Sinopsis My Little Lover – Minami Kun No Koibito Episode 4

Sinopsis My Little Lover – Minami Kun No Koibito Episode 4
“Ibu, Ayah, Asuka, bagaimana kabar kalian? Aku baik baik saja...di ----To-kyo.” Ucap Chiyomi yang sekarang sedang membuat pesan video untuk keluarganya. Minami mengeluh karena tampang bohong Chiyomi tergambar jelas banget.

Minami menyarankan untuk merekamnya sekali lagi.



Yosh. Akhirnya videonya jadi juga, dan tak terlihat dibuat – buat. Minami akan mengirimkannya.

Chiyomi terdiam, ini sudah seminggu sejak ia berubah menjadi kecil tapi sampai sekarang belum ada tanda – tanda kalau tubuhnya akan kembali ke ukuran semula. Dalam hatinya ada sedikit rasa syukur, karena kondisinya sekarang ia bisa kembali berbicara dengan Minami seperti saat mereka kecil dulu. Tapi ia juga sudah membuat keluarganya khawatir, ia tak ingin menunjukkan keadaanya sekarang kepada keluarga dan temannya.


*****
Keluarga Horikiri senang mendapat pesan dari Chiyomi. Meskipun ibu masih kesal dengan kelakuan anaknya, ia jadi khawatir dan wajahnya jadi semakin menua. Makin kesal lagi video yang dikirimkan durasinya pendek sekali. Ibu semakin mengeluh. Sedangkan Asuka lebih fokus dengan pakaian Chiyomi yang ketinggalan jaman.

Ayah tetap bersyukur mengetahui putrinya baik – baik saja. “Mungkin dia takut untuk bertemu kalian berdua.”

“Tapi kau yang memukulnya.” Balas ibu.

“Ayah, itukan kekerasan dalam rumah tangga.” Tambah Asuka.

Saat mereka saling menyalahkan, telfon rumah berdering. Ibu menerimanya, itu telfon dari Chiyomi. Ayah sigap merebut telfonnya dari Ibu, Hey Chiyomi? Ini kau?

Chiyomi bertanya apakah mereka sudah menerima videonya? Dia sekarang masih melakukan workshop. Ayah heran, sampai kapan workshopnya berlangsung, bukankah sekarang sudah terlalu lama?

Ibu merebut telfonnya, dia tanya dimana ponsel Chiyomi sekarang?

“Rusak.”

“Kalau begitu beli satu.”

“Aku tak punya uang.”

“Kalau begitu ibu akan mengirimkannya? Kau dimana sekarang? Dimana aku harus mengirim uangnya?”


Chiyomi beralasan kalau dia ingin fokus berlatih, jadi dia lebih senang menyendiri dulu. Chiyomi makin bingung membuat alasan, dia bilang kalau dia ada di telefon umum, uangnya hampir habis jadi tak bisa menelfon lebih lama.

Chiyomi segera menutup sambungan telefon meskipun ibu memanggil-manggilnya.


Minami melongo, “Kenapa kau bisa bicara bohong seperti itu?”

Chiyomi sadar akan kebohongannya, tapi lebih baik daripada mengatakan kondisinya sekarang. Minami menertawakan alasan Chiyomi yang ingin menyendiri.
Chiyomi menghentakkan kaki dengan kesal, “Minami-kun Ba~~~~ka.”

“Apa? Baka?” Minami tak terima. Ia menyuruh Chiyomi jangan melemparkan kekesalan padanya. Tubuhnya masih lemah karena sakit.


Menyinggung masalah sakit, Chiyomi teringat saat Minami masih terbaring tak sadarkan diri dan Sayori merawatnya.

Sayori menatap wajah Minami yang tengah tertidur. Ia tersenyum manis dan berniat mengecup bibirnya. Chiyomi yang melihat tindakan Sayori hanya bisa meraung dalam hati, “Minami-kun. Tidak~~ Minami-kun.”

