SINOPSIS Let’s Fight Ghost Episode 10 Bagian 1

SINOPSIS Let’s Fight Ghost Episode 10 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: tvN
Myung Chul masuk ke klinik Hye Sung dan menyapanya. Dia bertanya apakah Hye Sung adalah Prof Hye Sung. Hye Sung membenarkan. Myung Chul bertanya apakah Prof mengenal Bong Pal?

“Ya.” Jawab Hye Sung.

Myung Chul mengatakan bahwa dia sudah seperti Ayah untuk Bong Pal jadi dia mampir kesini. Hye Sung mengaku senang bisa bertemu dengan Myung Chul.



“Kau terlihat tak asing. Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya Myung Chul hati – hati. Hye Sung pikir mereka berpapasan di kompleks apartement. Myung Chul menggeleng, bukan. Hye Sung sempat terdiam cukup lama sampai ia akhirnya mengatakan kalau dia tak ingat Myung Chul.


Perawat yang masuk ke klinik dan mengingatkan bahwa ini sudah waktunya makan siang. Hye Sung mempersilahkan mereka untuk makan terlebih dahulu. Myung Chul pun terpaksa mengakhiri perbincangan mereka. Ia meminta maaf telah mengganggu istirahat siang Hye Sung.

 “Selamat makan dan tolong jaga Bong Pal dengan baik.” Pamit Myung Chul menyalami Hye Sung. Ia pun berjalan menuju pintu keluar.

“Aku akan...” ucap Hye Sung membuat Myung Chul kembali menoleh. “..bertemu denganmu lagi.”


Diluar klinik, tangan Myung Chul gemetaran. Dia kembali melirik ke klinik dan melihat Hye Sung menikmati santap siang –nya.

-oOo-


Hyun Ji dan Bong Pal pulang ke rumah dengan tangan saling bergandengan. Hyun Ji menatap Bong Pal, ia ingat akan ucapan yang memintanya untuk jangan mengkhawatirkan apapun. Itu ucapan yang Bong Pal dikatakan seusai mencium Hyun Ji.

Hyun Ji pun tersenyum ke arah Bong Pal, begitu pula Bong Pal yang tersenyum manis padanya.





Sesampainya dirumah, Bong Pal lebih dulu mengecek apakah Myung Chul ada disana. Tapi pamannya itu sudah tak ada dan meninggalkan TV yang masih menyala. Dia heran kenapa Myung Chul menonton video kelulusannya saat SMP. Hyun Ji menyipitkan mata melihat sosok pria berdiri didekat pintu memperhatikan Bong Pal. Belum sempat dia mengenali pria itu, Bong Pal udah mematikan TV –nya. Hyun Ji memohon agar bisa melihatnya sebentar saja, dia penasaran dengan tampang Bong Pal saat masih muda. Bong Pal menolak, mereka bisa menontonnya kapan – kapan lagi.



“Siapa yang memfilmkannya?”

“Ayahku. Dia pernah menjadi produser di perusahaan penyiaran. Aku pikir membuat film adalah hobinya.”

Hyun Ji bertanya apa saja yang Ayahnya Bong Pal sering syuting. Bong Pal pikir apa yang ayahnya syuting hanya hal – hal random saja. Hyun Ji kemudian dengan hati – hati bertanya kenapa Bong Pal tak tinggal dengan Ayahnya?

 “Semuanya terjadi begitu saja.” Jawab Bong Pal.

-oOo-



Myung Chul kini menenangkan diri dengan minum soju di kedai pinggir jalan. Ia kembali mengingat senyum licik yang terulas di wajah Hye Sung saat ia menjabat tangannya. Myung Chul mengepalkan tangan seolah merasakan kembali jabatan tangan Hye Sung.

“Aku yakin dia menyembunyikan sesuatu.” Gumam Myung Chul.

