SINOPSIS Uncontrollably Fond Episode 4 Bagian 2

SINOPSIS Uncontrollably Fond Episode 4 Bagian 2
Dikediaman Hyun Joon, meja makan telah terisi penuh oleh hidangan yang masak oleh Jung Eun. Ibu Hyun Joon dan juga Bibi kemampuan Jung Eun, tak hanya cantik dan baik, tapi dia juga pandai memasak.

“Ha Ru, apa ini tidak mengajarimu apapun?” tanya Ibu pada Ha Ru.
Haru menatap makanan dimeja, “Ya, aku tahu. Aku benci orang yang pamer.”




Ibu meminta maaf atas sikap kasar putrinya. Jung Eun menanggapi dengan senyuman, dia sudah biasa seperti itu. bahkan temannya pun membenci dia.

Tapi saat Jung Eun terdiam, dia tampak kecewa.



Ha Ru duduk disamping ayahnya yang sibuk menulis. Ha Ru merapal semua kelebihan Jung Eun, tapi dia yakin kalau Jung Eun juga punya cacat.

“Seorang manusia tidak ada yang sempurna. Keluarganya terlalu luar biasa, dia sangat baik di sekolah, dia terlalu cantik, dia terlalu seksi, dan dia juga terlalu baik hati. Dia bahkan terlalu pandai memasak.”

“Siapa? Jung Eun?”


Ha Ru berfantasi liar kalau mungkin Jung Eun ini berasal dari planet lain. Hyun Joon Cuma bisa meringis mendengar pemikiran konyol putrinya.

“Mungkin, saat dia pulang, dia makan ular, tikus, atau kecoak. Dan di tengah malam, dia mungkin pergi ke pemakaman untuk menggali peti mati dan menghisap darah mayat yang masih  baru.” Khayal Ha Ru seram sendiri.


Tangan seseorang meraih pundak Haru. Haru terang saja tersentak ketakutan, dia jadi kesal pada Ji Tae. Ji Tae tersenyum, salah siapa adiknya ini terlalu jahat mengatai Jung Eun.

Hyun Joon memberitahu bahwa Jung Eun sudah ada disana. Ji Tae tahu, sudah ada yang mengabarinya.

“Dia sampai di sini sangat pagi dan menyiapkan makanan untuk peringatan kematian kakekmu. Katakan kepadanya dia melakukan pekerjaannya dengan baik.”

Ji Tae mengiyakan perintah Ayah, tapi sebelumnya dia ingin menyegarkan diri terlebih dahulu.



Haru kembali mengoceh kalau mungkin Jung Eun itu hanya pura – pura baik tapi kenyataanya dia psikopat dan sociopat. Hyun Joon tak tahan lagi mendengar ocehan konyol putrinya, “Haru!”

Haru terkejut, dia hanya bercanda. Dia menatap ayah dengan kedipan manja hingga Hyun Joon tak bisa lagi memarahinya. Ia pun tertawa.



Saat tengah menyegarkan diri, Ji Tae teringat akan kejadian beberapa waktu lalu. Dimana Ji Tae mengutarakan keinginannya agar dia tak usah menikah dengan Jung Eun. Ibu mencoba membujuk dengan mengatakan bahwa Jung Eun adalah wanita yang baik.

Ji Tae masih ingin menolak, baginya pernikahan adalah janji sehidup semati. Dia hanya ingin memiliki wanita yang ia cintai untuk menemani sepanjang hidupnya. Seperti Ayah dan Ibunya yang juga menjalin pernikahan karena adanya rasa cinta.

“Apa kau punya seseorang yang kau cintai?”

“Tidak..tidak juga.. hanya saja...”



Ji Tae sungguh paham atas betapa pentingnya Tuan Yoon agar Hyun Joon bisa mencapai keinginannya. Hanya saja dia juga ingin memikirkan kehidupannya mendatang.

Hyun Joon menerima alasan Ji Tae, “Aku akan menelepon tuan Yoon besok Aku akan menelepon tuan Yoon besok. Impianku sangat penting. Tapi untuk seorang ayah, anaknya lebih penting. Tidak ada di dunia ini, tak ada yang lebih berharga dari kau, Ji Tae.”




