SINOPSIS Uncotrollably Fond Episode 2 Bagian 1

SINOPSIS Uncotrollably Fond Episode 2 Bagian 1

[2006]
Tahun 2006, No Eul masihlah seorang anak SMA yang polos dan senang membantu siapa saja. Bahkan saat ia melihat seorang nenek mendorong gerobak, No Eul menghentikannya dan memberikan syal serta sarung tangannya.

No Eul dengan ramah menyuruh nenek itu untuk pulang saja dan ia yang mengantarkan gerobak sang Nenek.

No Eul pun berakhir kedinginan saat mengantarkan gerobak sang Nenek.



No Eul bertemu dengan Ddeul Ddeul, anak tetangganya yang sedang membeli jajan di warung Ayahnya. No Eul berkata kalau dia kan sudah menyuruh Ddeul Ddeul untuk makan saja tanpa harus membayar.

Ayah No Eul kaget, ia pun menatap Ddeul Ddeul sambil tersenyum dan menengadahkan tangannya minta bayaran.

Ddeul Ddeul ragu tapi No Eul menyuruhnya untuk pulang dan menemui adik serta ayahnya.
Khamsahamnida..” Ucap Ddeul Ddeul segera pergi.


Ayah No Eul kesal bukan kepalang, dia heran kenapa dia harus melahirkan jesus atau bahkan malah budha. Bagaimana bisa dia membiarkan Ddeul Ddeul pergi tanpa membayar. No Eul berkata kalau Ayah Ddeul Ddeul baru saja kecelakaan di tempat konstruksi. Apa ayahnya masih tega mengambil uangnya?

Tentu saja.” Kesal Ayah. Dia heran dengan sikap baik No Eul yang keterlaluan. “Ayahmu sendiri tak bisa membeli pakaian dan makan makanan yang baik. Kau lihat betapa kurusnya aku? Kalau saja aku menyimpan semua uang yang kau sumbangkan, aku tak harus bekerja jualan dipinggir jalan dan kedinginan sampai mati.”


Tak lama, teman No Eul datang dengan terburu – buru. Ia memberitahukan kalau ada sekelompok anak yang ingin memberikan pelajaran pada Moon Hui. No Eul tak terima, memang mereka pikir siapa sampai ingin memberikan pelajaran pada temannya?

Ayah menghentikan ucapannya, “Sudah ku katakan, jangan ikut campur urusan orang lain?

Dia bukan orang lain, Moon Hui adalah temanku.” Sela No Eul yang langsung pergi bersama temannya.


*****
Di tempat lain, Joon Young sedang menatap papan pengumuman dalam diam. Ada pengumuman yang mengatakan kalau Joon Young di skors selama 10 hari dengan alasan melakukan tindak kekerasan.



Ibu Joon Young tak terima, dia menggandeng seorang murid perempuan saat menemui Kepala Sekolah. Ibu menjelaskan bahwa Joon Young tak bersalah, dia telah membantu gadis yang datang bersamanya. Karena segerombolan anak mengganggu siswi itu, Joon Young mencoba menghentikan mereka. Tapi mereka tetap berulah hingga Joon Young terpaksa memukuli anak – anak itu. “Bukankah seharusnya dia mendapatkan penghargaan, kenapa anda malah menghukumnya?


Ibu meminta siswi itu untuk memberikan kesaksian tapi gadis itu terus menunduk diam.

“Maaf bu, menurut apa yang dikatakan gadis ini, mereka tak menganggunya. Yang mereka lakukan hanya bicara dan Joon Young mulai memukuli mereka tanpa adanya provokasi.”



Ibu Joon Young hilang kesabaran, dia memarahi siswi yang berani berbohong dan membuat anaknya dihukum. Apa karena anak – anak itu orang kaya jadi dia membela mereka? Ibu Joon Young menampar siswi itu dengan marah. Siswi tadi ketakutan hingga menangis, Kepala Sekolah pun membentak Ibu agar ia meredakan kemarahannya.

Ibu menangis, dia berlutut dihadapan kepala sekolah dan memintanya menarik hukuman Joon Young. “Anakku akan menjadi jaksa. Kalau Anda melakukan ini pada catatannya, sama saja anda telah menjatuhkan hukuman mati. Aku akan bertanggung jawab dan menyuruhnya lebih berhati – hati mulai sekarang. Dia tak akan pernah melakukan kekerasan lagi, aku mohon!”



*****
Tiga anak dengan wajah babak belur mengatai Joon Young yang kini menerima akibat setelah berurusan dengan mereka.

Sebuah ransel melayang dan jatuh tepat dihadapan mereka bertiga, Joon Young datang dengan senyum sinisnya. “Ada hal yang ingin aku tanyakan.

