SINOPSIS Prince of Wolf Episode 2 Bagian 1

SINOPSIS Prince of Wolf Episode 2 Bagian 1
Ze Ming heran kenapa Mi Mi menamparnya. Mi Mi kesal, memang siapa suruh untuk menciumnya?

“Apa tak boleh?”

Mi Mi menatap Ze Ming serba salah, dia tak bisa menyalahkan Ze Ming yang polos begitu saja. Siapa yang mengajarimu untuk mencium orang lain?

Ze Ming mengaku kalau ia belajar sendiri. Dia melihat sepasang kekasih kemarin dan memandang satu sama lain. Ze Ming menyatukan kedua jari telunjuknya, “kemudian mereka berciuman dan berciuman. Satu sama lain.”



Mi Mi meminta Ze Ming menghentikan ceritanya, dia tahu pasangan siapa yang Ze Ming maksud. Dia menerangkan kalau dua orang itu adalah pasangan, dan untuk dia dan Ze Ming bukan pasangan. Ze Ming bertanya polos, “bukankah kita teman? Apa kita termasuk teman? Kau wanita dan aku pria.  Jadi kita boyfriend dan girlfriend?”

Mi Mi menjelaskan kalaupun mereka ini pria dan wanita, tapi mereka bukan pasangan kekasih. Mereka tak boleh saling berciuman sedangkan dua orang yang kemarin Ze Ming liat adalah pasangan jadi mereka boleh berciuman.



“Lalu apa itu pasangan kekasih?”

Mi Mi memikirkan kata – kata yang akan dia ucapkan, “menjadi pasangan itu saat kau menyukai orang itu, dan orang itu menyukaimu.”

“Aku sangat menyukaimu. Apa kau menyukaiku?” potong Ze Ming antusias. Mi Mi lama – lama geregetan, pokoknya dia menyuruh Ze Ming untuk tak asal mencium orang.

“Tapi...”



“Berhenti.” Ucap Mi Mi menyilangkan tangannya didepan wajah. Ze Ming seketika diam menatap kedua tangan Mi Mi.

Mi Mi bilang kalau dia tak mau membahas masalah itu lagi. Dia lapar, dan ia mengajak Ze Ming untuk membuat makanan.



*****
Mi Mi menunjukkan sebungkus ramen pada Ze Ming, “Kau tak tahu kan? Ini ramen. Ini makanan paling enak di dunia. Ini sangat enak, kau akan tahu saat aku membuatkan satu untukmu.”

Mi Mi menunjukkan cara membuat ramen pada Ze Ming dan Ze Ming dengan seksama memperhatikannya. Mi Mi menceplok telur ke dahi Ze Ming, dia menyuruh Ze Ming menghitung mundur karena telur paling enak untuk dimakan setengah matang.



“Selesai. Bukankah aku hebat? Tak semua orang bisa membuat ramen yang enak dan indah.”
Ze Ming kagum. Dia kemudian mengulangi tutorial yang sudah dijelaskan oleh Mi Mi.

Mi Mi jual mahal menyuruh Ze Ming untuk jangan memakan ramennya. Tapi Ze Ming tetap memakannya bahkan langsung dari panci. Ze Ming yang keenakan tak mau berbagi ramen dan membawa kabur sepanci –pancinya sekalian.


Hari ini cuacanya sangat bagus, Mi Mi menagih janji Ze Ming untuk membawanya ke Danau Airmata Bintang Utara. Ze Ming agak keberatan karena kondisi Mi Mi. Tapi Mi Mi kekeuh, dia menempelkan tangan Ze Ming ke dahinya untuk membuktikan kalau demamnya sudah sembuh.

Ze Ming pun tersenyum manis semanis madu, dia setuju untuk mengantarkan Mi Mi.





*****
Di hutan, pemburu yang kemarin berniat memburu Ayah Serigala kembali lagi. Dia menemukan jejak kaki serigala dan bergegas untuk mencari serigala tersebut.


