Sinopsis Vampire Detective Episode 1 bagian 1

Sinopsis Vampire Detective Episode 1 bagian 1
Kasus 1 – Kehidupan Malam
Malam adalah sebuah kehidupan. Energi yang ada saat malam hari lebih kuat dari kekuatan cahaya. Dan saat ini, lebih provokatif. Seperti sekarang, kegelapan menembus kita. Jauh kedalam tubuh kita.” Narasi Yoon San.



Yoon San (Lee Joon) tengah melawan gerombolan penjahat di sebuah lorong. Kekuatannya sungguh diluar sewajarnya manusia, dengan satu tendangan ia bisa merobohkan lawannya yang jumlahnya jauh lebih banyak.

“Siapa... Siapa kau?” tanya seorang dari mereka ketakutan. Apalagi melihat lensa mata hitam Yoon San yang berubah warna menjadi keemasan.

Termotivasi karena kesenangan tak berujung dan keserakahan. Ini meneguhkan dan menggetarkan hati kita. Dan kita tak bisa menolaknya.”



Yoon San merogoh sesuatu dari sakunya. Sebuah kartu nama yang bertuliskan Vampire Detective.


[Lima tahun yang lalu]
Yoon San dan Kang Tae Woo sedang melakukan pertandingan karate. Keduanya sama – sama berusaha sekuat tenaga untuk menjatuhkan satu sama lain. Saling tendang dan tindih tapi akhirnya Tae Woo mampu menahan Yoon San, tak berkutik.


Jung Yoo Jin menanyakan keadaan Yoon San tapi Yoon San malah menggeram. Dia dengan nada bercanda mengajak Tae Woo untuk kembali bertarung, dia akan menunjukkan semua yang ia punya. Tae Woo menyanggupi, dia tak ingin selalu mengalahkan Yoon San.

Disaat ketiganya sedang mengobrol asik. Seseorang memberitahukan kalau mereka bertiga dipanggil oleh dekan.



Yoo Jin, Tae Woo dan Yoon San sudah mengenakan seragam lengkap. Yoo Jin tampak sangat khawatir dan terus menggenggam liontinnya yang berbentuk seperti matahari. Yoon San mencoba mencairkan suasana dengan tersenyum, “Apa kau sangat khawatir? Liontinmu sudah mau luntur.”

Yoo Jin mengaku kalau itu kebiasaannya saat gugup. Yoon San pun memimpin untuk masuk ke ruang dekan.


Dekan cukup resah membaca filenya, dia kemudian berdiri dan mencopot name tag Yoon San, Yoo Jin dan Tae Woo. Ketiganya cukup terkejut dan tak mengerti maksudnya.

“Mulai sekarang, kalian bertiga akan mengambil bagian dalam operasi khusus. Untuk itu, kalian perlu masuk ke sebuah organisasi kriminal rahasia. Aku meminta kalian untuk melakukan upaya terbaik untuk operasi kali ini.” Jelas Dekan. “Apa kalian siap?”

Diam.

“Apa kalian siap?”

“Ya.” Jawab ketiganya mantap.



*****
Alarm darurat terdengar nyaring di sebuah gedung. Yoon San berlari menuju sebuah ruangan dan bergegas melepaskan ikatan yang membeli Yoo Jin. Yoo Jin bertanya dengan kecewa, kenapa kau disini?

“Kita harus tetap bersama untuk waktu yang lebih lama. Ayo pergi!”

Yoon San mengajak Yoo Jin untuk segera pergi meninggalkan ruangan itu.



Mereka berdua bertemu dengan Tae Woo dilift. Yoon San memeluk Yoo Jin menenangkan. Tapi mereka bertiga langsung dikejutkan dengan gerombolan petugas keamanan yang sudah menghadap didepan lift.



Yoon San tanpa basa basi menghajar mereka, meskipun jumlahnya lebih banyak, dia masih bisa menghalau. Tae Woo dan Yoo Jin berhasil kabur. Tak selang lama, Mereka pun kembali dengan mengendarai mobil untuk menjemput Yoon San.



Yoon San bertanya bagaimana keadaan Yoo Jin. Dengan dingin, Yoo Jin mengatakan kalau kondisinya baik – baik saja. Yoo Jin tampak marah dan mereka mungkin akan mendapat teguran besar karena mensabotase misi mereka. Yoon San menenangkan, “Hey... Tidak apa-apa. Kita akan menyerahkan posisi kita jika mereka meminta kita menyerahkannya.”

Yoo Jin meminta Tae Woo mempercepat mobilnya. Tae Woo yang sejak tadi diam saja mengiyakan permitaan Yoo Jin.


Ditengah jalan, Yoo Jin turun dari mobil. Yoon San mengejarnya dan membujuk Yoo Jin untuk kembali ke mobil. Yoo Jin menolak keras hingga Yoon San mengalah, dia memberikan jasnya pada Yoo Jin. Dia akan menunggu Yoo Jin.


