SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 1 Bagian 2

SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 1  Bagian 2
Sumber gambar dan konten: tvN
Ga diragukan lagi asalnya gen Hyun Min yang suka wanita. Wong kakeknya saja alay banget sama calon istrinya. CEO Kang menunjuk kearah samping, ada apa disana?



Calon istrinya, Ji Hwa Ja pun menoleh tapi ternyata tak ada apa – apa. Dia kembali menghadap CEO Kang yang meletakkan jari didepan wajahnya. Jelas saja jari itu langsung mengenai pipi Hwa Ja. Keduanya senyam - senyum layaknya pasangan remaja yang sedang kasmaran.


Tapi Ji Hwa Ja ini tak senaif apa yang kita pikirkan. Saat tengah sendiri, dia mendapatkan ucapan selamat dari seseorang lewat telefon. Hwa Ja berkata kalau dia baru mulai. Dan untuk ketiga cucu CEO Kang, dia sudah memiliki rencananya.

Hwa Ja tersenyum licik.

-oOo-



Disebuah club, Hyun Min mengeluh karena kakeknya akan menikah dengan wanita muda yang seumuran dengan ibunya. Dia takut kalau sampai harus punya Paman Bayi. Teman Hyun Min pikir silsilah keluarga Kang akan semakin rumit. Lalu, apa yang akan ia lakukan?

Hyun Min juga tak mungkin membiarkan ini semua terjadi begitu saja. Dia akan menjalankan rencana Menghancurkan Pernikahan Kakek. Ayo lakukan itu! Aku akan membawa gadis pertama yang melewati pintu ke pernikahan kakek!

Teman Hyun Min benar – benar ingin membedah otaknya yang punya ide gila seperti itu. dia rasa buruannya tak akan mudah.

“Tak masalah. Akan lebih menarik kalau gadis itu psyco.”


Hyun Min memperhatikan pintu club menunggu sang gadis yang akan ia jadikan Cinderella dalam semalam.

Dentingan piano mengiringi kedatangan seorang wanita dengan plastik besar ditangannya. Ia mengibaskan air yang mengalir di jas hujan. “pesanan pizza sudah datang.” Seru Ha Won.

Pffft.. hahaha. Ledakan tawa keluar dari mulut teman Hyun Min.



Seorang pelanggan mengangkat tangan dan Ha Won bergegas mengantar pizza itu. Pelanggan itu melihat penampilan Ha Won dari ujung kaki sampai kepala. Sepertinya dia salah kirim deh. Ha Won pikir dia sudah membawakan lima pizza sesuai pesanan. Pelanggan itu menunjukkan special request, agar pengirimnya itu harus gadis paling cantik tapi malah ada gadis jelek yang datang. Dia bahkan sampai tak bisa memakannya karena sangat kecewa.

“Hentikan omong kosong anda dan cepat bayar. Selama aku masih memanggilmu pelanggan. Semuanya 184500 Won.” Ucap Ha Won dengan penekanan.

Pelanggan itu merasa diancam oleh Ha Won. Dengan menyebalkan dia menumpahkan pizza dari dalam plastik.



Pelanggan itu menoyor kepala Ha Won. Kenapa dia bersikap so’ saat dia hanya menjadi gadis pengantar pizza. Ha Won mulai gerah dan mengepalkan tangannya dengan marah.

Hyun Min yang sejak tadi memperhatikan pun ingin membantu Ha Won. Teman Hyun Min menghentikannya. Hyun Min menunjukkan dompetnya, aku tak akan menggunakan pukulan.




BUK! AH! Tubuh pelanggan kurang ajar tadi melayang. Hyun Min cs terperangah melihat adegan action dihadapan mereka. Ha Won menendang lalu membuka penutup kepalanya. Seketika itu pula Hyun Min terpesona melihat wajah Ha Won.

Pelanggan tadi dengan gemetaran memberikan bayaran. Ha Won menuntut permintaan maaf dan mengingatkan kalau ada banyak pengirim pizza yang rela naik motor tengah malam seperti ini. Tapi mereka menganggapnya seperti serangga. Berhentilah bersikap seperti itu!

Ha Won menerima bayarannya kemudian membungkuk pada pengunjung yang lain. dia meminta maaf telah membuat keributan disana.


