SINOPSIS Let’s Fight Ghost Episode 2 Bagian 2

Sinopsis Let’s Fight Ghost Episode 2 Bagian 2
Seorang pria paruh baya tengah tertidur setelah menenggak beberapa botol minuman. Rumahnya yang berantakan semakin menambah seram situasi rumah itu. perlahan decitan pintu terdengar, tangan menyeramkan muncul dari balik jendela. Sosok hantu menyeramkan menghampiri Si Pria. Ia membisikkan sesuatu pada pria itu hingga akhirnya si pria terbangun.

Betapa terkejutnya pria itu saat melihat wajah pucat pasi dengan codet diwajahnya berada tepat didepan wajahnya.







*****
Keesokan paginya, berita seorang pria menyebar dan beberapa ibu mulai menggosipkan sebab meninggalnya pria tersebut. Mereka percaya bahwa kematian pria itu disebabkan oleh hantu yang berkeliaran ditempat mereka. itu hantu wanita dari kedai kopi dulu.

Biksu Myung Chul tanpa sengaja mendengarkan pembicaraan beberapa ibu itu.

“Ah, Ya. Eun Shil-Shi. Mereka menemukan mayatnya ada ditoilet. Suami kurang ajarnya yang sudah memukul dia sampai mati.” Cerita salah satu dari mereka.

“Benar. Semenjak saat itu, beberapa orang meninggal disini.” Timpal yang lain.



Saat bercerita horror, mereka sangat terkejut karena kehadiran sosok Biksu Myung Chul. Mereka tersentak dan bertanya siapa dia?

“Maaf, dimana tempat Gampo?”

Ibu – ibu menunjukkan arah menuju gampo. Biksu Myung Chul mengambil sepotong makanan milik si Ibu lalu permisi untuk melanjutkan perjalanan.


****
Semenjak meninggalnya penghuni kos, semua orang yang tinggal disana memilih pergi. Pemilik kos mencoba meyakinkan mereka bahwa tempatnya itu aman. Namun tak seorang pun yang berniat tinggal disana lagi.

Ibu Kos menyiramkan air garam untuk mengusir setan jahat yang ada di kosnya. Bertepatan saat itu, Biksu Myung Chul sampai. Tak pelak air garam itu membuat wajahnya basah.




Biksu Myung Chul mengecek kondisi tempat kos dan menuju ke kamar tempat pria yang kemarin meninggal. Ibu Kos membenarkan dan ia berkata bahwa setiap mereka masuk ke kamar itu, sesuatu yang buruk akan terjadi. Rumor telah menyebar dan membuatnya sangat kecewa. Ibu Kos memohon agar Biksu Myung Chul dapat mengatasi masalah itu untuknya.


Biksu Myung Chul memulai ritual pengusir hantu. Dia mengaku pada ibu Kos kalau ia merasakan aura jahat dan ada aura seorang wanita. Biksu Myung Chul berkata, “Eun Shin...Eun Shil?”

Ibu Kos terkejut, bagaimana? Apakah dia ada disana? Apakah aku telah membuatmu kesulitan?

Biksu Myung Chul mengeluarkan pedang untuk pengusir setan. Dia mulai bersiul dan menunjukkan posisi siaga. Entah siapa atau apa, tubuh Biksu Myung Chul terdorong kedalam kamar dan pedang yang dipegangnya terpental keluar.

Ibu Kos panik hingga meninggalkan Biksu Myung Chul.

Biksu Myung Chul bersusah payang memegang pintu. Dia sama takutnya dengan ibu kos tapi sepertinya ada sesuatu yang menarik Biksu Myung Chul hingga ia tak bisa keluar ruangan.

“AHJUMMA, Panggil seorang shaman. Ahjuma!!” teriaknya saat terseret kedalam kamar kos.

*****
Hye Sung kembali ke klinik hewan sambil membawa anjing yang ia rawat kemarin. Perawat disana bertanya kenapa dokter terlambat? Hye Sung mengaku kalau ia habis mengisi kelas. Ia meminta pada perawatnya untuk memberikan vitamin pada anjing yang ia bawa.

