SINOPSIS Uncontrollably Fond Episode 6 Bagian 1

SINOPSIS Uncontrollably Fond Episode 6 Bagian 1
“Kemana kau akan pergi?” tanya No Eul pada Joon Young yang kini tengah membawanya pergi. Joon Young memperingatkan No Eul untuk tak meminta mengeluarkan dia, dia tak ada niatan untuk menghentikan mobilnya.

Joon Young menekan gas mobilnya agar melaju lebih kencang.



*****

Ji Tae menuju ke tempat olah raga, dia menemukan Ayahnya sedang berolah raga disana juga. Ayah berkata kalau Ji Tae terlambat. Ji Tae tersenyum miris, dia mengaku kalau ia baru saja mendengarkan curhatan temannya.

“Temanku dan adiknya menyukai wanita yang sama. Sayang sekali.” ungkap Ji Tae dengan senyum sedih. “Ayah temanku punya hubungan yang buruk dengan keluarga si gadis. Temanku tak ada pilihan lain selain menyerah untuk mendapatkannya. Disisi lain, saudaranya, mengambil wanita itu dan membawanya pergi.”



Hyun Joon merasa sedikit aneh mendengar cerita Ji Tae, dia mengerutkan dahinya lalu mengatakan kalau kisah itu seperti drama yang ditonton oleh Nyonya Jang. Ji Tae hanya tersenyum mendengar ucapannya.

Ji Tae menghentikan olah raganya, dia mengajak Ayah untuk pergi minum dan melewatkan olah raga mereka malam ini.


*****
Joon Young menghentikan mobilnya, dia tak mungkin melajukan mobilnya lagi atau mereka akan masuk ke laut.

“Ayo kita menceburkan diri saja. Lagipula aku tak ingin hidup.” Ujar No Eul malas. “Kau tak bisa melakukannya kan? Dasar br*ngs*k.”

Joon Young menatap No Eul tajam, tangannya meraih starter dan menarik tuasnya bersiap melajukan mobil.


No Eul terkejut, dia bergegas mematikan mobil itu. Joon Young tanya bukankah dia yang ingin mati.

“Gila! Kau gila! Kalau kau mau mati, mati saja sendiri.”

No Eul bergegas keluar dan tak memperdulikan Joon Young yang memanggilnya. Ponsel Joon Young terdengar berdering, dia melihat ada panggilan Gook Young masuk. Joon Young mengbaikan panggilan itu lalu mematikan ponselnya.




Joon Young mengikuti kemana pun No Eul pergi namun No Eul tak memperdulikan dia. No Eul hanya menatap sinis Joon Young.



No Eul duduk ditepian pantai sambil menenggak soju yang baru ia beli di minimarket. Dia tampaknya sangat frustasi setelah semua kejadian yang menimpanya hari ini.

Dan tanpa No Eul sadari, dia meninggalkan ponselnya di mobil Joon Young. Ponsel No Eul bergetar menerima panggilan dari No Jik.



****
No Jik mengkhawatirkan No Eul karena sampai sekarang belum juga bisa menghubunginya. Na Ri juga khawatir dan bertanya – tanya kemana Joon Young membawa No Eul pergi.

Na Ri membuka internet dan melihat 10 pencarian teratas semuanya terkait dengan Joon Young dan No Eul. “Lihatlah komentarnya. Sepertinya fans Joon Young ingin membunuh No Eul.”



Mendengar kata fans Joon Young membuat No Jik ingat dengan Haru. Dia langsung menghubunginya. Haru menerima panggilan No Jik dengan malas. Tanpa basa – basi, No Jik memperingatkan Ha Ru untuk tak mengganggu No Eul. Kalau sampai dia menyentuh sehelai rambutnya saja maka dia akan membuat mereka membayarnya. Katakan pada semua bawahanmu!

“Hey!” sentak Haru bangun dari tidurnya.

