SINOPSIS Let’s Fight Ghost Episode 6 Bagian 2

SINOPSIS Let’s Fight Ghost Episode 6 Bagian 2
Bong Pal mulai membenahi beberapa perlengkapan yang akan ia bawa untuk piknik. Hyun Ji meminta penjelasan Bong Pal, kenapa dia menolak saat dia mengajaknya piknik dengan alasan sekolah. Bong Pal rasa kelasnya nanti tak begitu penting. Hyun Ji mengatakan kalau dia ingin belajar untuk ujian. Ayo belajar saja dirumah! Aku akan belajar dengan rajin.

“Katanya kau butuh istirahat. Saat kau mulai senang, kau tak akan ingin berhenti.”

Bong Pal berangkat ke kampus sedangkan Hyun Ji tak bisa menyembunyikan wajah sebalnya.



Sesampainya di kampus, Bong Pal bertanya kenapa Hyun Ji tak belajar. Dia tak menyuruhnya untuk ikut. Hyun Ji menunjukkan wajah cemberutnya sedari tadi, dia tak mau ditinggal dirumah. Bong Pal memperingatkan kalau dia tak bisa menjaga Hyun Ji karena disana banyak orang.

“Bong Pal.” Sapa Seo Yeon.

Hyun Ji kembali mendesis tak suka melihat Seo Yeon berpakaian dengan cantik. Ini Cuma piknik tapi lagaknya sudah seperti fashion show.


Chun Sang dan In Rang menyapa mereka berdua dengan gembira. Bong Pal mengerutkan kening karena mereka hanya menggunakan mini bus. dia melirik ke arah Hyun Ji, bagaimana ini bisa muat?



Dalam perjalanan, Chun Sang meminta maaf karena mereka membawa begitu banyak barang jadi dibelakang sempit. Jadi bertahanlah untuk satu jam. Hyun Ji paling tak terima harus berdesakan disana sampai satu jam.

“Sabarlah. Kita akan segera sampai.” Bisik Bong Pal.

“Kalian tahu, kalian seperti pasangan.” Ledek Chun Sang pada Bong Pal. “Bong Pal mengenakan baju biru langit begitu juga dengan Seo Yeon.”

Bong Pal dan Seo Yeon bertatapan sambil tersenyum. Sedangkan Hyun Ji merutuk tak terima, baju Bong Pal bukan biru langit tapi biru laut.




Chun Sang sengaja mengendarai mobilnya dengan semrawut sehingga Seo Yeon menyendehkan tubuhnya pada Bong Pal. Sedangkan Hyun Ji yang ada dipojok semakin terjepit. Dia menggeram kesal, perhatikan mengemudimu!

Bong Pal sih diam dan malah tersenyum – senyum kasmaran.

*****
Mereka sampai disebuah vila yang cukup besar dan bagus. Chun Sang mengaku kalau vila itu milik In Rang, dia ini sebenarnya kaya tapi tak pernah pamer. Seo Yeon ikut memuji In Rang karena memang vilanya indah.

In Rang tak bisa mengatakan apapun, dia terlihat malu lalu pergi duluan menuju vila. Bong Pal heran melihat sikapnya. Chun Sang menjelaskan bahwa In Rang ini malu kalau berada dihadapan wanita.




In Rang menekan kode pintu rumahnya. Berkali – kali mencoba memasukkan kode namun tak kunjung berhasil. In Rang mengatakan kalau Neneknya mungkin telah mengganti sandinya. Chun Sang heran, bagaimana bisa Neneknya tak memberitahunya?

In Rang ingin menelfon Neneknya tapi Nenek In Rang sangat membenci Chun Sang. Kalau dia tahu Chun Sang ikut ke rumah bersamanya, nenek akan sangat marah.


Bong Pal dan Seo Yeon telah mengeluarkan semua perlengkapan mereka. keduanya melihat Chun Sang dan Chun Sang tertawa bodoh, sebentar yah..

In Rang mencoba – coba memasukkan sandi tapi gagal sampai akhirnya alarm rumah berbunyi dengan nyaring.


