SINOPSIS Let’s Fight Ghost Episode 2 Bagian 1

SINOPSIS Let’s Fight Ghost Episode 2 Bagian 1
Park Bong Pal melangkahkan kakinya dengan santai. Matanya tanpa sengaja melihat seorang ibu yang tengah menasehati putranya dengan penuh kasih sayang.

Raut mata Bong Pal sekejap berubah sendu. Kejadian itu membangkitkan ingatannya dimasa lalu.




Saat dia kecil, Bong Pal melambaikan tangannya pada Sang Ibu diseberang jalan. Ibu membalas lambaian itu dengan senang pula. Namun sebuah sosok hitam tiba – tiba muncul dibelakang ibu. Sosok hitam itu mendorong tubuh ibu hingga terpental ke tengah jalan dan bertepatan dengan sebuah mobil yang melintas. Tak pelak tubuh ibu tertubruk mobil tersebut dan terkapar ditengah jalan.

Bong Pal kecil tak mampu menggerakkan tubuhnya se-inchi pun. Dia diam membeku.




Air mata Bong Pal tak henti – hentinya mengalir ketika pemakaman ibunya. Dia menatap foto ibunya yang kini telah meninggalkan ia untuk selama – lamanya.

Kini hantu kembali muncul mendatangi Bong Pal dan tersenyum mengerikan ke arahnya. Bong Pal terkejut dan menyudutkan tubuhnya ke dinding, dia menyembunyikan wajahnya. “Ibu..” gumam Bong Pal ketakutan.




*****
Bong Pal kecil berubah murung dan enggan untuk bermain bersama dengan temannya. Ia memilih duduk dipojokan dan bermain sendiri. Namun gurunya mencoba membujuk Bong Pal agar dia mau untuk bermain dengan temannya yang lain.

Bong Pal bisa tersenyum saat ia bermain dengan temannya namun senyum itu kembali sirna saat sosok hantu mulai mengganggunya. Bong Pal menggosok kedua telapak tangannya dengan ketakutan, “Tolong maafkan aku ahjumma. Tolong...”




Teman bermain Bong Pal melihat tingkahnya menjadi heran. Bong Pal hanya bisa sesenggukan dan duduk di pojok ruangan tanpa teman.


****
Kembali ke masa sekarang, Hyun Ji yang menemui Bong Pal mengatakan kalau ia ingin memastikan sesuatu. Ia terbang menuju ke arah Bong Pal dan berniat untuk mengecupnya. Namun saat bibir Hyun Ji hampir menyentuh bibir Bong Pal, Bong Pal malah menjambak rambut Hyun Ji hingga kepalanya tertarik mundur. Berasa nonton video ekspektasi vs realita.




Tak hilang akal, Hyun Ji menarik leher Bong Pal dan berusaha untuk mengecupnya lagi. Tapi Bong Pal dengan kasar menggeplak kepala Hyun Ji yang tiba – tiba saja ingin menciumnya.
Hyun Ji membentak Bong Pal dan merutuk karena ia ingin memastikan sesuatu.

“Ada apa dengan perlakuan tak sopanmu ini? kau jelas lebih muda dariku!”

Hyun Ji tersipu saat Bong Pal berfikir kalau dia lebih muda darinya. Tapi sebenarnya Hyun Ji ini lebih tua soalnya dia sudah meninggal selama lima tahun.



“Jadi kau seorang noona?” tanya Bong Pal dan dijawab anggukan manja oleh Hyun Ji. Bong Pal berdecak merasa terganggu. Ia menyuruh Hyun Ji untuk pergi saja.



Bong Pal sampai didepan apartemennya tapi ia lupa membawa kunci. Namun knop pintu berputar dari dalam dan pintu sudah tak terkunci lagi. Bong Pal membuka pintu, dia lagi – lagi harus mendapati sosok Hyun Ji di rumahnya.

“Ta – da.” Sambut Hyun Ji dengan kedipan manis.

Bong Pal mendesah, untuk apa Hyun Ji datang kerumahnya. Hyun Ji masih bersikap manis, “tidak mengucapkan terimakasih?”

“Terimakasih. Sekarang kau bisa pergi.” Ucap Bong Pal malas.


Helaan nafas terdengar dari mulut Bong Pal, dia menemukan rumahnya yang kini berantakan dan ia terlalu lelah untuk membereskannya. Meskipun malas, Bong Pal memaksakan diri merapikan rumah. Dan satu lagi yang membuatnya kesal, sosok hantu rese’ Hyun Ji terus menguntit langkahnya dan menunjukkan wajah penuh senyum.

Bong Pal menghiraukan bahkan menganggapnya tak ada namun Hyun Ji tak patah semangat.