“Dan kalau kau tak menghentikan komentar jahatmu, aku akan melacak IP-mu lalu menghancurkan kalian selamanya. Katakan pada mereka, juga.”

“Berani – beraninya kau. Kau tahu siapa aku? Beraninya kau mengancamku.”

No Jik memperingatkan mereka yang sudah mencari informasi pribadi No Eul. Kalau mereka macam – macam maka dia akan menunjukkan apa itu suram pada mereka. Haru yang punya harga diri tinggi bertanya dimana keberadaan No Jik sekarang? Dia akan menyuruh ayahnya mengirim polisi untuk menangkapnya.

“Yeowool Villa Block 102 Suite 210, Ssangmun-dong. Datanglah, aku akan menyambutmu kapan saja!” tegas No Jik.


Haru mendengus kesal, dia segera menghubungi Ayahnya. Dan hendak menceritakan masalah ini tapi malah Ji Tae yang mengangkat panggilan Haru. Ji Tae memberitahukan kalau Ayah mabuk dan sekarang pergi ke toilet. Ada apa?

“Ini hanya karena seseorang berfikir bahwa aku...” ucapan Haru terhenti karena dia ingat Ji Tae marah besar saat dia membahas masalah Joon Young dihadapannya. Haru langsung berubah jual mahal, “Tak usah dipikirkan. Memangnya kau mengenalku? Apa kau perduli padaku?”

Haru memutuskan panggilannya.


Hyun Joon kembali dari toilet dengan sempoyongan hingga Ji Tae harus membantunya berjalan. Hyun Joon tak tahu kenapa dia sekarang tak kuat minum banyak. Mungkin karena Ibu sangat protektif padanya.

“Sekarang kau tak bisa minum sebanyak yang kau mau.”

Hyun Joon tersenyum, dia mengajak Ji Tae untuk pulang.


****
No Eul sudah menghabiskan berbotol – botol soju sedangkan Joon Young hanya diam mematung memperhatikan dia. No Eul merogoh sakunya dan tak berhasil menemukan ponselnya.

No Eul melepas sepatu, “Apa mungkin disini?”

Jelas tak ada ponsel disana. “Tak ada. Apa kau tahu dimana?”

“Tidak.” Jawab Joon Young. No Eul yang mabuk makin bertingkah aneh, dia mengintip kedalam botol Soju. Apa mungkin disini?



Joon Young memberikan ponselnya. No Eul yang mabuk tak sadar kalau itu bukan miliknya. Dia dengan polos mengingat nomor panggilan cepat yang akan dia hubungi.



****
Ji Tae membawa Hyun Joon pulang dan Ibu khawatir melihat kondisi Hyun Joon mabuk berat. Dia seharusnya menjaga kesehatannya sekarang karena beberapa hari dia kurang tidur dan sibuk bekerja. Ji Tae meminta maaf.

Ibu menepuk pundak Ji Tae, dia sangat egois membuat Ayahnya sampai mabuk. Ibu lalu meminta Ji Tae membantu mengganti baju dan dia akan membuatkan teh madu.



Ponsel Ji Tae berdering menerima panggilan dari nomor tak dikenal. Dia mengangkat panggilan itu tapi tak ada suara siapa – siapa. Dia meminta orang diseberang telefon untuk berbicara.

“Kau tahu.. betapa beratnya untukku? Pura – pura tak menyukaimu itu.. kau tak tahu betapa sulitnya aku.”

Tenggorokan Ji Tae tercekat, dia tak sanggup menjawab ucapan No Eul.

“Kenapa kau sangat baik padaku... kenapa kau membelikanku baju dan makanan? Bahkan kau tak punya uang untuk dirimu sendiri. Kenapa kau selalu tersenyum padaku, perduli kalau aku sudah makan atau belum. Dan membawaku ke rumah sakit, kenapa kau melakukan semua itu?”


