SINOPSIS Prince of Wolf Episode 2 Bagian 2

SINOPSIS Prince of Wolf Episode 2 Bagian 2
Dihari yang masih pagi, seorang tetangga (Bibi Wu) mengetuk pintu rumah Mi Mi dengan terburu-buru. Rupanya dia ingin meminta obat herbal untuk punggung suaminya yang nyeri selepas bekerja.

Zi Zi turun dan Bibi Wu menyambutnya dengan riang. Ia memuji Zi Zi yang kini sudah berubah menjadi gadis cantik padahal ia rasa baru kemarin melihat Zi Zi. Zi Zi tersipu, ia meminta Bibi jangan berlebihan memujinya.

Ibu Zi Zi memberikan obat yang di pesan Bibi Wu, Bibi Wu berkata kalau dia akan membayarnya nanti. Ibu Zi Zi tak mempermasalahkannya.
“Ngomong – ngomong, apa demam Mi Mi sudah membaik?”




Zi Zi dan Ibu menatap Bibi Wu bingung.
Rupanya disaat Mi Mi berjalan menuju ke jalur pendakian, Bibi berpapasan dengan Mi Mi. Mi Mi berusaha menyebunyikan wajah dengan menutupnya dengan syal. Bibi itu heran namun Mi Mi beralasan bahwa dia sedang demam jadi tak mau Bibi tertular. Ia pun kemudian bergegas melanjutkan perjalanannya.



“Anda bilang kakakku pergi ke gunung serigala?”

“Jangan – jangan dia belum kembali?” tanya Bibi Wu terkejut. Ibu dan Zi Zi terlihat panik apalagi saat Bibi Wu menceritakan kisah mengerikan di gunung serigala. Ada makhluk yang tinggal disana, tak ada seorang pun yang dapat kembali saat bertemu dengan makhluk tersebut. Sangat berbahaya.






Zi Zi berkali – kali mencoba untuk menghubungi Mi Mi namun hasilnya nihil. Ibu masih merutuki keputusan Mi Mi yang membuatnya khawatir dan disaat genting seperti ini, Ayah juga malah sedang memancing.

Zi Zi meminta ibu untuk tenang.

Ibu yang panik tak bisa menahan dirinya, dia malah menyalahkan Mi Mi yang tak bertanya dengan jelas kemana perginya Mi Mi.



Bibi Wu menghentikan Ibu yang melampiaskan kemarahannya pada Mi Mi. “Mei Lian. Tenangkan dirimu. Kenapa kau marah pada Zi Zi karena tak menanyai Mi Mi dengan jelas? Ini Mi Mi sendiri yang tak mengatakan kemana dia akan pergi.”

Bibi Wu kemudian berkata kalau dia akan menghubungi kepala desa agar bisa mengumpulan orang untuk mencari Mi Mi.

Ibu meremas tangannya dengan khawatir. Zi Zi mengerti betul perasaan ibunya, dia yakin semuanya akan baik – baik saja.


*****
Dihutan, Mi Mi masih sibuk mengambil gambar pemandangan yang tersaji indah didepan matanya. Tak hentinya dia tersenyum melihat indahnya alam disana.

Tak jauh dari Mi Mi, Ze Ming memperhatikan Mi Mi dengan senyum lebar menghiasi wajahnya. Ia lalu memetik beberapa bunga liar yang tumbuh disana.



Ze Ming menghampiri Mi Mi lalu memintanya untuk memejamkan matanya. Mi Mi curiga, apa yang kau lakukan?

“Aku tak akan menggigit.” Ujar Ze Ming membuat Mi Mi tersenyum.

Ze Ming menunjukkan hiasan kepala yang ia buat dari bunga dan meletakkannya dikepala Mi Mi.

“Apa ini?” tanya Mi Mi. Ze Ming tak menjawab, ia meraih tangan Mi Mi agar ia berkaca di air. Mi Mi tersenyum dan memuji kerajinan buatan Ze Ming itu indah. Ia berjanji kalau ia akan menjaganya dengan baik.

Mi Mi, jadilah pasanganku. Dan aku akan melindungimu selamanya.” Batin Ze Ming.
“Mi Mi, aku akan memperkenalkanmu pada Ibu serigala.” Ajak Ze Ming dan dijawab anggukan oleh Mi Mi.