-oOo-



Seusai mandi, Bong Pal duduk disamping Hyun Ji untuk menonton TV. Keduanya nonton bersama dengan asyik sampai akhirnya drama di TV menunjukkan adegan ciuman. Sontak keduanya saling melirik satu sama lain dengan canggung. Apalagi saat Bong Pal menatap bibir merah muda milik Hyun Ji. Dia makin kikuk tak karuan.

“Aigoo.. aigoo~” ucap Bong Pal mematikan TV-nya. Mereka lebih baik tak menontonnya. Hyun Ji setuju, dia juga mau tidur saja.


Hyun Ji memegang dadanya yang masih berdebar kencang. berulang kali dia menghembuskan nafas untuk menenangkan hatinya yang sudah loncat – loncat tak karuan. Ia pun menutup kepalanya menggunakan selimut.

-oOo-



Seorang mahasiswa bersiul riang menuruni tangga. Ia menyalakan lampu untuk menerangi ruangan di lantai itu tapi sayangnya lampu tak mau menyala. Dia pun menggunakan bantuan lampu ponsel untuk mencari barang dan memilah peralatan dari dalam gardus. Sebuah desisan aneh seperti orang ketakutan terdengar di pojokan. Dia mencoba mengarahkan cahaya kesana karena ruangan gelap.

PLTAK!! Sebuah benda terjatuh didekat pria itu. Ia memungut benda kecil dihadapannya dan kembali menyinari pojokan ruangan itu. Dan betapa terkejutnya dia melihat pria dengan mulut meringkuk gemetaran di pojok ruangan. Tentu saja ia langsung lari terbirit – birit saat pria hantu itu menghampirinya

-oOo-


Pria yang semalam melihat hantu ternyata seorang Presiden Club. Dia menemui Chun Sang dan In Rang untuk mengatakan kejadian yang ia alami. Dengan lebay, dua manusia itu meraih tangan Presiden Club dan mengatakan kalau lingkar matanya hitam dan denyut nadinya lemah. Itu semua karena ada hawa hitam disekitar kepala Pres Club.

Mereka mengangkat kedua tangannya dengan alay, “Tapi tenang saja, kami akan memperlihatkan cahaya kepadamu. Serahkan semuanya pada kami. Kau hanya perlu membayarkan jasa kami.”

Wajah Pres Club berubah cerah saat mendengar penjelasan duo alay itu.


Keduanya pun langsung tertawa terbahak – bahak melihat kehadiran Bong Pal.


Exorcist cs langsung menuju TKP untuk melakukan pekerjaan mereka. Chun Sang dan In Rang tak henti – hentinya saling berpelukan dengan gemetar. Mereka memberitahukan bahwa hantu ada di berbagai tempat disekolah.


Chun Sang bertanya apakah dia sudah melihat sesuatu. Bong Pal menggeleng dan bertanya pada Hyun Ji, apa dia melihat sesuatu?

Sama halnya dengan Hyun Ji yang tak melihat atau merasakan kehadiran hantu itu. Bong Pal semakin mendekati pojokan ruangan. Langkahnya terhenti saat ia menginjak sesuatu. Bong Pal memungut benda kecil berbentuk lingkaran, sama dengan yang ditemukan oleh Presiden Club.

Teriakan terdengar tepat saat Bong Pal menemukan benda kecil itu. Mereka pun bergegas menuju ke sumber suara.


Di koridor sekolah, banyak mahasiswa yang berlari – lari ketakutan. Bong Pal heran melihatnya dan ia menuju ke sebuah ruang kelas diikuti duo comedic dan Presiden Club.



Terlihat tubuh orang mengerikan merangkak di lantai. Duo alay berteriak kesetanan dan langsung menutup pintu ruang kelas. Hyun Ji dan Bong Pal masih berada disana, keduanya merasa ada sesuatu yang aneh.

Orang mengerikan yang tadi merangkak tiba – tiba berdiri dan berjalan keluar kelas dengan takut. Chun Sang yang menahan pintu jejeritan saat bertatap muka dengan pria tadi.

