SINOPSIS Let’s Fight Ghost Episode 8 Bagian 1

SINOPSIS Let’s Fight Ghost Episode 8 Bagian 1
Sumber gambar: tvN

Hye Sung menutup laci yang terbuka kemudian berbalik menatap tajam ke arah manik mata Kyung Ja. Jelas Kyung Ja tersentak, kau bisa melihatku? Kyung Ja memundurkan tubuhnya sampai tersudut dan Hye Sung pun mencengkeram lehernya, apa saja yang sudah dia lihat?

“Hyun Ji.”

“Aku tahu.” Ucap Hye Sung dengan senyum setannya.




Rupanya Hye Sung ini sebelumnya sudah melihat Kyung Ja yang tengah bergelayut manja ditubuh pria lalu menyapa Hyun Ji.

Hye Sung semakin kuat mencengkeram lehernya, jangan menyalahkanku. Suara Kyung Ja tercekat akibat cekikan Hye Sung semakin kuat. Saat itu pula tampak asap hitam muncul disekitar tubuh Hye Sung. Arwah Kyung Ja pun tak kuat lagi hingga berubah menjadi debu dan menghilang.



Hye Sung menghampiri lacinya kemudian mengambil kartu ID Hyun Ji. Dia menatap ID itu tajam, seolah dalam otaknya terdapat banyak pikiran saat menatapnya.



Hyun Ji masih saja menantikan kehadiran Bong Pal di taman bermain. Namun orang yang ia nantikan tak kunjung datang. Hyun Ji tertunduk sedih.


Seo Yeon keluar dengan tangan di gips. Bong Pal bergegas menanyakan kondisinya. Seo Yeon tak apa – apa dan tangannya akan sembuh kembali dalam satu bulan. Bong Pal lega karena kondisinya tak parah, ia pun pamit untuk pergi.

“Aku harap kau tak terlambat ke tempat janjian karena aku.” Ucap Seo Yeon tak enak hati. Bong Pal mengiyakan seraya melangkahkan kaki kencang untuk menemui Hyun Ji.


Taman bermain sudah sepi karena malam telah larut. Hyun Ji dengan loyo berjalan meninggalkan pintu gerbang.


Tak lama setelah itu, Bong Pal datang dengan nafas tersengal – sengal. Dia celingukan memanggil Hyun Ji tapi sosoknya tak muncul juga. Ia berfikir kalau Hyun Ji mungkin menunggu didalam. Namun saat ia berusaha masuk, seorang petugas mencegatnya. Mereka sudah mau tutup.

“Tapi temanku mungkin menunggu didalam.”

“Maaf?”

Bong Pal celingukan sebentar, “Bukan apa – apa.”



Bong Pal memutuskan segera pulang ke rumah namun di rumahnya juga tak ia temukan sosok Hyun Ji. Akhirnya Bong Pal berlari menuju Rooftop. Ya. Hyun Ji memang berada disana melayangkan pandangan ke arah lampu – lampu kota yang tampak gemerlap.

Bong Pal memanggilnya kemudian meminta maaf karena tak bisa menepati janji. Hyun Ji menanyakan alasannya. Bong Pal tak menjelaskan dengan rinci, hanya saja ada hal mendadak yang terjadi. Mereka bisa pergi ke taman bermain lain waktu. Apa kau menunggu lama?

“Tidak! Aku langsung pergi saat kau tak datang.”

“Untung saja. Aku pikir kau menungguku.”

Hyun Ji mendengus dan berusaha menutupi kekecewaannya, untuk apa dia menunggu Bong Pal sepanjang waktu.



Hyun Ji pergi meninggalkan Bong Pal. Bong Pal menatap punggung Hyun Ji, sepertinya dia sadar bahwa apa yang di ucapkan Hyun Ji hanyalah bualan saja. Dan Hyun Ji juga tak bisa mempertahankan senyumnya saat ia berbalik meninggalkan Bong Pal, sesungguhnya dia sangat kecewa.


Myung Chul datang ke kantor polisi untuk menunjukkan foto Ayah Bong Pal, Park Ji Hoon. Dia meminta informasi apakah polisi pernah melihat pria itu, dia tinggal di kontrakan di desa Yangjoo. Polisi menggeleng, ini pertama kalinya dia melihat pria itu. Didaerah sana jarang terjadi kasus kalau ada maka dia akan segera mendengarnya.

