SINOPSIS Let’s Fight Ghost Episode 4 Bagian 1

SINOPSIS Let’s Fight Ghost Episode 4 Bagian 1
Bong Pal tengah membakar gaun pink yang sudah dibelinya. Dia harus terbatuk-batuk terkena asap, "Kenapa aku harus melakukan semua ini?" tanyanya dengan kesal.

Didalam rumah, Hyun Ji tertidur dengan wajah ditekuk. Namun sebuah cahaya muncul ditubuhnya. Baju seragamnya kini sudah berubah menjadi gaun pink cantik. Hyun Ji tersenyum senang.



Hyun Ji berputar manis menunjukkan dress pink yang sudah dia kenakan. Bong Pal sejenak terpana melihat penampilan cantik Hyun Ji. Hyun JI meminta pendapat Bong Pal, bagaimana penampilanku?

“Baiklah.. Gaunnya cantik.” Jawab Bong Pal. Hyun Ji berdecak mendengar jawabannya tapi dia tetap saja senang.



Bong Pal menerima sebuah pesan, dia tersenyum membaca pesan diponselnya. Dia lalu berjalan menghampiri Hyun Ji, dia membopongnya dari tembok pembatas untuk mengajaknya pergi. Hyun Ji tersipu tak mengerti, “kemana?”

“Bekerja. Ini waktunya kau membayar pekerjaanmu.”

Hyun Ji yang tadinya sudah senang langsung berubah sebal. Masa malam – malam begini dan dengan gaun cantinya dia harus berkelahi. Bong Pal tak menerima segala alasan dan tetap menarik Hyun Ji.



*****
Disebuah kolam renang, seorang wanita tengah mandi. Dalam kesendiriannya, sesekali dia celingukan karena merasa diperhatikan. Tapi saat dia sibuk mandi, air shower tiba – tiba tak mau mengalir lagi.

Sebuah tangan penuh asap hitam perlahan mendekati kaki si wanita, dia bergerak seperti menggelitikinya. Si Wanita menunduk dan betapa terkejutnya dia melihat sesosok hantu mengerikan tepat berada dibawahnya.




****
Keesokan paginya, Bong Pal dan Hyun Ji baru menyelesaikan tugas mereka. Bong Pal semangat karena dia akan segera mendapatkan uang sedangkan Hyun Ji terlihat malas dan kelelahan. Bahkan saat dia berniat menembus pintu pun sudah tak mampu.



Baru beberapa saat Bong Pal masuk ke dalam rumah, dia kembali menerima pekerjaan dan kembali keluar. Dia mengajak Hyun Ji untuk pergi karena mereka kembali mendapatkan pekerjaan. Hyun Ji dengan kesal menolaknya, dia sangat lelah sampai tak bisa menembus pintu dan kepalanya sampai terbentur. Dengan senyum membujuk, Hyun Ji meminta Bong Pal untuk bersantai saja hari ini.

“Tidak. Aku sudah memberimu makan dan akan membantumu belajar besok. Kau tak ingat kesepakatan kita?” oceh Bong Pal.

“Ini tetap saja salah. Kau memperkerjakanku seperti budak karena kau memberikanku gaun ini. dan kau bilang kau mengajariku saat kau ketika kau belum memulainya?”

Bong Pal mengiyakan saja, dia benar-benar akan mengajarinya. Dia menarik tangan Hyun Ji yang malas.



*****
Kondisi ruangan Ghoshnet sungguh berantakan, Chun Sang terus mengeluh tanpa membantu In Rang yang sedang berbenah. In Rang menyuruh Chun Sang untuk sedikit bersyukur karena dia masih bisa bernafas dan hidup sekarang.

“Ah, aku akan selalu bersyukur... dan ini waktunya berdoa.” Chun Sang segera duduk menyatukan kedua telapak tangannya dan memejamkan mata. “Ya Tuhan, Budha, Allah....Terimakasih.”