Disaat kedua bibir mereka hampir bersentuhan. Minami mengigau dan memanggil nama Chiyomi dengan lembut, “Chiyomi~ Chiyomi.”

Seketika Sayori bangkit, ia kesal dan meninggalkan Minami.



Setelah Sayori pergi, gumamman Minami berlanjut. “Kau membuat keributan. Baka! Ba~~~~ka!”

Chiyomi menghampiri Minami, dan ia baru tahu kalau Minami masih tidur.



Mengingat kejadian itu membuatnya kesal dan berteriak kencang. Minami yang tak tahu jadi heran, apa – apaan kau ini?



******
Keesokan harinya, sekolah berjalan seperti biasanya dan hanya Chiyomi yang belum masuk. Sayori bertanya pada Ohno Sensei, apa dia sudah menghubungi Chiyomi.

Ohno Sensei pun menjelaskan kalau keluarga Chiyomi sudah menghubunginya dan memberitahukan kalau Chiyomi masih di Tokyo.

Minami terdiam, ia menatap sakunya dan melihat Chiyomi tertunduk sedih saat ini.


Saat jam istirahat, Minami masih belum terlalu sehat dan terus bersin. Ia bergegas menuju ke toilet.


Dikelas, Riku mendapatkan kue dari temannya. Ia berniat memberikan pada Ami dan tanpa sengaja ia menjatuhkan jas Minami ke lantai. “Ouch..” teriak Chiyomi kencang.

Riku tertegun, ia celingukan bingung. Ami menghampiri Riku, ada apa?

“Aku seperti mendengar suara Horikiri.” Ucapnya. Riku melihat jas Minami yang terjatuh, ia berniat mengambilnya.



“JANGAN!” teriak Minami yang baru kembali dari toilet. “ JANGAN DISENTUH!!”

Minami berlari memungut jasnya panik. Sangat sangat khawatir. Riku jadi merasa bersalah, maaf. Minami tak mengatakan apapun, ia berlari keluar kelas dengan memeluk jasnya.

Riku dan Ami tertegun tak mengerti apa yang terjadi.


Minami membawa Chiyomi ke rooftop, kau terluka?

Chiyomi meregangkan punggungnya, lumayan sakit. Ia menatap Minami, ia baru sadar ternyatanya Minami sangat panik. “Minami –kun?”



Kepanikan Minami segera diredamnya karena ada seseorang yang datang ke rooftop. Rupanya Yabuki yang memohon agar Minami mau bergabung lagi ke club kendo. Dia berharap penuh pada Minami karena sekarang ini perwakilan mereka sedang cidera.

Minami tak mau ikut campur masalah club kendo, dia sudah keluar. Teman Minami masih kekeuh soalnya kalau Club Kendo sekolah mereka kalah, kemungkinan anak baru yang masuk ke Club mereka akan menurun. Dan artinya, Club mereka bisa ditutup.


Minami tak bisa, dia harus belajar untuk masuk universitas. Dia tak ada waktu untuk bergabung. Minami pun meninggalkan Yabuki.

“Woi, Minami. Bukankah kita teman baik? Aku akan menghubungimu lagi nanti.”


Waktu makan siang. Minami memberikan makan untuk Chiyomi tapi Chiyomi terlihat tak bernafsu. Chiyomi dengan hati – hati bertanya, kenapa Minami setiap hari bangun pagi lalu berlari dan berlatih pedang?

Minami beralasan kalau ia bisa melatih fisik dan memperlancar masuk ke universitas.

“Kenapa kau tak ikut pertandingan? Kau teman baik Yabuki, kan? Aku kira kau tak akan gagal ujian hanya karena pertandingan sehari. Aku tahu kau ingin melakukan kendo.”



“Apa yang kau bicarakan?”

“Apa kau takut? Kau takut dikalahkan oleh lawanmu?” tanya Chiyomi. Minami meminta Chiyomi untuk diam.

