SINOPSIS Uncontrollably Fond Episode 3 Bagian 2

SINOPSIS Uncontrollably Fond Episode 3 Bagian 2
Rupanya bukan hanya mirip, wanita dipinggir jembatan itu memanglah No Eul yang memandang ke arah sungai dengan wajah lelah. No Eul menghubungi seseorang yang bernama Seseorang Yang Paling Berharga.

“aku mencintaimu, pelanggan yang terhormat!” sambut pria diseberang telefon.

No Eul menghela nafas untuk menata sedikit perasaanya. Dia tanya apa adiknya sudah makan? Jik menjawab kalau dia sedang makan.

“Makan apa?”
“Daging.”


Kebiasaan bohong Jik membuat No Eul tak percaya. Dia mengomeli Jik yang selalu makan roti, dia masih SMU dan harus bisa menjaga kekuatannya dengan makanan bergizi.

“SSH, wanita cerewet! Aku benar – benar makan daging!” ungkapnya.

No Eul tak percaya, dia meminta Jik untuk menunjukkan padanya. Ia pun melakukan video call.


Ternyata sekarang No Jik tengah bersama dengan Ji Tae. Ji Tae memberitahukan kalau No Jik memang tengah makan daging. Ji Tae mengarahkan ponselnya untuk menunjukkan No Jik melahap makan malamnya.

“Kau harus  memintanya untuk membeli mu daging sapi bukan daging babi karna dia membelikanmu makan malam!” suruh No Eul tanpa malu.

No Jik jelas kesal dengan sikap kakaknya yang tak sopan.



Ji Tae membela No Eul, kalau dia memang masih bisa membelikan mereka makan jadi yang terpenting No Eul juga harus makan.

“Terimakasih, ahjussi! kau tidak boleh hanya membeli satu porsi, bahkan jika Jik mengatakannya, okay? Jik adalah penggila daging, jadi kau harus membelikan dia sebanyak mungkin karena kau yang mentraktirnya.”

No Jik malu mendengar ocehan No Eul, “Hey, kita bukan pengemis! kau harus punya rasa malu,oke? Mari kita hidup setidaknya sedikit kebanggaan di antara kita, oke? Apa kau tidak malu bertindak seperti ini?”



No Jik merebut ponsel dari tangan Ji Tae dan ia memberitahukan bahwa sebelumnya No Eul tak bersikap seperti ini. dulu dia punya harga diri yang tinggi, baginya No Eul hebat dan keren.

“Hey, Eul sudah besar dan keren sekarang! Dia juga cantik!” puji Ji Tae.

“Sebagai...seorang wanita juga?”

Wajah Ji Tae berubah datar, “Ya. Tentu.”



“kau sungguh berpikir noona cantik?”

Ji Tae tertawa tak ikhlas, dia mengalihkan pembicaraan dengan menyumpal mulut No Jik. Ji Tae mengiyakan saja pertanyaan No Jik lalu memesan seporsi daging lagi.

“Kalau begitu, aku akan bertingkah memalukan mulai sekarang dengan makan dua porsi. Kakak Ipar.” Ledek No Jik.

Ji Tae tertawa namun kemudian tawa itu lenyap entah seolah ada perasaan berat dalam hatinya.




*****
No Eul menatap ponselnya dengan wajah sedih, mungkin bukannya dia tak malu tapi bagaimana lagi. Untuk bertahan hidup saja susah apalagi harus berfikir tentang malu. No Eul perlahan menaiki dinding pembatas jembatan, kakinya mulai berjinjit lalu tubuhnya ia condongkan ke arah sungai.

Tapi seseorang tiba-tiba menahan pundaknya.



~~FLASHBACK~~
No Eul berbalik ketika seseorang menarik pundaknya, jantungnya hampir copot sampai dia hanya bisa berkedip tanpa bergerak.

“Kejahatan apa yang kau lakukan sampai sekaget itu?” tanya Joon Young. No Eul masih membeku tanpa suara.



Ternyata No Eul sedang mencorat coret poster Hyun Joon yang mencalonkan diri dalam pemilihan. ‘Calon nomor satu. munafik. keji. Sebuah iblis dengan topeng bidadari’ tulis No Eul.

