Sinopsis My Little Lover – Minami Kun No Koibito Episode 3

Sinopsis My Little Lover – Minami Kun No Koibito Episode 3
Empat orang kurcaci tengah menangis menatap Tuan Putri mereka yang harus meninggal karena sihir. Mereka sedih, Tuan Putri mereka yang cantik harus meninggal begitu saja.

Tiba tiba seorang Pangeran Muncul, dia menanyakan apa yang tengah terjadi. Sambil menangis, para kurcaci menjelaskan kronologi meninggalknya Tuan Putri Chiyomi mereka. Pangeran Minami  merasa kasihan pada Tuan Putri yang punya nasib malang. Ia menghapirinya, “Kasihan sekali. Betapa cantiknya Tuan Putri ini. Sangat disayangkan Putri yang cantik harus meninggal begitu saja. Kumohon terimalah cintaku dan kembalilah hidup.”

Pangeran Minami mencium Putri Chiyomi.
 

Keajaiban pun terjadi, Sang Putri kembali hidup. Ia bertanya apakah Pangeran yang sudah menyembuhkannya?
Pangeran membenarkan, dia mengulurkan tangannya dan mengajak Putri untuk menikah dengannya. Tanpa ragu sang putri menerima uluran tangan tersebut.
 
Ciuman pangeran mematahkan sihir penyihir dan mereka hidup bahagia selamanya.” Cerita Chiyomi dengan semangat pada Minami.

Sedangkan Minami sedang sibuk mengeringkan pakaian Chiyomi. Chiyomi bertanya – tanya, apakah bisa ciuman pangeran mengembalikan tubuhnya ke ukuran semula?

Minami menanggapi dengan dingin, memangnya Chiyomi ini punya kualitas untuk bisa disebut sebagai putri? Lagian siapa pula yang akan jadi Pangeran Chiyomi?

Chiyomi tertunduk, sebenarnya dia sendiri tak punya bayangan siapa yang akan jadi pangerannya.
 
“Takagi, kan? Takagi Riku? Dia mengatakan perasaannya padamu kan? Tapi kau harusnya punya cara yang lebih realistis untuk mengembalikan tubuhmu.”

Chiyomi menghentakkan kakinya kesal, dia benar- benar memikirkan hal itu. haha. Tapi karena saking ngototnya ngomel, kain yang sedang ia gunakan malah melorot. Minami melihatnya, dia terkejut dan langsung berbalik.
 
*****
Minami mengunjungi rumah Chiyomi untuk meminta foto masa kecilnya. Ibu meminta maaf telah membuat Minami repot karena kepergian Chiyomi ke Tokyo. Minami tak mempermasalahkannya, seharunya Chiyomi yang memilih fotonya sendiri tapi karena batas pengumpulan foto untuk Buku akhir tahun adalah besok jadi dia mengambilnya sekarang.

Ibu sedih, dia kembali meminta maaf. Minami pun meminta izin untuk memilihkan foto Chiyomi.
 
Ayah memanggil Ibu, ia pun pamit untuk pergi duluan karena toko sedang ramai. Minami kini beraksi, ia mencari sesuatu di kamar Chiyomi. Dia mengambil sebuah kotak berwarna pink lalu memberikannya pada Chiyomi.

Chiyomi girang, rupanya mereka sedang mencari pakaian milik boneka barbie Chiyomi.

“Akhirnya aku bisa ganti baju.” Sorak Chiyomi.
 
“Onii-chan!!” teriak asuka.

Minami dan Chiyomi bergegas menyembunyikan baju barbie milik Chiyomi. Asuka sepertinya menyukai Minami, dia senang sekali Minami sudah datang ke sana. Minami menunjukkan album foto milik Chiyomi.

Asuka menyuruh Minami untuk memilih foto yang mana saja lagipula kakaknya selalu sama kalau difoto. Chiyomi yang sedang bersembunyi jadi cemberut melihat Asuka senang sekali karena kedatangan Minami.
 


Keesokan harinya, Minami mengajak Chiyomi untuk ikut ke sekolah. Dia menyembunyikannya dibalik buku. Chiyomi duduk santai, dia tak menyangka bisa kembali ke sekolah seperti ini. Minami langsung mendesis, menyuruh Chiyomi berhenti bicara.

Chiyomi mengacungkan jarinya didepan mulut, dia mengerti. Ia kemudian melongok untuk melihat Ami dan Riku, keduanya mengikuti pelajaran seperti biasa.

“Semuanya berjalan seperti biasa tanpa aku.” Batin Chiyomi sedih.