“HANTU!” jerit mereka bebarengan.

Pria mengerikan berhasil keluar kelas tapi Chun Sang buru – buru menindihnya. Ia berseru kalau ia berhasil menangkap hantu.




Presiden Club kenal dengan pria yang di tindih Chun Sang. Dia adalah Hyun Kyu sunbae. Hyun Kyu jelas marah karena sudah diperlakukan seperti hantu. Dia menarik tasnya dan benda kecil berbentuk lingkaran tanpa sengaja terjatuh dari dalam tas dan berceceran dilantai.

Hyun Ji dan Bong Pal berdiri tenang memperhatikan kelakukan mereka.

-oOo-


Mereka kini berakhir di kantin menyaksikan Hyun Kyu yang makan dengan lahap. Dia mengatakan kalau benda kecil lingkaran itu adalah batu germanium yang bisa menahan rasa sakit dan untuk mengebalkan imun tubuh. Dia membeli semua itu.

“Apa yang terjadi padamu, sunbae?” tanya Presiden Club.

“Kau tahu kalau semua ini terjadi padaku, hasilnya mengecewakan.”


 
Seusai kejadian dengan Hyun Kyu, Bong Pal duduk bersama In Rang dan membahas mengenai pria malang itu. In Rang cukup tahu bagaimana sulitnya hidup sekarang ini, bahkan murid yang cukup pintar seperti Hyun Kyu harus bekerja menjual germanium pada organisasi penipu.

Tak lama kemudian Chun Sang datang sambil membawa satu kardus barang. Bong Pal langsung tahu, apa kau mendapatkan ini sebagai bayaran?

Chun Sang menggeleng tapi kemudian berubah anggukan. Dia memuji intuisi Bong Pal lalu menyodorkan gelang germanium pada Bong Pal. Bong Pal sama sekali tak tertarik, dia menyuruh Chun Sang untuk membayarnya dengan uang. Dia pun pergi.



In Rang menatap Chun Sang dengan tak percaya. Chun Sang berkilah karena Presiden Club tak punya apa – apa untuk membayar selain dengan germanium. Chun Sang menawarkan untuk menjual germanium itu pada Nenek In Rang.

Tunggu dulu... In Rang melihat tangan Chun Sang yang berbintik – bintik. Chun Sang keheranan, ada apa? Mereka pun kemudian sadar dan menatap gelang germanium dengan sebal.

-oOo-



Duo Detektif melihat mayat Lee Min Soo dan dokter yang menganalisa mayatnya mengatakan bahwa tubuh mayat ini tak menunjukkan sesuatu yang aneh, hanya saja kandungan alk*hol dalam darahnya sangat tinggi. Dan karena terjatuh dari ketinggian, tulang – tulangnya patah.

“Jadi dia membunuh wanita yang ia cintai lalu bunuh diri. Seperti cerita fiksi.” Desisi Detektif satu.

Rekan detektif itu menerima sebuah panggilan. Detektif satunya masih ada didalam ruangan bersama Dokter.



“Ini tak terjadi pada area tugasmu. Kenapa kau sangat tertarik?”

“Seseorang telah membuatku tertarik.”

“Siapa? Kau berbicara tentang Profesor itu?”

Detektif membenarkan dengan tatapan masih curiga dan serius. Detektif yang tadi menerima telefon kembali masuk dan memberitahukan bahwa Detektif itu harus segera kembali, Ketua memerintahkan mereka untuk menyerahkan laporan.



Karena rasa penasaran yang masih tinggi, Detektif itu ingin berkunjung ke rumah orang tua Hye Sung. Rekan Detektif itu langsung mengeluh karena kalau Ketua mengetahui hal ini, mereka akan kena marah.

“Kau bisa kembali ke kantor kalau kau tak mau.”

