Sinopsis My Little Lover – Minami Kun No Koibito Episode 2


Baru tersadar tubuhnya telah berubah menjadi kecil, Chiyomi harus dikejutkan dengan kedatangan anjing besar yang menggonggong menuju ketempatnya. Chiyomi ketakutan, ia berusaha meneriaki anjing itu agar cepat pergi.
Beruntung, pemilik si Anjing datang tepat waktu dan menggiring anjingnya pergi.




My Little Lover – Minami Kun No Koibito Episode 2
Living Together?
What Do I Do?

Ibu dan Ayah Chiyomi meminta bantuan pada Petugas Sakaizawa untuk menemukan putrinya. Mereka sangat khawatir dan berharap besar padanya. Petugas Sakaizawa dengan gaya so’ wibawa menerima permintaan itu, ia memberikan saran pada ayah agar jangan membuat pertengkaran yang keterlaluan, Chiyomi kan masih remaja.
Ayah dan Ibu mengangguk seolah menyesali apa yang terjadi semalam.



Ibu Minami mendengar kabar hilangnya Chiyomi dan memberitahukannya pada Minami.

“Hilang?” tanya Minami terkejut.
“Dia katanya menghilang saat pergi semalam. Aku mendengar dari pertugas patroli.” Jawab Ibu.

Minami langsung terfikir dengan pertengkaran mereka semalam dan akhirnya Chiyomi menangis meninggalkannya. Ibu Minami menambahkan kalau semalam Chiyomi terlihat terakhir kali di sekitar taman Misaki.


Ibu Minami ikut khawatir dengan hilangnya Chiyomi. Sedangkan Minami tanpa pikir panjang langsung pergi, ia beralasan kalau ia ingin lari pagi.


Minami mencari Chiyomi di Taman Misaki, ia melihat ke tempat gua karang dimana ia dan Chiyomi melakukan janji semasa kecil. Ia bergegas masuk ke sana, ia pun menemukan pakaian yang dikenanakan Chiyomi semalam.

Minami makin panik, ia pun memanggil-manggil Chiyomi.
“Minami-kun!” Sahut Chiyomi.



Minami kebingungan, dia hanya mendengar suara Chiyomi tapi tak tahu dimana keberadaanya. Kau dimana?!

“Aku disini!” teriak Chiyomi sambil melompat – lompat.
Sampai akhirnya Minami melihat tubuh Chiyomi yang sudah berubah mengecil. Minami tertegun tak percaya melihat apa yang ada dihadapannya.



Minami memelototi Chiyomi lama sampai ia mencubit wajahnya. Masih berasa mimpi.

“Ini bukan mimpi. Ini aku chiyomi.” Teriak Chiyomi yang mulai lemas. Dia hampir jatuh karena kelelahan. Untungnya Minami segera menangkap tubuh Chiyomi yang sekarang seukuran dengan telapak tangannya.



Minami keluar dari Minimarket, ia berpapasan dengan Petugas Sakaizawa yang menyapanya. Ia tanya apakah Minami sudah mendengar kalau Chiyomi pergi dari rumah?

Dengan canggung, Minami membenarkan. Dia sudah dengar dari ibunya.
“Em, ini hanya kau dan aku yang tahu..” ucap Petugas Sakaizawa dengan merendahkan suaranya. “Aku kira dia kawin lari dengan pacarnya.” Hahahaha. Bikin novel aja sana bapaknya...




“Eeh!!” sontak Chiyomi dan Minami terkejut. Petugas Sakaizawa sepertinya agak mendengar suara teriakan Chiyomi. Ia mencari-cari sumber suara itu tapi cepat – cepat Minami berdehem. “Eum.. Ya aku tahu.”

Petugas memperingatkan Minami. SSssst, jangan katakan pada siapapun. Chiyomi masih remaja, akan jadi masalah kalau sampai rumor buruk menyebar. 
Petugas Sakaizawa melanjutkan berkeliling.



Chiyomi keluar dari saku jaket Minami. “Kawin lari?”

“Masalahnya jadi makin serius.” Ucap Minami membuat Chiyomi cemberut.



Keluarga Chiyomi tengah berunding, mereka masih menganggap kalau Ayah Chiyomi telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Ayah Chiyomi mengelak, dia kan hanya sedang mengajari putrinya.

