Sinopsis Snow Lotus Episode 1 Bagian 1

Sinopsis Snow Lotus Episode 1 Bagian 1
Lucid Dream: Sebuah mimpi dimana kau menyadari kalau kau berada dalam mimpi.
Drama ini berkisah tentang cinta sepasang manusia yang memimpikan mimpi yang sama setiap malam, mimpi mengenai masa lalu mereka.



Dibawah sinar rembulan, terjadi keributan disebuah tempat yang cukup gelap. Beberapa orang terlibat dalam pertarungan sengit. Seorang pria diantara mereka hanya menyaksikan pertarungan itu, dia tampaknya tak bisa bertarung.

Seseorang berpenutup wajah berniat menebaskan pedangnya namun berhasil ditahan. Orang itu menghempaskan pedangnya hingga jatuh ke sungai. Orang berpenutup wajah segera menghindar namun orang tadi langsung menebaskan pedangnya lagi hingga penutup wajah orang itu terlepas.

Mengejutkan, tarnyata orang berpenutup wajah adalah seorang wanita.



Pria yang sejak tadi hanya bisa menyaksikan pertarungan, Lee Soo Hyun (Ji Jin Hee) kini terpaku melihat punggung seorang dibalik cadar.

Orang itu mempunyai aroma yang tidak dimiliki seorang pria. Kalau ada bunga yang mekar setiap seratus tahun sekali, akankah aromanya seperti ini? Inilah bagaimana kita bertemu, Ini awal dari kisah cinta di mimpiku.” narasi Soo Hyun.



Lee Soo Hyun terbangun dari mimpinya, nafasnya tersengal – sengal tak beraturan. Soo Hyun memejamkan matanya untuk menenangkan diri.


Kembali kedunia mimpi, wanita berpenutup cadar yang kita ketahui sebagai Han Yun Hee (Lee Ji Ah) sedang dalam pengejaran. Dia berlari melewati hutan hingga sampai diujung jalan, didepannya terdapat jurang yang menghentikan langkahnya. Yun Hee meraba wajahnya yang terluka akibat sayatan pedang. Di jemari manisnya terdapat cincin dengan ukiran bunga.

Yun Hee tampak gamang, entah keputusan apa yang harus ia ambil. Dan akhirnya Yun Hee memutuskan melompat ke jurang daripada ditangkap oleh pengawal yang mengejarnya.



Aku harus mati agar kau bisa hidup. Maafkan aku, aku tak bisa mendampingimu sampai akhir. Jadi jangan menangis terlalu lama. Mimpi itu adalah kematianku. Itu bagaimana salam perpisahanku dimulai. Itulah bagaimana kita berpisah. Itu adalah akhir dari kisah cintaku dalam mimpi.” Narasi Yun Hee.


Yun Hee terbangun dari mimpi buruknya, nafasnya tak beraturan. Bahkan kakinya lemas saat ia mencoba berjalan keluar kamar. Yun Hee tertduduk dan meraba wajahnya, luka dalam mimpinya memang tak nyata.


Petir menyambar, Yun Hee dan Soo Hyun sama – sama terkejut dikamar mereka.


LUCID DREAM – Day 1

Soo Hyun mencari pedang wanita bercadar sungai. Seorang wanita dengan pakaian khas bangsawan menegurnya karena malam – malam berendam disungai. Soo Hyun mengatakan kalau ada sesuatu yang harus ia temukan.

“Aku melihat sesuatu yang berkilau terkena sinar bulan, disana. Mungkin itu sesuatu yang kau hilangkan. ” Tunjuk wanita itu.



Soo Hyun berhasil menemukan pedangnya, ia tertawa bahagia. Sedangkan wanita bangsawan ikut tersenyum melihat Soo Hyun bisa tertawa. Dan wanita itu bisa kita lihat memiliki wajah yang sama dengan Yun Hee. Tapi dia tidak memiliki luka diwajahnya. Aku tetap akan menyebutnya Yun Hee, terlepas dia wanita yang jatuh ke jurang atau bukan.