Namanya saja kerja bersama, Rekannya akhirnya luluh dan ikut untuk menuju ke rumah orang tua Hye Sung.

-oOo-


Adik Hyun Min panik saat mendengar kakaknya meraung – raung didalam kamar. Dia menghubungi Ayah untuk cepat pulang. Ibunya sedang tak ada dirumah tapi kakak bangun.



Adik menuju kamar Hyun Min dan menemukan seisi kamr sudah berantakan. Hyun Min duduk dengan tatapan kosong dan pelipis matanya berdarah. Adik panik dan berusaha melihat luka itu, apa kau tak apa – apa?

Hyun Min bangkit dan berusaha keluar kamar. Adiknya mencoba menghalangi dan meminta kakaknya untuk sadar. Hyun Min kalap hingga dengan dingin-nya, dia melemparkan sang adik ke lantai. Adik gemetaran memanggil Hyun Min tapi dia masih belum juga sadar.

Namun langkah Hyun Min tiba – tiba terhenti, dia suara isahan hingga ia pun berlari keluar kamar.



“OPPA!” jerit Adik.

Suasana berubah mencekam. Adik Hyun Min perlahan memutar kepalanya kesamping, ia menjerit ketakutan melihat sosok hantu wanita berdiri melihat kepergian Hyun Min.

-oOo-



Senyum In Rang tak henti – henti menghiasi wajahnya saat menulis disebuah kertas surat. Chun Sang datang sambil menyanyikan lagu girls day dan langsung merebut surat In Rang dengan penasaran. Dia membaca surat itu, kau ingin memberikan surat pada hantu?

In Rang berusaha keras merebut suratnya dari tangan Chun Sang hingga tanpa sengaja melayangkan pukulan ke matanya. Chun Sang lebay, kau memukulku karena hantu?

“Aku tak sengaja. Coba ku lihat.”

“Sepertinya aku tak bisa melihat.” Sandiwara Chun Sang sambil pura – pura buta dan memukuli wajah In Rang. In Rang kesal dan balik memukul. Kau sudah bisa lihat?


Perkelahian keduanya segera terhenti ketika Chun Sang menerima sebuah panggilan.

-oOo-

Murid – murid berjubel didepan kelas menantikan Hye Sung tapi ia tak kunjung datang. Seo Yeon pun mengirimkan pesan untuknya, [Profesor, aku lihat kau membatalkan kelas. Aku harap kau tak sakit.]

Mereka pun satu – persatu meninggalkan kelas, begitu pula dengan Se Yeon.


Bong Pal sampai didepan kelas dan melihat pengumuman pembatalan kelas. Hyun Ji yang paling girang. Bong Pal menyindirnya yang hanya suka bermain – main saja. Hyun Ji memasang wajah cemberut, tapi aku juga belajar dengan keras.

Ponsel Bong Pal berdering menerima panggilan dari Chun Sang.

-oOo-



Sama halnya dengan Hye Sung, Ibunya pun terlihat sangat mencurigakan saat kedua Detektif bertamu ke rumahnya. Dengan wajah gusar dia menanyakan maksud kedatangan mereka, apa ada hubungannya dengan Hye Sung?

Mereka membenarkan kemudian bertanya apakah Hye Sung datang kesana akhir – akhir ini. Ibu membenarkan dengan gugup, dia sering datang kesana. Detektif kembali bertanya, kapan terakhir kali dia kesana?



“Mm.. aku tak yakin..” jawab Ibu ragu. Namun tiba – tiba matanya membulat terkejut saat melihat ke luar jendela. Duo Detektif pun menoleh, mereka sama terkejutnya melihat kehadiran Hye Sung disana.


Hye Sung mengantarkan Duo Detektif ke depan rumah, dia bertanya dengan ramah. Apa kalian sudah menemukan yang kalian cari?

