SINOPSIS Prince of Wolf Episode 1 Bagian 2

SINOPSIS Prince of Wolf Episode 1 Bagian 2
Kalian tahu, dikedalam sebuah Hutan di Taiwan, disana ada sebuah tempat yang dihuni oleh klan serigala. Itu menjadi inspirasi dari sebuah kisah cinta legendaris. Diceritakan bahwa seekor serigala hanya mempunyai satu pasangan seumur hidupnya. Mereka hanya akan dipisahkan oleh kematian. Tapi suatu hari, raja serigala yang tak pernah kalah, bertahan dengan pasangannya yang sudah meninggal, dan dia selalu berada ditempat pemakamannya. Setelah satu atau dua ratus tahun, raja serigala berubah menjadi manusia serigala.” Cerita Tian Zi Zi kepada temannya.

Teman Pria Zi Zi merasa kalau kisah itu tidak masuk akal. Zi Zi merengut dan mengadu pada Tian Mi Mi karena murid prianya itu tidak romantis.

Teman Zi Zi yang lain menyuruh Zi Zi melanjutkan saja ceritanya, tak usah perdulikan.




Setelahnya, manusia serigala itu berlatih untuk menangis layaknya manusia. Itulah kenapa saat ia mengingat pasangannya, ia menangis. Tetes demi tetes, perlahan menjadi sebuah danau yang indah. Tapi, dia tak ingin manusia mengganggu dia dan istrinya. Jadi dia menyembunyikan danau itu menggunakan awan dan kabut jadi tak seorang pun dapat menemukannya.” Tambah Zi Zi.

Zi Zi juga menambahkan kalau selama seratus tahun ini, tak seorang pun yang dapat menemukan danau tersebut.

Teman Zi Zi kembali tak percaya dengan kisah itu. Mi Mi yang tadinya diam, mulai membela adiknya, “Meskipun dia agak nakal, tapi dia tak akan berbohong.”


Murid  Mi Mi bertanya, apa benar kalau danau itu ada?

Mi Mi mengangguk, “Bahkan dia punya nama yang indah. Itu disebut Air Mata Bintang Utara. Simbol keabadian, cinta sejati dan perlindungan abadi.”



****
Tian Mi Mi keluar dari pameran photo miliknya, dia menemui seorang senior yang tengah memperhatikan salah satu hasil karyanya. Senior itu bernama Jian Hao Wei, memuji hasil karya yang Mi Mi gunakan untuk perusahaannya itu. bukan hanya dia, tapi seluruh clien-nya memuji photo Mi Mi.

Mi Mi tersanjung mendapat pujian tersebut, baginya pencapaian yang paling luar biasa dari seorang photographer adalah kepuasan pelanggan.



Hao Wei memberikan sebuah majalah pada Mi Mi, dia memberitahukan kalau akan ada sebuah lomba fotographi dengan tema Tempat Rahasia dalam Satu Hati. Dan pemenang kontes itu akan mendapat kesempatan untuk bekerja sama dengan Master Anni selama sebulan penuh.

“Yang kau maksud Annie Griffith?” tanya Mi Mi antusias.

Hao Wei membenarkan. Dia akan menjadi asistennya dan bekerja sebulan di afrika. Mi Mi semakin semangat, kalau dia bekerja sama dengan Annie maka ia akan mendapat banyak pengalaman. Tapi dia sendiri tak yakin, saingannya di Taiwan sangat banyak.

Hao Wei menyemangati karena Mi Mi punya karakteristik dalam karyanya. Ia yakin pada Mi Mi.

“Aku akan lakukan yang terbaik.”

“Tapi akan sulit menemukan Tempat Rahasia dalam Satu Hati di Taiwan.”
Mi Mi tersenyum mantap, “Aku tahu tempat..”


*****
Malam harinya, Mi Mi punya banyak pikiran dalam kepalanya. Saat ia tengah mengeringkan rambut Zi Zi, dia bertanya apakah gunung dibelakang tempat mereka itu sangat berbahaya. Mi Mi mengatakan kalau tempat itu tak bahaya, asalkan tak mendekati tempat suci dari klan serigala. Dulu, anak tetangga mereka pernah mencoba kesana dan tak pernah kembali lagi.

