SINOPSIS Uncontrollably Fond Episode 7 Bagian 2

SINOPSIS Uncontrollably Fond Episode 7 Bagian 2
Joon Young tersadar dengan peluh membasahi dahinya dan bibir pucat pasi. Dia mentap tangannya dan pandangan Joon Young mulai kabur.

Dia bangkit dari tidurnya untuk membasuh muka serta meminum beberapa obat.




Joon Young tertegun melihat No Eul kini sibuk didapurnya. Dia diam memperhatikan sampai saat No Eul tanpa sengaja menyentuh benda panas.



Joon Young tak bisa diam melihat No Eul terluka, pada akhirnya dia mendekat lalu menarik tangannya untuk dibasuh air. Sekarang setelah tahu akan perasaan Joon Young, No Eul menjadi kikuk saat Joon Young berada didekatnya.

“Kapan kau bangun? Aku melihatmu tertidur jadi aku tak membangunkanmu.”

No Eul menoleh dan melihat Joon Young menatap lurus kearah tangan No Eul. No Eul kembali mengatakan bahwa dia masuk lewat pintu belakang, Manager Oppa yang sudah membiarkannya masuk. Soalnya didepan ada banyak reporter.

Joon Young bungkam.

“Aku punya jari tebal, jadi ini tak terlalu sakit.”



Joon Young melepaskan tangan No Eul lantar pergi. No Eul memanggilnya untuk makan namun tak diperdulikan.

“Aku sudah berusaha untuk membuatnya. Lupakan, tak usah makan kalau begitu. Aku akan memakan semuanya.” Gumam No Eul.


Kerja keras No Eul berbuah sepotong daging gosong yang ia letakkan diatas piring. No Eul membela dirinya sendiri, tak masalahkan asalkan rasanya enak. Dia pun menyuapkan sepotong daging kemulutnya. Tapi memang tak rasa maupun rupa, semuanya memang tidak sedap.

No Eul menggerutu sendiri setelah menghadapi sikap Joon Young sekarang. Memangnya dia pikir aku penyakit atau apa? Dia terus mengabaikanku. Kalau memang marah, dia bisa langsung mengatakannya padaku. Piciknya.



Joon Young tiba – tiba kembali muncul. No Eul tertegun dan segera menelan daging gosong asinnya. Joon Young rupanya kembalu untuk mematikan lampu dan menutup jendela rumahnya.

“Ada apa ini?” tanya No Eul bingung.


*****
CEO Namgoong menerima panggilan Reporter Kim yang mengatakan bahwa rumah Joon Young lampunya sudah mati. CEO Namgoong membenarkan, itu karena dia mengirim pembantu untuk memberi makan anjing Joon Young. Dia masih diluar rumah, jadi mereka harus segera pergi.

Man Ok datang ke sana membacakan komentar terbaik di Internet. [Tak ada satupun yang melihat No Eul dan Joon Young selama dua hari. Mungkinkah mereka bunuh diri seperti Romeo dan Juliet.]

CEO Namgoong menjelaskan pada Repoter Kim bahwa Joon Young melakukan semua itu karena dia sedang banyak tekanan. Dia melakukannya tanpa pikir panjang.

Man Ok kembali membaca komentar dengan keras. [Apa No Eul lebih memilih menjadi juliet dari pada wanita mata duitan?]



CEO Namgoong meminta Man Ok untuk berhenti membaca komentar seperti itu sepanjang hari. Man Ok hanya melengos. CEO Namgoong kembali menjelaskan bahwa Joon Young tak pergi sendirian, dia bersama dengan Managernya.

“Anyeong~” sapa Gook Young masuk ke ruangan.

CEO Namgoong menambahkan bahwa dia akan bunuh diri kalau sampai Joon Young menyukai wanita seperti No Eul. Dia akan melepaskan karir dan hidupnya.


“Kau tak boleh menjajikan hal seperti itu dengan mudah.” Bisik Gook Young terkejut.

CEO Namgoong melempari Gook Young dengan bantal seraya berbicara ditelefon. Dia mengatakan kalau Joon Young sebenarnya sedang berkencan. Ya, dia berkencan Kim Yoo Na selama satu tahun. Kim Yoo Na adalah rekan satu agensinya.


