Sinopsis My Little Lover – Minami Kun No Koibito Episode 1

Sinopsis My Little Lover – Minami Kun No Koibito Episode 1
Dikisahkan ada seorang pangeran kecil yang hidup berkelana. Saking kecilnya, Ia menggunakan mangkuk untuk berlayar disungai menuju ke Kyoto. Meskipun banyak halangan, Pangeran tersebut tetap bertahan untuk sampai ke tujuannya.


Kisah tersebut rupanya tengah diceritakan oleh seorang nenek pada dua bocah yang takjub dengan Kisah Sang Pangeran Kecil. Si Anak Perempuan, Chiyomi Horikiri dengan lugu berujar kalau ia ingin bertemu dengan Pangeran itu.

“Coba pikirkan, disini juga ada sebuah legenda tentang One-inch-princess.” Kata nenek.

Chiyomi bertanya, apakah Putri itu benar-benar ada?

“Aku pikir begitu.” Jawab Sang Nenek hingga Chiyomi makin excited dibuatnya.





Chiyomi percaya dengan kisah Nenek Tomiko. Ia dan Shunichi Minami pun mencari di rerumputan untuk menemukan One-inch-princess. Keduanya tak menyerah dan terus mencari walaupun yang mereka temukan malah katak.


Chiyomi yang berjalan di tepian sungai terpeleset, ia mengeluh karena tangannya menjadi basah. Ia melihat kesekitarnya, ada sepatu yang hanyut dialiran sungai. Chiyomi memperhatikan sepatu itu dan tanpa diduga, seorang putri kecil dengan kimono muncul dari dalam sepatu.

Chiyomi terkejut, apalagi Putri itu sempat melambaikan tangan padanya.



Minami menghampiri Chiyomi, ia tanya apakah Chiyomi tak apa-apa. Chiyomi berkata kalau One-Inch-Princess benar-benar ada. Ia menunjuk ke arah sepatu pink yang hanyut, tapi saat Minami menoleh malah sepatu itu sudah menghilang.


Minami dan Chiyomi sedang duduk berdua di bawah karang, Minami berkata kalau ia menyukai Chiyomi. Sama halnya dengan Chiyomi, “Aku juga menyukaimu Minami-kun.”

Minami mengajak Chiyomi untuk tetap bersama selamanya. Ia memberikan bando bunga untuk Chiyomi. Chiyomi menyukai hadiah itu, ia mengajak Minami untuk berjanji.

Janji keduanya pun disaksikan oleh pelangi indah yang muncul setelah hujan reda. Keduanya menatap kelangit dengan takjub.



Dan ternyata, semua hal tadi adalah mimpi yang dialami oleh Chiyomi yang kini telah terbangun. Chiyomi terlihat sedih dengan mimpi tadi tapi ia segera menyadarkan diri, ia menepuk pipinya. Ia akan mengerjakan novel online-nya sedikit lagi.

Chiyomi menggunakan nama ID Moon Bunny Michaela. Ia pun mulai melanjutkan kisah novelnya.

Kenangan masa kecilmu memang tak bisa dipercaya. Kenangan dan fantasi bercampur aduk. Akupun tak tahu mana yang benar dan mana yang tidak. Mungkinkan One-inch-princess benar-benar ada? Apakah pelangi indah itu hanyalah ilusi?



Chiyomi melongok keluar jendela saat ia mendengar suara pintu yang ditutup. Ia bisa melihat Minami yang tengah berlatih beladiri. Ia menatapnya dengan sedih.

Dan, apakah janji yang aku buat dengan Minami-kun itu nyata?”



My Little Lover – Minami Kun No Koibito Episode 1

Ibu menegur Chiyomi (Maika Yamamoto) yang bangun kesiangan, dia bisa telat dihari pertama tahun ajaran baru. Adik Chiyomi, Asuka Horikiri (Riko Yoshida) menebak kalau Chiyomi pasti tidur larut malam untuk menonton video dance.

Ibu menyuruh kedua anaknya untuk belajar karena Chiyomi sudah kelas 12 dan Asuka kelas 9. Ibu merasa mereka menuruni sikap ayahnya yang pemalas.

“Kau harusnya menyuruh mereka untuk belajar.” Rutuk ibu pada Ayah.