****
Ze Ming dan Mi Mi meletakkan bunga yang mereka bawa diatas kuburan Ibu Serigala.

“Ibu serigala, ini adalah Mi Mi.” Ucap Ze Ming menatap Mi Mi. Dia lalu berkata pada Mi Mi kalau ia dan Ayah serigala sangat merindukan Ibu serigala.

“Aku dengar serigala hanya mempunyai satu pasangan sepanjang hidupnya.”

“Saat Ibu serigala meningga, Ayah tinggal sendirian.”

Mi Mi tersenyum, beruntungnya Ayah serigala mempunyai Ze Ming yang bisa menemaninya.


Mi Mi menunjuk ke kuburan lain di dekat sana. Ze Ming menjelaskan bahwa biasanya serigala yang hampir mati, mereka akan datang ketempat ini.

“Jadi tempat suci serigala adalah tempat peristirahatan serigala.”

“Peristirahatan?” tanya Ze Ming tak mengerti. Mi Mi menjelaskan bahwa tempat itu artinya tempat dimana mereka tinggal dalam damai setelah mati. Ze Ming mengerti, jadi suatu saat nanti kalau Ayah dan Dia mati, mereka akan datang ke tempat ini.





*****
Dalam perjalanan kembali, dengan berat hati Ze Ming menanyakan tentang rencana Mi Mi untuk turun gunung. Mi Mi membenarkan namun saat melihat wajah Ze Ming sedih, ia meminta untuk jangan bersikap seperti itu. kalau sampai dia tak kembali maka keluarganya akan khawatir. Ia berjanji kalau dia punya waktu luang maka ia akan segera datang mengunjungi Ze Ming.

Ze Ming mengangguk namun tak bisa menyembunyikan rasa sedihnya. Dia mengambil kamera yang tergantung di pundak Mi Mi dan ia membawakannya untuk Mi Mi.




Ze Ming berjalan lurus tanpa menoleh ataupun mencoba bicara dengan Mi Mi. Mi Mi memegang ujung baju Ze Ming agar ia tak tertinggal namun karena tak hati hati, tanpa sengaja kakinya tersandung kayu dan terjatuh.

Ze Ming menoleh dan menemukan Mi Mi sudah terjatuh ditanah. Ia bergegas membantu Mi Mi yang terluka karena goresan ditangannya. Ze Ming meminta Mi Mi untuk tetap berada disana, dia akan mencari tanaman obat.

Ze Ming berlari pergi tapi sebelumnya, dia kembali mengingatkan Mi Mi. “Jangan pergi kemana – mana.”



Dalam pencarian Mi Mi, Rekan rekan Hua Wei mengeluh saat mereka belum juga bisa menemukan Mi Mi padahal sudah mencari kemana – mana. Hua Wei meminta mereka untuk bertahan, dia tak mau membiarkan Mi Mi terlalu lama disana. Semakin lama dia disana, itu artinya akan semakin berbahaya.



Pencarian mereka pun membuahkan hasil. keberadaan Mi Mi berhasil mereka temukan namun seekor serigala tengah berjalan mendekati Mi Mi. Mereka tentu saja berfikir bahwa Ayah Serigala jahat hingga mereka segera bersiaga.

Ayah serigala yang sadar akan kehadiran mereka berniat pergi, namun mereka malah menghadang dan mengepungnya.



Hua Wei menghampiri Mi Mi, dia bertanya apakah Mi Mi baik – baik saja. Mi Mi masih bingung, kenapa mereka disini?

Hua Wei melihat tangan Mi Mi yang terluka. Dia berfikir ini karena ulah Ayah serigala.


Ze Ming muncul dihadapan Ayah, dengan menggeram marah, dia menghadapi manusia itu. Mereka tanpa ragu memukul Ze Ming, Ze Ming tentu mencoba membela diri. Dia memegang kayu yang diarahkan padanya dan meremas kayu itu layaknya kerupuk.

Ze Ming kemudian melawan dan menggigit salah satu dari mereka.

“Ze Ming! Hentikan! Mereka adalah tetanggaku yang datang mencariku!” teriak Mi Mi.