“Aku akan membuat laporan, jadi tolong lakukan pencarian di gunung sekitar sana.”

Polisi menganggap remeh laporan Myung Chul. Myung Chul ngotot sambil menunjukkan foto batu penuh darah tapi polisi tetap tak bisa melakukan pencarian begitu saja. Polisi meminta Myung Chul untuk mengisi formulir laporan dulu. Dan jangan marah – marah disana.

Myung Chul yang tadinya bersikeras pun tak bisa memaksa lagi dan menurut untuk membuat laporan.




Hye Sung masih sibuk menatap kartu ID milik Hyun Ji. Pikirannya kembali mengingat saat Park Ji Hoon meregang nyawa di hutan. Hye Sung bertanya dimana keberadaan paket itu? katakan.

“Kau pikir aku akan mengatakannya padamu?” tanya Ji Hoon dengan suara tercekat.

Hye Sung meraih leher Ji Hoon kemudian mencengkeramnya dengan sangat kuat. Dia mengatakan kalau anak itu hampiri saja mati karena Ji Hoon tak mengatakan padanya. ini kesempatan terakhirnya atau dia akan membunuh anak Ji Hoon.

Ji Hoon masih saja bungkam hingga Hye Sung tak segan untuk mematahkan lehernya.




Kembali ke masa kini, Hye Sung yang sedang berada dirumah sakit pun menutup laci mejanya dengan kencang. Dia terlihat sangat murka.


ooOOoo
Suara pintu kamar Bong Pal terdengar, Hyun Ji segera melengos saat melihatnya. Bong Pal bertanya bukankah Hyun Ji akan berangkat ke sekolah?

Hyun Ji enggan untuk menatap Bong Pal dan mengatakan kalau dia ingin berada dirumah saja. Bong Pal pun sama sekali tak membujuk, kalau memang begitu maka dia akan berangkat.



Setelah kepergian Bong Pal, Hyun Ji merajuk dengan kesal. Dia memang tak bisa kalau harus bersikap jual mahal. Dalam sekejap mata, Hyun Ji pun menghilang.


Bong Pal bergumam kesal, dia yang tak biasanya mengajak Hyun Ji berangkat sekolah sudah mau mengajaknya tapi Hyun Ji menolak. Padahal biasanya juga Hyun Ji yang selalu saja mengekori dia.

“Cukup baik juga kalau dia tak ada.” Gumam Bong Pal.

Hyun Ji tiba – tiba muncul disamping Bong Pal hingga Bong Pal terlonjak kaget. Sejak kapan kau disana?

“Aku baru saja disini. Kau bergumam apa sendirian?” jawab Hyun Ji masih jual mahal.

“Bukan apa – apa. Kenapa kau mengikutiku?”

“Aku tak mengikutimu. Aku pergi karena aku menginginkannya.”

Bong Pal tersipu mendengar jawaban Hyun Ji, dia tak bisa menutupi bahwa dia senang kalau Hyun Ji ada didekatnya. Hyun Ji juga melirik Bong Pal dan tak bisa menahan senyumnya pula.




In Rang tersenyum dengan wajah berbinar melihat sebuah foto piknik mereka. Chun Sang yang baru datang penasaran memperhatikan senyum aneh In Rang, dia pun merebut foto yang dipegang In Rang. Wajahnya segera berubah takut, jangan – jangan kau menyukai Seo Yeon? Jangan sampai, bagaimana kalau sampai Bong Pal tahu.

In Rang menggeleng.

“Lalu, apa kau menyukaiku?” tanya Chun Sang kemudian menatap tubuhnya, dia mengarahkan tubuhnya itu pada In Rang. “Kalau kau menyukaiku, ambil saja tubuhku.”

In Rang langsung kesal dan mendorong tubuh Chun Sang. Dia berniat menjelaskannya tapi Chun Sang lagi – lagi menebak, kalau begitu apa kau menyukai Bong Pal?

Plak. Tamparan In Rang melayang ke pipi Chun Sang.


Bong Pal masuk ke ruangan mereka. Chun Sang bergegas menghampirinya dan mengatakan kalau In Rang senyum – senyum terus saat melihat Bong Pal. Bong Pal mengernyit aneh tapi kemudian In Rang menyanggah ucapan ngawur Chun Sang. Dia pun menujuk ke arah foto piknik mereka.