“Apa ruang operasi sudah siap?” tanya Hye Sung. Perawat mengiyakan.

Selepas kepegian Hye Sung, perawatnya mulai mengeluh karena biaya makan untuk hewan disana sangat tinggi. Bagaimana kalau mereka sampai bangkrut.



Diruangannya yang gelap, Hye Sung melepas pakaiannya dan dipunggungnya yang tampak berotor terdapat sebuah tato bergambar kalajengking. Tatapan Hye Sung yang biasanya tampak baik dan lembuk, kini berubah tajam dan menakutkan.



****
Dijalan. Dia kelas. Diperpus. Makan siang sampai dengan naik bus, hari – hari Bong Pal selalu ditemani oleh Hyun Ji. Meski bersikap manis ataupun mencoba akrab dan menempel terus pada Bong Pal, Hyun Ji selalu saja diabaikan.

Bahkan saat ia berbicara pada Bong Pal saat di bus, Bong Pal lebih memilih menyumpal telinganya daripada mendengar ocehan Hyun Ji.






*****
Malam harinya, Bong Pal tengah memasak dan Hyun Ji belum lelah merecoki apa yang dia lakukan. Hyun Ji meminta Bong Pal untuk memasak kimchi dan juga dadar gulung.

Bong Pal kesal, “Bisakah kau pergi? Apa kau tak pulang kerumah dan terus berkeliaran disini? Kenapa aku?”



Hyun Ji berubah sedih karena dia tak tahu kenapa ia harus pergi.  Dia tak ingat rumah dan bahkan sosok ibunya. Dia selalu mendapatkan makan dengan mencuri makanan di tempat pemakaman. “Kau tahu betapa sedihnya aku? Apa kau tak kasihan padaku?”

Bong Pal menatap Hyun Ji prihatin namun tak lama raut wajah itu berubah nyinyir. “Apa kau merubah stategi? Aku tak merasa kasihan sama sekali.”


Suara Biksu Myung Chul terdengar memanggil Bong Pal. Bong Pal menyuruh Hyun Ji untuk segera pergi, meskipun Biksu Myung terlihat tak berguna sekarang. Tapi dia pernah menjadi sangat hebat. “Aku tak tahu apa yang akan dia lakukan padamu.”

Bong Pal berlalu untuk membukakan pintu dan Hyun Ji hanya bisa menghela nafas kesal. Ia pun menghilang dalam sekejap mata.


Biksu Myung Chul kembali dengan membawa sebungkus sosis. Bong Pal melihat wajah kusut dan babak belur Biksu Myung Chul, “apa yang terjadi pada wajahmu?”

“Aku punya alasan. Aku mungkin akan tinggal dirumah lebih lama.”

Em, Biksu Myung Chul terdiam, dia merasakan sebuah energy di ruangan Bong Pal. Ia menuju ke tempat dimana Hyun Ji tadi menghilang. Biksu Myung Chul bertanya tanya namun rasa lapar lebih membuatnya tertarik dibanding energi aneh yang ia rasakan.



Hyun Ji hanya menatap makanan lezat dimeja makan dengan wajah kelaparan.



Biksu Myung Chul memberikan saran agar Bong Pal tak lagi menjadikan dirinya pengusir setan. Ia rasa pekerjaan ini tak bisa dianggap sepele. Bong Pal berfikir, “Kalau begitu, bisakah kau memberikan saja aku uang 90 juta won?”

Mulut Myung Chul langsung terkatup, “Makan sajalah kalau begitu.”

Bong Pal tanpa sengaja melihat Hyun Ji dibalik jendela. Dia menujuk dirinya yang ingin makan sosis juga. Bong Pal rupanya tak bisa terus mengabaikan Hyun Ji, ia menurut.
“Apa yang kau lakukan ditengah makan malam?” tanya Biksu Myung Chul.