“Kau menolakku dua kali. Itu didepan umum juga, itu sangat memalukkan. Kenapa kau membuatku bingung. Kenapa? Apa yang membuatmu spesial? Katakan! Kau tak lebih kaya dari Joon Young. Kau lebih tua darinya. Dia punya tiga mobil dan kau tak satupun. Kau tak punya rumah. Apa yang membuatmu menolakku?!” teriak No Eul sambil menangis.

Joon Young tak bisa mendengar ocehan No Eul, dia meminta ponselnya. No Eul menolak dan memegang ponsel Joon Young dengan kedua tangannya.




“Bisakah kau memikirkannya untuk yang terakhir kali? Kau bisa menangkapku kalau kau mau. Aku janji aku akan sangat baik padamu. Tolong bawa aku kembali. Kau bisa berkencan dengaku, kumohon?”

Ji Tae masih tak bersuara dan seolah menahan diri untuk mengungkapkan perasaannya juga.


Joon Young merebut ponsel dari tangan No Eul. No Eul mencoba meraihnya lagi tapi Joon Young tak mau. No Eul berusaha merebut tapi Joon Young lebih memilih meleparkan ponsel itu ke laut dari pada memberikannya pada No Eul. Dia hanya mempermalukan dirinya sendiri.




*****
Ji Tae bergetar menahan emosinya yang benar – benar ingin ia luapkan. Tapi dia segera meredam segalanya saat melihat Hyun Joon menggerakkan badan. Ji Tae menawarkan minum pada Ayah namun Ayah menggerakkan tangan, dia tak mau. Hyun Joon kembali tertidur.

Ji Tae menatap Ayah dengan sedih.

“Ini kesalahanmu. Karena apa yang kau lakukan, telah membuatku tak bisa bersama No Eul.”


*****
No Eul meminta Joon Young untuk pergi dan mengambil ponsel yang sudah dia buang. Joon Young menolak, lagipula itu ponselnya.

“Pergi dan ambillah! Aku belum selesai bicara dengan Ahjussi.”
“Pergi dan ambil sendiri!!!” bentak Joon Young marak.



No Eul berjalan sempoyongan ke tepian pantai. Joon Young terkejut karena No Eul nekat mengikuti kata – katanya. Dia berlari menghampiri No Eul untuk menariknya ke darat. No Eul menolak, lepaskan aku!

Joon Young hilang kesabaran, dia pun memikul tubuh No Eul dengan paksa.



Dia menaruh No Eul ditepian dan mereka sama – sama berteriak, YAKK!

Joon Young mendudukkan No Eul yang sudah setengah sadar. “Bisakah kau melihatku?! Pikirkan apa yang sudah kulakukan padamu! Kau tak bisa melihatku?”

No Eul menatap kedua mata Joon Young dalam, “Ahjussi..” rengeknya.

Joon Young yang kesal melepaskan tubuh No Eul. No Eul terkulai lemas di batuan dan masih merengek memanggil nama Ahjussi.



*****
Sinar matahari menerobos masuk ke kamar yang tengah ditempati No Eul. Dia mulai tersadar dan memijit kepalanya yang pusing. Dia bangun, melihat bayangannya dicermin dengan pakaian yang sudah berganti. No Eul mencubit pipinya dengan kasar, dia memang tidak sedang bermimpi.


No Eul menemukan bajunya sudah tergantung dipelataran. Bibi pemilik penginapan sudah membawakan No Eul, dia mabuk parah semalam. No Eul tanya kenapa bajunya tergantung disana?

Bibi terkejut karena No Eul tak ingat sama sekali apa yang terjadi. Dia sendiri yang masuk ke laut dan datang basah kuyup lalu melempar semua pakaiannya. Suaminya susah payah membantunya berganti pakaian.



“Suami?”
“kau bahkan tak mengingatnya? Dia tinggi dan datang dari Seoul. Bukankah kau sudah menikah?”

“kau bilang... orang yang memakaikan ku baju adalah suami... bukan, maksudku... si br*ngsek itu? Dia yang memakaikanku baju?”

