SINOPSIS Let’s Fight Ghost Episode 6 Bagian 1

SINOPSIS Let’s Fight Ghost Episode 6 Bagian 1
Seorang penjelajah tengah berjalan menyusuri hutan. Sedari tadi terus mengeluh, rupanya ia tengah tersesat dan tak tahu arah jalan kembali. Karena kurang memperhatikan jalannya, pria itu jatuh terjungkal. Dia celingukan lagi, tanpa disengaja dia malah melihat mata melotot yang tersembunyi dibalik tumpukan dedaunan.
Penjelajah berlari ketakutan.




Tak berselang lama, polisi sudah berkumpul dan menyelidiki TKP. Seorang polisi tak percaya bagaimana bisa ada seorang yang membawa mayat dan menguburnya ditengah hutan.

Mayat Hyun Joo sudah kaku dengan mata melotot mengerikan.



Sedangkan di tempat lain, Hye Sung mengeluarkan beberapa barang dari mobilnya. Rupanya itu barang – barang milik Hyun Joo yang akan ia bakar.



**Let’s Fight Ghost Episode 6**
Matahari mulai menyingsing, Bong Pal perlahan membuka matanya. Dia melihat sosok Hyun Ji tidur disampingnya dan memegang tangannya sembari tidur. Bong Pal mengerutkan kening tak mengerti.

Bong Pal ingat kalau semalam dia tidur dikamarnya, dia setengah sadar membuka matanya dan melihat Hyun Ji berada disana. Seulas senyum kecil muncul diwajah Bong Pal saat ia melihat Hyun Ji kini tidur dengan menggenggam tangannya.


Hyun Ji pun tersadar, matanya membesar saat tahu Bong Pal sudah terbangun. Keduanya menarik tangan masing – masing dengan segera. Bong Pal pura – pura sinis, siapa yang menyuruhmu tidur dikamarku?

Hyun Ji tergagap mencari jawaban yang tepat, dia tak bermaksud melakukannya. Dia meminta maaf dan buru – buru menghilang dari hadapan Bong Pal.



Sekarang Bong Pal sudah tak terlalu kasar pada Hyun Ji. Ia mengalihkan pandangannya ke arah kalender diatas nakas. Terlihat ada tanda merah di tanggal 4 Juni 2016. Bong Pal sesaat terdiam menatapnya.



Pandangan mata Hyun Ji tak lepas saat melihat Bong Pal keluar kamar mengenakan setelan jas. Bong Pal heran dibuatnya. Hyun Ji mengaku kalau dia hanya penasaran, kenata tiba – tiba Bong Pal mengenakan setelan jas. Dia yakin kalau Bong Pal akan pergi ke tempat yang bagus.

“Ini tak akan menyenangkan. Jangan ikuti aku.” Ucap Bong Pal.

Hyun Ji tak percaya, dia akan tetap ikut dengan Bong Pal. Palingan dia hanya ingin meninggalkannya sendirian.



*****
Hyun Ji berdiri menantikan Bong Pal didepan kuil. Dia memperhatikan Bong Pal yang sedang melakukan upacara peringatan kematian ibunya. Sedangkan Myung Chul kini tengah merapalkan doa untuk ketenangan ibu Bong Pal.

Bong Pal menyelesaikan sembahyangnya, dia menatap foto mendiang ibunya dengan sedih.




Myung Chul menawarkan Bong Pal makan sebelum dia pulang. Bong Pal menolak. Myung Chul bertanya apakah Ayah Bong Pal sudah memberikan kabar padanya?

“kenapa dia menghubungiku saat dia tak menghubungimu?”

“Kenapa aku merasa aneh yah?” ucap Myung Chul menghela nafas panjang.

Bong Pal berpamitan untuk pergi, dan Hyun Ji yang sedari tadi diam menunggu bergegas mengikutinya.


Dalam perjalanan kembali, Bong Pal maupun Hyun Ji keduanya sama – sama diam. Apalagi Bong Pal yang seolah tengah asik dengan pikirannya sendiri hingga membuat Hyun Ji sungkan untuk berbicara padanya. Dia hanya bisa memperhatikan Bong Pal dalam diam.


Hyun Ji berjalan cepat agar bisa mensejajari Bong Pal. Dia mencoba memecahkan keheningan dan mengeluh dengan cuaca panas hari ini.

