SINOPSIS W – Two Worlds Episode 2 Bagian 1

SINOPSIS W – Two World Episode 2 Bagian 1
Setelah apa yang menimpa Yeon Joo, kini dia tengah menatap kumpulan komik W dihadapannya dalam diam.



Ibu sudah menyelesaikan masakannya lalu memanggil Yeon Joo untuk makan. Yeon Joo masih sibuk dengan pikirannya yang kacau, dia menggigiti jarinya dengan gugup.
Yeon Joo bergegas bangkit dari tempat tidurnya. Dia bergegas untuk menghubungi Soo Bong.



Diseberang telefon, Soo Bong terlihat terpaksa menerima panggilan Yeon Joo. Yeon Joo mengungkapkan kesimpulan yang mungkin terjadi pada Ayahnya. Dia yakin kalau Ayahnya telah diculik oleh karater webtoon seperti dirinya.

Soo Bong tersenyum tak percaya, dia yang menggambarnya. Dia yang membuat latarnya cerita dan bagaimana mungkin mereka terseret dalam ceritanya sendiri. Itu hal yang koyol. Dan dia tahu bagaimana gambar Sung Moo, tak ada yang bisa menggambar seperti itu selain dia. Dan Soo Bong yakin kalau dia lebih mengenal Sung Moo dibandingkan Yeon Joo!



Yeon Joo kembali duduk dengan menggigiti kukunya, “Aku mengerti bagaimana perasaan Galileo Galilei”

“Heol, kau luar biasa.” Olok Soo Bong.

“Jang Geum juga mengatakan Aku bilang rasanya seperti kesemek karena rasanya memang seperti kesemek.”



Pembicaraan antara Yeon Joo dan Soo Bong terhenti ditengah jalan karena Soo Bong terkejut menemukan Sung Moo sudah berdiri tak jauh dari tempat duduknya. Sung Moo terlihat syok dan diam membeku disana.
“Seongsaenim..” sebut Bong Soo terkejut.



Yeon Joo mendengar teriakan Soo Bong menyebutkan Ayahnya sudah kembali. Dia bergegas menuju ke tempat mereka berada. Ibu menegur Yeon Joo yang belum makan.
Yeon Joo yang super panik tak memperdulikannya dan tetap bergegas pamit untuk pergi.


Ibu mengeluh dengan sikap putrinya yang terlihat mirip seperti bos sibuk dibandingkan wanita. Dia penasaran kapan Yeon Joo bisa membuka klinik sendiri dan membayarnya kembali.

Adik Soo Sun kemudian membahas mengenai Sung Moo yang kini menjadi orang terpanas. Dia bisa mendapatkan uang jutaan dolar. Seharunya dulu dia tak menceraikannya begitu saja, mungkin dia sekarang bisa hidup nyaman.

“Makanlah.” Lirik Soo Sun marah. Adiknya itu segera menutup mulutnya saat itu juga.



*****
Sun Mi menyapa Yeon Joo yang tergesa – gesa sampai kesana. Yeon Joo langsung menanyakan keberadaan ayahnya. Sun Mi menunjukkan bahwa Sung Moo sudah ada dalam ruang kerjanya.

Soo Bong berbisik pada Yeon Joo, dia menyarankan agar dia berhenti berfantasi liar. Yeon Joo tak menanggapi ucapannya, dia tanya lalu kemana perginya Ayah selama ini?

Soo Bong mengangkat kedua bahunya, dia tak tahu.




Yeon Joo tak membuang banyak waktu dan segera menghampiri Sung Moo. Dia bertanya bagaimana kondisinya? Kemana saja dia pergi? Dia sangat khawatir. Sung Moo mengaku kalau dia hanya berkeliling sebentar.

“kemana..?”

Ayah menggerak – gerakkan matanya seolah mencari – cari jawaban, “Tempat yang berbeda. Bagaimana denganmu? Apa kau baik-baik saja? Kau tidak terluka?”

Yeon Joo mengaku kalau dia baik – baik saja, dia tak terluka. Sung Moo bersyukur kalau memang baik – baik saja.


Dengan hati – hati, Yeon Joo mulai membahas masalah komik W. Ayah menyela ucapannya dan berkata kalau dia sudah mendengar cerita Yeon Joo dari Bong Soo. Sebenarnya kemarin dia sangatlah pusing jadi dia menggambar karakter Yeon Joo karena sangat mudah melakukannya.

“Dua episode terakhir. Apakah Ayah benar-benar menggambarnya?”

Raut wajah Sung Moo terlihat berubah serius, “Siapa lagi yang akan menggambar mereka? Jika itu bukan ayah, Lalu siapa?”




