi mereka sendiri memilih berjalan ke tempat lain menuju ke Departemen Kecelakaan. Ruangan itu sangat berantakan dan keduanya saling berpegangan erat sambil menyuting isi ruangan.

Mereka mencoba mengecek ruangan didalam sana dengan takut – takut. Tapi mereka langsung tersenyum senang saat tak ada apa – apa. Keduanya pun memutuskan untuk mencari Bong Pal.

Disaat itulah sosok hantu wanita muncul disana.

Chun Sang dan In Rang memanggil – manggil Bong Pal tapi belum juga mendapatkan jawaban. Keduanya khawatir kalau mereka tersesat atau bahkan Bong Pal yang tersesat. Mereka langsung bersembunyi di balik bangku untuk menghubungi Bong Pal. Tapi anehnya, ponsel mereka tak berfungsi dan hanya bisa mendengar suara gemerusuk tak jelas.




Hyun Ji mencoba melihat buku yang ada di lemari usang. Bong Pal menyuruhnya untuk jangan memegang apapun. Baru saja ucapan itu rampung, lemari usang itu roboh dan hampir jatuh di tubuh Hyun Ji. Untuknya Bong Pal sigap mendekap tubuhnya hingga lemari itu jatuh ke pundaknya.

Bong Pal kesal, dia kan sudah memperingatkannya sejak tadi untuk jangan memegang apapun. Bong Pal menahan lengannya yang terasa nyeri.

Hyun Ji menemukan sebuah catatan yang terjatuh dari lemari, dia menunjukkannya pada Bong Pal. Bukankah disana ada tujuh orang yang meninggal? Tapi didalam catatan itu terdapat 8 orang. Dan orang terakhir bernama Kim Jung Soon yang meninggal akibat patah kaki.



Chun Sang dan In Rang masuk ke ruang pasien bertuliskan Kim Jung Soon. Keduanya sama sekali tak curiga dan terus memanggil nama Bong Pal.

Sesuatu berwarna merah seperti jari terjatuh didekat mereka. keduanya berniat untuk memungut benda itu, dan saat itulah sesosok hantu wanita muncul dibawah ranjang. Mereka berdua jejeritan takut dan berlari meninggalkan ruangan.




Bong Pal mendengar suara jeritan keduanya, dia pun bergegas mencari mereka.

Chun Sang dan In Rang yang panik berlari melewati koridor, kini giliran hantu pria menghadang mereka. untung saja Hyun Ji muncul dibelakang hantu itu dan membanting tubuhnya.

In Rang lagi – lagi bisa melihat sosok Hyun Ji. Hyun Ji pun melambaikan tangannya pada In Rang. “Malaikatku..”

“Malaikat apanya..” rutuk Chun Sang seraya menarik tangan In Rang untuk kabur.



Sesosok hantu mencekal kaki Hyun Ji dan menunjukkan wajah kasihan. Dia menangis sembari menunjukkan tulisan di dinding ruangan itu, [Tolong keluarkan aku dari tempat ini.]



Bong Pal panik saat mengira Hyun Ji dalam bahaya, tapi lagi – lagi hantu pria bangkit dan menyerangnya. Bong Pal jelas kalap dan berniat menghajar hantu itu. Hyun Ji menyuruh Bong Pal berhenti, hantu itu tak mau menyerang mereka.
Bong Pal pun menatap wajah hantu pria yang seolah memelas padanya. Hyun Ji lalu menunjukkan tulisan permintaan tolong mereka di dinding.



Polisi sampai ke lokasi dan melakukan pencarian di sekitar gedung tersebut. mereka menemukan mayat yang terkubur disana. Hyun Ji bersyukur tubuh mereka bisa ditemukan karena semua orang yang meninggal disana malah dijadikan sebagai orang hilang.

Saat mayat mereka mulai ditemukan, hantu – hantu itu melambai senang ke arah Hyun Ji dan Bong Pal.
ooOOOoo



Bong Pal pamit pulang tapi Chun Sang mencegatnya. In Rang dan Chun Sang bertatapan dengan ragu sampai akhirnya dia yakin untuk bertanya. Apakah Bong Pal berjalan dengan hantu?

