SINOPSIS Let’s Fight Ghost Episode 12 Bagian 2

SINOPSIS Let’s Fight Ghost Episode 12 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: tvN
Detektif Yang berada di kantor polisi untuk memeriksa laporan terkait meninggalnya Ayah Hye Sung. Polisi yang bertugas mengatakan kalau kasus itu terlihat sangat biasa dan tak ada yang mencurigakan.


“Apa TKP-nya masih ada disana?”

Polisi itu terlihat malas menjawabnya.



Detektif Yang dan Detektif rekannya sudah ada di TKP tempat jatuhnya Ayah Hye Sung. Detektif itu menerangkan saat mereka datang ke lokasi, Ayah Hye Sung sudah meninggal. Kemungkinan karena pedarahan otak dan salah seorang penghuni apartemen menemukan tubuhnya tergeletak di TKP dengan kepala pecah. Dia jatuh dari lantai 15.

“Apa kau juga ingin naik ke lantai 15?” tanya Detektif itu dengan malas.



Mereka masuk ke apartemen di lantai 15, pemiliknya sudah berpindah tangan. Mereka memeriksa balkon tempat jatuhnya Tuan Joo. Disana tak ada bukti kalau ini terjadi karena ulah manusia tapi juga tak ada surat yang membuktikan kalau dia bunuh diri. Dikatakan kandungan alk*hol dalam darahnya tinggi, dia merokok dibalkon kemudian jatuh.

“Kau ingat siapa saja yang ada disana saat itu?”

Yang Detektif itu ingat, istrinya memang dirumah tapi tak tahu kalau suaminya jatuh.

“Apa ada putranya?”

Putranya Joo Hye Sung saat itu berusia 13 tahun, dia ada disana. Tapi saat Detektif melihatnya, Hye Sung kecil buru – buru menutup pintu kamarnya.


Detektif Yang menerima telfon dari Detektif Kim yang menyuruhnya untuk cepat kembali. Ketua terus mencarinya, apa dia mau terus menyelidiki kasus itu? Apa yang sudah dia temukan?

Detektif Yang mengaku kalau dia menemukan keanehan, saat pagar pembatas balkon tingginya 1 meter dan Ayah Hye Sung memiliki tinggi 178 cm, tak mudah seseorang jatuh begitu saja kecuali ada yang mendorongnya. Di TKP saat itu ada Hye Sung dan Ibunya, jadi dia akan kembali menyelidiki Prof Joo Hye Sung.

-oOo-



Hyun Ji mulai melakukan terapi untuk membantu ototnya untuk kembali normal. Ibu memperhatikannya dengan senang. Saat tengah asyik menemani Hyun Ji, sebuat panggilan masuk sehingga ia terpaksa meninggalkannya.

Latihan selesai, Dokter mengatakan kalau ototnya melakukan respon yang sangat baik jadi sekarang dia bisa memakai kruk. Meskipun sulit, dia harus terus berusaha. Hyun Ji menanggapinya dengan semangat. Dia akan melakukannya.

Hyun Ji heran karena ibunya sudah tak ada. Dokter menawarkan untuk mengantarnya tapi dia menolak. Dia akan kembali keruangannya sendiri untuk pemanasan.



Hyun Ji dengan ramah menyapa setiap Dokter yang berpapasan dengannya. Tapi salah satu Dokter tak merespon sapaan ramah Hyun Ji. Dia terus berjalan sampai akhirnya ia seolah menyadari sesuatu. Dokter misterius yang memiliki tampang datar itu menoleh dan menatap Hyun Ji tajam. Sedangkan Hyun Ji tak menyadari tatapannya karena dia telah berlalu pergi.


Hyun Ji melihat jalan menanjak yang akan dia lewati, ia meyakinkan diri bahwa apa yang ada dihadapannya itu mudah. Dia mengayuh rodanya dengan sekuat tenaga tapi saat sampai setengah jalan, Hyun Ji kelelahan sehingga kursinya mundur. Ia hampir jatuh, untungnya ada seseorang yang menahan kursi Hyun Ji.

“Apa kau baik – baik saja?” tanya Hye Sung.

Hyun Ji mengiyakan dengan canggung. Hye Sung menawarkan untuk mengantar Hyun Ji kekamarnya.