Sung Moo tersadar dia telah membuat suasana begitu serius. Dia tanya bukankah seharusnya Yeon Joo saat ini berada dirumah sakit. Kenapa dia malah datang ketempatnya, dia seharusnya berangkat kerja.

Yeon Joo tak bisa membantah, dia akan berangkat tapi Ayah juga perlu beristirahat.

“Ayah sangat lelah, Ayah  ingin menyelesaikannya dengan cepat dan istirahat. Mari kita bertemu lagi saat ayah merasa lebih baik.”



Yeon Joo bisa melihat wajah tertekan yang ditunjukan Ayahnya. Ayah juga menanyakan kabar Ibu dan Yeon Joo bilang kalau Ibu juga baik – baik saja.

Yeon Joo pamit, sebelum pergi dia menyemangati Ayah. Bukan hanya itu, dia juga memberitahukan bahwa bosnya penggemar berat Ayah. Senyuman Yeon Joo seolah membuat Ayah sedikit tenang, dia pun akhirnya bisa tersenyum.



Yeon Joo keluar ruangan masih dengan wajah tertegun. Sun Mi dan Yoon Hee menawari dia sarapan tapi Yeon Joo menolak. Dia lebih tertarik bertanya pada Bong Soo, apa ayahnya menceritakan sesuatu padanya?

Bong Soo menggeleng.

“Bagaimana cara dia keluar dari kamar tanpa diketahui?” tanya Yeon Joo dan dijawab gelengan lagi oleh Bong Soo. Dia hanya kembali dan mengatakan ingin langsung menggambar maka dia dan yang lain lembur untuk menyelesaikannya.

Yeon Joo tak bisa menjawab rasa penasarannya, dia akhirnya pamit untuk pergi ke rumah sakit.



Sung Moo kembali menyibukkan diri menggambar, dia menggambarkan karakter Kang Chul yang tengah terbaring. Dia memanggil Soo Bong, lalu menyuruhnya melakukan penelitian tentang racun yang mudah ditemui di rumah sakit.

Soo Bong mengerti.



*****
Hujan lebat membuat dua rekan kerja Yeon Joo membahas mengenai kue dan kopi yang enak. Mereka melakukan batu gunting untuk memilih siapa yang harus pergi membeli kopi dan kue. Batu, gunting kertas.

Yeon Joo yang sedang sibuk melamun tak berpartisipasi sehingga dia disuruh untuk membeli kopi. Seok Beom menepuk lengan Yeon Joo yang masih terus duduk. Yeon Joo terkejut sampai gemetaran. Seok Beom menyuruh Yeon Joo untuk pergi.

“Pergi kemana?” tanyanya bingung.



Dicafe, Yeon Joo mengirimkan pesan pada Soo Bong. Dia ingin menghubunginya dan Soo Bong juga tak begitu sibuk, dia masih bisa bicara.

Yeon Joo langsung menghubunginya, “Episode minggu ini tentang apa?”

“Aku rasa dia akan... Membunuh Chul lagi.”

Yeon Joo terkejut mendengarnya, karena lagi – lagi Ayah mencoba membunuh karakter utamanya itu.



***W***
Tengah malam di rumah sakit, Do Yoon menyibukkan diri membaca buku sambil menemani Kang Chul yang tengah tertidur pulas diatas ranjangnya.


Seorang suster sedang sibuk menyiapkan obat untuk para pasien. Dia menerima panggilan dan dengan suara lirih, ia mengatakan bahwa tak ada orang lain dengan dia. Hanya seorang pengawal yang terus menjaganya.
“Apa anda ingin saya melakukannya sekarang?” tanya suster itu kemudian menoleh ke arah box potasium.



***W***
Soo Bong menceritakan plot W yang akan mereka terbitkan minggu besok. Yeon Joo bertanya siapa yang memerintahkan suster itu untuk menyuntikkan obat. Soo Bong juga tak tahu karena pelaku memerintahkannya melalui telefon. Nantinya suster akan menyuntikkan potasium pada Kang Chul.

“Apakah dia akan menyuntikkannya melalui IV dan menghentikan jantungnya?”

“Ya. Aku melihatnya dan sepertinya itu cara termudah” jawab Soo Bong.



Sung Moo sudah menyelesaikan gambarnya sampai suster itu memasukkan potasium ke suntikkan yang akan dia gunakan pada Kang Chul.



Yeon Joo berhasil mendapatkan pesanannya, dia bergegas keluar dari cafe. Yeon Joo meyakinkan diri kalau Kang Chul itu hanya karakter kartun. Hanya karakter kartun. Tak nyata jadi dia tak perlu khawatir kalau sampai karakternya mati.