Chiyomi tetap menyuruh Minami untuk bermain, dia tak akan terlihat buruk kalaupun kalah karena Minami sudah melakukan yang terbaik untuk apa yang ia sukai. “Minami-kun yang aku suka  bukanlah seseorang yang keras kepala!!”



Sadar kalau ucapannya terlalu kasar, Chiyomi canggung dan meminta maaf. Minami dengan tegas menyuruh Chiyomi tak usah banyak bicara, dia tak bisa apa – apa tanpanya.

“Minami-kun~~” sapa Sayori yang tiba – tiba muncul. Minami bergegas memasukkan Chiyomi kedalam saku dan menyingkirkan makannya. Sayori dengan sok manis menawarkan diri untuk bisa makan bersama Minami, ia tak tahu kalau Minami selalu menyendiri saat makan.

Didalam saku, Chiyomi menyikut dada Minami. Kalau mereka makan berdua, dia tak bisa makan. Minami mengerti isyarat Chiyomi, ia pun menolak tawaran Sayori.


“Apa kau makan bersama seseorang?”

Minami gelagapan, bukan begitu sih. Tapi~~

“Horikiri-san..” Sayori tiba – tiba menyebut nama Chiyomi, Minami pun makin panik.
Sayori melanjutkan ucapannya, Apa Horikiri-san benar – benar pergi ke Tokyo?

Minami terkejut tapi Sayori dengan wajah ular mengatakan kalau ia hanya bertanya. Ia lalu mengajak Minami untuk bertemu sepulang sekolah.


*****
Sepulang sekolah, keduanya belajar bersama di cafe. Dalam hati Chiyomi kesel, “Kalau niatnya mau belajar, kenapa tak di perpustakaan? Kalau di cafe, bukannya lebih terlihat seperti kencan?”

Dan ngeselinnya lagi, Sayori pakai lirik – lirik Minami gitu.

Chiyomi mulai bosan dan tertidur dalam saku Minami. Makin lama makin nyaman tidur dan ia pun mendengkur.

Sayori sayup – sayup mendengar suara dengkuran Chiyomi. Minami terkejut dengan suara dengkuran Chiyomi, dia segera pura – pura terbatuk dan menepuk – nepuk sakunya. Chiyomi pun terbangun.

Sedangkan Sayori tertawa lepas melihat tingkah Minami. “Minami-kun, kau laparkan?”

“Ah... tidak..” jawab Minami heran.

“Kau menyembunyikan suara perutmu dengan pura – pura batukkan?” Sayori memesankan makanan dan Minami menurut saja sambil tersenyum. Chiyomi lagi – lagi dibuat panas, dia pun menyikut dada Minami.



Diperjalanan pulang, Sayori membahas mengenai ayah Minami yang menghilang. Chiyomi menggeleng mendengar pertanyaan Sayori karena bagi Minami, pertanyaan semacam ini adalah hal yang tabu.

“Dia tidak mengilang tapi dia punya kekasih baru dan meninggalkan kami. Aku tak menganggapnya sebagai ayah.” Jawab Minami tanpa beban.

eh, kenapa kau menjawabnya tanpa ragu?batin Chiyomi.

“Kau dan aku senasib. Seorang yang telah melahirkanku meninggalkanku. Akupun tak menganggapnya sebagai ibu.”

Chiyomi makin merasa kalau Minami dan Sayori saling mengerti satu sama lain.



Sesampainya dirumah Minami, keduanya sama – sama canggung dan terdiam. Sayori melangkahkan kakinya mendekati Minami, ia memejamkan mata berniat menciumnya. Minami masih polos, dia tertegun dan tak tahu merespon sikap Sayori.

Chiyomi terganggu dengan degup jantung Minami yang makin kencang. Ia menyikut dada Minami. Minami pun memundurkan tubuhnya. Sayori tersenyum, ia menebak kalau Minami belum pernah berciuman. Sayori tanpa babibu langsung mengecup pipi Minami.

