SINOPSIS Thapki ANTV Episode 1 (Tayang Senin, 18 Juli 2016)

SINOPSIS Thapki Pyaar Ki Episode 1 (Tayang Senin, 18 Juli 2016)


Episode dimulai dengan perkenalan dari Vaani Chaturvedi.
Seseorang memanggilnya Thapki dan dia diperlihatkan tengah dalam perjalanan. Ayahnya memanggil dia di Milan Samaroh... Thapki sampai disana dan seorang pria berbicara pada semua orang di acara perjodohan pernikahan.
Thapki akhirnya datang dan ayahnya mencarikan seorang pasangan yang memiliki masa depan cerah. Seorang pria bertanya siapa yang tak ingin menikah dengan Thapki, dia sangat lucu, siapa yang ingin menjadikannya sebagai bahu, dia datang dari keluarga terpandang dan memiliki kemampuan, apa masalahnya. Ayah Thapki berkata Khishori Lal ji, biarkan saja, setiap orang memiliki keinginannya sendiri. Semua orang berkata mereka semua tahu apa masalah Thapki, kenapa mempermalukan mereka dengan mengundangnya di acara Samaroh. Mereka mencela ayahnya, Krishnakant Chaturvedi yang meyuap sebuah agen dan inilah yang harusnya terjadi menimpanya.
Thapki menyuruh mereka berhenti, ayahnya diam tapi tak berarti mereka bisa berkata semaunya sendiri, dia gagap tapi itu bukan sesuatu yang buruk baginya. “Hati dan pikiranku tak busuk, hanya pada lidahku, apa yang kalian pikirkan tentangku? Aku tak perduli.”
Thapi Pyaar Ki ...... Dimulai........
Thapki bilang kalau dia dan ayahnya tak akan datang lagi kesana mulai sekarang. Dia meminta maaf pada mereka karena telah berargumen dengan para tetua, dan itu bukan ayahnya yang mengajarinya bersikap seperti itu. Khisori menyuruh agar Mishra ji melihat Thapki, hatinya bersih, dia tak menerima lamaran untuk putranya selama dua tahun. Mishra menyanggupi, dia akan bicara pada putranya dan memberikan jawaban. Kishori memberikan biodata pria padanya.

Thapki dan Krishnakant duduk disuatu tempat dan ia kecewa dengan apa yang terjadi disana. Thapki memberinya coklat, dia berkata bahwa kemarahan adalah penyakit yang bisa membuat darah mendidih dan orang lain tak tahu, dan ia meminta ayahnya untuk makan coklat itu.
Ayah tak mengerti kenapa semua orang menganggap gagap sebagai suatu kelemahan yang besar, “bagaimana aku bisa mendapatkan pria baik untukmu.”
Beberapa orang bertanya pada Ayah mengenai Taj Mahal tapi Ayah berkata kalau dia saja sudah cemas, “tanya pada orang lain.”
Thapki memanggil mereka kembali, “Aku akan menceritakan sejarahnya.”
Seorang pria mengucapkan terimakasih kepada Thapki.
Thapki lalu meminta ayahnya untuk mengerti, dia juga akan mendapatkan seseorang yang mencintainya. Ayah menyuruh Thapki untuk datang padanya, “mari kita pulang dan jelaskan pada ibumu, Poonam.”

Poonam berdoa untuk pernikahan Thapki. Shubh datang dan Poonam pun menyuruhnya untuk mencuci tangan. Krishnakant dan Thapki pulang. Krishnakant mengatakan pada Poonam bahwa Mishra akan mengkonfirmasinya nanti sore dan dia pun berbohong pada Poonam.
Poonam jelas bahagia. Krishnakant meminta Poonam mengambilkan dia minum, Poonam pun menuruti. Thapki memperhatikan situasi disana, dia bilang kalau dia tak akan segera pergi dari rumah ini dan Ayah juga tak terlihat baik dalam berbohong.
Thapki pun memberitahukan yang sebenarnya pada Poonam bahwa tak ada yang terjadi hari ini dan Mishra juga akan menjawab tidak, tapi sebenarnya, dia hanya ingin bersama kedua orang tuanya, dan menawarkan Poonam coklat.

