SINOPSIS Uncontrollably Fond Episode 8 Bagian 2

SINOPSIS Uncontrollably Fond Episode 8 Bagian 2
No Eul masih enggan untuk menatap Joon Young. Joon Young mengatakan kalau No Eul terus mengabaikannya dan fans –nya dengar mungkin mereka ingin membunuh No Eul. Mereka mencoba untuk bertemu dengannya sebentar saja bahkan tak bisa.

Masa bodo, No Eul meminta Joon Young untuk meninggalkannya di rumah sakit dan pergilah. Joon Young setuju saja, dia memang pintar dalam hal pergi dalam sekejap tanpa bekas. Tapi untuk sekarang, dia hanya minta waktu 3 bulan atau paling lama empat bulan.



Pokoknya tak perduli, No Eul akan kembali menempel pada Hyun Woo. Dia akan berulah sampai cintanya diterima. Menelfon, menemuinya dan bahkan kalau harus memohon.
“Lakukan saja apa yang kau inginkan.”
“Aku menyukainya, bukan kau.”
“Aku tak perduli. Aku tak perduli siapa yang kau suka. Ego dan kecemburuan? Aku tak punya waktu untuk itu.”



No Eul lagi – lagi acuh, dia mengeluh karena letak rumah sakit sepertinya sangat jauh. Sedangkan Joon Young melirik ke arahnya, sedikit kesedihan timbul dari wajahnya.


Bukannya membawa ke rumah sakit, Joon Young malah mengajaknya ke kedai milik Young Ok. Belum apa – apa No Eul sudah melihat ada tulisan larangan bagi fans Joon Young untuk makan disana.

Tahu kalau ini kedai milik orang tua Joon Young, No Eul pun memutuskan untuk kabur. Joon Young menjegal tangan No Eul lalu menariknya masuk.



Young Ok baru saja membaca berita mengenai Joon Young yang berkencan dengan Yoo Na. Namun tak selang lama Joon Young masuk ke kedainya dengan menggandeng No Eul.
Young Ok diam melihat tangan putranya menggenggam tangan No Eul.



Young Deuk mempersilahkan tamu yang hendak pulang lalu memasang tulisan bahwa kedai di tutup karena urusan pribadi.


No Eul berbisik pada Joon Young agar tangannya segera dilepaskan. Setelah menolak terus, akhirnya dia mau melespakannya juga. No Eul pun membungkuk memperkenalkan diri namun Young Ok tak menjawab apapun.

“Bukankah ini wanita mata duitan itu?”
No Eul mengaku kalau dia bukan wanita mata duitan. Dia hanya korban untuk menutupi skandal Joon Young.

Joon Young mengalihkan permbicaraan dengan mengatakan pada Ibu kalau No Eul punya masalah pencernaan. No Eul menolak, dia akan pergi mencari obat sendiri. Dia menjamin bahwa dirinya dan Joon Young tak berkencan. Dan dia bukan pula wanita mata duitan.




Jung Shik tak berfikir demikian, mereka tak tampak tak ada apa – apa. Karena No Eul adalah wanita pertama yang pernah dibawa Joon Young menemui Young Ok.

“Dia wanita yang kusuka. Yang aku katakan kemaren..”

No Eul menyela, “Manager Oppa mengatakan padaku, Joon Young tak ada dalam kondisi pikiran yang benar. Kepalanya dipukul oleh orang dengan kayu, jadi otaknya..”

Jung Shik mendesis untuk menghentikan ucapan No Eul. Joon Young menambahkan kalau dia memang sangat menyukai No Eul, dia baru menyadarinya dua minggu yang lalu. No Eul mengelak. Jung Shik akhirnya mengambil kesimpulan bahwa yang suka itu Joon Young, dan dia mengejar wanita mata duitan. Jung Shik memanggil Young Ok untuk menyadarkan putranya.



Young Ok malah bangkit, dia tak mau berhadapan dengan orang tak jelas ini. dia menyuruh Young Deuk membuka toko lagi.

No Eul memanggil Ibu, dia sekali lagi meyakinkan dan menjamin tak ada hubungan apapun antara dia dan Joon Young. Dia tahu tempatnya berada (posisinya). Dia akan mengabaikannya jadi mereka tak perlu khawatir.