Teman Hyun Min bergidik ngeri. Mereka menganggap gadis itu adalah preman. Akan sulit untuk Hyun Min mendapatkannya.

“Hey, ayolah. Sebagai pria Korea maka aku akan memenuhi janjiku. Dimana keinginan, disitu ada jalan. Aku akan melakukannya.”



Hyun Min gergegas keluar gedung kemudian memotret motor Ha Won yang sedang melaju.

-oOo-


Yoo Na dan ibunya sedang mengecek apakah dia lulus masuk perguruan tinggi atau tidak. Dan dari sekian banyaknya perguruan tinggi, dia tak lulus satupun. Yoo Na mengeluh karena dia memang tak ingin masuk perguruan tinggi.

Soo Kyung kesal sendiri soalnya dia sudah mengirimkan putrinya masuk bimbingan belajar untuk orang kaya dan biayanya mahal. Dia ingin anaknya bisa bertemu Hyun Min. Harapannya sudah pupus tapi paling tidak dia bisa masuk kuliah.

“Kenapa kau selalu memaksakan semuanya padaku?” protes Yoo Na.


Ha Won memberi salam saat sampai rumah. Bukannya menyambutnya, Soo Kyung memarahi Ha Won yang menggunakan seragam sekolah. Kalau tetangga melihat, dia akan mengira kalau Ha Won tak ia pelihara. Ha Won merasa kalau ini nyaman.

“Nyaman?” tanya Soo Kyung dengan nada nyinyir.

“Maafkan aku.”

Ha Won kemudian meminta izin pada ibunya untuk meminjam komputer. Yoo Na tersenyum remeh saat tahu kalau Ha Won mendaftar kuliah. Apalagi dia mendaftar di Universitas Negeri Hankook jurusan pendidikan.

“Aku ingin menjadi guru. Itu yang ibu inginkan.”


Soo Kyung menghela nafas bosan, sepertinya tak ada gunanya dia membesarkan Ha Won kalau selama hidupnya hanya memikirkan ibu yang sudah mati. Dan dia juga sebaiknya bermimpi sesuai posisinya. Jangan berharap terlalu tinggi atau jatuhnya akan sakit.

Ha Won tak mau menggubris dan melanjutkan mengetik. Yap. Dia lulus. Seketika Yoo Na dan Soo Kyung menyender dengan kesal. Yoo Na tersenyum so’ prihatin, masuk kuliah juga tak bisa berangkat begitu saja. Kau butuh uang.

“Aku sudah menabung untuk biaya masuk dan akan membayar sisanya dengan pekerjaan paruh waktu.” Ucap Ha Won buru – buru masuk kamar.


Ha Won jejingkrakan bahagia. Dia merasa hari beratnya ini sudah terbayar lunas. Dia akan segera menjadi anak kulihan. Ha Won mengeluarkan kalung miliknya dari balik jaket. Ia menciumnya dengan bahagia.

“Ibu, aku menjadi mahasiswa sekarang! Aku lulus! Tak akan lama lagi aku akan mewujudkan mimpimu masuk universitas. Anakmu luar biasa, ‘kan? Aku merindukanmu, bu. Aku akan mengunjungimu.”

-oOo-


CEO Kang dan Yoon Sung pergi ke sebuah rumah yang sangat berantakan. Semua barang disana sudah acak – acakan. Mereka memanggil – manggil Pelayan Kim tapi tak ada jawaban.

Konyolnya lagi, dilukisan CEO Kang sudah dipasangi kain merah dan memasangnya seperti ninja hatori gitu. Hahaha. Ditambah hiasan kulit pisang di bajunya.



“Pssst... psfft... aku disini..” teriak seseorang kesulitan bicara karena mulutnya dilakban.

CEO Kang dan Yoon Sun mendongak. Hahaha. Pelayan Kim sudah menempel di langit – langit rumah dan dilekatkan disana menggunakan lakban. OMG kelakuan mereka!! :D


CEO Kang memalingkan wajahnya. Pelayan Kim sudah diturunkan dari langit – langit. Dia dengan tegas mengundurkan diri dari pekerjaannya. Cucu anda benar – benar setan! Setan!

CEO Kang balik melotot ke arah Pelayan Kim yang nyalinya langsung menciut. Pelayan Kim mencoba meralat ucapannya tapi CEO Kang terlanjur kesal. Ini memang sudah Gen mereka! Baiklah!