“Bukankah tempat itu hanya danau yang tak bisa memakan manusia?”


Zi Zi membenarkan, ia langsung berdiri dan mengaum. “Aku serigala dan aku akan memakanmu.”

Wkwkwkw. Zi Zi bercanda mengejar kakak.

Mi Mi memberitahukan kalau dia akan pergi ke Tai Zong untuk mengambil foto. dia akan berangkat pagi, jadi maukah Zi Zi memintakan izin pada orang tua mereka?

Zi Zi menyanggupi. Mi Mi kemudian mengatakan kalau dia akan sangaaat sibuk jadi mungkin tak sempat untuk menghubungi mereka. Dan Mi Mi juga ceramah panjang lebah sampai membuat Zi Zi bertanya-tanya.



“Kenapa kau seperti akan pergi jauh dan pulang setelah bertahun – tahun?”

“Inikan artinya, aku meninggalkan Ayah dan Ibu padamu. Kau harus menjaga mereka dengan baik, okay?”

Zi Zi memberi hormat, “Siap!”


*****
Keesokan harinya, Mi Mi berbohong dan ia menuju ke gunung serigala. Dalam perjalan, dihutan ia ingin menanyakan jalan tapi yang ia temukan malah pasangan yang sedang berciuman. Awkward banget kan?

Pasangan itu pun menunjukkan jalan menuju ke arah gunung.


Ditempat yang sama, Ze Ming tengah berburu dan sejenak terpaku melihat wajah Mi Mi. Tapi perhatiannya teralih pada pasangan yang sedang mesra-mesraan. Wajah Ze Ming yang polos terlihat bingung. Hahaha.



Sialnya, pasangan tadi malah memberikan arah asal – asalan pada Mi Mi. Mi Mi menghela nafas karena jalan yang ia temui malah menuju jurang. Dia pun memutuskan untuk mengambil arah berlawanan.

Tapi sayangnya, tempat yang ia lewati hanya ada hamparan semak yang luas sekali.


Perjuangan Mi Mi tak sia sia, akhirnya dia menemukan tempat yang indah dan mengambil beberapa foto dari kupu – kupu yang berterbangan disana. Mi Mi tersenyum puas, “Ini sangat indah. Siapa yang tahu ada tempat yang sangat indah di gunung serigala?”



Kini Mi Mi menemukan air terjun dan ia ingin mengabadikannya. Bertapa terkejutnya dia saat melihat Ze Ming tiba – tiba muncul dari air. “Pria tanpa pakaian, bisa jadi itu....

Mi Mi mencoba memfokuskan kembali kameranya, tapi sosok dalam air itu menghilang.


“WAWAAAH...” Mi Mi terkejut saat Ze Ming sudah berdiri tepat didepan lensa kameranya. Hahaha.



Ze Ming menyuruh Mi Mi untuk diam, suaranya bisa mengganggu semuanya. Mi Mi pun menurut dan tangannya otomatis bergerak menutup matanya karena Ze Ming tak mengenakan pakaian apapun.



Ze Ming tak peka membuka tangan Mi Mi. “Kau terus menutup matamu, bagaimana bisa aku bicara denganmu.”

Mi Mi menatap kelangit, “Kau berbaliklah.”

“Kenapa?” tanya Ze Ming polos.

“Karena kau tak mengenakan pakaian apapun.”

Ze Ming beralasan kalau dia akan mandi, kalau dia tak melepas pakaian mana bisa mandi. Ze Ming memegang tangan Mi Mi, dia mengiran kalau Mi Mi kelilipan. Dia akan meniup mata Mi Mi tak sakit.

Wah, kau sangat wangi.” Mi Mi tersenyum. “baumu seperti ibu.” Senyum Mi Mi pun segera lenyap. Hahaha.

“Siapa namamu?” tanya Ze Ming.
“Mi Mi.”
Ze Ming mengajak Mi Mi bermain air bersamanya tapi Mi Mi menolak. Ze Ming dengan jahil mencipratkan air kearah Mi Mi.



*****
Mi Mi mencoba untuk meninggalkan Ze Ming tapi Ze Ming terus mengikutinya. Ze Ming bertanya mengenai benda hitam yang dibawa Mi Mi. Mi Mi tersenyum tak ikhlas, “Ini kamera.”