Bibi berdecak heran, memang benar suaminya yang menggantikan baju. Lagipula bukankah dia sudah pernah melihat dia tanpa pakaian sebelumnya?



No Eul menyilangkan tangan didepan dada. Dia memandang pakaiannya yang basah kuyup dengan ngeri. “Tak mungkin...”


*****
No Eul mencari Joon Young dimobilnya yang terparkir ditepi pantai. Tapi Joon Young tak ada disana, No Eul malah menemukan ponselnya yang sudah kehabisan baterai. No Eul kembali mengingat ucapan Bibi kalau suaminya pasti sudah melihat dia tanpa baju sebelumnya.

No Eul menarik kerah bajunya ngeri, “Aku tak bisa mengingat apapun, aku tak bisa.”


Di cafe, No Eul menemukan koran dengan headline dirinya dan Joon Young. Dia membaca koran itu. Pelayan datang untuk mengantarkan ponsel yang sudah terisi penuh baterainya, dia menatap wajah No Eul dan berhasil mengenali dia sebagai pacar Joon Young.

No Eul langsung menarik syalnya, “Aku lahir dan tumbuh disini, aku tak pernah meninggalkan tempat ini.”

Pelayan tersenyum, kalau memang dia tumbuh disini kenapa dia menggunakan dialek jeolla diprovinsi Gyengsang. No Eul masih berusaha mengelak meskipun kebohongannya sudah nampak jelas.




Saat perjalanan dalam bus pun orang – orang mengenali No Eul. Mereka bergunjing dan mencemooh cara berpakaiannya.

No Eul berdecak mengabaikan. Dia lalu menghubungi No Jik, dia minta maaf tak menghubunginya semalam dan membuatnya khawatir.


“Kenapa? Ada yang salah?” tanya Jik pura – pura.

“Kau tak melihat berita?”

No Jik mengatakan kalau dia ini pejalar, mana sempat dia membaca berita. No Eul pun bersikap kalau semuanya baik – baik saja. Dia bilang kalau dia ada diluar Seoul untuk urusan kerja. Dia akan segera pulang.

No Jik mengiyakan, dia pamit mematikan ponselnya karena kelas sudah mau mulai. No Eul mengingatkan agar No Jik jangan sampai melewatkan makan siang.


*****
Na Ri bertanya kenapa No Jik harus berbohong, dia bahkan tak sempat mengerjapkan matanya untuk tidur karena khawatir. No Jik menahan amarahnya yang menggebu – gebu, “Kalau aku mengatakan padanya, dia akan lebih kecewa. Tunggu saja sampai Shin Joon Young kembali. Aku akan menghajarnya.”



Kembali pada No Eul yang memeriksa daftar panggilan yang masuk ke ponselnya. Ahjussi sama sekali tak menghubungi dia dan tak mengkhawatirkannya.

No Eul terdiam, “Ahjussi?”


KILAS BALIK, Joon Young menggendong No Eul yang mabuk, dia masih terus merengek memanggil nama Ahjussi.

“Aku Shin Joon Young. Aku berhak mendapatkan lebih dari ini. Kau tak tahu betapa beruntungnya kau.”

“Ahjussi...”

“Kau katakan sekali lagi, aku akan melemparmu ke laut.” Bentak Joon Young.


No Eul mengangguk dan disaat bersamaan dia memuntahkan isi perutnya ke jaket Joon Young. Joon Young berteriak kesal, AISH!



Kembali ke masa kini, No Eul memijit kepalanya pusing memikirkan apa yang sudah dia lakukan pada Joon Young. Dia sampai keceplosan dan berteriak keras di bus.

Sontak semua orang menatapnya tapi No Eul sudah tak perduli dengan siapa – siapa.


*****
Ponsel Ji Tae berdering menerima panggilan dari No Eul namun dia segera menolak panggilannya. dia sedang meeting penting untuk membahas proyek sebuah restaurant.

