SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 6 Bagian 1

Sumber gambar dan konten: tvN

SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 5 


Upacara sebentar lagi dimulai tapi Kang Bersaudara belum juga menampakkan dirinya. Ha Won sampai bertanya – tanya apakah mereka akan datang?

Tak lama setelah itu, Ibu Seo Woo sampai kesana dengan pakaian modis ala ibu sosialita. Dia menyapa Yoon Sung yang kaku seperti biasanya. Ha Won juga memperkenalkan diri dan Ibu Sun Woo mengenalinya sebagai tunangan Hyun Min.

“Tapi, mana Woo Seo-ku?”




Seo Woo tengah melakukan rekaman untuk lagu barunya, lagu sendu yang mengisahkan kerinduan pada seseorang. Andai dia bertemu dengannya lagi, maka ia akan menceritakan segalanya pada orang yang ia rindukan itu.

Ditengah pengkhayatan lagunya, Seo Woo mengingat ucapan Ha Won yang meminta untuk datang ke upacara peringatan kematian ayahnya. Perkataan Ha Won itu membuatnya tak bisa berkosentrasi melanjutkan rekaman.

Apalagi saat Seo Woo melihat sebaris lirik dalam lagunya [Jika aku melihatmu (Ayah) lagi]



Produser mengatakan kalau lirik yang ditulis Seo Woo memang luar biasa, hanya saja ada rasa yang kurang. Dia meminta Seo Woo untuk mengontrol perasaannya lebih dulu. Seo Woo bangkit dari tempat duduknya, ucapan Ha Won yang meminta dia untuk datang ke upacara terus terngiang dalam ingatannya.

“Kau mau kemana?”

“Aku mau menemui orang yang aku rindukan.” Jawab Seo Woo sembari mengulas senyum kecil.


Kembali ke tempat upacara peringatan kematian, kini giliran Ibu Hyun Min yang datang. Ibu Seo Woo langsung menyapanya dengan nada akrab tapi kata – katanya penuh sindiran, “Wow, kenapa kau jadi tua sekali dalam waktu satu tahun? Lihatlah keriput di sekitar matamu!”

Ibu Hyun Min segera menyingkirkan tangannya, dia banyak omong sekali. Ibu Seo Woo kembali mengatainya, kau memang seperti Hyun Min. Ibu Hyun Min merasa tak nyaman mendengar ucapan itu.

-oOo-

FLASHBACK


Hyun Min kecil berlari mengejar Ibunya, dia memohon – mohon agar ibu jangan pergi meninggalkan dia. Ibu Hyun Min menegaskan agar putra harus tetap tinggal disana, dia harus mengukuhkan posisinya sebagai pewaris Haneul Grup. Ibu memeluk Hyun Min tanpa tatapan lembut, wajahnya seperti penuh dendam amarah. Dia mendorong Hyun Min untuk tak menghalangi jalannya, Hyun Min bahkan sampai jatuh terduduk dilantai.

Tangis Hyun Min sama sekali tak membuat hati Ibu gamam untuk tetap pergi. Dia pergi tanpa menoleh ke arah putranya sama sekali.
FLASHBACK END


Hyun Min terbangun dari mimpi buruknya dengan nafas tak teratur. Ia mencoba menenangkan diri dengan meminum segelas air.



Tepat saat itu Ahjuma datang untuk membersihkan ruangan. Ia terkejut saat tahu kalau Hyun Min belum pergi ke tempat upacara kematian Ayahnya. Ahjumma pun segera berbalik pergi meninggalkan kamar Hyun Min.

“Ya ampun, dia tidak punya perasaan. Dia tak tahu apa-apa tentang situasinya Nn. Ha Won. Dia tak tahu apa-apa tentang situasinya Nn. Ha Won.” gumam Ahjuma dengan keras.
Hyun Min mengernyit mendengar gumaman itu. Dia mengejar Ahjumma, apa yang kau maksud?

