SINOPSIS Uncontrollably Fond Episode 5 Bagian 1

SINOPSIS Uncontrollably Fond Episode 5 Bagian 1
CEO Namgoong mencoba menghentikan proses syuting, dia tertawa garing dengan mengatakan bahwa Joon Young sedang bercanda. Dan meminta mereka untuk menjadikan syuting hari ini sebagai syuting percobaan.

“Aku bilang aku tak bercanda.” Sahut Joon Young dengan senyuman. Joon Young kemudian menatap No Eul, “Apa kau tak mau, PD-nim?”





No Eul bingung memberikan jawaban untuk Joon Young tapi kemudian dia menganggap ini hanya sebagai candaan. No Eul berkata kalau dia sangat bangga jika seorang bintang seperti Joon Young menawarinya hal semacam ini. sangat bodoh kalau dia menolaknya.

“PD-nim!” teriak staff lain dengan kesal.

“Kapan kita akan memulainya? Apa kita mulai dari sekarang? Jika kita mulai dari sekarang, kita harus melakukan mengumumkannya secara resmi. Oh, aku juga bisa mengumumkannya di sosial media-ku, kan?”

Joon Young melihat jawaban konyol No Eul dengan senyuman.


*****
Ji Tae menemui No Eul dikedai milik Bong Sook. Dia sedang merendam wajahnya di dala piring berisi air. Dia tanya pada Bong Sook, apa yang terjadi padanya?

Bong Sook juga tak tahu, tapi sepertinya No Eul sudah membuat masalah. Dia sudah melakukan hal itu selama 30 menit. Ji Tae bertanya pada No Eul, No Eul menjawab dengan tak jelas karena mulutnya ada didalam air.




No Eul mulai mengangkat wajahnya dan menatap Ji Tae dengan wajah loyo. Dia bilang kalau dia mungkin akan dikeluarkan dari produksi film dokumenter Joon Young. Karena dia sudah menanggapi perkataan serius Joon Young sebagai candaan. Mmm.. Bukan.. aku sudah menanggapi candaan Joon Young dengan serius. Bukan juga, tapi lebih tepatnya karena dia menanggapi perkataan serius Joon Young dengan serius.


Bong Sook mengejek No Eul yang mulai tak waras. No Eul merajuk karena sudah diejek olehnya. “Kenapa kalian selalu memandang rendah aku? Semua orang melakukannya. Ya, kan? Meskipun kalian tak bisa mengatakan apapun pada Shin Joon Young! Tak ada yang mengatakan apapun padanya saat dia bicara hal yang gila! Kenapa hanya aku yang kalian bilang gila?”

Bong Sook menggeplak kepala No Eul dengan keras lalu memarahinya. Sedangkan Ji Tae sebenarnya tak suka dengan sikap kasar Bong Sook tapi dia tak mengatakan apapun.



“Sepertinya memang aku sudah gila.” Ucap No Eul.

Ji Tae mengusap wajah No Eul dengan sapu tangannya. Ini mungkin yang terbaik bagi No Eul. Dia memang sudah sebaiknya untuk bekerja sebagai PD penyelidikan dibanding dengan film dokumenter selebriti. Dia akan membantunya. No Eul mengejek, bagaimana mungkin seorang pengangguran bisa membantunya.

“Aku juga akan mendapatkan kerja!” kesal Ji Tae.

“Ketika kau mendapatkan kerja, haruskan aku bekerja padamu? Aku sudah capai harus berurusan dengan orang lain.”

“Apa?” Ji Tae tak mengerti arah pembicaraan No Eul.

“Kau paling tidak tak akan mengizinkan Jik untuk kelaparan, ya kan Ahjussi? Jadi.. bisakah kau menerimaku kerja sebagai istrimu?”


Ji Tae dia terpaku tak berani mengatakan sepatah kata pun.


*****
Dirumah Joon Young, Gook Young memberitahukan kabar bahwa PD No Eul telah digantikan sesuai dengan keinginan Joon Young. Joon Young menatapnya diam. Gook Young yakin kalau Joon Young pasti akan senang. Dia ngoceh kesana kemari dan berkata bagaimana No Eul berani berteriak pada Joon Young padahal dia hanya PD biasa.

Joon Young menatap tajam dia. Gook Young serta merta bungkam, dia berjanji kalau itu ocehan terakhirnya.

“Hubungi CEO, Dan katakan kalau aku tak mau syuting satu adegan pun untuk film dokumenter kalau bukan PD No Eul yang mengerjakannya. Katakan padanya untuk merekrut No Eul lagi sebagai PD kalau dia tak mau mencari selebriti baru untuk pemain barunya.”