Yeon Joo menerobos hujan dengan menggunakan payungnya, dia ingat betul saat dimana ia menolong Kang Chul. Tatapan Kang Chul terasa sangat dalam dan nyata. Bahkan Yeon Joo melihat telapak tangannya, dia merasa apa yang dia pegang saat itu juga nyata.


Yeon Joo tak bisa menekan rasa penasarannya, hingga ia memutuskan untuk bertanya pada Sung Moo. Yeon Joo meminta maaf telah mengganggu Ayah, hanya saja dia ingin tahu apa alasan Ayahnya ingin membunuh karakter Kang Chul? Kenapa dia harus membunuhnya?

“Apa sekarang kau mau ikut campur pekerjaan ayah?”

Yeon Joo mengutarakan pendapatnya mengenai keputusan Ayah yang tak masuk akal. Kenapa pemeran utama harus mati disaat dia sama sekali belum membalas dendam, padahal selama 10 tahun dia sudah berusaha menemukan pelaku pembunuhan keluarganya. Dia hampir saja mati di dua episode lalu, kenapa dia ingin membunuhnya lagi?

“Jadi, mengapa kau melakukan sesuatu yang tidak perlu?” tanya Ayah keceplosan.



“Apa maksudnya itu? Ayah bilang aku melakukan sesuatu yang tidak perlu.” Tanya Yeon Joo terkejut.

“Bukan apa-apa.”

Yeon Joo yakin betul kalau maksud Ayah, hal yang tak perlu itu adalah menyelamatkan Kang Chul. Dia yakin Ayah pasti sudah tahu kalau dia yang menyelamatkan Kang Chul. Ayahnya tak menggambar adegan itu.

“Apa kau gila?”

Baiklah, Yeon Joo tak masalah asalkan Ayahnya bisa menjelaskan bagaimana dia bisa tahu dengan sangat detil apa yang dia pakai dari ujung kaki ke ujung kepala. Padahal Ayah tak pernah melihat baju yang dia kenakan, itu baju barunya.



“Aku melihatnya. Ia memiliki darah yang panas dan jantung yang berdetak. Bagaimana ia menatapku  menunjukkan dia masih hidup.. Kang Chul masih hidup. Bagaimana dia bisa hidup? Ini tidak masuk akal. Bagaimana dia bisa hidup?”

Ayah membenarkan kalau memang Kang Chul hidup dan itu menjadi alasan kenapa dia harus melenyapkannya.



Yeon Joo tertegun, dia memperingatkan Ayah untuk jangan semacam itu. menghilangkan nyawa makhluk hidup sama saja pembunuhan.

Tanpa Yeon Joo sadari, latar tempat ia berdiri mulai berubah bentuk. Ponsel yang dia gunakan untuk menelfon tiba – tiba sambungannya terputus. Saat dia menoleh, dia terkejut karena tempatnya berdiri sudah entah ada dimana.





Sung Moo memanggil – manggil Yeon Joo tapi tak ada jawaban. Sambungan telefonnya terputus, dia mencoba menghubunginya lagi tapi sudah berada diluar jangkauan.


****W****
Yeon Joo masih terperangah tak percaya. Kemudian televisi yang ada di sebuah toko menayangkan berita mengenai penyerangan Kang Chul, disana diberitakan bahwa pelaku pembunuhan Kang Chul belum diketahui siapa. Sedangkan saksi mata satu – satunya tak bisa mereka temukan, dokter yang kira – kira berusia sekita 20 tahun.

Pewacana kemudian memberitahukan bahwa tim operasi sudah bisa menyelamatkan nyawa Kang Chul. Dan kini tengah dirawat di rumah sakit Hankuk Sungjin.

Yeon Joo kemudian melihat ke area disekitarnya, lalu bergegas menuju ke suatu tempat.



Didunia nyata, Sun Mi menyarankan pada Soo Bong untuk membuat rumah sakit Hankuk Sungjin mirip seperti rumah sakit Myungsei. Soo Bong mengangguk setuju.



Yeon Joo terburu – buru menghentikan taksi dan meminta untuk mengantarkan dia ke Rumah sakit Hankuk Sungjin. Supir taksi kebingungan, dia menunjuk ke luar mobil dan berkata kalau Rumah Sakit Hankuk Sungjin ada disana.

“Tidak, itu tidak mungkin.  Ini Myungsei University Medical Centre.”

Yeon Joo melongok keluar jendela mobil, dia hanya bisa melongo melihat rumah sakit itu memang Rumah sakit Hankuk Sungjin.



****
Suster masuk kedalam ruangan Kang Chul dengan tegang. Dia meminta izin pada Do Yoon untuk memberikan suntik antibioti. Do Yoon mengangguk.