“Itu untuk mengambil foto kan?”

“Ya.”

“Apa yang akan kau foto?”

“Aku ingin memfoto tempat legenda....” ucapan Mi Mi terpotong, ia berbalik dan bertanya apakah Ze Ming tinggal didekat sana.

“Lalu kau tahu danau yang disebut air mata bintang utara? Aku dengar itu adalah tempat suci klan serigala. Ada sebuah cerita romantis tentang klan serigala itu.”

Ze Ming menjamkan matanya, dia sangat marah dan seolah ingin menerkam Mi Mi. Mi Mi terkejut dan ia tanpa sengaja terpeleset.



Mi Mi menangkap dahan pohon, tapi pegangannya hampir lepas. Dengan panik dia meminta pertolongan. Ze Ming yang sempat melamun pun tersadar, dia dengan segera melompat dari ranting ke ranting dan menangkap tubuh Mi Mi.

Mi Mi yang jatuh dalam pelukan Ze Ming pingsan karena saking takutnya.


****
Ze Ming memanggil manggil Mi Mi yang belum juga tersadar. Dia mendekatkan wajahnya ke wajah Mi Mi.

Mi Mi perlahan mulai sadar, dan dia kembali syok melihat wajah Ze Ming tepat didepan wajahnya. “Apa yang akan kau lakukan?”

“Aku kira kau mati. Em, maafkan aku.”

Mi Mi mengerti, tapi dia bertanya – tanya kenapa reaksi Ze Ming seperti itu saat dia membahas tempat suci. Apa Ze Ming takut pada serigala?

Ze Ming menyanggah, memang apa yang salah pada serigala. Manusia saja yang salah mengartikan sosok serigala. Serigala itu baik.


Mi Mi sebenarnya tak terlalu paham maksud perkataan Ze Ming. Ze Ming tanya, apakah Mi Mi lapar?

Mi Mi mengangguk dan Ze Ming tersenyum dengan supeer manis. Beeeuh... wajah wajah tipe boyband, kalo senyum bikin meleleh. :D



Ze Ming menarik tangan Mi Mi tapi Mi Mi tak bisa menyeimbangi lari Ze Ming yang kencang. Ze Ming akhirnya memanggul tubuh Mi Mi. Dia memberikan Mi Mi buah dan juga menangkap seekor kelinci untuk dimakan.

Mi Mi melihat siku Ze Ming yang terluka saat berburu kelinci. Ze Ming tak perduli dan berlari dengan girang.





“HEY! BERHENTI!” Ze Ming seketika berhenti. “Duduk.”

Mi Mi merawat luka di siku Ze Ming. Ze Ming menatap Mi Mi, dia teringat kejadian yang ia alami dimasa kecil. Ibunya sangat khawatir saat ia terluka dan segera mengobatinya.

Hujan tiba – tiba turun dengan deras, keduanya mencari tempat berteduh.




Ze Ming membawa Mi Mi kesarangnya. Dia memberitahukan pada Ayah Serigala kalau dia membawa teman yang cantik. Serigala tak kunjung muncul dan Ze Ming terus memanggilnya.

Mi Mi heran, “Kau memanggil ayahmu dengan sebutan Ayah Serigala? Itu sangat unik...”

Ze Ming tak menjawab, dia hanya menyuruh Mi Mi untuk duduk.


Ze Ming melepas pakaiannya dihadapan Mi Mi, sontak Mi Mi berteriak dan menutup kedua matanya. Ze Ming menyuruh Mi Mi untuk berganti pakaian juga, kalau tidak nanti dia bisa sakit dan ia tak akan nyaman kalau sakit.

Mi Mi menolak. Ze Ming berniat melepas celananya juga untuk dikeringkan, Mi Mi makin terkejut. Dia berusaha menahan Ze Ming untuk melepas celana dan memegang celana itu. tapi saat dia membuka mata, pantat Ze Ming tepat berada didepan wajah Mi Mi. Hahahaha.




Mi Mi memalingkan wajah dan mengangkat celana Ze Ming lagi. Dia menyuruh Ze Ming untuk duduk dan tetap memakai celananya, dia bisa menunggu celananya kering seperti itu.

Mi Mi pun memunggungi Ze Ming dengan canggung.