“Yak, No Eul!” sentak Joon Young.

“Atau kalau tidak, apa aku perlu menandatangani perjanjian?”

No Eul seperti akan muntah, dia kembali mengatakan kalau dia akan menghilang dari hadapan Joon Young kalau perlu. No Eul kembali mual sampai akhirnya Ibu tak tahan melihatnya lalu menepuk punggung Eul.


Young Ok mengurut tangan No Eul dan bersiap untuk menusuk jempolnya dengan jarum. No Eul mengira kalau Young Ok melakukannya karena membenci dia. No Eul pun menutup mata sambil mengeluarkan suara seperti lumba – lumba. Dia memohon agar Ibu Joon Young jangan terlalu membencinya.

“Aku belum melakukannya. Aku juga tak membencimu.”

“Kenapa? Kalau aku jadi kau, mungkin aku akan membunuhku.”

“Tidak. Kau bilang kau tahu tempatmu berada.” Ucap Young Ok. Dan terdengarlah suara jeritan No Eul karena jempolnya sudah ditusuk dan berdarah.




Jung Shik menghampiri Joon Young, tanpa sengaja dia mendang sepatu milik No Eul. Dia pun berbalik dan membenahi letak sepatunya. Joon Young tersenyum karena itu tandanya Jung Shik sudah menerima No Eul.

Jung Shik memberikan beberapa kali pertanyaan perkalian. Dengan mudah Joon Young menjawabnya dengan benar. Jung Shik pun yakin kalau Joon Young memang dalam kondisi otak yang benar, soalnya dulu saat Gook Young menyukai wanita mata duitan. Dia selalu menyebut angkat 3 sebagai 8.

Joon Young tersenyum. Jung Shik bertanya, kenapa Joon Young bisa menyukai wanita dengan sepatu murahan? Padahal banyak gadis menggunakan high heels disekelilingnya?
Joon Young sendiri bertanya – tanya tentang hal itu.

“Buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya.” Celetuk Jung Shik.



Jung Shik menceritakan masa lalu Ayah Joon Young, banyak wanita yang berkeliling disampingnya tapi dia malah memilih dengan Young Ok yang seperti biksu. Tapi setelah tua nanti, dia akan berfikir kalau high heel lebih menarik dari pada sepatu murahan. Seperti ayah Joon Young, dengan posisinya sekarang maka akan sangat mudah baginya menemukan Young Ok. Tapi sampai sekarang, dia tak pernah mencoba mencarinya.

Joon Young yang tadinya mendengar kisah itu dengan tersenyum pun mulai sirna.



Hyun Joon bergegas turun dari mobilnya, Ji Tae dan Jung Eun sudah menantikan dia didepan gedung. Hyun Joon mengangguk dan bergegas untuk menemui istrinya.


Jung Eun menahan tangan Ji Tae yang berniat mengikuti Ayahnya. Dia bertanya kenapa Ji Tae bisa berubah seperti ini. Ji Tae tak ingin mendengarkan ocehan Jung Eun namun langkahnya terhenti saat Jung Eun bertanya, apa dia sangat menyukainya? Cukup dengan mengubah setelan mahalnya dengan jaket murahan dan berbaur dengannya?

Ji Tae berbalik, “Aku ingin menghabiskan waktu dengan keluargaku. Aku akan meminta Pak Kang mengantarkanmu.”

“Ji Tae –Shi!” sentak Jung Eun.



Dokter menyatakan bahwa hasil tes menunjukkan kesehatan Eun Soo sudah kembali normal dan dia bisa kembali besok. Eun Soo menolak, dia seorang pasien gagal ginjal yang melakukan operasi 10 atau 15 tahun yang lalu. Keadaannya bisa saja memburuk, dia setiap saat bisa kembali sakit.

“Nyonya...”

Eun Soo meminta Dokter agar mengatakan pada Hyun Joon bahwa mereka akan melakukan yang terbaik tapi anggota keluarga khususnya suami harus membuat kondisi yang nyaman untuknya. Harus lebih memperhatikan dan merawatnya. Operasi lain mungkin akan menyebabkan hasil yang drastis. Bisakah ada mengatakan itu pada suamiku?

Dokter itu masih tergagap untuk menjawab namun Hyun Joon sudah sampai di ruang rawat Eun Soo.


