SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 4 Bagian 2

SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 4 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: tvN
Seusai acara makan malam yang gagal, Ha Won membersihkan piring kotor. Ahjumma datang untuk mengerjakan tugas itu, dia masih bersikap formal pada Ha Won. Ha Won memintanya untuk bersikap biasa saja, dan panggil saja dia Ha Won.

Ahjumma menolak, bagaimanapun dia tetaplah pekerja di skyhouse dan Ha Won adalah tamu dari ketua.

“Siapa yang perduli? Yang lebih penting adalah orangnya daripada (aturan) dalam rumah.” Tandas Ha Won. Ahjumma pun akhirnya menyetujui permintaan tersebut.





Keduanya kini mengobrol sambil membicarakan acara makan malam yang gagal. Ha Won mengaku kalau acaranya gagal total bahkan mereka lebih memilih mati kelaparan ketimbang makan bersama. Ahjumma mengerti, mereka memanglah kaya tapi tetap saja menyedihkan. Sejak kecil, Tuan Muda Hyun Min sudah terbiasa makan sendiri. Oleh karena itu, dia canggung kalau harus makan bersama.

“Kenapa dia makan sendirian?”

Alasannya karena Ayah Hyun Min meninggal dan Ibunya terlalu sibuk pergi setiap hari. Hyun Min mengalami waktu yang sulit dan CEO Kang mengirimnya sekolah diluar negeri. Dia pun akhirnya makan dan tidur sendirian selama ini. Memikirkannya saja sudah membuat Ahjumma merasa terluka.


“Bagaimana dengan yang lainnya?”

Kalau untuk Seo Woo, dia hidup menggunakan wajahnya. Jadi dia terlalu menjaga image –nya, makanya dia tak suka makan terlalu banyak. Tapi Ahjumma yakin kalau Seo Woo membutuhkan banyak asupan makanan agar bisa bernyanyi. Kau pikir begitu, ‘kan? Aku juga merasa kasihan padanya.

“Lalu, bagaimana dengan Kang Ji Woon?”



Sedangkan untuk Ji Woon, Ahjumma mengaku jarang melihatnya ada di skyhouse. Sekalinya dia kesana, Ji Woon malah mengunci diri di kamar. Mungkin memang karena dia tidak terbiasa tinggal dirumah ini.

“Kenapa tidak?”

 Karena baru setahun ini, Ji Woon diketahui sebagai cucu dari CEO Kang. Dan masalah ini tak bisa diterima begitu saja.


Ha Won masuh duduk di meja makan sambil merenungkan informasi yang ia dapat dari Ahjumma. Dia terlihat sedih tapi beberapa saat kemudian, sebuah ide melintas dalam pikirannya. Ha Won menjetikkan jari dengan wajah sumringah.

-oOo-


Keesokan harinya, Seo Woo bersiap untuk berangkat syuting. Dia menemukan sebuah kantung berada di mobil. Rupanya itu makanan yang sudah dipersiapkan oleh Ha Won. Sebuah note juga terletak didalamnya, ‘Pastikan kau sarapan! Semoga syuting sampul CD –mu berhasil!

Seo Woo menemukan sebotol susu ada disana, dia pikir aku masih anak – anak?

Manager Seo Woo keheranan, biasanya dia tak minum susu sebelum syuting. Seo Woo tersenyum, sepertinya hari ini dia ingin minum susu.


Ha Won masuk menuju ruang pribadi Ji Woon. Dia mencoba mencari – carinya tapi rupanya dia tak ada disana. Ha Won berniat memegang sebuah benda dalam kotak.

“Apa yang kau lakukan?” tegur Ji Woon masuk.

Ha Won mengatakan kalau benda itu hampir jatuh. Ji Woon menyuruhnya untuk tak memegang apapun dan meninggalkan ruangan ini. Pergi!

“Kenapa kau selalu mengatakan hal itu? Bahkan disini tak ada tempat untuk pergi.”

“Pergi!”



“Apa kau kecewa karena faktanya aku pindah kesini?”

Ji Woon tak perduli karena semua itu pilihan Ha Won. Ha Won sendiri yang sudah memilih masuk ke tempat yang tak dia ketahui. Hanya saja dia meminta Ha Won untuk meninggalkannya sendiri. Ha Won bertanya, apa dia sedang mengancamnya? Tapi asal dia tahu, kalau mentalnya itu sekuat baja sehingga ancaman tak akan mempan padanya. Dan dia adalah tipe orang yang akan menjalankan tugas yang sudah diembannya. Jadi dia tak bisa berjanji untuk membiarkan Ji Woon sendiri.

“Kalau kau ingin bermain seperti keluarga yang bahagia, pergi dan cari tempat lain?”