“Kau ternyata lebih rapi dari apa yang terlihat.” Puji Hyun Ji. Namun Bong Pal tak perduli dan kembali menyuruhnya untuk pergi. Hyun Ji meminta Bong Pal untuk menuruti satu permintaannya saja. Toh Bong Pal hanya perlu menutup matanya.

Bong Pal kekeuh menolak karena bukan hanya Hyun Ji saja hantu yang terus menempel padanya.



“WUA!” tunjuk Hyun Ji tiba – tiba ke arah punggung Bong Pal. Bong Pal menoleh dan Hyun Ji berniat mengecupnya lagi tapi sayangnya tangan Bong Pal sigap menahan jidat Hyun Ji.

“Aku tak tahu apa yang kau inginkan, tapi tolong cari orang lain. Haruskah aku memperkenalkanmu?”

Hyun Ji menangkupkan kedua tangannya dan tersenyum menunjukkan kedipannya. “Yang aku butuhkan hanya kau. Bantu aku, sekali ini saja. Aku mohon.”

“Tidak! Tidak!! Tidak!!! Dan kau ini cukup memalukan sebagai hantu. Kau bahkan tak membayar 10 juta wonku.”



Hyun Ji mendesah tak percaya karena Bong Pal terus seperti itu hanya karena 10 juta won. Bong Pal mulai hilang kesabaran, dia mencari pengusir hantu dan menunjukkannya pada Hyun Ji.

Hyun Ji ketakutan hingga tak punya pilihan lain selain pergi. Dan Bong Pal pun menaruh kertas pengusir hantunya ke dalam plastik sampah.



*****

Bong Pal membuang plastik sampah setelah menyelesaikan bersih – bersih rumah. Sosok Hyun Ji kembali muncul seketika mengikuti Bong Pal.

Hyun Ji melambaikan tangan pada Bong Pal. Fiuh, helaan nafas Bong Pal kembali terdengar.



*****
Chun Sang dan Kim In Rang mengecek kembali video dalam lift saat mereka diserang oleh hantu Guru Cabul. Meskipun tak terekam dalam kamera tersebut, mereka yakin kalau Bong Pal  melihat dan bahkan memukul hantu itu tepat di wajahnya.

“Wah, junior kita memang tak main – main.” Ucap Chun Sang. In Rang heran, bukankah mereka juga melihat hantunya.

Chun Sang membenarkan, itu disebut sebagai Silver Code. Dimana saat seseorang dalam keadaan sangat ketakutan dan  mereka bisa melihat hantu. Dan saat hantu dan kau terdapat sebuah hubungan, itulah yang dinamakan silver code.



In Rang baru mengerti apa itu Silver Code. Chun Sang serasa ingin mencekik In Rang yang tak belajar pengetahuan dasar padahal dia itu wakil ketua club pencari hantu.

Chun Sang kembali menganalisis video hasil rekaman mereka, “Dan disini, junior tak melihat hantu dalam kondisi silver code. Dia bahkan menatap kearah hantu. Sehingga dia pun bisa memberikan perlawanan pada hantu itu.”

Chun Sang sangat tertarik untuk merekrut Bong Pal. In Rang tanpa buang waktu segera mencari informasi mengenai juniornya tersebut.



*****
Makan Siang Bong Pal terasa sepi karena ia hanya duduk di bangku sendiri. Hyun Ji juga sudah tak ada bersamanya. Berbanding terbalik dengan Profesor Joo Hye Sung yang mampu bergaul dan bersosialisasi dengan baik. Mahasiswa pun tanpa segan menyapa dan mengerubunginya.

“Dia sangat keren. Begitulah seharusnya menjadi seorang pria.” Sindir Hyun Ji. “Kau ini apa? Ubur – ubur?”




Hyun Ji menyarankan Bong Pal untuk membawa seekor anjing juga. Agar beberapa mahasiswa mau menegurnya seperti Hye Sung. Bong Pal mendecit, “Anjing, pant*tku.”

Hyun Ji mengeluh dengan sikap kasar Bong Pal namun Bong Pal membela diri karena seperti itulah apa adanya dia. Hyun Ji kemudian melihat ke lauk makan siang Bong Pal, dengan berbinar ia mengatakan kalau ia sangat suka dadar gulung.


Bong Pal asal saja menyuruh Hyun Ji untuk membeli di warung. Hyun Ji mengingatkan kalau dia itu kan hantu dan hantu hanya bisa makan makanan yang diberikan oleh orang lain seperti ditempat pemujaan. Maka dari itu, dia meminta Bong Pal menyuapinya sepotong dadar gulung dan nasi.



Bong Pal setuju lalu mengarahkan sepotong dadar gulung ke mulut Hyun Ji. Tapi isengnya, dia malah memasukkan dadar gulung untuk ia sendiri. Hyun Ji jelas saja cemberut dibuatnya.