Pakaian Ze Ming telah kering dan ia memakainya lagi. Dia lalu menyalakan radionya tapi suaranya putus – putus karena baterainya habis. Dia menunjuk ke arah baterai, “Apa kau punya ini?”

“Aku punya senter.” Mi Mi pun mengambil baterai yang ada di senternya.


Ze Ming tersenyum senang dan Mi Mi mengambil gambarnya. Ze Ming sadar, dia kemudian berpose dengan menunjukkan tanda oke dengan jempolnya. Ia lalu meminta untuk melihat hasil jepretan Mi Mi tadi.

“Kau tahu cara menggunakannya?” tanya Mi Mi dijawab gelengan oleh Ze Ming. Mi Mi akhirnya mengajari Ze Ming cara menggunakan kamera.



Dan inilah hasil jepretan Ze Ming. Langsung profesional ini namanya.


Mi Mi lalu mengajarkan Ze Ming untuk melihat hasil foto mereka tadi. Ze Ming melihat foto – foto milik Mi Mi, dia menunjuk foto keluarga Mi Mi.
“Apa ini kakekmu?”

“Bukan, dia ayahku. Hanya saja dia terlihat dewasa.”

“Dewasa?” Ze Ming sepertinya tak mengerti arti kata itu. Mi Mi mencoba menjelaskan tapi Ze Ming belum bisa menangkap maksudnya. Mi Mi akhirnya menyuruh melupakannya saja, dan dia menunjukkan satu – persatu orang yang ada didalam foto.



“Bagaimana denganmu? Apa kau tinggal dengan ayahmu?”

Raut wajah Ze Ming berubah sedih, “Aku tak tahu... seperti apa wajah ayahku. Aku tak bisa menemukan ibuku.”

Ze Ming meletakkan tangan Mi Mi ke wajahnya, “Aku... Ze Ming. Ze Ming... merindukan ibu. Aku merindukan ibu. Kenapa mereka tak kembali mencariku?”





Ze Ming tak bisa menahan air matanya dan menangis. Mi Mi meminjamkan bahunya untuk Ze Ming, ia pun menyanyikan sebuah lagu untuk menghiburnya. Sampai akhirnya Ze Ming tertidur.



*****
Ze Ming yang tadinya tertidur pulas bangun tiba – tiba saat mendengar auman. Dia tahu kalau Ayahnya dalam bahaya.


Benar saja, kini ada beberapa orang pemburu tengah mengincar Ayah Serigala. Serigala mencoba untuk bertahan dan dia menyerang salah seorang diantara mereka.

Pemburu lain panik, dan mengarahkan pelatuh mereka untuk menembak serigala.




Beruntung Ze Ming datang dan mengikat pemburu itu dengan akar pohon.

Tak hilang akal, saat kedua tangannya terikat, pemburu itu masih mencoba mengarahkan senjatanya pada Ze Ming.

Mi Mi yang berhasil mengejar Ze Ming melihat niatan si pemburu. “Ze Ming lihat!”

Ze Ming menggeram marah, dia dengan mudahnya melengkungkan senapan milik pemburu itu. Si pemburu hanya melotot tak percaya. Dengan ketakutan, gerombolan itupun pergi meninggalkan Ze Ming.




Sedangkan Mi Mi yang melihat aksi Ze Ming tak bisa berkata kata.

*****
Mi Mi membereskan beberapa perlengkapannya. Dia dengan hati – hati mengatakan kalau dia akan turun segera gunung.

“Kau akan mengambil foto di danau airmata bintang utara. Kau tak ingin melakukannya? Aku akan mengantarmu kesana.”

Mi Mi ragu. Ze Ming meyakinkan kalau dia tak akan melukai Mi Mi.



Ze Ming kemudian memperkenalkan Mi Mi pada Ayah Serigala. Dia dan Ibu Serigala yang telah merawatnya.

“Lalu dimana Ibu Serigala?”

“Dia sudah meninggal sejak lama karena sakit.”

“Lalu bagaimana dengan keluarga aslimu?”



Ze Ming menjelaskan kalau dia telah dibuang oleh pamannya saat dihutan mencari kupu – kupu. Akhirnya dia tak bisa menemukan ibu dan kakeknya.

“Lalu bagaimana kau belajar bicara?”

