SINOPSIS Uncontrollably Fond Episode 3 Bagian 1

SINOPSIS Uncontrollably Fond Episode 3 Bagian 1
Mata Eul perlahan terbuka, dia mulai tersadar dan menemukan dirinya terbaring di rumah sakit. Saat ia menatap kesisi tempat tidur, ada pria yang tak ia kenali berdiri disana.

“Kau siapa?”
“Kau tidak mengenaliku? aku manager Shin Joon Young.” Jawab Gook Young kesal.




No Eul melihat situasi disekitarnya, kenapa dia ada disana?

Gook Young sendiri tak tahu kenapa Nona Mangkuk Air itu sudah dirumah sakit. Intinya saat da sedang berkencan, Joon Young menelfon dan memintanya untuk datang. Ia tak punya pilihan karena Joon Young mengancam kalau sampai tak datang, ia akan dipecat.

“Lalu, dimana Shin Joon Young?” tanya No Eul masih lemas.



******
Disebuah tempat hiburan malam, seorang wanita bernama Kim Yoo Na tengah asik menikmati pestanya bersama rekan yang lain. Sebuah rangkaian bunga bertuliskan, Selamat Ulangtahun Kim Yoo Na dari Shin Joon Young datang menghampirinya. Wanita itu kesal, “Katakan padanya untuk datang sendiri jika dia ingin mengucapkan selamat ulang tahun. Dan katakan padanya untuk membeli buga juga untukku.”

CEO Namgoong muncul dari balik rangkaian bunga, “Kau tahu kan kalau Shin Joon Young tak akan melakukan itu?”


Tapi ucapan CEO Namgoong segera terpotong karena Joon Young tanpa diduga menghadiri pesta ulang tahun Yoo Na. Dengan gagah Joon Young berjalan mendekati Yoo Na, ia mengambil sekuntum bunga dari rangkaian bunga yang CEO Namgoong bawa.

“Maaf aku terlambat. Happy birthday.”

“Jika kau terlambat, nyanyikan aku lagu selamat ulang tahun.” Pinta Yoo Na dengan senyum berbinar.

Joon Young menerima permintaan itu dengan senyuman menawan.




Dengan ditemani denting piano, Joon Young menyanyikan sebuah lagu romantis dengan penuh pengkhayatan. Bahkan Yoo Na mungkin sudah sampai meleleh mendengarkan lagu yang dilantunkan oleh Joon Young.

Tapi yang ada dalam pikiran Joon Young ketika menyanyikan lagu itu adalah No Eul. Yap. Mulai dari saat pertemuan mereka berdua, didepan kantor kejaksaan dan juga pertemuan keduanya hari ini setelah sekian lama.

Dipenghujung nyanyian Joon Young, dia menekan pianonya dengan asal dan kesal karena diakhir pertemuannya dengan No Eul. No Eul memilih meninggalkan dia dan jatuh pingsan di jalan.




Semua orang bertanya – tanya dengan sikap Joon Young yang tiba – tiba seperti orang marah. Joon Young tak menggubris keriuhan pendengarnya, ia turun dari panggung meninggalkan pesta Yoo Na.


Yoo Na bergegas mencegat Joon Young namun Joon Young tetap ingin pergi, dia berjanji akan mentraktir Yoo Na nanti. Yoo Na mengaku kalau ia ingin bersama dengan Joon Young hari ini jadi dia akan ikut bersama Joon Young. Yoo Na menautkan lengannya ke lengan Joon Young.

Joon Young menarik lengannya dari tautan Yoo Na, “Apa aku pernah melakukan sesuatu yang harus kupertanggung jawabkan padamu? apa aku pernah melakukan sesuatu yang harus kupertanggung jawabkan padamu?”

Joon Young menekankan bahwa hubungan mereka itu hanya sebatas rekan kerja.


Yoo Na bertanya dengan amat marah, lalu kenapa Joon Young mau datang ke pestanya?

“aku merasa kepalaku akan meledak karna seorang gadis. Dan kupikir datang kesini akan membuat aku lupa tentangnya. tapi... aku salah tentang itu.” jawab Joon Young dengan senyuman lebar.


*****
Sebelum menerima perawatan, No Eul bergegas meninggalkan rumah sakit saat ia sudah mampu berjalan. Gook Young mencegat kepergian No Eul, dia tak tahu sebenarnya apa yang dilakukan Joon Young. Tapi gelagat No Eul seolah menunjukkan bahwa ia berniat untuk menuntut Joon Young.

“Jangan pergi dan menyerbarkan rumor buruk tentang Shin Joon Young nanti. Mari kita selesaikan ini. oke? Kau menyukai uang tunai, kan? Aku dengar kau bahkan dipecat karna menerima suap.” Bujuk Gook Young menyodorkan amplop.