Poonam yang merasa dipermainkan melempar coklat pemberian Thapki. Dia menangis dan berkata bahwa tak ada seorang pun yang mau menikahi anaknya bukanlah sebuah candaan, dia menghentikan ucapannya dan kembali berkata. “Kita tak akan selamanya hidup.”
Krishnakant menenangkan bahwa semuanya akan baik – baik saja. “Thapki akan....”
Ibu memotong perkataan Ayah, “Jangan memanggilnya Thapki, namanya adalah Vaani. Mereka terus mengatakannya seolah tak perduli, tapi aku sangat marah saat orang – orang menertawai putriku, dan mereka bilang kalau nasib anaknya sama bermasalahnya dengan lidahnya.”
Poonam menangis, dia bilang kalau dia sangat perduli semua itu.

Mata Thapki mulai meremang, ini akan menjadi masalah juga kalau sampai ibunya menangis, tapi dia tak perduli meskipun dunia tertawa, dia mendapatkan nama Thapki dari sebuah kasih sayang, seperti aku menyelesaikan kalimatku dengan tepukan cinta.
Thapki terhenti saat ia tengah mengucapkan sebuah puisi dan mereka menepuk pundaknya agar segera menyelesaikan kalimatnya. Dia bilang kalau tepukan adalah penenangnya, dia baik – baik saja kalau dia tak mendapatkan seorang pria, tapi jika dia tak mendapatkan tepukan (Thapki, tepukan dalam bahasa india) dia akan....
Belum sempat merampungkan kalimatnya, ibunya menepuk pundaknya dan memeluk Thapki.

Krishnakant menerima panggilan dari Mishra dan dia tampak sangat senang. Mishra bilang kalau dia telah memilih Thapki sebagai calon dari putranya, Diwakar, dia akan memanggil Aditi dan Varun untuk datang. Poonam bersyukur dan tersenyum.
Thapki pergi menuju Taj Mahal dan berterimakasih telah membawa Diwakar kedalam hidupnya.
Keesokan paginya, Poonam menutup lubang sofa dan menyuruh Shubh untuk mengambil samosas. Krishnakant membawa camilan dan memintanya jangan terlalu bersemangat.
Poonam tanya apakah Krisnakant sudah menelfon Aditi, kapan dia akan datang?
Aditi sampai kerumah dan menyapa semua orang, dan ia juga ingin melihat photo Diwakar. Dia bilang kalau dia mempunyai kejutan kecil untuknya dan ia meminta Thapki menutup matanya.

Aditi membawakan sandal dan berkata, “Kau menyukai high heels, jadi aku membawakan ini untukmu. Kau bisa menggunakannya saat berkencan dengan Diwakar, kami sangat bahagia untukmu. Kami telah menantikan datangnya hari ini.”
Shubh berbeda pendapat, dia malah tak menyukai saat ini. Thapki menanyakan alasan Shubh. Shubh bilang kalau dia akan sangat merindukan Thapki.
“Kau pikir aku akan meninggalkan kalian semua? Aku janji aku akan bicara dan menghubungimu setiap hari lewat telfon.” Ucap Thapki membuat Shubh sedih.
Shubh mengaku kalau dia tak bisa kalau tanpa Thapki. Aditi mengedipkan mata pada Thapki, Thapki pun paham lalu berbicara tentang lelucon gajah dan semut. Shubh pun bisa tertawa.

Krishnakant menyambut Mishra dan beserta istrinya. Dia bilang pada Aditi untuk memanggilkan Thapki. Thapki pun memberikan salam pada mereka. Mishra memuji Thapki yang tampak lebih cantik hari ini. Diwakar pun datang dan menyapa mereka. Krisnakant dan Poonam menatap Diwakar, dia sangat pendek, dan Poonam pikir kalau tingginya lebih rendah dari Thapki. Thapki tersenyum pada Diwakar.

Diwakar dan Thapki yang saling menyapa. Dia tergagap saat mengucapkan Namaste dan Diwakar pun terkejut. Krishnakant mengajak mereka untuk duduk. Diwakar melihat ke arah kedua orang tuanya. Poonam meminta Krishnakany untuk datang dan mereka berbicara didalam.

Diwakar bilang kalau Thapki itu gagap. Aditi bilang kalau Diwakar sangat pendek. Thapki datang menemui mereka dan kedua orang tuanya menolak lamaran ini. Thapki menghentikan ibunya, dia bilang kalau setiap orang memiliki kelemahan, “Aku gagap dan sikap Diwakar lebih penting untukku daripada tinggi badannya, itu akan nampak saat kita bertemu, berikan aku sedikit waktu.”
Krishnakant menyetujui keputusan putrinya, tapi mereka tak akan memilih sesuatu yang menyedihkan.