CEO Kang bangkit, ia mengeluh karena tak bisa mendapatkan ketenangan sehari pun dirumah ini. Yoon Sang dengan hormat berkata kalau CEO seharusnya sudah mengerti akibatnya jika membiarkan tiga pemuda itu tinggal serumah.


CEO Kang mulai resah karena mereka sudah satu tahun bersama tapi tetap saja seperti ini.

Yoon Sang mengatakan kalau dia akan segera mencari pelayan baru. CEO Kang setuju, mereka pasti mau. Kalau ada yang ingin keluar lagi, tinggal cari pelayan yang lain.

“Shesh, siapa yang harus aku rekrut untuk bisa diterima oleh mereka semua?” desis CEO Kang.

-oOo-



Ha Won kegirangan melihat buku tabungannya sedikit lagi sudah 4 juta won. 4 juta won. wah. Empat juta won.

Tanpa dia sadari seseorang berdiri dihadapannya menyodorkan es krim. “Sepertinya kau salah hitung.”

Ha Won segera meminta maaf, dia mengatakan kalau es krim itu harganya Cuma 1500 won. Dan itu item beli satu dapat satu, dia mempersilahkan pelanggan untuk mengambil satu es krim lagi. Pelanggan itu tak lain adalah Hyun Min.

“Daebak~ kau bisa mendapatkan satu lagi? Tapi aku hanya ingin satu bagaimana?” ucapnya dengan gaya playboy.


Mereka berdua akhirnya makan es krim bersama. Hyun Min Cuma memandangi Ha Won yang makan dengan lahap. Dia makannya cepat.

“Soalnya ini gratis.” Celetuk Ha Won dengan bahasa tak formal.

“Wah, kau bicara banmal padaku?”

“Kau yang memulainya.”

“Aku kan pelanggan.”

“Tapi kau sudah membayar (jadi bukan pelanggan lagi).”

Hyun Min terperangah bisa bertemu gadis macam Ha Won. tapi ini akan jadi sempurna. Dia suka gayanya. Bolehkah aku membuat sebuah permintaan?

“Apa?”

Hyun Min meminta waktu Ha Won selama tiga jam, mulai dari pukul 9 sampai dengan tengah malam. Ha Won mendesis pergi, hanya karena dia mendapatkan es krim dan dia menerima permintaan seperti itu. Hyun Min mengatakan kalau dia akan membayarnya. Dia menawar dengan harga 1 juta won. 2 juta won?

Ha Won malah semakin tak percaya karena orang yang menyebut – nyebut punya uang adalah orang yang paling tak bisa dipercaya. Apa kau ingin bicara kalau kau bisa membeli manusia dengan uang?


Hyun Min membenarkan. Toh semuanya akan lebih mudah kalau menggunakan uang dari pada harus adu argumen dan menggunakan kekerasan. Itu lebih nyaman bagi semua orang.

“Lihat, apa yang kau katakan. Buktikan kalau begitu!”

“Buktikan?”





Gepokan uang sudah ada dihadapan Ha Won dan seluruh isi toko sudah ludes dibeli olehnya. Ha Won bengong dan meminta nomor Hyun Min untuk mengerimkan tanda terima.

“Wow, orang jaman sekarang mangkin lucu dalam meminta nomor orang. Kau kehilangan kata – kata karena aku terlalu keren, ‘kan?”

Hahaha. Hyun Min menarik tangan Ha Won dan menuliskan nomornya disana. Hubungi aku!

-oOo-



Hye Ji tengah berada disebuah pasar, dia berkeliling sambil memperhatikan bahan pakaian yang dijual pedagang. Dia berhenti pada sebuah toko dan meminta sebuah bahan dengan panjang 270 cm. Pedagang itu menolak, soalnya mereka hanya menjual dalam skala besar. Pedagang itu menyuruh Hye Ji untuk mengambil sampel saja.

“Aku akan datang ke acara penting, aku mohon.”

Penjual masih kekeuh menolak.


Seorang kuli sedang membawa barang yang banyak. Tanpa sengaja ada orang lain yang tak hati – hati menubruknya. Kuli itu pun terpelanting jatuh menabrak pajangan kain ditempat pedagang tadi. Pedagang tadi jelas ngomel karena dia sudah menatanya selama sebulan.