Sedangkan Ze Ming sedang dalam perjalanan bersama Mi Mi, dia menunjukkan beberapa tempat yang digunakan oleh serigala sebagai sarang mereka. Mi Mi memuji mereka yang sangat pintar dalam bersembunyi. Ze Ming pun membusungkan dadanya dengan bangga.

“dan semua serigala di gunung ini patuh dengan Ayah Serigala. Ayah adalah Raja Serigala disini.” Jelas Ze Ming.



“Kalau Ayah Serigala adalah Raja. Lalu kau apa?”

“Aku.....” Ze Ming tak tahu siapa dirinya di hutan ini. “Aku ini siapa?”

“Prince of Wolf?” tanya Mi Mi. Ze Ming berfikir sejenak mendengar julukan itu, sepertinya dia suka dengan julukannya. Ia pun berlarian dan mengaum dengan senangnya.


Ze Ming terhenti dan memfokuskan telinganya, dia yakin kalau didekat sana ada pemburu. Ze Ming membimbing Mi Mi untuk bersembunyi dibalik batu besar. Keduanya menguping pembicaraan antara dua pemburu tersebut.

Pemburu itu berniat menangkap serigala yang mereka temui kemarin, Ayah Serigala. Keduanya memuji bulu serigala itu sangat indah dan mereka yakin kalau harganya akan tinggi kalau bisa menangkapnya.

“Tapi bagaimana kalau pria liar itu muncul?” tanya Pemburu yang maksudnya merujuk pada Ze Ming.

“Aku pikir dia pria gila. Tanganku masih saja sakit.”



Mi Mi tak terima Ze Ming dikatai gila, mereka berdua yang gila karena telah menyakiti binatang. Mi Mi bertanya lirih, “Apa yang harus kita lakukan?”

Ze Ming akan membuat mereka pergi, tapi ia meminta Mi Mi untuk tetap berada dibalik batu karena ini akan sangat berbahaya. Mi Mi berniat menolak karena khawati tapi bagaimana pun dia tak akan bisa memberi bantuan.



Dengan cepat Ze Ming merayap di bebatuan, dia meluncur dari atas lalu merebut senapan ditangan pemburu.

Ze Ming berlari kencang dengan dikejar si pemburu. Sepertinya dia ingin membuat Mi Mi semakin aman.


Ze Ming berhenti menantikan dua pemburu yang masih tertinggal. Dia menggeram dan meleparkan senapan tadi ke arah pemburu. Pemburu berhasil mengelak tapi Ze Ming berlari kencang ke arah pemburu lain.

Pemburu yang satunya berniat membantu dan ingin menindih Ze Ming tapi sayangnya Ze Ming lebih gesit dari pria itu, ia pun melemparkan rekannya kearah si pemburu sehingga keduanya saling bertubrukan.



Mi Mi menantikan Ze Ming dengan khawatir, ia yakin untuk mengalahkan dua pemburu seorang diri akan sangat berbahaya. Ia pun keluar dari persembunyian untuk mencari Ze Ming.


Ze Ming menatap peralatan pemburu dengan sangat marah. Apalagi saat pemburu itu berniat kabur, Ze Ming jelas tak ingin membiarkannya. Dia pun menangkap salah seorang dari mereka, Ze Ming mengepalkan tangannya untuk memukul wajah si Pemburu.

Tapi tangan Ze Ming terhenti. Rupanya sebuah panah bius telah bersarang di pundak Ze Ming.



Panah itu tak bisa menaklukkan Ze Ming begitu saja, tangannya terkepal dan panah itu jatuh dari pundaknya. Ze Ming menghampiri pemburu yang berani menembakkan panah padanya.

Ze Ming lama kelamaan menarik kakinya yang mulai terasa berat. Dan pukulannya untuk si pemburu tak berhasil dilayangkan karena kesadarannya sudah hilang. Ze Ming pun pingsan.