“San-ah.” Panggil Yoo Jin sambil mengarahkan pistolnya kearah Yoon San.

Yoon San tak berkutik, dia terdiam menatap Yoo Jin tak mengerti.

“Maaf.” ucap Yoo Jin sambil menarik pelatuk pistolnya. Peluru Yoo Jin menembus ke dada Yoon San.



Yoo Jin dan Tae Woo meninggalkan Yoo Jin yang tergeletak. Tapi baru beberapa saat mobil yang keduanya kendarai berjalan, tiba – tiba mobil itu meledak. Yoon San meraung, “YOO JIN-AH...” teriaknya menyasikan mobil mereka terbakar.

Tepat saat tragedi ini berlangsung, salju pertama turun menemani kepedihan Yoon San.


*****
Sebuah keajaiban, Yoon San rupanya selamat setelah dadanya tertembak. Meskipun kondisinya lemah, dia tetap melatih tubuhnya dengan keras dan mengkonsumsi obat.

Yoon San meremas dadanya yang terdapat bekas luka tembak.


Yong Go Hyung mengomeli sikap keras kepala Yong San. Dokter sudah melarangnya untuk berolahraga dengan keras dan minum obat tapi Yong San tak mau mendengarkan. Apa kau sudah minum obat?

Yong San meyakinkan kalau dia sudah minum obat. Go Hyung sibuk dengan kameranya.

“Kau mau pergi kemana?”

“Kemana lagi? Aku sudah bilang kita harus kerja hari ini.” jawab Go Hyung.


Yong San mengekori Go Hyung, tapi Go Hyung menggeleng melihat pakaiannya. “Bukan masalah pakaianmu. Ini celana olahraga, bukan? Mengapa kau mengenakannya setiap hari? huh?”

Go Hyung membawa Yong San dipermak agar penampilannya agak keren sedikit.


Walhasil, dengan gaya sok kece Go Hyung berjalan memimpin didepan Yong San.
Kita bukan agensi detektif Kelas B. Kita detektif tingkat tinggi. Detektif Swasta.” Batin Yong San bangga.


Entah pekerjaannya apa, Go Hyung mengambil gambar seorang tante yang sedang berkencan dengan berondong. Yong San heran karena Go Hyung mengambil foto sangat banyak, padahal satu atau dua saja sudah cukup.

Go Hyung masih asik memfoto sampai akhirnya si Tante menyadari dan mendekati mobil mereka. Go Hyung memberi tahukan kalau mereka ketahuan, Yong San pun bergegas melajukan mobil mereka.




Go Hyung memuji kemistri keduanya yang sangat luar biasa, seperti karya seni.

Ponsel Go Hyung berdering, dengan kesal ia menerima panggilan itu. rupanya seorang rekan memberikan sebuah pekerjaan untuk mereka.


*****
Setelah mendapat makanan gratis, Detektive Park membawa Go Hyung dan San ke TKP.

“Korban berusia 45 tahun bernama Kim Hyun Sook. Dia meninggal karena sesak napas, tapi kamar tidur dan pintu depannya terkunci. Dan tidak ada tanda-tanda  siapapun menerobos masuk. Kunci rumah ditemukan di tas korban. Melihat tidak ada tanda-tanda gangguan. Melihat tidak ada tanda-tanda gangguan. Waktu kematiannya antara pukul 22:00 - 01:00 minggu lalu. Pada saat itu suaminya pergi perjalanan bisnis. Jadi ini menjadi kasus pembunuhan  dimana tersangka tidak diketahui.” Jelas Detektif Park.


Setelah menerima sedikit penjelasan, Yong San mampu menganalisa dengan cepat kronologi pembunuhan ini.

“Detektif, kebetulan ada pemadaman  listrik ketika korban meninggal, bukan?” tanya San.

Detekti Park terkejut, bagaimana Yong San bisa tahu?

“Oh, aku hanya menebak. Ada banyak lilin di ruang tamu, itu sebabnya. Orang yang dekat dengan korban yang menggunakan kacamata dan merokok secara teratur.”

Yong San salah seorang yang benama Choi Jae Kyung. Ia menduga kalau dialah pelakunya. Detektif Park belum begitu yakin tapi kalau tebakannya benar, akan sangat luar biasa.




Dalam analisa Yong San, pelaku Jae Kyung bertamu ke rumah Kim Hyun Sook saat pemadaman listrik dan Hyun Sook menerima kehadirannya dengan ramah.

Jika itu wajah teman yang akrab. Teman itu pasti bisa masuk ke apartemen tanpa kesulitan apapun. Dan jika dia berniat melakukan pembunuhan, dia bisa menyiapkan senjata.



Jae Kyung menyergap Hyun Sook saat ia lengah dan menjerat lehernya dengan kabel.

