SINOPSIS W – Two Worlds Episode 4 Bagian 1

SINOPSIS W – Two Worlds Episode 4 Bagian 1
Kang Chul menyapa seorang pria yang tengah bertugas melakukan investigasi, Son Hyeon Seok. Keduanya pun berjalan sambil berbincang di dergama. Hyeon Seok bertanya kenapa Kang Chul datang kesana, karyawan disana tak akan suka melihatnya. Mereka malu, atasannya di serang tapi mereka tak bisa menemukan pelakunya.

“Kau hanya ingin aku tak berbicara, ‘kan?” canda Kang Chul.

Hyeon Seok membahas mengenai truk yang sedang mereka cari. Gilanya, tak ada satupun bukti atau jejak tentang truk itu. Hyeon Seok kemudian bertanya mengenai kabar Yeon Joo.



Kang Chul segera melepas kacamatanya, dia dengan penuh selidik menebak bahwa So Hee yang sudah mengatakannya. Hyeon Seok mengatakan bahwa kasus ini tak ada perkembangan karena Kang Chul kehilangan wanita itu. semua orang mencoba mencarinya tapi kenapa dia sekarang menyembunyikan wanita itu?

“Dia tidak dalam posisi untuk menunjukkan identitasnya. Jadi aku menjaganya.”

“Kenapa dia tak bisa menunjukkan identitasnya? Lalu kenapa kau melindunginya? Apa kalian punya hubungan? Aku melihat video di toko, aku yakin kalian punya hubungan.”

“Kau melihat video itu juga? Hahai, aigo.” Desis Kang Chul.



Hyeon Seok yakin kalau Nona Yoon pasti akan sangat kecewa. Kang Chul mengangguk ya. Hyeon Seok sudah penasaran kapan keduanya akan menikah, tak ada wanita yang seperti dia. Harusnya Kang Chul lebih tahu darinya. Dan dia berharap Kang Chul juga tak menyembunyikan apapun darinya.

“Itulah yang membuat aku kesini. Ada yang ingin aku katakan padamu, tentang suster itu..”


Suster itu diinterogasi, dan petugas meminta alasan kenapa dia memasukkan racun itu pada Kang Chul. Namun suster itu terus gemetaran, dia hampir menangis ketakutan. Dia tak tahu apa – apa, dia tak ingat apapun. Petugas jelas menggeleng tak percaya, kalau memang dia tak tahu lalu kenapa dia lari?

“Aku bahkan tak tahu kenapa aku berlari. Hanya saja.. untuk sekejap.. aku sadar ada sesuatu yang salah.”



Hyeon Seok menjelaskan bahwa suster itu terus mengatakan bahwa dia tak ingat apapun. Dia tak tahu apa – apa dan tak punya motif untuk membunuh Kang Chul. Semuanya terasa aneh dan tak masuk diakal. Dia terus terhenti disana.

“Kau harus hentikan penyelidikan. Itu tak ada hubungannya.”

Hyeon Seok heran. Kang Chul menjelaskan bahwa semua memang tak ada hubungannya. Dia ditusuk tanpa tahu siapa yang menusuknya dan diselamatkan oleh wanita asing. Aku hampir mati karena truk dan truk itu menghilang didermaga. Dia sudah mengatakan pada Hyeon Seok, ini terjadi seperti saat dia ditusuk waktu itu.



Malam itu, Kang Chul menerima panggilan dari seorang pria tak dikenal yang mengklaim bahwa dia tahu pelaku pembunuhan keluarganya. Kang Chul pun bergegas menemui pria itu bahkan dia menolak untuk ditemani Do Yoon.

Aku ingat pria itu menelfonku dan mengklain kalau dia tahu pelaku pembunuhannya. Tapi aku tak ingat kenapa aku begitu saja percaya. Aku tak tahu kenapa aku melemahkan penjagaan sebelum aku diserang.”



Kang Chul menantikan kehadiran pria yang mengaku – ngaku itu. namun rupanya yang datang adalah pria berjaket dan langsung menusuk pinggang kanannya. Kang Chul memberikan perlawanan namun kaki pria jenjang itu menendang dadanya lalu menusuk pinggang kirinya. Kang Chul kembali menahan tangan pria itu tapi lagi – lagi gagal dan ia mendapatkan tusukan ke –tiga. Ia pun roboh tak berdaya.

Itulah kenapa aku diserang tanpa perlawanan. Hari itu, aku bertingkah bodoh dan seolah ditakdirkan untuk mati. Anehnya, aku tak ingat kenapa aku melakukan itu.



