SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 1 Bagian 1

Sinopsis Cinderella and Four Knights Episode 1 Bagian 1
Sumber gambar dan konter: tvN
“Jaman dahulu kala, hiduplah seorang gadis baik dan cantik bernama Cinderella. Cinderella selalu menerima perlakuan jahat dari kakak dan ibu tirinya. Tapi suatu hari, takdir mempertemukannya dengan pangeran yang luar biasa. Dan akhirnya dia bisa hidup bahagia selamanya.”



“Tapi cinderella jaman sekarang sudahlah berbeda. Dia harus terus bekerja – bekerja paruh waktu setiap hari.”


Eun Ha Won harus bekerja paruh waktu diberbagai tempat dan pekerjaan yang berbeda setiap hari. Saat ia memungut ponsel, ada seseorang yang mengijaknya, ia mendongak dan melihat pria tampan tersenyum licik lalu menendang ponsel miliknya.

“Bahkan ‘pangeran’ pun Cuma punya sikap yang menyebalkan. Ingin rasanya mengatakan pada mereka agar jangan bersikap high – and – mighty.”



Ha Won melempar buku dongeng cinderella kemudian memperingatkan pada Anak yang ia rawat. Dia menyuruh mereka jangan menunggu para pangeran itu, mereka harus percaya pada diri sendiri.

“Ya.” Seru anak rawatnya.

“Bagus.” Ucap Ha Won menggulung popok bekas dan melemparnya tepat diatas buku dongeng Cinderella.


[Cinderella and Four Knight Episode 1]

Ha Won sekarang tengah mengirimkan pesanan pizza, dia terlihat ceria melihat lingkungan kampus yang menyenangkan. Ditambah pemandangan sunbae –nim yang kece – kece. Dia berjanji bulan depan akan masuk kuliah juga.

“Sunbaenim, Pizza anda sudah sampai!” seru Ha Won.



Dalam perjalanan pulangnya, Ha Won melihat seorang misterius dengan helm hitam tengah menghajar beberapa orang. Orang ber –helm itu kemudian pergi begitu saja. Ha Won geram melihat kelakuan pria itu. Berani – beraninya! Mati kau!

Ha Won menarik gas dengan kekuatan penuh untuk mengejar motor pria tadi. Meskipun kesulitan karena motor skuternya tidak sebanding dengan kecepatan motor pria itu.

“Kemana perginya pria itu?”




Pria itu tak lain adalah Kang Ji Woon (Jung Il Woo) yang kini memberikan tas yang ia rebut pada seorang wanita. Wanita itu dengan gugup menawarkan kopi sebagai ucapan terimakasih tapi Ji Woon menolak. Dia pun pergi.

Ha Won yang sempat melihat Ji Woon memberikan tas itu. dia langsung menghampiri si Wanita, siapa pria yang baru saja pergi?



Wanita itu masih memandang kepergian Ji Woon dengan pandangan berbinar. Dia menganggap kalau pria itu sebagai pangerannya. Dia baru saja mengembalikan tas –nya. Tas ini bagaikan sepatu kaca.

Wanita itu kemudian melihat jam –nya dengan terkejut, dia langsung pergi tanpa memperdulikan Ha Won. Ha Won seolah ingin muntah mendengar kata sepatu kaca. Hue...

“tapi sepertinya masih ada pria baik jaman sekarang.” Gumam Ha Won sambil tersenyum.

Ponsel Ha Won berdering, dia menjelaskan pada bos –nya kalau dia akan segera kembali. Dia dalam perjalanan sekarang.

-oOo-



Seorang wanita tengah menanti seseorang, wanita cantik itu tak lain adalah Park Hye Ji (Son Na Eun). Hye Ji menegur Hyun Min yang tengah menggandeng seorang wanita. Pacar Hyun Min terkejut melihat Hye Ji memergokinya bersama Hyun Min.

“Apa kau tau siapa dia?” tanya Hyun Min pada pacarnya. Pacar Hyun Min gelagapan untuk menjawab.

“Apa kau harus berkencan dengan temanku diantara semua gadis?” kesal Hye Ji.

Hyun Min dengan sinis mengatakan kalau di dunia ini hanya ada dua kategori. satu, gadis yang sudah dia kencani. Dan kedua, gadis yang akan dia kencani. Jadi, apakah dia harus membedakan pacarnya karena dia teman Hye Mi? Kenapa?