Kembali ke masa kini, Ji Tae keluar dari kamar setelah membasuh wajahnya. Dia melihat Jung Eun memijit lehernya yang kaku. Ji Tae menghampiri Jung Eun lalu memijat pundanya, dia memuji Jung Eun yang telah bekerja keras.

Jung Eun berbalik, kalau begitu dia meminta hadiah ciuman dari Ji Tae. Jung Eun menutup matanya namun Ji Tae tak memberikan reaksi apapun.

“Kau hangat, tapi tidak bergairah. Kau menemuiku dan memperlakukanku dengan baik, hanya karena orang tua kita, bukan? Kau tidak mencintaiku.”




Jung Eun merasa harga dirinya terluka, ia pun pergi meninggalkan Ji Tae. Ji Tae menarik lengan Jung Eun. Dia mengajaknya untuk menikah sesegera mungkin. Tak perlu mengadakan pertunangan dan langsung menikah.

“Apa kau mencitaiku?” tanya Jung Eun.
“Kecuali kalau kau menginginkan aku pergi, Aku tidak akan meninggalkanmu.” Ucap Ji Tae tanpa menjawab pertanyaan Jung Eun.



“Kau tidak bisa mengatakan saja kalau kau mencintaiku. Aku tidak keberatan. Aku akan mencintaimu, untuk kita berdua.” Ucap Jung Eun lalu mencium bibir Ji Tae.

Ji Tae seperti patung, tak merespon atau memejamkan mata saat Jung Eun menciumnya.


*****
Dirumah Joon Young, Joon Young tertidur dilantai saat dia menemani No Eul yang sakit. Tapi ketika dia terbangun, No Eul sudah menghilang dari tempat tidurnya.


Kini dia tengah menyeruput mie karena perutnya yang kelaparan. Saat Joon Young datang No Eul dengan formal berkata kalau dia akan menggantinya... “bukan, dia akan memberikan uang” ralat No Eul dengan kata-kata informal karena mereka batal bekerja sama.

“Apa pingsan memang hobimu?”

“Sistem kekebalan tubuhku kurang baik. Aku mendapatkan tiga operasi besar setelah sebuah kecelakaan mobil, dan tubuhku menjadi aneh setelah itu.” jelas No Eul membuat Joon Young terdiam, mungkin dia merasa bersalah.



Joon Young menyalakan oven untuk menghangatkan nasi yang No Eul minta. No Eul dengan canggung bertanya apakah tawaran Joon Young tadi siang masih berlaku? Seperti dia mengatakan akan memberikan sebuah mobil, rumah, ataupun bangunan.

Tak menjawab, Joon Young hanya tersenyum menatapnya.

No Eul salah tinggkah, “Aku tahu kau tidak akan memberikan apapun. aku hanya bertanya.”



“Apa yang kau inginkan?” Joon Young akhirnya bersuara.

“Boleh aku katakan kepadamu? 100.000 dolar. Itu jumlah terbesar yang bisa aku pikirkan.” Ungkap No Eul. Joon Young diam.



“Ini terlalu banyak, bukan? Bagaimana kalau 50.000 dolar?” Joon Young masih diam.

Joon Young terus diam. No Eul juga terus menurunkan jumlah uang yang ia minta hingga 10.000 dolar dan dia berjanji tak akan muncul dihadapan Joon Young ataupun memintanya syuting film dokumenter. Joon Young belum juga berbicara.

“Apa kau tak bisa meminjamkannya padaku? Kau kan kaya?”



Joon Young menolak memberikan uang pada No Eul. No Eul merutuki sikap buruk Joon Young, kalau dia tak mau meminjami atau memberinya uang seharusnya dia mengatakan itu sejak tadi.

“Kau bisa bekerja. Kenapa meminta kalau secara fisik kau masih mampu?”

“Aku tidak memiliki pekerjaan. Sikap pemarahmu membuatku kehilangan satu pekerjaan yang akhirnya aku dapatkan.”

“Kalau begitu ayo kita lakukan film dokumenternya.” Ajak Joon Young.



No Eul mengiyakan saja ucapan Joon Young yang suka plin plan. Tapi kali ini Joon Young memang serius, dia pun menghubungi CEO Namgoong. CEO Namgoong menanggapi dengan suara malas seperti baru bangun tidur. Dia mengiyakan tapi dia yakin kalau Joon Young paling besok pagi akan membatalkannya lagi.