Ze Ming menghampiri Mi Mi dan dia menerima pukulan seraca bertubi – tubi dipunggungnya tapi dia tetap bertahan. Hua Wei yang mengira kalau Ze Ming ini liar berusaha melindungi Mi Mi.

“Berhenti memukulnya!” jerit Mi Mi.

Hua Wei menjegalnya dan memukulnya namun tubuh Ze Ming masih bisa berdiri kokoh. Bahkan hanya dengan sapuan tangan Ze Ming, Hua Wei terpelanting jatuh.




Ze Ming menatap Mi Mi tanpa kata – kata, kemudian dia menggendong Mi Mi.

Ketika Ze Ming mulai berjalan, Hua Wei bangkit dan memukul punggungnya. Mi Mi yang ketakutan mulai menangis, dia meminta mereka berhenti berkelahi. Melihat Mi Mi sedih, Ze Ming menurunkan dia dari gendongannya.




Salah seorang kembali muncul untuk memukul Ze Ming, Mi Mi mencoba melindungi namun Ze Ming tak mau dia terluka hingga Ze Ming menggunakan tangannya sebagai tameng untuk Mi Mi. Disisi lain, seorang pria juga bersiap memukul Ze Ming. Dia menggunakan pemukul baseball.

Ze Ming akhirnya bisa mereka robohkan.


“Ze Ming adalah temanku. Ayah serigala juga temanku. Tolong, berhentilah berkelahi.”

“Serigala itu mencoba untuk menyerangmu tadi.” Sanggah Hua Wei.

Mi Mi mengatakan bahwa mereka semua telah salah paham, dia yang telah membuat tangannya sendiri terluka. Ayah serigala datang karena dia khawatir. Hua Wei tak perduli dengan penjelasan Mi Mi, yang terpenting sekarang adalah mereka turun dari sana. Tempat ini berbahaya dan keluarga Mi Mi sekarang sedang menangis menantikannya.



Mi Mi berjongkok sambil menangis disamping Ze Ming, dia meminta maaf. “Maafkan aku. Maafkan aku.”

Ze Ming memberikan tanaman obat yang telah ia dapatkan tadi. Mi Mi semakin sedih dan terus meminta maaf. namun Hua Wei mengajaknya untuk bergegas pergi, dia memapah Mi Mi yang enggan untuk meninggalkan Ze Ming.



Ze Ming melihat kepergian teman pertamanya itu dengan sedih. Ayah serigala muncul, sepertinya dia paham betul bagaimana perasaan Ze Ming.



*****
Mi Mi membawakan segelas minuman untuk ibunya yang masih kesal dengan sikap Mi Mi. “Ibu maafkan aku.”

Dengan kata maaf saja Ibu sudah luluh, dia berkata kalau dia sebenarnya tak marah, hanya saja dia khawatir. Dia takut kalau dia kenapa – napa. Bagaimana kalau kau bertemu serigala.

“Ya, aku bertemu dengan mereka.”

“Apa?” tanya Ibu terkejut. Mi Mi kemudian meralat kata – katanya, dia hanya bercanda.




Ibu kemudian berkata kalau dia selalu khawatir dengan kesehatan Mi Mi semenjak kecil. Kalau bukan karena ada Zi Zi, mungkin dia akan terus mengkhawatirkannya. Ngomong – ngomong masalah Zi Zi, Ibu ingat kalau dia sudah memarahinya. Dia merasa menyesal.

“Baiklah ibu. Mulai sekarang, aku akan melakukan seperti yang kau inginkan.” Ucap Mi Mi memeluk ibunya.

Keluarga Mi Mi muncul, mereka senang keduanya sudah akur dan mengajak mereka untuk makan.


*****
Disarangnya, Ayah serigala membawakan ransel Mi Mi lalu memberikan coklat untuk Ze Ming. Ze Ming pun ingat kata – kata Mi Mi kalau coklat bisa membuat moodnya menjadi lebih baik.

Dia membuka ransel Mi Mi, ia menemukan isi ransel Mi Mi aneh – aneh. Tapi dia senang karena berhasil menemukan shampoo Mi Mi, dia menggunakan shampoo itu ditubuhnya dan bulu Ayah serigala.