Thapki bilang kalau Tuhan menciptakan pasangan, dan Diwakar tidaklah menyedihkan. Aditi mengatakan kalau dia belajar hukum, tapi tak ada yang bisa mengalahkan ucapan Thapki.
Ibu Diwakar memberikan shagun pada Thapki. Thapki mengucapkan terimakasih. Krisnakant berbicara bahwa Thapki dan Diwakar butuh waktu berbicara, ini penting untuk mereka untuk mengenal satu sama lain. Krishnakant mempersilahkan Diwakar untuk menanyakan apapun pada Thapki.
“Tidak.” Tolak Diwakar.
Aditi bilang kalau waktu telah berubah dan gaya berpacaran yang sedang populer. Ayah Diwakar membenarkan ucapan Aditi, dan meminta Diwakar untuk pergi bersama dengan Thapki ke kuil. Diwakar pun setuju.
Shubh pergi bersama dengan Diwakar dan Thapki. Dia bilang kalau kuilnya dekat, Diwakar mengiyakan dan berbicara pada Thapki.

Shubh tanya tentang penghasilan Diwakar tapi Thapki memintanya untuk diam.
Mishra memberikan buah pada Krishnakant. Istri Mishra memberitahukan bahwa ada satu yang jelek. Mishra berkata bahwa satu buah jelek, tapi beberapa orang menjadikannya sebagai masalah, tapi mereka menutupi masalah, seperti Thapki yang memiliki kelemahan dan mereka tak sadar untuk menanggapinya dengan menggunakan kasih sayang.
Krisnakant mengatakan bahwa ia tak mengerti maksudnya. Istri Mishra bilang kalau mereka akan membawa Thapki dengan cinta, tapi dunia akan berkata macam – macam, tapi baaratis seharusnya senang untuk menyianyiakan kelemahan bahu.

Istri Mishra menyuruhnya untuk mendapatkan hadiah bagus dari baaraatis, dan dia memintanya untuk memberikan emas. Krishnakant jelas marah.
Diwakar menatap Thapki yang lebih tinggi,Thapki mengangkat Shubh dan membunyikan lonceng. Tangan Diwakar tak mampu meraih lonceng. Thapki sadar dan mengambil kursi untuk merendahkan lonceng. Diwakar menatapnya lalu membunyikan lonceng. Thapki tersenyum.
Shubh bilang kalau Diwakar akan menjadi kakak iparnya dan dia akan mengenalkan pada pandit.
Pandit mengikat benang dan mendoakan mereka.

Poonam tanya pada Krisnakant, kenapa dia menyetujui permintaan mereka. Krishnakant mengatakan bahwa mereka dan memberikannya dan juga mendukung bisnis Diwakar, Thapki tak boleh mengetahui ini.
Diwakar memilihi tubuh pendek dan tak cocok dengan Thapki. Shubh tanpa sengaja memanggilnya tak berguna. Dan Thapki membeku mendengar ucapan adiknya. Dia kemudian menyuruh Diwakar untuk menonton pertandingan cricket dari lubang dinding kalau memang tak bisa menonton dari atas dinding.
Shubh hampir jatuh dan Diwakar menangkapnya. Shubh bertermakasih karena telah menyelamatkannya. Diwakar berkata bahwa ada banyak waktu dimana seorang yang tak berguna bisa membantu. Thapki pun tersenyum.

Shubh memberi tanda pada Thapki dan Thapki mengatakan kalau mereka akan pergi menggunakan kereta roda. Diwakar menolak, dia ingin pergi dengan berjalan kaki, ini akan baik untuk pencernaan dan membuat rambut bercahaya. Shubh memegang perutnya, dan dia mengatakan kalau dia ingin cepat pulang ke rumah.
Mereka akhirnya sampai ke rumah, dan Shubh bergegas menuju kamar mandi. Mishra tanya apakah Diwakar berbicara dengan Thapki. Diwakar mengangguk.
Mishra bilang kalau mereka akan menghubungi lewat telefon dan pergi.
Krishnakant menanyai Thapki, apakah dia menyukai Diwakar. Thapki menceritakan bagaimana Diwakar menyelamatkan Shubh, ia pun tersenyum. Dia mengiyakan.
Poonam berkata kalau dia sekarang lega.
“Apalagi yang bisa kita lakukan kalau dia bahagia. Bagus kalau dia menyukainya. Kita tak punya banyak waktu.” Ucap Krishnakant. Thapki tanya, kenapa semuanya sangat cepat.
“Ini yang disebut takdir.” Jawab Poonam. Aditi bilang kalau ini waktu yang bagus untuk belanja, dia akan membuat daftar belanjaan.