Pemburu memuji tubuh Ze Ming yang mampu menahan obat bius seperti itu. keduanya berniat memasukkan tubuh Ze Ming kedalam perangkap.


Mi Mi mencari Ze Ming dengan hati – hati, namun dia sendiri semakin khawatir saat melihat kedua pemburu masih bisa berjalan dengan santai. Mi Mi memanggil – manggil Ze Ming, “Ze Ming! Ze Ming!”

Telinga tajam Ze Ming mampu mendengar suara Mi Mi meskipun ia tak sadarkan diri. Ze Ming bergumam lirih, “Mi Mi... Mi Mi”


Syukurlah Mi Mi bisa mendengar gumaman lirih Ze Ming. Dan menemukan sumber suara Ze Ming yang tergeletak dalam lubang jebakan. Mi Mi menanyakan kondisi Ze Ming tapi ia tak mendapatkan jawaban. Mi Mi panik untu mencari cara menyelamatkan Ze Ming.

Kesadaran Ze Ming perlahan kembali namun tubuhnya tak bisa berkutik. Ze Ming lirih, “kelompok serigala.... dalam bahaya. Cari Ayah Serigala.”

Mi Mi panik, dia tak bisa membantah meskipun ia ingin menyelamatkan Ze Ming lebih dulu, ia akhirnya memutuskan mencari Ayah Serigala.



*****
Mi Mi meyakinkan dirinya bahwa Ayah serigala adalah keluarga Ze Ming. Jadi kalau sampai terjadi sesuatu pada mereka, maka Ze Ming akan sedih.

Mi Mi memasuki gua yang penuh dengan rerumputan.

Ayah serigala muncul dan Mi Mi diam membeku, untuk pertama kalinya dia bertemu dengan serigala tanpa ditemani Ze Ming.


Pemburu menuju ke sarang para serigala dan melemparkan bom asap ke dalamnya. Karena tak ada seekor serigala pun yang muncul, keduanya mengecek kedalam gua. Mereka berfikir kalau tempat itu mungkin bukan sarang serigala.

Namun sial nasib mereka saat sudah tak dalam posisi siaga, Ayah Serigala menerkam secara tiba tiba.



*****
Mimpi buruk dibuang oleh pamannya telah menyadarkan Ze Ming. Ze Ming mencoba untuk bangkit namun sebagian dari tubuhnya masih kaku.


Suara lembut membuat Ze Ming seolah melihat cahaya disana semakin terang. “Ze Ming, aku Mi Mi. Apa kau bisa melihatku?”

Ze Ming mengedipkan matanya yang juga hanya bisa melihat secara samar. Sosok Mi Mi muncul dengan wajah bersinar. “Mi Mi tidak meninggalkanku.” Gumam Ze Ming. Ia meremas dadanya yang merasakan detak yang tak biasa.

“Kau baik – baik saja?”

Suara Mi Mi membuat Ze Ming mampu menggerakkan ototnya lagi. Ze Ming tersenyum. Dalam batinnya ia berucap, “Terimakasih telah kembali untukku dan tidak membuangku.


*****
Mi Mi begitu khawatir dengan kondisi Ze Ming tapi sepertinya tubuh liar Ze Ming tak melemah setelah menerima suntikan bius. Ze Ming berlarian saat berhasil meledek Mi Mi yang tampak khawatir, apa kau tetap ingin menuju ke tempat itu?

Tentu saja. Itu kan memang menjadi tujuan utama Mi Mi datang ke gunung. Dia ingin mengambil foto ditempat yang luar biasa.

“Jalannya sulit dan tak mudah untuk dilalui.”

Mi Mi tak perduli dengan segala kesulitan tersebut. Karena bagi seorang photografer mereka punya kemampuan bertahan dan keinginan kuat untuk bisa mendapatkan hasil gambar yang terbaik.