“Jika ini adalah pertarungan dua perempuan dengan kekuatan yang sama. Itu akan jadi pertarungan yang mudah. Itu sebabnya pertarungan dimulai dari ruang tamu, lalu ke kamar tidur. Sementara itu, kacamata si penyerang terlempar karena lengan korban jatuh di bawah tempat tidur. Tapi masalahnya adalah penglihatan pelaku yang sangat buruk. Ada senter didalam ruangan tapi ia tidak bisa melihatnya. Itu sebabnya dia menyalakan api yang ia gunakan untuk rokoknya dan menemukan kacamatanya dibawah tempat tidur.”


Yong San menunjukkan ujung selimut di kamar korban yang sedikit terbakar.

“Dan sebagai hasilnya, dibagian tempat tidur sedikit meninggalkan jejak. Kemudian si penyerang, Mengambil kunci rumah dan tasnya, kemudian mengunci pintu saat perjalanan keluar. Lalu, dia memasukkan kunci ke dalam tas dan melemparkannya melalui jendela samping.”


Itulah analisa Yong San. Detektif Park bertanya, kalau begitu apa motif pelaku melakukannya?

San tersenyum, “Aku juga penasaran. Tapi itu tugasmu untuk memecahkannya.”

San pergi dan Go Hyung mengikutinya, dia mengatakan pada Detektif Park kalau hanya segini yang bisa mereka lakukan dengan gratis. Lain waktu dia akan meminta bayaran.



*****
Sepulangnya dari tempat TKP, Yong San dan Go Hyung sudah harus menghadapi wanita yang menerobos ke rumah mereka. Go Hyung heran kenapa wanita itu bisa masuk?

Han Gyeo Wool (Lee Se Young) menunjukkan jarinya, “Tanganku adalah kunci.”

Gyeo Wool tanya apakah Goo Hyung benar – benar tak mengingatnya? Dia adalah seseorang yang tinggal dipenjara beberapa saat.

“Aku... bahkan ingat warna celana dari siapapun yang ada di penjara. Tapi, aku tidak mengenali wajahmu.” Omel Goo Hyung.



Gyeo Wool rupanya sudah mengetahui detail proesi Goo Hyung dan ia langsung pada pokoknya. Dia ingin mereka menyelidiki tentang pacarnya. Dia Han Gyu Min, seseorang yang mempunyai tingkat kecerdasan yang berbeda darinya. Dia bekerja di rumah sakit untuk penelitian tentang darah.

“Jadi apa masalahnya?”

“Dia keluar setiap malam dan itu sangat mencurigakan. Dari semua itu, dia selalu kembali dengan darah di pakaiannya.”




“Jika dia mengkhususkan diri dalam penelitian darah, itu normal jika dia selalu dikelilingi darah.” Tanya Goo Hyung.

“Itu yang membuat aneh! Belum lama ini dia berhenti dari pekerjaannya di rumah sakit.”

Gyeo Wool mengaku kalau dia sangat khawatir hingga ia mengikutinya, dan ia menemukan pacarnya bertemu dengan wanita aneh. Dia ingin melindungi pacarnya dari wanita itu, wanita itu juga menggunakan kalung yang aneh.




Gyeo Wool menunjukkan foto yang diambilnya. Yong San tersentak saat melihat kalung yang dikenakan oleh wanita itu sama dengan kalung yang dikenakan Yoo Jin. Yong San terdiam, ia kembali mengingat bayangan Yoo Jin saat menodongkan pistol padanya.



Goo Hyung tak tertarik dengan kasus itu, ia menyeret Gyeo Wool untuk keluar. Dia menekankan kalau tempatnya bukan taman bermain.

“Kami akan.... mengambil pekerjaan ini.” ucap Yong San menghentikan keributan Goo Hyung dan Gyeo Wool.



*****



6 Responses to "Sinopsis Vampire Detective Episode 1 bagian 1"

  1. Horee akhirx puji kembali nulis sinopsis lagi..asekkkk
    Smga sehat selalu ya puji..
    Aminnn

    ReplyDelete
  2. ah penasaran. lanjut yak chingu semoga sehat selalu biar bisa nulis sinopsis ✌

    ReplyDelete
  3. Daebak..... gomawo gomawo gomawo lanjut ya chingu aku akan selalu menunggu kelanjutannya ^^ semanga: )

    ReplyDelete
  4. Apakah ini ceritnya menceritkan seorang detektif vampir yang sudah pernaha ada dramnya???😯tapi aku suka soalnya leejoon yg jdi aktor.nya..semoga kedepannya ini bakal memuaskan n sukses

    ReplyDelete
  5. suka klo ada darah2'a.. semoga jalan cerita'a lebih keren dari vampir prosecutor biar semangat baca'a semangat jg buat yg nulis :)

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^