“Aku akan memanggang sosis. Ada kucing tersesat disini.” Ucap Bong pal menatap Hyun Ji.




Hyun Ji tak perduli, dia lebih perduli dengan sosis yang dipanggang oleh Bong Pal. “Yang banyak. Yang banyak.” Bisiknya.


*****
Perawat di klinik Hye Sung berpamitan untuk pulang, pekerjaan mereka telah selesai untuk hari ini. Hye Sung dengan ramah meminta mereka untuk berhati – hati dijalan.

Hye Sung kembali ke mejanya untuk membuat poster yang ia gunakan untuk mencari pemilik baru dari anjing yang ia temukan.



Seo Hyun melewati depan klinik Hye Sung, dia melihat anjing milik Hye Sung dan mengenalinya. Saat itu pula, Hye Sung memasang poster anjing itu dikaca. Keduanya saling menyapa satu sama lain. Hye Sung juga mengucapkan terimakasih karena bantuan Seo Hyun kemarin.

“Ngomong-ngomong, apa anda belum menemukan pemilik anjingnya?”

“Belum. Kami harus menemukan pemilik yang baik. Ngomong ngomong, bisakah kau merahasiakan tempat ini dari murid lain?”

Seo Hyun mengiyakan. Ia kemudian pamit untuk melanjutkan perjalanan.





*****
Disaat larut malam, Hyun Ji masuk ke rumah Bong Pal yang sudah gelap. Dia berjalan menuju kamar Bong Pal dan melihat foto Bong Pal bersama kedua orang tuanya. Hyun Ji bertanya – tanya, kenapa kalau Bong Pal punya orang tua tapi memilih untuk tinggal sendiri?

Hyun Ji membuka buku milik Bong Pal yang berisi catatan keuangan. Dia mengejek sifat hemat dan teliti Bong Pal.

“Itulah kenapa dia tak memberiku kesempatan. Padalah itulah caraku untuk membuktikannya.” Hyun Ji terdiam. Dia menatap Bong Pal yang tertidur lelap, “Kesempatan?”



Hyun Ji mendekati Bong Pal lalu mengatur nafasnya, dia menatap bibir Bong Pal. “Itu bukan bibir. Itu hanya sosis darah. Sosis darah.”

Hyun Ji perlahan mendekatkan bibirnya. Sedikit lagi daaaan...



Suara Biksu Myung Chul yang mengigau mengagetkan Hyun Ji. Hyun Ji menghela nafas lega karena tak terjadi apa – apa. Ia berniat melanjutkan aksinya namun Bong Pal sudah terbangun dengan mata menatap Hyun Ji curiga. “Apa yang kau lakukan padaku?”

“Apa yang kau maksud?”




Hyun Ji bergegas kabur dan Bong Pal mengejarnya. Hyun Ji sampai melompati Biksu Bong Pal yang tidur.

“Apa kau baru saja melompatiku?” tanya biksu Myung Chul saat terbangun.

“Tidak. Kucing tersesat.” Jawab Bong Pal segera pergi.




******
Biksu Myung Chul mengompres punggungnya yang masih sakit karena terkena pukulan keras. Ia lalu mengecek ponselnya yang belum juga mendapatkan balasan dari seseorang yang ia kirimi pesan.

Bong Pal keluar dari kamar mandi, Biksu Myung Chul tanya apa Bong Pal sudah membaca surat terakhir yang ayahnya kirim untuknya. Bong Pal mengaku kalau ia tak tahu.

“Bukankah kau membacanya? Ayo cepat dibaca.” Perintah Biksu Myung Chul tapi Bong Pal mengaku kalau dia sudah membuang surat itu.

“Apa kau tak penasaran apa yang dia lakukan dan dimana dia berada?”
Bong Pal seolah tak perduli dan masuk ke kamarnya.


Biksu Myung Chul mencoba untuk menemukan surat yang sudah dibuang oleh Bong Pal namun seorang wanita galak malah memarahi Myung Chul. Dia mengira kalau Myung Chul berniat mencuri box tempat sampah.