Petugas Sakaizawa dengan so’ menyuruh mereka untuk jangan membuat keributan. Sedangkan Ayah dan Ibu sebenarnya kesel sama dia, tapi mereka menahan diri. Menurutnya Sakaizawa juga salah dalam hal ini.


Minami memperhatikan mereka dari kejauhan. Chiyomi bingung, apa yang harus ia lakukan?
“Tak ada cara lain selain menjelaskan pada mereka apa yang terjadi.” Jawab Minami sambil melangkahkan kaki.

“Tunggu! Tunggu!” teriak Chiyomi membuat Minami terhenti. Chiyomi tak mau melakukannya, dia tak mau kembali dengan keadaan seperti ini.



Minami membawa pulang Chiyomi kerumahnya dan memberikan ia sepotong roti. Chiyomi mengucapkan terimakasih dengan riang tapi Minami menanggapi dengan dingin. Ia memperingatkan agar Chiyomi jangan menyentuh barang-barang miliknya. Dan jangan sampai terlihat oleh Nenek dan Ibunya. Nenek selalu berada dirumah.
“Aku mengerti.” Jawab Chiyomi.



“Anu... eum..” ucap Chiyomi ragu sambil sendikit melompat – lompat. Minami bingung, apa? Tapi kemudian dia sadar melihat tingkah Chiyomi yang ternyata sedang menahan kencing.

Salting juga Minami. Tapi kemudian dia membukakan jendela kamarnya. “Aku tak butuh pot karena tumbuhannya sudah mati.” Ucap Minami.
Ia kemudian pergi karena dipanggil untuk makan pagi oleh Ibunya.



Lega sudah setelah bisa kencing di pot. Sepertinya Chiyomi malah gembira dengan tubuhnya yang jadi kecil dan dia bisa dekat dengan Minami. “Ini sungguh dekat.”


*****
Disekolah, Ami dan Riku menemui Ohno Sensei untuk menanyakan kabar Chiyomi. Ami khawatir karena dia mendapatkan pesan dari Orangtua Chiyomi. Sedangkan Riku bertanya apakah Chiyomi sedang demam?

Ohno Sensei menyuruh keduanya jangan khawatir, dia sudah mengobrol dengan kedua orang tua Chiyomi dan ini bukanlah masalah besar.



“Ohno Sensei!!” teriak Sasaki Sensei. “Aku dengar kalau Horikiri telah menghilang?” tanya Sasaki Sensei dengan keras sampai seisi kelas mendengarnya. Anak – anak di kelas jadi ribut karena penasaran. Hahaha, gosip emang yah. Gak disana gak disini, semenit aja udah nyebar.


Orang yang bikin geger malah sedang bersantai memandangi kamar Minami yang khas cowok banget, berantakan. Ternyata dibali Minami yang perfect di sekolah, dia malah tak bisa membenahi kamarnya sendiri.

Dengan penasaran, Chiyomi menyusuri kamar Minami. Ia menemukan Kendama, permainan yang sering ia mainkan dengan Minami saat kecil. Kini ukurannya sama dengan dia.





Chiyomi melihat potongan brownies sisa milik Minami. Ia membayangkan dengan tersipu kalau Minami memakan Browniesnya dengan lahap, dan saking enaknya Minami dengan lebay menaruh dua tangannya dibawah dagu dengan lucu. Bisa jatuh hati sama anak kecil nih, dia kelahiran 1998 loh.


Chiyomi berniat untuk memakan brownies sisa Minami. Tapi sebelum browniesnya masuk, ia ragu. Tak ada yang tahu sudah berapa lama kue itu ada disana.


Chiyomi akhirnya melanjutkan tour dikamar Minami. Ia menemukan buku Kimia milik Minami, catatannya tersusun dengan rapi. Tanpa sengaja, ia juga melihat foto album masa kecilnya bersama Minami. Itu aku?



Nenek Tomiko membersihkan kamar Minami. Chiyomi dengan cepat langsung bersembunyi dibalik tempat pensil. Karena merasa kurang aman, saat Nenek Tomiko membersihkan lantai, Chiyomi pun berlari keluar jendela dan bersembunyi dibalik pot bunga kering.