Yun Hee meminta izin untuk bertanya, kenapa Soo Hyun berusaha keras untuk menemukan pedang itu. Soo Hyun menjawab kalau pedang itu yang sudah menyelamatkan hidupnya dan aku harus mengembalikannya. Yun Hee menebak kalau mungkin ada kisah dibalik itu semua.

“Tidak, ini hanya waktu yang singkat. Sayangnya, tak ada cara untuk mengembalikan pedang ini pada pemiliknya.”



Yun Hee bertanya apakah ada kemungkinan dia bertemu dengan orang itu lagi?

“Semuanya akan tampak seperti mimpi kalau aku tak mencobanya. Ini seperti semuanya akan menghilang.” Jawab Soo Hyun.

Yun Hee mendoakan agar Soo Hyun bisa bertemu orang itu lagi. Soo Hyun tak mengatakan apapun, dan ia merasa berhutang budi atas bantuan Yun Hee menemukan pedang itu.



Soo Hyun berjalan pergi. Yun Hee memperhatikan sebuah buku dalam gendongan Soo Hyun, buku itu bersimbol seperti salju tapi berbentuk bunga. Yun Hee cukup lama menatap simbol tersebut.


Dihutan bambu, seseorang tengah berlatih pedang. Ia terlihat sangat terampil mengayunkan pedangnya. Siapa dia? Dia adalah Ah Jae Hyun yang berperan sebagai Ma Moon Jae.


Moon Jae merasakan pergerakan seseorang hingga ia segera mengayunkan pedangnya, siapa kau?

Ujung pedang Moon Jae sudah ada dihadapan Soo Hyun. Soo Hyun tetap diam hingga akhirnya Moon Jae menurunkan pedangnya. Wajah serius Moon Jae berubah senyuman dan menyambut Soo Hyun dengan pelukan. Rupanya mereka saling kenal.




Moon Jae mengatakan betapa sulitnya dia menunggu Soo Hyun, dia begitu telat padahal ada sesuatu yang ingin ia sampaikan. Soo Hyun bertanya, apa itu?

Moon Jae memberitahukan kalau ia akan segera menikah, semua itu direncakan oleh orang tuanya. Soo Hyun tampaknya prihatin dengan nasib Moon Jae, kau tak apa – apa?

“Demi kehormatan keluargaku, aku harus melakukannya. Ini seperti dipaksa pergi ke kuil. apa yang akan kau lakukan kalau kau ada diposisiku?”



Soo Hyun memikirkan jawabannya cukup lama. Tapi Moon Jae malah tertawa, dia memang sudah menunggu saat – saat itu. Soo Hyun berubah senang, apa itu wanita yang kau sukai?

Moon Jae membenarkan. Soo Hyun lega dibuatnya. Moon Jae berniat akan mengenalkan keduanya karena Soo Hyun sahabat baiknya. Ia yakin Soo Hyun akan tahu kenapa dia bisa dibuat gila oleh wanita itu.

“Tapi, aku juga punya seseorang yang membuatku bertekuk lutut.”

“Aku tahu, tergambar jelas diwajahmu kalau sesuatu telah terjadi. Apa kau mencintainya juga?”

“Bukan.. Dia seorang pria.” Jawab Soo Hyun. Jadi dia kira seorang yang menolongnya pria, dia hanya melihat punggung orang itu. Dan lagipula, pria jaman joseon kan rambutnya panjang – panjang. itulah kenapa ia tak terkejut saat melihat wanita bangsawan itu, Yun Hee.


Kembali ke dunia nyata, Soo Hyun tengah menatap bulan. Dalam batinnya ia berkata kalau tanpa disengaja, dia malah menantikan kelanjutan dari kisah mimpinya.



Lucid Dream: Day 10
Lucid Dream – Kontes Membuat Sketas
Dengan ditemani oleh musik klasik, anak – anak dan Ayahnya mulai membuat sketsa untuk dilombakan. Sampai akhirnya seseorang berhasil memenangkan lomba tersebut. Seorang gadis kecil dan Ayahnya, tapi penampilan Ayah gadis itu tampak aneh. Dia berpakaian seorang pria tapi sudah kentara kalau dia itu wanita.