“Apa calon Anda meminta kalian untuk melakukan hal-hal seperti ini, juga? Apa calon Anda meminta kalian untuk melakukan hal-hal seperti ini, juga? bajingan.” Tanya Joon Young sambil melihat poster Hyun Joon yang penuh karya seni No Eul. :D




Perlahan No Eul melangkahkan kakinya untuk kabur, tapi karena tak berhati – hati dia pun jatuh terjerembab. Joon Young tersenyum geli lalu mengulurkan tangannya kearah Eul.

Eul ragu. Joon Young mengedipkan matanya agar No Eul meraih tangan itu. No Eul tetap ragu dan diam.



“Kau sudah makan?” tanya Joon Young jongkok dihadapan Eul. “Belum?”
Eul lagi lagi tak menjawab.


*****
Keduanya berakhir duduk warung makan pinggir jalan, Eul memainkan makanannya. Joon Young berbicara kalau ini pertama kalinya mereka bertemu setelah empat tahun. Kapan kau kembali ke Seoul?

No Eul melihat tumpukan buku hukum yang ada dimeja.

“Oh, ini? Aku kembali mengambil ujian perguruan tinggi dan masuk ke sekolah hukum. Aku bahkan lulus ujian!”


No Eul tetap membisu tapi wajahnya cukup terkejut mendengar kalau Joon Young lulus ujian.

“Hanya belajar yang kulakukan karena kau tidak ada. Hanya belajar yang kulakukan karena kau tidak ada.”

No Eul masih bungkam. Dia berdiri, Joon Young tanya kemana No Eul akan pergi. No Eul bilang kalau dia ingin pergi ke toilet.



No Eul berjalan dengan kaki diseret akibat terjatuh. Tapi baru beberapa meter meninggalkan kedai, sebuah sepatu melayang ke kepalanya. Joon Young lah pelempar sepatu malang tersebut, “Kau pikir kemana kau akan pergi?”

Joon Young menghampiri No Eul lalu meminta KTPnya.
“Untuk apa?”

“Bagaimana kalau kau lari lagi? Aku harus memastikan riwayat hidupmu bersih mulai sekarang.” Ucap Joon Young seraya merebut ransel No Eul.



No Eul mencoba merebut dompet yang ada ditangan Joon Young tapi bagaimana pun Joon Young jauh lebih tinggi hingga No Eul keselitan. Joon Young mengambil KTP No Eul dan memuji fotonya yang terlihat bagus.

No Eul menyebut Joon Young sebagai polisi. Ia pun bergegas menghubungi kantor polisi.


“Public Official UU Pemilu, Pasal 230,1. siapa yang mengotori poster calon tanpa alasan dapat dihukum penjara selama dua tahun dan membayar denda hingga empat juta won.” Rapal Joon Young tentang pasal yang sudah dilanggar No Eul tadi. Dia juga meminta No Eul untuk mengatakan kejahatannya itu. Joon Young siap menjadi saksi.

Joon Young merebut ponsel No Eul tapi No Eul sendiri malah tambah takut.



“jadi apa yang ingin kau lakukan?” tanya No Eul membuat Joon Young tersenyum. “Apa yang ingin kau lakukan?”

“Aku akan berpura-pura tidak melihat mu melakukan tindak kejahatan. Jadi kencanlah denganku.” Ujar Joon Young serius.



No Eul berjalan meninggalkan Joon Young menuju ke kantor polisi. Sesampainya didepan pintu, No Eul ragu untuk masuk.

“ Aku pikir kau berubah pikiran. Aku pikir kau mengatakan kau lebih suka masuk penjara daripada jadi pacarku!” sindir Joon Young.

Seorang polisi keluar dan bertanya apa yang mereka lakukan. No Eul tak berani melapor, dia pun hanya membungkuk hormat.


No Eul menguatkan hatinya mungkin lebih tepatnya mengancam tapi Joon Young hanya tersenyum disamping No Eul. Nyali Eul menciut juga, “kau tidak benar-benar memintaku berkencan, kan? Jadi kau hanya ingin menggunakan ku selama seminggu. untuk menyingkirkan gadis-gadis menjengkelkan yang mengikutimu,kan?”



Joon Young kesal karena keseriusannya dianggap lelucon oleh No Eul. Dia menyuruh No Eul untuk pergi saja kepenjara, dia tak akan perduli. Joon Young berniat masuk ke kantor polisi tapi kini giliran No Eul yang melarang. Dia menggeleng dengan ketakutan.



*****
Ingatkah kalian dengan Na Ri? Sama halnya dengan dulu, nasibnya dengan pria tidaklah begitu baik dan sekarang tubuhnya sekarang jadi lebih gempal.