Ji Woon menghampiri Hye Ji. Dia menatap Hyun Min dengan senyum remeh, “Kau punya selera jelek dalam memilih pria, Hye Ji.”

Ji Woon mengajak Hye Ji untuk pergi dari sana. Tapi Hyun Min malah balas menyindir Ji Woon yang sering datang ke sini. Bukannya dia bilang tak tertarik dengan Daehan Grup? Apa kau ingin perusahaan ini dan hotel? Apa kau sedang berhalusinasi untuk menjadi pewaris?




“Memangnya aku tak bisa?”

Hyun Min meminta meminta Ji Woon untuk tak menganggap candaan dengan serius. Dia harus tahu diri dan sadar kalau dia hanya sampah. Ji Woon tersulut emosinya. Dia menarik kerah baju Hyun Min, apa aku perlu berulah? Apa aku harus merusak tampangmu?

“Beraninya kau menarik kerah hyung –mu? Kau harusnya sedikit hormat.”

Ji Woon berdecih malas, dia tak pernah berikiran tentang Hyung sepertinya. Dia tak punya keluarga seperti Hyun Min.

“Pergi kau!” usir Hyun Min. Kemudian memilih meninggalkan Hye Ji dan Ji Woon.


Hye Ji meminta Ji Woon untuk berhenti bersikap seperti itu. Ji Woon balik menyuruh Hye Ji untuk menerapkan ucapan itu pada dirinya sendiri. Dia punya selera buruk dalam memilih pria. Ingat, kau harus mendapatkan izin dariku saat menikah!

Mereka berdua pun pergi dengan Hye Ji yang masih ragu, seolah dia ingin menemui Hyun Min kembali.

-oOo-


Ha Won memegang keranjang jajanan dengan tatapan penuh arti pada Bos –nya. Bos Ha Won hanya mendesis melihat kelakuan pegawainya itu. Ha Won berkilah kalau jajanan itu belum kedaluarsa sampai besok. Jadi dia akan memakannya.

“Terserah. Ambil saja sana!” ucap Bos sibuk menghitung.

“Bos, kau memang paling oke! Kau sangat baik!” puji Ha Won menunjukkan jempolnya.



Sepulangnya ke rumah, Ha Won melihat sepiring ayam goreng yang sedang disantap Ibu dan Kakak tirinya dengan lahap. Ha Won memberi salam tapi mereka abaikan.

“Hey, cuci piringnya dengan benar. Apa kau ingin mengatakan kalau kau tak ikhlas melakukannya?”

Ha Won meminta maaf, dia akan mencucinya dengan benar lain waktu. Kakak Ha Won, Choi Yoo Na bertanya apakah dia sudah mengangkat pakaiannya di alat pengering?

Ha Won sekali lagi minta maaf, “Maafkan aku Unnie.”

Yoo Na sebal mendengar sebutan Unni. Ibu merasa kalau Ha Won ini tak berguna. Dia itu meniru siapa sih?

“Ya jelas ibunya.” Jawab Yoo Na sekenanya. Ha Won sempat terdiam tapi kemudian menghembuskan nafas berat, dia berusaha sabar mendengar ocehan mereka.

Ha Won sibuk memberi tanda pada lowongan kerja di koran. Dia akan mendaftar disini dan disana. Kemudian akan mendapat bayaran beberapa hari lagi ditempat kerjanya sekarang. Dia membuka tabungannya dengan target sebayak empat juta won. Dia kini sudah mempunyai 3,3 juta won lebih. Ah, akhirnya dia bisa melihat adanya cahaya untuk memenuhi keinginannya masuk universitas. Dia harus semangat dan mulai mencari pekerjaan sambilan lain.

-oOo-




Didunia para Pangeran tampan dan kaya, mereka mengendarai mobil sport dengan santai. Ketiganya menerima sebuah pesan yang sama, [Datang tepat jam 6 sore. Ada pertemuan penting dengan Kakek. Kalau kalian tak datang, aku akan menahan semua kartu kredit kalian. Kalau kalian tak datang, aku akan terus menyembunyikan tentang rahasia kelahiran kalian, selamanya.]



Mereka bertiga sampai di gedung pertemuan dengan malas. Tanpa ada perbincangan, mereka bergegas menuju ke ruang pertemuan mereka.

Seorang sudah menantikan kedatangan ketiganya.


“Apa kakek kehilangan sesuatu?” tanya Hyun Min.

