SINOPSIS Prince of Wolf Episode 3 Bagian 1

SINOPSIS Prince of Wolf Episode 3 Bagian 1
Ze Ming dan Mi Mi senang melihat satu sama lain disana. Mi Mi mengatakan kalau dia berniat untuk pergi ke gunung. Dia menanyakan kondisi luka Ze Ming. Ze Ming memberitahu kalau dia tak apa – apa. Mi Mi tanya kenapa Ze Ming turun dari gunung?

Ze Ming mengaku kalau dia datang mencari Mi Mi. “Dia merindukan Mi Mi..” ucap Ze Ming namun suara Ze Ming tak terdengar karena arak – arakan barongsai melewati keduanya.




Mi Mi membawa Ze Ming ke taman, dia merawat lukanya dan mengingatkan agar jangan sampai membuat lukanya tersentuh air. Ze Ming mengerti, dia kemudian mengulurkan seikat bunga yang dia bawa. Mi Mi senang, baunya wangi. Mi Mi juga memberikan coklat untuk Ze Ming.
Ze Ming girang, “Coklat kacang, itu sangat enak.”


Ze Ming menunjukkan jamnya, dia berkata bahwa jarum dalam jam itu teruslah berputar membentuk lingkarang besar dan selama itu pula dia terus mengingat Mi Mi. Mi Mi terdiam mendengat penuturan Ze Ming.
“Apa kau akan kembali ke gunung?”
“Bisakah aku tinggal disini?”
Keduanya saling menatap dan tersenyum lebar.



****
Zi Zi dan Ibu tengah meracik obat dirumah. Ibu berniat mengambil toples botol yang terletak dipuncak lemari. Ibu menggunakan kursi sebagai pijakan namun karena terlalu tinggi, tangan Ibu tak bisa menjangkar. Ibu berteriak memanggil Zi Zi.
Zi Zi panik melihat ibunya hampir jatuh, “Ibu hati –hati.”
Beruntung saja, Ze Ming datang tepat waktu. Dia menahan ibu dilengan kanannya dan menopang lemari yang hampir rubuh dengan menggunakan tangan kirinya.




Zi Zi memandang Ze Ming penuh telisik dan duduk disampingnya. Tapi Ibu menyuruhnya untuk berdiri lalu memberikan teh hangat untuk Ze Ming. Ibu bertanya dari mana Pria Tampan berasal? Sepertinya dia tak pernah melihatnya sebelumnya.
Zi Zi membenarkan, bukan hanya Ibu saja yang tak tahu. Bahkan dia tak tahu, darimana kau mengenalnya, kakak?


Mi Mi dengan cengengesan berkata kalau dia bertemu dengan Ze Ming digunung. Zi Zi berfikir, “Digunung, digunung serigala?”
Ayah serigala datang dan mencium tangan Zi Zi. Zi Zi berbalik, dia terkejut bukan kepalang karena ada serigala dalam rumahnya. Sama halnya dengan ibu, keduanya pun saling berpelukan.



Tetangga Mi Mi datang, dia bersikap seperti pahlawan kesiangan. Namun saat tahu ada serigala dihadapannya, sikap sok kuat mereka segera musnah dan berlari ngumpet pergi dari hadapan Ayah Serigala. Ze Ming berkata kalau Ayahnya tak akan mengganggu.
“Jadi kau adalah pria dalam legenda di gunung serigala..”
Mi Mi berbicara kalau dia yang akan menjelaskannya.




Ayah datang memecahkan ketegangan dirumah Mi Mi. Dia berkata dengan riang bahwa dia sudah memancing seharian tapi tak mendapatkan hasil apapun. Dia menunjukkan kantung plastik, meskipun dia tak mendapatkan apa – apa tapi dipasar banyak ikan.
Zi Zi tak berbicara apapun dan menunjuk ke arah bawah. Ayah tak tahu maksudnya, “Istriku yang cantik, kenapa kau berdiri diatas kursi?”
Zi Zi masih menunjuk ke arah bawah dan Ayah datang untuk melihatnya. Ayah sama terkejutnya bahkan sampai melempar kantung plastik yang dia bawa.





Mi Mi menjelaskan bahwa Ze Ming adalah orang yang telah menyelamatkan dia selama dihutan. Ibu tanya jadi pria itu yang telah menjadi penyelamat Mi Mi?
Mi Mi mengatakan kalau Ze Ming dan Ayah serigala adalah temannya. Mereka tak akan menyerang tanpa alasan.



Ibu sepertinya prihatin dengan nasib Ze Ming yang tumbuh besar sendirian dihutan. Ze Ming membenarkan dan Ayah serta Ibu serigala lah yang telah menjaganya.
“Kau dibuang saat kau masih kecil dan kau tetap bisa tumbuh dengan tenang. Itu pasti sangat sulit. Pastilah sangat berat.” Ibu iba.Zi Zi bertanya apakah ibu akan membiarkan mereka tinggal disana?

“Bukankah kau baru saja dengar kalau dia penyelamat MI Mi. Sebagai seseorang, satu yang harus dia tahu adalah membalas kebaikan orang lain.”
“Tapi disini tetap ada serigala. Kita tak bisa memelihara hewan liar dirumah.”