*****
Jung Eun mengulas riasannya di toilet. Dia mengeluarkan foto Ji Tae dan No Eul dari dalam tas lalu menyobeknya.


Ji Tae tersenyum palsu menatap ke arah Jung Eun yang mencium karangan bunga dengan hati senang. Ji Tae memuji penampilan Jung Eun, dia tampak sangat cocok dengan gaun yang ia kenakan. Ji Tae teringat akan laporan yang diberikan oleh asistennya bahwa Jung Eun mungkin sudah mengorek informasi mengenai No Eul.

Ji Tae menawarkan wine untuk Jung Eun namun Jung Eun menolak, dia ingin yang lain. “aku ingin ciuman.”

Ji Tae terkejut, ditempat ini?

Jung Eun duduk mendekat disamping Ji Tae lalu mendekatkan bibirnya.


Namun belum sempat bersentuhan, Ji Tae angkat bicara.

“Aku dengar kau telah melihat fotonya. Namanya No Eul, usianya 28 tahun. Dia bekerja sementara untuk film dokumenter. Dia lulus dari Universitas Terbuka Nasional Korea. Orang tuanya telah meninggal dan memiliki seorang adik. Kau tak usah memeriksa latar belakangnya.”

Jung Eun terkejut, dia meminta penjelasan Ji Tae. Ji Tae mengaku kalau dia tak ingin Jung Eun terkena masalah.



“Apa hubunganmu dengannya? Kau menyukainya.”

“Kalau aku menjawabnya, aku tak akan bisa menepati janjiku padamu. Ayo minum segelas wine saja.”

“Jawab aku Ji Tae. Aku bertanya padamu! Jawab Aku!”

Ji Tae membenarkan, dia menyukainya. Ji Tae sibuk menuangkan wine untuk Jung Eun. Jung Eun mengambil segelas wine dan menumpahkannya diwajah Ji Tae.


Jung Eun bangkit, dia tanya apakah makna dari mawar christmas yang dibawa Ji Tae adalah ‘aku tak punya sesuatu untuk diberikan padamu’. Ji Tae mengusap wajahnya dengan tisu. Tanpa ragu dia membenarkan pertanyaan Jung Eun.

“Aku pastikan.. aku akan membuatmu menyesal.. karena hal ini.”



Jung Eun pergi sedangkan Ji Tae masih sibuk minum wine. Wajahnya datar tanpa emosi. Menyeramkan.


*****
Joon Young memberitahukan alasannya kenapa dia mematikan lampu. Agar para repoter segera pergi karena mengira dia tak ada dirumah. Saat itulah No Eul bisa kembali karena sekarang pintu belakang juga sudah dipenuhi reporter. Berharap saja dua jam kemudian mereka akan pergi.


No Eul tiba – tiba bercerita, “Teman Jik pulang ke rumah tengah malam setelah sekolah, dan ibunya menunggu dia di elevator. Elevator berjalan dari lantai satu ke lantai dua... dan menuju lantai tiga. Terus berjalan. Lalu ibunya mengatakan ini.”

No Eul berdiri disamping Joon Young untuk menakut – nakuti, “Apa aku masih terlihat seperti ibumu?”

Joon Young menatap datar, apa yang sedang kau lakukan?


No Eul mengaku kalau dia ingin meledek Joon Young. Kata fans Joon Young, dia takut dengan hantu.

Joon Young diam, dia menunjuk ke punggung No Eul dan berkata kalau dibelakang No Eul ada hantu. No Eul menoleh, dia melihat patung manekin dalam kegelapan. Sontak No Eul menjerit ketakutan.




Joon Young menyalakan lampu dan melihat No Eul meringkuk ketakutan di atas sofa. Joon Young melanjutkan hitungan dalam hatinya, “sembilan setengah, seperempat, seperdelapan, seperenam belas dan sepertigapuluh dua.”

Joon Young tak kuasa menahan senyumnya. Awww



No Eul heran kenapa Joon Young kembali menyalakan lampu, bukankah dia bilang akan mematikannya. Joon Young duduk dihadapan No Eul, tirai disana itu kedap cahaya. Dia hanya ingin meledek No Eul saja.