Hye Sung menebak kalau ini pertama kalinya untuk Hyun Ji naik kursi roda. Hyun Ji membenarkan. Hye Sung menyarankan agar Hyun Ji lebih berhati – hati karena ini lebih sulit dibanding kelihatannya. Dia juga mendengar kalau Hyun Ji koma selama lima tahun.

“Bagaimana kau bisa tahu?”

“Kecelakaan apa itu?”

Tabrak lari. Tapi Hyun Ji sendiri mengaku kalau dia lupa ingatan. Hanya saja Dokter mengatakan kalau ingatannya akan kembali seiring berjalannya waktu. Tanpa diketahui Hyun Ji, Hye Sung tersenyum licik, “Syukurlah..” ucapnya.



Ibu Hyun Ji memanggilnya, dia sudah mencarinya kemana – mana. Hyun Ji pun kemudian memperkenalkan Hye Sung yang telah mengantarkan dia. Hye Sung menyapa dengan ramah kemudian buru – buru pamit.

Ibu Hyun Ji menghampiri putrinya dengan penasaran, siapa dia?

“Dia tampan. Dia memang tipeku.” Ucap Hyun Ji dengan girang. Ibu tersenyum kemudian memberikan sebuah kado untuknya, itu adalah ponsel baru untuk Hyun Ji.


Tak jauh dari sana, Hye Sung masih memperhatikan Hyun Ji dan ibunya dengan tatapan tajam.



Hyun Ji senang memainkan ponsel barunya diatas ranjang. Ketukan pintu terdengar dan ia pun mempersilahkannya untuk masuk. Tapi ekspresi Hyun Ji berubah malas saat tahu pria aneh kemarin (red. Bong Pal) kembali menemuinya. Bong Pal mengatakan kalau dia bukan pria yang aneh. Dia minta maaf soal kemarin karena dia tak tahu kalau Hyun Ji lupa ingatan. Bong Pal berniat merogoh sakunya..

“Apa yang kau lakukan?” tanya Hyun Ji waspada.

Bong Pal menunjukkan kartu pelajarnya, dia mahasiswa di Universitas Myungsung. Dia yakin kalau Hyun Ji akan menyesal saat ingatannya kembali. Hyun Ji malas, menyesal apaan? Siapa kau sebenarnya? kau terus saja mengangguku.

“Park Bong Pal. Pacarmu.”



Hyun Ji tak bisa percaya kalau dia bisa berkencan dengan Bong Pal. Bong Pal meyakinkan atau lebih tepatnya mereka tinggal satu rumah. Hyun Ji makin menganggap ini sebagai bualan, kapan? Kenapa aku harus tinggal bersamamu?

“Ketika kau menjadi hantu.”

“Kau sudah gila.” Ketus Hyun Ji dengan frustasi.

Bong Pal yakin kalau dia masih waras. Dulu Hyun Ji yang selalu mengekorinya. Hyun Ji tak percaya sama sekali, dia buka tipenya, pergi.


Bong Pal mengaku bersyukur karena Hyun Ji hidup dan tak menghilang. Dia melihat ponsel baru milik Hyun Ji kemudian merebut lalu menyimpan nomornya. Hyun Ji merebut ponselnya lagi dan mengusir Bong Pal.

Bong Pal mengatakan kalau dia ingin memberikan barangnya. Dia meletakkan buku serta sikat gigi milik Hyun Ji. Hyun Ji terperangah, hari ini? Jadi kau besok akan datang lagi? Jangan datang lagi. Aku janji akan menelfon polisi kalau kau sampai datang lagi besok.

Bong Pal menanggapi dengan senyuman, dia akan datang lagi besok dan besoknya lagi. Dia akan datang setiap hari sampai ingatan Hyun Ji kembali. Sampai jumpa. Telfon aku saat kau ingin mendengar suaraku.

“Wahh..” kesal Hyun Ji saat Bong Pal sudah pergi. Dia melihat ponselnya dan disana sudah tertera nomor Bong Pal dengan nama MY LOVE BONG BONG. hahahaha


Ibu datang dan bertanya apa yang terjadi dengan Hyun Ji. Hyun Ji mengaku tak apa – apa. Ibu mengira Hyun Ji baru saja membeli sikat gigi dan cangkir. Hyun Ji menyuruh Ibunya untuk membuang cangkir dan buku itu. Ibu memperhatikan cangkirnya, ini persis seperti yang ada dirumah. Dia selalu membeli cangkir dan sikat gigi warna pink, kalau Ibu membelikan warna lain, Hyun Ji pasti akan marah.

