SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 4 Bagian 1

SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 4 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: tvN
Hyun Min perlahan mendekatkan wajahnya ke arah Ha Won, ia menciumnya dengan lembut. Ha Won pun membalas ciuman itu. Hanya saja, apa semua itu nyata? Tidak. Itu Cuma mimpi manis Hyun Min semata, dan kini ia pun terbangun dan mendapati Ha Won tersenyum menatapnya. Hyun Min terkejut, apa yang kau lakukan disini?

“Mataharinya sudah tinggi.”




Hyun Min mendecih setelah sadar kejadian tadi hanya mimpi. Ha Won kemudian mengajaknya untuk makan. Hyun Min menganggap permintaan itu Cuma akal – akalan Ha Won supaya bisa memandanginya pagi – pagi. Tapi bertingkah seperti pembantu, tidak buruk juga. Dia menarik tangan Ha Won untuk duduk disampingnya.

Ha Won buru – buru mengibas tangannya, “Cepat ke ruang makan.”

Hyun Min siap membuat alasan dan mencoba menarik tangan Ha Won.

Ha Won langsung menunjuk wajah Hyun Min, “Tidak ada alasan. Cepat!”


Jadi realita dari kejadian semalam, Hyun Min mencoba mendekatkan wajahnya ke arah Ha Won. Tapi Ha Won reflek menendang betisnya hingga dia meringis kesakitan.

“Kau sudah membuat ini sebagai candaan, ini hasilnya.” Ucap Ha Won gugup. Dia pun buru – buru keluar dari kamar Hyun Min.

Hyun Min mendesah, dia merasa kalau Ha Won telah membuat jiwa kompetitif –nya terpacu.



Dirumahnya, Hye Ji juga memikirkan kejadian semalam bersama Ji Woon. Ji Woon menahan kedua belah pipinya, apa kau harus bertemu dengan Hyun Min sekarang? Dia merasa kalau keadaan Hye Ji tidaklah begitu baik. Jangan pergi!

“Kalau begitu, apa kau mau menjawab pertanyaanku?”

Ji Woon menganggupi dan mengajak Hye Ji pergi tanpa melihat adegan mesra Hyun Min dan Ha Won.


Kini tinggal mencari Seo Woo dan Ji Woon tapi mereka tak ada dikamarnya. Ha Won mengeluh karena lebih sulit untuk mencari mereka ketimbang menyuruh makan. Tapi mengingat ini adalah tugas dari CEO Kang, Ha Won kembali bersemangat.

Memikirkan makanan telah membuatnya lapar, dia harus buru – buru menemukan mereka.
“Aku akan menemukan kalian. Tunggu saja.”



Ha Won mencari – cari keberadaan Ji Woon tapi dia belum juga menemukan jejaknya. Sampai akhirnya dia masuk ke tempat kolam renang dan Ji Woon tiba – tiba muncul dari dalam air. Apa yang kau cari?

“Um... Oh, ayo makan!”

“Pergi!”

Ha Won memohon agar Ji Woon bisa makan bersama sekali saja. Dia akan menunggunya. Ji Woon menggertak kalau dia belum memakai pakaian renang, apa dia tetap ingin menunggunya. Ha Won tak butuh waktu lama untuk berfikir, dia pun segera kabur meninggalkan Ji Woon.



Ji Woon keluar dari kolam setelah Ha Won meninggalkannya. Tapi rupanya Ha Won punya cara lain, dia kembali masuk dan menutup wajahnya dengan papan bertuliskan ancaman, kalau dia mau ponselnya kembali maka datang dan makan bersama. Dia menunjukkan ponsel milik Ji Woon yang sekarang ada ditangannya.

“Letakkan itu!” kesal Ji Woon.

Ha Won mengancam akan melemparkan ponselnya kedalam air kalau dia sampai mendekat. Ha Won pun buru – buru kabur dengan ponsel sebagai tawanannya.



Giliran Seo Woo yang masih asik menikmati alunan musik yang terdengar dari petikan gitarnya. Dia memejamkan mata meresapi iramanya bahkan saat Ha Won berteriak kencang dari luar studio, Seo Woo tak berhasil mendengarnya. Ha Won melambai – lambaikan tangan agar Seo Woo bisa melihatnya.

Nah, akhirnya Seo Woo membuka mata dan menyadari kehadiran Ha Won. Dengan ramah dia balas tersenyum dan melambaikan tangan pula.



Ha Won mengira kalau Seo Woo bangun pagi – pagi sekali. Tapi Seo Woo mengatakan kalau dia tak tidur malam ini. Dia menyilangkan tangan ke dada dengan bangga, artis sejati biasanya memang jarang tidur.