Ze Ming menunjukkan radionya dengan bahagia, dia belajar melalui siaran diradio.

“Kau tak ingin pulang ke rumah?”



Bukannya tak ingin pulang, sebenarnya Ze Ming ini sudah berusaha untuk menemukan keluarganya tapi saat dia menuju ke tempat camping, dia tak pernah menemukan keluarga yang mencarinya.

Aku pikir kakek dan ibu itu sebenernya udah pengen nyari. Tapi paman Ze Ming yang di mintai untuk mengerahkan orang mereka, ternyata tidak melakukan pencarian.

Akhirnya usaha Ze Ming dari kecil hingga dewasa itu sia – sia. Dia pun hanya bisa memeluk ayahnya dan menangis.



Ze Ming menunjukkan gambarnya di dinding. Dia sudah mulai lupa dengan wajah ibunya dan ia berfikiran kalau ibunya pun mungkin sudah melupakannya. Dan Ze Ming juga menghitung hari demi hari dia disana, bahkan sudah tak bisa terhitung.


“Kenapa kau tak ikut aku turun besok? Aku akan menemanimu mencari keluargamu.”

Ze Ming menolak, dia sudah bahagia disana. Dan Ayah Serigala juga sudah semakin tua, jadi dia akan menemaninya. Ze Ming tahu kalau manusia berfikir kalau serigala mengerikan. Tapi sebenarnya manusia yang lebih mengerikan. Dia tak suka manusia.

“Jadi kau tak menyukaiku?” tanya Mi Mi.



“Kau adalah teman manusia pertamaku. Apa ... kau pikir kalau aku juga temanmu?”

Mi Mi tersenyum. Dia menyuruh Ze Ming untuk menggeram, kalau dia melakukannya mungkin Ze Ming akan menjadi temannya. Ze Ming tertawa dan menggeram, apa aku sudah menjadi temanmu?

“Akan aku pertimbangkan.” Ucap Mi Mi berpura – pura jual mahal.



Malam harinya, Mi Mi yang tertidur terus bersin dan mulai kedinginan. Ayah serigala memberikan selimut pada Ze Ming tapi Ze Ming menolak. Itu selimut miliknya dan hanya Ayah serta Ibu serigala yang boleh menggunakannya.

Mi Mi kembali bersin, Ze Ming pun akhirnya menggunakan selimut itu untuk menghangatkan Mi Mi.




Dan Ze Ming juga memeluk Mi Mi agar hangat. Keduanya tidur bersama sampai malam berganti pagi.


Badan Mi Mi tetap masih panas. Ze Ming mencari beberapa tanaman obat untuk ia berikan pada Mi Mi.

Ia membantu Mi Mi untuk meminum obat yang sudah dibuat Ze Ming.

“Mungkin, Ze Ming adalah manusia serigala dalam legenda. Tapi dia punya sisi lembut dan baik melebihi manusia. Ze Ming, aku mau menjadi temanmu.” Batin Mi Mi.



Ze Ming menatap Mi Mi yang sedari tadi menatapnya. Ze Ming semakin mendekatkan kepalanya dan teringat akan ciuman pasangan yang ia lihat di hutan. Ze Ming berakhir dengan mengecup bibir Mi Mi.
Mi Mi melotot dan menampar Ze Ming.


***BERSAMBUNG***
Oy, Maaf yah pas part 1aku kira yang mati itu Ayah Serigala tapi ternyata Ibu Serigala.
ARG... Banyak banget sweet scene, sweet smile dan sweet boy. AAAAAA... suka.


7 Responses to "SINOPSIS Prince of Wolf Episode 1 Bagian 2"

  1. Ini seru mba aku suka ko cerita nya
    Semangat nulisnya mba

    ReplyDelete
  2. Ini seru mba aku suka ko cerita nya
    Semangat nulisnya mba

    ReplyDelete
  3. Aku jg sukaaa :) jd ga sabar nunggu lanjutannya

    ReplyDelete
  4. Aku jg sukaaa :) jd ga sabar nunggu lanjutannya

    ReplyDelete
  5. bagus mbk dramanya ceritanya seru apalagi pas liat ze ming kecil lucu banget :-D semangat terus mbak nulis sinopsisnya

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^