Hye Ji dengan sigap menawarkan diri untuk mengurutkan kain itu. Dia menyelesaikannya dalam 30 menit. Pedagang tadi tak bisa menolak tawaran itu meski harus menerima dengan terpaksa.


Sekembalinya dari mencari bahan, dia mulai menjahit baju warna biru lautnya. Dia terlihat menikmati waktunya saat menyiapkan gaun itu.

-oOo-


Ji Woon memberikan keranjang belanjanya pada Ha Won. dia berniat memberikan ramen itu untuk rekannya di bengkel. Dia juga meminta Ha Won untuk menghangatkan semua makanan itu. Ha Won memberitahukan total belanjaan itu sebesar 98000.

Ji Woon memegang kantungnya tapi ternyata dompetnya tertinggal. Dia meminta Ha Won untuk menunggu sebentar.


Dibengkel, teman – teman Ji Woon menyindir Ji Woon yang memperlakukan mereka dengan buruk. Dia punya uang banyak tapi tak mau berbagi dengan mereka dan menggunakannya sendiri. Bos Ji Woon menatap teman itu dengan tak suka, kau membuat ulah lagi?

Teman Ji Woon mengatakan kalau adiknya berkelahi dengan temannya dan meminta 6 juta won untuk uang damai. Bos meminta mereka untuk tak membahas masalah uang dihadapan Ji Woon. Ji Woon sendiri meminta mereka untuk memperlakukannya seperti sebelumnya.

“Tapi sebelumnya, kita semua punya hutang bersama. Sejujurnya, bukankah ini sangat keterlaluan? Kita sudah saling kenal sejak lama.”

Bos meminta mereka berhenti. Percakapan ini hanya akan membuat seseorang memutus tali persaudaraan mereka.


Waw. Ji Woon mendengar semua percakapan mereka dengan wajah kecewa. Ia pun tak jadi mengambil uang dan memilih pergi dari sana.




Lokasi minimarket itu ternyata bersebelahan dengan bengkel Ji Woon. Ha Won melihatnya berjalan pergi, dia segera mengejarnya untuk memberitahukan kalau dia sudah menghangatkan makanan seperti yang Ji Woon minta.

Ji Woon berjanji akan membayarnya besok. Ha Won menganggap perkataannya itu bohong. Bagaimana dia bisa percaya?



“Kau hanya beralasan agar tak membayar?”

Ji Woon tersenyum miris, dia bahkan punya uang berlebih kalau hanya untuk menipunya. Ha Won kembali menuntut bayarannya hingga Ji Woon melepas jam untuk membayar.

“Kau memang menyebalkan. Kau bahkan tak meminta maaf? Jangan lupa untuk membayarnya besok, PELANGGAN!” ucap Ha Won kesal. Dia pergi tanpa membawa jam milik Ji Woon.

-oOo-



Ponsel Hye Ji berdering. Dia mendapatkan sebuah panggilan dari seorang pria. Dia membawakan sebuah berita untuknya. Hye Ji keheranan, berita apa?

Orang diseberang telefon mengabarkan kalau Hyun Min akan membawa seorang perempuan ke pesta. Hye Ji sama sekali tak terkejut, soalnya kan memang Hyun Min punya jutaan wanita untuk digandengnya. Hye Ji mengakhiri telefon.



Ji Woon rupanya menemui Hye Ji saat pikirannya sedang kalut. Dia terdiam didepan pintu mendengarkan pembicaraannya.

“Ah!” sentak Hye Ji.

Ji Woon buru – buru masuk dan melihat jari Hye Ji keluar darah. Hye Ji meyakinkan kalau dia tak apa – apa. Ji Woon tak menganggapnya begitu, bagaimana bisa seorang gadis selalu melakukan hal seperti ini pada jarinya? Dimana kau menyimpan plesternya?

-oOo-



Ha Won kembali ke rumah setelah lelah bekerja seharian. Dia mengambil sebuah kotak bergambar cinderella. Didalamnya tersimpan beberapa foto kenangan bersama sang ibu. Ha Won menghela nafas berat kemudian meraih ponselnya. Dia mengetikkan pesan untuk Ayah.