“Tapi artis juga butuh makan, ‘kan? Ayo, kita makan.”

“Makan?” heran Seo Woo.




Ha Won pun menyiapkan makanan bersama dengan Bibi Pelayan. Yah meskipun skill masaknya pas – pasan sih.

“Wah, kau membuat semua makanan ini?” tanya Hyun Min saat datang ke meja makan. Dia meletakkan tangannya ke pundak Ha Won dengan santai. Ha Won jelas saja langsung memukul tangan nakal itu.

“Jangan menyentuhku!”

Hyun Min mengejek sikap kasar Ha Won. Ha Won mengklaim kalau dia melakukan semua ini karena tak ada kata gratis dalam kamusnya. Jadi jangan melakukan hal yang kelewatan mulai sekarang.


“Ayo kencan setelah kita sarapan.”

Ha Won menolak tawaran itu dengan cepat, dia harus mencuci piring. Hyun Min keheranan, kenapa dia harus melakukan semua itu? Ha Won pikir dirinya berbeda dengan mereka. Jadi dia harus mencuci piringnya sendiri.

“Tak apa – apa. Kau tak perlu melakukan semua itu.” ucapnya seraya menjalankan tangannya dan menggenggam tangan Ha Won. wkwk. Ha Won langsung mengibasnya dengan kesal dan mendelik ke arah Hyun Min.



“Ada apa ini?” tegur Seo Woo.

“Kau tak mengerti? Aku sedang mengekpresikan perasaanku lewat sentuhan.” Jawab Hyun Min. “Kenapa kau kemari?”

 Itu juga yang membuat Seo Woo heran, kalau Hyun Min ada disini kenapa Ha Won menyuruhnya datang. Ha Won mengajak mereka untuk makan bersama, mereka kan keluarga.

“Siapa yang kau sebut keluarga? Tak ada satupun diantara mereka keluargaku.” Sela Ji Woon.



Ha Won mengajak Ji Woon untuk duduk. Ji Woon menolak dan langsung meminta ponselnya dikembalikan. Ha Won berjanji akan mengembalikannya setelah mereka maka.
“Apa kau gila?” kesal Ji Woon.

Ha Won meminta mereka untuk tetap makan bersama, katanya mereka belum pernah makan bersama. Keluarga macam apa itu? Apa sulitnya makan bersama keluarga?

Bagi Ji Woon, keluarga ini hanya untuk sebutan saja. Tapi pada kenyataannya mereka hanya orang asing. Hyun Min mengatakan kalau dia akan mendukung Ha Won untuk apapun. Hanya saja dia akan membuat batas untuk masalah ini. Hyun Min bangkit untuk pergi, makan bersama dengan Ha Won tak menyenangkan kalau tidak Cuma berdua.



“Jangan terlalu berusaha, kita semua tak begitu akrab.” Ucap Seo Woo. Dia juga mengatakan kalau jam – jam segini, dia biasanya mempunyai inspirasi. Jadi dia mohon agar Ha Won saling menghormati jadwal satu sama lain. Seo Woo mengambil satu sandwich dan permisi pergi.

Ha Won tak bisa menghalangi dan tersenyum kecut pada Seo Woo.

“Berikan padaku.” Tuntut Ji Woon meminta ponselnya.


Ha Won bangkit dari duduknya dengan kesal, dia keheranan bagaimana bisa Ji Woon menganggap ponselnya lebih berharga dari keluarga. Mereka bisa menjadi keluarga kalau mereka mau berusaha untuk makan bersama.

Ji Woon menarik pinggang Ha Won mendekat padanya. Jarak diantara mereka sangat dekat sampai membuat Ha Won gugup. Apa – apaan ini?

Ji Woon merebut ponselnya dari tangan Ha Won, berhenti membuat masalah. Dia pun pergi. 


Ha Won yang duduk lemas sendirian. Hah. Dia bingung bagaimana menyatukan tiga bersaudara ini. Saat disuruh makan bersama saja susahnya minta ampun.


Tawa lepas terdengar dari CEO Kang yang menganggap ini sebagai permulaan yang baik untuk skyhouse. Yoon Sung menambahkan kalau Kang bersaudara juga sudah menahan diri lebih dari apa yang mereka kira. CEO Kang semakin senang karena kenyataannya mereka bertiga memanglah keluarga.

“Tapi aku pikir, ini akan berat.”

“Dia tak bisa menyerah saat ini. Ini terlalu cepat.” Ucap CEO Kang.