“Benarkah?”

Ibu membenarkan. Dia kemudian berniat membuang cangkir itu sesuai permintaan Hyun Ji tapi akhirnya Hyun Ji dengan ogah – ogahan meminta Ibu untuk meletakkan saja cangkirnya.



Hyun Ji membuka buku pemberian Bong Pal, selembar foto terjatuh dari buku itu. Disana tertulis Bong Pal cinta Hyun Ji. Hyun Ji merasa tulisan itu sangat mirip dengan tulisan tangannya.

Tiba – tiba kepala Hyun Ji berdengung, ingatannya saat bersama seorang pria. Pria itu memanggilnya yang duduk dipinggir danau. Hyun Ji tersenyum senang entah karena apa.

“Ah..” rintih Hyun Ji. Ibu panik saat melihat Hyun Ji sakit kepala.





Hari – hari Hyun Ji selalu ditemani dengan kedatangan Bong Pal yang menjenguknya. Mulai dari menyapanya, membukakan pintu atau membereskan tempat tidur. Dia selalu menunjukkan senyum lebar pada Hyun Ji. Bahkan Bong Pal membuatkan bento yang berisi berbagai makanan yang terlihat lezat.


Latihan Hyun Ji terus berlanjut dan Dokter memberikan pujian karena penyembuhan Hyun Ji yang begitu cepat. Hyun Ji dengan bercanda meminta pada Dokter untuk segera mengeluarkannya dari rumah sakit. Dia merasa sangat kaku disana. Dokter rasa tiga hari lagi Hyun Ji sudah bisa melakukan rawat jalan.


Hyun Ji keluar dari ruang latihan dengan keheranan. Tak biasa – biasanya Bong Pal tak ada disana seharian. Hyun Ji langsung meralatnya pikirannya, apa sih yang dia katakan?



Tanpa sengaja Hyun Ji melihat Hye Sung yang sedang duduk bersama dengan anak – anak pasien rumah sakit. Hye Sung memperkenalkan anjingnya pada anak – anak itu, nama anak anjingnya adalah Happy. Anak – anak disana senang bermain bersama anak anjing lucu tersebut. Hyun Ji juga sepertinya suka dengan anak anjing itu. Dia memperhatikan mereka dari kejauhan.

Hye Sung melihat kehadiran Hyun Ji, ia pun mengangguk untuk menyapanya. Hyun Ji tersenyum membalas anggukan itu.


Hye Sung menghampiri Hyun Ji seusai bermain dengan anak – anak. Sepertinya Hyun Ji sudah lebih baik sekarang. Hyun Ji membenarkan kemudian bertanya apa Hye Sung juga menjadi relawan disana? Apa yang baru saja dia lakukan?

“Terapi dengan hewan peliharaan. Ini akan membantu pasien agar kesehatannya lebih baik. Seperti psychotherapy.”

Hyun Ji rasa dia juga harus mencoba terapi itu. Hye Sung membenarkan kemudian memberikan anjingnya pada Hyun Ji. Dia tersenyum palsu saat melihat Hyun Ji membelai anjing itu.



Myung Chul menjenguk Hyun Ji, hanya saja dia tak menemukan Hyun Ji diruangannya. Ibu Hyun Ji memberitahukan kalau putrinya sedang melakukan terapi fisik. Myung Chul mengerti dia mengucapkan selamat pada Ibu Hyun Ji karena putrinya yang sudah lama koma sudah kembali sadar. Myung Chul kemudian memberikan beberapa makanan yang dibawanya.

“Maaf, apa ada yang ingin disampaikan pada putriku?”

“Katakan kalau biksu yang mengatakan hal yang kejam datang menjenguknya. Tolong sampaikan maafku padanya.” ucap Myung Chul kemudian permisi untuk pergi.


Hyun Ji masih asik mengobrol dengan Hye Sung. Dia kagum dengan Hye Sung yang sudah menjadi Profesor apalagi dia mengajar di Universitas yang ingin dia masuki. Dia mau mendaftar kesana sebelum kecelakaan. Harusnya dia sudah lulus sekolah.

