SINOPSIS Let’s Fight Ghost Episode 4 Bagian 2

SINOPSIS Let’s Fight Ghost Episode 4 Bagian 2
Hye Sung rupanya kembali ke tempat dimana dia membunuh kucing Hyun Joo. Dia menemukan sudah ada seikat bunga tergeletak disana. Hye Sung pun kembali menunjukkan wajah mengerikannya.



****
Myung Chul tengah melakukan terapi akupuntur di tempat seorang kakek. Kakek itu mengatakan kalau kondisi Myung Chul ini parah sampai denyut nadinya saja lemah. Kakek heran karena Myung Chul masih bisa hidup setelah pertarungan itu. Apa Bong Pal tahu kalau dia dalam kondisi seperti ini?

Myung Chul menyuruh Kakek untuk tak usah membahas masalah ini ataupun mengatakannya pada Bong Pal. Dia sungguh baik – baik saja.

“Kau baik – baik saja diluar tapi sangat buruk didalam.”

Myung Chul tanya apakah Kakek itu sudah datang ke rumah Ayah Bong Pal. Kakek mengaku kalau dia kesana dan Ayah Bong Pal sudah lama pergi. Dia kemudian menunjukkan sebuah foto anak kecil serta surat yang ditujukan untuk Bong Pal. Dia menemukannya karena tertinggal di kamar Ayah Bong Pal.

“Dia masih mengejar pria itu kan? Hantu jahat yang telah membunuh istrinya?”
“Sepertinya begitu.” Jawab Myung Chul.



Kakek itu juga mengatakan kalau selain dirinya, ada orang lain yang mencari Ayah Bong Pal. Myung Chul tanya, siapa? Kakek sendiri tak tahu karena pemilik rumah tak menanyakannya. Hanya saja pria yang mencari Ayah Bong Pal itu tampan dan masih muda.

*****
In Rang dan Chun Sang datang ke toko kamera. Pemilik toko melihatnya dan menolak untuk memakai garansi kamera itu. Menurutnya akan lebih baik untuk beli lagi daripada memperbaikinya. In Rang heran, kenapa? Aku bahkan tak melakukan apapun pada kameranya? Kenapa kameranya tak bisa diperbaiki. Bahkan masa garansinya juga masih berlaku.

Chun Sang perlahan berjalan menjauh. In Rang akhirnya sadar kalau Chun Sang sudah melakukan sebuah kesalahan pada kamera itu.



In Rang menghadang Chun Sang dengan kesal, dia tahu dengan pasti kalau Chun Sang yang sudah melakukan sesuatu pada kameranya dan dia tak bisa menggunakan garansi untuk perbaikan. Chun Sang mengelak dengan berbagai alasan tapi In Rang keburu kesal, dia memijat kepalanya yang pusing dan berteriak kencang. ARG!!

In Rang memberikan kameranya ke tangan Chun Sang. Chun Sang rupanya takut dengan In Rang yang marah, dia membujuknya tapi In Rang tak perduli.


*****
Bong Pal membawakan setumpuk buku untuk Hyun Ji. Hyun Ji terkejut karena Bong Pal menyuruhnya untuk membaca sebanyak itu. Bong Pal berkata kalau banyak sekali yang harus Hyun Ji pelajari, kau mau mulai pelajaran apa?

Hyun Ji mengambil buku matematika, dia membukanya dan langsung menutupnya dengan terkejut. Hyun Ji cengengesan, “Aku pikir aku akan belajar bahasa korea dulu.”

Bong Pal membalas dengan senyuman, “Ayo belajar matematika dulu saja.”
“Kalau begitu kenapa harus tanya..” gumam Hyun Ji kesal.
“Aku bisa mendengarmu.” Sindir Bong Pal.
Bong Pal duduk di samping Hyun Ji untuk mulai menjelaskan pelajaran Matematika.


Hyun Ji memegang perutnya secara tiba – tiba. Sepertinya perutnya sakit, dia harus pergi ke toilet. Bong Pal menahan pundak Hyun Ji, hantu tak perlu ke toilet.

Hyun Ji kemudian memegang kepalanya, dia tiba – tiba merasa sakit kepala. Bong Pal meminta Hyun Ji untuk jangan mengulur waktu. Bukankah Hyun Ji sendiri yang ingin belajar.


Bong Pal menjelaskan rumus matematika panjang lebar. Tapi saat dia menoleh, Hyun Ji malah sudah tertidur pulas tanpa mendengarkan ocehannya. Bong Pal mencoba membangunkan tapi Hyun Ji tetap tidur bahkan hampir terjatuh.