“Meskipun begitu, satu minggu tak akan cukup.”

“Ya, kau terlalu keras padanya.” tambah Hwa Ja.

CEO Kang tak sependapat, toh makan bersama memang hal biasa yang dilakukan oleh sebuah keluarga. Dia penasaran bagaimana Eun Ha Won akan merampungkan misi ini.



Ja Young menyebut Ha Won sebagai si Gadis Penakluk. Wah, tadinya dia bilang tak mau ikut campur dalam masalah orang lain. Dan menolak untuk masuk ke dalam skyhouse. Tapi sekarang, dia pasti senang.

“Aku disana untuk bekerja! Bukan untuk bermain.” Tandas Ha Won.

Ja Young tau kalau dia memang bekerja, hanya saja bekerja sambil memandangi wajah Kang Bersaudara membuatnya iri pada Ha Won. Tapi, apa pekerjaan Ha Won sebenarnya?

“Menurutmu, bagaimana caranya untuk membuat Seo Woo mau makan?”

“Whoa, kau juga makan dengan pacarku, Seo Woo?” tanya Ja Young terperangah.



Ha Won berbicara setengah berbisik, misinya adalah untuk membuat Kang Bersaudara mau makan bersama. Ja Young hanya bisa menggeleng, misi ini jelas impossible. Apa kau tak pernah mendengarnya? Mereka punya hubungan yang sangat buruk. Ja Young sendiri hanya mendengar rumor, beruntungnya saja mereka bertiga tak saling bunuh. Semua ini bermula sejak satu tahun lalu, tapi tak pernah ada hari tenang di skyhouse.

Ha Won menggeleng, mereka benar – benar membuat masalah yang tak berguna disaat mereka tak kesulitan mendapat uang.



“Aku pikir tak akan mudah.”

“Apa aku telah meremehkan misi ini?” keluh Ha Won.

Ja Young mengepalkan tangannya memberi semangat, taktik Ha Won adalah dengan menggunakan keinginan kuatnya. Dia yakin kalau Ha Won punya kesungguhan yang tinggi. Hadapi bocah kaya arogan itu dan lihat siapa yang akan menang!

Ha Won setuju dan mengepalkan tangan penuh semangat.

-oOo-


Ha Won telah menyiapkan rencana pertamanya, menangkap kelemahan mereka.


Ha Won menyambut kedatangan Hyun Min dengan Dibidibidip, entah permainan apa itu tapi Hyun Min segera merespon dengan membuat gerakan. Hyun Min heran dengan apa yang sedang Ha Won lakukan, hanya saja Ha Won kembali mengulang dibidibidip.

Ha Won girang saat bisa mengalahkan Hyun Min, dia mengajaknya untuk makan bersama. Hyun Min malas saat tahu kalau Ha Won belum juga menyerah untuk membuat mereka makan bersama.

“Kau pilih makan bersama atau ku pukul?”

Hyun Min mengabaikannya kemudian berniat pergi. PLAK! Ha Won menggeplak kepalanya. Hyun Min menahan kesal dan meminta mengulang permainan, dibidibidip!


Dan Ha Won menunjukkan batu guntingnya untuk mengalahkan Seo Woo. Dia mengajaknya untuk bermain batu gunting kertas dan siapa yang yang berhasil sampai ke puncak tangga lebih dulu, dia berhak meminta sesuatu.

“Oke, baiklah.”

Batu, gunting, kertas!

Batu, gunting, kertas!



ASSA! Ha Won berhasil sampai ke puncak dan mengungkapkan permintaannya. Dia ingin agar Seo Woo mau makan bersama sekali saja. Seo Woo menolak untuk melakukannya. Dan bukankah itu tak sopan kalau Ha Won memaksakan sesuatu yang tidak dia sukai?

“Aku tak memaksamu. Kau kalah dengan adil dan tak ada kecurangan.”

Seo Woo tersenyum dipaksakan, “Baik, kau benar.”



Yang terakhir tinggalah Ji Woon, dia memainkan tangannya. Cham.. cham... cham... Ji Woon menatapnya tanpa reaksi. Ha Won mengulangi, cham... cham... cham...

“Pergi!”

Hahaha. Ji Woon langsung masuk ke kamar tanpa meresponnya sama sekali. Ha Won mendesah karena rencana ini sama sekali tak berpengarung untuk pria dingin satu ini.


Rencana gagal total dan tak ada satupun dari Kang bersaudara yang datang ke meja makan. Baiklah kalau begitu, Ha Won punya Plan B.

“Plan B?” tanya Yoon Sung.