Na Ri tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh pria yang sekarang bersamanya. Tapi pria itu mengatakan kalau diantara mereka tak ada hubungan apapun.

Na Ri tak percaya, bagaimana mereka tak memiliki hubungan padahal mereka makan bareng dan nonton film bersama. Si Pria mengaku kalau dia melakukan itu karena Na Ri memintanya dan berjanji akan meminjaminya uang.



Na Ri mengaku bahwa dia dulu bahkan disebut sebagai kembaran Son Ye Jin. Si Pria menyuruh Na Ri jangan berbohong.

“Dia tak bohong.” Ucap Joon Young lalu merangkul Na Ri. “Aku dulu berkencan dengan dia. sayang sekali. aku pasti tidak akan membiarkan mu pergi, jika aku tahu kau begitu ... menawan.”

Na Ri meneteskan air mata haru. Joon Young meletakkan telunjukkan dan tersenyum imut pada Na Ri. Sedangkan pria tadi hanya terbengong – bengong melihat drama yang ditunjukkan keduanya.




*****
Na Ri tengah berolah raga dan Joon Young membantu memegang kaki Na Ri. Na Ri berkata bahwa semua orang mengatainya yang bertranformasi terbalik. Dia menunjukkan foto Son Ye Jin dan bilang kalau dia mirip hanya saja sekarang dia sedikit lebih seksi. Benarkan?

“Ya. Mungkin.” Jawab Joon Young dengan senyuma tak iklas.

“Um, jadi, kapan Eul kembali ke Seoul?”

“Kau bertemu dengannya?”


“Ya. Dia bekerja pekerjaan paruh-waktu untuk kandidat politik.” Jawab Joon Young.

Na Ri tak tahu kalau No Eul mau bekerja semacam itu juga. Ia yakin No Eul tak pilih – pilih untuk bekerja paruh waktu karena No Eul akan melakukan apa saja demi uang.



“Bagaimana dengan perguruan tinggi?”

Na Ri berkata bahwa kehidupan Na Ri sudah cukup sulit untuk hidupnya dan Sang adik, mana mungkin ia terfikir tentang perguruan tinggi. Na Ri mewanti – wanti Joon Young untuk jangan melecehkan No Eul. Kehidupannya sudah sangat berat jadi tinggalkan dia sendiri.



*****
Keesokan paginya, ketika Joon Young dalam perjalanan menuju ke kampus. Dia tanpa sengaja melihat kampanye yang diadakan oleh Choi Hyun Joon. Tuan Yoon yang mendukung kampanye ini menunjukkan betapa banyak sisi baik Hyun Joon.

“Choi Hyun Joon adalah yang paling dapat dipercaya, dan dia adalah orang yang tegas! Aku yakin kalian menyadarinya bahkan dia memberi ginjalnya untuk sang istri yang sakit!”



Gemuruh sorak sorai pendukung terdengar. Hyun Joon menatap istrinya dan mereka tampak seperti pasangan yang sangat harmonis.



Joon Young menginjak pedal sepedanya untuk melanjutkan perjalanan namun tanpa sengaja dia malah menubruk seseorang. Orang itu Ji Tae, dia mengkhawatirkan luka ditangan Joon Young karena terjatuh. Tapi Joon Young meyakinkan bahwa dia tak apa.

Haru yang masih anak SMA marah dengan sikap ketidak hati-hatian Joon Young. Tapi Ji Tae menegur lalu membiarkan Joon Young yang berniat melanjutkan perjalanan.



Meskipun tadinya marah, setelah memperhatikan wajah tampan Joon Young, Haru tak bisa melepaskan pandangannya.

“Dia begitu tampan. Aku ingin menikah dengan pria itu.” ucap Haru. Ji Tae yang mendengar penuturan adiknya hanya bisa tersenyum geli.


Tak lama kemudian, Jung Eun muncul dan menyapa keduanya. Dia memuji Haru yang kini telah berubah menjadi gadis cantik.

“Kudengar kau berada di New York.” Ucap Ji Tae.

“Aku kembali untuk membantu kampanye Tuan Choi. Ayah mengatakan padaku bahwa aku harus membuat kesan yang baik di saat seperti ini.”



Jung Eun dengan dingin bertanya, kapan Ji Tae akan melamarnya? Tampaknya orang tua mereka sudah membicarakan masalah pertunangan.