Myung Chul mencoba menjelaskan tapi si Ibu Ketua Kelompok apartemen menuduh Myung Chul berbohong. Myung Chul berkata kalau dia itu tinggal di apartemen nomor 402.



Ibu Ketua tak percaya karena pemilik apartemen 402 sudah lama pergi. Myung Chul menjelaskan kalau pria yang dia maksud itu pria tampan di apartemen 402. Ibu Ketua tetap tak percaya, bahkan dia sempat mendorong Myung Chul yang berusaha mencari surat milik Bong Pal.



Dari kejauhan, Bong Pal melihat percekcokan keduanya tapi ia tak ada niatan untuk menengahi. Dia malah celingukan, “Apa dia (Hyun Ji) sudah pergi?”



*****
Dikampus, Bong Pal berpapasan dengan pujaan hatinya. Keduanya saling menyapa dengan sopan. Seo Hyun tanya apakah Bong Pal akan menuju ke kelas Prof Kang. Dia yakin kalau kelas itu akan sulit. “Semoga menyenangkan. Sampai bertemu dikelas minggu depan.”

Bong Pal tersenyum terpesona dengan sikap ramah Seo Hyun.



****
Bong Pal membereskan buku miliknya untuk dikemasi, pensil yang berada diatas meja terjatuh dan saat ia akan mengambilnya, seseorang sudah lebih dulu memungut pensil tersebut.

“Terimakasih.” Ucap Bong Pal.

“You’re welcome. ” Jawab Hyun Ji dengan senyum cerah. “Kau sedang dalam mood yang baik?”

“Ya hanya sampai aku melihatmu.” Rutuk Bong Pal.

“Apa yang kau katakan? Aku sangat senang melihatmu.” Goda Hyun Ji.


Dibangku belakang, sosok In Rang dan Chun Sang muncul memperhatikan gerak gerik Bong Pal. Keduanya berfikir kalau Bong Pal sedang berbicara dengan hantu dan itu membuatnya semakin ngeri.

Nyali mereka menciut hingga kembali bersembunyi.



Bong Pal menerima panggilan saat keluar dari kelas. Seseorang menghubunginya dan Bong Pal membuat janji untuk bertemu dua jam lagi.

Dibalik pilar, kini ada lagi sosok yang terus menguntitnya selain Hyun Ji, mereka In Rang dan Chun Sang.

“Kenapa kau tiba – tiba senang?” tanya Hyun Ji.

“Aku dapat pekerjaan. Jangan mengikutiku.”

“Aku akan ikut.”



In Rang dan Chun Sang berlari mengikuti langkah Bong Pal.

“JANGAN MENGIKUTIKU!!” bentak Bong Pal pada Hyun Ji tapi Chun Sang dan In Rang lah yang terhenyak kaget. Keduanya panik dan berjalan mendahului Bong Pal.

“HAASHH!!” teriak Bong Pal lagi. Dua orang itu lagi – lagi salah tingkah dan memilih duduk dibangku didekat mereka berdiri.



Bong Pal menyatukan kedua tangannya. “Jangan ikuti aku, aku mohon.”

Hyun Ji ikut menyatukan kedua tangannya pula, “Jadi tolong lakukan saja satu permintaanku.”

Hyun Ji berkedip kedip genit tapi Bong Pal tetap tak setuju untuk melakukannya.


In Rang dan Chun Sang duduk dengan tegang. In Rang bertanya, bukankah dia baru saja bicara dengan hantu?

Chun Sang menunjukkan tangannya yang merinding. Dia memukul tangan In Rang dengan senang, “meskipun begitu, aku tetap menyukainya.”

Mereka berdua kembali mengikuti Bong Pal.

*****
In Rang dan Chun Sang mengikuti Bong Pal sampai larut malam. Sebelum keduanya kembali mengikuti Bong Pal, mereka meminum obat terlebih dahulu.