****
No Eul menggigiti sumpitnya saat melihat Ji Tae terus minum soju. Dia menyuapi Ji Tae daging tapi Ji Tae terus meminum soju. No Eul akhirnya kesal, dia akan menarik kembali pernyataanya tadi. Kalau memang dia tak mau menerimanya, dia tinggal mengatakan saja. Jangan minum terlalu banyak soju saat dia tak tahan minum.

Oh, ayolah No Eul! Bagaimana bisa aku menolak wanita yang manis sepertimu? Aku sangat mencintaimu! Aku hanya tak tahu bagaimana harus menanggapinya! Aku tak percaya ini bisa terjadi.” Ucap No Eul dengan manis agar Ji Tae mau mengatakan hal semacam itu.



Ji Tae tetap diam dan memandang kosong ke arahnya. No Eul kesal sendiri, bahkan Ji Tae tak mau mengatakan candaan semacam itu untuknya. Dia memilih pergi, “Aku juga tak begitu menyukaimu!”


No Eul diluar kedai masih memperhatikan Ji Tae. Rupanya dia ingin dikejar olehnya tapi dia masih duduk manis sambil menenggak soju. No Eul meratapi nasibnya yang buruk mulai dari pekerjaan sampai pengakuan cintanya.

“Dia punya standar yang tinggi sebagai orang yang tak memiliki jabatan. Hah, memalukan. Ini hanya karena aku sedikit tak beruntung. Itulah kenapa.” Ucap No Eul melenggangkan kakinya.



Bong Sook menemani Ji Tae yang kini sendirian. Dia berkata kalau No Eul berani – beraninya menggoda Ji Tae. Ji Tae bertanya apakah dia lebih baik dari No Eul?

Bong Sook mengiyakan. Jelaslah, karena No Eul itu banyak hutang dan temperamennya buruk. dan dia menerima suap dimana – mana. Bong Sook kemudian menawarkan temannya yang baik dan punya penampilan yang cukup menarik.

“Aku....” ucap Ji Tae sedih. “Tak pantas mendapatkannya. Itulah kenapa aku tak bisa menerimanya.”

Kesedihan Ji Tae terpampang jelas diwajahnya bahkan Bong Sook sampai bingung menanggapi ucapan Ji Tae.


Ponsel berdering dimeja, Ji Tae baru sadar kalau ponsel No Eul tertinggal. Dia bergegas pergi untuk mengantarkannya.

Bong Sook masih bengong, dia mengatakan kalau Ji Tae memang sudah tak normal.


Ji Tae tak berhasil mengejar No Eul hingga dia pun menerima panggilan dari ID bernama br*ngsek. “Ya? Ini dengan ponsel No Eul?”
Joon Young terkejut mendengar seorang pria mengangkat panggilannya. “Kenapa kau mengangkat ponsel No Eul?”

“Aku sedang bersamanya dan dia meninggalkan ponselnya.”

“Dengan siapa aku bicara?”

“Anda siapa?”

“Aku bertanya lebih dulu.” Kesal Joon Young.

“Akan lebih sopan kalau kau memberitahukan identitasmu lebih dulu sebelum menanyakan identitas orang lain.”

“Apa kau tak bisa membaca hangul? Kau bisa lihat ID-ku munculkan.”


Ji Tae benar - benar membacanya dan memberitahukan kalau ID yang muncul tertulis Br*ngsek. Joon Young tersenyum sinis karena dia diberi nama Br*ngsek oleh No Eul. Ji Tae berniat mengakhiri panggilan itu, No Eul sedang tak bisa mengangkat telfon. Dia bisa menelfonnya nanti. Dan jika orang diseberang telfon itu Shin Joon Young, Ji Tae meminta agar dia tak usah menghubungi No Eul lagi karena No Eul sudah tak bekerja sebagai PD di film dokumenternya.

“Ah.. Apa jangan – jangan kau ini adalah Si Suami?”



No Eul dalam perjalanan pulang, dia merogoh sakunya dan sadar kalau ponselnya tertinggal.


“Kau adalah Suami No Eul? Halo, kenapa kau tak menjawab? Kau Si Suami itu kan? Huh?!” tanya Joon Young penasaran.

No Eul datang dan merebut ponselnya. Dia menjawab panggilan Joon Young, Halo? Halo?




Di mobil Joon Young, dia marah besar dan membanting earphonenya. Bahkan dia hampir menabrak truk, dengan marah dia memencet klakson berunglang kali sambil mengumpat pada mobil tersebut.


*****
No Eul mengerutkan alis saat melihat Joon Young baru saja menelfonnya. Ponselnya kembali berdering dan No Eul terkejut saat Ji Tae merebut ponsel itu. Ji Tae mengecek kalau ID namanya adalah Suami.