Kang Chul tersadar dari tidurnya, dia tanya dimana keberadaan So Hee?
“Dia sedang menemui karyawan.” Jawab Do Yoon.



Yeon Joo bertanya pada resepsionis tentang keberadaan Kang Chul. Resepsionis melihat jas dokter Yeon Joo tertulis Myungsei Medical Center. Resepsionis tersenyum dan mengatakan kalau mereka tak bisa memberitahukannya karena ini menyalahi kode etik disana.

Yeon Joo bilang kalau ini sangat mendesak. Resepsionis tak perduli dan mengabaikan dia.
Yeon Joo melihat ke sudut ruangan rumah sakit hankuk ini, dia merasa struktur ruangannya memang sama persis dengan Rumah Sakit Myungsei. Dia pun bergegas pergi.



Suster bersiap menyuntikkan potasium tapi dia sangat gugup. Beberapa kali dia melirik ke arah Do Yoon yang sibuk membaca. Sedangkan Kang Chul sudah kembali memejamkan mata.



Yeon Joo berjalan mengikuti beberapa dokter yang asik berdiskusi tanpa sadar kedatangannya. Dia pun akhirnya lolos melewati penjaga untuk masuk ke kamar VIP.



Didunia nyata, Sung Moo sudah tahap akhir untuk membunuh Kang Chul dengan menyuntikkan potasium. Dia berhenti sejenak untuk minum namun tiba – tiba layar bergerak sendiri dan sebuah gambar muncul dengan otomatis.
Sung Moo bergetar kesal karenanya.







Yeon Joo menerobos masuk ke kamar Kang Chul, dia melepas selang infusnya dan bertanya. Apa dia baik – baik saja?

“Ada apa?”

“Aku bertanya apa kau baik-baik saja? Ini bukan antibiotik. Ini potasium dan bisa menyebabkan serangkan jantung.” Jawab Yeon Joo.




Perawat panik, dia langsung lari terbirit – birit meninggalkan ruangan itu. beberapa penjaga juga ikut mengejarnya.



Do Yoon menyuruh resepsionis yang ada disana untuk mengecek nama perawat yang baru saja memeriksa Kang Chul. Dia menyuruhnya untuk memanggil keamanan dan mengunci bangsal bawah.


Yeon Joo tanya, kapan perawat itu menyuntikkannya. Kang Chul berkata kalau dia melakukan menyuntikannya tepat saat Yeon Joo datang. Yeon Joo sedikit lega, seharusnya tak akan terjadi apa – apa kalau begitu.

“Bagaimana kau tahu tentang ini?”

“Aku hanya lewat. Itu hanya kebetulan. Perawat itu tampak mencurigakan.”



Dokter yang menangani Kang Chul datang. Yeon Joo permisi setelah dokter yang menangani sudah datang kesana.

“Yeon Joo. Kau Oh Yeon Joo, kan?”

Yeon Joo menggeleng kaku, “Bu-kan..”

Kang Chul tersenyum tipis, dia menunjukkan nama yang tertera di jas Yeon Jo. Disana tertulis Oh Yeon Joo. “Kita akhirnya bertemu, Yeon Joo.”




Sung Moo tertegun melihat scene akhir yang tergambar dikomputernya. Kang Chul tersenyum dan tak jadi mati seperti yang sudah dia rencanakan.




 ****

12 Responses to "SINOPSIS W – Two Worlds Episode 2 Bagian 1"

  1. ini sperti cerita nya yg membuat sndiri cerita..
    ayah yeon joo mencurigakn

    ReplyDelete
  2. Wah.. ditunggu kelanjutannya ya ^^
    btw gak buat sinopsis the unusual family kah?

    ReplyDelete
  3. Sepertinya orang yang berjaket yang berusaha membunuh kang chul adalah sung moo sendiri.. wah daebak.. ditunggu part 2 nya

    ReplyDelete
  4. ditunggu terus kelanjutan sinopsisnya, ada yang tau download full ost W yang dinyanyiin Jung Joon Young nggak? gamsahamnida...

    ReplyDelete
  5. Gabisa berenti nonton. Ga sabar nunggu EPS 3

    ReplyDelete
  6. Jangan* ayah yeon joo pelaku pembunuhan keluarga kang cul...

    ReplyDelete
  7. Waahhh seruuu...
    Smangatt kak...
    Kami sll menunggu
    sehat2 sll y kak

    ReplyDelete
  8. Sumpah plot nya keren abis lah pokok nyaa..
    Semangat yaah...

    ReplyDelete
  9. Sumpah plot nya keren abis lah pokok nyaa..
    Semangat yaah...

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^