Mendengar kata pertunangan dari Jung Eun membuat Ji Tae terdiam.

FLASHBACK
Tuan Yoon tengah berkunjung ke kediaman Hyun Joon. Hyun Joon memberitahukan bahwa anak dari korban tabrak lari Jung Eun melihat plat nomornya. Selain itu, total ada 3 orang saksi atas kejadian tersebut.

Layaknya orang gila, Tuan Yoon tak perduli akan hal apapun yang terpenting dia tidak ingin kehidupan putrinya berantakan. Tuan Yoon mengingatkan bahwa kalau sampai reputasinya hancur maka perusahaan mertua Hyun Joon akan menghilang tanpa jejak.

“Aku menyadarai fakta itu. Dan itulah mengapa istriku dan aku selalu berterima kasih pada kalian.”



Tuan Yoon menegaskan bahwa dirinya tak butuh hanya sekedar sentimen belaka. “Alasan manusia disebut lebih baik dibanding binatang adalah karena mereka tahu cara membayar kebaikan orang lain dengan baik! Benarkan?”

Tak ada sekecap bantahan lagi yang keluar dari mulut Hyun Joon.


Tanpa keduanya sadari, ada orang ketiga yang kini tengah mendengar dengan seksama pembicaraan mereka. Yah, dia Ji Tae yang berdiri membeku dibalik tembok. Dia yang berniat mengantarkan minum serta surat penerimaannya di universitas Havard, namun sepertinya ia urung melakukannya.


Scene kembali beralih ketika Ji Tae tengah berteduh dan ia melihat seorang gadis tengah membawa papan tulisan yang meminta Hyun Joon untuk mau mengungkapkan kebenaran yang sebenarnya.

Ji Tae menatapnya dalam diam.


FLASHBACK END
Jadi memang benar kalau No Eul ini kerja paruh waktu dalam kampanye. Dia membagikan selebaran untuk warga yang masuk dan keluar dari stasiun, dia menjadi tim sukses calon nomor dua. Ia pun memberikan selebaran tersebut pada Ibu Joon Young yang kebetulan sedang lewat disana. Dengan sopan Ibu Joon Young menolak, “Oh, aku tidak memerlukannya. Aku memilih Kandidat Nomer Satu.”



Jung Eun sampai ditempat yang sama dengan No Eul untuk mempromosikan Hyun Joon. Dengan anggun dan berkarisma dia mulai membanggakan dan mempromosikan Hyun Joon.
No Eul berdiri menatap Jung Eun tajam sampai akhirnya Jung Eun sadar sedang diperhatikan. “Kau....menatapku?”

No Eul menunjuk matanya lalu menunjuk Jung Eung. Jung Eum tersenyum remeh, “Apa-apaan...”


No Eul menghampiri Jung Eun, Jung Eun jelas terkejut melihat sikap aneh No Eul. “Apa yang akan kau lakukan?”

“Bulu matamu jatuh. Juga, jangan cemas. Kandidat nomer satu adalah pria berengsek.”
Jung Eun tak terima, dia ingin membalas ucapan No Eul tapi No Eul sudah lebih dulu menerima panggilan dari seseorang bernama Brengsek.



*****
Dijalanan, No Eul berlari dengan kecepatan tinggi setelah menerima panggilan dadakan dari Si Brengsek. No Eul geregetan sendiri dan kembali berjalan dengan malas.


Berbeda dengan situasi Joon Young yang duduk tenang menghadapi seorang wanita yang meminta penjelasan darinya. Dia ingin tahu apa yang harus ia rubah agar Joon Young mau bersamanya.

“Matamu. Hidung. Bibir. Telinga. Suara, Tinggi. Kepribadian. Golongan darah.”

Wanita itu tegas dan tanpa ragu menerima ucapan Joon Young, dan dia akan merubah semuanya.

“Aku punya pacar. Dan kepribadiannya luar biasa. Jika dia tahu kau bertindak seperti ini, dia akan membakarmu hidup-hidup.”

“Omong kosong apa yang kau katakan? Kau punya pacar?” kesal Si Wanita.



Datanglah No Eul dengan santai mengaku sebagai wanita Joon Young. Joon Young tersenyum karena bantuannya telah datang.

“Kau sudah selesai dengan kelasmu, Beruang Maduku?” ucap No Eul manja dengan gaya alay. Tak lupa ia juga berkerling manja dihadapan Joon Young.