“Tambahkan sebuah artikel dalam kontrak yang mengatakan bahwa aku akan membayar 1.000 kali biaya pembatalan kalau aku mengundurkan diri lagi.”

No Eul dan Joon Young saling menatap, Joon Young seolah menunjukkan keseriusannya. Diseberang telefon, CEO Namgoong juga terdengar kegirangan.



*****
Malam hari, Ji Tae belum tidur dan masih sibuk membaca buku. Ponselnya berdering, saat ia mengeceknya ternyata No Eul mengirimkan kupon sepatu untuk Ji Tae.

Ji Tae tersenyum menerima hadiah No Eul, Ji Tae kemudian menghubunginya.



Ji Tae menanyakan makna dari pemberian No Eul. No Eul mengaku kalau dia mendapatkan pekerjaan dan ini sebagai ucapan terimakasih karena Ji Tae sudah banyak membantu adiknya.

“Apa kau mendapatkan pekerjaan? Bukankah kau masuk daftar hitam di seluruh industri? Bagus sekali.”


No Eul mengaku kalau dia berhasil membuat Joon Young bersedia untuk membuat film dokumenter. Bukankah itu bagus?

Seketika ekspresi wajah Ji Tae mengeras, No Eul yang tak tahu menahu terus bercerita dengan senang. No Eul bingung kenapa Ji Tae sangat diam? Apa dia sudah tidur?


No Eul mengecek ponselnya, dia terkejut karena sekarang sudah pukul 3 pagi.

“Apa kau benar-benar tertidur? Tidurlah yang nyenyak.” No Eul mengakhiri panggilan dengan kecupan pada ponselnya.

Sedangkan di tempat Ji Tae, dia masih diam membeku.



*****
Joon Young terpaksa mengungsikan Pororo dari rumahnya. Dia membuat rumah anjing dibelakang rumah, dia ingin Pororo bersabar karena dia tinggal dirumah itu selama 3 bulan. Anggap saja sedang liburan dipedesaan dengan pemandangan langit dan bintang.

Pororo duduk manis tanpa merespon, seolah dia marah pada Joon Young.

“Apa kau ingin aku tinggal di sini sementara kau tinggal di dalam ruangan?” rutuk Joon Young kemudian.



Selepas membuatkan kandang Pororo, Joon Young kembali ke rumah dan meminta pembantu yang berbenah dirumahnya untuk memastikan bahwa bulu Pororo tak ada yang tertinggal.

Tapi sedetik kemudian Joon Young berubah pikiran, dia memutuskan untuk membersihkan rumahnya sendiri agar benar – benar rapi. Dia bahkan tak meninggalkan sejengkal pun tanpa dibersihkan.



****
Ditempat lain, No Eul terngah menemui CEO dari SNU Company yang bersikap sangat manis padanya. Dia bahkan menghidangkan bubble kesukaan No Eul dengan riang.

“Kenapa anda bersikap seperti ini?” tanya No Eu keheranan.

CEO mencoba bertingkah agar apa yang dia lakukan tampak lebih natural, tapi ini makin membuatnya terlihat mencurigakan. Dia memuji kalau kulit No Eul kini tampak lebih segar, oleh karena itu dia sudah bisa mulai bekerja.


“Pekerjaan apa?”

CEO memberitahukan bahwa Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata tengah memberikan wewenang untuk melakukan syuting film dokumenter. Dia meminta No Eul untuk bekerja sebagai PD dari film tersebut.

No Eul langsung tersenyum, dia tahu kalau bosnya ini pasti sudah dengar kalau dia akan jadi PD dari film dokumenter Shin Joon Young?



CEO pura – pura tak tahu. No Eul mulai bertingkah dan menyilangkan kakinya dengan bangga, dia menyalahkan CEO yang sudah menyia-nyiakan manusia berbakat seperti dirinya.

“Aku akan membayarmu dua kali lipat dari apa yang kau dapatkan. Ditambah, posisi permanen dengan asuransi.”


Mendapat penawaran yang menarik, iman No Eul tergoyah namun saat ia menanyakan kebenarannya pada CEO. CEO mendapatkan panggilan dari seseorang.

Didalam ruangan, No Eul tak percaya. “DAEBAK.”