Saat jam pulang, Minami tanpa buang waktu langsung pergi. Dia menuju ke toko boneka untuk membelikan baju ganti Chiyomi. Dia menunjukkan baju Putri tapi Chiyomi menolak, dia ingin baju yang lebih manusiawi.  Dia terus memilih tanpa menyadari ada dua pelayan wanita yang menatapnya aneh.

Minami mendesis, dia tak tahu banyak tentang pakaian wanita. Dia menunjukkan satu persatu, tapi belum ada yang cocok untuk Chiyomi hingga akhirnya ada baju berwarna merah simple. Chiyomi bersorak setuju, kawaiii!!

“Kalau begitu aku akan ambil yang ini.”


Minami hendak menuju ke kasir, tapi tak tahunya ada seorang anak yang memperhatikannya sedari tadi. Chiyomi  segera menunduk dan masuk ke saku Minami. Minami mencoba bersikap tenang, emh?

“Aneh.” Jawab Gadis kecil itu singkat. Chiyomi sontak menahan tawa sedangkan Minami yang berwajah masam segera menuju ke kasir.

Rupanya selain anak kecil tadi, ada juga Yabuki (Teman Minami, Klub Kendo) yang memperhatikan Minami.




Minami berwajah depresi sedangkan Chiyomi girang karena bisa makan es krim yang lezat dan banyak. Dia pikir terkadang ukuran tubuh seperti ini membuat keuntungan. Minami hanya mendesis lelah, ini sudah empat hari berlalu tapi belum juga ada perubahan pada ukuran tubuh Chiyomi.

Chiyomi tahu, dia meminta maaf.

“Sudahlah, cepat makan es krimnya sebelum meleleh.” Potong Minami memakan es krim.


Tiba-tiba Minami teringat akan kisah Neneknya mengenai One-inch Princess. One-inch Princess dikisahkan sebagai gadis yang berukuran sangat kecil tapi pada akhirnya dia berubah menjadi besar, menikah dan memiliki anak.

“Bagaimana dia bisa menjadi besar?” tanya Chiyomi pada Nenek Tomiko.

Nenek menjawab kalau ukuran One-inch princess berubah menjadi besar setelah menggunakan palu ajaib saat bulan purnama.


“Palu keberuntungan?!” gumam Minami mengingat kisah neneknya.

Disaat serius berikir, Minami tak sadar kalau Sayori ada disana. Dia menghampiri Minami dan Chiyomi langsung bersembunyi di saku. Sayori menyapa Minami dengan sok akrab. “Kau pulang sekolah buru – buru, tapi malah sedang makan es krim sendirian. Kau sungguh lucu.”

Minami tak menjawab dan sibuk dengan pikirannya sendiri, “tak ada pilihan, aku harus mendapatkannya.”

Sayori tak mengerti ucapan Minami, dia meminta izin untuk meminta sedikit es krim Minami. Tapi tepat ketika Sayori mendekatkan mulutnya ke es krim, Minami malah berdiri. Sayori berteriak kaget karena wajahnya dipenuhi es krim, Minami sama terkejutnya. Dia minta maaf, lalu tanpa perduli memberikan es krimnya pada sayori dan langsung pergi.




Tak lama, teman Sayori menghapirinya. Sayori yang sudah sebal langsung bersikap jutek dengan temannya yang bernama Masaya itu.

Dan tanpa disadari, Yabuki masih mengikuti Minami. “Jadi benar kalau Pheromone punya pacar seorang pemain golf.”

Yabuki tak perduli dengan Sayori, ia pun kembali mengikuti Minami.



Minami sudah ada di kuil tempat tersimpannya Palu Keberuntungan. Chiyomi membenarkan, kuil itu hanya digunakan saat festifal dan katanya akan memberikan keberuntungan meskipun hanya melihat kuil ini.

“Jadi, kita harus menggunakan palu itu saat bulan purnama dan membuat harapan?.” Dengan semangat, Chiyomi membenarkan perkiraan Minami.



Malam ini malam bulan purnama, Minami masih kebingungan bagaimana caranya ia bisa masuk ke dalam kuil. Semua pintu terkunci.

Chiyomi menunjuk ke arah lubang ventilasi, ia menawarkan diri untuk masuk melalui lubang itu. Minami menyetujuinya, dia menyuruh Chiyomi untuk berhati – hati.



Chiyomi melompat kesana kemari, dan akhirnya berhasil membuka kunci pintu. Dia menggedor pintu tersebut agar Minami menemukannya.

“Cukup menguntungkan punya tubuh kecil di situasi seperti ini.”

Chiyomi mengilangkan tangannya dengan bangga, Yehe.