Nenek Tomiko selesai membersihkan kamar Minami. Ia bergumam karena Minami teledor telah membiarkan jendela kamar terbuka. Ia pun menguncinya lalu pergi.
Chiyomi yang masih diluar panik apalagi angin bertiup dan membuatnya kedinginan.



*****
Dikelas, Ami jadi murung memikirkan apa yang sedang Chiyomi lakukan sekarang. Riku menenangkannya, dia yakin kok kalau Chiyomi pasti makan dengan baik.


Tak berbeda dengan Minami, ia pun memikirkan banyak hal karena kejadian yang menimpa Chiyomi. Sayori meminta izin agar dia bisa makan bersama Minami, Minami memperbolehkannya.

Setelah itu, seorang teman Minami menemuinya juga. Minami dengan dingin menyuruhnya untuk makan dikelasnya saja. Teman Minami ngeles, dia kan memang kesini untuk menemani makan siang. Ia tak akan membiarkan Minami makan sendirian.

Tapi Teman Minami langsung terkejut saat melihat Sayori si Pheromone sudah duduk menemani Minami makan siang. Dia heran kenapa Minami tak mengatakan padanya kalau Minami kencan dengan Sayori?

“Kita hanya menjadi wakil kelas.” jawab Minami santai.



Minami sudah tahu maksud kehadiran temannya, tanpa basa-basi lagi dia berkata kalau dia tak akan ikut masuk ke club kendo lagi. Dia akan keluar saat musim dingin saat kelas 11.

“Huh?Kau sungguh tak berperasaan.” Ucap Teman Minami. Dia kemudian membahas mengenai gosip menghilangnya tetangga Minami. Mendengar ada yang menyinggung hilangnya Chiyomi, sontak Minami tersedak.


“Aku kira kau tak menyukainya. Tapi aku pikir dia cukup cantik. Ah.. Dan tentu saja kau juga cantik, Nomura-san (Sayori.)” kata Teman Minami.

Dengan gaya ularnya (entah apa yah, sikapnya bikin empet aja. Dari gaya ngomongnya, biasa gaya tokoh antagonis), Sayori berkata kalau Chiyomi itu memang terlihat polos, tapi kita kan tak tahu bagaimana sikapnya dibelakang.


Ami mendengar ocehan Sayori, ia langsung berdiri hendak melabrak tapi untung ada Riku yang menahannya.

Tanpa diduga, tiba-tiba Minami berdiri dan bertanya dengan wajah ga percaya. “Tiba tiba, seseorang menjadi kecil.” Minami menunjukkan ukuran Chiyomi dengan tangannya. “Apa itu mungkin terjadi?”



Mendengar ucapan Minami yang absurd itu, semua menatapnya tanpa kata. “Hah?! Apa yang kau katakan?”

Minami tak menjawab, dia malah mengemasi barangnya dan meminta Sayori untuk mengatakan pada Guru kalau dia pulang cepat karena tak enak badan.


*****
Sesampainya dirumah, Minami mencari – cari keberadaan Chiyomi dan berhasil menemukannya ada diluar jendela. Ia langsung membukakan pintu jendela. Chiyomi segera masuk rumah dengan lemas, terimakasih.

Minami memberitahukan kalau disekolah, menghilangnya Chiyomi menjadi masalah besar. Chiyomi jelas terkejut, dan ia yakin kalau nanti akan diadakan pencarian masal untuk mencarinya. Kau tahu kan kalau aku meninggalkan bajuku disana?
Minami mengangguk.

“Kalau mereka menemukannya disana, mereka akan mengira kalau telah terjadi penculikan, pemerkosaan dan pembunuhan.” Tebak Chiyomi khawatir. Minami ikut takut kalau hal itu benar-benar terjadi.



Benar saja, warga desa sedang membantu pencarian Chiyomi di tepian pantai. Salah satunya Minami yang memperhatikan situasi dengan serius. Sebenarnya dia heran juga, “Kenapa aku harus disini?”



Minami sampai ke gua karangnya, dia langsung memunguti pakaian Chiyomi. Hahaha. Tapi karena emang Chiyomi cewe, dia pakai pakaian dalam dan terjatuh saat bajunya di masukkan kedalam tas.

Minami langsung memalingkan wajah dengan geregetan, “Bagaimana dia bisa menyuruhku melakukan hal semacam ini.”