[Ayah, apa kau sibuk? Sudah enam bulan aku tak bertemu denganmu. Kapan kau pulang? Besok hari peringatan kematian ibu. Kau bisa datang?]

Ha Won meringkuk dikasur sempitnya setelah meletakkan kotaknya kembali.

-oOo-



Ji Woon melajukan mobilnya dijalanan dengan kencang. Dia menggunakan helm dan jaket hitamnya seperti biasa.

Tak jauh disana, Ha Won tengah menaiki bus untuk menuju ke penyimpanan abu ibunya. Dia sekilas melihat Ji Woon sedang menyalip bus yang ia naiki.


Sesampainya ditempat penyimpanan abu, Ha Won terkejut melihat abu milik ibunya sudah lenyap. Dia bertanya kepada petugas, dimana abu yang tersimpan disini?

Ah. Petugas itu menjelaskan bahwa abu itu sudah dipindahkan karena jangka waktu lima tahun sewa sudah habis. Mereka sudah menghubungi penanggung jawab tapi tak menerima jawaban. Ha Won terkejut, apa mereka membuangnya?

“Tidak, kami menyimpannya digudang.”

“Gudang? Kenapa kau menyimpannya digudang hanya karena batas sewanya habis? Apa seseorang harus diusir, bahkan setelah mereka mati hanya karena uang sewa? Berapa biayanya?”

“Lima juta won.” jawab Petugas itu membuat Ha Won terkejut.


“Bisakah kau membuat tempat ini lebih tenang?” tegur Ji Woon saat sampai disana.

Petugas meminta maaf kemudian mengajak Ha Won untuk melanjutkan pembicaraan mereka diluar.



Ji Woon kini menatap ke arah foto mendiang ibunya. Dia terlihat sedih sekaligus merindukan ibunya.



Tak lama kemudian, Ji Woon keluar untuk pulang. Ha Won masih ada disana dan kini berlutut dihadapan Petugas. Dia memohon agar Ibunya dikembalikan dari gudang. Dia memohon sambil menangis.

Ji Woon menatapnya iba, dia ingat kalau gadis itu adalah gadis pelayan mini market. Ji Woon tak ada niatan membatu dan menatap mereka sekilas.


Ji Woon kembali bertemu dengan Ha Won dipelataran. Gadis itu masih menangis dengan memegang rangkaian bunga mawar putih. Lagi – lagi Ji Woon hanya memperhatikannya sekilas. Dia memutuskan pergi saat hari masih hujan.

Ha Won menatap rangkaian bunga mawar putihnya dengan sedih.


Dulu saat Ha Won masih kecil, dia memberikan sebuah plastik yang digulung seperti karangan bunga hanya saja tak ada bunga didalamnya. Ha Won mengatakan kalau gurunya di TK memberitahu jika dia harus memberikan bunga mawar putih untuk orang yang ia hormati.

Ibu memeluk putrinya dengan penuh kasih sayang, “Pastikan kau akan menjadi guru yang dihormati dengan baik, Ha Won.”



Sepanjang perjalanan pulang, Ha Won tak bisa menutupi rasa sedihnya. Ia duduk di halte sambil menatap hujan yang masih terus turun deras. Dia berkata seolah sedang berbicara dengan ibu, bukankah ibunya ingin dia kuliah? Dia akan kuliah seperti harapan ibunya, iya ‘kan? Aku putri yang kau banggakan, jadi aku bisa masuk kuliah?

Ha Won menggeleng. Ia meralat semua kata – kata yang sudah ia ucapkan, dia memang tak seharusnya kuliah. Dia meminta maaf karena sudah berbicara seperti itu. Dia hanya merasa semua ini sangat sulit. Aku merindukanmu!

-oOo-



Hye Ji menunjukkan baju buatannya pada Ji Woon. Ia akan menggunakan baju itu untuk datang ke pesta pernikahan Kakeknya. Dia dengar Hyun Min akan membawa seorang gadis, jadi bisakah Ji Woon membawanya. Ji Woon meminta maaf tak bisa mengabulkan permintaannya kali ini. Tak ada yang mengharapkan kehadirannya...

“Baiklah. Aku tahu.” Sela Hye Ji.

Ji Woon bercanda dengan mengatai sikapnya yang kurang sopan, dia masih saja bertanya saat sudah tahu jawabannya.