Bong Pal menahan kepala Hyun Ji kemudian meletakkan kepalanya ke meja dengan hati – hati. Rambut Hyun Ji menutupi wajahnya, dan dengan lembut Bong Pal menyibakkan rambut Hyun Ji lalu ia selipkan ke telinganya.

Bong Pal tersenyum melihat wajah polos Hyun Ji saat tertidur.


*****
In Rang dan Chun Sang sudah berbaikan meskipun tadi siang sudah bertengkar. Mereka ini udah kaya pasangan yang tak terpisahkan dan sekarang sedang mencari tempat untuk bermalam. Dia menemukan sebuah sauna yang murah dengan diskon 50 persen.

Pemilik sauna menyambutnya dengan ramah dan bahkan penitipan barang juga tanpa biaya tambahan.

Keduanya sudah berganti pakaian. Chun Sang senang dengan pemilik sauna yang ramah tapi dia penasaran kenapa saunanya sangat sepi. In Rang masa bodoh dengan itu, yang penting mereka bisa menggunakan tempat seluas itu sendirian.

Mereka sudah merebahkan diri, dan berniat tidur dan kembali memikirkan masalah mereka besok. Ponsel In Rang berbunyi, ada pesan dari Bong Pal yang meminta uang bayaran. Chun Sang yang tadinya kagum dengan sosok Bong Pal sekarang jadi anti banget. Dia mengambil ponsel In Rang dan melepas ponselnya. Ayo tidur saja!


Malam harinya, In Rang tak bisa tidur dengan lelap karena suara dengkuran Chun Sang. Dia pun memilih keluar dari ruangan.

Saat In Rang sudah keluar, lampu ruangan kedap – kedip menandakan sesuatu yang aneh. Chun Sang terbangun tapi In Rang sudah tak ada disampingnya. Dia kemudian menengadahkan kepalanya dan bertapa terkejutnya dia sosok mengerikan sudah ada dihadapannya dengan asap mengepul dari mulut hantu itu.
Chun Sang ketakutan.


Dia mencoba membuka pintu ruang sambil berlari terbirit – birit tapi naasnya pintu terkunci. Dan berkali – kali dia ditarik oleh hantu tadi. Chun Sang mencoba memanggil In Rang tapi suaranya tak terdengar sampai keluar.

Suara gaduh pintu ruangan membuat In Rang terbangun, dia bingung tak mengerti. Dia mencoba membuka pintu tapi tak bisa dibuka. Chun Sang didalam ruangan sudah sangat ketakutan.

Sampai akhirnya pintu ruang sauna bisa kembali dibuka dan Chun Sang keluar ruangan dengan ketakutan.


****
Keesokan paginya Hyun Ji bangun dengan leher pegal – pegal. Dia kesal dengan Bong Pal yang tak membangunkannya. Bong Pal beralasan kalau dia sudah membangunkan Hyun Ji tapi dia sendiri yang tak mau bangun.

“Paling tidak kau bisa mengangkat tubuhku ke atas sofa? Bagaimana bisa kau membiarkan wanita tidur seperti ini?”

“Kau terlalu berat. Aku tak mau meremukkan punggungku.” Ucap Bong Pal melenggang menuju kamar mandi.


Hyun Ji menggerutu kesal dengan sikap menyebalkan Bong Pal. Saat mengomel, tanpa sengaja Hyun Ji melihat pintu kamar yang dilarang oleh Bong Pal untuk dimasuki sedang terbuka.

Hyun Ji yang penasaran pun masuk ke kamar itu. kamar yang mirip gudang berisi buku yang bertuliskan Hong Myung Hee. Hyun Ji lalu melihat sebuah gardus yang tergeletak disana, didalamnya dia menemukan sepatu hak tinggi yang mirip dengan punya Seo Yeon.



Seusai mandi, Bong Pal melihat pintu kamar terlarangnya terbuka. Didalam rupanya Hyun Ji habis mencoba sepatu itu dan sangat pas untuknya. Bong Pal masuk ke dalam kamar itu, apa yang kau lakukan?

“Sepatu siapa ini? Kau bisa membakarkannya untukku?”

Bong Pal mengambilnya dengan sewot lalu mengembalikan ke tempat semula. Dia sudah mengatakan kalau Hyun Ji jangan sampai masuk kesana. Hyun Ji bingung untuk membalas ucapan Bong Pal.