Dari dalam ruang kerja, Soo Hyun sambil makan menyaksikan perlombaan tersebut. Namun matanya tertuju pada sketsa dari pemenang lomba itu, gadis kecil yang memenangkan lomba membuat sketsa seorang wanita berambut panjang jatuh kedalam jurang dibawah sinar bulan purnama.



Sketsa pemenang sudah ada di tangan Soo Hyun. Asistennya masuk untuk melaporkan hasil penyelidikannya. Jadi gadis kecil yang memenangkan lomba bernama Han Jung Won. Ayahnya bukan karyawan di perusahaan mereka. Tapi ibunya manager dari cafe dilantai satu. Han Jung Woo putri Han Kang Hee.

“Jadi ayahnya bukan karyawan perusahaan kita?”

“Iya. Tapi ibunya..” jawab Assisten Soo Hyun. Soo Hyun kemudian memerintahkan agar menjadikan Ayah dari gadis itu sebagai bagian dari tim desain perusahaan.


Assisten heran kenapa tiba – tiba Soo Hyun tertarik dengan hal itu. Soo Hyun tipe orang keras kepala, dia suka sketsanya. Apa dia butuh alasan lain?

“Dan juga, jangan adalagi event di atap. Jangan biarkan seseorang pun kesana.” Perintah Soo Hyun.



Kini Assiten Soo Hyun menemui Han Kang Hee, Kang Hee menolak tawaran Assisten Soo Hyun untuk memasukkan suaminya dalam Tim Desain. Suaminya tak tahu apa – apa masalah game. Assiten Soo Hyun marah, memangnya kau pikir siapa kau, ahjumma?

Kang Hee bingung. Assisten Soo Hyun menunjukkan aplikasi lamaran kerja Kang Hee. Disana tertulis kalau suami Kang Hee sudah meninggal, jadi siapa yang berperan jadi suaminya?



Kang Hee beralasan kalau Anaknya memohon ingin ikut kontes, itulah kenapa dia meminta pamannya untuk mendampingi anaknya.

“Dia menemani keponakannya untuk ikut kontes pada jam itu, artinya dia pengangguran?”

“Iya. Betul.”

Assisten Soo Hyun tanpa ragu memberikan perjanjian kontrak. Kang Hee meminta waktu, ia akan menyuruh Pamannya untuk mempertimbangkannya. Assisten Soo Hyun setuju, dia memperingatkan agar mereka jangan kesempatan.


Kang Hee membuka amplop kontrak setelah Assisten Soo Hyun pergi, ia hampir berteriak melihat angka yang tertera untuk gajinya sangat banyak. 47 juta won.


Dikelas seni, kita bisa melihat beberapa murid sedang sibuk dengan sketsa buatan mereka masing – masing. Yap, Yun Hee menjadi guru di kelas seni. Salah seorang murid menghampiri Yun Hee, dia penasaran dengan sketsa buatan gurunya. Waa! Daebak!!

Murid lain pun ikut nimbrung, mereka terkesan dengan lukisan Yun Hee, tapi juga mengeluh. Katanya mereka harus menggambar sesuai dengan apa yang mereka lihat, bagaimana mungkin gurunya bisa melihat pria yang ada dijaman joseon?

“Aku melihatnya dalam mimpi. Mungkin aku juga Putri di jaman joseon.” Jawab Yun Hee enteng. Disana juga sudah ada tumpukan gambar yang Yun Hee buat, sama persis dengan kejadian dalam mimpinya.



Sepulangnya bekerja, Yun Hee dikejutkan dengan kabar dari kakaknya, Kang Hee. Dia memberitahukan tawaran untuk bekerja dalam Tim Desain di perusahaan Soo Hyun. Dan mereka sudah tahu kalau mereka berbohong mengenai Ayah Jung Won. Jadi dia mengatakan kalau Yun Hee adalah pamannya. Aku melakukannya dengan benar, kan?

Yun Hee masih terkejut, ia menolak tawaran itu mentah – mentah.