-oOo-




Ha Won menatap bunga mawar putihnya, dia hanya butuh tambahan satu juta won saja. Tak lama kemudian sebuah limo terparkir dihadapan Ha Won. Pangeran tampan keluar dengan senyum menawan.

“Apa tawaranmu masih berlaku?”

“Tentu saja.”

Ha Won setuju dan meminta bayaran uang tunai. Hyun Min juga meminta sebuah permintaan ekstra , dia ingin Ha Won untuk berpura – pura sebagai tunangannya selama tiga jam. Ha Won terkejut, tunangan?

“Apa kau tak mau? Hey, kau tak akan punya kesempatan lagi untuk menghasilkan uang sebanyak itu selama tiga jam.”

“Tapi kenapa kau membutuhkanku untuk menjadi tunanganmu selama tiga jam?”




Hyun Min dengan lebay menunjukkan wajah sedih yang kentara sekali bohongnya. Kakeknya sedang sakit dan punya keinginan untuk melihat dia bertunangan. Keluarganya ada yang menikah dan hari ini batas akhir, kakeknya akan keluar rumah sakit.

Ha Won menepuk pundak Hyun Min iba, dia setuju saja kalau begitu. Dia tak ingin mengetahui urusan keluarganya lebih dalam.

“Karena kita akan menjadi tunangan, kita harus memperkenalkan diri.” Ucap Hyun Min menyodorkan tangannya. Keduanya berjabat tangan dan saling menyebutkan nama masing – masing.



Namanya playboy, gerah banget kalau ga nempel – nempel. Dia langsung melancarkan jurus jitu pada Ha Won. dia merangkulnya dan beralasan kalau mereka harus berlatih untuk menjadi tunangan. Ha Won sama sekali tak bergeming, dia langsung pindah tempat duduk.

“Kau akan menjadi tunanganku selama tiga jam. Kau tak akan punya kesempatan seperti ini, ayo bermain – main.”

Ha Won menunjukkan bogemnya, dia memperingatkan kalau tiga jam itu harus berakhir tepat waktu.

-oOo-



Suara jejeritan fans sudah terdengar. Dan banyak sekali wartawan meliput acara pernikahan keluarga konglomerat ini. Hyun Min keluar dari limo dengan menawan. Sontak fans tak bisa menahan teriakannya tapi berubah hening ketika seorang gadis keluar dari limo itu.

Hyun Min langsung merangkul Ha Won agar kamera wartawan tak bisa memotret wajahnya.


Selanjutnya ada Seo Woo yang menebar keceriaan pada fans-nya. Dia melambaikan tangan sebelum masuk ke dalam gedung pernikahan.


Tinggal Ji Woon saja yang masih dalam perjalanan. Akankah dia menghadiri pesta ini?

-oOo-


Hyun Min mengantarkan Ha Won untuk berganti pakaian dan berubah menjadi tunangannya.


Suara bel berbunyi, Hyun Min bergegas membuka pintu. Ternyata tamu itu adalah Hye Ji. Hyun Min buru – buru keluar dan menutup pintu kamarnya. Hye Ji penasaran, apa kau bersama seseorang? Siapa?

“Kau tak mengenalnya.”

“Gadis... seperti apa dia?”

Hyun Min menegaskan bahwa ini bukanlah urusannya. Dan berhenti untuk terobsesi padanya. Hye Ji harusnya mengurusi urusannya sendiri.

-oOo-



Ha Won masuk ke dalam kamar lalu melemparkan ponsel ke atas ranjang, dia melihat gaun putih yang akan digunakannya. Gaun itu menunjukkan pundaknya dan menurutnya sangat terbuka. Haruskah dia keluar dan meminta Hyun Min untuk mencari orang lain?

Dikamar itu ternyata ada Seo Woo yang duduk dilantai dekat ranjang. Dia sibuk mendengarkan musik dan sempat terkejut melihat kedatangan Ha Won. Seo Woo tak menunjukkan diri dan memilih diam dibalik ranjang. Dia meletakkan ponsel yang di gunakannya ke atas ranjang juga.




Ha Won mulai melepaskan baju hingga Seo Woo panik dan buru – buru mengambil ponsel. Tapi dia tak sadar kalau ponsel Ha Won juga ada disana dan sama dengan miliknya. Ponsel itu pun tertukar.