Bong Pal sempat terkejut mendengar pertanyaan mereka. In Rang menepuk dada Chun Sang, dia meralat ucapan rekannya. Bukan hantu melainkan malaikat, apa dia bersama mereka? dia tadi melihatnya menyelamatkan mereka. apa kau bekerja sama dengan malaikat?

Hyun Ji senang karena dua orang itu bisa melihatnya, dia mengibaskan rambutnya bahagia mendengar sebutan malaikat. Bong Pal berdecak karena tingkah kecentilan Hyun Ji.

“Ya, tapi dia bukan malaikat. Namanya Hyun Ji, Kim Hyun Ji.”

“Hyun Ji. Nama yang cantik. Apa dia bersama kita sekarang?” tanya In Rang tersipu. Bong Pal menunjuk bahwa Hyun Ji ada disampingnya.



In Rang dengan tersipu – sipu mengucapkan terimakasih karena dia telah menyelamatkan mereka. Dan kau... sangat cantik.

Hyun Ji jelas makin besar kepala, dia tak mempermasalahkannya. “Aku cantik, benarkan. Aku memang cantik?” tuntut Hyun Ji pada Bong Pal namun Bong Pal enggan untuk menjawab.




In Rang mengulurkan tangannya karena mengira kalau Hyun Ji ada dihadapannya. Namun Bong Pal seketika membentak In Rang, apa yang kau lakukan? kenapa kau menyentuh wanita seperti itu?

In Rang menarik tangannya yang hampir menyentuh wajah Hyun Ji. Dia meminta maaf dan tak bermaksud memegangnya.

“Ada apa denganmu?” tanya Hyun Ji heran.

Bong Pal tak menjawab dan pergi meninggalkan mereka. bukankah mereka akan pergi?

“Aku datang.” Jawab Hyun Ji bergegas mengejar Bong Pal. Tak lupa ia juga melambaikan tangan pada In Rang dan Chun Sang.


Chun Sang merasa paling tak terima kenyataan dan melihat reaksi marah Bong Pal membuat semua hal jadi semakin aneh.

Kalau orang kasmaran yang satu lagi tak perduli sama sekali, ia terus saja melambaikan tangan ke arah Bong Pal dengan senyum mengembang. Hahaha.

ooOOOoo



Bong Pal dan Hyun Ji menuju taman hiburan. Dia bertanya apakah dia masih bisa masuk? Petugas jaga mempersilahkannya hanya saja di jam segini dia tak bisa menaiki semua wahana yang ada. Mungkin hanya bisa menaiki bianglala. Bong Pal tak mempermasalahkannya lalu membayar tiket masuk.

“Bukankah kau kemarin juga datang jam segini?” tanya pertugas. Hyun Ji tersenyum saat tahu Bong Pal sebenarnya menepati janjinya hanya saja terlambat.

“Ya.” Jawab Bong Pal. Petugas memberitahukan bahwa bianglala terakhir akan diputar sepuluh menit lagi. Bong Pal meraih tangan Hyun Ji untuk bergegas.




Petugas tiket bianglala aneh melihat Bong Pal ingin naik sendirian jam segini. Bong Pal hanya tersenyum dan masuk bersama dengan Hyun Ji.

Tangan keduanya masih terpaut satu sama lain, mereka buru – buru melepaskan genggamannya. Hyun Ji tanya apakah Bong Pal memang datang kemarin. Bong Pal membenarkan hanya saja dia terlambat. Bong Pal menyayangkan karena mereka hanya bisa menaiki satu wahana saja. Tapi dia janji, kalau nilai ulangan Hyun Ji bagus. Dia akan membawanya kesana lagi dan datang lebih awal.

“Baiklah.” Jawab Hyun Ji girang.

“Apa kau sangat senang? Aku tak tahu kau menyukai hal semacam ini.”


“Bong Pal, aku menyukaimu.” Ungkap Hyun Ji tak terduga. Bong Pal tentu saja terkejut, ia berniat menjawab ungkapan perasaannya tapi Hyun Ji buru – buru menyela. Dia mengucapkan itu bukan untuk mendengar jawaban Bong Pal. Dia hanya ingin mengatakan perasaannya saja.

Hyun Ji buru – buru menghilang dari hadapan Bong Pal. Bong Pal sebenarnya ingin mengatakan sesuatu juga tapi berhubung Hyun Ji sudah pergi, dia urung mengatakannya.