Minami kembali ke rumah, tapi belum sempat masuk malah dia ditegur oleh Petugas Sakaizawa. Kenapa kau ada dirumah saat jam sekolah?

Minami jelas terkejut, dengan tergagap dia beralasan kalau dia sedang ada masalah perut. Petugas Sakaizawa menghampiri Minami, dia memberitahukan kalau Chiyomi belum juga kembali. Apakah ada sesuatu yang aneh disekolah?

“Ahh... Aku tak yakin.” Jawab Minami memunggungi Petugas Sakaizawa.

Petugas Sakaizawa penasaran dengan kantong yang dibawa Minami, apa kau habis belanja?

Minami udah kaya pelaku kejahatan saja, dia makin panik dan berdalih kalau dia habis membeli obat untuk menyembuhkan masalah perutnya. Minami berpura-pura memijati perutnya dan langsung masuk ke rumah.
Petugas Sakaizawa menatap Minami dengan heran.



Dirumah, Minami mondar mandir karena dia yakin kalau Petugas Sakaizawa akan mencurigainya. Chiyomi merasa tak apa – apa, soalnya Petugas Sakaizawa agak bodoh.

Minami menatap Chiyomi tajam, kenapa kau tak pulang saja?
Chiyomi menggeleng, dia ingat saat ia memberitahukan ibunya kalau dia bertemu One-inch-princess tapi ibunya sama sekali tak percaya. Pokoknya Chiyomi tak mau pulang.



Minami yakin kalau orang tua Chiyomi akan baik – baik saja kalau tahu hal ini.
Chiyomi kesal, “Orang tua pasti tak akan seperti itu. Mereka akan sangat terkejut dan khawatir.”
“Jadi apa yang kau harapkan dariku?” tanya Minami terlihat terbebani.


Minami memberikan ponsel lalu mengatur agar nomornya tersembunyi, paling tidak Chiyomi harus mengabari orang tuanya.

Chiyome hendak memecet nomor telefon, tapi dia ragu. “Aku tak tahu apa yang harus aku katakan.”
Minami jadi kesal sendiri, ia memilih pergi dari kamar dan menutup pintunya dengan keras.


Malam harinya, Minami dan Chiyomi duduk bareng tanpa bicara satu sama lain. Kemudian Ibu Minami datang memanggilnya, Chiyomi pun langsung ngumpet.

Ibu Minami memberitahukan kalau seseorang telah menemukan barang milik Chiyomi. Minami pun langsung kaget mendengarnya,




Ibu Chiyomi nangis – nangis karena mereka telah menemukan kecap yang dibeli Chiyomi. Jadi pas lagi marahan, Ibu Chiyomi minta dibeliin kecap saat pulang. Ibu Chiyomi menyesal sudah menyuruh anaknya membeli kecap, dia merasa ini salahnya. Asuka dan Ayah menenangkan ibu.


Keluarga Minami juga datang ke rumah Chiyomi, mereka ikut prihatin dengan kejadian yang menimpa mereka. Disana juga ternyata ada Riku dan Ami, Minami kaget karena mereka disana juga.

Ami menangis, dia khawatir dengan kondisi Chiyomi jadi dia datang kesana. Dia yang menemukan kecap itu dan disana ada sidik jari milik Chiyomi. Ami tak bisa menahan tangisnya, Riku mencoba menenangkan.



Ditengah keributan, Petugas Sakaizawa mengatakan kalau dia memang merasa ada yang aneh dan membuatnya penasaran seharian. Dia rasa ada satu orang yang aneh dan merasa salah satu di antara mereka ada yang mencurigakan.
Sontak Minami langsung salting.

Petugas Sakaizawa menunjuk satu persatu. Tepat saat menunjuk Minami, “Orang yang mencurigakan... Orang yang mencurigakan..”
Minami makin salah tingkah.

“DIA!” Petugas Sakaizawa menunjuk Riku. Hahahaha. Minami yang udah siap ditunjuk malah ikutan kaget apalagi Riku.



Riku malah panik dituduh begitu, dia kan juga sedang mengkhawatirkan Chiyomi. Kenapa aku? Jadi aku menjenguk bersama Ami.
“Kalau begitu, ayo kita telaah. Kau khawatir sejak kemarin? Orang yang tahu kalau Chiyomi menghilang hanyalah keluarganya. Dan aku.”
“Tapi aku yang menghubungi Ami-chan.” Timpal Ibu Chiyomi.