Setelah menerima bantuan petugas penjaga dan In Rang menelfon neneknya untuk menanyakan kode, mereka berhasil masuk ke dalam rumah. Hyun Ji berputar riang melihat rumahnya bagus dan nyaman. Bong Pal meminta dia diam tapi Hyun Ji menolak. Dia akan melihat – lihat isi rumah ini.

Bong Pal memutuskan untuk memasukkan barang yang lain ke dalam rumah. Seo Yeon ikut membantu sedangkan In Rang dan Chun Sang akan memindahkan beberapa barang ke lantai atas.



In Rang membawa barang dengan kesusahan menaiki tangga. Tanpa sengaja kakinya terpeleset. Hyun Ji yang sedang berada di lantai atas mendengar suara gaduh In Rang.

Kepala In Rang membentur tembok dan meringis kesakitan dibuatnya. Hyun Ji perlahan menghampirinya dan mata In Rang yang agak kabur rupanya bisa melihat kehadiran Hyun Ji.

“Kau tak apa – apa?” tanya Hyun Ji.

“Apa kau malaikat?” tanya In Rang menelan ludah. Dia seperti terpesona dengan wajah Hyun Ji.


Chun Sang menghampiri In Rang yang masih bengong. Dia mencoba menyadarkannya dengan menampar wajahnya. In Rang mengaku kalau dia baru saja melihat malaikat. Chun Sang meminta In Rang jangan konyol, dia yang hampir menjadi malaikat.

Chun Sang memeluk In Rang lalu melihat kepala bagiannya, takut kalau kepalanya sudah bolong. Dia lalu menawarkan punggungnya untuk menggendong In Rang, dia harus beristirahat sejenak.


Hyun Ji bersyukur karena tak terjadi apa – apa pada In Rang. Tapi, apakah dia melihatku?


In Rang mengompres kepalanya, dia masih terus membayangkan wajah Hyun Ji dalam benaknya. Dia ingat kalau Hyun Ji menanyakan kondisinya.

“Aku baik – baik saja Nona Malaikat. Aku baik – baik saja.” Ucap In Rang dengan wajah konyolnya.


Chun Sang melirik ke Seo Yeon dan Bong Pal dengan tatapan licik. Dia menepuk tangannya tiba – tiba dan mengatakan kalau makanan paling enak untuk sekarang adalah ramen. Tapi dia lupa untuk membelinya. Chun Sang meminta Bong Pal membelikannya di minimarket. Bong Pal setuju.

“Kalau kau bosan pergi sendiri, kau bisa pergi dengan Seo Yeon.”

Seo Yeon setuju. Chun Sang melirik ke arah Bong Pal yang lagi – lagi tak bisa menyembunyikan senyum bahagianya. Seo Yeon kemudian pergi untuk mengambil dompetnya di mobil.



Hyun Ji menghampiri Bong Pal di dapur. Dia senang ada daging di meja. Bong Pal tak merespon ucapan Hyun Ji, dia hanya berlalu pergi meninggalkannya.

“Ambil kesempatanmu membeli ramen. Manfaatkan momen romantis ini. Aku seorang pesan cinta. Jembatan cinta.” Ucap Chun Sang mengedipkan matanya.

Bong Pal tersenyum canggung kemudian pergi. Sedangkan Hyun Ji masih tak mengerti arah pembicaraan mereka, “Kau akan membeli ramen dimana, Bong Pal?”




Bong Pal tak menyahut. Selepas kepergian Bong Pal, Chun Sang masih terus mengatakan cinta dan cinta. Kemudian dia mengeluarkan dua bungkus ramen dari kardus. Dia tertawa terbahak – bahak.

Chun Sang meminum air mineral, Hyun Ji yang dongkol menepuk botol minuman itu hingga isinya muncrat ke wajah Chun Sang. Chun Sang celingukan, dia merasa ngeri sendiri.


Hyun Ji mengejar Bong Pal, dia memberitahukan bahwa Chun Sang punya ramen didalam. Dia menyuruhnya membeli ramen hanya untuk meledek Bong Pal. Bong Pal mengatakan kalau Seo Yeon juga punya sesuatu yang ingin dibelinya.