“Apa kau sangat suka mengambil gambar?” tanya Ze Ming menatap kedua bola mata Mi Mi yang tampak berbinar saat berbicara.

Mi Mi menjelaskan bahwa gambar yang coba ia abadikan bukanlah hanya sekedar gambar. Tapi juga bisa gambar yang mampu membuat hatimu bergetar.

Ze Ming meremas dadanya dan ingat saat Mi Mi menyelamatkan dirinya dalam lubang perangkap.



Ze Ming tersenyum manis dan bergumam, “Hatiku juga bergetar.”

Mi Mi tak begitu jelas mendengar ucapan Ze Ming namun Ze Ming tak mau mengulangi ucapannya. Dia malah mengajak Mi Mi untuk memulai perjalanan menuju danau.

Ayah Serigala ikut bersama dengan Mi Mi dan Ze Ming pergi ke danau. Namun Ze Ming paham betul dengan perasaan Ayah serigala. Dia meminta Ayah serigala untuk kembali saja, “Mi Mi adalah temanku. Aku ingin mengenalkannya pada Ibu serigala.”

Ayah mengerti maksud ucapan Ze Ming, ia menurutinya dan kembali ke sarang. Gelagatnya seolah menunjukkan kalau serigala itu memang sangat sedih.




Perjalanan sulit yang dimaksud sulit memanglah sulit. Ada hewan liar dan juga mereka harus melewati sungai yang belum terjamah. Hingga sore pun mereka belum sampai ke tempat tujuan.


Mi Mi mulai kelelahan, “Apa tempatnya masih jauh?”

Ze Ming menggeleng, mereka hampir sampai. Mi Mi tersenyum lega. Ze Ming menunjuk ke arah bukit yang cukup tinggi, “Mendaki dan kau akan mencapainya.”

Wkwkwk. Definisi dekat yang dimaksud Ze Ming tak sama dengan dekat yang ditafsirkan Mi Mi loh yah.

Setelah hari mulai gelap, keduanya sampai di tempat tujuan bahkan kerlap-kerlip kunang kunang sudah menjamu mata mereka. lelah yang tadi terasa seketika musnah begitu saja. Mi Mi takjub karena ini merupakan pengalaman pertamanya melihat pemandangan indah itu.

“Aku mendengar sebuah legenda dalam radio. Saat kau fokus melihat kunang kunang, kau akan mampu melihat orang yang sangat kau rindukan.” Tutur Ze Ming tak mampu menutupi kesedihan.


“Kau ingin melihat ibumu?”

Ze Ming mengangguk. Terkadang ia pun datang ke sini untuk melihat kunang kunang, tapi akhirnya dia tak bisa melihat wajah ibunya yang terlupakan dalam ingatannya.

Mi Mi meraih tangan Ze Ming dan memberi sedikit kekuatan lewat senyumnya.

 Sebagai hadiah untuk Ze Ming yang sudah menunjukkan kunang – kunang yang indah. Dia memberikan coklat untuk Ze Ming. Ia memberitahukan kalau makanan itu bisa membuat perasaan Ze Ming menjadi lebih baik.

Ze Ming memuji rasa coklat yang enak. Tapi emang dasar bocah, Mi Mi melihat wajahnya belepotan. Mi Mi mengelapnya tapi wajah keduanya jadi sangat dekat. Mi Mi kikuk hingga menyuruh Ze Ming membersihkan wajahnya sendiri.



Mi Mi mencoba menghubungi keluarganya tapi tetap saja tak ada signal. Ia takut kalau keluarganya mengkhawatirkan dia. Mi Mi tanya apa benar kalau besok pemandangan danau airmata bintang utara akan sangat indah?

Ze Ming membenarkan.

Keduanya tak punya kegiatan apapun, Mi Mi akhirnya mengajak Ze Ming mendengarkan musik melalui earphone.