Hye Sung menawarkan agar Hyun Ji mampir saja kesana dan masuk ke salah satu kelasnya kalau sudah keluar. Hyun Ji kegirangan karena dia akan keluar tiga hari lagi.


Myung Chul keluar dari gedung rumah sakit. Dia tanpa sengaja melihat Hye Sung dibangku taman dengan seorang gadis. Bong Pal kemudian datang, dia mengikuti arah pandang Biksu Myung Chul. Kenapa Hyun Ji bersama dengan Profesor?

“Hyun Ji?” gumam Myung Chul kembali memperhatikan mereka dari kejauhan. Bong Pal mencoba menegurnya tapi dia terus saja diam. Myung Chul kemudian buru – buru pamit untuk pergi sedangkan Bong Pal sama sekali tak merasa curiga.



Bong Pal menanti di rumah sakit sampai akhirnya Hyun Ji lewat dan ia pun bergegas menyapanya. Sepertinya Hyun Ji sedang dalam mood yang bagus? Hyun Ji membenarkan tapi sebelum bertemu dengan Bong Pal. Dia tadinya mengira kalau Bong Pal tak akan datang.

“Kau menungguku?”

“Maumu.”


Bong Pal bertanya apakah Hyun Ji mengingat sesuatu? Hyun Ji tak ingat apa – apa dan menyuruhnya untuk pergi ke rumah sakit jiwa saja. Bong Pal menanggapinya dengan enteng kemudian menawarkan makan siang. Dia yakin kalau Hyun Ji bosan dengan makanan rumah sakit. Hyun Ji menolak begitu saja tawarannya dan menyuruh Bong Pal untuk makan sendiri.

“Aku membawa jangjorim dan daging.”

Langkah Hyun Ji terhenti, dia tersenyum sebelum akhirnya berbalik. Dia bersikap jual mahal, daging?

Bong Pal pun menunjukkan bento miliknya.



Bong Pal membuka satu demi satu wadah makanan yang sudah ia persiapkan. Mata Hyun Ji seketika berbinar melihat makanan enak tersaji dihadapannya. Masih jual mahal, dia memperingatkan kalau dia mau makan makanan ini bukan berarti dia membuka hati untuk Bong Pal. Dia hanya akan mencicipi untuk menghormatinya saja.

Bong Pal tersenyum, “Ya. Cicipi saja.”

Dia kemudian menunjukkan dadar gulung kesukaan Hyun Ji. Hyun Ji menuduh Bong Pal sebagai stalkernya sampai tahu banyak hal tentang dia.



“Kau yang mengejar – ngejarku.”

“Jangan konyol. Tak usah bohong.” Kesal Hyun Ji.

Hyun Ji makan dengan lahap dan memuji keterampilan Bong Pal dalam memasak. Bong Pal memperhatikannya dengan penuh cinta, entah hantu ataupun manusia, dia masih saja punya nafsu makan tinggi.

-oOo-


Myung Chul berdiri didepan klinik Hye Sung dengan tatapan mantap. Dia tak tahu apa itu niatan Hye Sung hanya saja dia tak akan membiarkan rencananya berjalan dengan mulus.



Myung Chul masuk kemudian bertanya pada perawat disana apakah Hye Sung ditempat. Perawat mengatakan kalau Hye Sung sedang ada jadwal diluar. Mungkin akan kembali satu jam lagi. Dia menawarkan agar Myung Chul menunggu disana saja. Myung Chul menolak, dia akan pergi dulu dan kembali lagi nanti.

Myung Chul yang berniat pergi kembali berbalik, “Apa aku bisa permisi ke toilet?”

Perawat mempersilahkannya, toilet ada dilantai bawah.


Myung Chul bergegas kesana dan masuk ke ruang kerja Hye Sung. Dia mencari – cari sesuatu yang mungkin bisa memberikan petunjuk. Ia akhirnya menemukan ID milik Hyun Ji dalam laci Hye Sung.


Wah. Diluar, Hye Sung sudah kembali karena perjanjiannya dibatalkan. Perawat memberitahu kalau ada seseorang ingin menemuinya. Dia biksu yang kemarin datang kesana dan sekarang dia ada di kamar mandi.

