SINOPSIS Uncontrollably Fond Episode 6 Bagian 2

SINOPSIS Uncontrollably Fond Episode 6 Bagian 2
Man Ok dan Young Deuk menunjukkan komentar negatif mereka untuk Joon Young dengan bahagia. Lalu suara Gook Young terdengar meneriaki mereka sebagai Pretty Spy dan Slang dragon. Dia mengancam kalau ia telah mengirimkan aduan pada polisi. Mereka harus memeriksa email mereka.

Man Ok memanggil Young Ok, Ahjumma?

“Mereka tidak melakukan pelanggaran. Aku yang memasang komentar-komentar jahat itu, dan aku juga meminta mereka untuk menulisnya. Kalau kau ingin menuntut seseorang, tuntut aku saja.”




CEO Namgoong hilang kesabaran, dia membentar Young Ok yang bersikap kejam pada putranya. Seharusnya dia menjaganya, kenapa dia malah memperlakukannya seperti itu.
Gook Young mencoba untuk menenangkan CEO Namgoong tapi gagal. CEO berkata kalau dia sudah lama memendam perasaannya ini. dia sudah menahan diri demi Joon Young, dia hanya akan bicara kebenaran.



Young Ok membentaknya. CEO Namgoong tak terima dirinya diperlakukan seperti itu, dia lebih tua dari nya dan dia masih berani membentak. Young Ok tak perduli, kau boleh meremehkanku juga kalau begitu.

CEO Namgong berdecak, kalau orang tua lain mungkin sudah memujanya kalau anaknya bisa sukses seperti Joon Young.

“Apa yang ingin kau katakan kepadaku sementara kau merebut.. putraku yang pandai dan menjadikannya badut?”

“Apa, badut? Badut? Dia bintang Hallyu, bukan badut!”



CEO Namgoong sudah tak perlu mempertanyakan darimana asal watak egois Joon Young. Ibunya sendiri saja tak waras. Jung Shik muncul dan menarik kerah jas CEO Namgoong, dia tak terima Young Ok dikatai tak waras.

Dia menyuruhnya untuk meminta maaf. Young Ok makin tak nyaman dengan keributan ini, dia hanya ingin mereka berhenti.

“Cepat lepaskan dia. Jangan bereaksi! Diam saja! Jauhi putraku! Kau, jauhi dia. Kau juga. Jangan lakukan apapun!”


Young Ok pergi meninggalkan mereka, Gook Young mengatakan kalau mereka harus menemukan Joon Young lebih dulu.



CEO Namgoong meminta bantuan Gook Young agar Jung Shik mau melepaskannya. Jung Shik menolak, yang Young Ok katakan hanyalah dia. Dia sudah diam ditempat sekarang ini.

Young Ok keluar dari cafe dengan kesal, dia juga sebenarnya penasaran dimana Joon Young sekarang. Dan wanita siapa yang berkencan dengannya.

Ponsel Young Ok berdering, sebuah pesan diterimanya. Disana ada foto Hyun Joon bersama Haru dan temannya. Pesan itu mengatakan kalau Hyun Joon telah datang ke konser putra Young Ok.



Tak jauh dari sana, Istri Hyun Joon sedang memperhatikan Young Ok. Eun Soo bertanya, apa pengawalnya tahu kenapa Joon Young kemarin ada dirumah sakit?

*****
Hyun Joon sedang berada disebuah acara pertukaran budaya China dan Korea. Dia bisa bicara bahasa china dengan lancar. Sepertinya mereka asyik dengan pembicaraanya.

Tanpa sengaja Hyun Joon melihat sosok yang sangat dikenalinya. Young Ok berjalan melewatinya dengan pakaian anggun dan menggunakan polesan make – up juga. Dia meminta rekannya untuk mengantarkan tamu mereka ke aula.




Hyun Joo menyapa Young Ok didepan lift. Wanita itu dengan tertawa berkata kalau Hyun Joon kembali memanggilnya Young Ok. Dia ini bukan Young Ok melainkan Madam Song. Madam Song memberikan kartu namanya dan berkata kalau dia sekarang membuka cabang di Gangnam. Dia memberikan kartu namanya.