Chun Sang memperhatikan foto itu, ada penampakan hantu. Hyun Ji kegirangan saat tahu kalau dirinya tertangkap kamera.

“Malaikatku.”

Hyun Ji menunjuk In Rang dengan girang. Dia memanggilnya malaikat.

“Benar, saat aku jatuh di tangga. Kalau itu bukan malaikatku, mungkin aku sudah mati. Saat itu malaikat bertanya padaku, apa kau baik – baik saja? Dia menyelamatkanku dengan pertanyaanya dan mencuri hatiku pula.




Hyun Ji tersenyum lebar, dia yakin kalau In Rang jatuh hati padanya. Chun Sang bergegas meraih kepala In Rang dan memeriksa, dia takut kepala sahabatnya itu sudah berlubang. Dia yakin kalau hantu itu pasti sudah mencuri akal In Rang.

“Siapa yang perduli kalau dia hantu? Dia sangat cantik, baik dan manis.”

Hyun Ji jelas tersanjung dan menunjukkan wajah bangganya pada Bong Pal.


Hyun Ji berjalan dipelataran dengan riang, dia yakin kalau memang dia sangat cantik hingga membuat In Rang langsung jatuh hati padanya. Bong Pal berdecak, awalnya dia pikir In Rang sunbae tak normal dan aneh. Tapi sekarang In Rang Sunbae terlihat makin aneh.

“Tidak, dia tak aneh sama sekali. itu respon alaminya saat melihatku. Kau saja yang aneh.”

“Kau sedikit terlalu percaya diri hari ini.”

Hyun Ji melenggangkan tubuhnya riang dan tak memperdulikan ucapan Bong Pal.


Bong Pal menatap Hyun Ji yang seketika itu tampak cantik dan mempesona. Perlahan senyum mengembang dibibirnya. Ia ingat betul ucapan In Rang yang menganggap Hyun Ji ini cantik seperti malaikat.

“Hei, apa yang kau lakukan. Ayo cepat.” Seru Hyun Ji menyadarkan Bong Pal.

Senyum Bong Pal segera lenyap. Dia berdehem seolah menyangkal pikirannya sendiri, “Apa yang cantik dari dia?”


Seo Yeon masuk kelas dengan tangan terluka. Hyun Ji heran melihatnya seperti itu. Seo Yeon menyapa Bong Pal, dia berterimakasih atas bantuannya kemarin. Padahal Bong Pal punya janji tapi malah menemaninya, apa kau terlambat kemarin?

“Ya.. begitulah..” jawab Bong Pal canggung kemudian melirik Hyun Ji yang terlihat kecewa.

Seo Yeon akan mentraktir Bong Pal sebagai ucapan terimakasih. Bong Pal tak enak hati pada Hyun Ji hingga dia menolak ajakan itu. Tapi Seo Yeon mengatakan kalau dia benar – benar ingin berterimakasih. Bong Pal kembali melirik Hyun Ji, tapi dia juga merasa tak enak menolak tawaran Seo Yeon. Akhirnya dia pun menerima tawaran itu.



Hyun Ji kesal karena Bong Pal menerima tawaran Seo Yeon. Ia pun memilih pergi dari sana. Bong Pal menghela nafas panjang melihat Hyun Ji sudah menghilang.

Hyun Ji muncul di luar kelas dan tepat saat itu juga Hye Sung berjalan menuju ke dalam kelas. Hyun Ji melewatinya tanpa curiga namun Hye Sung memang bisa melihatnya, dia menoleh menatap Hyun Ji.



Dirumah, Hyun Ji membuka bukunya dengan malas. Dan ia menemukan foto Seo Yeon dengan Bong Pal. Hyun Ji melihatnya dengan sedih, “Beruntung karena kau masih hidup. Dan Bong Pal juga menyukaimu.”


Dikelas, Hye Sung mengakhiri pelajaran mereka hari ini. Bong Pal menatap bangku disebelahnya yang kosong. Seo Yeon menghampirinya, dia bertanya makanan apa yang Bong Pal suka?

Bong Pal meminta maaf tapi dia tak bisa pergi dengannya, dia harus pulang. Seo Yeon keheranan tapi Bong Pal tak menjelaskan apapun dan langsung bergegas pulang.


Hye Sung juga bersiap pulang menggunakan mobilnya namun dua detektif yang menyelidiki kasus Hyun Joo menegur Hye Sung. Mereka meminta waktu Hye Sung sebentar, ada hal yang ingin mereka tanyakan.