Yap. Palu keberuntungan berhasil ditemukan. Chiyomi bersiap duduk menantikan ritualnya. Ketika cahaya bulan purnama menyinari palu tersebut, palu itu ikut bersinar. Minami kini yakin kalau itu memang benar – benar palu keberuntungan.

Chiyomi mulai berdoa agar tubuhnya bisa kembali ke ukuran semula. Minami juga memohon, ia memejamkan matanya penuh kosentrasi sambil menggerakkan palu keberuntungan dihadapan Chiyomi.

Chiyomi benar – benar takjub, dia semakin yakin akan kembali ke ukuran normalnya dan kembali hidup di kehidupannya.



Chiyomi mengingat kehidupan bahagiannya bersama teman, keluarga dan keinginan kuatnya dalam hal dance. Tapi kata – kata Minami kalau dia tak menyukainya membuat Chiyomi berubah murung.

Dan, cahaya di palu itu seketika langsung lenyap. Minami kebingungan, ini tak bekerja. Chiyomi hampir menangis, dia yakin kalau palunya tadi bersinar.


“Siapa itu, kau pencuri?” tanya dua orang yang memergoki Minami berada di sana. Petugas Sakaizawa terkejut, rupanya orang yang ia kira pencuri adalah Minami.


Sepertinya, Petugas Sakaizawa menghubungi Ibu Minami agar menjemput Minami. Kini keduanya dalam perjalanan pulang, ia tanya apakah Minami merasa terbebani?

Minami mengelak. Ibu meminta Minami untuk menjalaninya dengan santai, lagipula Ohno Sensei juga yakin kalau Minami akan lulus ujian mid semester tanpa kesulitan. Minami meminta maaf telah melakukan hal yang buruk.

“Tidak, aku malah bersyukur. Aku kira kau akan bersikap kuat dan mengatakan sesuatu seperti kau tak akan percaya pada Tuhan.” Ibu tersenyum, putranya ternyata masih punya sisi Lucu (percaya dengan takhayul, seperti Palu Keberuntungan).


Ibu menyinggung tentang Putri Kepala Rumah sakit (Sayori) yang memiliki perhatian pada Minami. Tapi dia meminta Minami tak usah merasa terbatasi karena hal itu. Ia tahu betapa Minami berusaha keras agar dia bisa melindungi dia dan neneknya. Jadi, ia menyuruh Minami untuk melakukan Mid masuk perguruan sesuai keinginannya. Sangat mudah baginya untuk memasukkan Minami ke sekolah manapun yang dia mau.

“Sangat mudah..” ulang Minami dengan tersenyum.

Itulah bagaimana cara Ibu membuat putranya lebih nyaman, ia kemudian mengajak Minami untuk bergegas pulang dan membelikan Nenek Pizza.


Hujan turun dengan sangat deras, Chiyomi meminta maaf karena semua ini salahnya. Minami tak mempermasalahkannya, semua tak akan bisa tertolong.

Petir menyambar, Chiyomi ketakutan sambil menutup telinganya.

“Saat kau berubah menjadi kecil, apakah situasinya seperti ini?” tanya Minami dan dijawab anggukan oleh Chiyomi. “Baiklah, ayo lakukan hal bodoh lainnya.”



Yosh. Hal bodoh itu tak lain mereka ke gua karang tempat Chiyomi berubah menjadi kecil disaat hujan deras dan petir terus menyambar. Minami meletakkan Chiyomi di tempat dimana ia berubah menjadi kecil.

“Hari itu, kau pingsan saat mendengar bunyi petir. Dan bangun setelah tubuhmu mengecil. Benarkan?”

Chiyomi membenarkan, ia kembali penuh harap. Mungkin saja kalau dia sekarang melakukan hal yang sama, ia bisa kembali ke ukuran semula.

Minami memberikan pakaian Chiyomi yang sudah bersih.

“Kau mencucinya?” tanya Chiyomi.

Minami membenarkan. Ia lalu berniat untuk meninggalkan Chiyomi dan kembali keesokan paginya.



Chiyomi menghentikannya. Minami bertanya, bukankah dia kemarin sendirian saat berubah jadi kecil?

“Ya, tapi kalau sekarang bukankah itu keterlaluan? Aku sudah menjadi kecil, mungkin aku akan mati duluan sebelum ukuran tubuhku kembali.”



Chiyomi tidur dengan nyaman menggunakan kasur mungil buatan Minami. Dia terbangun di tengah malam, ia menatap wajah Minami. Ia teringat akan kisah novel web buatannya.