“TIDAK!” sentak Chun Sang tiba – tiba membuka matanya. Dia seharusnya berterimakasih pada Bong Pal. Meskipun dia itu br*ngsek tapi dia menyelamatkannya. Dia pria yang sesungguhnya. Bagaimana dia tahu kalau aku sedang membutuhkannya?

Pembicaraan Chun Sang terputus saat ponsel In Rang berdering. In Rang bilang kalau dia mendapatkan pesan dari Bong Pal.

“Dia mengirim pesan padamu? Apa dia menanyakanku kalau aku baik – baik saja?” tanya Chun Sang semangat.



In Rang menunjukkan pesan Bong Pal yang meminta uang bayaran karena telah mengusir hantu. Senyum Chun Sang lenyap saat tahu kalau Bong Pal bekerja mengusir hantu dengan bayaran 1 juta won setiap kali pengusiran hantu.

“Mmmm...jadi Bong Pal datang bukan untuk menyelamatkanku?” tanya Chun Sang yang langsung dibenarkan oleh In Rang. Chun Sang menganggapnya mengerikan. Perhitungan.



Sekang Chun Sang hanya bisa menggaruk lehernya yang tak gatal. In Rang tanya, Apa yang harus mereka lakukan karena Bong Pal tak akan membiarkan mereka begitu saja? Chun Sang menutup wajahnya, dia akan mengabaikannya saja.

Belum selesai masalah uang untuk Bong Pal, sekarang rumah agency datang lagi. Dia menyuruh Chun Sang jangan mengabaikannya atau ini akan menjadi masalah untuk mereka sendiri.



Pemilik rumah mengetuk pintu dan meminta Chun Sang untuk keluar. Chun Sang dan In Rang tetap diam mencoba bersembunyi. Tapi ternyata pintu ruangan itu sudah rapuh sehingga saat pemilik rumah mengetuknya saja sudah membuat pintunya rubuh.

Chun Sang dan In Rang cengengesan kemudian membungkuk salam dengan malu.


*****
Hyun Ji bangun dari tidurnya, dia sangat lelah dan bertanya – tanya sudah berapa jam dia tertidur. Hyun Ji menembus pintu kamar Bong Pal, “Bong Pal-ah..”

Bong Pal sedang sibuk memakai pakaiannya, Hyun Ji mendelik terkejut melihat Bong Pal masih belum sempat memakai baju. Bong Pal langsung menyilangkan tangan didepan dadanya sedangkan Hyun Ji menutup kedua matanya lalu pergi.



Bong Pal sudah berpakaian rapi saat keluar kamar. Hyun Ji bergegas menghambur kearahnya, “Aku benar – benar tak melihat apapun. Aku serius.”

“Tolong kau bilang dulu kalau mau berkeliaran.” Ucap Bong Pal sinis.

“Aku kan hantu. Bagaimana aku melakukan itu?”

“Mulai sekarang kau tak boleh menembus ruangan sesuka yang kau mau.”

Hyun Ji mengerti. Dia mengiyakan dengan malas.



Hyun Ji melihat pakaian rapi Bong Pal hari ini, dia terlihat berbeda. Hyun Ji menatap Bong Pal dari ujung kaki sampai ujung kepala, “Apa kau memakai minyak rambut juga?”

Bong Pal mencoba mengelak tapi Hyun Ji bisa menebak karena hari ini ada kelas Bong pal dengan Seo Yeon (Aku kemaren salah nulis Seo Hyun, aku ngikutin sub). Bong Pal memilih untuk bergegas pergi dan menyuruh Hyun Ji untuk jangan mengikutinya.



“Kenapa? Kau ingin punya kelas yang baik dan tentang dengan gadis itu?”

“Tidak. Kau kan lelah, kau harus istirahat. Dan jangan masuk ke ruangan ini atau menyentuh apapun tanpa izinku.” Perintah Bong Pal. Hyun Ji berdecak sebal karena banyak sekali larangan. Dia lalu mengucapkan selamat jalan pada Bong Pal.



Baru sampai dipelataran rumah, Hyun Ji sudah muncul lagi menyambut Bong Pal dengan senyumnya. Dia mengajak Bong Pal berangkat sekolah.