No Eul menerimanya tanpa banyak kata, dia bahkan menghitungnya tepat waktu itu juga. Gook Young ketakutan kalau sampai orang melihat kejadian itu. No Eul santai, toh baginya dia itu menerima uang yang diberikan secara tulus agar tak mengganggu mereka lagi.

“Sheesh. kau bahkan tidak terlihat tua, tapi kau begitu kurang ajar?”


No Eul menengadahkan tangannya, “Ini 950,000 won. kau mengambil 50.000 won, kan? Aku berani bertaruh bahwa jumlah aslinya adalah 1 juta won.”

Gook Young mengelak namun No Eul tetap menengadahkan kedua tangannya.



No Eul kini bersender dengan lemah dibangku mobil, Gook Young berbicara berbelit-belit padahal pada judulnya, dia ingin menyindir sifat No Eul yang tak punya malu.

“Aku berani bertaruh bahwa jumlah aslinya adalah 1 juta won. sulit untuk hidup tanpa rasa malu seperti mu.”

No Eul tak perduli dan kini tangannya meraih cola sisa Gook Young, tanpa permisi ia langsung meminumnya. Gook Young berteriak, “dan itu colaku! Apa wanita biasanya langsung mengambil dan meminum tanpa meminta?”


No Eul pikir nanti juga Gook Young akan membuangnya. Gook Young meyakinkan kalau dia tak akan membuangnya, dia minta No Eul untuk mengganti yang baru atau dia akan meludahi colanya.

Diam. Rupanya No Eul mengeluarkan kembali cola yang masih ada dala mulutnya ke dalam botol.

Speechless dah Gook Young, “Wow. baiklah. aku kalah. aku kalah, oke?”



Sesampainya didepan rumah, No Eul dikejutkan dengan kehadiran penagih hutang yang mengangkuti barang – barang miliknya. No Eul meminta mereka berhenti, dia bernjanji akan mengembalikan uang mereka secepat mungkin. Penagih hutang tak percaya, lagipula No Eul pasti akan kabur setelah membayar nanti.

No Eul memberikan uang yang ia dapat dari Gook Young, “Ambil ini dan kembalikan komputernya. Jika kau mengambil itu, Jik tidak bisa belajar”



Penagih hutang menerima uang itu, dia juga akan mengambil uang jaminan tempat tinggal No Eul. No Eul geram, Siapa yang memberikan izin?

“Aku.” Jawab Penagih Hutang menyebalkan.

No Eul berteriak kearah mereka, kalau uang jaminan tempatnya diambil, dimana dia akan tinggal?!

Penagih hutang tak perduli. Dia memegang rahang Eul yang sudah meneriakinya dan ia juga memperingatkan Eul kalau mereka sekarang akan melepaskan Eul. Tapi lain kali mereka tak akan melepaskan Eul dengan mudah dan ia akan membuat kontrak yang membuat Eul bisa menyerahkan hidupnya.

“Ya.  Bunuh saja aku!!” ucap Eul dengan nada menantang.




Gook Young memperhatikan No Eul dengan miris. Namun nyalinya menciut saat penagih hutang bertanya apakah dia kenal dengan No Eul?
Gook Young langsung menyanggah dan pamit untuk pergi.



****
Ibu Joon Young kembali dari tempat kerjanya, dia menemukan Joon Young duduk ditangga depan rumah. Ibu berusaha mengabaikan namun Joon Young menarik ujung baju ibunya.
“Dan ia akan membuat kontrak yang membuat Eul bisa menyerahkan hidupnya.”

“Anak pant*tku. Anakku sudah meninggal lima tahun yang lalu.”



“Ibu..” panggil Joon Young dengan lembut.

Ibu menegaskan sekali lagi bahwa anaknya sudah meninggal lima tahun yang lalu. Siapa yang Joon Young panggil sebagai Ibu.

“Ayo kita bermain.” Ucap Joon Young hingga ibu menatapnya dengan heran. Dia pikir Joon Young sudah sakit jiwa mungkin.



“Ibu..” panggilnya lagi.
Ibu mengambil ponsel untuk menghubungi Gook Young. Dia memarahi Gook Young dan menyuruhnya untuk segera membawa b*jingan ini.

Joon Young yang tadinya biasa – biasa saja, raut wajahnya kini berubah kecewa, sedih dan mungkin juga marah.



*****
Bohong kalau ibu bersikap membenci Joon Young, karena setelah pembicaraan keduanya tadi. Kini ibu menuju ke kamar Joon Young yang masih tertata rapi setelah sekian lama tak digunakan. Dia membuka buku yang terdapat meja Joon Young, di sampul buku itu tertulis “KAU PASTI BISA LULUS UJIAN KALI INI, SHIN JOON YOUNG!