Eun Soo bergegas menutup matanya lagi. Hyun Joo segera menanyakan kondisinya pada Dokter dan Dokter itu memberikan pernyataan seperti yang diinginkan oleh Eun Soo.



Ji Tae mengganti pakaiannya dengan setelah jas. Dia ingat ucapan yang dikatakan oleh Jung Eun tadi. Dia memberitahukan bahwa pernikahan mereka akan dilaksanakan satu bulan lagi. Dia sudah mengatakan pada Ibu Ji Tae kalau dia ingin segera menjadi menantunya. Bulan depan adalah perayaan ulang tahun Ibu dan Ayah Ji Tae, saat itulah mereka juga akan menikah.

Ji Tae menggenggam erat dasinya dengan marah.



Young Ok sibuk membuat makanan, dia mencoba membuka botol minyak ikan namun kesulitan. Joon Young membantu membuka lalu menuangkannya tapi dia menaruhnya terlampau banyak sampai sangat asin. STOP! Kau bodoh, bagaimana bisa menyiram minyak ikan seperti menyiram air?

Young Ok mencicipi makanannya sambil merem melek. Joon Young pun menyiramnya lagi dengan air.

“Apa yang kau lakukan?”

“Katanya keasinan?” ujar Joon Young sambil menahan senyum jahilnya.



Joon Young bertanya, “bukankah No Eul cantik? Seperti kau dulu, tapi dia tak akan menjadi sepertimu. Aku tak akan membiarkan hidup seperti apa yang kau alami.  Dia tak akan terluka, dia tak akan direndahkan.”

Young Ok mencoba mengalihkan pembicaraan dengan mengatakan kalau seladanya tak enak.

Joon Young masih tersenyum, pokoknya dia akan menjaga No Eul dan tak akan menyerah untuk mendapatkannya.



No Eul sudah sedikit mendengar cerita mengenai Joon Young. Jung Shik mengatakan bahwa Joon Young ini kelihatannya memang seperti top star tapi sebenarnya ibunya tak mau memasak makanan untuknya. Yang dia dapat hanya cacian dan keluhannya saja.

“Tapi ngomong – ngomong, kenapa mereka berpisah?”

Jung Shik mengatakan bahwa Joon Young ini dulunya ingin dijadikan jaksa tapi tiba – tiba keluar sekolah karena alasan yang tak jelas dan memilih menjadi selebriti. Jung Shik keceplosan, dia menyuruh No Eul tanya sendiri kelanjutannya pada Joon Young.

Jung Shik menatap sepatu No Eul, “Ngomong – ngomong, dimana ayahmu bekerja?”

No Eul tak menjawab, dia hanya menatap canggung Jung Shik.


Joon Young menepikan mobilnya didepan rumah Nari, dia sedikit mencertakan hal tentang ibunya. Ibunya adalah seorang single mother sejak berusia 22. Saat SMA, dia pernah bekerja sebagai pegawai bar demi membayar uang tutor –nya. Bahkan dia pernah mencoba menyogok guru hingga anaknya ini malu. Dan saat ia meminta Tangsuyuk, mereka sampai tak bisa makan satu hari.

“Apa kau masih berfikir kau tak sepadan denganku?”



No Eul tak menjawab pertanyaanya, dia hanya mengucapkan terimakasih pada Joon Young lalu masuk kedalam rumah.


Didalam mobilnya, Joon Young kembali harus menunjukkan wajah sedihnya.


Ji Tae meminta Hyun Joon untuk pulang saja, dia yang akan menjaga ibu. Hyun Joo menolak karena dia akan selalu disamping ibunya. Dia yang akan menemani. Dia saja yang pulang, Haru pasti kasihan kalau dirumah sendirian.

Ji Tae mencoba membujuknya namun Hyun Joon tak menggubris, dia mengelus sayang dahi istrinya. Ji Tae pun tak bisa membantah lagi.



Sesampainya dirumah, Ji Tae menerima pesan dari No Eul. Dia bertanya apakah Ji Tae ingin makan mie?
Seketika senyum terulas manis diwajahnya.


Ji Tae menerima sebuah panggilan dari Hyun Joon. Entah ada angin barat atau angin timur atau apa, dia mengatakan kalau dia ingin lebih baik lagi dalam memperlakukan Ji Tae. Dia meminta maaf atas segala yang telah ia lakukan.