No Eul kesal dijadikan bahan candaan, dia menarik kerah baju Joon Young lalu menindihnya. Joon Young diam terpaku menatap No Eul, “Sepuluh.”

“Apa?” Tanya No Eul tak mengerti.



Joon Young bangkit dari rebahannya dan mengusap pipi No Eul, dia mengaku kalau dia telah menghitung dalam hatinya. Dia sudah berusaha keras menjauh dari No Eul tapi No Eul sendiri yang telah memilih untuk tetap tinggal.

“Apa yang kau katakan?”

Joon Young tak menjawab, dia bilang kalau dia ingin makan. No Eul makin heran saja, bukankah tadi dia sendiri yang tak mau makan?

“Aku tak pernah mengatakannya.”



No Eul masih memperhatikan sikap Joon Young yang berubah 180 derajat dari sebelumnya. Dia menatapnya dengan wajah penuh tanda tanya, Kau sangat berubah? Kau membuatku bingung, apa kau kembaran Joon Young?

“Bagaimana mungkin?” tanya Joon Young.

Joon Young mulai memakan masakan No Eul. No Eul bertanya apakah masakannya tak asin. Bagi Joon Young, itu enak kok. Dia kemudian menarik tangan No Eul, luka bekas terkena panas. Dia akan mengambilkan obat.


No Eul mengedipkan mata tak percaya, “Apa – apaan ini? Siapa dia? Apa dia hantu?”

No Eul kemudian makan sepotong daging di piring Joon Young. Belum apa – apa wajahnya berubah masam dan memuntahkan isi mulutnya.

Joon Young berlari menuju ke toilet tapi saat ia akan memuntahkan makanannya, Joon Young mencoba bertahan. Dia menelan daging dengan susah payah. Wajahnya menunjukkan perjuangan yang luar biasa.

Joon Young kumur berulang kali sebelum akhirnya dia tersenyum sendiri. Awww.



No Eul menuduh Joon Young telah memuntahkan makanannya. Joon Young kembali menyuakan potongan daging ke mulutnya, bagaima bisa aku memuntahkan makanan buatanmu?

No Eul menyentuh pipi Joon Young menggunakan telunjuknya. Memang benar Joon Young bukanlah hantu, dia pikir hantu telah mengambil tubuh Joon Young.

Joon Young menirukan ucapan No Eul, “Apa aku masih terlihat seperti Joon Young?”

“Heol~~” senyum No Eul.


Joon Young telah membuat No Eul terkejut. Baru saja dia menyuruhnya pergi tapi tiba – tiba berubah menjadi sangat baik.

“Apa aku tak boleh baik padamu?”

“Jika seseorang tiba – tiba berubah baik, artinya dia akan segera meninggal.”

Joon Young membeku mendengar ucapan No Eul. Tapi kemudian dia menata perasaannya dan kembali mengobati jari No Eul.



*****
Nari keluar dari rumah menyapa Ji Tae dengan pakaian rapi dan lengkap dengan make – up. Ji Tae heran dibuatnya, Nari pun menjelaskan kalau dia pikir akan ada repoter disana tapi rupanya mereka sudah pergi.

“Dimana No Eul?” tanya Ji Tae.

Nari mengatakan kalau No Eul belum kembali, tadi dia menghubungi tapi baterai ponselnya habis. Ji Tae kembali bertanya, apakah dia bersama Joon Young?

Nari membenarkan. Katanya No Eul punya urusan penting jadi dia menyuruhku untuk tidur duluan.



Wajah Ji Tae kembali berubah pilu. Arh, kemaren kan dia yang udah ngelepas No Eul yang ibaratnya udah ada digenggaman dia. Jangan nyesel Ahjussi :D


*****
Ji Tae sampai digerbang rumah Joon Young. Reporter sudah mulai sepi dan beberapa bebenah untuk pulang. Ji Tae menerima panggilan dari Hyun Joon, dia mengajak Ji Tae untuk minum bersama.

Ji Tae menolak karena ibu akan marah padanya. Hyun Joon memintanya sekali saja menjadi temannya, dia tak akan minum lagi setelah ini. Ji Tae tetap menolak, ada sesuatu yang harus dia kerjakan. Dia meminta Hyun Joon untuk pulang atau ibu akan sangat khawatir.