Ha Won sudah menyiapkan berbagai bahan makanan yang ia hangatkan ditengah – tengah ruangan. Yoon Sung heran darimana dia bisa tahu makanan kesukaan Kang bersaudara. Rupanya, tadi siang dia sudah melakukan investigasi dengan mengintrogasi Kepala Pembantu dan juga chef disana. Setelah melakukan semua itu, Ha Won bebelanja untuk bisa memasak makanan favorite mereka.

Ha Won mengibas – ngibaskan asap yang mengepul dari daging panggang.



Kang bersaudara sedang sibuk dengan kegiatan mereka masing – masing. Aroma masakan Ha Won mulai menyeruak ke dalam ruangan mereka, dan wangi makanan itu membuat perut mereka semakin keroncongan. Ketiganya mengikuti asal muasal aroma harum itu.

“Karena seseorang sensitif dengan selera mereka. Insting mereka akan membuatnya mengikuti aroma sedap makanan kesukaan mereka.”

Plan B: Menjadikan favorite makanan kesukaan sebagai umpan.



Ha Won menunjukkan ramen ke arah mereka bertiga khususnya Seo Woo. Iman Seo Woo hampir tergoda hanya saja dia memilih memalingkan wajah. Dia besok syuting! Ah, kau monster. Seo Woo dengan kesal kembali ke dalam kamarnya.

Ha Won mengajak Ji Woon dan Hyun Min untuk makan. Tapi ego mereka masih menahan keinginan naluriah perut yang sudah kelaparan. Hyun Min menelan ludahnya saat melihat Yoon Sung makan dengan sangat lahap. Ha Won menepuk kaki Yoon Sung, “Ayo katakan sesuatu pada mereka. Jangan hanya makan.”



“Ayo makan bersama.” Ucap Yoon Sung dengan mulut penuh.

Ha Won menunjukkan kalau makanan itu adalah buatan Chef terry, makanan favorite Hyun Min. Hyun Min menahan diri, kenapa kau sangat terobsesi untuk membuat kita makan bersama?

“Ini misi pertamaku.”

“Tak akan ada yang berhasil, kau juga Hyung (Yoon Sung). Berhenti makan.” ucap Hyun Min. Yoon Sung masih berkutat dengan daging panggang yang enak. Hyun Min geregetan hingga menepuk punggungnya, berhenti! Berhenti! Jangan makan! Kau si*lan!


Ji Woon dengan wajah pasrah mendekat ke arah Ha Won, apa itu enak?

Tentu, jawab Ha Won. Dia membungkuskan daging dengan selada, ia menyuapkannya ke mulut Ji Woon. Hanya saja sepersekian detik kesadaran Ji Woon langsung kembali, keangkuhan dia tak mau kalau, “Pergi!”

Hahahaha

Ha Won merengut frustasi, dia mulai tak percaya diri. Yoon Sung mengatakan kalau misi ini memang sudah mustahil sejak awal. Ide untuk menjadikan mereka keluarga adalah sumber kesedihan untuk mereka. Jadi hal yang mudah untuk orang lain, ini menjadi sulit untuk mereka.

-oOo-



14 Responses to "SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 4 Bagian 1"

  1. ih kang jiwon jutek bngt sm hawon dn hawon slau salting sm sikap kang jiwon sbnrnya sy lbh suka kang sewo dia kalem ganteng jago maen musik baik pula sm hawon..

    ReplyDelete
  2. Si Kang Ji Woon ngusir muluyaa hm gemes deh haha:D

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Hyunmin bener" playboy, tangannya nakal banget.

    ReplyDelete
  5. D tunggu kelanjutan y. Cerita y seru banget.

    ReplyDelete
  6. kang seo woo sukak bgt sama karakternya..

    ReplyDelete
  7. kang seo woo sukak bgt sama karakternya..

    ReplyDelete
  8. Hahahaha .. Lucu Liat muka kang bersaudara yg mupeng liat makanan kesukaan mereka :-D:-D

    ReplyDelete
  9. Duh makin suka aja sm hawon lucu jd tambh seru,d tunggu par2 nya mbak

    ReplyDelete
  10. Kang seo woo ahh dia yg pling lempeng, ngakak liat mrk brsha nahan diri :v

    ReplyDelete
  11. Yoon sung itu anggota keluarga juga atau sekretaris perusahaan yang sudah d anggap anggota keluarga ??

    ReplyDelete
  12. Oh iyaa,, ada komen ketinggalan,,,
    Enak ye jadi hawon..
    Udah gitu aja hhahahahahhahaha

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^