Semuanya memang tak masuk akal, bahkan ketika mobil truk yang hampir menabraknya kemarin. Mobil itu tanpa plat nomor. Dia melihat pengemudinya dan tak ada niatan menghentikan mobil bahkan ada orang yang menyeberang tapi pelaku tak perduli. Lalu mobil itu menghilang seperti asap.

Sama seperti kejadian 10 tahun yang lalu, ketika keluarganya dibunuh. Harusnya ada motif dan tersangka pada setiap kasus pembunuhan, tapi ini tak ditemukan apapun.



Karena itu, Kang Chul menginvestasikan triliunan untuk departemen investigasi dan semenjak saat itu hampir 99 persen kasus terselesaikan dan pelaku ditangkap. Dan sejak saat itu dia diperlakukan seperti pahlawan. Tapi tetap saja dia tak menemukan jejak tentang pria itu. mereka tak tahu motifnya dan juga dia tak tampak seperti psyco. Tak ada bukti ataupun saksi.



Hingga akhirnya saat ini berfikir bahwa orang yang mereka cari kemungkinan berada di dimensi lain <3 mereka tak akan bisa menemukannya meskipun berusaha dengan keras.
“Apa kau pikir pelakunya seperti alian?”
“Dia mungkin alien.”
“Apa?”
“Tapi bukan alien seperti apa yang kita bayangkan. Dia terlihat seperti kita dan bersikap sama seperti kita. Contohnya Oh Yeon Joo.”



Kang Chul mengingat saat dia berbicara dengan Yeon Joo yang tengah tertidur. Yeon Joo tahu tentang dia dan tahu saat ia akan terjatuh ke Sungai Han padahal di tak menceritakan padanya.

“Dia tahu apapun mengenai aku. Seperti dia melihatku dari langit. Dia bahkan tahu tentang perasaanku dan pikiranku.”



“Bagaimana dia bisa tahu?”

Kang Chul juga tak mengerti tapi untungnya Yeon Joo baik padanya dan ingin menolongnya. Ia yakin ada orang yang berusaha untuk membunuhnya dengan menggunakan pria berjubah hitam itu.

“Siapa itu?”

Entahlah. Kang Chul belum yakin akan hal itu tapi yang jelas, orang itulah yang sudah membuatnya mengalami semua ini. Pernyataan Kang Chul membuat Hyeon Seok melongo tak percaya. Cukup terkejut dengan pemikiran tak masuk akalnya.



“Kau akan berubah pikiran saat kau melihat seorang gadis yang selamat saat dadanya tertembak. Aku yakin Oh Yeon Joo adalah kunci dari hidupku. Dia yang bisa membuka rahasia untuk mengungkapkan rahasiaku.”


*****
Yeon Joo terperangah melihat puluhan sepatu dan bertumpuk – tumpuk pakaian serta parfum di antar menuju kamarnya. Pelayan mengatakan bahwa semua itu untuk keperluan Yeon Joo. Yeon Joo tersenyum kikuk, sepertinya dia tak bisa menggunakan semua itu?

Pelayan menjelaskn bahwa Tuan Kang lah yang telah memerintahkan dia.



Yeon Joo berniat mengenakan resleting bajunya, dia mulai berfikir berapa ribu dolar yang telah Kang Chul keluarkan untuk bajunya. Lima puluh ribu dollar atau bahkan jutaan dolar? Yeon Joo kembali menganga.

Pelayan tiba – tiba masuk, dia membantu Yeon Joo mengenakan pakaiannya. Yeon Joo kikuk, dia tak terbiasa melakukan diperlakukan seperti itu tapi pelayan itu tetap melakukan tugasnya, dia memang diperintahkan untuk menjadi pelayan pribadi Yeon Joo.



Pelayan mencoba merias wajah Yeon Joo namun ia tak merasa nyaman diperlakukan bak putri. Dia akan merias wajahnya sendiri. Pelayan itu memberikan saran untuk menggunakan make – up yang feminim karena Ketua Kang menyukainya. Yeon Joo heran, kenapa dia harus berdandan sesuai dengan selera Kang Chul?

“Aku pikir anda tunangannya.”

Yeon Joo sedikit bingung namun dia mengiyakan saja dengan kikuk ucapan pelayannya itu.



Yeon Joo menatap pantulan dirinya di kaca setelah pelayannya pergi. Dia berfikir kalau W itu adalah komik action heroik. Tapi kenapa berubah menjadi drama romantis. Yeon Joo memegang kedua belah pipinya, memikirkan ini saja sudah membuat hatinya berdebar debar.