“Jangan pergi. Dia bisa pergi sendiri. Katakan padanya untuk pergi sendiri.” Ucap Hyun Ji seraya memegang lengan Bong Pal.

“Ayo kita pergi Bong Pal.” ajak Seo Yeon.

Bong Pal meminta Hyun Ji untuk diam dan tetap disana. Dia akan segera kembali. Bong Pal pun akhirnya tetap menemani Seo Yeon ke minimarket.



Hyun Ji melihat kepergian Bong Pal dengan sedih.


Bong Pal dan Seo Yeon sudah mengumpulkan belanjaanya dan Ibu penjaga memuji mereka. yang satu terlihat kuat dan yang satu terlihat cantik. Apa kalian pasangan?

Bong Pal segera mengelak. Dan Seo Yeon menambahkan bahwa mereka hanya satu sekolah. Ibu penjaga yakin kalau satu sekolah itu bisa menjadi awal untuk mereka. Bong Pal melihat ke es krim yang akan mereka bayar, hanya membeli empat dan dia bergegas mengambil satu es krim lagi. Seo Yeon heran, mereka kan hanya berempat.

“Aku hanya sangat menyukai es krim.” Jawab Bong Pal.



Dalam perjalanan pulang, Seo Yeon mengaku kalau dia ikut karena In Rang dan Chun Sang terus memohon padanya. Tapi dia bersyukur dia ikut, soalnya akhir – akhir ini dia hanya sibuk ke sekolah lalu pulang ke rumah. Bong Pal setuju. Seo Yeon lalu mengatakan kalau dia tak menyangka sekarang bisa dekat dengan Bong Pal, padahal awalnya mereka tak kenal dan mulai dekat sejak kelas Prof Jo.

“Ka..u benar.” Jawab Bong Pal kaku.

“Kenapa dengan jawabanmu? Apa kau pikir kita tidak dekat?”

Bong Pal menanggapi candaan Seo Yeon dengan serius. Seo Yeon tertawa, aku hanya bercanda.


Seo Yeon mengibaskan tangannya kepanasan. Bong Pal buru – buru mengambilkan es krim dan memberikannya pada Seo Yeon.

Tapi Bong Pal merebutnya lagi dari tangan Seo Yeon lalu membukakan bungkusnya.


Tanpa sengaja Bong Pal melihat Hyun Ji tengah duduk melamun di pinggiran sungai. Dia diam menatapnya tapi kemudian melanjutkan perjalanan kembali.



****
In Rang masih saja rebahan meskipun Chun Sang mencoba membujuknya bangun. Dia malah menyuruhnya untuk mengambilkan minum. Chun Sang mengiyakan.

Tak lama, Bong Pal dan Seo Yeon kembali. Seo Yeon mengkhawatirkan kondisi In Rang yang masih saja rebahan. Tapi sontak In Rang bangkit saat Seo Yeon menghampirinya.


Chun Sang mencolek dada Bong Pal meledek, dia terlalu cepat kembali. Kenapa tak memanfaatkan waktunya?

Bong Pal mengabaikan ledekannya, dia memberikan es krim yang telah ia beli. Chun Sang melemparkan satu buah untuk In Rang dan tersisa dua. Dia akan memakan keduanya. Bong Pal menolak dan merebut satu buah dari tangan Chun Sang.

“Kau kan sudah makan satu.”

“Aku akan makan lagi.”

Nyali Chun Sang menciut dan memberikan es krim itu pada Bong Pal.



*****
Hyun Ji duduk ditepian sungai. Tanpa dia sadari ada sosok hantu wanita yang memperhatikannya dari dalam air.

“Yak... Kim Hyun Ji...” panggil seseorang.



Bong Pal menghampirinya lalu memberikan es krim. Hyun Ji jual mahal dan menolaknya.
“Baiklah kalau kau tak mau. Aku akan memakannya.”

Hyun Ji berbalik menerima es krim itu, “Sejak kapan kau perduli padaku?”