No Eul duduk disamping Joon Young yang agak sebal karena No Eul bersikap konyol, mungkin dia melakukannya agar Joon Young malu. Cowok idola sekolah mempunyai pacar yang asfkhwiuhuvcgcve.

No Eul menarik manja kedua belah pipi Joon Young, “Oh, lihat Beruangku yang amat tampan ini! Kupikir aku bisa gila karena merindukanmu. Meskipun baru 12 jam berlalu sejak perjumpaan terakhir kita!”



Joon Young melepas cubitan keras No Eul dipipinya. Dia mengaku kalau dia ratusan kali lebih merindukan No Eul. Ia memeluk No Eul dengan sangat erat sampai-sampai No Eul hampir berteriak. Orang – orang disana pun menoleh heran dengan kelakukan keduanya.
“Aku sangat merindukanmu, Sayang, mataku sakit karenanya!”



Joon Young menunjuk mata No Eul. Hidung mancung No Eul tak lupa ia tarik kasar. Memegang dua pipi No Eul hingga bibirnya monyong lalu ia jewer telinga No Eul. “Matamu, hidungmu, bibirmu, dan telingamu. Bagaimana bisa setiap inci dirimu begitu sempurna? Tak ada satupun bagian dirimu yang ingin ku ubah!”

Hahahaha. No Eul tak bisa menahan dirinya untuk bersikap manis lebih dari ini. YAKK!!
Joon Young seketika terdiam seperti murid yang baik.



No Eul menghela nafas dan berbicara pada wanita yang mengejar – ngejar Joon Young. “Shin Joon Young adalah milikku, mengerti? Jika kau berani mengusik Beruang Kesayanganku lagi,  aku akan menghabisimu. Paham?”

No Eul menunjukan pukulannya untuk menakuti gadis itu.



*****
Gila gila gila. No Eul merutuki kegilaanya di cafe tadi. Kenapa dia harus sampai terjerat dengan seorang psiko macam Joon Young. Joon Young menyalahkan No Eul sendiri yang sudah melakukan kejahatan.

Joon Young meletakkan kepalanya ke pangkuan No Eul.

“Hey, ayolah! Aku punya banyak pekerjaan hari ini! Aku harus pulang sekarang!”

Joon Young meminta No Eul untuk menjadi bantalnya, hanya sepuluh menit. No Eul menolak, tapi Joon Young mengatakan kalau dia akan mengurangi jumlah keharusan dia berpura – pura menjadi pacarnya sebanyak tujuh kali.



“Bagaimana kalo enam kali saja? Ayolah.”
“Oke.”

“Dan aku berakting dengan sangat baik hari ini jadi bagaimana kalau lima kali lagi saja?”
“Kau ingin mati?” tanya Joon Young menolak.



Dedaunan musim gugur menemani kebersamaan mereka. hingga sepuluh menit pun berlalu dengan cepat. No Eul mencoba membangunkan Joon Young namun Joon Young masih tertidur pulas.

Kejahilan No Eul muncul, dia mencari spidol lalu menggambari wajah Joon Young dengan karya seninya. Kucing tampan pun tercipta. No Eul cekikikan.



Joon Young terbangun dari tidurnya, “apa sepuluh menit sudah berlalu?”

No Eul mengangguk namun tawanya tak bisa ia tahan. Joon Young kebingungan tapi saat melihat tawa ceria muncul dari wajah No Eul, ia pun tersenyum.



Tapi entah apa yang ada dipikiran No Eul, senyum itu kini berubah menjadi kesedihan. Matanya meremang dan ia mulai menangis. Joon Young bingung, dia hanya diam melihat No Eul kini menangis.

“Tiba – tiba aku ingin menelfon Na Ri dan mengatakan, Na Ri, maafkan aku, aku tak bisa menepati janjiku padamu dan tetap menggoda No Eul hingga ia frustasi. Aku harus melakukan apapun itu agar dia tetap ada disisiku. Maafkan aku, Na Ri.” Bantin Joon Young.




*****
 Kembalinya dari kampus, Joon Young melihat rombongan Hyun Joon dan beberapa orang yang telah mendukungnya dalam pemilihan datang ke kedai Ibu. Joon Young melihat dari kejauhan.

Hyun Joon datang kesana karena rekomendasi dari nyonya Jang yang tahu kalau dia menyukai Yukyejang dan merekomendasikan tempat ini. dia meminta pada pendukungnya untuk bersantai dan makan sepuasnya.