“Apa – apaan? Kau baru saja mengucapkan selamat jalan.”

“Kapan? Aku tak mengatakannya.”

“Bukankah kau lelah mengikutiku?”

“Sendirian dirumah sangat membosankan. Dan aku tak bisa diam dirumah saat aku memakai pakaian cantik seperti ini.”

Tak seperti biasanya, Bong Pal setuju saja dengan ajakan Hyun Ji. Mereka berdua pun berangkat ke kampus bersama.



*****
Tempat Ghostnet disegel oleh pemilik rumah. Baik Chun Sang dan In Rang mencoba menghindari tatapan wajah dengan pemilik rumah.

“Aku akan mengirimkan tagihan yang berbeda. Asal kalian tahu. Mengerti?!”

Chun Sang masih mengabaikan pemilik rumah dan mengangguk dengan berat hati. Pemilik rumah kesal dan langsung pergi dari sana sedangkan Chun Sang kesal bukan kepalang.


****
Dalam perjalanan menuju ke kampus, Hyun Ji menari – nari bahagia. Bong Pal sampai tersenyum dan bertanya ada apa dengannya, dia tampak sangat bahagia hari ini.

“Bukankah aku terlihat seperti seorang mahasiswa dengan gaun ini?” jawab Hyun Ji kembali melenggangkan kakinya dengan senang. Dan tanpa sengaja dia melihat Kyung Ja sedang sibuk membaca pengumuman. Hyun Ji berhenti lalu menyuruh Bong Pal untuk pergi lebih dulu, ada orang yang ingin dia temui.

Bong Pal sempat ingin bertanya tapi Hyun Ji sudah terburu menghilang.


Hyun Ji menyapa Kyung Ja dan bertanya apa yang sedang dia lakukan. Kyung Ja berkata kalau dia kan sudah mengatakan pada Hyun Ji kalau pujaan hatinya ada disekolah ini. Kyung Ja sadar dengan pakaian Hyun Ji sudah berubah.

Hyun Ji dengan ceria memutar tubuhnya, “Bagaimana penampilanku?”

Kyung Ja memuji kecantikan Hyun Ji, dia sudah cantik dengan hanya menggunakan seragam sekolah. Dia sekarang lebih cantik lagi, mungkin levelnya sudah setara dengan Jeon Ji Hyun atau Song Hye Kyo. Apalagi kalau Hyun Ji memakai sepatu hak tinggi.



Hyun Ji tersipu malu. Kyung Ja bertanya siapa yang telah membakarkan baju itu untuk Hyun Ji. Apa jangan – jangan si sosis darah itu?

“Apa yang terjadi? Terakhir dia menciummu dan sekarang dia membakarkan gaun untukmu? Aku pikir dia menyukaimu.”

Hyun Ji jelas merasa itu hal yang mustahil. Kyung Ja pikir itu bisa saja terjadi, dia saja seorang hantu dan dia suka pada manusia. Jadi tak ada yang salah kalau manusia menyukai hantu. Hyun Ji masih tak percaya, ini hanya salah paham karena dia saja mendapatkan pakaian ini dengan memohon. Lagipula Bong Pal punya seseorang yang dia sukai.




Kyung Ja membelai rambut Hyun Ji, “Kau tak tahu karena kau belum pernah berhubungan dengan pria sebelumnya. Instingku mengatakan kalau dia 100 persen menyukaimu.”

“Tidak. Itu tak mungkin.” Jawab Hyun Ji. Tapi dia tak bisa menyembunyikan senyum kecil diwajahnya.



*****
Hyun Ji tiba – tiba muncul disamping Bong Pal. Bong Pal tanya, siapa yang baru saja kau temui?

“Hantu yang aku kenal.” Jawab Hyun Ji bahagia. Apalagi saat dia ingat ucapan Kyung Ja kalau dia 100 persen yakin Bong Pal menyukainya. Hyun Ji tersenyum – senyum kasmaran sedangkan Bong Pal hanya bisa melihatnya dengan heran.