Mata ibu meremang meneteskan air mata, “b*jingan gila.”



*****
Gook Young menceramahi Joon Young yang masih saja berusaha untuk menemui ibunya padahal dia sudah tahu bahwa ibunya tak akan menyambutnya dengan baik. Joon Young mengaku kalau dia hanya ingin mengalihkan perhatian? Dia kira dengan omongan menyakitkan ibunya maka perhatiannya akan teralih.

“Jadi, kau pergi melihat ibumu untuk mengalihkan perhatianmu. Karena kau sedikit terpuruk?”


Tak menjawab, Joon Young meraih cola yang ada di mobil Gook Young. Gook Young tertawa saat melihat Joon Young meminumnya, “Oh, Nona Mangkuk Air sebelumnya meludahi itu! Wow, kau tetap meminumnya, huh? kau yakin perutmu kuat, huh?”

Joon Young tersedak, ia mengaku kalau ia bahkan ingin muntah didalam mobil.


Gook Young teringat akan kejadian yang baru saja ia lihat di rumah No Eul. Dia mengaku kalau dia kasihan juga melihat kondisinya. Itulah kenapa juga No Eul jadi tak mempunyai rasa malu.

Joon Young tak ingin mendengarkan cerita Gook Young. Dia menyalakan musik dan memejakan mata untuk tidur.

“Beberapa rentenir datang ke tempatnya tadi dan bahkan mengambil jaminan rumahnya. Tidak bisakah kau shooting dokumenter, kali ini saja?”



Mendengar kata film dokumenter membuat Joon Young makin mengeraskan volume musik.
“Bukan berarti acara ini akan mengeluarkan sisi baikmu! Jadi, kenapa tidak  mempertimbangkannya kau akan menyelamatkan hidup seseorang, dan-- Seolah dia (No Eul) siap memanjat dinding jembatan Sungai Han! Apa yang akan kau lakukan jika dia sudah pergi dan menenggelamkan dirinya? Bagaimana kalau kau melihat berita semacam itu di internet?” oceh Gook Young tanpa henti.


“Aku bilang aku ingin tidur kan?” tanya Joon Young lirih tapi bisa membuat Gook Young membeku. “AKU BILANG AKU AKAN TIDUR KAN?!!”


Gook Young menepikan mobil yang dikendarainya. Joon Young berjalan keluar dan meminta Gook Young untuk keluar. Gook Young membujuk Joon Young, ini kan mobilnya bukan mobil Joon Young.

“KELUAR!!” bentak Joon Young untuk kedua kalinya.



Mobil Joon Young melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan Gook Young.
“Kau bajingan tanpa perasaan! Kau pasti akan kena karma!”


*****
Joon Young menghubungi seseorang yang bernama Tae Ho, kemudian ia pun membuat janji untuk bisa minum bersama dengan Tae Ho.
Joon Young melanjutkan perjalanan, namun dalam pikirannya ia teringat ucapan Gook Young yang prihatin dengan kondisi No Eul. Apalagi saat ucapan Gook Young yang mengatakan kalau No Eul sedang menuju ke sungai Han.


Joon Young menghentikan mobilnya secara tiba – tiba hingga membuat pengendara dibelakangnya berteriak marah. Telinga Joon Young tak memperdulikan, pikirannya mungkin hanya tertuju pada No Eul.
Dia memutuskan untuk memutar balik mobilnya.


Rupanya Joon Young benar – benar mencari No Eul disepanjang jembatan sungai Han.


Dia pun menemukan seorang wanita dengan rambut pendek tengah berdiri dinding jembatan sungai Han. Joon Young yang khawatir segera meneriaki wanita itu, “Apa kau sudah gila, No Eul?”

Opps.. saat berbalik, wanita itu bukanlah No Eul melainkan penggemar berat Joon Young yang langsung mengejarnya.



Joon Young kesal karena dia masih saja bisa tertipu oleh Gook Young. “Ke sungai Han, pantaku!”

Meski tahu dibohongi, Joon Young masih saja melihat ke tepian jembatan. Akhirnya dia menemukan sosok No Eul yang mirip No Eul tengah berdiri disana.



*****


7 Responses to "SINOPSIS Uncontrollably Fond Episode 3 Bagian 1"

  1. huaaaa, makin terpesona sama kim woobin. aigoo so hot

    ReplyDelete
  2. makasih ya udah posting mba..
    aku selalu nunggu update nya loh..
    semangattt..

    ReplyDelete
  3. Makiiin penasaraaaan 😆😆😆😆

    Fightiiing!!!

    Btw banyakin scene pas si woo bin gantengnya maksimaaal pliis hihihi..

    Gumawooo

    ReplyDelete
  4. Jadi g sabar nunggu episode selanjutnya,terima kasih mba postingannya.��

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^