Peri kehilangan kekuatannya saat mereka jatuh cinta. Lalu, mereka akan kehilangan senyum  mereka. Mereka akan langsung menua dan tidur lelap selamanya. Jika cinta mereka berbalas oleh seseorang yang mereka cintai, mereka akan berubah menjadi manusia sebagai ganti dari kekuatan sihir yang sudah hilang.

Manusia menua tapi mereka punya senyuman. Hidup dalam masa yang tak lama, mereka bisa bermain, sedih, marah dan kesepian.

Chris ragu. “Inikah cinta?” Kalau iya, dia belum menyadarinya sehingga menanyakan hal itu pada dirinya sendiri.Sebuah awal dari cinta.


Dirumahnya, Riku sedang membawa Novel buatan Chiyomi yang belum juga ada kelanjutannya. Dia mulai khawatir apakah Chiyomi baik – baik saja.


*****
Pagi ini matahari bersinar cerah, Chiyomi bangun dari tidur lelapnya. Dia sedikit aneh dengan tubuhnya, ah. Ia sadar kalau tubuhnya sekarang sudah kembali ke ukuran normal.

Chiyomi senang bukan main, tapi dimana Minami? Chiyomi memakai bajunya dan mencari Minami. Minami datang menemuinya, dia menunjukkan dirinya yang sudah kembali ke ukuran semula. Dia berterimakasih pada Minami.

Tak ada kata yang terucap, Minami langsung memeluk Chiyomi. Dia tak berkata apa – apa, Chiyomi kemudian memejamkan matanya. Minami mulai mendekatkan wajahnya, tapi belum sempat dia mengecup bibir Chiyomi, Minami sudah bersin duluan.




Dan lagi – lagi, ini hanya mimpi Chiyomi. Dia masih sama seperti sebelumnya, tubuhnya masih berukuran mungil.

Chiyomi melihat Minami masih duduk didekatnya, tapi nafasnya tak beraturan. Dia bertanya apa Minami baik – baik saja?

Minami menoleh melihatnya, Chiyomi belum kembali ke ukuran normal. Minami akan berdiri, tapi tubuhnya terhuyung. Rupanya dia demam setelah semalam kehujanan dan kedinginan.



Dengan susah payah, Minami kembali kerumah tapi belum sempat sampai ke kamar dia sudah jatuh dilantai. Chiyomi keluar dari saku Minami, dia panik setelah memegang dahi Minami yang panas. Tapi sekarang di rumah juga tak ada orang.

Minami bangun lagi, dia lupa tak membawa Chiyomi dan berjalan menuju kamarnya.


“Ah, baiklah. Aku harus menurunkan demamnya.” Ucap Chiyomi dengan semangat empat lima. Susah payah dia mengerahkan semua tenaganya untuk membuka pintu kulkas tapi sekuat apapun, dia akhirnya kelelahan.


Chiyomi berjalan sempoyongan karena harus menaiki tangga menuju kamar Minami. Minami mengulurkan tangannya agar Chiyomi bisa naik ke kasur.

Chiyomi menangis merasa bersalah, dia tak bisa membawakan apapun. Yang ia bisa hanya kembali ke kamar Minami.

Minami menghapus air mata Chiyomi dengan jarinya, “Jangan khawatir dan tetap disini.”



Karena demam, Minami terpaksa absen sekolah. Sayori kini dikelas, ia memperhatikan bangku Minami yang kosong dengan khawatir.


Sedangkan demam Minami makin tinggi, Chiyomi tambah khawatir.

Bel rumah Minami berbunyi, Minami berniat membuka pintu. Chiyomi khawatir, apa kau bisa berjalan?

“Aku baik – baik saja. Apa kau lapar? Aku akan sekalian membawakan sesuatu.” Chiyomi ragu dan memegangi perutnya, sedikit. Maafkan aku masih merepotkan disaat seperti ini. Terimakasih.

“1000 yen setiap makan. Bayar aku nanti.”


Tamu Minami ternyata Yabuki dan rekan klub kendo. Mereka berdua tanpa dipersilahkan langsung masuk dan menunjukkan makanan yang ia beli untuk Minami. Minami bilang kalau dia baik – baik saja.

Keduanya menyuruh Minami untuk tetap makan. Minami menolak karena dia tak lapar. Tanpa banyak babibu, Minami juga menegaskan kalau dia tak mau bergabung ke klub kendo.

Ketua Klub Kendo masih membujuk tapi jawaban Minami tetap sama, TIDAK. Yabuki menyuruh Minami untuk sedikit mendengarnya Ketua.

“Berikan aku waktu istirahat. Bisakah kalian pergi?”

“Kalau begitu, bahas kendonya lain waktu.”