“Apa itu?”

“Dimana kau berada saat No Hyun Joo dibunuh? Ah, aku menanyakannya karena ini protokol jadi jangan terlalu memikirkannya.”

“Aku ada di klinik hari itu.”

Mendengar jawaban santai Hye Sung membuat mereka segera mengakhiri perbincangan ini. dia meminta maaf telah mengganggu waktu Hye Sung. Dengan sopan Hye Sung tak mempermasalahkannya, dia pun pergi.



Bong Pal kembali ke rumah dengan sekantong penuh belanjaan. Hyun Ji kembali bersikap jual mahal, dia tanya bukankah seharusnya Bong Pal makan siang dengan Seo Yeon?

“Aku tak makan dengannya.”

“Kenapa? Dia harusnya membelikanmu makanan yang enak.”

Bong Pal mengaku kalau dia hanya ingin makan dirumah. Hyun Ji melirik ke arah Bong Pal yang tengah mengeluarkan belanjaan. Dia tersenyum melihat daging di tangan Bong Pal. Dia mengatakan kalau dia tak ingin makan daging sebenarnya tapi Bong Pal sudah membelikan untuknya jadi dia akan mencicipinya nanti.

Bong Pal tersenyum tak menjawab begitu pula dengan Hyun Ji yang tak bisa menahan senyum senangnya.



Keduanya makan di rooftop dan Hyun Ji makan dengan sangat lahap. Bong Pal heran karena tadi Hyun Ji bilang kalau dia hanya ingin mencicipi saja. Hyun Ji membenarkan tapi sekarang dia belum bisa merasakan rasanya. Jadi dia terus makan.

Bong Pal hanya tersenyum, “Tentang taman bermain, Ayo kita kesana besok.”

“Benarkah?” tanya Hyun Ji tersenyum senang dengan mulut penuh daging. Bong Pal mengangguk membenarkan.


Seusai makan, Bong Pal memberikan katong tas yang dibawanya tadi. Hyun Ji heran, Bong Pal mengatakan kalau Hyun Ji partnernya jadi dia bisa menggunakan itu saat bekerja. Hyun Ji membuka isinya dan ada setelah jas hitam untuknya juga. Dia mengaku senang menerimanya.

Tanpa sengaja tangan keduanya bersentuhan. Mereka bertatapan dengan canggung.

“Anginnya dingin dan segar.” Ucap Bong Pal memecah kecanggungan.

“Mm, aku juga menyukainya.”



ooOOoo

14 Responses to "SINOPSIS Let’s Fight Ghost Episode 8 Bagian 1"

  1. wah makin gereget aja😁
    keren kak😁
    di tunggu part 2nya
    semangaaatπŸ˜‰

    ReplyDelete
  2. Semangaaaaaaatttttt!!!!!!!
    Postingan sinopsinya selalu ditunggu :))

    ReplyDelete
  3. Sebenarny hyesung it sapa y,,penasaran,,manusia kerasukan setan,,ato setan jadi manusia,,absny lbh nyeremin drpd setan lain yg pada nongol,,pokoknyy semangaat y thor,,dtggu,,πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

    ReplyDelete
  4. Hyesung kayanya gabungan manusia dan iblis..ampe bapak na bong pal d bunuh juga..jd penasaran paket apa yg d maksud hyesung

    ReplyDelete
  5. Ia sebener y he sung tuh sapa sih ?ko dia hari tau tentang kim hiun ji sih

    Makasih di tunggu kelanjutan y ya.

    ReplyDelete
  6. kerreeennn... aku tunggu part 2 nya kak..

    ReplyDelete
  7. Selalu nunggu sinopsisnya, terima kasih banyak. Semangaaaat selalu! 😊😊

    ReplyDelete
  8. Gomawoooo @!!!!!¥"¥πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡

    ReplyDelete
  9. yihiii, ga sbar nunggu kelanjutannya thor!!

    ReplyDelete
  10. Hye sung itu bukn mnusia kyak nya..ap jngan2 yg mendrong ibu nya bong pal dy x ya..

    ReplyDelete
  11. Hye sung itu bukn mnusia kyak nya..ap jngan2 yg mendrong ibu nya bong pal dy x ya..

    ReplyDelete
  12. makin bikin penasaran nich drama,, gomawo unni,, SEMANGAT n FIGHTING yaaπŸ˜‰

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^