Ditempat lain, Diwakar mengatakan kalau dia tak ingin menikahi Thapki. Dia merasa kalau Thapki memandang rendah dirinya, dia menertawakannya di kuil.
“Itu karena kau pendek, siapa memangnya yang akan kau nikahi, kau tak mendapatkan lamaran sampai empat tahun dan tak punya penghasilan yang baik.” Ucap Mishra.
Istri Mishra berkata kalau putranya itu adalah emas. Mishra meminta putranya untuk menikah dengan Thapki dan mendirikan toko baru.

Thapki berterimakasih pada Shubh yang telah mengingatkan tentang acara favoritnya dan menanti dengan cemas karena Tvnya tak mau menyala. Poonam menyuruhnya untuk tak usah menontonnya. Sedangkan Krishnakant menyuruh untuk menonton siaran ulang saja.

Thapki bilang kalau dia tak bisa ketinggalan acaranya dan meminta Aditi untuk mengambil laptopnya dan menyuruh Shubh mengambilkan proyektor. Dia menarik selimut lalu menonton acara Dhruv show.
Benang merah jatuh dari tangan Thapki.
Thapki mengirimkan pesan ke Dhruv show dan Aditi langsung menertawainya. Dhruv berbicara tentang seorang wanita yang mandii dan Poonam serta Thapki adalah penggemar berat Dhruv. Krishnakant tertawa. Thapki mengucapkan kalimat menirukan Dhruv, Shubh mengatakan kalau Thapki bisa bicara dengan baik.
Poonam melihat benang merah dan tanya bagaimana bisa benang itu lepas. Thapki tak tahu. Poonam meminta Thapki lebih berhati – hati karena itu tak baik untuk Shagun. Aditi mengikatnya lagi dan berkata memangnya kenapa kalau jatuh. Krisnakant membuat lelucon pada Poonam dan mereka semua tertawa.

Esok paginya, Thapki membaca suratkabar. Dokter mengatakan bahwa masalah gagap Poonam akan segera berakhir. Dia pun meminta Thapki untuk membaca masalah yang lain.
Poonam meminta Thapki untuk pergi dan segera bersiap – siap. Dia mengucapkan terimakasih dan meminta dokter untuk datang kembali besok. Krishnakant meminta mereka untuk bersiap menemui keluarga Diwakar dan membawa 5000rs.
Shubh menunjukkan Dhruv Channel yang sedang mencari seorang trainee. Thapki bersyukur.
Krishnakant dan Poonam pergi. Thapki menyuruh Aditi untuk bergegas dan dia melihat sandalnya. Dia melihat sepatu hak tingginya dan Aditi mengenakan flatshoes.

Thapki mengatakan kalau dia suka memberi sandal dan meminta dia memberikan saran. Aditi menunjuk satu sandal, ini adalah favoritemu. Thapki mengenakan sepasang hak tinggi dan pergi.
Diwakar dan keluarganya berada di cafe. Ibunya meminta Mishra tak usah membayar, keluarga Thapki sampai. Diwakar dan ibunya melihat Thapki menggunakan hak tinggi. Thapki menyapa mereka dan Ibu Diwakar mencelanya.
Mishra bilang kalau mereka bisa memesan yang anis disana dan krishnakant setuju saja. Semua terasa manis. Aditi dan shubh menyuruh Diwakar untuk mendapatkan yang manis dan bercanda dengannya. Thapki meminta Diwakar untuk mengambil apapun yang ia suka, Thapki berbicara dengan sangat tergagap.

Bayaran akhir mencapai nilai 30000rs dan Krishnakant agar kesal. Poonam dan Krishnakant melihat Thapi tersenyum sehingga mereka ikut tersenyum.