Ami membenarkan, Ibu Chiyomi menghubungi untuk menanyakan apa Chiyomi bersamanya. Lalu dia langsung menghubungi Riku juga. Bukannya mengaku salah, Petugas Sakaizawa malah kesal karena Ibu Chiyomi memberitahukan hal itu dengan mudahnya.

Ami membela diri, dia kan memang teman Chiyomi.



“Itu karena aku......” teriak Riku menghentikan keributan. “Aku menyukai Chiyomi. Aku mengungkapkan perasaanku kemarin.”

Pengakuan Riku membuat semua orang terkejut termasuk Minami. Ciyeee. Lain halnya dengan Petugas Sakaizawa yang makin menuduh Riku, dia pikir Riku sudah ditolak oleh Chiyomi hingga dia melakukan semua itu.

Riku tak terima dikatai ditolak karena dia masih punya kesempatan.



“Jadi kakak sudah pacaran dengan Onee-chan kemarin?” tanya Asuka.

“Eum... Aku rasa bukan begitu...”

“YAAAAAK!!! Jadi itu kau!!” teriak Ayah ikutan menuduh Riku. Ayah menarik kerah baju Riku dan menyuruhnya mengembalikan Chiyomi.


Saat keributan makin menjadi, telefon berbunyi dan itu panggilan dari Chiyomi. Ayah langsung merebut telefonnya dari ibu, Ini kau Chiyomi?!

Chiyomi membenarkan, dia meminta maaf sudah membuat khawatir tapi saat dia mau menghubungi rumah, ponselnya rusak. Ayah masih sempat mengatai Chiyomi bodoh, ia menyuruhnya untuk segera pulang. Tak ada yang marah padanya.

“Maaf, tapi sekarang aku tak bisa. Aku... Aku ada di Tokyo.”



Ibu merebut telfonnya dari Ayah, dia menyuruhnya untuk segera pulang. Apa dia tak tahu bagaimana mereka sangat khawatir. Chiyomi memohon, dia kan memang sudah meminta izin untuk ikut Dance Workshop. Dia janji tak akan membuat mereka khawatir.

Ayah merebut telfonnya lagi, “Aku tak memperbolehkannya!!! Aku tak mengijinkannya.”

Chiyomi sampai terjungkal karena terkejut teriakan Ayah. Dia berjanji akan menghubungi orang tuanya lagi. Ia mencoba mematikan panggilannya tapi layar ponsel tak mau merespon sampai dia harus menendang – nendang tombolnya.



Lega sudah karena tak terjadi apa – apa pada Chiyomi. Tetangga mulai pulang dan menyuruh keluarga Chiyomi memberitahukan mereka kalau Chiyomi sudah pulang.

“Tuh kan.. aku bilang juga kita akan menemukan Chiyomi dengan mudah.” Ucap petugas Sakaizawa sambil ngeloyor pergi. Wkwkwk, Ayah sampai mengepalkan tangan pengin mukul tapi ditahan oleh ibu. Meskipun Ibu juga sama – sama sengit sama Petugas sotoy ini.


Sepulangnya kerumah, Minami masih kesal karena Chiyomi bilang kalau dia berada di tokyo. Memangnya kau tak ingin pulang?

Chiyomi juga ingin kembali. Dia ingin sekali pulang tapi dia harus kembali ke ukuran semula. Dia tak ingin kembali dengan kondisi seperti sekarang, orang tuanya akan khawatir. Lebih baik kalau mereka marah padaku.

Chiyomi memohon agar dia bisa tinggal disana sementara waktu.
“Apa maksudmu?” tanya Minami kesal.
Chiyomi meyakinkan kalau dia tak akan membuat masalah.



Waktunya mandi, karena imut makannya Chiyomi pakai mangkuk buat mandi. Dia senang sekali karen ukurannya sangat pas sedangkan Minami yang menunggu diluar hanya bisa berdecih kesal. Chiyomi menyuruh Minami untuk mengambilkan sabunnya karena dia tak bisa menjangkau.

Minami memasukkan tangannya sambil memalingkan wajah. Tapi Chiyomi sudah meneriakinya. “Jangan melihat!”