Sayori menunjuk bibir Minami, “Mungkin aku mengincar ini juga?” NOOOO!!! Ulet jauh – jauh.

Chiyomi menutup telinganya karena jantung Minami berdegup kencang.


Chiyomi cemburu buta setelah Sayori memulai langkahnya mendapatkan hati Minami. Ia menari sambil mengekspresikan kekesalannya. Ia teringat dengan ucapan Minami yang tak lagi menganggap ayahnya sebagai sosok ayah.


Chiyomi bertanya, “Minami-kun, bukankah Ayahmu yang membuatmu memulai kendo, kan? Meskipun sekarang kau sudah keluar dari club kendo untuk persiapan ujian masuk universitas, kau tetap berlatih mengayunkan pedang. Kau ingin tetap terhubung dengan ayahmu kan?”

Minami seketika menendang tempat sampah untuk menghentikan ucapan Chiyomi. Ia teringat sakitnya ditinggal Ayahnya dan ia ingin merubah kehidupannya sekarang.

“Aku.. aku memang tak mengerti. Tapi aku ingin membantumu!”

Minami tak ingin bantuan siapapun, dan dia akan menjadi dokter. Dia ingin mengubah kondisi keluarganya.



Ibu Minami sedang membaca file, entah apa namun ia segera menyembunyikannya saat suara langkah kaki terdengar menuruni tangga.


Ibu bertanya, apakah Minami belum tidur?

Minami mengaku kalau ia sedang tak bisa tidur. Ia bertanya, apa dia boleh menanyakan sesuatu pada ibunya. Ibu mengangguk, apa?

“Apa kau tak ingin balas dendam pada dia?” tanya Minami.

Dia?” Ibu tak paham. Minami menjawab, “Dia.. Ayah.”

Ibu tersenyum, ia tak memungkiri ada keinginan seperti itu. Tapi dia hidup dengan penuh kerja keras, ia tak punya waktu untuk balas dendam atau apapun itu. dan ia tak menyesalinya, dengan bertemu dengan Ayah Minami. Ia bisa mempunyai Minami.

“Aku sekarang punya putra yang lucu ini, dan aku bahagia. Kau putra yang sangat aku cintai.” Ibu pun memeluk Minami, dia menyuruh Minami untuk cepat tumbuh. Ibu tertawa.


Minami baru tersadar kalau ibunya sedang mabuk. Ia menunjukkan kelakuan ibunya pada Nenek yang terbangun karena keributan keduanya. Tapi nenek malah ikut nibrung untuk minum bersama Ibu.


*****
Keesokan harinya, Minami memutuskan untuk bergabung dalam kompetisi club kendo. Salah satu yang paling semangat adalah Chiyomi, ia berteriak menyemangati Minami yang sedang berlatih.


*****
Di hari H kompetisi, Minami sedang bertanding dan situasinya club kendo mereka sudah diambang kekalahan meskipun Minami menang. Takatori dan Yabuki sudah pasrah dengan kekalahan mereka.



Chiyomi gatel ingin menyemangati tapi dia tak mungkin berteriah untuk mendukung Minami. Ia hanya bisa berbisik semangat.

“Minami-kun, semangat!” dukung Sayori. Chiyomi cemberut, ia iri karena yang lain bisa berteriak mendukung Minami.



Minami pun berhasil melancarkan serangan dan mendapatkan poin.

Disisi tempat pertandingan, ada seorang misterius mengenakan masker memperhatikan jalannya pertandingan.


Pertandingan pun berakhir, Yabuki menyayangkan karena pertandingan tadi Minami tak berhasil menang. Tapi pertandingan berjalan sengit dan Minami sudah melakukan yang terbaik.

Takatori juga menyayangkan, tapi lawan mereka memang hebat.


Ditempat lain, Minami kesal sekali. Dia menggeram, mungkin ia marah karena tak bisa memenangkan pertandingan ini.