Hyun Ji masih merutuki sikapnya sendiri. dia bingung bagaimana harus menghadapi Bong Pal setelah mengatakan itu.

Hyun Ji berdiri didepan klinik Hye Sung kemudian bertanya pada anak anjing disana, “Puppy, apa yang harus aku lakukan? Aku pikir aku tak bisa pulang begini. Apa yang harus aku lakukan, huh? Apa?”

Tanpa dirinya sadari, dari dalam Hye Sung memperhatikannya. Dia berniat menghampiri Hyun Ji tapi suara Bong Pal menghentikan langkah Hye Sung.



“Hey, Kim Hyun Ji? Kenapa kau pergi begitu saja?” tuntut Bong Pal. Namun Hyun Ji masih belum siap menghadapinya, ia pun lagi – lagi menghilang.
Hye Sung menegur Bong Pal yang berniat mengejar Hyun Ji. Keduanya pun saling menyapa dan Hye Sung bertanya apakah Bong Pal tinggal disekitar sana? Bong Pal membenarkan. Ia juga mengaku kalau sering melewati tempat ini. ternyata klinik itu milik Prof Hye Sung.
“Ngomong ngomong, siapa yang tadi kau panggil? Aku kira kau memanggil seseorang, Kim Hyun Ji? Apa dia pacarmu?”
Bong Pal mengelak, dia hanya seseorang yang ia kenal saja. Bong Pal pun kemudian pamit untuk melanjutkan perjalanan.

ooOOOoo



Hyun Ji menggigiti jarinya dengan gelisah, apa yang harus dia katakan kalau bertemu dengan Bong Pal. Dia harus mengatakan apa?

Suara decitan pintu membuat Hyun Ji segera merebahkan tubuh dan memejamkan matanya. Bong Pal memanggilnya tapi tak ada jawaban. Dia pun mengira Hyun Ji sudah terlelap, tidurlah yang nyenyak.


Didalam kamar, Bong Pal bukannya tak merasakan apapun setelah mendengar ucapan Hyun Ji. Dia menghela nafas panjang kemudian tersenyum ketika mengingat wajah Hyun Ji yang mengatakan suka padanya.

ooOOOoo


Hyun Ji penasaran apakah Bong Pal sudah bangun atau belum. Dia berdiri didepan pintu hingga ketika Bong Pal keluar kamar, keduanya langsung berpapasan. Mereka sama – sama canggung mengucapkan selamat pagi.

Bong Pal bersiap berjalan ke kiri tapi Hyun Ji sama – sama melangkahkan kaki ke kiri. Keduanya melakukan hal yang sama sampai akhirnya Bong Pal berkata dia mau ke kamar mandi dan bergegas masuk ke sana.


Sarapan juga mereka terpaksa diam dengan canggung. Ditambah lagi ketika mereka menyumpit makanan yang sama secara berbarengan. Keduanya bertatapan kikuk.

“Aku kenyang.” Ucap Hyun Ji.

“Aku juga kenyang.” Sahut Bong Pal meninggalkan meja makan.

Bong Pal menatap pantulan wajahnya di cermin. Dia gila. Dia memang gila. Tak ada masalaha kalau Hyun Ji menyukainya. Tapi itu harusnya tak menjadi alasan untuk mengabaikannya. Dia harus bersikap natural.



Bong Pal membuka pintu dan lagi – lagi harus bertatap muka dengan Hyun Ji. Seketika wajah Bong Pal berubah kikuk dan tak bisa bereaksi. Dia kembali menutup pintu kamar mandi.

Dia mendesah kesal karena merasa tak nyaman dan membuatnya gila. Bong Pal membasuh wajahnya lagi dan lagi. “Aku harus bersikap natural.”



Hyun Ji juga merasa tak nyaman, dia harus pergi dari sana. Tapi dia tak punya tempat untuk dikunjungi. Apa yang harus dia lakukan? berdua saja di rumah membuat mereka tak nyaman.

Bong Pal menerima panggilan dari Chun Sang. Dia mengiyakan kemudian dengan kikuk memberitahukan pada Hyun Ji kalau mereka mendapat pekerjaan. Hyun Ji mengangguk. Dia yakin dengan melakukan sesuatu mungkin ketidaknyamanan akan hilang.