“Kau sudah melakukan yang terbaik seperti sekarang.”

“Tolong katakan pada Jung Eun ucapan terimakasih ku. Aku sangat berhutang budi padanya.”

Ji Tae terdiam mendengar ucapan Hyun Joon. Dia seperinya urung untuk menemui No Eul.



Bong Sook menghidangkan makanan yang banyak pada No Eul. Dia mengaku prihatin karena No Eul sudah ditolak oleh Joon Young dan Ji Tae. Dia merasa kasihan jadi dia memberikan makanan itu gratis.

No Eul pun menerimanya. Bong Sook bertanya, memangnya kau menunggu siapa?

“Ahjussi.”

“Hyun Woo-ku?” tanya Bong Sook. Haha. Dia sepertinya memendam rasa atau bagaimana, ia pun bergegas membenahi makanannya kembali dan menyisakan dua mangkuk mie pesanan No Eul.


Sepulangnya Joon Young, dia dikejutkan oleh kehadiran CEO Nam Goong dan Gook Young. Keduanya sama – sama bersikap so’ manis karena takut kena marah Joon Young. Bahkan berniat untuk berlutut.
“Kalian sudah melakukan yang terbaik.” Puji Joon Young meninggalkan mereka.
Sontak keduanya menganga tak mengerti, mereka malah dapat pujian dari Joon Young.



No Eul mencoba menghubungi Ji Tae namun tak kunjung menerima jawaban. Akhirnya dia kesal juga, dia sebenarnya ingin Ji Tae menahannya. tapi dia tak datang saat mengatakan dia akan datang. Jangan salahkan keputusanku.



Ponsel Joon Young berdering, dia menerima panggilan dari seserang yang berhasil membuatnya segera terkejut. Dia bangkit dari tidurnya. “EUL?”

Joon Young masuk dalam mobil dengan wajah sumringah. Dia sudah meminta Eul untuk mengulangi kata – katanya tapi Joon Young berubah pikiran. Dia ingin mendengarkannya langsung dari mulut Eul.



Joon Young menepikan mobilnya saat melihat Eul duduk di pinggiran sungai. Dia keluar dengan senyum terulas manis diwajahnya, namun tiba – tiba pandangannya kabur. Dia menahan tubuhnya sejenak sebelum akhirnya melanjutkan jalannya.


“If you thought, I would fall or give up or step aside over something like this, then you were wrong. Come at me with all you have. I will never despair, be sad, or succumb.”

Kalau kau pikir, aku akan jatuh atau menyerah ataupun mundur untuk sesuatu semacam ini, kau salah. Datang padaku denganmu sepenuhnya. Aku tak akan pernah patah harapan, sedih ataupun mengalah.”  - Good Job!!!

Joon Young melebarkan senyumnya dan mendekap Eul dalam pelukannya.







14 Responses to "SINOPSIS Uncontrollably Fond Episode 8 Bagian 2"

  1. Terima kasih. Update sinopsisnya cepet banget...
    Smangat...

    ReplyDelete
  2. Ahhhh....sweet bget lnjut ya min sinopnya fighting

    ReplyDelete
  3. Ahhhh....sweet bget lnjut ya min sinopnya fighting

    ReplyDelete
  4. Ahhhh....sweet bget lnjut ya min sinopnya fighting

    ReplyDelete
  5. baru bisa baca sweet banget ending.a bikin gk sabar nunggu k.lanjutan.e
    #fighting
    #gomawo

    ReplyDelete
  6. Fighting untuk episode 9 Nya ����

    ReplyDelete
  7. Hwaaaaa gak sabarrrrr tunggu episode selanjutnya....

    ReplyDelete
  8. Hwaaaaa gak sabarrrrr tunggu episode selanjutnya....

    ReplyDelete
  9. Halo mba....
    Mba saya mau minta izin quote joon young yg sdh mba translate kan ke bhsa inggris mw saya kutif d Blog saya ya ...gomawo mba.hwaiting!

    ReplyDelete
  10. Halo mba....
    Mba saya mau minta izin quote joon young yg sdh mba translate kan ke bhsa inggris mw saya kutif d Blog saya ya ...gomawo mba.hwaiting!

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^