Ha Won mulai terpancing mendengar ucapan Ji Woon. Dia bertanya, apakah pernah dia berfikir kalau tempat ini adalah rumahnya? Kau pernah mencoba untuk menerima penghuni rumah ini sebagai keluargamu? Kau hanya perduli dengan perasaanmu sendiri. Jadi kau tak perduli kalau melukai perasaan orang lain, ‘kan? Kau tak akan pernah punya keluarga kalau kau terus berada diruangan gelap sendiri.

Ha Won meninggalkan Ji Woon, tapi sebelum itu dia mengucapkan terimakasih karena Ji Woon kemarin sudah menemukan dan memberikan buket bunganya.


Sekarang giliran Hyun Min yang ditemuinya, dia tengah bermain game asah otak. Wah, Ha Won tak pernah berfikir kalau dia menganggap hal semacam ini menyenangkan. Hyun Min rasa Ha Won terlalu meremehkan orang lain. Apa kau pikir aku hanya perduli dengan wanita?

Ha Won membenarkan. Hyun Min dengan yakin mengatakan kalau tak ada wanita yang bisa kabur dari karismanya.

“Aku bahkan tak bisa menemukan pintu menuju sesuatu yang kau sebut karisma.” Ejek Ha Won.



Ha Won menemukan ada rubik diatas meja, dia sering memainkan itu saat kecil. Dia menantang apakah Hyun Min mau mengabulkan permintaannya kalau dia bisa menyelesaikan rubik itu. Hyun Min setuju, dia akan mengabulkannya kalau Ha Won berhasil menyelesaikan dalam waktu 2 menit.

Yap. Waktu dimulai dan Hyun Min tersenyum melihat jemari Ha Won tak terlalu terampil memainkannya. Dia langsung merebut rubik itu saat waktu habis. Ha Won mengeluh karena waktunya masih kurang.

Sekarang gantian Hyun Min yang memainkannya, tap tap tap. Belum dua menit, dia berhasil merampungkan rubik itu. Ha Won terperangah karena jari Hyun Min bergerak dengan sangat cepat.

“Sepertinya aku tak bisa mengabulkan permintaanmu.”


Ponsel Hyun Min berbunyi, dia mengangkatnya dan berkata akan segera keluar. Dia memberikan rubik itu ke tangan Ha Won. “Senangnya..” ucap Hyun Min seraya menepuk pundak Ha Won.

-oOo-


Ji Woon merenungkan kembali ucapan Ha Won tadi. Dia mengingat ucapannya yang mengatakan kalau Ji Woon hanya perduli pada dirinya sendiri. Dia tak memikirkan perasaan orang lain bahkan saat melukai perasaan orang itu. Ji Woon ingat bagaimana dia memperlakukan Ha Won dengan buruk dan menaburkan uang tepat didepan wajahnya.

Apalagi kata – kata Ha Won kalau Ji Woon sendiri yang tak pernah berfikir kalau penghuni di skyhouse sebagai keluarganya.

Ponsel Ji Woon berbunyi saat menerima panggilan dari Hye Ji. Dia tersenyum kecil dan mengangkatnya. Dia kemudian mengatakan akan segera menuju ke tempat Hye Ji sekarang.

-oOo-



Hyun Min sibuk mengirim pesan pada Ha Won disaat sedang duduk bersama pacarnya. Pacar Hyun Min jelas penasaran dan merebut ponselnya, apa dia punya gadis lain? Hyun Min pikir dia memang selalu punya gadis – gadis disekitarnya. Pacar Hyun Min merengut, apa yang kau katakan?

“Kau mau putus denganku sekarang? Atau minggu depan?” gertak Hyun Min.

Pacar Hyun Min segera bungkam, dia makan kentang gorengnya dengan hati – hati. Hyun Min kesal sendiri, dia seharusnya makan dengan bernafsu. Pacar Hyun Min menolak, dia kan tahu kalau Hyun Min tak suka gadis yang suka makan.



“Kenapa kau sangat mudah ditebak?” Keluh Hyun Min. Dia bertanya apa gadis itu bisa meninju seseorang. Pacar Hyun Min menunjukkan dua kepal tinju lemah yang cenderung so’ manis itu. Hyun Min lalu menunjukkan pipinya, dia meminta gadis itu untuk memukulnya. Pacar Hyun Min jelas saja menolak, bagaimana bisa dia memukulnya? Aku punya tinju yang lemah.

“Hah, membosankan. Aku tak bisa bermain denganmu lagi. Ayo putus saja!” ucap Hyun Min seraya bangkit. Anyeong~

-oOo-




Ibu dan Yoo Na duduk dengan wajah masam mengingat Ha Won sudah tinggal di skyhouse. Mereka masih belum percaya tapi bagaimana pun juga Yoo Na sudah melihat photo Ha Won diponsel Ja Young.