Madam Song memberikan kecupan perpisahan dari dalam lift sedangkan Hyun Joon masih menatapnya terpaku didepan lift.





*****
Na Ri memakaikan kacamata hitam untuk No Eul. No Eul kesal kenapa dia harus melakukan sampai sejauh ini? Nari akan menunjukkan seberapa besar masalah yang tengah dihadapi sahabatnya itu. berita yang tersebar diinternet mengatakan kalau No Eul menjadi PD film dokumenter Joon Young karena dia mengancamnya dengan sebuah video lalu dia memerasnya dengan itu.

Apa? Itu tidak masuk akal.”



Nari membungkam mulut No Eul, memang terdengar tak masuk akal tapi orang – orang akan mempercayai apapun yang ingin mereka percayai. No Eul berkata bahwa wajahnya disamarkan kok di koran. Nari tahu itu, tapi kalau gambar yang tersebar di internet menunjukkan keseluruhan wajahnya. Mereka mencari informasi No Eul, bahkan mungkin mereka tahu merk pakaian dalam yang dia gunakan.

“Apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku pindah ke luar negeri?”


Ponsel No Eul berdering, dia mengangkatnya denga malas. Diseberang telefon, Gook Young menanyakan keberadaan Joon Young. No Eul jangan bohong padanya.

“Kenapa aku harus berbohong? Aku sudah menjadi orang paling dicari. Apa aku juga pembohong? Aku tidak mengetahui keberadaan Joon Young. Kalau kau sudah sangat frustrasi, hubungi saja polisi! Dia penculiknya. Minta polisi menangkap...”

Nari meletakkan telunjuknya didepan bibir karena suara lantang No Eul sudah membuat banyak mata memperhatikan mereka. No Eul masih terus mengoceh hingga akhirnya dia membungkap mulut berisik No Eul.


*****
Jik sedang membuang sampai. Ketika dia berbalik, dia dikejutkan dengan kehadiran Haru disana. Haru mengejek sikap Jik yang hanya berani mengancam, dia datang kesana malah Jik ketakutan. Jik mengaku kalau dia tak takut, hanya saja dia terkejut melihat orang jelek dari dekat.

Haru tanya, apa sebenarnya hubungan Jik dengan No Eul? Kenapa dia sampai mengancamnya.

“Sampai sebatas itu saja. Aku selalu melindunginya, dan aku akan mengancam siapapun yang mengancamnya. Jadi, jangan memaksaku untuk melewati batas.”



Jik berniat meninggalkan Haru tapi Haru menahan tangannya, dia tanya dimana keberadaan No Eul. Jik sinis, kau ingin mengirim temanmu untuk membunuhnya?

“Aku tidak akan melakukan itu. Beri tahu di mana dia. Joon Young menghilang setelah pergi bersamanya. Tidak seorang pun di media sosial yang mengetahui keberadaannya. Mereka mengatakan kalau dia menyukai uang. Kalau dia menjualnya atau...”


Jik tiba – tiba membopong Haru lalu menaruhnya dalam bak sampah. Haru berniat bangkit tapi Jik menahan kepalanya. Haru mengancam akan memberitahukan Ayahnya, ayahnya jaksa terkenal.

“Kenapa aku dituntut karena membuang sampah ke tempatnya?”

Haru marah, dia menggingit lengan Jik dengan sekuat tenaga. Jik pun meringis kesakitan.



 



*****
No Eul melenggangkan kaki dijalanan, beberapa orang menatapnya aneh. Style yang entah darimana kiblatnya itu terlihat aneh, memakai topi pantai dijalan. Dengan kacamata hitam tengah malam.
No Eul mencoba cuek saja. Dia lalu menerima panggilan dari manager Joon Young lagi. Dia menggerutu kesal.




Ingatannya kembali melayang saat dia bersama Joon Young. Malam hari setelah mabuk – mabukan, No Eul bangun dari tidurnya. Dia muntah – muntah diluar kamar.