“Aku tak akan melihat!!”
Minami akhirnya ngedumel juga, bilangnya Cuma minta agar bisa tinggal disana tapi ujungnya tetep nyusahin.




Giliran Minami mandi, dia langsung melepas bajunya. Mungkin lupa masih ada Chiyomi disana. Chiyomi terkejut sih, Cuma tetep aja melotot lihat badan Minami. Untungnya Minami Cuma melepas baju karena melihat Chiyomi melotot menatapnya.

Chiyomi juga salting, pura- pura acuh.



Tapi setelah Minami masuk kamar mandi, Chiyomi jadi malu – malu. “Ah.. benar benar seram. Tapi tubuh Minami –kun berotot.” Ucap Chiyomi sambil memegangi pipinya sambil senyum – senyum.


Sekarang tinggal membuatkan tempat tidur, Minami membuatnya dari tempat tisu lalu meletakkan handuk yang dibungkus tisu sebagai kasurnya. Chiyomi langsung merebahkan tubuh di kasurnya yang nyaman. Dia mengucapkan terimakasih.

“Ini pertama kalinya kita tidur sekamar. Dan pertama kalinya aku masuk ke kamarmu.”

Minami membenarkan. Dia punya kamar sendiri sejak SMP dan baru pertama kali mengajak perempuan masuk ke kamarnya.
“Aku mengerti.” Jawab Minami. Sepertinya dia senang karena dia jadi yang pertama.



Chiyomi teringat dengan kejadian hujan – hujanan waktu itu, saat Minami bersama Sayori. Tanpa babibu, dia bertanya apakah Minami suka dengan Sayori?
Minami jadi teringat dengan tawaran beasiswa dari Sayori. “Ada sesuatu yang harus aku lakukan.”

Minami pun kembali belajar.


Chiyomi bosan sendirian, dia pun duduk di meja dan memandangi Minami yang sedang belajar. Minami sadar diperhatikan tapi dia bersikap acuh.

Sampai saat ia kembali melihat Chiyomi, dia sudah tertidur. Minami dengan hati-hati menyentuh Chiyomi dengan jarinya tapi Chiyomi tetap tidur.



Chiyomi tertidur lelap. Tapi saat tengah malam ia terbangun dan menemukan Minami tertidur di meja juga. Chiyomi memperhatikan wajah Minami dengan seksama, “Kelopak matamu panjang, Minami –kun.”

Chiyomi pun kembali tidur. Keduanya tidur diatas meja bersama.


~~~Bersambung~~~
Awalnya juga heran, kenapa ga pulang kerumah aja sih Chiyomi? Tapi benar juga, saat dia pulang maka Ibunya akan sangat mengkhawatirkannya. Pasti akan makin sedih kalau melihat ibu dan ayahnya sedih karena dia.
Bagaimana dia bisa kembali ke ukuran dia selanjutnya?
Di preview episode 3 sih, mereka menggunakan palu ajaib. Entah itu akan merubahnya kembali ke ukuran semua atau egak. Atau mungkin Chiyomi akan kembali ke ukuran semula kalau hubungannya dengan Minami kembali seperti saat keduanya masih kecil, itu kan harapan Chiyomi sebelum ukuran tubuhnya jadi seperti sekarang.
Dan belum ada titik terang kenapa kepergian Ayah Minami membuat Minami mendiamkan Chiyomi dan terkesan membencinya.




Aku akan kembali ke ukuran semula.

8 Responses to "Sinopsis My Little Lover – Minami Kun No Koibito Episode 2"

  1. Keren ><
    jdi pengen tau di episode 3 nya gimana ......

    ReplyDelete
  2. Ini doramanya cuma seminggu 1x ya ? Thanks udah buat sinop dorama, semangat yaaa 😍😉

    ReplyDelete
  3. Tq puji. Ditunggu ep 3 nya. Mdh2an cpt ya. Smangat ..

    ReplyDelete
  4. Hahaha.....Chiyomi ga pakai celdam donk ya? ��

    ReplyDelete
  5. Kok belum dilanjut lagi.....bolak balik ke blog ni kok blm ada.ditunggu lo ya........ Semangat!!!Thanks

    ReplyDelete
  6. Msh blm ya sinopsis ep 3 nya..... ?

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^