“Jadi aku Si Suami (Nampyeon)?” tanyanya tersenyum. Awwwwww..

“Ya.” Singkat No Eul. Dengan alasan kalau Ji Tae itu selalu ada dipihaknya. Dan selalu ada dipihak orang lain. Nam = orang lain, dan Pyeon = disisi. Jadi Nampyeon itu yang dia maksud.



Ji Tae menatap No Eul dalam, dia yakin kalau No Eul akan mendapatkan orang yang baik. Dan akan ada pria yang bisa menarik hatinya. No Eul bukannya senang mendengar ucapan itu, dia makin kesal saja. Baginya Ji Tae sangat jahat, kalau dia memang mau menolaknya, ya tinggal menolak saja. Jangan bersikap seperti pria baik!

“Aku telah mengakhiri hubungan diantara kita! Jangan hubungi aku lagi!!”

Ji Tae lagi – lagi tak bisa mengatakan apapun dan membiarkan No Eul pergi.


****
Dalam perjalanan pulang, No Eul heran kenapa Joon Young kembali menghubunginya. Memang dia belum puas untuk meneriaki dia. Sangat bodoh kalau dia mengangkat panggilan Joon Young lagi. No Eul pun mengetikkan pesan.. Tapi pesan yang dia tulis malah sangat sopan. berkebalikan dengan ucapannya.

[Maafkan aku, aku tak bisa mengangkat panggilanmu. Aku sangat menyesal dengan perilakuku dan dengan candaanku. Bisakah kau menerimanya dengan hati yang bijak, untuk meminta satu kesempatan lagi untukku.]


No Eul menghapus ulang pesannya dengan geram. Dia tak akan meminta bantuannya lagi, masih ada perusahaan yang mau menerimanya bahkan memberikan asuransi dan pekerjaan tetap.

No Eul melanjutkan jalannya, dia melihat mobil putih terparkir dijalan. Dia mengira kala mobil itu milik Joon Young. Dia berjalan menghampiri mobil itu dan mengintip ke dalam mobil.


No Eul terkejut saat kaca mobil terbuka, Joon Young bertanya apakah dia tak pernah melihat br*ngsek sebelumnya? No Eul terkejut karena Joon Young tahu rumahnya. Joon Young berkata kalau dia mengetahuinya dari staff kantor. No Eul mengeluh karena mereka tak bisa menjaga informasi pribadi.

“Bagaimana bisa kau tinggal No Eul, bukannya dengan suamimu? Jadi kau sudah menikah, dan dimana anakmu? Apa suamimu pengangguran? Apakah usahanya bangkrut? Apa dia menyuruhmu untuk mendapatkan uang dengan cara apapun?!”




Joon Young berniat menutup kaca mobilnya tapi No Eul menahan Joon Young.

“Pria gila macam apa yang mau menikah dengan pengemis sepertiku? Kau mau menikah dengan orang miskin, huh? Aku tak punya suami dan tentu saja tak punya anak! Aku tak punya tempat tinggal, uang, bahkan harga diri. Itulah kenapa aku menumpang di rumah temanku, senang? Terimakasih untuk psiko yang sudah membuatku dipecat, jadi aku bisa hidup tanpa uang. Tanpa tempat untuk tinggal dan tanpa suami!”




No Eul kesal melihat Joon Young malah tersenyum melihatnya. Dia pergi meninggalkan dia.

Di tangga, dia menerima sebuah panggilan dari CEO Namgoong yang memberitahukan kalau dia akan kembali dipekerjakan karena Joon Young menolak melakukan syuting kalau bukan dia yang menjadi PD.



No Eul diam. Dia berbalik menemui Joon Young yang tersenyum lebar lalu melajukan mobilnya. PD di telefon masih terus bertanya, apa No Eul mau? Mereka sedang terburu – buru?

No Eul terus menatap mobil Joon Young dalam diam sedangkan CEO diseberang telfon terus menanyainya dengan panik.


*****
Keesokan harinya, kamera sudah dipasang disetiap sudur rumah Joon Young untuk merekan berbagai kegiatannya dirumah.




****

7 Responses to "SINOPSIS Uncontrollably Fond Episode 5 Bagian 1"

  1. terima kasih sinopsisnyaa, ditunggu part 2 nya ^_^

    ReplyDelete
  2. bener2 ga sabar nungguin part2 nya, makasih ya sinopsisnya. wkwk ceritanya lucuh bangeeet

    ReplyDelete
  3. D tunggu part2 nya... penasaran abis

    ReplyDelete
  4. D tunggu part2 nya... penasaran abis

    ReplyDelete
  5. D tunggu part2 nya... penasaran abis

    ReplyDelete
  6. Anjing nya cute bangetttt... 😁 😁 😀

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^