“Tidak.” Jawab Minami tak berubah.

Keduanya terpaksa pergi, sebelum pergi Yabuki bertanya apakah Minami mengkhawatirkan sesuatu? Dia menyuruh Minami berbicara padanya kalau butuh bantuan.

Yabuki memberikan bungkusan, “Dan kau juga harus tertarik pada wanita sungguhan.”

Minami membuka bungkusan tersebut yang tak lain berisi majalah orang dewasa. Sepertinya Yabuki mengira kalau Minami terobsesi pada boneka barbie, makannya dia menyuruh Minami agar tertarik pada wanita sungguhan.


Minami kembali kekamar dengan membawakan makanan untuk Chiyomi. Dia merebahkan tubuhnya. Sekali lagi Chiyomi meminta maaf telah membuat Minami demam.

“Jangan khawatir, ini karena aku sendiri yang melakukannya.”

Tak lama, bel rumah kembali berbunyi. Minami mengeluh karena teman klub kendonya kembali lagi. Tapi tamunya malah membuka pintu rumahnya sendiri.

“Oh, aku lupa mengunci pintu.” Gerutu Minami.

“Halo, Minami-kun. Kau disini?” tanya seseorang perempuan. Minami terkejut karena yang datang Sayori, ia menyuruh Chiyomi sembunyi.

“Iya.” Sahut Minami.


Sayori masuk ke kamar Minami, dia meminta maaf karena datang tanpa bilang terlebih dahulu. Dia dengar kalau Minami sakit jadi dia menjenguk. Minami dengan canggung mengucapkan terimakasih.

Sayori melihat makanan Chiyomi di meja Minami, “Ini..”

“Oh, Aku tak lapar.” ucap Minami.

Sayori hanya tersenyum mendengar ucapan Minami.


Yap. Sayori mengira kalau Minami kelaparan dan ia membuatkan makanan untuk Minami. Bagaimana?

“Enak kok. Terimakasih.” Jawabnya setelah menghabiskan semangkuk makanan buatan Sayori. Sedangkan Chiyomi yang sedang bersembunyi jadi semakin kesal saja.

Sayori berkata kalau dia akan membuatkan kapan saja kalau Minami mau.



Minami memegangi kepalanya yang kembali pusing. Sayori memegang dahi Minami, tubuhnya panas. Dia meminta maaf karena tak sadar kalau demam Minami tinggi. Dia menyuruh Minami rebahan.



Sayori menjaga Minami seharian, mengompres kepalanya dan menunggu sampai demamnya turun.
Chiyomi menjadi manusia yang paling merasa bersalah, dia menunduk sedih tanpa bisa melakukan apapun.



Sayori menatap wajah Minami, perlahan dia mendekatkan wajahnya disaat Minami tertidur.

Chiyomi memperhatikan Sayori di balik tas, “jangan! Jangan! Hentikan!” batin Chiyomi berteriak dan menutup wajahnya.



****Bersambung****
Maafkeun bagi yang sudah menunggu tapi aku belum juga update, baru sempet beli paket inet tadi sore. Gomen~~
Oiya, Dorama My Little Lover ini tayang seminggu sekali, durasinya 40 menitan. Dan ada 10 episode, tayang setiap senin. Dan sekarang sudah ada 5 episode ^_^




16 Responses to "Sinopsis My Little Lover – Minami Kun No Koibito Episode 3"

  1. Lanjut ya.....slalu ditunggu kok lanjutannya.tapi kok formatnya/model font nya ganti sih.aku baca dihp jadi agak ribet harus geser kanan-kiri.kalo sebelunya kan enak aja.tinggal scrol atas bawah.trims

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya bukan karena font-nya tapi penempatan gambarnya. Udah aku perbaiki ^_^

      Delete
  2. Permisi. Maaf. Downloadnya dimana mbak?

    ReplyDelete
  3. Permisi. Maaf. Downloadnya dimana mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kamu bisa DL disini galaxyasia.mywapblog.com ^_^

      Delete
  4. Akhirnya setelah menunggu 3 mggu update jga....... thanks ya mbk, ditunggu ep selanjutnya

    ReplyDelete
  5. Ayo dong semangat ya recapnya.
    Tiap hr di cek blm d kelanjutannya.
    Di tunggu bgt kelanjutannya

    ReplyDelete
  6. D tunggu klntnya , mkin pensaran ... semangat min nulisnya ...

    ReplyDelete
  7. Ayo dilanjut dong mb Puji Eka Rini....masih selalu tak tunggu lho

    ReplyDelete
  8. Hallo........kapan dilanjut mb puji?????

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^