Wajah ramah Hye Sung langsung berubah kaku saat itu juga.


Saat bersamaan, Myung Chul berniat keluar dari ruang kerja Hye Sung tapi celakanya Hye Sung sudah ada didepan pintu. Ini bukan kamar mandi? Apa kau tersesat?

Myung Chul mencoba tersenyum dan tertawa garing, “Aku memang salah ruangan.”

Hye Sung masih terus menatapnya dengan dingin.

-oOo-



Hyun Ji sudah menghabiskan makanan dan berniat untuk kembali ke kamarnya. Bong Pal memintanya untuk disana sedikit lebih lama. Hyun Ji beralasan kalau waktu jenguk sudah hampir habis jadi dia terpaksa harus pergi. Dia pun berjalan menggunakan kruknya. Bong Pal menahan lengan Hyun Ji untuk mengantarkannya kembali. Hyun Ji menampik tangan itu hingga dia tak sengaja melepaskan salah satu kruknya. Dia pun oleng.




Bong Pal buru – buru menangkap Hyun Ji hingga mereka jatuh ketanah dan Hyun Ji hampir menciumnya. Hyun Ji langsung duduk tegap, dengan kesal dia menyalahkan Bong Pal. Apa yang kau lakukan? Kita hampir berciuman. Aku bahkan belum melakukan ciuman pertamaku.

“Itu... tak benar.” Gumam Bong Pal dengan malu.

Hyun Ji memutas berfikir keras mencerna ucapan itu. Bong Pal kemudian menunjuk bibirnya. Hahaha. Sontak Hyun Ji mengatai Bong Pal cabul, dia menindihnya dan memukulnya dengan kesal. Menjambak, menampar dengan membabi buta. “Ciuman pertama apa? Jangan membuat ulah denganku!”



Hyun Ji berjalan pergi, “Kunyuk!”

Bong Pal bangkit dari tidurannya dengan rambut acak – acakan. Dia tersenyum tapi kemudian wajahnya terasa sakit, “Dia memang jago berkelahi.”


Hyun Ji sampai keruangannya dan sudah ditunggu oleh dokter piket. Dia memeriksa untuk menggantikan profesor yang sedang ada urusan. Hyun Ji kemudian mengatakan kalau dia tak melihat Profesor Kim Jung Woo.

Dokter dan perawat itu kebingungan. Hyun Ji menambahkan kalau dokter itu bernama Kim Jung Woo, dia memiliki postur yang tinggi. Suster rasa tak ada dokter dengan nama itu. Mereka pun kemudian pamit pergi.

Hyun Ji heran tapi tak begitu memikirkannya. Dia lalu merogoh sakunya tapi ternyata tak ada ponsel. Yah, ketinggalan diatap.


Bong Pal sibuk membenahi bekalnya kemudian tanpa sengaja melihat ponsel Hyun Ji yang tergeletak ditanah. Dia memungutnya dan melihat kontak yang ada diponsel Hyun Ji. Kontaknya sudah dihapus dan dia hanya tersenyum melihatnya.

Bong Pal berniat mengembalikan ponsel Hyun Ji.



Hyun Ji berjalan dikoridor rumah sakit dengan perasaan gelisah. Dia merasa kalau dia tengah diikuti seseorang tapi tak ada siapa – siapa disana. Sampai akhirnya diujung jalan, dia melihat siluet seseorang yang mengeluarkan asap hitam disekitar tubuhnya.


Dokter yang sebelumnya memeriksa Hyun Ji, masih memikirkan dokter yang bernama Kim Jung Woo. Rekannya keheranan karena Dokter itu tak tahu tentang Kim Jung Woo. Dia meninggal dirumah sakit ini sepuluh tahun yang lalu.

“Doktor itu membunuh pasien diruang operasi.”



Jung Woo itu keluar dari ruang operasi dengan baju dan tangan berlumuran darah. Dia dengan enaknya duduk dikantin untuk makan. Rekan yang lain kasak – kusuk melihatnya, tapi dia mengacuhkan mereka.

“Dia melakukannya bukan hanya dirumah sakit ini tapi dirumah sakit sebelumnya. Dia membunuh pasiennya. Tapi saat polisi mulai menginvestigasi kasus itu, dia bunuh diri dirumah sakit ini.”