Clien Bong Pal rupanya adalah Ibu Kos yang kemarin. Melihat sosok Bong Pal yang masih muda, dia tak yakin apakah Bong Pal bisa melaksanakan tugasnya karena kemarin seorang Biksu malah membawa uangnya tanpa menyelesekaikan pekerjaan.

Bong Pal meyakinkan, karena dia berbeda dengan biksu yang berpura – pura itu. dia tak akan kabur dan Ibu Kos juga bisa memberikan uang bayaran setelah pekerjaannya selesai.

Ibu kos kini percaya dan menunjukkan kamar tempat pria kemarin mati.



Bong Pal masuk kedalam ruangan sedangkan Hyun Ji menuju ke samping tempat kos itu karena menemukan sesuatu yang aneh.



Dibelakang mereka, Chun Sang dan In Rang membuka acara hantu live dadakan mereka.


Dipojok tempat kos, Hyun Ji menemukan hawa aneh.


Dikamar yang dimasuki Bong Pal mulai menunjukkan tanda – tanda keanehan. Lampu disana mulai berkedip kedip.


Sedangkan In Rang dan Chun Sang juga mengalami hal yang sama, rekaman yang mereka lakukan terus bergerak – gerak tak jelas.


Hyun Ji memungut pisau berhawa hitam dipojokan kamar kos.


Bong Pal membuka lemari yang terletak disudut ruangan. Tak ada apapun didalam sana hingga Bong Pal pun kembali mencari keberadaan hantu disana. Dan secara mengejutkan, sebuah tangan muncul dari dalam lemari dan meraih pundah Bong Pal.

Tubuh Bong Pal tertarik ke dalam lemari.


In Rang serta Chun Sang dan juga Hyun Ji mendengar suara gaduh yang berasal dari kamar tersebut.



Didalam lemari, hantu itu berbisik dengan ketakutan pada Bong Pal. “Cepat pergi! Cepatlah pergi.”


Rupanya semasa hidupnya, hantu itu sering mendapat perlakuan kasar dari suaminya. Ditendang. Dipukul. Dijambak. Dan pada akhinya sang suami mendorong istrinya itu ke dalam lemari.


Bong Pal bergegas membuka pintu lemari, dia mendapati Hyun Ji ditangkap oleh hantu jahat yang langsung melempar tubuh Hyun Ji. Bong Pal memberikan perlawanan dengan menumbuk tubuh besar hantu pria.


Sedangkan diluar kos, Myung Chul kembali ke tempat Kos untuk mengambil pedang yang tertinggal. Dalam hatinya ia ketakutan karena suasana malah hari semakin menakutkan. Dia pikir dia sudah gila hingga akhirnya ia memutuskan pergi dan akan mengambilnya esok hari.


Kembali ke dalam kos, Bong Pal terdorong ke luar kamar dan tubuhnya terhempas. In Rang dan Chun Sang mencoba mengabadikan momen itu dengan panik. Bong Pal dan Hantu terlibat perkelahian sengit.




Dalam acara streaming, beberapa orang berkomentar bahwa apa yang mereka film-kan hanya sekedar pertunjukan. Dengan menyindir, mereka mengatakan kalau acara ini mungkin bisa mendapat oscar.

Chun Sang kesal, ia mengarahkan kamera ke wajahnya. “tolong jangan katakan kalau ini adalah sebuah pertunjukan. Kami benar – benar sedang memfilmkan hantu sekarang. Ini siaran langsung, jadi jangan ganggu kami. Kita takut sampai hampir mati.”

Diluar, Tubuh Bong Pal terangkat keudara karena lehernya dicekek oleh si hantu. In Rang dan Chun Sang sangat terkejut karena Bong Pal berada tepat didepan tempat mereka bersembunyi.

Chan Sung segera menutup pintu, keduanya kembali meminum obat penenang dengan gemetaran.



Melihat Bong Pal dicekik, Hyun Ji datang membantu dan keduanya bekerja sama melawan hantu tersebut. Sedangkan hantu itu semakin liar, asap hitam semakin banyak keluar dari mulutnya.