“Ah Bong Pal-ah, kau ingin mendengar sesuatu yang lucu? Menurutmu, monster apa yang paling kesepian didunia ini?”

Bong Pal enggan untuk berfikir, tak tahu. Hyun Ji mengatakan kalau jawabannya adalah Solo-mon.


Hyun Ji kembali melontarkan tebakan – tebakan namun Bong Pal masih malas untuk menanggapinya. Hyun Ji tertawa sendirian dan Bong Pal bertanya, apakah ini lucu?

“Ya, lucu.” Ucap Hyun Ji tertawa. Bong Pal akhirnya bisa tersenyum ketika melihat tawa Hyun Ji pecah.

“Kau senyum, ‘kan? Aku bilang juga apa, ini lucu.”

“Itu tak lucu.” Tegas Bong Pal dengan senyum tipis kemudian meninggalkan Hyun Ji. Awww.



*****
Chun Sang dan In Rang melapor pada petugas ruangan untuk memberitahukan bahwa club Ghostnet telah mendapatkan dua member baru. Dan kemudian memberikan uang untuk biaya ruangan yang mereka tempati. Petugas menerima uang tersebut namun sayangnya mereka telah memutuskan untuk menutup club Ghostnet.

“Kenapa kita tak tahu hal ini?” tanya In Rang dengan cengiran tak mengerti.


Chun Sang berlagak so’ serius lalu menunjukkan formulir pendaftaran club baru. Dia sadar kalau ini memang akan terjadi, maka ia telah menyiapkannya lengkap dengan cap persetujuan dari manager.

“Ini bahkan sudah ada tanda tangannya. Kapan kau melakukan ini?” tanya In Rang senang.
Keduanya kemudian tertawa apalagi dengan nama club konyol yang Chun sang pilih. Soondae (Sosis darah) club.



Chun Sang dan In Rang memasang nama club baru mereka didepan pintu ruangan. Keduanya tersenyum puas satu sama lain, mereka memasuki ruangan dengan dramatis. Melihat setiap jengkal ruangan dengan tatapan lebay.

Chun Sang berlutut, “Terimakasih tuhaan...”

In Rang memeluk meja, “Ini masih disini! Meja kita!”

Keduanya berpandangan kemudian perlahan saling mendekat dan berpelukan. Hahaha.





Kini keduanya bak pasangan kekasih tak terpisahkan, duduk berdampingan dengan tangan saling bertautan. In Rang meletakkan kepalanya di bahu Chun Sang dengan manja. Dia bertanya, apa ini bukan mimpi?

“Kalaupun mimpi, aku tak ingin bangun.” Jawab Chun Sang.

Suasana romantis kembali berlanjut, lalu tiba – tiba In Rang menamparnya. Itu sakit?

“Iya sakit.” Jawab Chun Sang. Mereka kembali tertawa dan sadar kalau mereka ini tak bermimpi. Tapi Cuma rada stres aja :D



*****
Daun berguguran dengan indah menemani Bong Pal dan Hyun Ji yang duduk di bangku kampus. Hyun Ji yakin kalau sekarang memang saat paling cocok untuk piknik. Bong Pal sontak menolaknya, dia harus menjalani ujian akhir dan Hyun Ji juga harus mengerjakan ulangan. Baginya, Hyun Ji hanya memikirkan kesenangan.

“Kau harus istirahat pada hari – hari ini agar belajarmu bisa lebih baik.” Elak Hyun Ji.

“Seseorang akan berfikir kalau kau sudah belajar untuk waktu yang lama. Ini baru seminggu setelah kau mulai belajar.”

“Kau sungguh tak romantis.” Rutuk Hyun Ji.

Bong Pal tersenyum, dan tiba – tiba menatap Hyun Ji. Tangannya terulur ke arah Hyun Ji dan mengambil daun yang terselip di rambutnya. Hyun Ji tertegun. Ia kemudian menunduk dan senyum kecil terulas manis dibibirnya.

“Kenapa wajahmu memerah?”

“Apa maksudmu?” tanya Hyun Ji memegang kedua pipinya.

“Kau tak apa – apa?”

Hyun Ji malu untuk menjawab, dia berlari pergi dan menghilang dari hadapan Bong Pal. Bong Pal mengerutkan keningnya, ada apa dengan dia?