“Baiklah. kau memang hanya perduli pada ibumu, Ji Tae.” Canda Hyun Joon kemudian memutuskan panggilannya.



Hyun Joon mengeluarkan kartu nama Nyonya Song. Ia kemudian meminta pada supir untuk menepi, dia akan menyupir dari sana dan supir itu bisa pulang.



Hyun Joon kini bertatap muka dengan Nyonya Song. Hingga akhirnya Nyonya Song jengah menerima tatapan tajam Hyun Joon. Dia memintanya berhenti atau mungkin wajahnya akan bolong karena tatap itu.

Hyun Joon meminta maaf. Nyonya Song bertanya apakah dia harus tetap duduk tanpa menuangkan minuman? Tanpa melakukan aegyeo? Dan kau akan pulang tanpa memegang tanganku? Apa kau takut dengan istrimu?

Hyun Joon tersenyum. Dia membenarkan semua ucapan Nyonya Song.



Nyonya Song yakin kalau wanita bernama Young Ok adalah wanita yang sangat Hyun Joon cintai. Dia terus memanggilnya Young Ok saat mabuk. Hyun Joon mengaku bahwa dia melakukan banyak hal yang salah pada Young Ok.

“Sepertinya aku menyukaimu?”

“Jangan. Aku tak akan mengijinkan wanita lain menyukaiku mulai sekarang.” Jawab Hyun Joon menenggak minumannya.

Istri Hyun Joon menantikan kehadiran suaminya. Memakai parfum dengan senyum senang. Namun sebuah panggilan dari sekretarisnya membuat mulut istri Hyun Joon bergetar menahan marah.

“Kemana dia pergi?”


Ditempat lain, Young Ok duduk melamun tak berkosentrasi. Beberapa pelanggan menegurnya meminta air minum tapi dia tetap diam. Akhirnya Jung Shik yang melayani mereka.


******
No Eul melempar daging dari balkon untuk Pororo. Dia meminta maaf telah membuat Pororo harus tinggal diluar rumah. Tapi dia akan mencoba untuk menghilangkan alerginya.

Suara bel rumah mengejutkan No Eul, dia pikir itu dari para reporter. Haruskah dia membuat konferensi pers dan mengatakan kebohongan?

Pororo menggonggong hingga membuat No Eul terkejut.


Didalam ruagan, Joon Young menatap Ji Tae dilayar. Ji Tae sedang berada diluar gerbang Joon Young, ia memberitahukan bahwa repoter telah pergi jadi Joon Young bisa mengeluarkan No Eul.

Joon Young bergegas mematikan layarnya saat No Eul mendekat.



No Eul bertanya apa No Eul punya jalan rahasia, rumahnya kan besar seperti di drama – drama? No Eul meraih ponselnya yang sudah terisi penuh. Joon Young tiba – tiba berseru, “Batu gunting kertas..”

No Eul reflek membalas dengan kertas dan Joon Young menunjukkan gunting. Joon Young tersenyum, dia sudah menang. Ia menghukum No Eul untuk mencuci piring.




Awalnya No Eul heran tapi dia menurut saja dan kini berkutat dengan cucian menumpuk. Ponsel No Eul berdering, dia menerima panggilan dari Nari.

“Hey Eul, apa kau sudah melihat berita?”

“Tidak. Belum. Apa ada orang yang menyerangku lagi?”

“Ini sangat tak bisa dipercaya. Joon Young pasti gila.” Semprot Nari diujung telefon.


Joon Young berjalan keluar rumah, suara ketukan pada gerbang membuat Joon Young mendekat. Dibalik gerbang masih ada Ji Tae yang menantikan No Eul. Joon Young berbicara dengan lirih, dia tak akan melepas No Eul. Dia berniat akan mengambilnya.

“Dia bukan barang.”

Joon Young tersenyum, Ji Tae sendiri yang telah melepaskan tangannya. Jangan menyesali pilihannya dan menjauh dari No Eul.

“Aku pikir kau yang seharusnya mejauh darinya. Aku tak pantas untuknya tapi kau, kau lebih buruk dari pada aku. Pikirkan apa yang sudah kau lakukan padanya, bagaimana bisa kau masih sanggup menatap matanya dan mengatakan kalau kau menyukainya?”