Berbeda dengan sikap bodoh Hyun Woo, Ji Tae bersikap tegas tanpa ampun mengungkapkan semua keburukan bawahannya yang sudah menunjukkan proposal yang tak berdasar, tak menarik dan ketinggalan zaman. Dia terlalu asik pergi ke sauna bermain golf dan membiarkan bawahannya mengerjakan semua pekerjaannya.

Bawahan Ji Tae meminta maaf, dia akan memperbaikinya. Ji Tae tak mau memberikan toleransi dan menyuruh orang lain untuk menangani proyek tersebut. Lalu mengakhiri rapat mereka hari ini.



Ponsel Ji Tae kembali berdering. Melihat nama No Eul muncul, Ji Tae kembali menolaknya. Mungkin dia akan benar – benar menjauhi No Eul saat ini.



*****
Dikantor, CEO Namgoong sibuk menerima panggilan dari beberapa reporter yang menanyakan kabar terbaru Joon Young. CEO Namgoong mengelak kalau No Eul bukanlah pacar Joon Young.

Gook Young menghubungi No Eul dan bertanya dimana Joon Young. No Eul jelas tak tahu. CEO Namgoong marah besar dan menyuruhnya untuk membawa Joon Young kembali dan berkata kalau No Eul sudah membawa dia kabur.

“Hei! Aku juga korban disini!” teriak No Eul kesal. Seisi bus kembali terkejut mendengar lengkingan suara No Eul. Baginya Joon Young bersalah, dia yang br*ngsek.




Kilasan ingatan No Eul kembali muncul, setelah Joon Young merebahkan tubuhnya di penginapan. Joon Young menyapu muntahan No Eul dengan sapu tangan. Bibi pemilik penginapan menyuruh Joon Young untuk menggantikan pakaiannya juga, kalau hanya membersihkan wajahnya tak akan cukup.

Joon Young ragu, dia dengan malu meminta bantuan Bibi. Bibi menolak, dia kan lebih muda. Lagipula dia suaminya, dia sudah biasa melihatnya kan.

Joon Young tersenyum kikuk, “tapi....”




Bibi tak mendengarkan alasan Joon Young, dia pergi meninggalkannya.

Joon Young maju mundur, antara iya atau tidak. Dia perlahan melepas satu persatu kancing baju No Eul.

“Ahjussi..” rengek No Eul lagi.

Wajah kikuk Joon Young berubah kesal. Dia menepuk mulut No Eul saat itu juga. Hahaha.




*******



15 Responses to "SINOPSIS Uncontrollably Fond Episode 6 Bagian 1"

  1. Cepet banget, puji daebak

    ReplyDelete
  2. part 2 nya blm ad ya??
    smangat nulis nya^^

    ReplyDelete
  3. Secen terakhir bikin senyum senyum sendiri 😀

    ReplyDelete
  4. Kereen... Cepeet bgt...
    Gumawooo..

    Next bagian 2 😍😍😍

    ReplyDelete
  5. Gemeees banget sama woo bin.. mau main di drama apa aja mukanya ngeselin.. dari diem terus langsung berubah senyum jail pengen ngegetok.. haha

    Terima kasih eonni.. ditunggu sinopsis selanjutnya.. aku padamu deh selalu nungguin 😘😘

    ReplyDelete
  6. Udh liat separu scene yg ini, tdi di kelas nonton bareng temen, trus jerit jerit gajelas pas scene woobin buka baju suzy, hmm.. Gokil temenku langsung jauh cinta sama dramanya hahaha.... Mereka emang kerennnn XD
    Btw, ji tae sekarang agak nyebelin T.T

    ReplyDelete
  7. ditunggu part 2 nya, semangat bikin sinopsisnya yak ;)

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. Thx min....
    Semangat ya...
    Ditunggu part 2 nya
    😙😙😙😙

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^