“Kau ini hantu. Berhenti bersikap seperti manusia.” Ucap Bong Pal lalu membanting pintu. Hyun Ji sedih tapi dia juga heran kenapa Bong Pal sangat marah. Memangnya yang dia lakukan itu sangat salah?



Bong Pal bersiap berangkat ke kampus. Tak seperti biasanya, Hyun Ji memilih memalingkan muka pada Bong Pal. Bong Pal juga tak menyapanya sama sekali dan pergi begitu saja.

*****
Kelopak mata Chun Sang hitam karena tak bisa tidur semalaman. Dia heran kenapa dia harus terus melihat hantu akhir – akhir ini. In Rang menunjukkan hasil pencariannya, ternyata sauna yang mereka tempati itu sudah terkenal sebagai rumah hantu. dan hantu pria kemarin adalah pria yang meninggal disana satu bulan yang lalu.

Chun Sang menepuk wajah In Rang yang berani mengajaknya kesana. In Rang juga tak tahu akan hal itu. Chun Sang masa bodoh, yang terpenting sekarang mereka harus menemukan kelas untuk tidur. Keduanya pun sama – sama menguap.


*****
Bong Pal masih berusaha untuk bisa menghubungi Sunbae tapi panggilannya selalu dialihkan.

Namun secara kebetulan, dikampus Bong Pal berpapasan dengan In Rang dan Chun Sang. Mereka berdua terkejut melihat Bong Pal, tanpa aba – aba keduanya pun lari terbirit – birit. Bong Pal jelas tak mau melepaskan mereka begitu saja, dia mengejar mereka sampai mereka kelelahan dan tak sanggup untuk lari lagi.


Chun Sang mencoba menjelaskan keadaan mereka dan ini bukan berarti mereka tak akan membayar hanya saja butuh waktu untuk mendapatkan uangnya. Dia meminta waktu dua bulan. Bong Pal menolak, dua hari?

Chun Sang jelas tak mau tapi In Rang menyanggupi dengan cengengesan.
“Bagaimana caranya?” tanya Bong Pal.
“Ini rahasia.” Jawab In Rang. Chun Sang menatapnya dengan bingung, In Rang hanya tersenyum padanya.


Bong Pal sudah berada dikelas, dia menatap kearah bangku disampingnya dan merasa ada yang kurang karena Hyun Ji tak disana. Saat makan siang pun juga dia masih mengingat Hyun Ji, “Dia pasti sedang kelaparan.”


Benar saja, dirumah Hyun Ji memang tengah memegang perutnya kelaparan. Dia yakin kalau Bong Pal sedang makan, dia akan menemuinya. Tapi tunggu dulu, Hyun Ji ingat dengan ucapan Bong Pal yang menyuruhnya sadar kalau dia ini hantu dan bersikaplah seperti hantu.

Hyun Ji mendengus kesal, “Aku sudah tahu kalau aku ini hantu!”

*****
Kembali pada Chun Sang dan In Rang yang sudah berpakaian super rapi dan kini berada di sauna berhantu. Mereka berdua menghentikan pemilik sauna yang memasang papan kalau mereka akan tutup untuk sementara waktu.

“Apa kau punya waktu yang sulit karena hantu? Kalau disini ada pengusir hantu, bukankah itu akan membantu?” tanya In Rang membuka kacamatanya.

“Kami akan...membantu anda.” Tambah In Rang melepas kacamatanya pula. Sedangkan pemilik sauna hanya berdiri bengong.


*****
Pintu rumah terdengar berdecit, Hyun Ji sontak berubah sumringah. “Itu pasti Bong Pal!”
Tapi saat yang dia melihat wajah Bong Pal, Hyun Ji berubah suntuk dan duduk memeluk bantal dengan kesal. Bong Pal bertanya kenapa Hyun Ji tak menyalakan lampu dan duduk gelap – gelapan?

“Memangnya kenapa kalau gelap? Aku ini hantu, bukan manusia.”
“Bukankah kau lapar?”
“Memangnya kenapa? Apa aku bisa mati kelaparan saat aku sudah jadi hantu?”

Bong Pal mengeluarkan barang belanjaannya dan mulai menggoda Hyun Ji, “Kenapa jeroan babinya terlihat sangat enak? Haruskah aku membuat bulgogi dengan daging ini juga?”

“Itu akan enak...” ucap Hyun Ji keceplosan. Tapi dia langsung berbalik memunggungi Bong Pal lagi dengan kesal.