“Kau kan tahu aku PEMALAS.” Ucap Ayah membalas perkataan Ibu.


Chiyomi keluar dari rumah, ia melihat Minami (Taishi Nakagawa) akan berangkat sekolah juga tapi dia tak berniat mengejarnya. Hubungan Chiyomi dan Minami rupanya tak sedekat dulu saat mereka kecil.


Ibu Minami keluar rumah dengan terburu-buru, ia ingin mengejar Minami tapi sudah terlalu jauh. Ibu Minami melihat Chiyomi, ia meminta bantuan Chiyomi untuk membawakan bento Minami.

Meskipun ragu, Chiyomi tak mungkin menolak. Ia pun menerima bento itu.


Dijalan, Minami teringat akan bentonya. Ia berlari untuk mengambil bentonya yang ketinggalan sedangkan Chiyomi juga bergegas untuk mengejar Minami. Dipersimpangan, keduanya yang sama-sama terburu-buru tak melihat satu sama lain.

Brukk. Mereka bertubrukan dan jatuh dengan posisi Chiyomi menindih Minami. Apesnya lagi, bibir mereka bersentuhan hingga membuat Chiyomi semakin gugup. Dia langsung bergeser dan meminta maaf. Chiyomi memberikan bento milik Minami lalu bergegas lari meninggalkannya.




Chiyomi masih memikirkan kejadian tadi sambil berlari, ia mengusap bibirnya dengan kesal. “Apa itu? Itu tak boleh terjadi.” Batinnya.


Dikelas, Chiyomi masih terus melamun hingga Ami Mikimoto (Moe Sasaki) pun menegurnya. Riku Takagi (Mirai Suzuki) ikut nimbrung dan bertanya apa Chiyomi punya masalah?

Chiyomi mengelak, ia malah sedang senang karena bisa sekelas dengan Ami. Ami juga sama senangnya, apalagi ada Riku. “Tolong tunjukkan jawaban PR-mu yah?”

Chiyomi ikut memohon, “Riku –kun,tolong tunjukan jawaban PR-mu yah.”


Saat sedang asik ngobrol, siswi pujaan hati pria masuk ke kelas yang sama dengan Chiyomi. Dia Sayori Nomura (Erina Nakayama) yang memiliki julukan Pheromone. Hahaha. Pheromone itu katanya sih, zat yang mampu menarik hati lawan jenis.

Ari dengan sinis melihat Sayori, ia berkata kalau ia tak begitu suka sekelas dengan Sayori. Ia risih kalau melihat mata siswa laki-laki terus memelototi Sayori.



Benar saja, belum apa-apa perhatian Siswa laki-laki langsung tertuju pada Sayori.
Riku dengan segera berkata, “Tapi aku berbeda dengan mereka.”

Ari pun langsung menatap Riku penuh selidik.



Seperti biasa, hari pertama masuk kelas baru diadakan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua kelas. Ibu guru menghitung hasil voting dan voting terbanyak diraih oleh Minami. Bu Guru pun memberikan selamat pada Minami yang sekarang menjadi Ketua Kelas.

Siswi kelas kegirangan karena Ketua Mereka adalah Minami. Cowok idaman mereka.


Ari memuji Minami yang selalu populer dikalangan para siswi. Chiyomi malah teringat dengan kecupan tak sengaja mereka tadi pagi. Ia pun melirik Minami, “dia kan orangnya kasar.”


Sekarang pemilihan pasangan Ketua Kelasnya. Kandidatnya ada Sayori dan Chiyomi. Chiyomi sendiri malah heran, bagaimana dia bisa ikut nominasi padahal peringkatnya rendah?

Ari mengingatkan kalau di kelas, Chiyomi termasuk orang yang berjasa. Dia mau mempromosikan tempat bazar kelasnya dan saat pertandingan antar kelas, dia menjadi supporter yang paling semangat.

“Orang-orang sekarang berfikir kau adalah murid yang memberikan dukungan dari balik layar.” Ucap Ari.




Benar saja, Chiyomi mendapatkan hasil voting paling banyak. Bu Guru menanyakan kesediaannya untuk menjadi Wakil Ketua Kelas. Chiyomi bingung untuk mengiyakan atau tidak, “Anu, baiklah. Tapi...bukan...”