Lift terbuka, Hyun Ji dan Bong Pal sudah berseragam dengan setelah jas. Gagah dan tanpa ragu menyerang hantu yang ada di gedung itu. keduanya sangat terampil dan semakin kompak saling membantu.

Dengan mudah hantu itu bisa dikalahkan setelah menerima tendangan berulang kali.


Chun Sang sampai ke tempat kejadian tepat saat hantu berhasil dilenyapkan. Dia memberikan tepuk tangan atas kerja bagus mereka dan juga mereka akan mendapatkan uang.

Chun Sang juga mengucapkan terimakasih pada Hyun Ji. Dia membungkuk ke segala arah karena tak tahu dimana keberadaannya. Bong Pal menunjukkan bahwa Hyun Ji ada disampingnya. Chun Sang pun kembali membungkuk.

“Ngomong – ngomogong, dimana In Rang?”

“Dia mengatakan akan mengambil sesuatu di mobil.”



In Rang datang membawa kantung belanjaan. Dia bertanya, “Apa dia terluka?”

“Aku baik – baik saja.” Jawab Bong Pal.

Jelas bukan Bong Pal yang dimaksud In Rang melainkan Hyun Ji. Bong Pal mengatakan kalau Hyun Ji tak apa – apa. In Rang bisa lega, Hyun Ji sedang bersama mereka, ‘kan?

Bong Pal membenarkan. In Rang pun kemudian menunjukkan sepatu hak tinggi yang ia bawa khusus untuk Hyun Ji. Hyun Ji langsung berjingkat girang. Chun Sang tentu saja cemburu, untuknya saja In Rang tak pernah memberikan hadiah tapi untuk hantu yang tak bisa ia lihat malah mau membelikan hadiah.



Hyun Ji meminta Bong Pal untuk mengatakan kalau dia menyukainya. Bong Pal berdecak kemudian mengatakan pada In Rang bahwa Hyun Ji membenci hadiah itu. Mental breakdown untuk In Rang, dia melongo tak percaya.

Hyun Ji protes karena dia sangat menyukai heels. Bong Pal tak menerima ucapan apapun, mereka harus pergi sekarang.

“Kenapa kau bohong?” tuntut Hyun Ji.

Chun Sang menunjukkan dadanya pada In Rang, dia pun memeluknya. Ia menenangkan, tak perduli apapun yang ia lakukan. ada hal yang tak bisa dia dapat.

“Kau tahu bagaimana sulitnya aku mendapatkan ini?” tangis In Rang. Chun Sang menepuknya dengan penuh kasih sayang, mereka bisa menggantinya nanti.
ooOOOoo



Duo detektif kini mendatangi klinik milik Hye Sung untuk memberikan beberapa pertanyaan pada perawat disana. Mereka menanyakan kegiatan yang dilakukan Hye Sung pada hari itu. Perawat tak melihat ada aktivitas yang spesifik hati itu. Dan Hye Sung menerima pasien sampai sore.

“Sore jam berapa?”

Sekitar pukul tujuh sore padahal biasanya Dokter siaga di klinik sampai jam sembilan. Mungkin ada janji sehingga ia tak kembali sampai esok hari padahal biasanya dia menginap di klinik. Bukan hanya itu, dia juga kembali dengan sepatu yang berlumpur.



Detektif masih ingin mengorek lebih dalam tapi Hye Sung kembali ke klinik. Keduanya bergegas untuk menyapa dan mengaku sedang melakukan investigasi rutin. Anda dari mana?

“Aku dari seminar.”

Keduanya pun mengucapkan terimakasih dan pergi. Hye Sung menatapnya dengan ramah tapi keramahan itu segera hilang saat mereka tak lagi bertatap muka.
ooOOOoo


Hyun Ji masih terus menuntut jawaban mengenai Bong Pal yang tak mau menerima hadiah pemberian In Rang. Bong Pal bergumam sendiri, dia juga merasa aneh kenapa sikapnya kekanakkan.

Mereka kembali berbincang tapi lagi – lagi merasa tak nyaman satu sama lain.