“Apa kakek pingsan?” tanya Kang Seo Woo (Lee Jung Shin).

“Dimana kakek?” tanya Ji Woon.


Suasana menjadi hening karena yang mereka dapatkan hanya sebuah kertas. Rupanya Lee Yoon Sung (Choi Min) yang telah mengumpulkan mereka tanpa perintah kakek. Ketiganya merasa dipermainkan.

Tapi yang membuat mereka terkejut adalah isi dari kertas itu yang tak lain undangan pernikahan kakek. Mereka betiga kompak menolak untuk datang. Yoon Sung menegaskan, kalau sebagai saudara, mereka semua harus datang!

“Siapa yang saudara?” protes ketiganya.




Hyun Min menyindir Ji Woon, karena ada sepupu yang tiba – tiba muncul entah dari mana. Kemuadian kakeknya akan menikah dengan wanita yang usianya tak jauh dari ibunya. Ji Woon menatap sebal pada Hyun Min. Dia membanting undangan itu, makanya aku tak mau datang!

“Kang Ji Woon!” bentak Yoon Sung.

“Siapa yang Kang Ji Woon? Aku Han Ji Woon.” Tegas Ji Woon kemudian meninggalkan tempat pertemuan.



Seo Woo juga pamit karena jadwalnya padat. Yoon Sang hanya berharap pada Hyun Min yang masih tersisa. Yap, Hyun Min akan datang. Dia bahkan berjanji untuk membawakan sebuah hadiah.

Yoon Sang menatap kepergian mereka dengan berat hati. Ia teringat kejadian dimasa lalu.


Saat itu, Yoon Sang untuk pertama kalinya membawa Ji Woon ke rumah. Dia menjelaskan bahwa rumah itu adalah tempat dimana semua cucu CEO Kang tinggal. Dia meminta Ji Woon untuk istirahat karena nanti CEO Kang akan kesanan untuk makan malam.

Ji Woon masih melihat – lihat ruangan karena masih asing dengan tempat barunya. Yoon Sang pergi karena menerima panggilan dari CEO Kang.



Ji Woon berpapasan dengan Hyun Min. Dan keduanya sama – sama tak kenal. Hyun Min mengira kalau Ji Woon ini pertugas kebersihan yang baru. Jadi dia mungkin tak mengenalinya. Hyun Min akan memaafkannya kali ini.

Ji Woon jelas dongkol karena dikira petugas kebersihan. Dia bersiap melayangkan tinjunya.

“Tuan Ji Woon.” Panggil Yoon Sang menghentikan mereka.



Kini mereka berdua sudah duduk berhadapan dan Yoon Sang memberitahukan bahwa mereka saudara sepupu. Ji Woon ini putra dari Tuan Muda Suk Chul. Hyun Min jelas tak percaya, bagaimana bisa paman yang tak pernah menikah punya anak? Apa mereka sudah menelitinya?

Yoon Sang mengangguk.

Heol~ Hyun Min belum menerima fakta ini juga. Memangnya dari keluarga mana ibunya Ji Woon? Dari keluarga luar biasa mana dia berasal hingga bisa menyembunyikannya sampai sekarang? Apa dia tinggal diluar negeri? Dimana dia sekolah?

Ji Woon dengan sebal mengatakan kalau dia tinggal di panti asuhan dan ibunya meninggal saat usinya 10 tahun. Dan dia dikeluarkan dari SMA. Hyun Min tersenyum sinis, ternyata perasaan khawatirnya memang tak berguna. Kakeknya mungkin sedang hobi memungut cucu, kemarin saja dia habis memungut anak dipinggir jalan. Tapi yang jelas, Ji Woon ini anak yang menarik. Ucapan Hyun Min sambil memandang Ji Woon nyinyir.



Hyun Min pergi. Yoon Sang memberitahu Ji Woon kalau dia akan segera terbiasa dengan semua ini. Ji Woon jelas tak terima mendapat kata terbiasa, terbiasa harus dihina. Dia berdesis marah.

-oOo-


CEO Kang ini super sibuk, saat makan dia memberikan sepuluh menit pada bawahannya untuk memberikan laporan. Salah satu karyawannya memberitahukan bahwa The Hanyoung Financial Times terus merilis artikel jelek tentang mereka dan mempengaruhi image perusahaan. Apalagi artikel menyangkut pernikahan CEO Kang dan tentang cucu mereka.