Ha Won selesai berganti pakaian dan mengambil ponselnya kembali tanpa tahu kalau itu sudah tertukar.

Seo Woo tersenyum saat Ha Won sudah pergi, dia melihat rangkaian bunga mawar putih yang masih tertinggal diatas ranjang.


Hyun Min menunjukkan sepatu merah untuk dikenakan oleh Ha Won. Dia memang tahu bagaimana cara memperlakukan wanita, ia berjongkok dihadapan Ha Won dan memasangkan sepasang sepatu itu untuknya.


Tahap akhir, Ha Won mendapat riasan dan menggunakan rambut palsu sebahu. Cantik. benaran cantik.


Yoo Na juga ada dipesta itu, dia datang untuk paduan suara. Dia mengeluh kesal karena mengira rekannya itu anak – anak tapi ternyata mereka sudah dewasa dan cantik. Yoo Na menggerutu, dia makan terlalu banyak jadi harus pakai baju seperti ini. Tapi tak apa, dia paling cantik kok! Fighting!


Hwa Ja menerima rangkaian bunga mawar putihnya. Dalam hatinya dia berkata kalau ini sudah setengah jalan. Setengah jalan.



Acara dimulai, CEO Kang menggandeng Hwa Ja untuk menuju ke pelaminan. Semua perhatian tertuju pada mereka tapi semuanya teralih saat Hyun Min muncul dengan menggandeng Ha Won. Mereka langsung menoleh kearah keduanya yang ada disisi berlawanan.



Ha Won panik, apa – apaan ini?

Hyun Min mengatakan kalau mereka akan menikah. What? Jelas saja Ha Won menolak karena ini tak sesuai perjanjian. Hyun Min berkata kalau ini tak apa – apa.

“Tidak, ini tak benar.”

Hyun Min yang geregetan akhirnya membopong Ha Won menuju ke altar.



Didepan semua orang, Hyun Min mengatakan kalau dia adalah tunangannya yang ia persembahkan sebagai hadiah pernikahan kakek. Kakek marah besar dan Hyun Min hanya menanggapi dengan senyuman. Hwa Ja mencoba bersikap tenang dan bertanya, darimana asalmu Nona?

“Aku angkatan akhir di SMA Jungsan.” Jawab Ha Won jujur.

Tawa pun pecah mendengar jawaban itu.



“Ayo, ucapkan salam. Ini istri KELIMA KAKEKKU.” Ucap Hyun Min dengan penekanan dan terkesan mengejek.

Kakek ingin memarahinya. Tapi Ha Won tiba – tiba membungkuk, dia meminta maaf karena tak ada niatan untuk merusak hari penting mereka. Ha Won menyuruh Hyun Min untuk minta maaf juga, dia bukan anak kecil lagi.

“Kenapa~~”

“Cepat!”

“Tak mau.” Jawabnya. Aah, manis banget...




Ha Won memelintir tangan Hyun Min lalu menekuk kakinya hingga berlutut. Dia sekali lagi meminta maaf. Hyun Min masih terus diam hingga Ha Won menggeplaknya. Hyun Min tak terima tapi lagi – lagi Ha Won menunjukkan bogem mungilnya. Hahahaha.

Semua orang menertawakan mereka kecuali Ji Woon yang menatap keduanya dengan serius.




Ha Won sudah kembali dan dia berniat untuk pulang sekarang juga. Seo Woo menegur keduanya, dia bertanya apakah wanita itu benar – benar tunangannya?

“Tentu saja, ucapkan salam, kau kenal dia. Dia penyanyi, Kang Seo Woo.”

Seo Woo mengulurkan tangan dan Ha Won ragu lalu melirik Hyun Min. Hyun Min berlagak melihat jam, jam berapa yah sekarang?

“Ah... ya...” jawab Ha Won meraih tangan Seo Woo.



Hong Ja Young menegur sikap Hyun Min yang keterlaluan pada Hye Ji. Hyun Min tak mau disalahkan, toh dia memang tak punya hubungan dengan dia. Wanitanya adalah Ha Won.

Hye Ji masih diam dengan sedih, dia kemudian menghampiri mereka lalu menyapanya, senang bertemu dengannya. Ha Won menjabat tangan Hye Ji, ya.