Disaat tengah berfikir, Sayori menginterupsi dan ia menawarkan diri untuk menjadi Wakil Ketua. Bu Guru tak bisa mengiyakannya begitu saja karena hasil voting paling banyak didapatkan Chiyomi.

“Horikiri-san, apa kau ingin jadi Wakil Ketua?” tanya Sayori pada Chiyomi.

Chiyomi jadi bingung, “Ya. Tak apa-apa.”

Sayori pun makin menegaskan kalau dia ingin jadi Wakil Ketua.




Minami yang tadinya diam berkata kalau memang ada yang mau melakukannya maka orang itu boleh melakukannya. Ibu Guru sepertinya setuju, melihat Chiyori ragu dan ada yang suka rela mengajukan diri. “Tak apa-apa kan, Horikiri-san?”

“Ya, tak apa-apa.” Jawab Chiyomi sedih, sedihnya mungkin karena Minami lebih berpihak pada Sayori.

Wakil Ketua pun sudah ditentukan.



“Aku menantikan bekerja sama denganmu.” Ucap Sayori pada Minami.

“Aku juga.” Jawab Minami dingin.



Chiyomi murung. Riku yang duduk dibelakangnya pun memperhatikan dengan prihatin atau sedih? Apa cemburu?


*****
Sikap murung Chiyomi langsung berubah ceria kalau sudah mulai berlatih menari. Tapi saat sedang istirahat, teman club dance menghampiri mereka dan meminta mereka me-review gerakan dancenya. Dia ingin memintan bantuan Chiyomi dan Ari.

Chiyomi yang sudah ceria balik murung lagi.




Diluar, Riku dengan gelisah menantikan sesuatu. Saat Chiyomi dan Ari pulang berlatih, Riku keluar dari persembunyian dan bersikap seolah tak sengaja bertemu mereka.

“Riku, tak biasanya kau jam segini disini. Apa kau baru menyelesaikan pekerjaan dengan Club Kerajinan Tangan?”

Riku bingung, namun Ari memberikan sinyal agar Riku mengiyakan saja. Riku mengerti, “Ya..” jawabnya.

Chiyomi kembali murung. Riku bertanya, apa yang terjadi?



Chiyomi membuka tasnya, ia menunjukkan selebaran untuk audisi dance. Ari kegirangan, ia juga ingin ikut audisinya. Riku berkata kalau audisinya di Tokyo.

Ari mengembalikan selebaran itu, ia tak bisa melakukannya. Ibunya akan menolak karena ia harus belajar untuk ujian masuk perguruan tinggi.

Chiyomi juga berikir seperti itu tapi kalau lulus, ia akan tinggal di Tokyo. Ari pikir orang tua Chiyomi tak akan setuju karena kalau ia tinggal di Tokyo maka ia harus keluar sekolah. Apa kau yakin?



“Sedikit.” Jawab Chiyomi dengan gaya yang lucu. Ari menoleh menatap Riku yang sepertinya tak senang dengan jawaban Chiyomi.

Ari melihat ekspresi Riku, ia berinisiatif untuk membiarkan mereka berdua. Ia beralasan kalau ia harus pergi ke suatu tempat sekarang juga. Riku, maukah kau pulang dengan Chiyomi?

“Ah..Ya..” jawab Riku segera. Ari pun langsung pergi meskipun Chiyomi memanggilnya.



Riku dan Chiyomi akhirnya pulang berdua. Riku bertanya apakah Chiyomi suka dengan kisah romance?

Chiyomi sendiri bukannya tak tertarik hanya saja ia kurang percaya dengan hal semacam itu.

“Oh, kau tak percaya. Lalu, apa kau pernah menyukai seseorang?”

Chiyomi dengan jujur mengakui kalau ia pernah jatuh cinta saat masih kecil tapi sekarang ia sudah melupakannya. Riku mengerti, ia hanya penasaran karena akhir-akhir ini dia sedang menyukai sebuah novel online.

Chiyomi sedikit terdiam mendengar Riku membahas tentang Novel online.




Riku melanjutkan kalau dia sedang menyukai Novel online berjudul Blue Fairy karya Moon Bunny Michaela. Dia sangat menyukainya. Chiyomi tersipu mendengar pengakuan Riku.