Bong Pal bertanya apakah Hyun Ji tidak bosan sendirian disana. Hyun Ji masih mengacuhkannya, dia tak bosan sama sekali. Hyun Ji memalingkan wajah kemudian tersenyum kecil karena Bong Pal masih mengingatnya.



Tanpa keduanya sadari, sosok hantu itu perlahan menunjukkan wajahnya ke permukaan air.


*****
Acara makan – makan dimulai, In Rang sibuk memanggang daging dan sosis. Hyun Ji bersorak senang melihat alkohol di meja. Bong Pal meliriknya.

Hyun Ji mengangguk sembari menunjukkan tanda OK dengan jarinya.



Acara makan pun dibuka dengan meminum alkohol mereka. Hyun Ji melihat Bong Pal tak meminumnya, seharusnya dia memberikan saja padanya kalau tak mau. Bong Pal melirih Hyun Ji tak suka.

In Rang menyajikan daging panggang. Hyun Ji bersorak minta diambilkan daging dan Bong Pal diam – diam memisahkan beberapa potong kedalam piringnya lalu meletakannya dihadapan Hyun Ji. Hyun Ji bahagia, gomawo~

“Bong Pal-ah, sosisnya terlihat enak.” Ucap Seo Yeon. Dia lalu mengambilkan Bong Pal sepotong. Bong Pal cepat – cepat menarik piring yang ia letakkan di hadapan Hyun Ji.




Hyun Ji dongkol, dia meminta agar sosis itu diberikan padanya. Bong Pal tak menjawab dan menjejalkan sosis itu kedalam mulutnya.

In Rang dan Chun Sang melihat keduanya yang tampak sangat indah, saling merawat satu sama lain. Kenapa mereka tak kencan saja?

“Aku sudah mendengar hal semacam itu sejak tadi. Mungkin karena baju kita sama?” ucap Seo Yeon.

“Kencan! Kencan! Kencan! Kencan!” sorak mereka berdua.




Hyun Ji mendelik tak suka melihat mereka berdua.


Seo Yeon terbatuk – batuk terkena asap pemanggang. Chun Sang heran kenapa asapnya hanya mengarah pada Seo Yeon. Mereka pikir mungkin karena Seo Yeon cantik jadi begitu. Keduanya tertawa.

Bong Pal menatap ke arah pemanggang dengan kesal, rupanya ada Hyun Ji yang sedang meniup asapnya agar sengaja terarah pada Seo Yeon. Bong Pal menawarkan pindah tempat duduk sambil terus menatap Hyun Ji marah.

Hyun Ji menghentikan aksi jahilnya dengan kesal. Sedangkan In Rang dan Chun Sang makin meledek keduanya.




Petugas yang menangani kasus Hyun Joo datang ke universitas, mereka menemui Hye Sung yang sedang berbicara dengan beberapa murid. Keduanya meminta maaf karena datang tanpa pemberitahuan. Hye Sung tak mempermasalahkannya. Mereka bertanya apakah Hye Sung mengenal Hyun Joo?

Hye Sung mengaku mengenalinya sebagai mahasiswa jurusan dance. Apa yang terjadi?

“Dia ditemukan meninggal.” Jawab detektif itu membuat Hye Sung membulatkan mata.

“Apa ada murid yang dekat dengannya? Atau adakah mencoba menarik perhatiannya?”

“Aku tak terlalu tahu mengenai hal itu. Aku mengambil kelas ditengah semester. Aku tak punya informasi pribadi dari mahasiswaku.” Jawab Hye Sung dengan cepat. Sedikit gugup.



Detektif itu permisi pergi lalu memberikan kontak person mereka. dia memintanya untuk menghubungi mereka kalau ada sesuatu. Hye Sung mengiyakan.

Satu dari dua detektif itu masih saja memperhatikan Hye Sung dengan curiga.


Sepertinya naluri detektif itu cukup kuat, dia masih menunjukkan wajah curiga saat dimobil. Rekannya bertanya, kenapa?

“Tak apa – apa.”