Seseorang tiba – tiba muncul menarik tangan Hye Ji. Apa dia tak punya kebanggaan? Apa ini tak keterlaluan?

Ji Woon menatap Ha Won dengan marah, apa kau sangat membutuhkan uang sampai mau datang kesini? Ji Won menunjukan uang tepat didepan wajahnya lalu menabur uang itu dihadapan Ha Won.

-oOo-

KOMENTAR:
Ah, drama emang udah mainstream yah, tema si kaya dan si miskin. Tapi apa daya kalau cara penyampainnya menarik gini. Semuanya masih permulaan dan aku udah jatuh hati sama Ha Won dan Hyun Min. Tolong dong bikin aku lupa ingatan kalau Jae Hyun udah punya istri! hahaha.

Manis banget deh!! Aku suka banget karakter mereka! Sayangnya malah di episode ini Ji Woon belum bersinar. Aku sama sekali ga perduli padahal dia LM, mungkin karena belum ada romance sama Ha Woon yah. Cuma emang karakternya kaku banget sikapnya, jadi berasa kurang menarik aja. 

Mungkin dalam kisah ini yang jadi inti itu tentang bagaimana rahasia kelahiran ketiga knight-nya. Ji Woon. Hyun Min dan Seo Woo. Dan bagaimana cara Ha Won untuk mempersatukan mereka?

Hubungan antara Hyun Min dan Hye Ji juga kayaknya ga sesederhana yang kita lihat. Mungkin ada hal yang membuat hubungan mereka renggang padahal mereka teman sejak kecil. ada hubungannya dengan kehadiran Ji Woon kah?

Tapi disini aku juga ga terlalu ngeh sama karakter Hye Ji. Karakternya sama - sama kaku dan berasa sup kurang garam kalau lagi bicara. Entah apa yang membuatnya kurang menarik, sorry Na Eun. Aku tunggu episode selanjutnya, dia kiss - kissan sama Hyun Min loh ^_^ dipreview

Dan akting Park So Dam. Ah jatuh cinta langsung. Suka ih, suka. Tipe wajahnya emang korea banget, ga bisa dibilang cantik banget cuma wajahnya uniknya itu bikin nagih. Aku suka, jadi pengen nonton beautiful mind deh. 




13 Responses to "SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 1 Bagian 2"

  1. Kenapa sich bukan AJH yg jadi LM nya. Aq suka bngt sama dia, pas dia jadi adiknya junjihyun. Btw, udah nikah ya, aq taunya pas prewed aja, kirain batal nikahnya.

    ReplyDelete
  2. Semoga ditayangkan disini..keliatannya bakal menarik...ayo min semangat bikin sinopnyaaa

    ReplyDelete
  3. keren... keren... keren... berasa liat pangsung, semangat min buat sinopnya

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Gomawo admin udh review drama ini, dtunggu trus keanjutannya

    ReplyDelete
  6. Heooollll... baru tau jae hyun nikah sama hye sung. Padahal dl pas blood feelingnya cinlok tu berdua, eh beneran nikah. Syukurlah...

    Yep... sy nge ship ha won-hyun min.. haha.. suka2 qt lah yaa...
    Hyun min sih kliatannya terpesona beneran sama ha won.
    Cuma penyakit playboy nya emang nda ketulungan.
    "Hanya ada 2 macam gadis di dunia ini. Pacar & calon pacar". Phewww.... :D

    ReplyDelete
  7. spertinya aku mulai suka karakter Hyun Min disini hahaa. apa karna yg meranin si Jae Hyun yak ? kkkk

    ReplyDelete
  8. Park So Dam cute banget~ rada mirip Kim Go Eun yg di Cheese in the Trap. Sejak awal aku ship Hawon dgn Ji Woon, tp karakter Seo Woo keknya manis. Gak bisakah Cinderella dapet Pangeran yg anak baik" aja? ㅋㅋㅋ

    -Park Sujan-

    ReplyDelete
  9. Kliatanya keren ini drama di tunggu trus lnjutanya

    ReplyDelete
  10. Kliatanya keren ini drama di tunggu trus lnjutanya

    ReplyDelete
  11. Sambil nunggu lets fight ghost, aku baca ini deeh

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^