Tangan Hyun Ji terus memegangi wajahnya, dia bertanya – tanya kenapa dia jadi begini. Ada apa dengan dirinya. Ia lalu memegang dadanya, jantungnya pun masih terus berdetak kencang.


Kyung Ja tiba – tiba muncul. Hyun Ji seketika menanyakan kabar tentang pria yang sedang ia cari. Mungkinkah dia sudah menemukannya? Kyung Ja belum berhasil menemukan pria itu, mungkin dia akan membuka toko saja disana sampai dia berhasil menemukan pria-nya.

“Hei, ada apa denganmu?” tanya Kyung Ja melihat wajah muram Hyun Ji.

Hyun Ji juga tak mengerti ada apa dengan dirinya. “Ngomong – ngomong, apakah hantu juga jantungnya berdetak kencang?”

Kyung Ja pikir hantu juga seperti manusia, dia bisa merasakan jantungnya berdetak kencang.

Hyun Ji mengaku kalau dia merasa jantungnya berdetak kencang setiap menatap Bong Pal. Dan dadanya juga merasakan sakit. Kyung Ja pikir Hyun Ji memiliki perasaan pada Bong Pal. Hyun Ji menentang keras analisa Kyung Ja.

“Kalau begitu, apa kau punya penyakit jantung?” wkwkwk. Jawaban kedua Kyung Ja membuat Hyun Ji tak mengucapkan sepatah katapun.



*****
Duo Soondae club duduk bersantai saat melihat teman yang sedang sibuk menyiapkan peralatan piknik mereka. Mereka berdua juga ingin melakukannya, memasukkan kaki mereka ke sungai disaat seperti ini. malamnya bermain api unggun dan minum beer.

Chun Sang berubah serius, ayo kita lakukan piknik! Ini sebagai perayaan club baru dan masuknya anggota baru. In Rang menyukai ide itu.

“Tapi apa Bong Pal mau ikut?” tanya In Rang membuat wajah keduanya berubah masam.


Mata Chun Sang melihat Seo Yeon yang tengah berjalan. Wajahnya pun berubah sumringah.



Chun Sang dan In Rang mengintip Seo Yeon yang tengah berlatih yoga. Chun Sang menunjuk Seo Yeon yang akan menjadi senjata rahasia mereka.

Keduanya menunggu Seo Yeon didepan ruangan untuk mengajaknya bicara.


Chun Sang dan In Rang menceritakan kisah pedih mereka yang harus berurusan dengan masalah finansial saat menjalankan ghostnet di universitas. Dia hanya ingin merasakan moment mengesankan saat masih menjadi mahasiswa. Dia ingin mengadakan piknik. Tapi piknik lebih baik bertiga dari pada berdua. Berempat dari pada bertiga.

Seo Yeon menangkap maksud Chun Sang, “jadi kalian ingin mengajakku piknik?”

In Rang menatapnya penuh harap sedangkan Chun Sang mengedipkan-ngedipkan matanya.



*****
Hyun Ji masih memikirkan analisa Kyung Ja yang menurutnya mustahil. Bagaimana bisa dia menyukai Bong Pal?

Dia yang kini duduk di tepian lapangan tak sadar ada bola baseball yang mengarah padanya. Hyun Ji terkejut karena bola itu hampir mengenainya tapi beruntung Bong Pal berhasil menangkap bola itu sebelum mengenai Hyun Ji.

Hyun Ji memegang dadanya, “Apa Kyung Ja memang benar?”



Bong Pal menyuruh Hyun Ji untuk lebih hati – hati dengan sekitarnya. Hyun Ji mengaku kalau dia hanya sedang asik sendiri. Bong Pal nyinyir, kenapa kau tak asik saat sedang belajar? Dan, kemana saja kau berkeliaran?

Hyun Ji menatapnya nakal, “Kau bosan tanpa aku dikelas, ‘kan?”

Bong Pal tersenyum mengatakan bahwa dia tidak berfikir seperti itu. sejujurnya dia merasa sangat nyaman tanpa adanya Hyun Ji.

Bong Pal pergi, Hyun Ji merutuk sikap menyebalkan Bong Pal. “Tidak, tidak. Tidak mungkin aku menyukai pria seperti dia.”



In Rang dan Chun Sang berlari menghampiri Bong Pal tapi mereka sama – sama tak berani mengatakan niatan mereka. keduanya hanya tersenyum lebar sambil sikut menyikut satu sama lain.