******
Soondae club pergi ke sungai tempat Hyun Ji tadi melamun. In Rang dan Chun Sang tak pikir lama langsung menceburkan diri dalam air. Mereka mengajak Seo Yeon dan Bong Pal tapi mereka menolak.

Hyun Ji memperhatikan mereka, dia ikut bahagia.

Chun Sang kemudian dengan jahil menendang bokong Bong Pal hingga tercebur ke sungai. Lalu mendorong Seo Yeon juga.

Mereka akhirnya bisa asyik bermain air bersama.


Senyum Hyun Ji perlahan menghilang karena melihat Bong Pal menikmati liburannya apalagi dengan Seo Yeon. Soondae Club berfoto bersama kemudian Chun Sang menyuruh yang lain untuk berfoto.

In Rang berdiri diantara Bong Pal dan Seo Yeon, Chun Sang segera menariknya. Dan memberikan kode. Dia pun bersiap memfoto Seo Yeon dan Bong Pal lalu meminta mereka berdiri lebih dekat.




Hyun Ji muncul diantara keduanya agar Seo Yeon menjauh dari Bong Pal. Chun Sang tertawa dan kembali meminta mereka berdekatan. Bong Pal mengikuti arahannya tapi saat foto berhasil diambil, Hyun Ji mengacak rambut Seo Yeon hingga berantakan menutupi wajah.

Keduanya heran. Bong Pal mendelik ke arah Hyun Ji hingga Hyun Ji pergi dan mereka pun mengambil gambar Bong Pal dan Seo Yeon.




Tanpa mereka sadari, ternyata disana ada papan usang yang telah roboh. Tertulis bahwa area itu adalah area terlarang.

*****
Detektif yang mencurigai Hye Sung tak enak makan. Anak buahnya bertanya kenapa dia tak makan, apa dia kehilangan selera makan?

Detektif itu tak menjawab kemudian meminta anak buahnya membawakan informasi tentang Hye Sung. Detektif itu masih berfikir, rupanya dia melihat ekspresi senyum licik Hye Sung saat mereka memberikan kartu nama.



“Joo Hye Sung berumur 30 tahun. Dia profesor termuda di Departemen Medis Veterinary. Dia pemilik klinik hewan terkenal di gangnam dan sekarang memulai klinik kecil di dekat universitas. Sempat menerima sebuah tawaran bagus sebelum akhirnya menjadi prof di universitas Myungsung.”

“Apa itu?”

“Tawaran mengajar di universitas kenamaan diluar negeri. Dia siap untuk pergi tapi ketika tinggal berangkat, dia berubah pikiran. Dia akhirnya mengajar di universitas Myungsung.”


Detektif itu makin penasaran, kenapa Hye Sung menolak tawaran yang sangat menarik. Dan juga menutup usahanya yang begitu berkembang. Untuk nalar orang biasa, rekan satunya mengatakan kalau dia pindah mungkin karena dekat dengan universitas. Dan menolak tawarannya karena malas hidup diluar negeri.


*****
Dalam gelapnya malam, Hye Sung memasuki ruangan dengan menggunakan senter sebagai penerangan. Rupanya itu rumah Bong Pal dan dia melihat foto Bong Pal kecil bersama keluarganya.

Suasana sungguh mencekam, dia berjalan menuju ke arah gudang. Kamar yang Bong Pal larang untuk dimasuki siapapun. Dia menemukan sebuah buku bertulis. “Hong Myung Hee 1993.04.07”




*****
Comedic duo kembali bertingkah konyol dan menggunakan alat pengocok telur sebagai microphone. Mereka akan membuka acara variety show mereka hari ini, dia mengucapkan terimakasih pada member baru yang mau meluangkan waktu ditengah kesibukan belajar dan berburu.

Mereka bertepuk tangan.

“Tapi, kenapa kau memberi nama club ini Soondae club?” tanya Seo Yeon.


Chun Sang menjelaskan bahwa semangkuk sup soondae bisa membuat hangat seluruh tubuh. Jadi mereka ingin dengan adanya grup ini, akan membuat mereka hangat saat mereka merasa kesulitan.