Chun Sang dan In Rang menyapa Bong Pal yang makan sendirian di bangku taman. Keduanya mencoba bersikap bersahabat namun Bong Pal bersikap dingin hingga keduanya pun menjadi canggung. Chun Sang mencoba memperkenalkan diri dengan formal, “Aku mahasiswa pendidikan fisika. Choi Chun Sang. Dan ini....”

“Aku mahasiswa jurusan komputer. Aku Choi In Rang.”

“Lalu?” singkat Bong Pal.



Keduanya tertawa dengan garing, Chun Sang mengatakan kalau dia melihat bagaimana beraninya Bong Pal melawan hantu kemarin. Dia berniat untuk melakukan hal itu lagi bersama – sama.

Chun Sang menumpuk ketiga tangan mereka. “Ayo kita berantas kegelapan bersama!”
Bong Pal menarik tangannya, “Aku tak mau.”


Bong Pal pergi meninggalkan mereka dan juga sisa makan siangnya. Hyun Ji mendesis dan berniat mengambil sepotong dadar gulung yang tersisa tapi tangan Chun Sang berhasil meraihnya lebih dulu.

Hyun Ji mendelik dengan kesal hingga membuat Chun Sang merinding tanpa sadar kalau ada hantu didekatnya.



*****
Bong Pal masuk dalam kelas dan mendapati kelasnya sangat penuh. Tak lama kemudian, Prof Joo Hye Sung masuk ke dalam kelas dan mahasiswi menatapnya dengan tatapan antusias.

“Di daftar hadirku terdapat 22 mahasiswi, tapi rupanya yang menantikan cukup banyak. Kelasku tak akan menyenangkan. Aku pikir harapan kalian terlalu tinggi.” Buka Hye Sung. Dia lalu memperkenalkan diri sebagai Profesor yang akan menggantikan Profesor Lee Jin Sung. Hye Sung sendiri juga sudah lama menjadi pengajar di universitar ini.

Sebelum memulai pelajaran, ia meminta murid lain yang tak ada dalam jadwal kehadiran untuk meninggalkan kelas. Ia khawatir kalau kondisi kelas menjadi tidak kondusif.



Hye Sung mulai mengabsen satu demi satu muridnya. Dan Bong Pal tersenyum kasmaran saat Im Seo Hyun disebut. Dia menatap Seo Hyun yang terlihat sangat cantik dengan mata berbinar.



“Apa kau sangat bahagia?” tanya Hyun Ji mengagetkan Bong Pal. “Kau suka gadis macam Im Seo Hyun, kan? Dia langsing dan ramping.”

Bong Pal dengan lirih mengusir Hyun Ji, memang kau tak ada tempat lain untuk didatangi. Hyun Ji menggeleng santai.

“Kau benar – benar membuatku gila.” Rutuk Bong Pal keras hingga seisi kelas mendengarnya.



Hye Sung bertanya pada Bong Pal, apa dia punya masalah?

Bong Pal kebingungan dan dengan malu menjawab kalau dia tak apa apa.


Bong Pal menoleh kekanan dan mendapati Seo Hyun tersenyum kearahnya, Bong Pal menatap surganya dengan malu. Saat ia menoleh ke kiri, ia menatap nerakanya dengan kesal. Hahaha.




*****
Chun Sang menggeram kesal karena video sadako yang mereka upload kini peringkatnya sudah menurun di situs online. Mereka berdua pusing karena mungkin mereka tak mampu membayar biaya untuk proses pem-film-an mereka.

Suara ketukan pintu membuat keduanya bergegas mematikan TV dan alat elektronik lainnya.

Ada orang didalam? Ini dari rumah agensi. Aku tahu kalian didalam. Tolong kosongkan ruangan minggu depan. Jika tidak, kamu akan masuk meskipun tanpa izin. Mengerti?” ucap pria di luar ruangan.



In Rang tanya apa rencana Chun Sang berikutnya. Chun Sang memutuskan untuk melakukan hal yang dibutuhkan untuk bisa merekrut Bong Pal. Meskipun dia pria penyendiri dan mencoba menghindar dari temannya. Kalau mereka bisa menempel dan terus mengatakan kalau dia adalah penyelamat mereka, ia yakin kalau nantinya Bong Pal akan berhasil.

Keduanya berkhayal kalau mereka nanti berhasil dan bisa terkenal. Uang berjatuhan dari langit dan wanita pun akan datang pada mereka.



Tawa pun pecah namun mulut keduanya segera bungkam saat listrik di kamar mereka mati. Sepertinya pemilik tempat sudah memutuskan saluran listrik.


*****
Hye Sung mengakhiri kelas pertama mereka. dia bertanya siapa yang akan menjadi asisten dosen? Seo Hyun mengangkat tangannya. Bong Pal pun tersenyum melihat sifat baik Seo Hyun.