Aroma masakan Bong Pal mulai tercium harum, Hyun Ji tak bisa terus duduk dan mulai melongok masakan apa yang Bong Pal buat.

Bong Pal menoleh dan Hyun Ji pun langsung melengos.


“Aku sudah kenyang.” ucap Bong Pal setelah menyelesaikan makan malamnya. “Aku akan mencucinya besok.”
Bong Pal masuk ke dalam kamar.

Hyun Ji perlahan berdiri dari duduknya menuju meja makan. Dia senang sekali saat melihat makanan dimeja masih banyak malah sepertinya memang tersaji khusus untuk Hyun Ji.


****
Perawat di klinik Hye Sung membaca hasil laporan mereka dan terjadi penurunan pendapatan dibanding dengan klinik terdahulu. Perawat itu berkata kalau baginya disini memang seperti surga karena pengunjungnya sedikit. Tapi kenapa dia (Hye Sung) tiba – tiba ingin pindah ke klinik disini? Di area ini tak begitu bagus.

“Aku setuju, dia menjual kliniknya tiba – tiba dan datang kemari. Dan dia juga tiba – tiba menerima tawaran menjadi profesor.”

“Tapi tak apa, dia sangat keren. Jadi aku tetap suka disini.” Sahut pelayan satunya lagi.

Hye Sung keluar dari ruangannya, dia menyapa perawatnya dengan ramah dan mengatakan kalau dia akan pergi lebih dulu. Jadi mereka yang menutup kliniknya. Keduanya pun mengiyakan.

*****
Tengah malam saat sedang belajar, Bong Pal menerima panggilan.

Hyun Ji sudah selesai makan, Bong Pal keluar kamar dan pamit akan pergi. Hyun Ji tanya, kemana?

“Menemui Sunbae.”

“Ah, mereka akan membayarmu? Bolehkah aku ikut denganmu?”

“Terserah.” Jawab Bong Pal tersenyum. Permusuhan diantara mereka berakhir juga.

****
Bong Pal bertemu dengan kedua sunbae-nya di kedai. Mereka menghidangkan minum dengan gaya sok keren sampai Hyun Ji juga terkesan melihatnya. Tapi Bong Pal tak perduli dengan segala macam tingkah mereka, “Kau tak mau membayarku dengan uang. Dan kau ingin aku menghancurkan hantu disini...”

“Kau akan mendapatkan uang 1,5 juta sebagai bayarannya. Ini seperti situasi yang sama – sama menguntungkan.” Jelas Chun Sang.

Bong Pal menolak dan berniat pergi. Chun Sang menahannya lalu In Rang menaikkan tawarannya menjadi tiga juta.


Hyun Ji meraih gelas milik Bong Pal dan meminumnya. Bong Pal menegur Hyun Ji, tapi dia beralasan kalau dia hanya mencicipi rasanya. Dan dia kembali menenggak sampai habis saat Bong Pal tak melihatnya.

“Yaak!” bentak Bong Pal. Hyun Ji menatap Bong Pal dengan wajah manis setelah menghabiskan satu gelas minuman.


Disisi lain, In Rang dan Chun Sang sedang berdiskusi masalah pembayaran Bong Pal. Bagaimana bisa In Rang menawarkan uang tiga juga? Kalau sebanyak itu maka mereka kehilangan banyak uang. Dalam perjanjian, mereka hanya akan mendapat 4 juta. Bagaimana dengan biaya rumah dan kamera?

“Lalu apa yang akan kau katakan pada pemilik sauna huh? Apa kau akan menangkap hantunya sendirian?”

“Kau ingin aku mati?” tanya Chun Sang ngeri sendiri.

“jadi ayo kita buat kesepakatan dengan 3 juta.” Ucap Chun Sang pada Bong Pal.

Bong Pal masih berbicara dengan Hyun Ji yang baru saja minum alkohol, “Ayolah..”

“Baiklah, bagamana kalau 3,5.” Tawar Chun Sang karena mengira Bong Pal menolak tawarannya. In Rang dengan cemas berpandangan dengan Chun Sang.

“Baiklah.” Jawab Bong Pal tanpa ragu. “Apa pekerjaannya?”


*****
Chun Sang dan In Rang mengajak Bong Pal menuju ke sauna. Bong Pal mengikuti mereka dan saat akan masuk sauna, Hyun Ji tertinggal dibelakang. Rupanya Hyun Ji sudah mabuk hingga jalannya sempoyongan. Bong Pal hanya bisa menggeleng heran.