No Eul setengah sadar melihat Joon Young sedang mencuci tengah malam.

“Kenapa kau masih bangun? Apa kau ingin muntah lagi?” tanya Joon Young padanya.



No Eul menerima panggilan Gook Young, dia meyakinkan kalau dia memang tak tahu keberadaanya. Saat dia bangun, Joon Young sudah tak ada disana. Dia bahkan meninggalkan mobilnya dipinggir pantai. No Eul akan mengirimkan alamat tempatnya pada Gook Young.


No Eul pulang ke rumah, naun dia sudah disambut oleh puluhan wartawan didepan rumahnya. No Eul bersembunyi dibalik mobil dengan kesal.



Seseorang menepuk pundak No Eul, No Eul terkejut saat melihat pria dibelakanganya adalah Ji Tae. Ji Tae memberi tanda agar No Eul janga berisik.




Bong Sook menghidangkan sup untuk No Eul, dia memujinya yang kini sudah menjadi terkenal. No Eul suntuk, ini bukan seperti yang dia pikirkan. Bong Sook berbisik, dia tahu kalau No Eul ingin menjaga identitasnya tapi dimana keberadaan Joon Young sekarang?

Ji Tae kasihan dengan No Eul, dia lalu menunjuk kalau daging yang ada disana sudah hampir matang. Bong Sook mengeluarkan candaan, Ji Tae menatapnya tak mengerti. Bong Sook malu, dia tertawa garing dan pergi. Dia mengingatkan No Eul untuk memberikan tanda tangan sebelum pergi.


Ji Tae melihat No Eul yang duduk tak nyaman. Dia mengomentari penampilannya, dan menyarankan untuk jangan menggunakan kacamata itu. tak memakainya saja, dia sudah sering tersandung. Dan topi No Eul tampak berlebihan.

“Kau benar.” Lirih No Eul.



Ji Tae mengganti topi No Eul dengan miliknya lalu melepas kacamata hitamnya. No Eul tanya apakah Ji Tae iri dengannya? Kalau dia tak pergi maka dia akan menjadi terkenal sepertinya.

“Mm.”
“Pengecut.”
“Mm”

No Eul heran bagaimana Ji Tae masih bisa datang menemuinya. Dia pikir Ji Tae akan pergi menghilang dan tak akan menemuinya lagi.



“Aku merasa seperti itu. Tapi, aku tetap datang ke sini. Aku juga sama bingungnya seperti kau.” Jelas Ji Tae. Dia mengajak No Eul untuk mulai makan, mienya nanti lembek. Apa mungkin mereka harus makan sup pereda mabuk?

No Eul bersiap makan, bagaimana kau tahu kalau aku semalam mabuk?

Ji Tae mengaku menerima panggilannya saat No Eul mabuk. No Eul tak ingat, dia tak melihat catatan panggilan keluar pada Ji Tae.



“Kau meneleponku dengan menggunakan ponsel Shin Joon Young. Saat kau meneleponku, apa dia bersamamu?” tanya Ji Tae sedih.


No Eul mencoba mengingat – ingat tapi tetap saja tak bisa. Dia tak tahu. Dia penasaran dengan apa yang sudah ia tanyakan pada Ji Tae. Ji Tae tertawa, dia juga sudak lupa.

Ji Tae menerima panggilan dari Jung Eun, dia permisi kebelakang. Sedangkan No Eul memukuli kepalanya dengan frustasi, kekacauan apa saja yang sudah dia buat.


Jung Eun dan Ji Tae basa – basi busuk sampai akhirnya Jung Eun tanya apakah kemarin Ji Tae datang ke konser Joon Young. Ji Tae mengelak, dia tak akan punya waktu untuk melakukan hal semacam itu.

“Baiklah. Ternyata bukan kau. Seseorang mengatakan mereka melihatmu di sana.” Ucap Jung Eun dengan senyum sinisnya. Dihadapannya kini terdapat beberapa foto yang menunjukkan Ji Tae berada didepan gedung konser dengan menggandeng tangan No Eul.