Polisi datang untuk menangkap Jung Woo tapi dia malah sedang memegang leher yang sudah disayatnya. Dia saat itu dalam kondisi sekarat masih bisa tersenyum mengerikan.




Hyun Ji ketakutan dan berteriak saat wajah mengerikan Jung Woo terlihat. Dia berniat balik arah tapi hantu itu sudah ada dihadapannya. Hyun Ji terjatuh, Jung Woo memegang kaki Hyun Ji yang mencoba menjauh.

Bong Pal mendengar keributan.

“Bong Pal –ah.” Teriak Hyun Ji refleks.

Bong Pal masih ada ditangga, dia bergegas untuk menemui Hyun Ji.

-oOo-
KOMENTAR:
Asa, hari ini mau mengabaikan Hye Sung ah. Bodo amat! Hahaha. Soalnya aku seneng banget dengan sikap Bong Pal yang pantang menyerah. Manusiawi saat awalnya terkejut saat tahu Hyun Ji lupa ingatan tapi setelahnya dia berusaha sekuat tenaga untuk bisa kembali mendapatkan hatinya Hyun Ji.
Setiap senyum Bong Pal saat menerima penolakan Hyun Ji terlihat begitu tulus. Sukaaaak..
Aku kira bakal ada drama berkepanjangan, terlalu banyak menye – menye saat mereka harus berpisah tapi Bong Pal malah tegasnya mengutarakan kegilaan yang memang diluar nalar. Dia secara langsung mengatakan berpacaran dengan Hyun Ji saat masih menjadi hantu. Wah... Dia memilih menjadi gila demi Hyun Ji. SIP. Jempol Bong Pal –ah.
Selain itu, duo Chun Sang In Rang itu emang salah satu yang bikin betah. Tiap kali ngakak dan makin kesini makin keliatan bagaimana mereka perduli pada Bong Pal. Bukan hanya memanfaatkan dia doang.

Preview Let's Fight Ghost Episode 13


12 Responses to "SINOPSIS Let’s Fight Ghost Episode 12 Bagian 2"

  1. Setiap ep genap berakhir, pasti harus nunggu minggu depan. Sebel dech. But, thanks yach, cepet bangeet nulisnya..

    ReplyDelete
  2. Bagus banget....salut dgn perjuangan bong pal untuk merebut kembali hati hyun ji. Yaaaa...tapi mesti nunggu minggu depan lagi. #,uda gak sabaaaarrr...!

    ReplyDelete
  3. Setuju banget sama mba puji,,bongpal top banget untuk ngejar hyun ji,gak bertele tele gtu langsung to the point bilang kalo mereka itu pacaran sebelumnya..duh keren lah bong pal di eps ini.hahhah lucu pas adegan dihajar atau apalah itu sm si hyun ji tadi.makin penasaran sama lanjutannya,,itu apa yah kira2 yanh hyun ji sama si hye sung cari sebelum si hyun ji kecelakaan.semangat mbaaa buat nanti lanjutin sinopsisnya ^^ gomawoyooo udah cepet publishnya

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. terimakasih sinopsisnya ^^ bagus & seruuu!! d tunggu kelanjutannya ya *fighting* :-D

    ReplyDelete
  6. meleleh hati ane liat kerja keras bong pal๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜
    hubungan antara bong pal, hye sung n hyun ji, msh misterius๐Ÿ˜„๐Ÿ˜ad ap coba ???
    hye sung tau mengenai bong pal,,
    hye sung jga tau mengenai hyun ji,,
    hye sung tuch siapa sebenarnya,,
    dan harus sabar menanti episode selanjutnya minggu depan๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
    gomawo unni๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•

    ReplyDelete
  7. Ga bisa komentar cmn mau bilang makasih dan semangat y...

    ReplyDelete
  8. hihihi.salut banget sama si bong pal. senyum nya ituloh.... bikin melting malhan :D

    ReplyDelete
  9. Kalo aku nya masih penasaran banget min sama hye sung,, apa hubungan dia dengan keluarga bong pal, apa mungkin dia mantan pacar ibu ny bongpal ?? Haaaaaaaaaaaaa !!! Trus hubungan dia sama hyun jin itu apa ?? Rieweuh....

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^