Kang Hee menatap Jung Won dengan wajah sok malang, dia kasihan pada Jung Won kalau dia tak bisa makan ayam goreng sepuasnya. Jung Won juga ikutan merengek, dia tak akan bisa memberli rumah – rumahan untuk bonekanya.

“Ya tuhan, uang terkutuk itu.” keluh Kang Hee. Yun Hee heran dengan kelakuan Ibu – Anak yang kompak itu. Kang Hee menyuruh Yun Hee memikirkannya baik – baik, dia bisa bekerja beberapa bulan untuk membayar uang semester.



Yun Hee tetap pada pendirian untuk menolaknya. Tapi saat Kang Hee membuka lembar kontrak kerjanya, Yun Hee seketika melotot.



Yun Hee kini sudah berada disalon, dia akan memotong rambutnya pendek. Karyawan salon menyayangkan kalau rambutnya dipotong pendek.

“Demi uang terkutuk itu.” gumam Yun Hee.


Yun Hee membereskan barang – barangnya dikelas seni dengan rambut pendeknya. Salah seorang murid Yun Hee bertanya apakah dia keluar. Yun Hee membenarkan, dia akan pindah bekerja diperusahan game. Murid Yun Hee takjub, dia yakin kalau Yun Hee mau menunjukkan gambar – gambar sejarah yang sering ia buat, pasti orang – orang akan suka.

Murid Yun Hee meminta izin untuk bisa memiliki satu saja sketsa buatan Yun Hee. Dia ingin menempelkannya dikamar.

“Baiklah, aku dalam mood yang baik. Ambil satu.”

Yun Hee makan jjajangmyun bersama Kang Tae Joo (Choi Min). Tae Joo merasakan ada sesuatu yang aneh dengan tawaran kerja Yun Hee. Ia mendengar banyak rumor buruk mengenai CEO perusahaan itu. Dan lagi, anehnya sang CEO (Soo Hyun) meninggalkan usaha yang sebenarnya demi mendirikan perusahaan game.

Yun Hee masa bodoh, lagipula dia tak akan bekerja dengan CEO. Tae Joo membenarkan, tak mungkin seorang karyawan magang bertemu dengan CEO.



Tae Joo mengantarkan Yun Hee pulang, Yun Hee berkata kalau dia sebenarnya bisa pulang sendiri.

“Aku mengantarmu sebenarnya dengan tujuan agar aku bisa menggunakan mobil ini.”

Tae Joo lalu menyuruh Yun Hee membuka box yang ada dimobil. Ada hadiah untuk Yun Hee, hadiah dihari pertama kerjanya. Dia harap Yun Hee tak perlu grogi dan santai saja.



Yun Hee mengucapkan terimakasih. Tae Joo bertanya kenapa Yun Hee memangkas rambutnya pendek? Yun Hee bingung menjawab. Tae Joo pun mengusap ujung kepala Yun Hee, “Kau seperti seorang pria. Tapi, kau tetap cantik kok.”

Yun Hee tersenyum, dia kembali melihat kado yang diberikan oleh Tae Joo. Apaan yah?


Sedangkan Soo Hyun kini sibuk melihat sketsa buatan Yun Hee, “Kita akan bertemu lagi, dalam mimpiku nanti malam.”



[Dunia Mimpi]
Soo Hyun kini berada di tempat belajar bersama dengan teman – temannya. Guru membawa seorang murid baru dihadapan mereka. Soo Hyun tersadar saat ia menatap wajah murid baru itu. Soo Hyun tersenyum dan Yun Hee membalas senyumannya.

Tapi ada sesuatu yang aneh, Soo Hyun menoleh. Dibelakangnya ada Moon Jae yang menatap Yun Hee dengan tatapan marah.

Jadi senyuman manis Soo Hyun diberikan untuk siapa, Moon Jae atau Soo Hyun?




Moon Jae menyeret Yun Hee, dia tanya apa yang terjadi? Dan bagaimana kau bisa berpenampilan seperti ini?