Seo Yeon datang dan Bong Pal segera menghampirinya meninggalkan Hyun Ji. Hyun Ji melihat mereka, dia mendengus, “Aku sudah tahu.”

Hyun Ji kemudian melihat ke arah kaki Seo Yeon yang menggunakan sepatu hak tinggi. Dia lalu menatap ke arah sepatunya, sepertinya dia ingin memakai sepatu hak tinggi juga.



****
Dikelas, Bong Pal sudah berdiri di podium. Dia melihat Seo Yeon kesulitan membawa setumpuk materi untuk dibagikan kepada rekannya. Bong Pal langsung menghampiri dan membantu membagikan untuk Seo Yeon.

Hyun Ji muncul, “Oh.. inilah superman~~”

Bong Pal hanya merengutkan wajahnya pada Hyun Ji.


Bong Pal tak bisa menyembunyikan wajah kagumnya saat melihat sikap lemah lembut Seo Hyun. Hyun Ji mengejeknya, “Semuanya sudah tergambar jelas diwajahmu kalau kau menyukainya. Apa alasanmu tak bisa bicara dengannya dengan benar?”

Hyun Ji dengan jahil mendorong tubuh Bong Pal kearah Seo Yeon. Bong Pal meminta maaf dan Seo Yeon tersenyum, tak apa apa.

Bong Pal berbalik menatap Hyun Ji dengan kesal.


Hye Sung datang ke kelas dan menyapa mereka berdua yang sudah datang lebih awal untuk membantunya. Bong Pal melanjutkan untuk membagikan materi sedangkan Seo Yeon memberikan materi yang mereka siapkan pada Hye Sung.

Seo Yeon terkejut melihat luka di tangan Hye Sung. Hye Sung mengatakan kalau dia tak apa – apa. Hyun Ji penasaran dengan luka itu dan berdiri tepat disamping Hye Sung untuk melihatnya dengan jelas. “Waah, ini sepertinya sangat sakit.”



Hye Sung kemudian berkata kalau materinya tertinggal di kantor. Dia berbalik untuk mengambilnya, tapi anehnya Hye Sung berjalan menghindari Hyun Ji yang seharusnya dia tabrak karena Hyun Ji berdiri tepat disampingnya.

Hyun Ji heran dibuatnya.


Saat pelajaran berlangsung, Hye Sung menjelaskan dengan lancar seperti biasanya. Hyun Ji memperhatikan Hye Sung dengan seksama. Dia masih menaruh kecurigaan padanya.

“Aku pikir profesor tadi menghindariku.” Ucapnya pada Bong Pal.

“Kau jangan bercanda..” Bong Pal mengabaikan. Hyun Ji kembali memperhatikan Hye Sung, apa aku salah lihat?




Setelah kelas selesai, Bong Pal kembali mengecek ponselnya yang belum menerima balasan dari senior Ghoshnet.

“Siapa? Ah, si comedic dua? Mereka terlihat tak punya uang. Aku pikir mereka tak akan membayarmu.” Ejek Hyun Ji. Bong Pal mencoba menghubungi mereka dan tak mendapat jawaban.


Keduanya datang ke tempat Ghoshnet dan ruanganm mereka sudah disegel. Hyun Ji makin yakin kalau mereka berdua sudah kabur.

“Bagaimana bisa kau bicara seperti itu sekarang? Kalau aku tak mendapat bayaran, itu artinya kau juga tak membayar hutangmu.” Kesal Bong Pal.

Hyun Ji baru sadar, dia jadi ikutan kesal dan menyuruh Bong Pal menghubungi mereka.

“Apa?! Berani – beraninya mereka membawa kabur uang kita? Telfon mereka lagi! Cepat!” kesal Hyun Ji.



*****
In Rang dan Chun Sang duduk menyedihkan di jalan sambil menatap tagihan mereka sebesar 892 ribu. Tak lama kemudian ponsel In Rang berbunyi, ada panggilan dari Bong Pal tapi mereka abaikan. Chun Sang merebut ponsel In Rang dan mencoba melemparnya tapi In Rang menahan dengan segera.