Rupanya pria dibalik layar yang telah membuat CEO berubah pikiran adalah Ji Tae. CEO memberitahukan bahwa No Eul sudah ada dikantornya.

“Kalau kau bisa membujuknya, aku akan melanjutkan dengan investasi yang aku janjikan.”

Ji Tae mengakhiri panggilannya. Tampang bodoh dan polos yang biasanya Ji Tae tunjukkan, kini berubah dingin.


*****
Gook Young dan CEO Namgoong pergi ke rumah Joon Young. Dan menemukan rumah Joon Young yang sudah rapi serta dipenuhi dengan bunga – bunga warna – warni. Bahkan karpet serta bantal semuanya baru.

Gook Young menganggap Joon Young seorang yang licik. Dia mengira kalau semua yang Joon Young lakukan ini hanya untuk pencitraan saja.

“Aish, tapi dimana Joon Young?”

“Aku tak tahu.” Jawab Gook Young.


Sang Tuan rumah tengah berada di kamar mandi, Joon Young muntah – muntah dan rasa sakit yang tak bisa tertahan membuat dia terduduk di lantai. Gook Young datang memanggil Joon Young.

Joon Young sekuat tenaga menaha suara erangannya, sakitnya telihat amat sangat menyiksa. Joon Young dengan gemetaran memencet tombol closet sehingga Gook Young mengira kalau Joon Young sedang buang air besar. Dengan polos Gook Young pergi sambil menutup lubang hidungnya.



Joon Young menyalakan shower, suara geraman dan erangannya sudah tak bisa dia tahan lagi. Air mengguyur tubuh Joon Young yang kesakitan sampai basah kuyup.

Aku ingin bertanya, Kenapa sekarang? Aku baik-baik saja sampai sekarang. Aku makan dengan baik dan tidur dengan baik. Aku bahkan mengalahkan rekorku mendaki Gunung Cheonggye dalam tiga menit. mendaki Gunung Cheonggye dalam tiga menit. Aku sudah lama menunggu hari ini. Jadi kenapa sekarang, Jadi kenapa sekarang? Tapi tiba-tiba, aku ingat janji yang aku buat dulu. Tolong biarkan Eul hidup. Kalau kau membiarkan dia hidup, Aku akan menyerahkan semua kebahagiaanku.” Duka dalam batin Joon Young.



*****
No Eul mengucapkan terimakasih atas tawaran yang telah diberikan oleh CEO. CEO pun senang karena No Eul tak menyimpan dendam padanya dan mau bekerja lagi disini.

“Tidak. Aku menyimpan dendam. Aku tidak akan kembali.”

CEO terkejut, dia yakin kalau No Eul sangat menyukai uang. Dia sudah berani membayar dua kali lipat, ditambah asuransi dan pekerjaan tetap.



No Eul tetap menolak dan pamit pergi, tak lupa ia membawa bubble yang dibelikan CEO.

“Semuanya terdengar sangat menggoda. Tapi kalau aku mengkhianatinya, Joon Young akan membunuhku. Aku yakin itu.” tutur No Eul.



CEO menghubungi Ji Tae untuk memberitahukan bahwa usahanya gagal. CEO mencoba menjelaskan tapi Ji Tae tak segera mematikan ponselnya.

Ji Tae menerawang jauh memandang keluar jendela dari kantonya.


FLASHBACK

Kita dibawa kembali menuju hari dimana No Eul mengalami kecelakaan. Rupanya disana, selain No Eul dan Joon Young, ada satu orang yang ikut memperhatikan keduanya dari kejauhan. Ya, dia Ji Tae.

Ji Tae ini menjadi saksi mata saat Joon Young berjalan mengikuti No Eul. Saat Joon Young menjambret tasnya, disaat itulah Ji Tae berniat untuk mengejar Joon Young yang menjambret tas No Eul.



Namun kecelakaan naas yang hampir merenggut nyawa No Eul terjadi tepat saat itu. baik Joon Young maupun Ji Tae, keduanya sangat terkejut.



Ji Tae mengikuti mereka sampai ke rumah sakit. Joon Young yang tengah membasuh muka di toilet berpapasan dengan Ji Tae, tapi dia sama sekali tak tahu kalau Ji Tae tengah memperhatikannya.