“Jeong Eun, bagaimana kalau kita makan malam bersama besok?” ajak Ji Tae.




No Eul merendam wajahnya setelah ingat percakapan di dengan Ji Tae ditelefon. No Eul mendongak terkejut karena dia juga mengingat sesuatu yang lain.



Malam itu, Joon Young merebahkan diri tidur disamping No Eul. Dia menatap wajah tidurnya, sedangkan No Eul sempat tersadar tapi mengabaikan Joon Young. Dia membalikkan badan memunggunginya. Pura – pura kembali tertidur.

“Wanita aneh yang meninggalkanku, tidak mau melihatku bahkan sebentar saja. Bahkan, dia menginginkan pria yang mengabaikannya. Aku Shin Joon Young.”




Perlahan mata No Eul terbuka, dia mendengarkan ucapan Joon Young sedari tadi.

“Haruskah aku menghiburnya? Haruskah aku mengancam akan memukulnya kalau dia tidak berhenti? Sudah jelas dia tidak normal. Haruskah aku membawanya ke dokter? Atau mungkin aku sudah terlambat. Haruskah aku melupakanmu? dan melepaskanmu ke pelukan pria itu?”



Ji Tae kembali menemui No Eul namun mejanya sudah kosong. Bong Sook memberitahukan bahwa dia sudah pergi.


No Eul sampai ke pantai tempat mobil Joon Young, dia menggunakan taksi dan biayanya lebih dari 400 ribu won. No Eul mencoba menawar tapi sopir menolaknya, tak ada sopir taksi yang bisa ditawar.

No Eul ragu memberikan kartu ATMnya, “Apa kau menerima cicilan?”



Mobil Joon Young masih terparkir diposisi semula. Gook Young menghampirinya, dia sudah mengerahkan orang untuk mencari Joon Young tapi belum membuahkan hasil. No Eul menyarankan untuk melapor pada polisi? Gook Young menolak keras, kalau mereka melakukannya maka media akan mencium masalah mereka.





“Menurutmu mungkinkah dia berjalan ke laut?” Gook Young bergegas ketepian jembatan dan mulai memanggil-manggil Joon Young.

“Bagaimana kalau dia benar-benar mati?” tanya No Eul.

“Kita harus pergi menjemputnya!”


Gook Young menuduh No Eul mungkin yang sudah membuangnya. Harga jam tangannya saja puluhan ribu dolar, mungkin dia yang sudah merapasnya. No Eul dongkol, “Aku membunuhnya. Aku menginginkan uangnya, jadi, aku membunuhnya. Kenapa? Berapa banyak uangmu? Haruskah aku membunuhmu?”

Gook Young melempem, dia hanya punya banyak hutang.



No Eul meninggalkan Gook Young tapi Gook Young memanggilnya. Dia tanya kenapa No Eul harus menolak pernyataan cinta Joon Young dihadapan semua orang? Kalau sampai terjadi sesuatu yang dratis karena itu, maka dia tak akan diam.


No Eul menuju ke tempat menginap yang mereka tempati semalam. Pemilik rumah mengatakan kalau semalam banyak orang yang mencari suami No Eul. Mereka seolah bersikap kalau Joon Young dan No Eul sedang berselingkuh.

“Dia benar-benar tidak memberitahumu ke mana dia pergi?”

“Tidak. Dia memintaku memasak sup pereda mabuk untukmu. Karena bajumu belum kering, dia memberiku banyak uang untuk memberikan bajuku kepadamu.”


No Eul duduk terpekur dikamar tempat dia menginap. Dia menyesali ucapannya yang selalu berdoa agar Joon Young cepat dijemput oleh malaikat dan menghilang dari hadapannya. Dia harap dia tak mengucapkan hal itu.


Ingatan No Eul kembali muncul, di saat ia tertidur. Joon Young duduk tak jauh darinya. Dia menatap lurus pada sebuah foto pulau yang indah.



No Eul bertanya pada pemilik rumah, dimana tempat yang ada dalam gambar itu. Bibi mengatakan kalau tempat itu ada dipulau seberang. Dia bisa kesana dala waktu 40 menit dengan kapal.