Jung Shik ikut berdiri ditengah – tengah mereka dan menatap kehadirannya dengan tak nyaman.


Teringat akan ibunya, Joon Young bergegas menuju ke dapur. Benar saja, kini ibu sedang duduk meringkuk dibalik meja. Joon Young bertanya apa yang sedang ibunya lakukan?

“Aku hanya sedang sakit perut.”

Kalau memang sakit perut, Joon Young menyuruh ibunya untuk pergi ke rumah sakit. Ibu menolak karena dia akan segera sembuh kalau duduk disana sebentar. Ia menyuruh Joon Young untuk belajar saja.


Joon Young berjongkok dihadapan Ibu, ia meminta ibunya untuk naik agar ia bisa mengantarkan ke dokter. Ibu kembali menolak.

“Memangnya Ibu dokter? tidak! Jadi, ayo kita pergi, sekarang!” tegas Joon Young.



Diluar kedai, Jung Shik menjewer saudara kembarnya dengan marah. Dia marah karena Nyonya Jang dengan sengaja membawa Hyun Joon kesana. Nyonya Jang tak mau kalah, menurutnya ini sudah saat yang tepat dimana Ibu Joon Young menunjukkan diri. Lagipula Joon Young tumbuh menjadi pria yang baik.

“Siapa kau berhak memutuskan tepat tidaknya mereka untuk bertemu? Apakah kau tidak memikirkan perasaan Young Ok sama sekali? Jika dia medapat serangan jantung atau semacamnya karenamu, aku tidak akan pernah memaafkan dirimu!”

Nyonya Jang sungguh tak percaya dengan perlakuan adik kembarnya yang lebih mementingkan Young Ok.



Joon Young berhasil membujuk ibunya untuk ke dokter. Tanpa diduga, Hyun Joon mengingat Joon Young. Dia menyapanya.

Ibu gelisah dan semakin mengeratkan pegangannya ke leher Joon Young dan menyembunyikan wajahnya.

Hyun Joon hendak bertanya siapa orang yang ada dipunggung Joon Young. Joon Young memberitahukan bahwa dia ibunya, Ibunya sedang sakit.



Joon Young permisi namun Hyun Joon memanggilnya lagi, dia menawarkan untuk memakai mobilnya. Joon Young menolak.

“Siapa itu?” tanya Istri Hyun Joon.

“Oh, dia pernah membantuku sekali. Dia bilang bahwa dia akan menemuiku lagi setelah lulus ujian, Tapi kurasa dia kesulitan melaluinya.”


*****
Joon Young meminta ibunya untuk menegakkan kepalanya, Tuan Hyun Joon tak akan bisa melihat wajahnya sekarang. Dia mengaku kalau dia sudah bertemu dengan Hyun Joon sebelumnya dan telah berjanji akan bertemu saat ia lulus ujian. Joon Young meyakinkan ibunya bahwa suatu saat dia akan membawa ibunya bertemu dengan Hyun Joon dalam kondisi terhormat.

“Aku akan melakukannya jadi Ibu bisa menghampirinya dan mengatakan Aku membesarkannya menjadi seorang lelaki luar biasa melebihi dirimu, bahkan tanpa bantuanmu. Aku berjanji suatu saat Ibu bisa melakukan itu.”


Tangis Ibu tak bisa terbendung lagi, ia sesenggukan tanpa mampu mengucapkan apa – apa.
Joon Young meminta ibunya jangan lagi melarikan diri. Kalau ada kehidupan selanjutnya, dia minta ibu jangan memikirkan status, gengsi atau apalah. Baginya semua itu sangat ketinggalan.

Sepanjang perjalanan tersebut, Ibunya terus menangis sementara Joon Young mencoba menguatkan dirinya sendiri. Meskipun siapa pun tahu, dia sama sedihnya seperti ibu.


*****
Beberapa cuplikan rekaman Hyun Joon keluar dari sebuah bar dalam kondisi mabuk kini tengah No Eul tonton dari laptopnya. Na Ri kagum, bagaimana bisa No Eul merekam semua itu?

“Aku pernah melihatnya saat bekerja sebagai pemandu wisata. Kudengar bahwa Choi Hyun Joon memiliki hubungan khusus dengan wanita dari sebuah bar jadi aku membawa kamera dan menunggu di luar bar itu.”