Ibu pernah dengar kalau Sky House itu sangat besar, jadi mungkin saja butuh banyak pekerja. Ha Won mungkin direkrut menjadi pekerja dan berkeliling mengambil foto. Yoo Na kesal, dia bilang kalau dia diundang oleh CEO Kang. Ibu fikir mungkin ini semua karena Ha Won pintar dalam bekerja. Menjadi tukang cuci piring saja sudah sebuah keajaiban. Dia yakin!

“Ibu!” pekik Yoo Na kesal. Terus kenapa Sekretaris dari Haneul Grup secara pribadi mengambil barang – barangnya!

Ibu terpaku, dia mendesah kesal mengingat semua itu. Yoo Na menunjukkan wajah penuh tekad, dia akan membuktikannya dengan melihat dengan matanya sendiri.

-oOo-


Hyun Min keluar dari cafe, dia menghubungi Ha Won untuk mengajaknya bermain. Ha Won menolak, dia sibuk jadi kalau Hyun Min tak mau membantunya maka tinggalkan dia sendiri.

“Aku akan membantumu.”

“Benarkah?”

Hyun Min mengiyakan, dia lebih mengenal mereka. Ha Won penasara, apa kau punya rencana?

“Tentu saja.”



Yoo Na sampai di Sky House dengan menggunakan syal serta kacamata hitam. Dia terperangah melihat rumah mewah nan megah itu. Jadi Eun Ha Won tinggal dirumah ini?

Mobil biru milik Hyun Min sampai kesana dan tak lama setelah itu Ha Won keluar. Mereka berdua pergi bersama.

“Apa – apaan? Bukan hanya tinggal disini, dia juga menempel pada Hyun Min seperti lem?” kesalnya.


Hyun Min dan Ha Won sampai ke sebuah butik dengan diikuti oleh Yoo Na tanpa mereka sadari.

Ha Won heran kenapa mereka harus kesana? Hyun Min menyuruhnya untuk menurut saja, dia akan melakukan rencana sesuai caranya sendiri. Dia meminta Ha Won untuk berganti pakaian. Sebenarnya Ha Won ogah – ogahan tapi Hyun Min mengancamnya, apa kau tak mau menyelesaikan misimu?

“Baik, baik! Aku akan menggunakannya!”

Hyun Min berniat masuk kedalam ruang pas bersama Ha Won. Tapi Ha Won langsung menatapnya dan mengedikkan dagu agar Hyun Min cepat pergi. Hyun Min hanya beralasan akan menutup pintu, ia pun dengan patuh menunggu diluar.




Plan nomor 3: Buat hati mereka berdebar!

Ha Won keluar dari ruang pas menggunakan dress selutut berwarna hitam dengan motif bunga. Tapi itu bukan selera Hyun Min, dia memintanya untuk berganti. Entah mau baju seperti apa yang Hyun Min pilih sampai dia terus memintanya untuk berganti pakaian.

Dengan menggunakan dress putih, Ha Won keluar dengan wajah cemberut dan akhirnya Hyun Min memilih dress itu. Ha Won tersenyum senang, benarkah? Tapi, apa ini akan membantuku menjalankan misi?

“Tentu saja.”



Hyun Min menunjuk ke tiga baju. Pelayan mengira kalau Hyun Min akan memilih tiga baju itu tapi ternyata orang kaya punya pikirannya sendiri, dia mengatakan kalau dia akan membeli semua kecuali tiga baju yang ditunjuknya. Ha Won menegur Hyun Min yang pamer kekayaan. Hyun Min mengklaim kalau barang itu adalah hadiah. Ha Won menolaknya, dia tak membutuhkan semua itu!

“Terserah aku dong.”

Perut Ha Won berbunyi dengan kerasnya. Hyun Min tersenyum dan mengajaknya untuk makan.

“Ini bukan waktunya untuk makan.”

“Aku akan mengatakan padamu caranya membujuk mereka.” yakin Hyun Min seraya membimbing Ha Won untuk pergi.



Yoo Na keluar dari tempar persembunyiannya dan meminta pada pelayan untuk menunjukkan pakaian yang tadi dibeli gadis itu. Pelayan masih melihat penampilan norak Yoo Na dari ujung kaki sampai kepala.

“Apa kau tak mendengarku?”

Pelayan itu memberikan pakaian yang sama dengan milik Ha Won. Wah, harganya 5 juta won atau setara 50 jutaan rupiah. Yoo Na menganga tak percaya, dia buru – buru mengambil ponsel dari saku. “Ah, hallo? How are you?” ucapnya seraya ngeloyor pergi.