Ponsel Joon Young tertinggal di toilet, Ji Tae ragu untuk mengambilnya namun dia memutuskan untuk memungut ponsel itu. tampak walpaper ponsel Joon Young ada foto dirinya dan sang ibu.



Ji Tae membawa ponsel Joon Young, dia menunjukkan foto Joon Young pada rekannya. Dia meminta rekannya untuk menemukan informasi mengenai Joon Young.

“Siapa dia?”

“Dia hampir membunuh pacarnya sendiri untuk menyelamatkan ayahku.”



FLASHBACK BERAKHIR

Ditangan Ji Tae, dia sudah memegang foto yang menunjukkan bahwa Ibu Joon Young dan Hyun Joon sedang berpelukan dan tersenyum manis kearah kamera. Rekannya memberitahukan kalau kemungkinan Joon Young adalah putra dari Ayahnya.

Ji Tae memejamkan matanya, sungguh banyak hal berkecamuk dikepalanya.


*****
Joon Young menemui Dokter Kang dan mengatakan kalau dia sudah percaya pada apa yang dikatakan olehnya. Melihat dari hasil pemeriksaan, Dokter Kang mengatakan bahwa penyakit Joon Young berkembang lebih cepat.

“Apa ini akan menjadi 6 bulan? Tiga bulan?” tanya Joon Young berat.

Dokter menyarankan untuk melakukan pengobatan.

“Apa aku tak akan meninggal jika berobat?”

“Tidak. Tapi ini bisa memperpanjang waktu hidupmu.” Jawab Dokter Kang. Joon Young tersenyum miris, lupakan. Dia hanya meminta Dokter Kang memberikan obat penghilang rasa sakit terbaik. Agar tak ada seorangpun yang tahu kalau dirinya sekarat. Atau bahkan yang bisa membuatnya lupa. Dengan bercanda Joon Young berjanji akan memberikan 100 tanda tangan sebagai gantinya.



Di koridor rumah sakit, Joon Young menutup rapat wajahnya.

Tapi masih saja ada orang yang mengenali Joon Young, “Bukankah itu Shin Joon Young? Kenapa dia disini?” ungkap Istri Hyun Joon bertanya – tanya.



Joon Young mencoba menghubungi Ibunya namun panggilan tak diterima. Tak lama kemudian sebuah pesan masuk, Ibu bilang kalau dia sedang rapat jadi dia tak bisa mengangkat telfon.

“Dia berbohong lagi. Siapa yang mengadakan rapat di sebuah restoran yukgaejang? Dia juga tidak akan mengatakan bahwa dia mencintainya.”


*****
Tiga manusia smartphone tengah sibuk memainkan ponselnya masing masing. Mereka bertiga sedang sibuk meninggalkan komentar negativ untuk Shin Joon Young di internet.

Young Deuk yang duduk disamping Ibu Joon Young menunjukkan komentarnya, Orang dengan penampilan seperti dia ada banyak sekali. Mereka ada di mana-mana.


Ibu berdecak, “Jujur, penampilannya tidak terlalu umum. Lihat sendiri kalau kau bisa menemukan orang lain seperti dia. Kalau kau mulai mengetik omong kosong seperti itu lagi, Kalau kau mulai mengetik omong kosong seperti itu lagi, Mereka justru akan mengejekmu.”

Ketiganya pun kembali sibuk memainkan ponsel.



Jung Shik datang sambil menyindir pekerjaan ketiganya, dia menggertak akan mengambil foto mereka lalu melaporkan dengan tuduhan fitnah tak berdasar. Jung Shik mengomeli Young Deuk, dia sudah memerintahkannya sejak tadi untuk mengupas bawang. Tapi setelah dua jam, dia hanya berhasil mengupas sebutir.

“Bos kami lebih memilih untuk memfitnahnya daripada mengupas bawang putih.” Young Deuk tak ingin mendapat omelan lagi, dia memilih pergi. Man Ok juga ikutan pergi dengan kesal setelah Jung Shik memarahinya.




“Kau yang terburuk.” Tunjuk Jung Shik pada Ibu. “Siapa Choi Hyun Joon? Apa kau pikir dia akan peduli kalau kau muncul dengan seorang putra yang menjadi jaksa? Kerja bagus, Young Ok. Kau membesarkannya dengan baik. Apa kau pikir dia akan meninggalkan istrinya untuk kembali kepadamu?”