Pelayan kembali masuk, dia memberikan ponsel Yeon Joo yang berdering. Dia menerima panggilan dari Kang Chul.


Yeon Joo berdehem sembari bersikap elegan, “Halo?”

“Apa yang sedang kau lakukan?”

Batin Yeon Joo seketika berdebar, mendengar suaranya saja sudah membuat dia begini. Kang Chul bertanya apa Yeon Joo baik – baik saja? Mungkin besok dia tak akan bisa dihubungi jadi dia menelfonnya sekarang. Apa kau merasa tak nyaman?

“Hm.. sejak kapan aku menjadi tunanganmu?”

Kang Chul tersenyum, dia beralasan kalau karyawannya mungkin akan aneh saat melihat dia mengunci Yeon Joo dirumah. Itulah kenapa dia mengatakan kalau Yeon Joo tunangannya. Apa kau ada masalah?

“Ti..tidak.” lirih Yeon Joo.



Kang Chul bertanya apakah pacar Yeon Joo akan marah. Yeon Joo mengelak, dia tak punya pacar. Kang Chul tak begitu saja percaya. Yeon Joo heran, memangnya dia harus punya pacar?

“Tidak. Aku pikir kau wanita yang menarik. Aku tak tahu kenapa kau masih single”

“Apa kau meledekku? Kau bilang kalau aku cantik maka semua wanita didunia ini cantik.”

Kang Chul rasa Yeon Joo ini bukan cantik tapi punya pesona. Mungkin lebih pesona dengan cara yang idiot. Yeon Joo tak menjawab dan hanya menghela nafas panjang.



“Halo? Apa kau kecewa? Aku hanya bercanda.”

Yeon Joo mengaku kalau dia tak marah, hanya saja merasa seperti idiot karena hatinya berdebar saat dikatai seperti itu. awww. Kang Chul pun tertawa ganteng mendengar ucapan Yeon Joo.

“Jangan tertawa. Kau bahkan mengunciku. Apa kau sangat bahagia?” protes Yeon Joo.
Kang Chul menyuruh Yeon Joo untuk menelfonnya saja kalau dia ingin pulang. Selamat malam.



“Saranghaeyo~” celetuk Yeon Joo tiba – tiba.

Kang Chul mengingatkan bahwa itu tak mempan untuknya. Yeon Joo beralasan kalau ia melakukan itu setelah dikatakan mempesona, siapa tahu berhasil. Kang Chul menahan senyumnya diseberang telefon, selamat malam.

Yeon Joo memegang dadanya, jantungnya mungkin siap untuk meloncat. “Ah, bodohnya aku.”





Kang Chul menatap ponselnya, dia bergumam kalau sekali lagi dia mendengarnya mengatakan itu. mungkin dia akan goyah.

“Dengar apa?” tanya Do Yoon yang duduk disampingnya. Kang Chul menggeleng, dia menghembuskan nafas sebelum akhirnya membaca koran. asdfgkjdklh


So Hee sedang duduk gelisah, entah apa yang ia pikirkan. Ia seolah memutuskan sesuatu sebelum akhirnya bangkit dari tempat duduknya.


Yeon Joo berkeliling, melihat setiap sudut penthouse Kang Chul dengan kagum. Dia menghitung waktu yang sudah ia habiskan di dunia Kang Chul. Sudah tiga hari? Jadi berapa didunianya? 5 menit? Atau 30 menit? Apa yang harus aku lakukan, aku mulai terbiasa disini.

Yeon Joo mengeluh ingin kembali.


So Hee muncul tiba – tiba hingga membuat Yeon Joo berjingkat kaget. Dia bertanya apa yang sedang Yeon Joo lakukan?

Yeon Joo mengaku kalau dia tengah berkeliling saja. So Hee menanyakan kesehatannya. Yeon Joo rasa kalau dia sudah baik – baik saja. So Hee pun mengajaknya untuk minum wine, dia yakin kalau Yeon Joo bosan kalau terus berada disana.

Yeon Joo setuju dan ikut dengan So Hee keluar.



Penjaga menegurnya namun So Hee beralasan kalau mereka hanya akan kelantai atas saja. Kalau dia mau, dia bisa mengikuti mereka. Penjaga pun dengan berat mengikuti ucapan So Hee.


“Kau pasti punya keluarga? Dia pasti mengkhawatirkanmu, kau sudah pergi selama dua hari”

Yeon Joo awalnya merasa canggung namun dia mengatakan kalau keluarganya mungkin tak sadar dia pergi. Mereka tak terlalu perduli dengannya.