“WAAAHHHH!!!!” jeritan Mi Mi sangat mengejutkan penulis disini. Wkwkw. Dia tetiba berdiri tapi karena tubuhnya tak seimbang, Mi Mi terpeleset. Beruntung Ze Ming gesit dan berhasil menangkap tubuh Mi Mi. Dia memberitahukan kalau tadi yang mengejutkan Mi Mi itu hanya daun.

Ze Ming menatap kedua bola mata Mi Mi, dalam hatinya dia berkata kalau jantungnya kembali berdegup kencang. Mi Mi berterimakasih dengan kikuk.


Keduanya membuat api unggun dan Ze Ming melakukan tarian untuk penghormatan pada Ibu serigala. Mi Mi tersenyum melihat tarian itu. Ze Ming mengajaknya untuk menari bersama. Awalnya Mi Mi sempat ragu tapi akhirnya dia menikmatinya juga.

Dan bahkan karena tak sengaja, keduanya bertubrukan hingga posisi mereka sangat dekat. Mi Mi lagi – lagi menjadi satu – satunya yang berubah canggung dan segera bergerak menjauh.




Ze Ming melepaskan kalung taring yang ia kenakan lalu menaruhnya ditelapak tangan Mi Mi. Mi Mi agaknya tak enak karena melihat tampilannya, kalung itu pasti sangat berharga untuk Ze Ming.

“Ini gading Ibu serigala. Barang berharga untuk orang yang berharga.”

Mi Mi mengucapkan terimakasih. Ze Ming meminta izin memasangkannya dan Mi Mi setuju.


Sebagai ganti hadian Ze Ming, ia memberikan jamnya sebagai kenangan untuk Ze Ming. Dia ingin agar Ze Ming akan mengingat kenangan indah mereka saat Ze Ming melihat jam itu.

Mi Mi tahu kalau Ze Ming tak tahu cara membacanya, maka dari itu dia akan mengajarkan Ze Ming sampai esok pagi.


Malam terus berjalan, Ze Ming sudah bisa memasangkan penaut jamnya sendiri. Ia menunjukkan pada Mi Mi tapi Mi Mi sudah tertidur dengan kepala bergerak – gerak. Ze Ming tersenyum geli dan menaruh telunjuknya di dahi Mi Mi.

Tapi saat Mi Mi hampir terjatuh, Ze Ming segera menangkapnya dan menaruk kepalanya di pundak Ze Ming.


******
Matahari mulai muncul di balik bukit. Ze Ming membangunkan Mi Mi dengan jahil, ia memasukkan rambut Mi Mi ke hidung Mi Mi. Mi Mi menunjukkan ekspresi lucu hingga Ze Ming ketawa – ketiwi tanpa suara.

Mi Mi terbangun karena kejahilan Ze Ming. Ia terlihat cemberut.

Namun pemandangan indah yang menyambutnya membuat Mi Mi lupa. Tubuhnya seolah bergerak sendiri mengagumi betapa indahnya pemandangan ini. momen ini segera ia abadikan menggunakan kamera.




*****





5 Responses to "SINOPSIS Prince of Wolf Episode 2 Bagian 1"

  1. Semangat ya, nggak sabar nih

    ReplyDelete
  2. Prince serigalanya lucu,makasih udah bikin sinopsisnya kak admin, lanjut terus ya. :-D

    ReplyDelete
  3. Lucu ih ceritanya
    Aku suka
    Masih yah mba

    ReplyDelete
  4. aku suka banget sama ceritanya !
    semangat buat nulis sinopsisnya yaa!! aku bakalan dukung dgn sepenuh hati hehehe~

    ReplyDelete
  5. Lucu..suka cerita n pemerannya..
    Apalagi lokasinya di hutan..adem n seger ngeliatnya..bosen jg liat drama2 seringnya ttg perkotaan..he he

    Semangat lanjutin sinopsisnya mpe slesai y.. ^o^

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^