No Eul bergegas menuju dermaga tapi masih terlalu pagi dan jadwal penyeberangan pertama itu pukul 7.30 dan sekarang baru jam 05.09. No Eul duduk kedinginan menanti didepan pintu.

Tapi tanpa sengaja dia melihat nelayan yang bersiap melaut. No Eul menghampirinya dan meminta izin untuk menumpang.





No Eul berhasil menyeberang dan dia mencari disetiap sudut pulau kecil untuk menemukan Joon Young. Dia belum juga menemukan jejaknya padahal dia sudah sampai jatuh kelelahan.




No Eul menghubungi Gook Young, “Ini aku, Eul. kau sudah menemukan Joon Young?”

“Belum. Sepertinya telah terjadi sesuatu yang buruk. Kalau kita tidak menemukannya hari ini, kami berencana melaporkannya ke polisi.” Jawab Gook Young menangis.


No Eul kembali melakukan pencarian, dia melihat sosok Joon Young sedang tidur menghadap laut. No Eul berdiri tepat dihadapannya.

No Eul marah dengan sikap Joon Young, bagaimana dia bisa tidur saat orang lain sangat mengkhawatirkannya. Dia bahkan sampai naik taksi dan berdiri kedinginan didermaga hanya untuk mencarinya.



Joon Young bungkam. Dia berjalan meninggalkan No Eul. No Eul mengejarnya.

“Apa kau pikir ini mimpi? Ini bukan mimpi. Aku benar-benar Eul. Aku datang jauh-jauh ke sini untuk mencarimu. Kau benar-benar mengira ini mimpi, ya?”




No Eul berniat mencubit Joon Young agar dia sadar. Joon Young menahan tangan No Eul.
“Pergilah.”
“Apa?”
“Pergilah dan menghilang dari hadapanku.”



Joon Young dengan wajah datar meninggalkan No Eul begitu saja.


******


13 Responses to "SINOPSIS Uncontrollably Fond Episode 6 Bagian 2"

  1. Makin penasaran kelanjutan ceritanya 😭😭😭

    ReplyDelete
  2. Pengorbanan cinta seorang shin joon young yang menyedihkan T,T
    No eulnya kagak peka peka T.T

    ReplyDelete
  3. 😡😡😡
    Gemes sama ji tae-ajjussi.
    Kayaknya joon young ud niat ngelepas no eul. Kalau ku teruskan, lalu dia jatuh padaku, tak lama aku mati, bagaimana dengannya? Aku tak ingin dia menderita di sisa hidupnya karena aku.
    Yah.. begitulah...

    ReplyDelete
  4. Ini drakor plotnya lebih ke mellow drama ya.... moga aja happy end. Min smangat ya.. lanjut ep.7

    ReplyDelete
  5. Film nyaaaa bikin baper berkepanjangaann....huhhhu..joon young aku pada muuu TT

    ReplyDelete
  6. lagi2 buat sya makin penasaran,,nyesek bnget baca sinop nya:'( gak ada senang2 nya, sedih trus kehidupanx eul sma joon young:-(

    ReplyDelete
  7. Lagi lagi lagi lagi dan laaagi bapeer T.T

    ReplyDelete
  8. Dikarenakan kuota menipis dan ga bisa donlot, sinopsis lah yang membuat saya bisa mengikuti semua cerita di drama. Dan sinopsis yang di buat mba ini bagus banget.. tidak terlalu detail sampai bertele-tele. Tapi pas.. mana adegan yang harus ditampilkan, mana percakapan yang harus ditulis lengkap, dll. Keren pokoknya. Aku selalu kesini kalo mau baca sinopsis. �� semangat terus yaa!!

    ReplyDelete
  9. Penasaran sama kelanjutannya... Semangat terus buat sinopsisny. Fighting !!!

    ReplyDelete
  10. Sampe deg degan baca y.
    Penasaran sama lanjutan cerita y di tunggu y.

    ReplyDelete
  11. Ceritaaa selanjutnya ditunggu bgt eonii.. :-)

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^