Na Ri menanyakan tentang rencana Eul. Seperti yang mereka lihat, Hyun Joon sepertinya bukan tipe orang yang bisa dijatuhkan dengan mudah.



No Eul sendiri tak tahu, tapi dia adalah anak Ayahnya jadi dia harus tetap melakukan apa yang ia bisa. Tanpa dia maka tak akan ada satupun orang yang mau membuka kasus dibalik kematian ayahnya.

Ponsel No Eul berdering, No Eul tak begitu perduli dan mematikan panggilan dari Joon Young.

*****
Joon Young yang tak bisa menghubungi No Eul memberikan pesan suara. Dia mengajak No Eul untuk bermain. Suasana hatinya sedang buruk. Dia akan menghitung dua kali saja jadi pacar pura –puranya.



Merasa diabaikan, Joon Young membuka kartu identitas No Eul dan melihat alamat rumahnya.


*****
No Eul keluar dari rumah lalu menghela nafas sebelum akhirnya dia menghubungi Hyun Joon. Dia mendapatkan nomor Hyun Joon dari poster kampanye yang Hyun Joon gunakan.
“Halo. Ini dengan Choi Hyun Joon.” Ucap pria diseberang telefon.

“Namaku No Eul. Aku tidak tahu apakah kau masih mengingatku atau tidak, tapi aku putri dari Tuan No Jang Soo yang meninggal lima tahun lalu akibat insiden tabrak lari.”

Hyun Joon mengaku bahwa dia tak tahu. Dan berniat mematikan sambungan telfonnya.



“10 April 2009. 5 Mei 2009. 4 maret 2009. 10 April 2010. 2 Mei 2010. Aku yakin kau tidak ingat karena aku  terlihat agak bodoh tapi itu adalah hari di mana kau pergi ke bar untuk menemui Nyonya Song. Dan yang lebih buruk, kau juga  pergi menemui Nyonya Song seminggu setelah kau memberi  ginjalmu untuk istri mu, kan? manusia paling tidak bersalah didunia, pantatku. bagaimana kalau kau berhenti menipu  warga yang tidak bersalah di negara inidan mundur dari pencalonan. Jika Iblis sepertimu menjadi Anggota Kongres sungguh tidak ada lagi harapan yang tersisa untuk negeri ini. Jika kau meminta maaf sekarang, dan meluruskan kesalahan yang telah kau perbuataku akan menghentikan segala yang kulakukan. Jika kau mengungkap siapa sebenarnya pelaku tabrak lari ayahku dalam kasus yang coba kau tutupi, aku akan membakar semua materi yang berhubungan dengan dirimu.” Ucap No Eul panjang lebar.

Hyun Joon cukup khawatir namun dia menanggapi tenang. Dia tak perduli dengan gertakan No Eul, dia menyuruhnya melakukan apa yang dia inginkan.



Hyun Joon mengaku pada istrinya yang khawatir, kalau orang yang menelfon hanya orang suruhan partai lain yang ingin menjatuhkan dia. Hyun Joon menggenggam tangan istrinya dengan kasih saya.

Namun saat ia berbalik menghadap jendela, wajah marah Hyun Joon jelas kentara.


*****
No Eul menyimpan flashdisk yang ia gunakan untuk menyimpan file Hyun Joon. Dibalik tembok, Joon Young sudah mendengarkan pembicaraan No Eul semenjak tadi. Wajahnya menunjukkan ke tidak percayaan bahkan mungkin dia masih enggan untuk percaya. Pria yang ia kagumi dan ia ingin menjadikan contoh, serta ingin menerima pujian darinya adalah pria brengsek yang mau menutupi kejahatan orang lain.

No Eul pun kemudian menghubungi ke sebuah stasiun TV.




No Eul menghela nafasnya dalam karena usaha keras yang coba ia lakukan kembali gagal dan ia harus menelan kepahitan. Lagi. Dan lagi.



Mata Joon Young menatap kosong ke jalanan. Pikirannya masih berkecamuk dan akal sehatnya mungkin masih kacau.

Ia lalu melihat sebuah motor seorang petugas pengantar barang terparkir ditepian jalan.


No Eul menanti taksi ditepian jalan, cukup lama dia menanti tapi belum juga ada taksi kosong.

Dengan kecepatan tinggi, sebuah motor melintas cepat melewati No Eul. Dengan paksa orang itu menarik tas yang terselampir dilengan No Eul.