“892 ribu won.. bagaimana kita bisa mendapatkan uang itu? Huh? Aku sudah punya waktu yang sulit hanya dengan sewa kamera. Dan aku tak bisa menelfon orang tuaku begitu saja. Kau tak punya apapun?” keluh In Rang.


Chun Sang mengaku kalau dia tak punya apapun. In Rang menyuruhnya untuk menelfon siapa saja yang bisa ia pinjami uang. Mereka tak mungkin bisa hanya duduk tanpa melakukan apapun.

Chun Sang menyanggupi dan dia akan menelfon seseorang.


Ponsel In Rang berbunyi dan saat dia mengangkatnya, ternyata itu suara Chun Sang. Wkwkwk. Chun Sang mengaku kalau In Rang adalah satu – satunya yang dia punya dan hanya In Rang lah teman baiknya.

Mereka berdua hanya bisa menghela nafas panjang.


****
Seo Yeon menemui mahasiswi yang kemaren kucingnya mati dengan mengenaskan. Dia tampaknya tak masuk kelas dan Seo Yeon menemuinya. Seo Yeon bertanya kenapa dia tak masuk kelas?

“Aku punya urusan yang harus aku tangani. Kenapa kau memanggilku?” Jawabnya gadis itu, dia bernama Hyun Joo.

Seo Yeon mengambil materi yang ada di tasnya, dia berkata kalau mereka mendapatkan tugas yang harus dikerjakan.



Hye Sung keluar dari kelas, Hyun Joo terkejut melihat kehadiran Hye Sung dari kejauhan. Dia pun mengingat kejadian pembunuhan kucingnya.



KILAS BALIK
Hyun Joo tengah mencari kucingnya, “Nabi~ Nabi~~”

Hyun Joo mendengar kucingnya yang mengeong, tapi dia terkejut saat melihat ada Hye Sung disana. Reflek Hyun Joo bersembunyi dan Hye Sung celingukan sambil membelai Nabi.

Melihat tak ada siapa – siapa, Hye Sung mengangkat kucingnya dan mulai mencekik kucing itu tanpa ampun. Kucingnya terus menggeram dan Hyun Joo memperhatikan aksi mengerikan Hye Sung dalam diam.



Hye Sung seolah menikmati sensasi membunuh kucing itu bahkan dia tersenyum mengerikan saat kucing itu sudah tak lagi bergerak. Hye Sung pergi meninggalkan kucing tersebut dan menjatuhkan pulpen yang dia gunakan untuk menyiksa kucing malang tadi.


Hyun Joo syok dan menutup mulutnya kuat – kuat. Dia menangis ketakutan.


KILAS BALIK BERAKHIR

Raut wajah Hyun Joo berubah marah. Dia langsung pergi meninggalkan Seo Yeon dan tanpa sengaja dia menjatuhkan pulpen yang digunakan Hye Sung untuk membunuh kucing.
Seo Yeon memanggil Hyun Joo tapi Hyun Joo mengabaikannya. Seo Yeon melihat pulpen yang terjatuh lalu memungutnya. Tertulis nama Im Hye Sung disana, “Ini milik Prof Im Hye Sung.”



*****
Hyun Ji menghampiri Bong Pal yang duduk di bangku taman, dia menanyakan lauk makan siangnya hari ini. Bong Pal heran dengan Hyun Ji hanya bisa memikirkan makanan. Dia menunjukkan setumpuk buku untuk Hyun Ji. Ini yang harus dia lakukan siang ini.

“Apa ini?”

“Aku akan mulai mengajarmu. Aku ingin tahu berapa kemampuanmu dan akan membuat rencana untuk mengajarimu. Aku akan memberimu waktu satu jam.”


Hyun Ji beralasan kalau dia sedang sakit kepala. Bong Pal bertanya apakah Hyun Ji ini punya niatan untuk bisa istirahat dengan tenang. Hyun Ji paham tapi bukan sekarang waktunya.

“Baiklah, satu jam dari sekarang.” Bong Pal melihat jam nya. Hyun Ji mencoba memohon tapi Bong Pal sudah memulai hitungan waktunya.