“Kalian akan melakukan pekerjaanya besok?” tanya pemilik sauna.

Keduanya membenarkan. Mereka hari ini hanya akan melihat – lihat tempat ini dan akan melakukan persiapan untuk besok. Pemilik Sauna melihat kearah Bong Pal, dia bertanya aapakah Bong Pal adalah pengusir setannya? Lihatlah pakaiannya? Dia masih pelajar?

Chun Sang segera memegang pipi Bong Pal dengan lucu, dia bilang kalau Bong Pal hanya asisten mereka. Pemilik sauna setuju saja dan meminta bantuan mereka untuk mengusir hantu.


Chun Sang menatap Bong Pal dari ujung kaki ke ujung kepala, haruskah mereka memakaikan tuxedo untuknya. Bong Pal tak menjawab dan mendelik ke arah mereka.
“Tak apa – apa, yang penting dia pintar menangkap hantu.” imbuh In Rang.


Chun Sang dan In Rang berjalan mengekor dibelakang Bong Pal dengan takut. Sedangkan Bong Pal yang masuk ke setiap ruangan berkata kalau hantunya tak ada disana.

Hyun Ji yang mabuk tergeletak tidur dalam sauna. Suasana seram tiba – tiba terasa dan seolah ada yang tengah memperhatikan Hyun Ji.

Bong Pal masuk ke tempat mandi di sauna itu. Dia bertanya apakah ada orang yang bunuh diri disana?

“Dia pria berusia lima puluh tahun. Menurut pemilik sauna, dia adalah pelanggan disini. Dia mungkin seorang br*ngsek rendahan.”

Bong Pal menatap mereka tak mengerti.

“Kau tahu, seseorang yang suka memegang wanita dan semacamnya..”

Kepulan asap hitam bergerak mendekati Hyun Ji, sebuah tangan muncul dan perlahan memegang kakinya. Hyun Ji merasakan bau tak enak dan perlahan membuka matanya. Hantu pria gendut kini sudah ada tepat didepan wajah Hyun Ji.
Hyun Ji berteriak kencang.



Bong Pal panik mencari Hyun Ji, dia bertanya apakah Hyun Ji baik – baik saja?

“Kita baik – baik saja..” jawab Chun Sang. Hahaha. Sedangkan Hyun Ji masih ketakutan, disana ada hantu.

Hantu gendut muncul dihadapan Bong Pal, Bong Pal berlari ke arah hanti itu tapi hantu itu malah menghilang.


Hantu gendut muncul di belakang Hyun Ji lalu menggendongnya. Bong Pal berlari untuk menghajarnya dan hantu itu meleparkan tubuh Hyun Ji pada Bong Pal. Keduanya terjatuh.
“Dia kuat.” Ucap Bong Pal.

Chun Sang dan In Rang berniat menghampiri Bong Pal yang terjatuh tapi tubuh mereka tertarik oleh sesuatu. Tubuh mereka pun berputar ditarik oleh hantu gendut.



Hyun Ji tertawa – tawa dengan mabuk saat melihat Chun Sang berputar – putar. Bong Pal tak bisa mengharapkan bantuan Hyun Ji, dia pun menyerang hantu itu sendirian. Tapi lagi – lagi dia harus dibanting oleh hantu itu.

Chun Sang dan In Rang yang ketakutan mengunci diri dalam ruangan sauna.


Hyun Ji meminum air, dia berlari dan mengincar kaki hantu itu untuk diserang. Hanti gendut masih bisa menghindar, dia mengangkat tubuh Hyun Ji keudara lalu memonyongkan bibir untuk mencium Hyun Ji.

Hyun Ji menyemprot air yang ada dimulutnya. Hantu itu langsung mengamuk dan membanting tubuh Hyun Ji.


Bong Pal menyerang lagi tapi dia harus rela kakinya ditarik hingga dia kesakitan. Hyun Ji dengan berhasil melihat luka didada hantu tersebut. dia menunjuk dada hantu itu.
“Apa?”
“Dadanya..” ucap Hyun Ji mabuk.
Bong Pal tanpa buang waktu menggunakan lututnya untuk menyerang bagian dada hantu itu. akhirnya hantu gendut berhasil dikalahkan, dan arwahnya berubah menjadi asap hitam.

Setelah berakhir, barulah Chun Sang dan In Rang keluar ruangan dengan tubuh penuh keringat. “Sudah berakhir?”
Bong Pal mengabaikan mereka dan menatap Hyun Ji yang mabuk.