Tepat saat itulah Hyun Ji melihat luka menganga diperut bagian kanan si hantu.




Rupanya, penyebab meninggalnya hantu pria tersebut diakibatkan oleh seseorang yang menusuk perutnya. Lalu pisau yang digunakan oleh pelaku disembunyikan di pojok tempat kos disana.




Hyun Ji memberikan tanda, Bong Pal reflek mengangkat tubuh Hyun Ji dan membantunya agar bisa menendang si hantu pria. Hantu itu kehilangan keseimbanga, Hyun Ji langsung menjagalnya dari belakang. “Bong Pal, tendang disamping. Disamping!”

Tak membuang waktu, Bong Pal melayangkan tendangan lalu sebuah pukulan tepat diposisi yang Hyun Ji tunjuk.

Seketika hantu itu lenyap dan berubah menjadi asap hitam.


Keduanya melakukan high five dengan riang.

Didepan pintu, hantu perempuan tersenyum kearah mereka dan membungkuk seolah mengucapkan terimakasih, akhirnya perempuan itu juga berubah menjadi abu.



Hyun Ji memuji kerja bagus Bong Pal yang telah membantu Hantu Wanita kembali ke tempat dimana dia seharusnya berada. “Ayolah jangan malu.”

Bong Pal berubah baik pada Hyun Ji dan mengajaknya untuk pergi dari sana. Tapi sebelum pergi, ia menemukan pedang paman tergeletak direrumputan. “Kenapa ini ada disini?”

Hyun Ji mengkat bahunya, dia tak tahu.



******
“Seperti saat ini dan sebelunya, kau bisa melihat kelemahan hantu?” tanya Bong Pal penasaran. Keduanya kini sudah berada di rooftop menikmati udara malam. Hyun Ji mengamini tapi dia tak mau memberitahukan caranya pada Bong Pal.

“Hey, lalu kenapa kau mengikuti ku? Apakah kau menyukaiku?”

“Tidak.”

“Atau kau berniat menyerap energiku?”

“Tidak.”




“Lalu kenapa kau mengikutiku?”
Hyun Ji kembali menceritakan kisahnya yang tak bisa mengingat akan masa lalunya. Dia tak tahu ibunya, rumahnya maupun orang tuanya. Selama lima tahun tak tahu siapa dirinya. Sampai untuk pertama kalinya, sekilas ia melihat masa lalunya. Dan dia ingin mecobanya lagi.



“Kapan dan apa yang kita lakukan?” tanya Bong Pal meledek.
Pipi Hyun Ji memerah, dan menolak untuk mengatakannya. Hyun Ji yakin kalau Bong Pal tahu maksudnya.
“Aku tetap tak tahu.” Ledek Bong Pal.
“Ya ampun. Lupakan saja.” Rutuk Hyun Ji membuat Bong Pal tersenyum dan tanpa diduga, dia melayangkan kecupan di bibir Hyun Ji. Jelas saja Hyun Ji terkejut dalam diam.




******



8 Responses to "SINOPSIS Let’s Fight Ghost Episode 2 Bagian 2"

  1. lanjut bossssssssssssssssssssssssss...

    kereeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnnn

    ReplyDelete
  2. Wuaaa...aku tugguu....aq sll mnnti semua sinopsis nya..ayok smngat yaa...��

    ReplyDelete
  3. Seruuu bangettt, ga sabar nunggu eps 3, semangattt ᕕ( ᐛ )ᕗ ...

    ReplyDelete
  4. seruuuuuu bangetttt ga sabar nunggu selanjutnya :)semangattttttt yaaa

    ReplyDelete
  5. Lanjt trus yaaaaaaa
    S E M A N G A T....

    ReplyDelete
  6. Sukaaa.. Makasi sinopsisnya. Semangat nulisnya chinggu.. :D

    ReplyDelete
  7. min judul lagu pas kissdi atap apaan ya ?

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^