Yun Hee bilang kalau dia sudah meminta izin pada ayahnya, ia ingin bertemu dengan tunangannya. Bagaimana penampilanku?

Moon Jae mendesis kesal dengan sikap keras kepala calon istrinya.


Moon Jae lalu memanggil Soo Hyun, ia mengenalkannya dengan Yun Hee. Ternyata, didunia mimpi Yun Hee bernama Young Dae dan Soo Hyun bernama San Baek.

Moon Jae mengenalkan San Bae sebagai murid terpintar disana tapi lemah dalam hal beladiri. San Baek dan Young Dae pun bersalaman.


Saat Young Dae sedang sendiri, San Baek menantinya. Dia mengatakan kalau ia akan merahasiakan identitas Young Dae yang sebenarnya. Ia yakin kalau Young Dae bukanlah seseorang yang tertarik dengan dunia tulis menulis.

Young Dae tersenyum. San Baek memberikan pedang yang ia ambil disungai, dia yakin kalau pedang itu tak berguna ditangannya.


Lucid Dream – Day 30
[Dunia Nyata]
Yun Hee bersiap untuk berangkat ke kantor. Ia berpakaian layaknya seorang pria, “Baiklah kalau mereka menginginkan Paman Jung Won, aku akan menjadi pamannya. Bukan masalah besar.”


Yun Hee sudah berada diperusahaan, disini dia menyamar menjadi Paman Jung Won yang bernama Han Yeon Woo tapi aku akan menyebutnya Yun Hee. Secretaris Soo Hyun menyambut Yun Hee, ia memperkenalkan diri sebagai Sekretarus Nam Dong Chul.

Sekretaris Nam memberikan berkas, dia berkata kalau akan ada pertemuan satu jam lagi jadi Yun Hee harus membaca berkas itu. Sekretaris Nam pun berniat pergi, tapi Yun Hee memanggilnya lagi.

“Apakah aku harus membacanya dalam satu jam dan menghadiri rapat?” tanya Yun Hee agak terkejut.

“Tentu saja.” Jawab Sekretaris Nam ngeloyor pergi dan Yun Hee terpaksa mempelajari berkas tersebut.


Soo Hyun sedang memeriksa karakter pemain dari game baru buatan mereka. Tapi Soo Hyun agaknya kurang puas dengan hasilnya. Sekreatis Nam datang, ia memberitahukan kalau karyawan baru sudah ada di ruang konferensi.

Soo Hyun memerintahkan pada Tim Desain untuk membuat kembali desainnya, dan akan ada penambahan anggota dalam Tim. Soo Hyun pun langsung pergi.


Seseorang ada yang kurang setuju, Choi Yoo Ra. Dia berniat mengejar Soo Hyun tapi ditahan oleh Sekretaris Nam. Sekretaris Nam mengatakan kalau kemampuan anggota Tim baru sudah teruji. Dia menang di kontes sketsa anak – anak.

Yoo Ra melotot tak percaya, Kontes Sketsa anak – anak?!


Diruang konferensi, Yun Hee dengan santai menaruh kakinya dimeja sambil membaca berkas yang ia terima. Dia menertawakan skenario yang ada ditangannya, skenario isinya sama dengan mimpi yang dialami oleh Soo Hyun.

Yun Hee masih saja terus menertawakan skenario itu, tanpa sadar rupanya seluruh anggota Tim sudah ada diruang konferensi. Hahaha. Yun Hee segera menurunkan kakinya dan membungkuk salam, tapi dia hanya menerima tatapan sinis.



Soo Hyun datang, semuanya langsung bersiap untuk melakukan rapat. Soo Hyun tak buang waktu dan mempersilahkan Yun Hee memberikan review tentang skenarionya. Yun Hee sempat terkejut, tapi dia dengan santai berdiri dan mengemukakan pendapatnya.



“Sejujurnya, ini sangatlak kekanak – kanakan sampai aku tak bisa membacanya. Genre gamenya adalah action. Karakter prianya adalah orang yang romantis. Kenapa kau tak membuat kisah game kencan saja? Jadi, jadi siapa yang menulis hal semacam ini?”