Chiyomi dan Sayori melihat kesedihan dan kemarahan Minami dalam diam. Keduanya sama – sama ingin menghiburnya tapi mereka membiarkan Minami menenangkan dirinya sendiri.




*****
Tengah malam, Chiyomi menatap wajah damai Minami yang terlelap dalam tidurnya. Chiyomi akan menulis lanjutan kisahnya Blue Fairi Episode 11. Tapi Chiyomi menghapus tulisannya setelah berfikir sejenak, ia pun kemudian melanjutkan mengetik.


Riku masih menantikan kelanjutan tulisan karya Chiyomi, ia sedih karena tak ada pembaharuan di situs Chiyomi. Tapi wajahnya berubah girang setelah melihat kisah baru karya Chiyomi. Chobiko in the pocket.

Tempat ini memang gelap, tapi terdapat sebuah kehangatan dan kau bisa mendengar detak jantung dari seorang yang kau sayang.  Kau menyadari telah terperangkap, dijaga dan dirawat oleh kelembutan yang mutlak. Itu adalah memori pertama dalam kebahagiaan.” <3


Chiyomi menatap wajah Minami dengan lembut. Chiyomi menyentuh wajah Minami dengan jarinya.


*****
Keesokan harinya, Chiyomi tergeletak tertidur diatas ponsel. Giliran Minami menatap wajah Chiyomi yang tertidur pulas.


Minami meninggalkan Chiyomi dirumah, ia berangkat sekolah sendiri. Dan dia dikejutkan dengan Riku yang sedang menunjukkan figure Chiyomi pada temannya. Ia mengaku mengerjakannya semalam tanpa tidur. Teman – teman pun memuji hasil karya Riku.

“Kenapa kau membuat sesuatu seperti ini?” tanya temannya.



Riku meletakkan figure Chiyomi disakunya, “Sebenarnya, aku senang untuk meletakkannya seperti ini.”

Minami terkejut mendengar penuturan Riku.

“Apa kau menyukai Chiyomi?” tanya temannya lagi, dan tanpa ragu Riku membenarkannya. Dia mencintai Chiyomi dan Chiyomi tahu perasaannya.


Minami yang sedang berjalan keluar kelas dengan kesal sejenak berhenti mendengar pengakuan Riku. Sedangkan Riku sepertinya mengarahkan ucapannya pada Minami, ia juga menatap Minami tajam.


*****
Sepulang sekolah, Minami bergegas masuk kekamar. Chiyomi protes karena ia ditinggal sekolah. Ia tanya apa Minami membawakannya Monthly Dance Times, dia tadi mengirimkan pesan.

Minami mengaku kalau baterai ponselnya habis. Dengan jual mahal, Minami menawarkan untuk membeli CD Monthly Dance Times. Chiyomi pun setuju.




Saat keduanya pergi, Orang misterius yang melihat pertandingan Kendo Minami kini memperhatikan rumah Minami. Dia juga melihat Minami keluar dari rumah.


***Bersambung***


6 Responses to "Sinopsis My Little Lover – Minami Kun No Koibito Episode 4"

  1. Makasih akhirnya dilanjut juga..... Tetep sehat tetep semangat ya.ditunggu lanjutannya

    ReplyDelete
  2. Kya... akhirnya diposting makasih min dan tetap semangat ya ngelanjutinnya ^^

    ReplyDelete
  3. ahhh suka suka, seht selalu chingu biar cepet di next hehe. di youtube ga nemu link nya dapet darimana sih chingu?

    ReplyDelete
  4. asyiiikkk dilanjut lagi... semangaaatt ya nulisnya... ditunggu episode berikutnya..

    ReplyDelete
  5. Ya ampunnnn saya nunggu kamuuuu lama sekali saya gegana nunggu lanjutnya

    ReplyDelete
  6. Ya ampunnnn saya nunggu kamuuuu lama sekali saya gegana nunggu lanjutnya

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^