Mereka berdua sudah duduk bertatap muka dengan Bong Pal. Menjelaskan niatan mereka untuk melakukan piknik, tapi bukan sekedar piknik karena ini adalah perayaan member baru dan pembukaan soondae club. Hyun Ji jelas saja antusias mendengarnya.

“Aku tak berfikir begitu..” ucap Bong Pal.

Chun Sang segera menambahkan kalau Bong Pal hanya perlu ikut, semua makanan, persiapan dan acaranya sudah mereka persiapkan. Hyun Ji membujuk Bong Pal lagipula semuanya sudah gratis. Bong Pal masih tetap menolak ajakan mereka.




“Baiklah.. kalau kau tak mau. Im Seo Yeon mengatakan kalau dia kelelahan karena belajar. Dia setuju untuk datang bersama. Baiklah kalau kau tak mau..” ucap Chun Sang.

Hyun Ji kini berubah pikiran, dia membujuk Bong Pal untuk tak usah ikut. Dia yakin acaranya tak menarik apalagi dia mendengar besok akan hujan.

“Jadi, apa kau tetap tak akan ikut?” tanya In Rang membuat Hyun Ji mendelik.

Bong Pal memainkan kertas yang ditunjukkan mereka, “Baiklah, sepertinya aku akan pergi.”

Hyun Ji mendengus kesal melirik ke arah Bong Pal.




*****
Polisi berhasil mengidentifikasikan mayat Hyun Joo, dan menemukan bahwa dia adalah mahasiswa di Universitas Myung Sung. Penyebab kematiannya adalah asphyxiation*.

*Kondisi dimana tubuh tidak memperoleh banyak oksigen untuk menyuplai ke seluruh tubuh atau karbon dioksida berlebihan dalam tubuhnya.

Scene saat Hye Sung membunuhnya diperlihatkan, dia mencekik leher Hyun Joo dengan wajah datar, tanpa gemetar ataupun khawatir. Dia pembunuh berdarah dingin. Sadis.


Polisi mengatakan bahwa leher Hyun Joo patah. Polisi satunya bertanya, apa itu karena tangan manusia?

“Aku belum yakin.”

Kematian Hyun Joo diperkirakan 24 jam sebelum mayatnya ditemukan. Dia seharusnya masuk ke kelas tapi dia melewatkannya. Tak ada yang tahu keberadaannya sejak itu. kelas yang dia lewati adalah kelas Prof Hye Sung dengan materi tentang hewan. Dan Hyun Joo ini memiliki ketertarikan tinggi pada hewan.


*****
Seo Yeon pergi ke klinik hewan Hye Sung, dia membawa anjingnya. Hye Sung bertanya apa yang telah membawa Seo Yeon kesana, Byul terlihat sehat – sehat saja. Seo Yeon mengaku kalau dia akan melakukan piknik club, jadi dia ingin menitipkan Byul sehari.

“Club apa yang kau ikuti?”

“Aku tak terlalu tahu, hanya saja Bong Pal juga ikut.”


Wajah Hye Sung sontak berubah tak suka. Kemudian Seo Yeon memberikan sesuatu pada Hye Sung, dia mengucapkan terimakasih atas semuanya dan juga atas Byul. Hye Sung berkata seharusnya Seo Yeon tak usah repot – repot.

Seo Yeon memberikan hadiah pulpen dan Hye Sung mengucapkan terimakasih, dia baru punya niatan untuk membeli satu.



Kedua pelayan Hye Sung memperhatikan keduanya dengan tak suka.


*****




5 Responses to "SINOPSIS Let’s Fight Ghost Episode 6 Bagian 1"

  1. nonton drama ini jadi berasa nonton Oh My Ghostest dan Master Sun.. tiap episode-nya menampilkan permasalahan hantu2 baru. kematian hyun ji pun kayaknya berhubungan dengan profesor. jangan katakan profesor ini sebenarnya juga kerasukan iblis jahat!! heol, if it really is!

    ReplyDelete
  2. Ditunngu part 2 nya. Fighting 💪

    ReplyDelete
  3. makin seru aj cerita ny,, dtnggu sinopsis selanjutny..

    gomawo..

    ReplyDelete
  4. Sedikit sama dengan drama oh my ghost ngk ne

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^