So Hee mengatakan kalau dia lupa belum melakukan video call. Dia mempersilahkan Yeon Joo untuk ke tempat mereka minum duluan. So Hee menyuruh penjaga untuk menemaninya. Penjaga itu sempat bingung namun dagu So Hee mengedik, seolah dia memaksa penjaga itu menuruti perintahnya.

Penjaga itu pun menemani Yeon Joo.

Saat Yeon Joo sudah duduk ditempatnya, Penjaga menerima panggilan dan dia mengatakan kalau Yeon Joo sudah duduk. Entah apa, dia pun berjalan meninggalkan Yeon Joo.

Yeon Joo menikmati suasana tenang disana. Tak biasanya dia bisa pergi ke tempat seperti ini. Pelayan menuangkan minuman untuk Yeon Joo, namun ia terkejut saat melihat Yeon Joo. Dia mengenalinya sebagai wanita yang menyelamatkan atasan mereka.



Yeon Joo tersentak, dia adalah pelayan yang waktu itu memanggilkan ambulance. Pelayan tadi masih ngoceh kalau mereka semua pusing mencari Yeon Joo yang pergi entah kemana.

“Ah, aku tak tahu kalau ini hotelnya. Ah ya, di lantai atas hotel ini, ‘kan?” tanya Yeon Joo dengan tawa garing.

Pelayan itu menatap Yeon Joo curiga kemudian permisi pergi.


Yeon Joo panik, apa yang harus dia lakukan.


Sedangkan pelayan tadi menunjukkan pada rekannya kalau wanita yang mereka cari ada disana. Pelayan satunya terkejut. Namun saat mereka kembali melihat ke arah meja Yeon Joo, Yeon Joo sudah kabur.


Yeon Joo berlari sambil menelfon Kang Chul. Kang Chul tersenyum, dia mengira kalau Yeon Joo akan kembali menyatakan cinta padanya.

“Apa yang harus aku lakukan? Polisi akan menangkapku..” panik Yeon Joo.

“Kenapa? Polisi?”
“So Hee..”



Yeon Joo semakin panik saat polisi mulai berdatangan. Dia bertanya kemana dia harus pergi? Kang Chul menyuruh Yeon Joo bersembunyi untuk mengulur waktu, dia akan menyelamatkannya. Dia akan mengecek kondisinya dulu.

“Aku ada dilantai 28.”



“Ada apa?” tanya Do Yoon tak mengerti.

Kang Chul menelon Penjaga yang ia tugaskan. Dia bertanya, apa yang sudah dia lakukan? Penjaga itu mengaku kalau dia hanya mendapatkan perintah dari Nona Yoon. Kang Chul marah tapi dia menahannya, dia menyuruh penjaga itu ke lantai 28. Dia harus menemukan Yeon Joo yang akan bersembunyi dari polisi.

Tanpa sengaja beberapa polisi melihat Yeon Joo, mereka bergegas mengejarnya. Beruntung Yeon Joo melihat Penjaga tadi, dia bergegas untuk masuk ke sebuah kamar bersama Penjaga itu namun Polisi lebih dulu memergokinya dan Yeon Joo tak punya kesempatan masuk dalam kamar itu.

Secara diam – diam, dia melemparkan ponselnya ke dalam kamar Penjaga tadi.

Yeon Joo pun akhirnya digiring oleh polisi, dia menyerah tanpa perlawanan.




Penjaga menerima panggilan dari Kang Chul. Dia meminta maaf tak bisa menyelamatkan Yeon Joo. Kang Chul tersentak mendengar Yeon Joo ditangkap polisi. Lalu bagaimana bisa ponselnya ditanganmu?

“Dia secara rahasia melemparkannya padaku. Aku pikir dia tak akan mengatakan apa yang terjadi di penthouse.”

Kang Chul mengakhiri panggilannya dengan lemas. Do Yoon bertanya kenapa. Kang Chul menjawab bahwa So Hee telah membuat masalah. Mereka berdua tak bisa menunda penerbangan dan pergi ke suatu tempat.


Penjaga menghampiri So Hee dan mengatakan kalau Yeon Joo tertangkap polisi. Penjaga itu bertanya, didengar ini bukan perintah Presdir Kang?

So Hee memintanya jangan khawatir, dia akan mengurusnya. So Hee kemudian menerima panggilan dari Detektif Park dan bersikap seolah tak tahu apa – apa, “Oh Yeon Joo? Aku pikir dia ada di hotel?”