“Kami sendiri tak yakin. Silahkan tanya saja pada ibumu.” Jawab Detektif kemudian pamit pergi pada Hye Sung. Dia juga permisi pada ibu yang menunggu mereka dari kejauhan.



Setelah keduanya pergi, Hye Sung menoleh ke arah Ibu. Ibu sontak berjingkat ngeri. Ia buru – buru masuk ke dalam rumah. Wajah Hye Sung pun seketika mengeras, seperti marah sekaligus ada rasa takut juga kedoknya akan terbongkar.

-oOo-


Bong Pal sampai ke rumah Hyun Min dan adiknya langsung menjelaskan dengan panik. Orang tuanya sudah mencari Hyun Min yang menghilang tapi belum juga ada kabar. Dia juga melihat hantu Soo Kyung. Ia khawatir kalau Soo Kyung akan melukai kakaknya.

“Dimana kira – kira Soo Kyung akan pergi?”

Adik Hyun Min menunjukkan foto kakaknya bersama Soo Kyung ditepi sungai. Dia pikir Soo Kyung akan pergi kesana.


Hyun Min berjalan lemas tanpa gairah di jembatan. Ia mulai terseok – seok dan bersender ke tepian jembatan.


Soodae cs melajukan mobilnya dengan kencang. In Rang berhasil melihat Hyun Min berjalan dijembatan. Ia menyuruh Chun Sang untuk semakin mempercepat lajunya.

Tapi mobil reot itu tak lagi memiliki tenaga untuk melaju dan mogok ditengah jalan. Tak punya waktu lagi, Bong Pal dan Hyun Ji memilih berlari menuju ke tempat Hyun Min. Hyun Min sekarang mulai melewati pagar jembatan.

“Aku akan pergi lebih dulu.” Ucap Hyun Ji kemudian menghilang.




Hantu Soo Kyung berada dibelakang Hyun Min. Hyun Ji bergegas menahan tubuhnya dan memarahinya yang sudah berniat membunuh manusia. Soo Kyung meronta kesal, siapa yang mau membunuhnya? Aku akan menyelamatkannya.

“Aku akan mengikutimu, Soo Kyung.” Gumam Hyun Min melepaskan pegangannya. Soo Kyung menjerit ketakutan, JANGAN!


Bong Pal tanpa pikir panjang segera melompat kedalam sungai setelah melihat Hyun Min menceburkan diri. Huh, akhirnya ia pun berhasil menyeret Hyun Min ketepian.



Nafas Hyun Min tersengal – sengal, Soo Kyung muncul dihadapannya. Dia mengusap wajah mantan kekasihnya itu dengan penuh kasih sayang, “Hyun Min, jangan lakukan hal semacam ini.”

Hyun Min berhasil melihat kehadiran Soo Kyung. Keduanya bertatapan dengan sedih.

KILAS BALIK


Hyun Min terkejut saat menerima hasil tes yang menunjukkan kalau dia memiliki tumor otak. Dan memiliki masa hidup sekitar tiga bulan lagi (OMG, Joon Young –shi). Hyun Min bertanya bagaimana dengan operasi?

“Kau bisa saja melakukan operasi. Tapi aku tak bisa menjamin apapun.”



Setelah menerima berita buruk, Hyun Min mabuk – mabukan dan berjalan ditengah jalanan sampai hampir tertabrak mobil. Untungnya Soo Kyung datang menyelamatkan dia. Soo Kyung memarahi sikap sembrono Hyun Min yang bisa membahayakan hidupnya sendiri.

“Aku memang sudah menyerah dengan hidupku.”

Soo Kyung yang masih belum mengenal Hyun Min berani menasehatinya. dia harus tetap semangat untuk hidup, entah hal buruk apa yang menimpanya tapi semua itu bisa saja berubah baik dikemudian hari. Ia mengepalkan tangannya, Ajja  ajja fighting.

Hyun Min ikut mengepalkan tangan dan tersenyum saat melihat Soo Kyung pergi.