-oOo-


Ji Woon sampai ke tempat Hye Ji dan menemukannya tertidur dimeja. Ia tersenyum menatap gadis pujaan hatinya ini. Dia pun menyelampirkan jaketnya untuk menghangatkan punggung Hye Ji.



Kilatan ingatan Ji Woon memperlihatkan, suatu malam yang dingin dia duduk didepan pintu ruang pribadinya di Sky House. Ji Woon tertidur sambil memeluk kedua kakinya. Ia tersadar ketika ada wanita berambut panjang yang menyelampirkan jaketnya untuk Ji Woon.

Bisa dipastikan kalau wanita itu adalah Hye Ji, ‘kan?



Saat terbangun dari tidurnya, Hye Ji meminta maaf karena sudah memanggil Ji Woon tapi dia sendiri ketiduran. Ji Woon tak mempermasalahkannya, ayo pergi. Hye Ji heran, kemana?

“Ayo makan.”

Hye Ji sebenarnya tak ingin mencari makan soalnya dia mengundang Ji Woon untuk menanyakan soal Hyun Min. Ji Woon beralasan kalau dia lapar, jadi mereka makan dulu saja. Hye Ji pun tak bisa memaksakan permintaan sahabatnya ini.



Mereka berdua sudah duduk di sebuah restoran yang terlihat mewah. Hye Ji menebak kalau Ji Woon sudah merencanakan semua ini. Ji Woon bercanda, oops, aku ketahuan. Kau bilang kau mau mentraktirku.

“Aku pikir aku akan membeli makanan paling murah disini.”

Ji Woon memintanya untuk membeli makanan yang paling mahal saja. Dia akan membelikannya. Hye Ji setuju, dia akan membeli apapun yang dia inginkan. Ji Woon mempersilahkannya, makan yang banyak dan tumbuh tinggi.

“Hey, aku bukan anak kecil. Kenapa kau selalu bersikap seperti kakak bagiku? Tapi aku bersyukur karena kau bukan kakakku.”


Tak lama setelah itu, giliran Hyun Min dan Ha Won yang sampai kesana. Hyun Min sedang memuji Ha Won yang tampak cantik dengan bajunya. Tapi seketika itu juga, sikap Hyun Min berubah kaku melihat ada Hye Ji disana. Dia buru – buru mengajak Ha Won untuk pergi.

Ha Won menolak, ayo makan bersama saja.

“Tak apa – apa, ‘kan?” tanya Ha Won pada Hye Ji.


Suasana sungguh sangat – sangat kikuk diantara mereka, apalagi tatapan Hyun Min dan Hye Ji terlihat tak bersahabat. Hye Ji memuji penampilan Ha Won yang tampak berbeda dengan baju itu. Ha Won sendiri malah merasa sedikit canggung berpenampilan seperti ini. Hye Ji bertanya, apa Hyun Min yang membelikannya untukmu? Sepertinya tak semua orang bisa membelinya, nampaknya dia memilih salah satu yang terbaik.

“Tunggu, benarkah?” tanya Ha Won pada Hyun Min.

“Dia hanya iri karena aku membelikan baju baru untukmu.”

“Apa menyenangkan tinggal di Sky House?” tanya Hye Ji lagi.

“Tentu saja menyenangkan. Dia tinggal disana sebagai tunangku.” Sela Hyun Min.



Makanan telah dihidangkan dan Hye Ji meminta agar kerangnya dimasak sedikit lebih lama. Ji Woon melarangnya karena Hye Ji tak suka makan kerang yang terlalu matang. Hye Ji tak apa – apa soalnya dia tahu kalau Hyun Min tak bisa makan kerang kalau tak matang sampai dalam. Dulu saat masih SD, dia makan kerang yang belum terlalu mata dan akhirnya masuk rumah sakit.

“Tak apa – apa. Aku tak akan memakannya.”

Hyun Min meletakkan daging ke pemanggang sedangkan Ha Won tertarik dengan makanan yang ada dihadapan Hyun Min. Dia berniat mengambilnya tapi tanpa sengaja tangannya menyentuh pemanggang.




Hyun Min panik untuk menyelamatkan tangan Ha Won sampai – sampai dia menumpahkan jus ke bajunya. Ha Won mengeluh karena Hyun Min sudah menumpahkan minuman ke baju mahalnya. Bagi Hyun Min baju bukan hal yang penting.

“Kau tahu aku orang yang ceroboh, ‘kan? Kau membuatku tak bisa menelan karena harus makan menggunakan baju mahal.”

“Aku bisa membelikan baju seperti ini lagi, kapanpun.”

“Tidak usah. Aku akan mengembalikannya.”