“Aku secara pribadi yang membuatnya. Apakah... seburuk itu?” tanya Soo Hyun. Haha. Seketika Yun Hee langsung terdiam sedangkan yang lain menatapnya tajam.


Yoo Ra mengajak Yun Hee melihat kantor mereka. Soo Hyun menghampiri Yun Hee, dia dengan tegas menunjuk Yun Hee sebagai desainer untuk karaktar utama. Dia boleh mengabaikan plan yang sudah ada dan membuat apapun yang Yun Hee mau. Dia harus segera membuat dan melaporkannya, jadi Soo Hyun nanti yang akan memutuskan.

“Bos?” sela Yoo Ra.

“Apa kau punya masalah?” tanya Soo Hyun ketus. Yoo Ra pun seketika diam.



Malamnya, Yun Hee lembur untuk membuat karakter utama gamenya. Yun Hee menahan kantuknya, ia mungkin akan mencuci muka di toilet, tapi secara naluriah dia masuk ke toilet wanita.


Soo Hyun malam itu datang juga ke kantor, ia melihat seluruh ruangan lampunya menyala. Soo Hyun mencari kesana kemari untuk menemukan orang yang lembur, dia bahkan ke toilet pria untuk memastikan. Tak ada tanda – tanda kehidupan, ia pun mematikan semua penerangannya.


Yun Hee keluar dari toilet dengan kaki lemas, ia berjalan terseok – seok. Ia benci dengan gelap. Yun Hee akan menyalakan lampunya tapi tangan seseorang menahan tangannya.


Rupanya Soo Hyun masih disana, saat ia sudah tahu kalau orang itu Yun Hee. Ia pun membimbing tangan Yun Hee untuk menyalakan lampu. Yun Hee pun bisa bernafas lega saat ruangan sudah terang.

“Apa kebiasaanmu menyalakan semua lampu? Apa kau takut kalau hantu akan muncul? Kau ini pria. Kau tau betapa mahalnya biaya listrik? Aku tak bisa membuang uang dengan percuma.” Oceh Soo Hyun.



Soo Hyun pun meninggalkan Yun Hee. Soo Hyun memencet tombol lift tapi hidungnya mengendus aroma sesuatu. Saat ia mencium tangannya, ada bau parfum. Soo Hyun heran sendiri bagaimana bisa Yun Hee menggunakan parfum. Tapi parfum itu sendiri malah membuat Soo Hyun tak sadar ingin terus menciumnya.


Dirumahnya, Yun Hee termenung menatap langit. Kang Hee menegurnya yang belum tidur, dia menunjukan aplikasi meramal dan menyuruh Yun Hee menunjuk sebuah kartu.

Kartu itu mengatakan kalau seseorang yang penting akan segera muncul. Yun Hee tak begitu ambil pusing tapi Kang Hee memberi saran agar Yun Hee jangan berharap pada pria yang ada dalam mimpinya. Bukankah mimpinya berakhir tragis?

Dan Kang Hee meminta Yun Hee membuka sedikit hatinya untuk Tae Joo yang mencintai Yun Hee seperti anak anjing. Hanya sedikit pria baik dari keluarga yang baik. Kenapa kau tak memberikan dia kesempatan?


Kang Hee meninggalkan Yun Hee, ia menyuruhnya segera tidur. Yun Hee masih duduk menatap langit, “Cepat temukan aku, sebelum orang lain yang melakukannya.” Batin Yun Hee.



~~ Bersambung Ke Episode 1 Bagian 2~~





4 Responses to "Sinopsis Snow Lotus Episode 1 Bagian 1"

  1. Thanks udah buat sinopnya semangat terus 😉

    ReplyDelete
  2. Bolak balik liatny..akhirny nongol jg...kgn sm ahn jae hyun

    ReplyDelete
  3. Ceritany seru,paling suka klo ada pemeran ce nyamar jd co,semangat trz,dtunggu kelanjutnny :-)

    ReplyDelete
  4. kpan nih lanjutan snow lutusnaa...di tunggu kk

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^