Hye Sung rasa kalau hanya satu mahasiswa maka akan terlalu berat. Jadi dia meminta murid lain untuk membantu.

Tanpa Bong Pal sadari, tangannya telah terangkat karena ulah Hyun Ji. Bong Pal bingung tapi Hye Sung sudah terlanjur setuju agar Bong Pal membantu Seo Hyun.



Kelas berakhir, Seo Hyun menyapa Bong Pal dan ia memperkenalkan diri karena ia tak begitu mengenal Bong Pal. Bong Pal tersenyum canggung, dia memang jarang datang ke event-event jadi wajar saja kalau keduanya tak kenal.

Hyun Ji mendecit karena kebohongan Bong Pal, ia tahu kalau Bong Pal sangat tahu tentang Seo Hyun.

“Baiklah, aku harap kita bisa bekerjasama.” Ucap Seo Hyun ramah.


Hyun Ji menyuruh Bong Pal untuk mengingat bantuannya, ini semua karena dia. Bong Pal tak menjawab, ia hanya menatap Hyun Ji sinis lalu meninggalkannya.

“Aku tahu kalau kau menyukainya.”tutur Hyun Ji.


*****
Hye Sung tengah sibuk memberi makan anjing yang telah menggingitnya. Saat itu pula Seo Hyun datang sambil membawa file yang Profesor Ji Sung berikan padanya. Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan pada file tersebut.

Hye Sung menerima file itu, dia yang akan memberikannya pada Prof Ji Sung. Seo Hyun pun mengucapkan terimakasih. Dia melihat anjing yang diberi makan oleh Hye Sung, bukankah itu anjing yang kemarin menggigit anda? Apa anda memeliharanya?

Hye Sung menggeleng, dia hanya merawatnya untuk sementara.




Hye Sung mendapat sebuah panggilan yang menanyakan keberadaannya. Seminar akan segera diselenggarakan, orang diseberang telefon meminta Hye Sung untuk segera datang. Hye Sung pun menyanggupi.

Hye Sung terpaksa meminta Seo Hyun untuk menemani anjing tersebut makan karena dalam makanan itu ada obatnya jadi harus dihabiskan. Seo Hyun pun mengiyakan tanpa ragu.



*****
Di jalan, pria yang sering diganggu Kyung Ja sedang menelfon dan Kyung Ja menempel terus hingga leher pria itu terasa pegal. “Honey, emmm, kulitmu sangat halus.” Ujar Kyung Ja menempelkan pipinya.

Bong Pal hanya bisa menggeleng melihat hantu genit satu ini.

Tak lama Hyun Ji muncul, ia pun menyapa Kyung Ja. Kyung Ja tanya apa yang sedang Hyun Ji lakukan disana?

“Aku sedang mengikuti seseorang.”

“Siapa?” tanyanya lagi. Hyun Ji terburu – buru, dia berjanji akan menceritakannya nanti.



Kyung Ja masih bergelayut di punggung sang pria tapi sesuatu membuat mata Kyung Ja teralih. Sesosok pria tampan membuat Kyung Ja jatuh hati, siapa lagi kalau bukan Hye Sung. Kyung Ja berniat mengejar Hye Sung namun Hye Sung terlebih dahulu naik taksi menuju ke tempat seminar.



*****
Meskipun tampak malas, rupanya Bong Pal rajin untuk berolah raga. Dia pun melatih pukulannya dengan samsack tapi samsak itu tiba – tiba ditahan oleh seseorang.

Hyun Ji memunculkan kepalanya dari balik karung pukul itu, dia mengedipkan mata manja seperti biasa. Bong Pal tak mau ribut, ia menghela nafas dan memilih untuk push-up.



Lagi lagi Hyun Ji mengganggu Bong Pal dengan menunggangi punggungnya. Eih, Bong Pal kuat banget bisa ngangkat tubuh Hyun Ji tapi Hyun Ji masih mengejek saja, kau masih lemah untuk ukuran pria.

Bong Pal menyuruh Hyun Ji untuk turun.

Hyun Ji masih duduk manis dan malah mengajak Bong Pal untuk mencari makan. Semakin jahil lagi saat dia mulai melompat – lompat dipunggung Bong Pal. Bong Pal menahan tubuhnya yang semakin berat.

Bong Pal berdiri sehingga Hyun Ji terbang, ia memeletkan lidahnya kearah Bong Pal meledek.

Bong Pal hilang kesabaran dan mencari kayu. Akhirnya mereka berdua pun main kejar – kejaran. Ini kdrama apa bollywood? :D




******






3 Responses to "SINOPSIS Let’s Fight Ghost Episode 2 Bagian 1"

  1. Lanjut terus yaaa 😘
    Updatenya setiap kapan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tayang setiap senin selasa. Kalau tepat waktu, selasa dan rabu pagi update bagian satu ^_^

      Delete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^