Ketiga anak itu meremehkan Joon Young, dia heran apakah Joon Young masih belum menyadari perbedaan kekuatan mereka. Joon Young tak takut, ia bahkan sudah berfikiran ingin mematahkan salah satu diantara mereka, “Siapa yang ingin menjadi relawan?

Ketiganya langsung gemetar dan perlahan bergerak mundur.


*****
Joon Young berakhir di kantor polisi dan polisi memukuli kepala Joon Young dengan buku, “Kenapa kau bocah, Aku merasa kasihan denganmu karena kau hanya dibesarkan oleh seorang ibu...”

Joon Young mendelik kearah polisi, ia menahan tangannya. “Kenapa kau mengasihani aku? Siapa kau hingga berani meremehkanku?


Jung Shik menghentikan polisi yang kembali akan memukul Joon Young, kalau tidak maka tangannya tak akan selamat. Dia menyuruhnya untuk jangan meremehkan Joon Young, kalau sampai ia menghubungi Ayah Joon Young maka ia yakin petugas itu akan kehilangan pekerjaanya.

Jadi tolong, bawa saja Ayah anak ini! Aku jadi penasaran, orang tua seperti apa yang sudah membuat anaknya seperti ini.” Ejek petugas polisi.

Baik, ayo buktikan! Dia sibuk dengan urusan pemerintah, kau tahu. Tapi kalau dia mendengar anaknya seperti ini, dia akan meninggalkan semuanya dan segera datang kesini.”

Paman. Berhenti..” lirih Joon Young. Jung Shik tak mendengarkan ucapan Joon Young dan tetap mengoceh.



BERHENTI!!” teriak Joon Young membuat seisi kantor menatapnya. Joon Young meminta Jung Shin jangan bicara yang tidak-tidak.

*****
Joon Young dan Jung Shik duduk dikedai. Saat yang sama, di TV ada tayangan berita yang meliput konferensi pers Hyun Joon. Joon Young menonton berita itu dengan tatapan benci.

Kau jangan bicara kebohongan lagi.” Suruh Joon Young pada Jung Shik tapi ia masih terus menatap intense ke arah layar televisi.

Mmm.. Kau tahu.. Itu bisa saja benar.” Ucap Jung Shik gugup. “Apa yang akan kau lakukan jika pria yang ada di TV itu (Hyun Joon) adalah ayahmu? Jika ayahmu adalah seorang jaksa yang hebat?

Joon Young dengan mantap berkata kalau dia akan membunuhnya karena telah meninggalkan dia dan ibunya. Sedangkan pria itu hidup enak dan tampil di TV.




Hey, dia bukan melakukannya dengan sengaja. Pria itu mungkin tak tahu kalau kau lahir. Ibumu selalu bersembunyi dan kabur, jadi bagaimana dia bisa tahu?

Joon Young menatap Jung Shik tajam, meminta penjelasan. Jung Shik seketika meraup wajahnya dan berkata kalau ia mungkin sedang tak waras. Joon Young masih serius dengan keingin tahuannya, ia berniat pergi dan menanyakan kebenaran ucapan Jung Shik.

Jung Shik ketakutan, ia menahan Joon Young. Dia takut kalau sampai ibu Joon Young tahu, maka tamat riwayatnya. Apalagi kalau tahu ia membicarakan Pria itu pada Joon Young.



*****
Joon Young pulang kerumahnya, ia teringat dengan penjelasan yang dikatakan Jung Shik mengenai Ayahnya.

Ayahmu menyembunyikan fakta kalau dia murid sekolah hukum dan bekerja sebagai pelayan di tempat karaoke. Dan ibumu bekerja sebagai pemotong buah di dapur. Keduanya pun saling jatuh cinta. Ayahmu sangat terobsesi untuk belajar dan ia sangat tampan. Joon Young, ibumu akan membunuhku kalau aku menceritakan hal ini padamu. Kau jangan sampai biarkan dia tahu, ya?



Joon Young melihat ibunya duduk sampai tertidur didepan pintu rumah.

Tapi suatu hari, seorang yang mengaku sebagai Kakak Hyun Joon datang. Dia mengatakan pada ibumu kalau Hyun Joon adalah murid terbaik di sekolah hukum dan akan menjadi jaksa. Jadi seorang wanita pemotong buah di sebuah tempat hiburan tak cocok untuk menjadi pasangannya.”


Joon Young membangunkan ibunya. Ibu menatap Joon Young marah bercampur sedih dan khawatir.