Hyun Ji mengajak Bong Pal untuk melakukan game saja. Mereka akan suit kemudian siapa yang menang berhak menaiki tangga beberapa langkah. Dan siapa yang berhasil ke puncak tangga lebih dulu berhak mendapatkan keinginan mereka.

Bong Pal menolak untuk melakukan permainan seperti itu.

“Bisakah kita melakukannya? Aku bahkan tak mendapatkan heels atau apapun.”

Bong Pal pun mengubah pemikirannya dan menyetujui ajakan Hyun Ji.



Hyun Ji terlihat sangat menikmati permainan ini. dia berjalan riang menaiki setiap anak tangga setelah memenangkan batu gunting kertas. Sedangkan Bong Pal seperti kakak yang menurut permintaan adiknya, dia tersenyum melihat tawa riang Hyun Ji.

“Kau memang kekanakkan. Apa pemohonanmu?” tanya Bong Pal saat Hyun Ji berhasil sampai ke puncak tangga.



“Baiklah, permohonanku adalah...tarik kembali kata – kata yang aku ucapkan kemarin. Aku tak suka saat kita tak nyaman satu sama lain. Lupakan saja apa yang aku katakan. Itulah permintaanku.”

Bong Pal bergumam tak terima setelah menerima penyataan suka Hyun Ji dalam satu menit sekarang dia harus melupakannya. Hyun Ji membuatnya bingung.

“Itu permintaanku. Jadi kau harus menjalankannya. Kalau kau bisa mengabulkan permintaanku, aku bisa berada disisimu lebih lama.” Ucap Hyun Ji dengan mata berkaca – kaca.



Suara dengungan membuat kepala Hyun Ji pusing. Entah apa yang terjadi, dia merasa tubuhnya tak enak. Bahkan tubuhnya bersinar lalu pelahan memudar. “Bong Pal.”

Bong Pal terkejut dan berlari menghampiri Hyun Ji namun tubuh Hyun Ji menghilang lebih dulu. Bong Pal hanya mampu meraih angin dihadapannya.

Bong Pal panik memanggil – manggil Hyun Ji.




Syukurlah Hyun Ji kembali muncul disana, dia menatap tubuhnya dengan bingung. Bong Pal bergegas mendekap tubuh Hyun Ji dalam pelukannya, “Kemana kau pergi? Jangan menghilang lagi..”

Bong Pal memeluk Hyun Ji dengan khawatir. Begitu pula Hyun Ji, ia juga merasa takut akan apa yang menimpanya.
ooOOOoo




9 Responses to "SINOPSIS Let’s Fight Ghost Episode 8 Bagian 2"

  1. Semangaaaat ditunggu lanjutannya minggu depan..😊😊😊

    ReplyDelete
  2. Makinn seru ceritanya...mgkn si hyun ji emg lg koma.dia mgkin akan sadar kmbali..n rohnya hyun ji akan msuk kembali ke bdannya...emmmmmmmhhhh gomawo πŸ™‡πŸ™‡πŸ™‡

    ReplyDelete
  3. haduh jadi deg degan sendiri liatnya😁😁😁
    waiting for next episodeπŸ˜‰πŸ˜‰

    ReplyDelete
  4. Jd tmbah pnsaran hwaiting dtunggu trus sipnosis nya..

    ReplyDelete
  5. Jd tmbah pnsaran hwaiting dtunggu trus sipnosis nya..

    ReplyDelete
  6. Duh makin penasaran sama kelanjutan y .
    Terus nur bayak asumsi,kaya ya hiunji masih hidup,kaya y di blm mati dia cmn koma tapi arwah y ga tau harus bagi mana.sama prof he sung kaya y dia suka hiun ji sejak hiun ji masih hidup,dia yg membingkin hiun ji kecelakaan karna dia mau hiun ji bisa bersama y.it sih cmn asumsi y nur

    Poko y nur puas bgt sama sinopsis ini makasih eonni udh bikin sinopsis y.semangat end faitinggggg

    ReplyDelete
  7. Di antara semua blog sinopsis yang pernah ku baca, disini blog yang paling bagus dengan bahasa dan adegan yang mendetail, aku suka

    ReplyDelete
  8. kerennnn
    d.tunggu kLanjutan.e
    #fighting
    #gomawo

    ReplyDelete
  9. di tunggu episode selanjutnya eoni gumawo

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^