Pertengkaran mereka membuat Hye Ji dan Ji Woon tak nyaman. Sedangkan Ha Won sama sekali tak sadar, dia permisi untuk pergi ke toilet.


Suasana canggung kembali terasa, apalagi Ji Woon bisa melihat Hye Ji sedang menahan perasaannya. Hye Ji kini diam sambil meremas kainnya.



Ha Won membasuh bajunya yang kotor sambil mendesis sebal. Tapi dia seketika diam saat melihat Ji Woon tengah memperhatikannya. Apa yang kau lakukan?

“Apa kau senang karena Kang Hyun Min membelikanmu baju mahal dan membawamu makan ke tempat ini?”

Ha Won mengira kalau Ji Woon sedang menabuh genderang perang dengannya lagi. Ji Woon mendekat pada Ha Won, dia juga bisa memberikan sebanyak yang Hyun Min berikan.


“Apa maksudmu?” tanya Ha Won.

Ji Woon kira alasan Ha Won datang ke Sky House hanya untuk alasan ini. Terlihat menyedihkan. Ha Won pikir kalau Ji Woon terlalu meremehkannya. Tujuannya bekerja disana lebih bagus dari pada semua itu. Dia mendengar kalau Kang Bersaudara tak pernah makan bersama. Jadi, dia akan membuat mereka menjadi keluarga yang sesungguhnya.

“Sekali lagi kau mengatakan keluarga. Aku akan membuatmu menyesal.”

“Jeez, meskipun kau membencinya, kau sepupuan, dan keluargamu...”



Ji Woon mendesak Ha Won ke dinding, “Hanya sampai sini aku bisa menahan semua kekacauan yang kau buat.”

Ji Woon peri meninggalkan toilet sedangkan Ha Won masih berdiri dengan gugup. Ini neraka! Pekerjaan paruh waktu dari neraka!

Ji Woon berjalan kembali ke tempat makan, pembicaraannya dengan Ha Won telah membuatnya ingat dengan percakapannya bersama CEO Kang.
KILAS BALIK




Ji Woon protes pada CEO Kang yang memintanya untuk berganti dari Han Ji Woon menjadi Kang Ji Woon dalam semalam. CEO Kang tak bisa menerima cucunya itu hidup sebagai Han Ji Woon, si tukang bengkel mobil. Dia sekarang hidup didunia yang berbeda dengan mereka.



Ji Woon kekeuh, karena baginya mereka adalah keluarga. Dia sudah tinggal bersama mereka lebih lama. Bagaimana bisa dia membuang keluarganya?

CEO Kang menegaskan bahwa mereka bukan lagi keluarga ataupun teman Ji Woon. Mereka hanya akan menganggap Ji Woon sebagai tempat untuk meminjam uang. Jadi CEO Kang tak akan membiarkannya hidup sebagai Han Ji Woon.

Ji Woon pergi meninggalkan kakeknya dengan kekesalan yang membuncah.



Disisi lain, Ibu Hyun Min menegaskan pada putranya kalau dia adalah pewaris Haneul grup. Jadi dia jangan sampai lengah dengan orang yang disebut sebagai saudara. Dia harus menjaga posisinya!

Hyun Min menanggapi dengan santai, toh dia tak menganggap siapapun sebagai keluarga. Lagipula dia rasa Ji Woon hanya bingung karena kakek kayanya datang tiba – tiba muncul. Tapi dia yakin Ji Woon tak akan tahan satu hari saja.


Tanpa keduanya sadari, Ji Woon mendengarkan pembicaraan dari balik tembok.
KILAS BALIK BERAKHIR



“Akhirnya aku terus yang bertanya, Apa kau yang membawa Eun Ha Won ke Sky House? Katakan dengan jujur.”

Tentu saja Hyun Min membenarkan ucapan Hye Ji, siapa lagi yang mau kalau bukan dia yang membawa pacarnya? Hye Ji kembali kikuk, dia pikir kalau Eun Ha Won terlihat berbeda. Hyun Min lagi – lagi mengamini ucapannya, dia bisa melihatnya sendiri. Ha Won benar – benar berbeda.

Hye Ji tak bisa menahan amarahnya lagi, dia meletakkan garpu dengan kasar. Dia merasa sudah mengganggu kencan mereka. Dia akan pergi saja,


Ji Woon kembali dari toilet dan melihat kepergian Hye Ji. Dia tanya apa yang sudah Hyun Min katakan sampai membuat Hye Ji pergi. Hyun Min mengaku tak mengatakan apa – apa. Ji Woon tak percaya, tapi dia pergi sebelum menyelesaikan makanannya. Apa yang kau katakan padanya? Kau memang pintar membuatnya terluka.

“Kau juga pintar menyembuhkan lukanya. Seperti saat pertama kalinya kau datang ke Sky House.”