Ibumu mungkin kasar, tapi hatinya lembut. Dia sadar betul dimana ia berada dan mungkin dia rela mati demi ayahmu, jika perlu.”


Joon Young tanya pada ibunya yang lebih memilih tidur diluar daripada didalam. Dengan suara bergetar, ibu bertanya kenapa polisi bisa melepaskan seorang anak yang melakukan kekerasan. Seharusnya dia dilempar saja ke penjara.

Ada banyak sekali orang jahat didunia ini. Mereka tak punya tempat untukku. Mereka bilang agar aku kembali kalau aku membuat ulah sekali lagi.” Jawab Joon Young dengan santai. Ia kemudian mengajak Ibu untuk makan, ia tahu kalau ibu belum makan.

Aku tak punya makanan untuk anak sepertimu. Kalau kau lapar, kembali ke kantor polisi dan minta makanan penjara disana!” ketus ibu. Joon Young hanya menanggapinya dengan decakan.



Ibu makan dengan lahap, Joon Young menyidirnya karena tak membiarkan putra satu – satunya mencicipi makanan itu.

Itulah kenapa dia ingin menjadikanmu sebagai jaksa meskipun kau peringkat terakhir dikelas. Dia ingin membuatmu menjadi jaksa agar dia bisa menunjukkan pada Ayahmu. Dan berkata padanya, Aku merawatnya dengan baik meskipun tanpamu.”

Joon Young mencoba menyembunyikan kesedihannya dan ikut makan makanan ibunya. Tapi ibu menghalangi Joon Young.

Ibu memukuli dada Joon Young, kenapa dia harus membantu gadis itu? padahal Joon Young bukan tipe orang yang akan membantu orang lain meskipun mati dihadapannya. Ibu tersedak dan Joon Young memberikan minum padanya, “Sadarlah bu, aku bodoh karena aku menurunimu. Apa kau pikir aku bisa menjadi jaksa?

Ibu marah dan menyuruh Joon Young untuk menjadi apapun semaunya. Atau dia bisa membuat uang dengan memukuli uang kalau mau.





*****
Setelah mengetahui alasan dibalik keinginan ibunya menjadikan dia jaksa. Joon Young mulai belajar dengan rajin. Dia tipe yang pinter sih, Cuma emang malas. Godaan anak sekolah. :D


****
Meskipun bukan artis, Joon Young sudah banyak fans dan mereka berebut untuk bisa duduk bareng di bus. tapi mereka dibuat kesal, karena seorang Ahjussi yang tak lain adalah CEO Namgoong duduk lebih dulu disampingnya.

CEO Namgoong meletakkan kartu nama diatas buku catatan Joon Young, “Kau mendapat banyak panggilan dari agensi hiburan kan? Aku yakin kau tahu kalau kau menandatangani kontrak dengan kami, kami ada dilevel yang berbeda.”

Joon Young meremas kartu nama itu, dia mengabaikan dan menggunakan headset agar tak mendengar ocehan CEO Namgoong.



*****
Hari hari Joon Young kini dihabiskan untuk belajar dan belajar. Bahkan sampai larut malam dan tertidur di perpustakaan. Ia pergi ke WC untuk mencuci wajah.


Permisi?” tegur No Eul yang menantikan Joon Young di dekat toilet. “Kenapa kau mengabaikanku padahal aku memberikan tujuh note padamu?

“Maaf, kau bukan tipeku.”

Kau juga bukan tipeku.” Ketus No Eul. “Sejak kau meninggalkan Na Ri, kini yang dia lakukan hanya menangis. Dia tak mau makan. Karena kau, temanku tak bisa tidur ataupun makan.”

“Jadi apa hubungannya denganku?”

“Aku hanya bilang kalau dia bisa mati di tempat tidur karena kau!”

“Mati saja.”

“Kalau dia mati, aku akan membunuhmu!”



No Eul meminta Joon Young untuk putus dengan Na Ri sampai dia siap. Joon Young tersenyum tipis, dia tanya berapa banyak No Eul telah dibayar untuk melakukan semua ini?
Joon Young mendekat kearah No Eul dan memegang dahinya, “Kau pasti kehilangan akal. Kau harus masuk ke rumah sakit.”

No Eul menatap Joon Young sebal dan menata kembali poninya.

Apa perlu aku panggilkan orang tua mu (untuk mengantarmu ke rumah sakit)?” ejek Joon Young sambil ngeloyor pergi.


******






2 Responses to "SINOPSIS Uncotrollably Fond Episode 2 Bagian 1"

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^