Ibu menyumpal mulut Jung Shik dengan lobak. Joon Young keluar dari sekolah hukum bukan tanpa alasan, ini semua karena Anak Jung Shik kecelakaan dan mereka tak punya uang hingga Joon Young terpaksa menandatangi kontrak.



Ibu pergi dengan kesal meninggalkan Jung Shik. Jung Shik terperangah, dia tak tahu kalau Ibu Joon Young tahu tentang hal ini.


Didepan kedai ibu, tertulis peringatan bahwa mereka tak menerima pelanggan dari fans Joon Young. Ibu tampak kesal dan Man Ok menyuapi coklat pada Ibu.

“Joon Young tahu bahwa kau meninggalkan komentar yang mengerikan... tentang dia secara online. Dia tidak akan menuntut siapa pun untuk fitnah karena dia takut dia akan menemuimu di kantor polisi.” Jelas Man Ok

“Si gila itu.” desis Ibu.

*****
Memang Joon Young tak akan melaporkan mereka, tapi ada orang – orang yang mau membelanya mati – matian. Siapa lagi kalau bukan fans Joon Young yang sudah mengumpulkan bukti komentar buruk yang bertebaran di internet. Mereka akan mengumpulkan satu juga petisi dan berusaha untuk memenjarakan mereka.


Ha Ru sebagai ketua fans mendapatkan sebuah pesan, dia mendapat kabar kalau Shin Joon Young akan membuat film dokumenter dengan seorang wanita sebagai Pdnya. Ha Ru melihat foto No Eul, “Wanita seperti ini akan bersama oppa sepanjang hari?”

Mereka berpendapat bahwa No Eul tampak sangat muda dan tak berpengalaman. Mereka curiga apa yang membuat No Eul bisa menjadi PD-nya.

“Namanya No Eul. Nama macam apa itu?” ucap Haru sinis.




Mereka bersiap untuk mencari tahu setiap detil informasi mengenai No Eul. No Jik menghampiri mereka, dia bertanya apakah No Eul yang mereka maksud adalah No Eul seorang PD wanita?

“Apa kau mengenalnya? Bagaimana kau bisa mengenalnya? Apa kau pacarnya?” tanya Haru penasaran.

No Jik tak ingin mengatakannya disana, dia sedang kerja. Kalau mau, dia akan memberitahukannya lewat telefon. Haru ragu, dia mengira kalau No Jik hanya penipu.



“Ya sudah, kalau tak mau.”

Haru akhirnya setuju, tapi dia mewanti- wanti agar No Jik jangan sampai mengirimi pesan tak penting seperti berjualan baju atau semacamnya. No Jik setuju dan dia mengaku namanya sebagai Oh Jik.



*****
Diruang rapat, No Eul mempresentasikan tentang konsep film dokumenter yang akan dia buat dengan Joon Young. Namun penjelasan yang bertele – tele membuat Joon Young menghentikan presentasinya. Dia meminta No Eul menjelaskan dengan kata – kata yang lebih sederhana.

“Itu sudah sederhana.”

“Lebih sederhana lagi. Mungkin aku cukup bodoh untuk memahaminya.”

“Itu mudah. Beberapa orang muda ingin mati karena hidup ini begitu sulit. Beritahu mereka untuk tidak melakukannya. Katakan kepada mereka untuk jangan mati. Katakan kepada mereka bahwa hidup ini layak dijalani, Beritahu mereka untuk tetap hidup. apapun resikonya.”





“Hidup ini adalah berkat dari atas. Hidup ini adalah berkat dari atas..” ucapan No Eul terputus.

Joon Young berdiri dengan geram, dan bertanya pada CEO Namgoong serta Gook Young yang tak memberitahukan konsepnya terlebih dulu. CEO Namgoong dan Gook Young berkata kalau dia sudah memberikannya dan meletakkan diatas meja.




Joon Young duduk dilantai kamar mandi dengan wajah frustasi. Disaat dirinya tak punya harapan untuk hidup, dia kini harus mengatakan pada orang lain bagaimana pentingnya hidup. Dan berjuang untuk hidup.


Ditempat rapat, semua orang cemas kalau sampai Joon Young kembali membatalkan niatannya. No Eul mengajukan diri untuk membujuk Joon Young.