“Sepertinya kau sangat membencinya. Karena kau masih menganggap Hye Ji sebagai wanitamu?”

“Tidak. Tak pernah!”



“Apa kau mengatakannya dengan tulus?” tanya Ji Woon.

Tulus? Hyun Min tak memikirkan omong kosong macam itu. Ji Woon melihat ada Ha Won yang kembali dari toilet. Dia kembali menegaskan pertanyaanya pada Hyun Min, kau berkata kalau kau sama sekali tak mempunyai ketulusan, ‘kan?

“Kau akan mulai terobsesi saat kau mulai tulus dengan hal itu. Kenapa aku melakukannya pada diriku sendiri? Itu hanya membuat kesenangan dalam hidupku hilang.”

Ji Woon tak mengatakan apapun lagi dan pergi untuk mengejar Ha Won.


Ha Won kembali dengan wajah polos, “Apa? Mereka sudah pergi?” tanyanya pada Hyun Min.



Klakson truk terdengar nyaring saat Hye Ji menyebrang jalan dengan melamun. Pikirannya masih kalut karena pria kecintaannya benar – benar sudah mengabaikannya. Ji Woon terkejut, dia buru – buru menarik Hye Ji ketepian. Dia meminta Hye Ji untuk sadar! Apa yang dia lakukan?

“Memangnya apa yang harus aku lakukan?”

Ji Woon ingin berbicara sebagai teman. Tapi Hye Ji menjadi satu – satunya yang terluka, kenapa dia bertingkah seperti ini ketika dia tak bisa bicara dihadapan Hyun Min?

“Aku tak punya banyak keinginan.”

“Memangnya apa yang kau inginkan?”

“Aku hanya ingin gadis itu pergi dari sisi Hyun Min.”


Hyun Min heran saat Ha Won terus menatapnya, memangnya ada apa? Tapi tatap saja dia sepuasnya kalau begitu, toh ketampanannya tak akan luntur kalau terus ditatap oleh Ha Won.

“Tapi, kenapa Hye Ji pergi begitu saja? Sulit untuk menebak kemana Ji Woon akan pergi. Tapi aneh kalau Hye Ji yang pergi begitu saja.”

Hyun Min meminta Ha Won untuk memikirkan dirinya sendiri.



“Kenapa kau sangat kejam pada Hye Ji? Apa kau menyukainya? Kau membawaku ketempat pernihakan karena dia kan, bukan karena CEO?” tanya Ha Won penuh selidik.

Hyun Min menyangkal. Ha Won memintanya untuk berhenti mengganggu gadis pujaannya seperti anak kecil. Hyun Min menyipitkan matanya, apa kau cemburu?

Ha Won memukul dada Hyun Min lirih, Yaampun! Tak usah dipikirkan! Huh!


Mobil Hyun Min berhenti didepan sebuah rumah. Ha Won keheranan karena Hyun Min tak membawanya pulang ke Sky House. Hyun Min menunjuk rumah itu sebagai rumah Ha Won. Dia tak punya kesempatan untuk sukses, dia akan diusir setelah itu. Meskipun sukses tapi dia tetap akan diusir, karena takdirnya memang harus diusir.

“Kenapa kau menentukan takdirku?”

Karena Hyun Min akan mengencani Ha Won, jadi dia punya hak melakukannya, ‘kan? Aku biasanya mengabulkan permintaan pacarku saat putus. Tapi aku akan mengabulkan permintaanmu saat ini. Ayo turun dan lihatlah!



Hyun Min merangkul Ha Won sambil membanggakan dirinya sendiri, dia memang pria luar biasa. Ha Won melirik ke arah tangan nakal Hyun Min, dia langsung menarik dan memelintirnya. Dia menegaskan kalau dia tak akan menjadi pacar Hyun Min! Dan jangan sampai curi – curi kesempatan seperti ini lagi atau dia akan membuat Hyun Min merangkak pulang ke rumah!

Ha Won melepasnya dan segera masuk kedalam mobil. Hyun Min meringis kesakitan dengan kesalnya.

-oOo-


Sampainya dirumah, Ha Won mencuci pakaian mahalnya dengan kesal. Dia harus berhadapan dengan anak – anak kunyuk itu. satu –nya suka melakukan apa saja yang diinginkan, dan satunya lagi suka memaksa dengan fisik. Hah! Tapi dia harus semangat, dia harus menghadapi mereka satu – satu.




Ha Won selesai memasak banyak makanan. Dia memasukkan Kang bersaudara ke grup chat dan mengirimkan pesan. [Ayo makan bersama! Aku tunggu satu jam di halaman belakang yah! Ini terakhir kalinya aku memintanya pada kalian.]