Beberapa hari berlalu, dan mereka kembali dipertemukan di sebuah mini market. Soo Kyung terperanjat kaget saat seorang customer akan membayar, dia bahkan tak sadar saat label menempel diwajahnya. Soo Kyung tersenyum mengenali Hyun Min sebagai si pria mabuk. Kopi memang lebih baik dari alkohol.

Setelah kopi dibayar, Hyun Min beregegas pergi tapi Soo Kyung memanggilnya. Kopinya tertinggal satu. Hyun Min mengatakan kalau kopi itu memang untuk Soo Kyung.

Hyun Min dengan kikuk berjalan menghampiri Soo Kyung lagi dan mengambil label di wajahnya. Ia langsung berbalik sambil tersenyum lalu menempelkan label itu kewajahnya. Auwww, sweet.


Hari demi hari berlalu, mereka semakin dekat dan Hyun Min seringkali menantikan kepulangannya.

Hyun Min mengungkapkan pada Soo Kyung bahwa dia akan melakukan perjalanan untuk beberapa waktu. Soo Kyung berharap kalau Hyun Min cepat kembali. Hyun Min meyakinkan dan akan segera berlari menemui Soo Kyung saat pulang.

“Hati – hati ya.” Ucap Soo Kyung.

Hyun Min sudah ada dirumah sakit. Dia bertanya pada dokter dengan takut – takut, bagaimana dengan operasinya nanti? Dokter mengatakan kalau mereka akan berusaha sebaik mungkin.

“Tolong, aku masih ingin hidup.” Ucap Hyun Min. Dia kemudian melihat foto dirinya bersama dengan Soo Kyung.


Soo Kyung tengah berbelanja, dia menerima panggilan dari Hyun Min.  Senyumnya mengembang dengan senang tapi seketika senyum itu pudar.

Maafkan aku. Mungkin... aku tak akan bisa kembali padamu. Karena itu aku akan jujur padamu. Sejujurnya...”

Soo Kyung berlari keluar mini market dengan panik. Pikirannya kalut.. dia berlari melewati jalanan tanpa sadar ada sebuah mobil yang melintas dan menabrak tubuhnya. Soo Kyung terkulai di jalanan.

Soo Kyung, aku merindukanmu.” Desis Hyun Min dalam telefon.


Hyun Min merajuk dalam tidurnya, ia tersadar setelah menjalani operasi. Adiknya segera memanggil orang tua mereka.



Ambulan sampai untuk membawa mayat Soo Kyung. Ponselnya berdering dan petugas ambulan yang memungutnya.

Diseberang telefon, Hyun Min kaku. “Apa...?”


Kini Hyun Min memegang abu Soo Kyung dengan sangat – sangat sedih. Dia tak kuasa menahan tangisnya saat memeluk abu itu.

KILAS BALIK BERAKHIR
-oOo-
Catatan: Mau nambah lagi kisah Soo Kyung – Hyun Min! :D Aku lihat Oppa yg jadi Hyun Min di drama Park Min Young 'A New Leaf' kayaknya. 

6 Responses to "SINOPSIS Let’s Fight Ghost Episode 10 Bagian 1"

  1. Kenapa ibu Hye Sung ketakutan sama anaknya sendiri jadi tambah penasaran kak makasih ya kak udah cepat buat sinopsisnya gomawo unnie cheer up tunggu part 2nya...

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Lanjutin y cerita y makasih .untuk saat ini nur ga bisa momen

    ReplyDelete
  4. Yg jd Hyun Min yang main di Secret Hotel brg Yoo In Na sm Nam Gong Min

    ReplyDelete
  5. Hwaitingggggg...semangatttt nulus sinopnya mba.duhhh makin penasaran sm kisahnya bonghyun couple ini

    ReplyDelete
  6. Hwaitingggggg...semangatttt nulus sinopnya mba.duhhh makin penasaran sm kisahnya bonghyun couple ini

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^