“Dengan begini seluruh ruangan memiliki aroma Mi Mi.” Ucapnya senang.



Ze Ming merebahkan diri, ia mengecek jam tangannya. Dia berhitung seperti apa yang Mi Mi ajarkan.

“Sekarang jam 10 malam. Aku penasaran apa yang sedang Mi Mi lakukan.”


*****
Sama halnya dengan Ze Ming, Mi Mi juga memikirkan dirinya. Dia menatap kalung pemberian Ze Ming, “Aku penasaran bagaimana dengan kondisi luka Ze Ming.


“Kak.. apa kau sudah tidur?” tanya Zi Zi.

“Belum.”

Zi Zi dengan hati – hati mulai berbicara, kalau suatu saat Mi Mi akan pergi lagi. Dia memintanya untuk jangan berbohong. Mi Mi menyanggupi.


Zi Zi mengulurkan tangannya, dia meminta Mi Mi untuk berjanji dengan menautkan jari kelingking mereka. keduanya pun tersenyum dan kembali merebahkan tubuh untuk tidur.


*****
Mi Mi duduk melamun di tangga dengan tampang sedih. Ibu menghampiri lalu bertanya apa yang sebenarnya terjadi.

“Ibu, biarkan aku bertanya. Kalau kau mempunyai teman yang sangat baik, dia terluka, apa kau akan meninggalkannya?”

“Tentu tidak! Bukankah aku selalu mengajarimu untuk loyal dalam menjalin pertemanan. Kalau kau menganggapnya teman maka kau harus menolonngnya saat dia dalam masalah.”


Mi Mi meminta ibunya berhenti, dia sudah mengerti apa yang akan dia lakukan. Mi Mi berlari menuju rumah dan mengambil sebungkus obat herbal.

Mi Mi berlari pergi, “Aku tak bisa meninggalkanya! Aku akan menemukannya!”

“Dia siapa?” tanya Ibu tak tahu.


*****
Ze Ming merebahkan diri, dia merasa hatinya sakit. Dan dia ingin mencari Mi Mi.

Ayah Serigala datang menghampiri, dia memperhatikan wajah Ze Ming. Ze Ming heran, “Ayah serigala, kenapa kau melihatku seperti itu?”



Ayah serigala mengambilkan ransel Mi Mi dan meletakkannya dihadapan Ze Ming. Tanpa kata – kata, Ze Ming pun tahu kalau Ayahnya ingin dia turun gunung dan menemui Mi Mi.

“Aku tak mau. Aku tak mau meninggalkanmu.” Ze Ming memeluknya. Tapi kemudian Ayah memilih untuk pergi meninggalkan Ze Ming.
Ze Ming menangis memanggilnya.



Mendengar tangisan Ze Ming, Ayah Serigala mungkin tak tega. Dia pun kembali menghampiri Ze Ming. Keduanya kini berlari untuk turun dari gunung.


Dalam perjalanan turun, Ze Ming menemukan bunga yang indah. Dia berfikir Mi Mi akan menyukainya, dia akan membawakannya untuk Mi Mi.

Mi Mi juga berfikir hal yang sama saat melihat coklat, dia membelikan beberapa untuk Ze Ming.


Mi Mi dan Ze Ming sudah berada ditempat yang sama, namun mereka tak sadar kehadiran satu sama lain karena banyak orang yang sedang sibuk mengerumui pertunjukkan barongzai dan mereka terjebak dalam kerumunan itu. keduanya saling melewati satu sama lain tanpa sadar.



Setelah berdesak desakan, tanpa sengaja punggung keduanya beradu.

“Maafkan aku..” ucap mereka bersamaan.

“Suara ini..” bantin mereka juga.

Keduanya perlahan berbalik, takdir kembali mempertemukan Mi Mi dan Ze Ming.


******




4 Responses to "SINOPSIS Prince of Wolf Episode 2 Bagian 2"

  1. Bagus criteria,,,aku nanti kelanjutannya,,,
    Semangaaaat!!

    ReplyDelete
  2. Ceritanya seru..castnya juga keren2..lanjut yaaa dan plisss updatenya gak pake lama..hehehehh

    ReplyDelete
  3. ceritanya bagus!! semangat truss nulis nya yah ~!

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^