Tak buang waktu lama Ji Woon, Seo Woo dan Ji Woon secara berurutan meninggalkan grup.



Seo Woo keluar dari kamarnya setelah lelah membuat musik. Dia menyibakkan korden dan tanpa sengaja sebuah kertas melayang jatuh dihadapanya, dia menemukan kupon gratis. Dia pun ingat kalau kertas itu milik Ha Won yang jatuh ke sungai.

Seo Woo menemukan kertas – kertas Ha Won masih dijepiti di tali, dia belum membuangnya. Seo Woo melihat kertas sobekan betuliskan ulang tahun. Ia pun menyatuhkan kertas sobekan itu, “Mwoya? Hari ini ulangtahunnya?”



Seo Woo sibuk mencari – cari sesuatu. Yoon Sung datang dengan dan bertanya apa yang sedang dia lakukan. Seo Woo memberitahukan kalau hari ini adalah hari ulang tahun Ha Won. Dia sedang mencari – cari benda untuk merayakannya. Dia akan merayakannya karena Ha Won diusir dari rumah, jadi keluarganya mungkin tak mengucapkan selamat padanya. Dia mungkin akan sedih.

Seo Woo menemukan sesuatu, dia mengajak Yoon Sung menyiapkannya bersama. Mereka punya waktu satu jam karena Ha Won mengajaknya berkumpul di halaman belakang.


Disisi lain, ada manusia yang masih begulat dengan pikirannya. Dia ingat percakapannya dengan Hyun Min yang membahas tentang ketulusan. Dan juga keinginan Hye Ji untuk menyingkirkan Ha Won dari sisi Hyun Min. Serta bagaimana keinginan Hyun Min untuk mendapatkan posisi pewaris.

Entah apa yang dipikirkannya, dia keluar dari kamar dan melihat Hyun Min serta Ha Won berjalan menuju tempat berlawanan.



Hyun Min pergi ke dapur untuk mengambil minum, Ji Woon datang dan merebut minuman itu dari tangannya. Hyun Min kesal, apa yang kau lakukan?

“Aku ingin meminumnya.”

Hyun Min menahan diri dan mengambil yang lain. Lagi – lagi, Ji Woon merebutnya. Hyun Min dongkol, apa yang kau lakukan?

“Aku ingin meminumnya.”

“Hey!”

“Kau yakin kalau kau tak tulus pada apapun? Datang ke halaman belakang, aku akan menunjukkan sesuatu yang menghibur. Lupakan kalau kau tak mau.”


Hyun Min ingat mengenai pesan Ha Won yang meminta mereka datang ke halaman belakang. Dan juga percakapan Seo Woo dan Yoon Sung kalau Ha Won diusir dari rumahnya. Rupanya dia mendengar percakapan antara mereka berdua.

Hyun Min berfikir sejenak.



Seo Woo dan Yoon Sung sibuk menata makanan. Yoon Sung mengingatkan agar Seo Woo memberitahu Ji Woon dan juga Hyun Min. Seo Woo baru ingat dan bersiap mengirimkan pesan.

Tapi Seo Woo dan Yoon Sung bergegas untuk menutup makanan itu saat tahu Ha Won datang.



Ha Won membawa nampan berisi makanan, dia keheranan melihat kain putih menutupi meja. Dia berniat membukanya hanya saja tangan seseorang memeluknya dari belakang.

“Hyun Min! Aku sudah bilang kalau tanganmu....” Ha Won menoleh dan mendapati pria dibelakangnya bukan Hyun Min melainkan Ji Woon, apa yang kau lakukan?

“Kenapa kau harus menjadi milik Hyun Min diantara kita semua?”


Keduanya menoleh dan menapati Hyun Min memandang mereka dengan kesal. Hyun Min masih tertawa, apa yang kau lakukan?

“Aku akan mencoba merebut tunanganmu.”

Hyun Min menarik baju Ji Woon dengan marahnya. Ketegangan terjadi diantara mereka dan Ha Won mencoba menghentikannya.


Disaat itu juga, kembang api meluncur dan meletup dilangit. Genderang perang mulai berbunyi dan perebutan tunangan dan juga mungkin kekuasaan akan dimulai.

-oOo-

Assaaaaaa... senengnya? Jadi Hyun Min tulus? Dia masih suka Hye Ji, ‘kah? Dia tulus kan? Haaaaaaaa... tapi bagaimana pun nasib secondlead biasanya...? T_T

Aku punya sebuah tebakan yang entah benar atau Cuma khayalan aja. Kemarin kan kalian tahu kalau Ayah Ha Won mengira kalau Ayah Ha Won yang asli kemungkinan bermarga Kang. Bisa ga sih kalau misalnya ternyata cucu CEO Kang yang sebenarnya adalah Ha Won. Dan Ji Woon yang bukan cucu CEO Kang. hahaha. Terlintaskah terbakan seperti itu dipikiran kalian? Suka ngayal! Efek W mungkin..