FLACKBACK


Rupanya tadi pagi, Ha Won sudah membantu masak didapur. Dia mengaku pada Ahjumma kalau dia biasa menyiapkan makanan seperti ini untuk memperingati kematian kakek – neneknya. Ibunya juga sudah meninggal saat usianya 10 tahun, jadi sekarang dia tahu mengenai hal semacam ini. Ahjumma tersenyum mendengar cerita lugu Ha Won. Dia rasa Ha Won memang cukup berguna, kue serabi yang ia buat juga bagus. Ibunya pasti senang dan bangga saat dia datang ke upacara kematian Ibunya.

“Aku tidak pernah bisa merayakan upacara kematiannya.” Tutur Ha Won.

“Kenapa?”

“Karena ibu tiriku tak suka. Tapi tak apa – apa. Aku bisa datang saja mengunjungi ibuku di krematorium saat hari peringatan kematiannya.”



Ahjumma menganggap Ha Won sebagai anak yang berbakti dibandingkan dengan Tuan Muda. Mereka seperti anak kecil saja. Mereka bahkan tak sadar betapa beruntungnya mereka. Ha Won setuju, mereka terlalu beruntung.

Ahjumma mendesah mengingat betapa kekanakan sikap Tuan Mudanya. Tapi entah kenapa, dia merasa kali ini Tuan Muda akan datang ke upacara kematian Ayah mereka. Dia yakin kalau Tuan Muda akan sadar dengan usaha yang sudah Ha Won lakukan.

“Aku melakukan ini bukan untuk membuat mereka menyadari usahaku. Semua ini mengingatkanku pada ibuku. Aku yakin kalau ibu selalu menungguku untuk datang. Dan aku merasa ayah Kang Bersaudara juga sedang menunggu anak mereka.”

Ahjumma jadi kesal karena anak – anak berandal itu tak mau datang. Ha Won tersenyum, oleh karena itu setidaknya dia akan membuatkan serabi.
FLASHBACK END


Hyun Min dalam perjalanan ke suatu tempat, dia ingat dengan ucapan Ha Won semalam bahwa Ayahnya pasti sangat kesepian. Hyun Min terlihat enggan pada awalnya tapi apa yang diceritakan oleh Ahjumma sudah memantapkan pilihannya. Dia pun menginjak pedal gas untuk mempercepat laju mobilnya.



Harapan Ha Won mulai pupus karena tak seorang pun dari Kang Bersaudara yang datang sampai saat ini.

“Sepertinya ini masih terlalu cepat untuk kecewa.” Ucap Yoon Sung. Ha Won mendongak dan mengikuti arah tatapan Yoon Sung. Rupanya mobil Seo Woo sudah terparkir disana dan dia turun dari mobil.

“Aku tak terlambat, ‘kan?” tanya Seo Woo seraya mengedarkan pandangan. “Tunggu, cuma aku yang datang?”


Tak lama berselang, mobil Hyun Min sampai ke kuil juga. Hyun Min dengan percaya diri bertanya, kau sudah menungguku?

“Tentu saja. Bukan aku, tapi Ayahmu.” Jawab Ha Won.

Hyun Min tersenyum. Seo Woo dan Hyun Min pun berjalan menuju ke kuil.


Sampai saat terakhir, Ji Woon tetap tak datang ke kuil. Ha Won terlihat kecewa dan sedih. Ia memberikan hormat saat CEO Kang datang, ia meminta maaf karena telah gagal dalam menjalankan misinya. CEO Kang hanya mendesah kecewa. Ia tak mengatakan apapun dan bergegas menuju ke kuil.


Yoon Sung mencoba menenangkannya, jika Ji Woon datang maka mereka membutuhkan keajaiban. Ha Won pikir dia bisa membuat keajaiban saat mencoba menyadarkan Ji Woon. Tapi mungkin ia terlalu percaya diri karena telah berhasil membuat mereka bertiga makan bersama.

“Kau sudah setengah berhasil hanya dengan membuat Seo Woo dan Hyun Min datang.”

Ha Won tersenyum kecut, bagaimanapun dia tetap sudah menggagalkan misinya. Ia pamit untuk pergi karena ini adalah acara keluarga. Jadi dia tak sepatutnya ada disana. Yoon Sung mengangguk sambil menatap Ha Won kasihan.