“Shin Joon Young.” Tegur No Eul sudah bersiap pergi. Joon Young menghampiri No Eul dan mengatakan kalau disana masih ada reporter.

No Eul dengan marah bertanya apakah Joon Young sudah berpacaran dengan Yoo Na? Selama satu tahun? Dan dia hanya menggunakan skandal mereka agar bisa mengalihkan skandal Joon Young dengan Yoo Na. CEO namgoong sudah melakukan interview. Dan semua sudah menyebar di internet.

Joon Young tertawa tak percaya. Tidak mungkin. Entah darimana dia mendengarnya, tapi semua itu bohong.




No Eul masih tak percaya tapi sedikit bersyukur, dengan ini dia bisa berjalan tanpa beban lagi. Bahkan tak ada yang akan mengatainya sebagai wanita mata duitan. Dan dia masih bisa meminta uang kompensasi untuk perawatan psikologisnya.

Joon Young memohon agar No Eul jangan mendengarkan orang lain. Dengarkan saja dia. Jangan percaya orang lain.

No Eul berniat pergi namun Joon Young menahan lengannya.



“Aku mencintaimu, Eul.” Lirih Joon Young. “Aku mencintaimu.”

No Eul meminta Joon Young berhenti, seluruh korea tahu kalau Joon Young aktor yang baik. Jadi dia memintanya berhenti berbohong.

“Aku mencintaimu.” Ucap Joon Young dengan suara bergetar.

No Eul hampir menangis, dia mengatakan kalau Jik sudah memperingatkan dia bahwa Dunia mereka sudah berbeda. Dan jangan sampai bingung dengan tindakan kecilnya. Jangan sampai goyah dan sakit. Aku yang sudah gila! Aku sudah gila! Harusnya aku mendengarkan Jik.




Joon Young menatap pilu kedua mata Eul. Ucapannya mungkin sangat menohok hatinya. Dia pun membungkam mulut Eul menggunakan mulutnya. Eul sontak membulatkan matanya.


****
OMONAAAAA..... Suka banget sama episode kali ini.. ditengah manis banget, kaya gulali bikin mata bling bling liat senyuman ganteng Joon Young. Tapi akhirnya pilu..
Aku mungkin update previewnya, tapi agak siangan yah ^_^




13 Responses to "SINOPSIS Uncontrollably Fond Episode 7 Bagian 2"

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Apakah ibu nya joon young berpura² jadi madam song / bagaimana ?

    ReplyDelete
  3. Uh gk sabar nunggu hari esok 😘

    Btw pas baca ini 👉(ung Eun pergi sedangkan Ji Tae masih sibuk minum wine. Wajahnya datar tanpa emosi. Menyeramkan) Jadi Ingat Oh My Ghost Ahjusi peranx jd jahat Aiggo. Pembunuh berdarah dingin aw aw

    ReplyDelete
  4. Keren thor wkwk... Lanjut :**
    Tergila gila sama nih drama, kiss scenenya woahh...
    Gak sabar buat ep 8 keep strong sampe end, btw updatenya cpt bgt hebat wkwk.. :* :*

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. Aisshhhhh. Ungkapan cinta y menusuk bgt yakin ....I love you joon young

    Di tunggu eps selanjutnya y

    ReplyDelete
  7. Suka banget liat tatapan dan senyumnya Woo Bin ��
    Love this drama and love you autor
    Lanjutkan...

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. part pengakuan cinta^^
    woo bin senyum nya itu lho hadeuhh bkin melting:-D

    ReplyDelete
  10. kalo aja ibunya joon young tau kalo anaknya lagi sakit parah, pasti ga bakal cuek lagi sama joon young :(

    ReplyDelete
  11. Aaahh...sukaa.sukaaa bgt yg sama episode ini ^^ besok ntn laagi ulangannya pagi2....huhuhu...
    Min ko keren bgt sihh..baru selesai film nya langsung bikin sinopsisnyaaa..top deehhh....
    Salaam kenaal yaah..

    ReplyDelete
  12. Aaaaaaaa.... oeni aq suka aq suka,,,😚😄

    ReplyDelete
  13. Aaaaaaaa.... oeni aq suka aq suka,,,😚😄

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^