CEO Kang menggerakkan tangan dan Yoon Sang segera memberi berkas. Dia akan mengurus semua itu. kalau masalah terus berkembang maka dia akan membeli situs berita online. Fix. Masalah berakhir dengan uang.




CEO Kang gusar karena menerima kabar dari Yoon Sang kalau cucunya tak ada yang mau datang. CEO Kang mengeluh dengan mereka yang tak mau mengerti perasaannya. Dia hanya ingin salah satu mereka bisa melanjutkan bisnis keluarga.

“Mereka masih terlalu muda (untuk mengerti).” Ucap Yoon Sang.

CEO Kang meminta Yoon Sang untuk memastikan bahwa mereka paling tidak datang untuk menunjukkan wajah didepan publik. Dia tak mau mereka mempunyai image buruk dan mempengaruhi perusahaan juga.

-oOo-



Ji Woon sedang berada di bengkel. Salah seorang temannya tengah menerima komplain dari pelanggan. Ji Woon tanya pada teman disampingnya, siapa pria itu?

Rekan Ji Woon menjelaskan kalau pria itu memang sudah biasa komplain. Dia itu blogger. Dia melakukan perubahan mobilnya tapi malah menyalahkan kinerja bengkel ini. Dia marah – marah lalu membuat review buruk mengenai bengkel ini.

Ji Woon kembali melihat perlakuan kasar pelanggan itu makin keterlaluan.

Ji Woon kini menginjak gas mobilnya dan dengan kencang menghantamkannya pada pelanggan kasar tadi. Pelanggan itu langsung menarik kerah baju Ji Woon saat dia sudah keluar dari mobil. Apa yang kau lakukan? Kau tahu berapa mahalnya mobil –ku?

Ji Woon tak memperdulikannya, dia melempar kunci mobil miliknya pada teman yang terkena omelan. Dia meminta agar kedua mobil itu direparasi, semuanya. Sebagai gantinya, Ji Woon menuntut ucapan maaf pada si pelanggan.

Nyali pelanggan menciut kemudian melepas baju Ji Woon. Ji Woon memperingatkan agar pelanggan itu berhenti datang kesana dan berlagak sok seperti itu.

-oOo-



Tak ubahnya Ji Woon, Seo Woo juga suka bikin ulah. Semua crew penyiaran ribut karena kewalahan melihat fans berbondong – bondong digedung mereka. Manager Seo Woo mencari – carinya tapi Seo Woo malah sibuk sendiri ditangga. Dia bermain gitar dan mendengarkan musik, mungkin sedang mencari inspirasi untuk membuat lagu.

-oOo-



Kalau Hyun Min mah ga usah ditanya, dia sedang kena labrak wanita yang memprotes karena sudah diputus lewat SMS. Hyun Min menyesap kopinya dengan santai, memang apa salahnya dengan SMS? Aku bahkan sudah menambahkan emoticon. Hahaha.

“Kau bilang aku wanitamu.”

“Memang benar, semua wanita didunia ini adalah wanitaku. Itulah kenapa aku sibuk.”

Mantan Hyun Min mengambil gelas dengan geram. Dia seolah ingin menumpahkannya ke wajah Hyun Min tapi tak jadi. Dia menenggak minuman itu. Dia bertanya, Apa benar rumor itu? Kau akan mengabulkan satu permintaan dari wanita yang sudah kau kencani?

“Yap. Katakan saja.”



Mantan Hyun Min melempar kiss bye dengan senang hati. Dia sudah memiliki mobil sport Hyun Min dan meninggalkannya. Hyun Min ikhlas – ikhlas saja mobilnya dibawa pergi lagi oleh sang mantan. Dia pun pulang menggunakan taksi.
-oOo-


5 Responses to "SINOPSIS Cinderella and Four Knights Episode 1 Bagian 1"

  1. terimakasih eonni ,, ditunggu part 2nya

    ReplyDelete
  2. what ??? mobilnya dibawa pergi sdgkn Hyun Min baik2 aja ?? ajegile ...

    ReplyDelete
  3. Makasih udah bikin sinopnya. Aku suka tipe drama ini, lucu, ringan dan banyak eye-candies nya. Haha.
    Walopun ada bbrp scene yg bikin merinding.
    Tetep semangat nulis sinopnya ^^

    ReplyDelete
  4. Yaaah... Setelah di liat2 pemeran cweknya saya kurang suka. Agak kurang good looking n kurang aktingnya meranin tokoh ini..

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^