Upacara peringatan segera dilaksanakan saat CEO Kang sampai disana. Mereka melaksanakan upacara ini dengan khusuk. Ibu Seo Woo sampai menangis dan Seo Woo menepuk punggung ibunya menenangkan. Sedangkan Hyun Min dan Ibunya hanya bisa menatap foto Ayah sekilas saja.



Yoon Sung memperhatikan acara ini dari luar kuil. Salah seorang biksu menghampirinya, dia turut bahagia karena anak – anak mereka bisa datang tak seperti biasanya. Mereka tak akan lagi merasa kesepian.

“Meskipun begitu, seseorang mungkin merasa kesepian.”

Biksu itu keheranan, bukankah salah seorang dari mereka malah sudah datang memberikan bunga. Yoon Sung mengernyit kebingungan, ketika ia menatap ke arah foto Ayah Ji Woon ternyata disana terdapat bunga mawar putih yang sudah layu.



Setelah acara selesai, mereka duduk sembari meminum beberapa teguk soju. Ibu Hyun Min memuji Hwa Ja yang terlihat serasi dengan CEO Kang. Ibu Ketua pasti sangat menjaga dirinya.

“Aku masih cukup canggung jika ada anggota keluarga memanggilku Ibu Ketua.” Ucap Hwa Ja.

Ibu Hyun Min tersenyum menanggapinya, dia malah semakin kurang pantas kalau harus memangginya dengan Ibu mertua. Hwa Ja makin terpancing, lalu pantaskah seorang anggota keluarga yang tak pernah berhubungan tiba – tiba pulang ke korea hanya disaat – saat seperti ini saja. Apa kau berusaha berbaikan lagi dengan anakmu, meski ini cukup terlambat bagimu?



“Tentu saja wajar aku menghadiri acara ini sebagai ibu dari pewaris Haneul Group.” Jawab Ibu Hyun Min.

Ibu Seo Woo mengernyit kurang setuju. Ibu Hyun Min menambahkan bahwa putranya –lah yang terlahir dan dibesarkan dikediaman Haneul Grup. Hwa Ja menyela, belum ada yang diputuskan untuk masalah hak waris. Ibu Hyun Min masih kekeuh saja karena suaminya yang meninggal adalah pewaris Haneul grup, maka sudah sepantasnya kalau putranya yang melanjutkan Ayahnya.

“Itu dulu, bukan sekarang.” Sela Ibu Seo Woo tak terima.

“Meski begitu, kenyataan bahwa ayahnya Seo Woo adalah anak haram takkan pernah berubah.”



CEO Kang merasa tersinggung mendengar ocehan Ibu Hyun Min itu. “Apa kau berkata seperti itu supaya aku mendengarnya?”

“Bukan maksudku begitu.”

CEO Kang bertanya, memangnya kalau dia anak haram atau bukan bisa mengubah fakta kalau dia adalah anaknya? Kalau Ibu Hyun Min masih saja terus mengoceh tentang ahli waris dan kualifikasinya. Ia pastikan akan mencari anak lain dari benih yang ditabur suaminya sendiri.

Hwa Ja tersenyum licik saat melihat Ibu Hyun Min langsung bungkam.



Mereka semua sudah bubar dan CEO Kang masuk kedalam mobil untuk pulang. CEO Kang yakin kalau putranya kecewe karena Ji Woon tak datang. Hwa Ja meyakinkan kalau Ibu dan Ayah Ji Woon pasti sudah bahagia bersama – sama disurga. Ia memegang tangan CEO Kang untuk menenangkannya. CEO Kang masih kesal, ia meminta Hwa Ja tak membahas masalah Ibu Ji Woon. Wanita itu telah membuat cucunya harus menjaga dirinya sendiri.

Yoon Sung masuk ke dalam mobil, dia menatap ke arah kaca spion. Hwa Ja buru – buru menarik tangannya yang memegang tangan CEO Kang. Baik Yoon Sung maupun Hwa Ja terlihat canggung.