Zi Zi yang paling keberatan untuk membiarkan Ze Ming tinggal ditempat mereka. dia meminta Ayah untuk membujuk ibunya agar tak sembarangan membawa Orang asing dan membiarkannya tinggal karena rasa simpati.
Ayah menatap Zi Zi dan Ze Ming bergantian. Dia merasa kalau Ze Ming ini tiper orang baik. Jadi ucapan Ibu memang ada benarnya dan mengizinkan Ze Ming untuk tinggal disana.



Zi Zi menarik Mi Mi menuju kamar, pokoknya dia ingin mendengarkan penjelasan Mi Mi sedetil mungkin. Dia penasaran apa yang telah terjadi digunung.
Mi MI pun kini duduk menjelaskan, Zi Zi dan Ibu mengangguk mendengarkan ceritanya dengan seksama. Ibu tanya, berarti kau bersamanya dimalam hari juga?
Mi Mi membenarkan. Ibu dan Zi Zi berpandangan. Zi Zi kemudian berkata kalau dia memang percaya dengan Mi Mi tapi dia tak begitu yakin dengan pria itu.





Mi Mi tetiba teringat dengan kecupan Ze Ming dihutan. Zi Zi penasaran melihat Mi Mi yang menatap keudara tanpa mau memandangnya. Zi Zi yakin kalau Mi Mi telah melakukan sesuatu yang salah. Dia minta penjelasan lagi, dia ingin cerita secara keseluruhan.
Zi Zi menggoyang tubuh Mi Mi dengan kasar bahkan lebih terlihat mencekiknya. Ibu melerai keduanya. Mi Mi kembali meyakinkan bahwa Ze Ming hanyalah anak kecil yang polos. Dia benar-benar baik. Percayalah!
Ibu mendukung ucapan Mi Mi dengan anggukan. Sedangkan Zi Zi masih belum menerimanya.


Ayah baru saja pulang entah mengantar atau bahan obat. Ayah yang sudah tua terlihat ragu mengangkat kotak besar yang ada dimobil. Ze Ming muncul langsung mengangkatnya dengan mudah. Ayah tersenyum lalu berniat mengambil kotak yang lain. Ze Ming mengangkat kotak barang itu lagi.

Ayah berterimakasih. Dia lalu menunjuk mobilnya, ini namanya mobil, kau tahu kan?
Ze Ming mengangguk. Ayah mengatakan kalau dia akan mencuci mobil ini, dia mengajak Ze Ming untuk membantunya. Ze Ming mengangguk senang, oke.



Ayah mulai mengajari Ze Ming bagaimana cara mencuci mobil. Ze Ming yang baru pertama kali melakukannya terlihat senang.



Ze Ming melihat Mi Mi keluar rumah, dia melambaikan tangan dan mengajaknya untuk mencuci mobil. Ze Ming menunjukkan busa ditangannya, busanya sangat banyak. Lalu dengan jahilnya dia mengoles busa itu ke rambut Mi Mi.
Mi Mi kesal dijahili, dia membalas menyemprotkan busa pada Ze Ming. Keduanya malah asyik main busa daripada mencuci mobil.



Ayah meminta mereka untuk minggir, dia akan membilas mobilnya. Ze Ming tertarik dengan selang air yang digunakan Ayah. Ayah menunjukkan dengan senang hati cara menggunakannya. Ze Ming mengerti, dia membantu Ayah untuk membilas mobil.
Tapi lagi lagi Ze Ming jahil menyiramkan air itu ke arah Mi Mi. Mi Mi membalasnya dan lagi – lagi mereka bermain main sendiri.



“Kau tak boleh melakukannya.” Ucap Mi Mi menyilangkan tangan didepan dada. Ze Ming langsung menuruti perintah Mi Mi.
Melihat bajunya sudah basah kuyup Ze Ming mengajak Mi Mi untuk mandi sekalian dengan mobilnya. Ze Ming membuka bajunya tanpa malu, tubuh kekarnya membuat Zi Zi menutup mata sedangkan Ibu terbelalak takjub, wow!






Ayah menutup mata Ibu yang melotot sambil tersipu. Zi Zi menyuruh Ayahnya berhenti menutupi mata Ibu karena tetangga lain juga banyak yang sedang memperhatikan Ze Ming.
Ibu – ibu tetangga memang sudah berkumpul sambil ber-wow ria melihat tubuh Ze Ming.



Ze Ming berniat melepas celananya juga. Ayah bersiaga menutup mata Ibu dan Mi Mi tapi untungnya Mi Mi sigap menahan tangan Ze Ming.
Ayah dan Ibu tersenyum, “Seperti anak pinggiran.”



*****
Mi Mi tengah mengeringkan rambut Ze Ming. Ze Ming duduk manis sambil menatap baju baru yang dipakainya. Ia lalu mendengar suara kereta, “Mi Mi, ini suara kereta?”
Mi Mi membenarkan kalau ini adalah suara kereta soalnya rumah Mi Mi ini dekat dengan stasiun kereta. Ze Ming tanya apakah mereka bisa pergi ke tempat yang jauh. Mi Mi membenarkan dan berjanji akan mengajak Ze Ming kalau punya waktu.