Hyun Ji mengerjakan malas pada awalnya tapi lama – lama dia menikmatinya juga. Sambil bercanda kemudian dia mulai mengerjakannya dengan serius.

“Bagaimana dengan nomor empat?” tanyanya.

Bong Pal menggeleng.

“Kalau nomor dua?”

Bong Pal menggeleng lagi. Bong Pal berniat mengambil hasil tes Hyun Ji, kalau memang dia tak tahu dilewati saja. Hyun Ji menolak karena dia akan mengerjakan semuanya.

Bong Pal tersenyum dan menepuk puncak kepala Hyun Ji.



Bong Pal melihat jawaban Hyun Ji dan bertanya berapa nilai minimum agar Hyun Ji bisa pergi ke surga. Hyun Ji rasa dia harus mendapat nilai yang bagus agar dia bisa melewati hidup setelah kematian dengan tanpa masalah.

“Aku rasa kau harus melewati lebih dari satu tahun sampai bisa lulus.”

Bong Pal menunjukkan nilai Hyun Ji yang hanya mendapat score 32. “Pada tingkat ini, kau bahkan tak bisa mendekati gerbang setelah kehidupan. Apa yang kau harapkan dengan hasil SAT seperti ini?”



Hyun Ji beralasan kalau dia kan sudah lima tahun tak menjalani SAT. Tapi bagi Bong Pal, entah lima atau sepuluh tahun, SAT ini bisa dikerjakan oleh anak SMP. Hyun Ji kesal karena Bong Pal hanya pamer kepintarannya saja. Bong Pal hanya tersenyum, kenapa Hyun Ji malah melemparkan kemarahan padanya?

Hyun Ji sadar, “Bukan seperti itu! Aku hanya tak tidur dengan lelap semalam, aku tak merasa tak begitu baik hari ini.”

Bong Pal mengajak Hyun Ji untuk mengerjakan SAT-nya lagi. Hyun Ji menolak, dia sedang sibuk sekarang. Dia pun segera pergi.

Bong Pal hanya tersenyum melihat sifat konyol hantu manis satu ini.


*****
Seo Yeon menghampiri Hye Sung untuk mengembalikan pulpenya yang terjatuh dari tas Hyun Joo. Hye Sung membenarkan kalau pulpennya, darimana kau menemukan ini?

“Itu bukan aku. Mahasiswa di kelas kita yang mengambilnya.”

“Siapa?”

“Namanya No Hyun Joo.”

“Oh, anak yang melewatkan kelas hari ini?”

Seo Yeon membenarkan. Dia kemudian permisi karena dia rasa Hye Sung tengah sibuk. Hye Sung dengan ramah tanpa merubah ekspresinya, dia tanya bagaimana dengan kondisi anjing yang sekarang dirawat Seo Yeon. Seo Yeon berkata kalau anjingnya baik – baik saja.
Hye Sung menawarkan bantuan, kalau ada apa – apa dia bisa segera menghubunginya.



Seo Yeon mengiyakan lalu permisi pergi.
Wajah ramah Hye Sung seketika berubah mengerikan dalam sekejap selepas kepergian Seo Yeon.



*******

4 Responses to "SINOPSIS Let’s Fight Ghost Episode 4 Bagian 1"

  1. baiklahhhhh taraaaaaa Ayukkk hadirr menyapa andaa kakkk..
    tapi bingung mo bilang apa..hehehe sayu hal pastii thanks udahh nulis buat kamiii :-*

    ReplyDelete
  2. baiklahhhhh taraaaaaa Ayukkk hadirr menyapa andaa kakkk..
    tapi bingung mo bilang apa..hehehe sayu hal pastii thanks udahh nulis buat kamiii :-*

    ReplyDelete
  3. baiklahhhhh taraaaaaa Ayukkk hadirr menyapa andaa kakkk..
    tapi bingung mo bilang apa..hehehe sayu hal pastii thanks udahh nulis buat kamiii :-*

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkw.. sama - sama. Makasih udah ngintip blogku, sering2 main aja.. hehehe

      Delete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^