Berita mengenai penangkapan Yeon Joo pun tersebar. Dia yang awalnya dikatakan sebagai saksi untuk penyerangan Kang Chul tapi sekarang dia dijadikan sebagai tersangka setelah proses penyelidikan.

Banyak reporter yang menatikan kehadiran Yeon Joo didepan kantor polisi, mereka tak mau melewatkan berita eksklusif ini.



Kini Yeon Joo menatap ruang interogasi dengan ngeri. Detektif Park bertanya siapa namanya. Yeon Joo mengaku namanya Oh Yeon Joo namun Detektif Park tak mempercayainya. Sekali lagi dia bertanya tapi jawabannya tetap sama.

“Berapa nomor ID –mu?”
“Aku tak tahu.”
“Dimana alamatmu?”
“Aku tak punya.” Yeon Joo menggeleng, hampir menangis.



Detektif Park mencoba memberitahukan Yeon Joo betapa Kang Chul sangat berpengaruh disana. Dia dianggap sebagai pahlawan dan polisi tak ada yang berani padanya. itu mereka takut akan tanggapan publik. Orang yang dianggap pahlawan itu ditusuk dua bulan yang lalu tanpa ada kejelasan. Dia pasti tahu betapa buruknya itu, jadi Detektif Park meminta kerja samanya.

“Berapa nomor ID-mu?”
Yeon Joo masih ragu untuk menjawabnya.


Detektif Park minum kopi bersama So Hee, dia memberitahukan bahwa semuanya terasa aneh. Tak ada yang bisa diidentifikasikan dan bahkan sidik jarinya tak terdeteksi.
“Mungkin dia imigran gelap?”
Detektif Park tak berfikir demikian, dia juga sudah menghubungi petugas China. Ini berbeda dengan itu. sungguh berbeda. So Hee diam tak berucap apapun.



Yeon Joo duduk kedinginan dibalik jeruji besi. So Hee menemuinya hingga dia pun sontak berdiri. So Hee meminta maaf dengan apa yang telah ia lakukan. Tapi menurut sudut pandangnya, ini adalah pilihan terbaik. Dia khawatir kalau Kang Chul terus memandang remeh polisi dan menyembunyikannya. Tak masuk akal kalau Kang Chul harus tinggal dengan tersangka. Dia harus bekerja sama dengan polisi, ungkapkan semuanya. Identitas maupun kesaksian, saat dia dikatakan tak bersama maka dia akan membantunya.

Yeon Joo gemetaran dan mengaku dia tak punya identitas. So Hee tak percaya, bagaimana mungkin seseorang tak punya identitas?

Namun Yeon Joo tetap mengaku kalau dia tak punya identitas. So Hee terdiam melihat reaksi ketakutan Yeon Joo seolah dia agar curiga tapi ada sedikit rasa percaya.





Proses investigasi kembali berlanjut. Semua pertanyaan Detektif Park tak bisa terjawab satu pun. Mulai dari suntikan di rumah sakit sampai kartu nama palsu. Yeon Joo masih bungkam tanpa melontarkan jawaban.

Detektif Park marah dan frustasi apalagi Yeon Joo yang mulai terlihat pucat dan lemas. Detektif Park melemparkan tumpukan kertas padanya. “Jawab aku!”



Yeon Joo tertekan melihat banyaknya reporter. Mungkin dia masih tak menyangka semuanya akan serunyam ini. bahkan pemberitaan mengabarkan kalau Yeon Joo ditahan karena dikhawatirkan akan menghilangkan barang bukti dan kabur.

Disisi lain, Kang Chul belum bisa membantu karena tengah berada dalam perjalanan bisnis.



9 Responses to "SINOPSIS W – Two Worlds Episode 4 Bagian 1"

  1. Makasih mbaaa^^
    Semangat yaaaa...
    Senyum Kang Chul ngga nahan wkwkwkwk

    ReplyDelete
  2. Hahhahahaaaaa lucuuuu
    Makasih mbak sinopsisnya paling cepet dan komplit

    ReplyDelete
  3. Part II unnie 😖😖 ga sabarrr 😣

    ReplyDelete
  4. Part II unnie 😖😖 ga sabarrr 😣

    ReplyDelete
  5. Lanjut ke part 2 dong. Gak sabar pingin baca selanjutnya 😊

    ReplyDelete
  6. Jadi penasaran....

    ReplyDelete
  7. Mulai deg-degan.. Penasaran cerita selanjutnya..

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^