“Ayo kita mulai syutingnya.” Ucap Joon Young dengan senyum lebar.




Proses rekaman dimulai, No Eul mengajukan pertanyaan sederhana pada Joon Young. Entah kenapa, Joon Young tak berniat untuk menjawab. Hingga No Eul mencoba mencairkan suasana canggung dengan mengganti pertanyaan.

“Mari kita berasumsi bahwa kau hanya memiliki satu tahun tersisa untuk hidup. Apa yang menurutmu ingin kau lakukan terlebih dahulu? Apa kau ingin pergi ke suatu tempat atau melakukan sesuatu?”

Raut wajah Joon Young seketika mengeras.


Namun Joon Young menahan perasaannya dan tersenyum miris. “Satu tahun terlalu panjang. Katakanlah aku memiliki tiga bulan.”

“Baiklah.”

“Aku akan melakukan apa yang aku inginkan. Aku akan menuntut orang-orang yang memfitnahku. dan membunuh semua orang yang aku benci.”



No Eul mengingatkan bahwa jawaban Joon Young sudah terlampau jauh dari konsep yang mereka bawakan. Produser meminta untuk menghentikan saja proses syuting karena jawaban Joon Young yang asal. Joon Young menolak, dia ingin rekaman tetap berlangsung.

“Aku tidak bercanda. Aku serius. Aku sekarat. Apa yang tidak bisa aku lakukan?”

No Eul dengan geram menyuruh Joon Young untuk mengkonsumsi saja n*rkoba. Atau dia bisa menyetir sambil mabuk, atau mungkin bermain judi didepan umum.



“Apa kau mau berkencan denganku? Katakanlah aku memiliki tiga bulan untuk hidup. Selama tiga bulan. Dengan bergairah.” Ungkap Joon Young membuat semua orang terdiam.




******






13 Responses to "SINOPSIS Uncontrollably Fond Episode 4 Bagian 2"

  1. Arrrrr..greget bangt sama couple satu ini.

    ReplyDelete
  2. Akhiirnyaa...

    Harus bersabar lagi nunggu eps 5 😢😢
    Penasaran kenapa Ji Tae adaaaa terus di Deket No Eul yak?? Mgkn Ji Tae merasa bersalah atas ayahnya kah? Trus dia bersumpah mau melindungi No eul,, kenapa ga sekalian di bayarin utangnya no eul coba.. Dan dia jadi sebel sama Joon Young gegara tau kalo dia anaknya ayahnya juga. Nah kenapa g malah benci sama ayahnya aja cb. Hmmm makin penasaraaaan..
    Semangaaaat Unniie...

    ReplyDelete
  3. Akhiirnyaa...

    Harus bersabar lagi nunggu eps 5 😢😢
    Penasaran kenapa Ji Tae adaaaa terus di Deket No Eul yak?? Mgkn Ji Tae merasa bersalah atas ayahnya kah? Trus dia bersumpah mau melindungi No eul,, kenapa ga sekalian di bayarin utangnya no eul coba.. Dan dia jadi sebel sama Joon Young gegara tau kalo dia anaknya ayahnya juga. Nah kenapa g malah benci sama ayahnya aja cb. Hmmm makin penasaraaaan..
    Semangaaaat Unniie...

    ReplyDelete
  4. Hore udh muncul, makasih eon, ini part scene yg bikin aku mewek liat woobin, dia rela nuker nyawanya buat no eul T.T gilaaa ini drama keren asli, heran sama yg gasuka -,-

    ReplyDelete
  5. Aq masih ga ngerti dech, joonyoung sebenernya sakit apa sich?

    ReplyDelete
  6. semangat untuk sinop selanjutnya unnie...

    ReplyDelete
  7. Yupz, semangat yah bkin sinopsisnya langsung

    ReplyDelete
  8. Yupz, semangat yah bkin sinopsisnya langsung

    ReplyDelete
  9. Lanjutttt....aq suka sekali dramkor ini...fighting mba

    ReplyDelete
  10. Lanjutttt....aq suka sekali dramkor ini...fighting mba

    ReplyDelete
  11. Aku suka yang pas Joon Young nawarin kencan selama 3 bulan, passionately. Jadi bikin berkhayal...... hehegh

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^