Diwakar untuk mengajak Thapki berbelanja. Diwakar melihat ke arah sepatu hak tinggi Thapki, dia menolak untuk pergi dengnnya. Mishra menanyakan alasan Diwakar, lagipula mereka sudah akan menikah. Shubh berkata kalau dia akan pergi bersama mereka. Aditi melarang, kau tak perlu pergi hari ini.

Thapki dan Diwakar pergi bersama dan Thapki terlihat lebih tinggi. Dia berkata kalau dia ingin membelikan Diwakar hadiah. Diwakar menolak, kenapa dia harus menerima hadiah darinya? Dia ini laki – laki, dia yang akan memberikan Thapki hadiah. Apa yang kau inginkan?
“Tidak ada.” Jawab Thapki. Diwakar meminta Thapki membeli apapun. Thapki setuju, dia pun menginginkan hadiah sandal. Dia ingin agar Diwakar membelikan dia Aloo Chaat juga, Diwakar setuju. Tapi dia punya magh. Thapki akan mengatakan pada penjualnya untuk membuat Aloo Chaat yang tak pedas.

“tidak. Aku akan memakan ini.” ucap Diwakar. Thapki memberitahu kalau itu pedas. Diwakar yang tetap memakannya pun kepedasan dan minum air.
Mishra dan Krishnakant pergi untuk berbelanja bersama keluarga. Ibu diwakar memilih gaun pengantin dengan harga tinggi untuk Thapki dan Diwakar. Krishnakant dan Poonam terkejut. Mishra berkata kalau anak mereka akan bahagia, “apa yang kau pikirkan?”
Krishnakant berkata, “aku berjanji padamu dan aku tak akan mengembalikannya.
Poonam berkata kalau mereka akan membelikan untuk Diwakar, lalu bagaimana dengan Thapki?

Ibu Diwakar mengatakan kalau mereka ingin melihat Thapki tampil sangat cantik sehingga tak ada seorang pun yang melihat gagapnya. Krishnakant setuju. Aditi dan Shubh melihat – lihat.
Diwakar meminta Thapki untuk memilih sandal dan dia menyukai sepasang sepatu hak tinggi. Diwakar merasa risih dan pergi untuk membuat panggilan. Thapki pergi menemui Diwakar.
Diwakar mendengar promosi dari sebuah klinik kesehatan sendiri dan dia bilang kalau da ingin tinggi yang bagus dan tidak ingin terlihat lebih pendek dari istrinya.
Thapki melihat – lihat dan pergi.
Hakeem akan memberikan obat tumbuh tingga dalam satu minggu. Thapki dan Diwakar kembali ke toko sandal dan dia membeli sepasang flatshoes. Diwakar berfikir kalau itu bagus dan tersenyum. Dia membayar sepatunya.

Thapki pulang dan menyimpan semua sepatu hak tingginya ke dalam tas. Aditi pikir dia sedang berbenah. Thapki bilang kalau dia tak akan menggunakan sepatu hak tinggi mulai sekarang, dan dia akan memakai flatshoes karena kakinya sakit setelah memakai hak tinggi. Poonam dan Aditi memperhatikan.
“Kau kan menyukai sepatu hak tinggi.” Ucap Aditi. Poonam menyuruh Aditi untuk tak membuat masalah pada Thapki. Dia tanya apakah Thapki senang?
“Ya.” Jawabnya. “dan wanita harus cocok dengan sang pria dan pundah harus cocok juga.”
Mereka tersenyum dan Poonam memeluk Thapki.

Krishnakant berkata kalau lahenga Thapki datang dan Thapki segera pergi menemuinya. Dia sangat menyukainya dan berkata kalau itu pasti sangat mahal. Aditi memberitahu kalau mertunyalah yang memilihkan itu untuk Thapki. Thapki menyayangkan, tak perlu menghabiskan uang terlalu banyak.
“Ini akan tampak indah saat kau mengenakannya.” Ucap Krishnakant. Thapki tak enak hati sepertinya karena Keluarga Diwakar harus menghabiskan banyak uang, dan kenapa mereka tak menhentikannya.
“Ayah membeli dengan uangnya, bukan mereka.” celetuk Aditi.
“Aditi....” gertak Ayah. Aditi membela diri, dia melihat sendiri kalau Ayah yang membayarnya.
“Apa mereka mengatakannya padamu?” tanya Thapki.
“Tidak.” Jawab Poonam. Krishnakant berkata kalau senyuman Thapki jauh lebih mahal dibandingkan dengan gaun tersebut.