Dan juga, mengenai alasan rusaknya hubungan Hyun Min dan Hye Ji karena kehadiran Ji Woon. Asaaa!! Benar!

Dan menurutku, kejadian didepan ruang pribadi Ji Woon itu. Mungkin ada masalah antara Hyun Min dan Hye Ji, lalu seperti yang Hyun Min katakan, Ji Woon jago menyembuhkan luka Hye Ji seperti saat pertama kali bertemu di SKY House.

Dia mungkin menenangkan Hye Ji dan menemaninya diluar ruangan sampai ketiduran. Saat terbangung, dia melihat Hye Ji pergi dan menyelampirkan jaket ke punggungnya. Mulai saai itu, mungkin timbul rasa ketertarikan Ji Woon. Uwaaah... Kalo aja drama ini tayang beberapa tahun lalu, laris dah laris.. hehe.

Rating ep 1: 3+
Rating ep 2: 1+
Rating Ep 3: 2+
Lumayan~~~

Seo Woo sama Yoon Sung manis banget sih!

Seo Woo ini sebenarnya yang paling ramah. Dia merasa ga nyaman diantara Hyun Min dan Ji Woon karena keduanya yang membuat ribut. Kalau saja mereka akur? Aku kira Seo Woo bakal dengan mudahnya menerima mereka.

Asaaa... sabar menunggu minggu depan. Preview segera menyusul!!


13 Responses to "SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 4 Bagian 2"

  1. Aq setuju komennya, lebih baik hawon jadi salah satu cucu kang aja, daripada nantinya nyakitin secondleadnya (Hyunmin). Aq ngga rela dia patah hati..

    ReplyDelete
  2. Wah...wah...wah...makin seru aja nih!!!
    Apakah nanti ujung2 nya ha won akan jadi rebutan kang bersaudara???
    Gak sabar nunggu episode selanjutnya :-)
    Tetep semanget yaa Mba....

    ReplyDelete
  3. Kek sinetron ya ketebak ceritanya��

    Ika

    ReplyDelete
  4. Daebak .. suka banget sama seo woo karna mnurut ku cuma dia yg paling normal dan gk banyak ulah ..

    ReplyDelete
  5. Walaupun ceritanya gampang di tebak tapi drama ini selalu bikin penasaran bangeetttttt

    ReplyDelete
  6. Aku krg ngerti mksd dr tulus it apa buat hyu nim krg nangkeup ni lg dtg oon.a ad yg bsa bntu jwb penasran gila

    ReplyDelete
  7. Masih banyak misterinya, ji won bakal pura2 tertarik sama ha won. Bulan agustus banyak drama bagus2 :D

    ReplyDelete
  8. lucu baca koment yg kena sindrom secondlead... jangan terlalu dibawa serius nonton Kdrama ntar sebel sendiri .. gw juga sering sih kena sindrom secondlead .. kdrama emang sering secondleadnya lebih menarik dari Leadmalenya untung kali ini gw #Teamjiwoon thanks sinopsisnya menunggu kembali jumat depan ;)

    ReplyDelete
  9. Hihi,,, bca kominx mbak. Aq mlah berpikir mereka ber4 sepupuan... seru dah ya...

    ReplyDelete
  10. Menurut aku drakor ini ceritanya mirip dorama jepang yg judulnya Atashinchi no Danshi. Ceritanya gadis miskin yg diberi beberapa misi sambil tinggal di rumah mewah bareng cowok2 ganteng yg gak akur sesama saudara. Salah satu misinya makan bersama sekeluarga di rumah. Kalau gagal gadis ini harus keluar dari rumah mewah itu.

    ReplyDelete
  11. Wuah.....andai2 puji bener gak yah....
    Jiwoon bakalan pura2 suka ha won.tp entar malah suka beneran.... dn ternyata ha won yg cucu CEO bukan ji won?????
    Mian puji.....cuman saya rada lelet ato mmg lee jong shin sama nam jo hyuk itu mukanya miripnya kebangetan....bahkan saya kira itu beneran nam jo hyuk awalnya sblm liat di dramafever...umurnya beda jd g mgkn kembar yah???dan marganya jg???satunya lee satunya nam?ada ygbisa kasih pencerahan?????
    Kamsahamnida puji....

    ReplyDelete
  12. Mungkin di drama kali ini aku ngefans sama third lead hhahahahhahaha

    ReplyDelete
  13. kayak dorama jepang lupa judulnya.dan dicerita itu emang ha won cucu dan pewarisnya. dan 3 bukan cucu kandungnya.

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^