****
Hyun Ji berjalan pulang dengan sempoyongan, dia menyanyikan lagu Twice – Cheer Up dengan riang. Rupanya hantu satu ini ikut update info mengenai musik terbaru yah.
“Bong Pal, liat ini...” Hyun Ji meletakkan kedua tangannya di bagian pipi, shashasha. Hyun Ji mengikuti gaya Sana menari. Bong Pal mendesis, jarang – jarang dia bisa melihat hantu mabuk.


Hyun Ji menepuk kedua pipi Bong Pal dengan keras. “Kau sangat jelek, kau tahu? Sangat jelek.”

“Apa yang kau katakan kalau kau tak mabuk? Kau bahkan tak bisa berdiri tegak.” Ucap Bong Pal. Hyun Ji mencoba menunjukkan kalau dia tak mabuk dan akan menghajar Bong Pal tapi berkali – kali mencoba, dia terus jatuh ke tanah. Dan dia mencoba menghilang, akhirnya menubruk papan.



Bong Pal mengajak Hyun Ji yang duduk ditanah untuk pulang. Hyun Ji menolak, dia akan tetap disana.

“Baiklah. Tetaplah disini.”

“Baiklah, kau br*ngsek. Aku akan tetap tinggal disini mulai sekarang.”

Bong Pal mengejek Hyun Ji yang mabuk sampai dengan seperti ini. raut wajah Hyun Ji berubah sedih, memangnya hantu tak bisa mabuk?

“Seorang hantu juga tak boleh memakai pakaian yang cantik? Hantu tak boleh melakukan sesuatu seperti manusia. Ketika aku hanya menjadi hantu. ketika aku hanya hantu...ehehe” tawa Hyun Ji disertai air mata. “Jangan katakan itu lagi. Apa aku mati karena aku mau? Aku tak tahu kenapa aku mati. Aku tak tahu bagaimana aku meninggal. Aku tak suka menjadi hantu. aku tak ingin jadi hantu. Aku menjadi salah satunya bukan karena aku mau. Hantu juga merasakan sakit juga. Kau br*ngsek.”

Bong Pal menatap Hyun Ji yang tertidur dengan kasihan.

Akhirnya dia pun menggendong Hyun Ji. Dia mengatainya berat. Hyun Ji mendengar ocehan Bong Pal pun bangun tiba – tiba, dia bilang kalau dia ringan. Hyun Ji memukul kepala Bong Pal, aku ini ringan seperti bulu tahu.

****
Ditempat lain, Hyun Joo pulang dari sendirian. Seseorang menyapanya, “Murid No Hyun Joo.”
Hyun Joo tak melihat orang yang ada dikegelapan. “Siapa?”
Hye Sung menghampiri Hyun Joo. Hyun Joo sontak kaku dan bertanya dengan tergagap, ada apa anda kesini?
“Ada hal yang ingin aku tanyakan.”


Hye Sung menunjukkan pulpen yang dibawanya. “dimana kau menemukannya?”
Karena sangat gugup, Hyun Joo tak bisa menjawab pertanyaan Hye Sung. Dia berjalan mundur dengan tubuh gemetaran. Hye Sung tersenyum dan berkata kalau lingkungan disana sangat sepi. Tak ada orang disana.


Hyun Joo sudah berlari di gang sempit dengan panik. Tapi Hye Sung bisa menghadangnya dipersimpangan. Hyun Joo membeku dan Hye Sung menancapkan sesuatu ke arah Hyun Joo.
Terdengar suara sekarat Hyun Joo dan Hye Sung tersenyum menikmati suara itu.




****

7 Responses to "SINOPSIS Let’s Fight Ghost Episode 4 Bagian 2"

  1. Lah si dosen nya Bong Pal ini kejam jg ya.
    Padahal mukanya kalem/?

    ReplyDelete
  2. Wah udah keliatan neh siapa yg jahatnya psti si dosen ad kaitnnya dgn hyun ji

    ReplyDelete
  3. Karakter prof nya sama kaya krakter namkoong dibdrama The girl who sees smells.. Krakter yg mengerikan

    ReplyDelete
  4. Ga sabar nunggu kelanjutannya aa...

    ReplyDelete
  5. kaya choi sung jae di oh my ghost ya si dosen psyko ini

    ReplyDelete
  6. kaya choi sung jae di oh my ghost ya si dosen psyko ini

    ReplyDelete
  7. Maaf jadi silent reader dr ep 1,, aku penasaran sama cerita keluarga nya bong pal,,,

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^