“Dan saat itu pula, Bong Pal mau bergabung dalam grup ini.” Ucap Chun Sang mengulurkan tangannya ke arah Bong Pal. Bong Pal menyambut uluran tangan tersebut.
Mereka kembali bersorak dan akan membuka game dengan menyanyikan lagu nasional lebih dahulu.


Mereka berempat bermain game dengan riang. Dan tawa tak henti – hentinya terdengar disana.



Hyun Ji duduk disamping Bong Pal, ikut senang dan ingin bermain bersama tapi ia tak bisa melakukannya. Perlahan senyuman Hyun Ji lenyap dan tertunduk dengan sedih.


*****
Myung Chul menuju ke apartemen Bong Pal dan tepat saat itu pula ada Hye Sung yang baru saja keluar dari gedung apartemen. Saat sudah berpunggungan, keduanya sama – sama terhenti seolah mengenal satu sama lain.


Kilasan Myung Chul saat memainkan pedangnya terlintas. Hye Sung tersenyum kecil, “lama tak jumpa.”

Myung Chul menoleh, entah dia mendengar ucapan Hye Sung atau tidak. Dia menatap punggung Hye Sung dengan mata melebar.



*****
Kini Soondae Club tengah bermain truth or dare. Awalnya botol terarah pada Chun Sang tapi saat dia meminta temannya bertanya, tak ada yang tertarik menanyakan sesuatu. Botol kembali diputar dan terarah pada Seo Yeon.

“Im Seo Yeon, adakah seseorang yang kau suka akhir – akhir ini?”tanya Chun Sang.

Seo Yeon tersenyum, mengangguk. Bong Pal tersenyum sedangkan Hyun Ji terlihat muram. Giliran In Rang memberikan pertanyaan.



In Rang sudah mabuk berat, pandangannya semakin buram dan tanpa sengaja ia lagi – lagi melihat Hyun Ji. Dia lupa untuk bertanya, “Ada malaikat disana. Malaikat..”

Hyun Ji sempat terkejut namun Chun Sang menghentikan In Rang. Dia mengecek kepalanya, takut ada yang bolong. Dia menyuruhnya untuk tidur.



“Aku akan menggantikan In Rang untuk memberikan pertanyaan. Apa orang yang kau suka ada disini?”

Seo Yeon menggeleng, tidak. Bong Pal yang tadinya sempat senang kini berubah muram. Sedangkan Hyun Ji hanya bisa tersenyum miris.




Chun Sang merasa tak enak hati, dia berniat memutar lagi botolnya namun Bong Pal menahan. Dia memberikan pertanyaan pada Seo Yeon, apa kau sangat menyukai pria itu?
“Ya. Aku pikir begitu.”

Chun Sang makin tak enak hati, dia segera memutar botolnya dan kini terarah pada Bong Pal. Seo Yeon giliran memberikan pertanyaan, apakah ada seorang yang kau suka?


Bong Pal tak ada niatan menjawab, dia izin untuk pergi ke toilet. Sedangkan Seo Yeon juga ingin menghirup udara segar diluar.

Chun Sang kesal karena mereka pergi begitu saja ditengah permainan. Ia kembali memutas botolnya yang kini terarah pada Hyun Ji.


Hyun Ji menatap botol itu tak semangat, dia ingat akan Kyung Ja yang mengatakan kalau Hyun Ji ini menyukai Bong Pal. Dia kembali miris, “ya, aku pikir begitu.”
Hyun Ji sudah mengakui perasaannya sendiri.
Bong Pal keluar dari toilet dan Hyun Ji menatapnya dengan wajah sendu.




*****
Hyun Ji tengah duduk ditepian sungai sendirian. Tak lama Seo Yeon datang dan duduk tak jauh darinya. Hyun Ji yang tak begitu menyukainya langsung memalingkan wajah.

Hantu sungai kembali muncul ke permukaan, dia memperhatikan Hyun Ji.



Tangan hantu itu keluar dari air dan meraih kaki Seo Yeon hingga dia tercebur. Hyun Ji terkejut, dia bingung bagaimana untuk menolongnya.