Ayah memeluk Thapki dan mereka menangis. Dia menyuruh Thapki untuk bahagia, dia akan terlihat sangat cantik di lahenga ini.
Krishnakant bilang kalau Varun tak bisa datang, dia mengatakan kalau dia tak bisa menyiapkan dengan segera. Krishnakant meminta putrinya tak perlu khawatir.
Thapki pergi.
Poonam bertanya pada Diwakar, kenapa dia harus bohong? Bagaimana bisa Varun mengirim uang. Krishnakant tak akan membiarkan putrinya khawatir. Poonam bertanya bagaimana bisa mereka mampu mengeluarkan begitu banyak uang.
Thapki tersenyum saat mencoba gaunnya. Dia bilang kalau semuanya akan berakhir, lihat saja senyumnya dan tetap percaya pada Dewa.
Aditi memberitahukan pada Ponam untuk melihat Thapki pergi ketika menerima panggilan Diwakar.

Diwakar bicara dengan Thapki dan berkata, “Temanku bilang kalau kita adalah teman masa kecil mereka. dia bilang dia ingin bertemu denganmu.”
“Papa...” ucap Thapki.
“Baiklah. Aku akan menolak mereka, mereka bisa menemuimu saat pernikahan.” Akhir Diwakar mematikan panggilannya. Diwakar berfikir bagaimana caranya untuk mengatakan kalau suara Thapki cacat.
Disisi lain, Thapki berfikir kalau Diwakar itu sangat baik. “Dia memikirkanku dan juga keluargaku.”
Krisnakant menyuruh seseorang untuk memasang penerangan dirumah mereka juga.

Seorang pria datang dan Krishnakant bertanya ada apa mereka datang kesana? Dia kan sudah bilang kalau dia yang akan datang ke bank. Pria itu bilang kalau hutangnya sebesar 6 lakh telah disetujui. Poonam bertanya, hutang apa?
Pria itu memberikan selembar kertas.
“Terimakasih. Aku akan menghubungi besok.” Ucap Krishnakant.
Thapki sedih, dia pasti akan sangat merindukan mereka semua, keluarganya adalah yang terbaik. Dia bilang kalau dia sudah menuliskan perasaanya dikertas yang ia berikan. Shubh membacanya dan Thapki mencoba menangkap Shubh. Shubh mengancam kalau dia akan mengatakan pada semua orang apa yang Thapki tulis.
Poonam berkata kalau 6 lakh adalah jumlah yang sangat besar, bagaimana mereka akan mengembalikannya. Krishnakant meminta istrinya untuk tak usah khawatir. Pekerjaannya berjalan dengan cukup baik. Thapki jangan sampai tahu masalah ini.
Thapki datang dan mencari Shubh dan kertasnya, dia mengira kalau itu adalah kertasnya dan pergi dengan membawa kertas perjanjian hutang.

Krishnakant dan Poonam terkejut. Shubh berkata kalau kertas Thapki ada padanya dan Thapki pun mengembalikan kertas hutang. Poonam lega. Thapki mengatakan kalau Shubh sudah membocorkan kejutannya. Thapki bilang kalau dia menulis sesuatu untuk mereka dan dia akan mengatakannya besok.
Acara Sangeet dimulai dan Diwakar datang. Shubh melompat ke arahnya.
“Kenapa kau tiba – tiba datang?” tanya Khrisnakant. Diwakar menunjukkan temannya yang bernama Anant beserta istri datang untuk menemui Thapki. Mereka meminta izin untuk bisa mengajak Thapki pergi makan malam.

Aditi meminta Poonam untuk membiarkan Thapki pergi. Diwakar telah datang dan mengajak mereka. Dalam hatinya, sebenarnya Diwakar tak berharap demikian. Krishnakant pun setuju.
Aditi akan memanggil Didi dan menyuruh Diwakar menari untuk mendapatkan Thapki. Diwakar bilang kalau dia tidak tahu. Aditi mengajaknya untuk menari. Diwakar menari dan Thapki tersenyum melihatnya.
Poonam cemas jikalau suatu yang buruk akan terjadi.

0 Response to "SINOPSIS Thapki ANTV Episode 1 (Tayang Senin, 18 Juli 2016)"

Post a Comment

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^