“Aku tadi diberitahu kalau Ji Woon sudah datang sebelumnya.” Lapor Yoon Sung pada CEO Kang.

FLASHBACK


Malam hari sebelum peringatan kematian Ayahnya, Ji Woon datang ke krematorium. Dia melihat ada bunga mawar putih yang diletakkan oleh Ha Won ditempat abu milik ibunya. Ji Woon langsung sadar kalau itu bunga pemberian Ha Won.

Ia ingat dengan permintaan Ha Won agar ia datang ke upacara Ayahnya. Ji Woon bimbang dan berjalan mondar – mandir dikrematorium. Dia ragu untuk datang kesana.



Tapi akhirnya ia memutuskan untuk datang kesana sebelum orang lain datang. Ji Woon meletakkan bunga pemberian Ha Won dibawah foto mendiang Ayahnya.

FLASHBACK END



Sepulang dari kuil, Ha Won membenahi barang – barang miliknya. Dia melihat tongsis miliknya dan mengingat kejadian manis bersama Kang Bersaudara di skyhouse. Ha Won Cuma tersenyum. Ia menulis sebuah note yang ia letakkan diatas meja.

Ha Won pun pergi meninggalkan kamarnya.


Angin berhembus, note yang ia letakkan diatas meja melayang jatuh ke lantai. Disana tertulis, [Menurutku aku tak pantas lagi tinggal disini. Terima kasih untuk semuanya.]


Dalam perjalanan, Ibu Hyun Min membahas mengenai Ji Woon yang tak menghadiri peringatan kematian tadi. Dia merasa kalau Ji Woon pasti sudah sadar akan posisinya dan tak berusaha merebut warisan Hyun Min. Hyun Min jadi malas sendiri mendengar ocehan itu, apa tak ada topik lain yang bisa dibicarakan?

Ibu Hyun Min celingukan dengan bingung, seharusnya Hyun Min belok dipertigaan kalau mau mengantarkannya ke hotel. Hyun Min menjawab dengan dingin, dia tak akan mengantarkan Ibunya ke hotel melainkan ke bandara.

“HYUN MIN!”

“Jangan kembali ke Korea lagi.”

Ibu Hyun Min diam tanpa protes lagi. Tapi raut wajahnya jelas menunjukkan kalau ia tak suka dengan sikap putranya.


Di sky house, Soo Kyung kagum melihat bentuk rumah yang terlihat seperti kastil ini. Dia masih belum percaya kalau Ha Won bisa tinggal disana. Yoo Na dengan mengerang iri meyakinkan kalau ia melihat semuanya dengan kedua matanya sendiri. Ha Won naik mobil sport bersama Hyun Min dan mereka membeli baju bersama.

“Lagian Eun Ha Won harus minta izinku kalau mau tinggal di tempat seperti ini. Aku ini ibunya.”

“Ibu tiri. Ibu tiri.” Tandas Yoo Na.

Mereka berdua segera membusungkan dada meniru gaya orang kaya sebelum masuk ke sky house.



Ahjumma menyapa mereka berdua dengan sopan. Soo Kyung dan Yoo Na mengaku sebagai anggota keluarga Ha Won. Soo Kyung mengaku sangat mengkhawatirkan Ha Won sampai dia tak bisa tidur. Yoo Na menunjukkan tampang sedih sambil menepuk – nepuk punggung ibunya.

“Nona Ha Won baik – baik saja disini.”

“Tapi ini rumah yang ditempati adikku, jadi apa boleh aku melihat-lihat?”

Ahjumma mempersilahkan mereka untuk melihat kamar milik Ha Won. Dia kemudian permisi karena memiliki pekerjaan lain. Dia menyuruh keduanya untuk berkeliling sendiri.



Setelah Ahjumma pergi, Yoo Na buru – buru menuju ke ruangan lain. Dia tak perduli dengan kamar Ha Won. Soo Kyung heran, memangnya dia mau kemana? Yoo Na akan melihat kamar calon suaminya. Soo Kyung masih belum percaya, kau yakin kalau itu ruangannya?