Bong Pal datang dengan panik, ia menyingkirkan Hyun Ji dan mengulurkan tangannya pada Seo Yeon. In Rang dan Chun Sang ikut panik dan membantu mengangkat Seo Yeon. Mereka bertanya apa yang terjadi?

Seo Yeon sendiri tak tahu, dia tiba – tiba terjatuh. Mungkin karena terpeleset.

Chun Sang melihat lutut Seo Yeon terluka. Bong Pal mengatakan kalau dia yang akan mengambilkan obat.



Bong Pal menatap Hyun Ji tajam, dia mengedikkan dagu memberi tanda agar dia mengikutinya.



Benar saja, Bong Pal menyalahkan Hyun Ji sebagai penyebab jatuhnya Seo Yeon. Hyun Ji jelas tak terima, dia tak melakukan apapun. Bong Pal tak percaya, bukankah dia yang berdiri tak jauh darinya? Dia telah melakukannya sejak kemarin. Hyun Ji selalu mengganggu Seo Yeon.

“Apa salahnya mengganggu dia? Aku melakukannya agar kau kembali.”

“Apa kau bersikap seperti ini karena aku tak menjagamu? Itulah kenapa aku menyuruhmu tetap tinggal dirumah. Ini sangat kekanakan.”

Hyun Ji marah, “Maaf aku telah bersifat kekanakan. Aku tak seharusnya mengikutimu.”

Hyun Ji pergi meninggalkan Bong Pal.



Bong Pal melihat Hyun Ji duduk sendirian dipinggi sungai. Mereka sama – sama memalingkan wajah.


Bong Pal membeli obat ke warung, ibu meledeknya yang sudah bermain – main dipagi hari. Dia kemudian bertanya kenapa dia membutuhkan obat?

Bong Pal mengaku kalau temannya itu jatuh. Dia jatuh disungai belakang vila. Ibu – ibu itu bertanya apakah dia tak melihat papan bertuliskan larangan disana? Disana memang ada penghuninya dan banyak orang yang meninggal disana.

Bong Pal terkejut, seketika ia berlari meninggalkan warung.



Hantu sungai memperhatikan Hyun Ji dan segera menariknya dalam air saat Hyun Ji lengah. Hyun Ji mencoba memberontak agar bisa keluar dari sana tapi kakinya masih terus dipegangi oleh hantu itu.



Bong Pal berlari menuju sungai. Dia teringat saat Hyun Ji kekeuh mengatakan kalau dia tak melakukan apapun pada Seo Yeon. Bong Pal pun semakin mempercepat larinya.


“Bong Pal-ah” teriak Hyun Ji.
Bong Pal bergegas masuk ke dalam sungai. Dia mencari Hyun Ji dan Hyun Ji sudah tak sadarkan diri didalam air.



*****


7 Responses to "SINOPSIS Let’s Fight Ghost Episode 6 Bagian 2"

  1. Megegangkan..hntu jhtna bner2 mukanya srem...

    ReplyDelete
  2. Seru ceritanya ditunggu kelanjutannya

    ReplyDelete
  3. Ihhhh seru bgttt cerita y bikin penasaran....geregetan yakin


    Gomawo eoni di tunggu kelanjutan cerita y yaπŸ’“πŸ’“πŸ’“

    ReplyDelete
  4. wahh episode kali ini bner2 mnegang kan
    semangat truzzz ea
    d.tunggu kelanjutan.e
    #gomawo

    ReplyDelete
  5. jadi inget masters sun,, hantu yg plng di takutin gongsil,,
    karena hantu air plng nyeremin dan kuatπŸ˜ŠπŸ˜„πŸ˜
    gomawo unni jaganim😘😘😘
    tp hye sung lbh menyeramkan drpd hantu air😁😁😁

    ReplyDelete
  6. Omaigaaattt,,,, seruuu,, lucu deeh waktu hyun ji ngerasa deg deg-an,,
    Aku rasa hye sung yang ngebunuh ibunya bong pal

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^