Ibu datang mencari Zi Zi, Mi Mi mengatakan kalau Zi Zi sedang ada urusan sekolah. Ibu mengatakan kalau dia ingin membeli peralatan untuk Ze Ming bersama Zi Zi. Karena dia tak ada maka dia akan naik kereta saja.
Mi Mi menawarkan diri untuk membelinya bersama Ze Ming, “Apa tak apa meninggalkan Ayah serigala sendirian?”
“Oke tetap oke. Lagipula Ayah juga ada dirumah.” Jawab Ibu setuju. Mi Mi girang mengajak Ze Ming untuk pergi naik kereta.



****
Ze Ming dan Mi Mi sudah berada dikereta, Mi Mi meminta Ze Ming untuk menggunakan sendalnya. Ze Ming menurut saja meskipun dia memang tak terbiasa menggunakan sendal. Dia menatap pemandangan diluar kereta dengan kagum. Ini pertama kali untuknya setalah turun gunung.
Mi Mi mengajak Ze Ming berbagi earphone, keduanya menikmati perjalanan tenang dengan menggunakan kereta.



Kereta tiba – tiba sedikit terguncang. Mi Mi hampir terjatuh tapi untungnya Ze Ming sigap menangkap tubuh Mi Mi. Keduanya berpandangan dalam diam.
Ze Ming sekarang udah ga main sosor, dia langsung melepas lengan Mi Mi dan kembali duduk dengan tenang.




****
Sesampainya di toko, Ze Ming polos sudah harus berpapasan dengan banyak pasangan disana. Ze Ming jelas langsung meniru mereka dan berjalan mendorong trolli dibelakang Mi Mi dengan romantis. Mi Mi hanya tersenyum, apa yang kau lakukan?
Keduanya pun kembali berjalan dengan normal dan Ze Ming yang mendorong trollinya.



Ketika sibuk memilih, Ze Ming kembali mendengar sepasang kekasih yang tengah memilih sikat gigi. Si Wanita mengajak pacarnya untuk membeli sepasang sikat gigi, pink untuknya dan biru untuk pacarnya. Mereka itu kan pasangan.
Ze Ming mendengar pembicaraa mereka sehingga saat Mi Mi membelikan dia sikat gigi warna biru, dia mengambilkan warna pink untuk Mi Mi. Mulai dari sendal sampai handuk pun Ze Ming mengambilkannya untuk Mi Mi yang warnanya Pink. Hahaha..



Waktunya memilih baju, Ze Ming keluar dari kamar pas dengan kancing baju yang belum terpasang. Pelayan toko memanggil rekannya yang lain untuk melihat tubuh sempurna Ze Ming.
Mi Mi baru sadar dan menoleh pada Ze Ming, dia bergegas menghampirinya lalu mengajari dia cara mengancing baju.
Ze Ming dengan super polos tersenyum pada pelayan yang sedari tadi menatapnya dengan ramah. Pelayan itu membalas senyum Ze Ming tapi saat Mi Mi menoleh sinis, senyum mereka langsung hilang.





Mi Mi menarik wajah Ze Ming agar berhenti menatap mereka dan menyuruhnya untuk berganti pakaian lain.
Cieee.. mulai cemburu.. Ze Ming cakep loh, ati – ati si Mi Mi. Kalau ga mau buat Puji juga mau!!


Ze Ming keluar kamar pas dengan menggunakan kemeja. Semakin terlihat kece, Mi Mi mengacungkan jepolnya.
Ze Ming bergegas mendekati pelayan dan bertanya apakah ada baju yang seperti ini dan warnanya pink? Untuk Mi Mi.
“Apa kau mencari baju pasangan?”
“Tidak, kalian salah paham.” Sela Mi Mi. “Kami bukan pasangan.”
Pelayan menatap Ze Ming tapi Ze Ming malah tersenyum pada mereka, seperti mengatakan Iya.




Mi Mi juga tak lupa membelikan sepatu lalu mengajarinya mengikat sepatu. Ze Ming ini memang cepet banget mengerti dan dia belajar mengikat tali sepatu sekali dan dia langsung bisa.



******
Note: Drama ini masih tayang di taiwan. Memang baru Episode 3 yang tayang, dan ini tayang setiap hari minggu. Di Viki tersedia sub pas hari senin sore atau selasa. Jadi emang ga bisa lebih cepat lagi guys sinopsisnya ^_^



8 Responses to "SINOPSIS Prince of Wolf Episode 3 Bagian 1"

  1. Dramanya bagus banget.... Lanjut ya buat sinopsisnya... Semangat ya kak puji
    ^_^

    ReplyDelete
  2. Ze ming bikin aku klepek…klepek…
    makasih kak sinopsisnya, ditunggu part 2 nya

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Part 2 nya lama..
    gak sabar...
    lasnjutin donk.......

    ReplyDelete
  5. keren keren akhirnya ze ming turun dari gunung! mimi jg cantik bgt
    semangat nulisnya ya thor ~
    aku slalu mendukung mu ~~~

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^