Yoo Na menunjukkan selca Hyun Min didepan kamarnya. Hyun Min ada digenggaman tangannya. Ia pun berjalan menuju kamar Hyun Min dan Soo Kyung ke kamar Ha Won.


Ha Won terperangah melihat kamar luas milik Hyun Min, dia menjatuhkan dirinya dikasur Hyun Min. Bahkan mencoba menggunakan parfum miliknya.

Kemuadian, Yoo Na tanpa sengaja melihat seragam Ha Won ada dimeja Hyun Min. Kemarahan Yoo Na langsung tersulut karena mengira Ha Won sudah menggoda Hyun Min. Ia menginjak – nginjak baju milik Ha Won dan mengambil sebotol tinta.



Soo Kyung memanggil – manggil Yoo Na dengan suara pelan didepan pintu. Yoo Na belum juga menyahut. Yoon Sung sampai kesana dan memergoki Soo Kyung yang bertingkah mencurigakan. Ada apa anda kemari?

Soo Kyung tersenyum kikuk, dia mengaku ingin bertemu dengan Ha Won karena besok hari kelulusannya. Tepat saat itu, Yoo Na keluar dari kamar Hyun Min dengan wajah kesal. Soo Kyung buru – buru menariknya, “Oh, kenapa kau ini mencari Ha Won di kamar yang salah, sayang?”

Yoon Sung menatap mereka dengan curiga, “Apa Nona Ha Won tahu kalau kalian kemari?”



Yoon Sung memperingatkan mereka agar menghubungi Nona Ha Won dulu kalau mau bertemu. Soo Kyung kesal, memangnya penting untuk mereka menghubungi dulu. Dia hanya ingin bertemu dengan putrinya saja. Dia mengkhawatirkan putrinya, memangnya aku salah?

“Jangan khawatir. Kami memperlakukannya sebagai tamu kami.”

“Dan kami juga adalah ibu dan adik dari tamu yang kalian hargai itu.” sela Yoo Na.

“Maaf, tapi tamu kami hanyalah Nona Ha Won. Biar kutunjukkan jalan keluar.”


Mereka berdua pun ditendang dari dalam sky house. Yoo Na menunjukkan wajah mengerikan penuh dendam karena diperlakukan tak baik disana.



Yoo Na sudah ada didepan komputer dengan tatapan tajam. Dia mengetik dengan penuh kekesalan sampai orang – orang melihatnya dengan heran. Yoo Na menceritakan kisah Eun Ha Won yang bersekolah di SMA wanita Jungsan. Dia mengatakan kalau Ha Won kabur dari rumahnya. Dia ingin mengubah nasib sialnya dengan tinggal bersama Kang Bersaudara.

Yoo Na melampirkan foto pintu kamar Hyun Min beserta lukisan yang ada disana sebagai bukti. Komentar negatif langsung bermunculan. Mereka rata – rata menganggap Ha Won sudah gila.

Yoo Na tersenyum sinis setelah puas melampiaskan kemarahannya.
-oOo-

6 Responses to "SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 6 Bagian 1"

  1. Tengkiu.tengkiu.. super duper top deh authornya...lanjut ampe finish yo..

    ReplyDelete
  2. Part 2 y jgn lama lama y eonni.

    Oh y sinopsis docter ko blm di buat buat sih,nur udh ga sabar nunggu y.

    ReplyDelete
  3. Wuah.....daebak!saya saja belum liat episode 6, tp puji sdh selesai nulis.....kamsaeyo puji!

    ReplyDelete
  4. wow...emang daebak deh saudara tiri Ha Won...salah satu karakter yang bikin aq sebal sekaligus ngerasa lucu. Mbak thanks ya emang nggak sia2 sabar nungguin kelanjutan sinopsis drama ini. Aq penggemar kisah cinderalla sih hehe

    ReplyDelete
  5. lagu yg dinyanyiin kang seo woo itu judulnya apa ya? yg nanyi siapa ?

    gomawo

    ReplyDelete
  6. lagu yg dinyanyiin kang seo woo itu judulnya apa ya? yg nanyi siapa ?

    gomawo

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^