No Eul berlari mengejar motor itu, naasnya sebuah mobil melintas dipersimpangan jalan dan kecelakaan pun tak bisa terelakkan. No Eul terpental karena hantaman mobil.

Pria yang menjambret No Eul tak lain adalah Joon Young, dia berdiri membeku melihat tubuh No Eul bersimbah darah.




*****
No Eul dilarikan ke IGD sedangkan No Jik dan Na Ri sampai disana sambil menangis. Apalagi No Jik yang tak bisa menahan ketakutannya, hanya No Eul anggota keluarganya sekarang. “Noona, jangan mati! Noona!”


Joon Young duduk dengan pandangan kosong, memainkan jemarinya sampai terluka. Akar pikirannya sudah melayang entah kemana. Kejadian buruk menimpanya sepanjang hari ini.

Ibuku pernah sekali mengajakku ke Gereja dan memohon ribuan hal berbeda pada Tuhan. Dan dia juga mengatakan padaku untuk mengatakan pada Tuhan apa harapanku, maka Ia akan mengabulkannya.”




Keadaan No Eul semakin kritis, tekanan jantungnya melemah.
tapi aku mengatakan padanya, Di mana Tuhan itu, huh? Dan tidak membuat permohonan apa pun. Maafkan aku. Aku akan memercayai keberadaan Tuhan sekarang. Jadi, Tuhan... tolong selamatkan Eul. Jika Engkau menyelamatkannya, Tuhan... Aku akan menyerahkan semua kebahagian yang ditakdirkan untuk kumiliki sepanjang hidup..”


Tak jauh dari tempat Joon Young terduduk, ada juga Ji Tae yang memperhatikannya dari kejauhan. 


****FLASHBACK END****
Joon Young menarik Eul dari pinggiran jembatan “Apa kau berpikir bahwa hidup  merupakan sesuatu yang bisa kau hargai semurah ini? Apakah begitu mudah bagimu untuk memilih kematian?”

No Eul diam menatap Joon Young.

“Baik, ayo syuting film dokumenter sialan itu. Aku akan melakukannya, kau psiko gila!”




****BERSAMBUNG****

21 Responses to "SINOPSIS Uncontrollably Fond Episode 3 Bagian 2"

  1. Apa benar wanita yang gempal itu Na Ri min ?
    Ko ngga ada teks Yg nyebut dia Na Ri ?

    ReplyDelete
  2. Gumawooo mimin. Update terus yahh setiap episodenya. Aku pembaca sinopsis setiaa UF niiihhhh^^
    ditunggu sinopsis lanjutannyaaaaaa ^^

    ReplyDelete
  3. Semangatt..lanjutt penasaran sma sinopnya

    ReplyDelete
  4. Semangatt..lanjutt penasaran sma sinopnya

    ReplyDelete
  5. Makasih yaa sinopsisnya cepet bgtt. Episode3 nya baru keluar langsung ada sinopnya. Thanks..������ seneng

    ReplyDelete
  6. Aahhhh harus nunggu safu minggu lagi ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ
    Gpp tetep semangat yaa lanjut sinopsisnya, fighthing๐Ÿ™Œ๐Ÿ™Œ๐Ÿ™Œ

    ReplyDelete
  7. Masih bingung, jitae itu siapanya hyun joon?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku bahas di Preview EP03 kalau Ji Tae itu anak tirinya Hyun Joon. Aku sumbernya dari Soompi ^_^

      Delete
    2. Oalah,. Hehe aku gk baca. Makasih ya min. Fighting!

      Delete
    3. Oalah,. Hehe aku gk baca. Makasih ya min. Fighting!

      Delete
  8. semangat kak, lanjut in sinopsisnya UF T.T
    BAVERR PARAH!!

    ReplyDelete
  9. Kak tau backtheme lagu pas sebelum tasnya no eul dijambret ndak?

    ReplyDelete
  10. Semangat kak nulis sinopsisnya^^

    ReplyDelete
  11. Drama y agak membingungkan,,,karna alur y maju mundur cantik,,,jd y bingung sendiri

    ReplyDelete
  12. Belum apa-apa dah sedih gini
    Semangat terus bikin sinopsis nya.

    ReplyDelete
  13. Belum apa-apa dah sedih gini
    Semangat terus bikin sinopsis nya.

    ReplyDelete
  14. Min posting preview next episodenya juga dong min...

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^