SINOPSIS Putri Biru ANTV Episode 4 (Kamis, 21 Juli 2016)

SINOPSIS Putri Biru ANTV Episode 4 Tayang (Kamis, 21 Juli 2016)


Episode diawali dengan Kalpana yang mengikatkan gelang kaki dipergelangan Apu dan menyuruhnya untuk berhati – hai saat ada di pesta. Dia juga memberikan botol air dan menunjukkan bagaimana cara membuka botolnya. Ibu kalpana datang kesana dan memberikan gaun. Kalpana memberikannya pada Apu dan mengatakan kalau Apu akan terlihat luar biasa saat Apu mengenakannya.

Kalpana memanggil saudara Apu untuk datang lalu Kalpana memberikan dia gaun dan perhiasan. Dia melihat harga gaunnya dan gaun apu, dia tersenyum sinis. Dia pikir kalau gaunnya seharga 5000 dan milik Apu seharga 15000. Kalpana meminta dia untuk segera datang ke pesta. Saudara Apu berkata kalau dia tak akan datang. Apu mengikuti kakaknya ke lantai bawah tapi Kalpana tak ada disana. Kamar hijau terlihat dan lampu tiba – tiba menyala. Apu dan saudaranya masuk ke dalam kamar. Saudara Apu berkata, “Ibu memberikanmu gaun mahal tapi untukku? gaun murahan...”
Malay dan saudaranya sedang berbicara. Malay menunjukkan botol dan berkata kalau itu untuk Apu. Dan dia menunjukkan dekorasi putih, dia menatapnya. Apu siap dengan menggunakan gaun seharga 5000 dan kakaknya dengan gaun 15000. Apu datang kesana dan mengatakan pada saudaranya yang terlihat cantik.. dan luar biasa. Saudara Apu hanya menatapnya dan menyuruhnya untuk lebih cepat lagi. Dia menyuruh Apu untuk mengatakan kalau dia mengambilnya karena Apu yang memberikannya. Apu berjanji..
Apu sampai didepan pintu dan membukanya, ia merasakan udara yang segar. Dia teringat masa kecilnya. Ia pun tersenyum. Saudara mengatakan padanya untuk datang segera dan jangan membuang waktu. Mereka berjalan dengan lambat. Apu melangkahkan kakinya langkah demi langkah. Sari yang ada di bahunya melorot dan Apu tak melihatnya. Malay datang dengan menggunakan jas putih. Kalpana sampai disana dan menyapanya dan berkata kalau Apu akan segera datang.

Kakak Apu sampai di pesta lebih dulu, Kalpana terkejut melihatnya menggunakan gaun itu. Dia memangginya. Saudara Malay berkata kalau ada Apu, Malay pun berbalik. Apu datang memanggil Kakaknya. Semua orang disana melihat memuji kecantikannya. Dia datang dengan gaun merah. Dia perlahan masuk ke dalam. Malay melihat semua orang melihat ke arah seseorang dan berbalik melihat orang yang perlahan berjalan ke arahnya tapi lampu tiba – tiba mati! Dia menyuruh saudaranya untuk menyalakan lampunya. Saudaranya mengatakan kalau disana tak ada diesel.
Malay yang mencari Apu dan sekilas melihat gaunnya dengan lampu senter dari ponselnya. Diwaktu bersamaan semua orang melakukannya, wajah Apu terlihat bersinar. Malay melihat Apu sesaat dan berkata wooww. Apu menatapnya dan mulai grogi dan memegang dupatta. Malay memuji kecantikan Apu. Dia menawakan minuman yang sudah dia persiapkan untuknya. Apu menolak tapi Malay mengatakan kalau ini tak masalah dan meminum satu gelas penuh. Malay membuka matanya yang terpejam dan Apu sudah pergi dari hadapannya. Malay mencarinya. Saudara Malay datang kesana dan bertanya kenapa dia mabuk. Malay tak perduli, dia malah menanyakan keberadaan Apu.
Kalpana melihat Apu. Apu menghampirinya. Dan semua orang memuji kecantikannya. Tetangga bertanya, apakah itu putrinya? Kalpanan membenarkan. Seorang pria menawarkan tangannya dan Apu ragu. Dia meminta maaf dan pergi dari sana.
Kumku mengatakan pada Ibu Malay bahwa Apu sangatlah cantik. Ibu Malay berkata kalau itu Apu... Kumkum terkejut. Apu dan Kalpana datang menemui Kakak Apu dan berbicara tentang gaun yang mereka kenanakan.
Mereka mendengar sebuah lagu dan berbalik melihat Malay. Malay menari dan turun lalu menari bersama banyak gadis. Malay menghampiri Kakak Apu lalu mengajaknya menari. Malay menari bersamanya. Kalpana melihat Apu dengan tersenyum dan pindah dari sana. Malay kehilangan keseimbangan sehingga jatuh didekat Apu. Mereka saling berpandangan, tiba –tiba dekorasi putih jatuh tepat menutupi mereka. keduanya tersenyum sedangkan Ibu Malay tersenyum sinis. Saudara Malay memarahi malay. Dalam pikirannya, dia masih memuji Apu yang cantik. Apu berdiri dengan memegang jas Malay erat. Lagu kembali diputar. Malay tersenyum.
Malay mengatakan sesuatu. Apu mencoba untuk pergi tapi Malay menahan tangannya dan menyuruhnya untuk menunggu. Kalpana tersenyum. Sedangkan Ibu Malay masih tersenyum sinis. Kumkum berfikir kalau Nandini akan menjadi kaali maa mulai sekarang.
Malay kembali memuji kecantikan Apu. Tapi dia menahan lengannya dan berkata padanya. Dia bilang kalau tempat yang ada dalam hatinya kini hanya ada untuk Apu mulai sekarang. Saudara Malay menyeret Malay. Sedangkan yang lain kembali menikmati pesta. Apu keluar dan meminta pada Kalpana dan matanya mulai berkaca-kaca. Kalpana menyuruh Apu jangan khawatir, dan dia tersenyum licik.
Kalpana menyuruhnya untuk menikmati pesta, dia pun pergi. Kalpana datang menuju ke dekorasi dan berkata bahwa Malay dan Apu akan punya kesempatan segera, maka dia akan menyatukan mereka dan membuat Apu menjadi menantu dirumah ini. dia tersenyum dengan licik.
Kalpana melihat Ibu Malay dan mencoba menghampirinya. Ibu Malay pergi tapi Kalpanan menahan tangannya dan berkata kalau sarinya sungguh luar biasa lalu membenahi kalungnya, dia kembali memuji, kau sangatlah cantik. Kalpana mengatakan bahwa Apu dan Malay mempunyai waktu indah bersama. Ibu Malay mengatakan kalau dia tak akan membiarkan mereka dekat.
Semua orang melihat mereka. Ibu Malay menyuruh Kalpanan untuk bersiap saja. Kalpana juga menyuruh dia bersiap untuk melihat apa yang akan terjadi. Pelayan memberikan minuman. Kalpana mengambil dua gelas lalu menawarkan pada Ibu Malay, Ibu Malay menolak dan pergi dari sana. Dia menyuruh Kalpana untuk menikmati pestanya. Kalpana berkata kalau dia akan menyatukan Malay dan Apu segera. Dia tersenyum.

0 Response to "SINOPSIS Putri Biru ANTV Episode 4 (Kamis, 21 Juli 2016)"

Post a Comment

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^