“Aku suka....Aku menyukainya.”

Chiyomi makin tersenyum lebar. Dia berkata kalau ia akan membacanya, Chiyomi pamit masuk rumah.




“Chiyomi...” panggil Riku. Chiyomi berbalik, apa?

Bukannya menjawab, Riku malah ragu, dia akan mengatakannya besok saja. Chiyomi dengan riang menghampiri Riku, apaan? Apa? Wkwkwk. Riku makin grogi sampai akhirnya Chiyomi pamit masuk.


Rupanya, keakraban Riku dan Chiyomi dilihat oleh Minami dengan datar tapi terlihat sedikit tak suka juga.


Sesampainya dikamar, Chiyomi kegirangan karena ternyata Riku juga membaca novelnya. Ia pun kembali melanjutkan kisah novel Blue Fairy.

Peri kehilangan kekuatan magicnya saat ia jatuh cinta. Dan mereka juga akan kehilangan senyum mereka. Mereka akan langsung menua, lalu tidur lelap tanpa pernah terbangun lagi. Tapi kalau cinta mereka terbalaskan, maka mereka bisa menjadi manusia sebagai ganti dari kekuatan magic mereka yang hilang.


Disisi lain, Riku tengah membaca kisah lanjutan Blue Fairy karya Moon Bunny Michaela sambil tersenyum.


*****
“Moon Bunny Michaela.” Sapa Bu Guru pada Chiyomi. Sontak Chiyomi kesal tapi Bu Guru berjanji kalau ia tak akan mengatakannya pada siapapun. Chiyomi serius, akan memalukan kalau sampai ada yang tahu bahkan mungkin dia tak akan mau berangkat ke sekolah lagi.

Ibu Guru merasa kalau tak apa-apa seandainya ada yang tahu, toh Chiyomi kan jadi selebriti di dunia pernovelan online.

“Ah.. itu hanya keberuntungan bodoh. Aku hanya menulis apa yang ada dalam hatiku dan semuanya mengalir begitu saja.” Tutur Chiyomi dengan semangat. Meskipun mengelak tapi ada kebanggaan tersendiri diraut Chiyomi.


Sepulang sekolah, Chiyomi dan Riku bertemu. Chiyomi tanya, Apa yang ingin kau katakan?

Sebelum bicara, Riku memberikan kado untuk Chiyomi. Chiyomi heran karena sekarang bukan hari ulang tahunnya. Riku tahu, tapi dia ingin memberikannya. Chiyomi membuka kadonya, itu gantungan ponsel berbentuk kelinci dengan gambar bulan. Chiyomi tanya apa Riku membuatnya sendiri?

Riku mengiyakan. Chiyomi sangat menyukainya tapi ia tersadar, ini kan kelinci dan bulan?

“Iya. Karena aku penggemar Bunny Moon Michaela, aku ingin kau memilikinya.”

“Apa kau...?”

Riku mengiyakan, dia memang sudah tahu dan seharusnya dia memberikan kado itu kemarin tapi dia tak bisa melakukannya. Chiyomi tetap senang apalagi Riku ternyata sudah mengetahui identitasnya sebagai Bunny Moon Michaela.



Ari yang sejak tadi memperhatikan keduanya dari jauh mulai gemes, ayo katakan saja langsung.


Riku meyakinkan diri, “Ada yang ingin aku katakan. Aku mencintainya, aku mencintai Moon Bunny Michaela.”

“Emm.” angguk Chiyomi mengerti.

“Aku mencintaimu Horikiri-shi. Aku mencintaimu Horikiri Chiyomi.” Tambahnya menegaskan. Chiyomi baru tersadar akan maksud Riku, dia terdiam karena terkejut dengan pengakuan Riku yang tiba-tiba.



*****
Chiyomi menatap hadiah pemberian Riku dengan bahagia. Ia teringat ucapan Riku sebelumnya, dia mengerti kalau Chiyomi pasti punya banyak hal yang sedang dipikirkan. Jadi dia tak memaksa Chiyomi menerima dan menjawabnya sekarang. Dia hanya ingin mengungkapkan perasaanya. Kalau memang Chiyomi punya orang lain yang dia sukai, ia akan menyerah. Tapi kalau tidak, dia akan ada untuk Chiyomi.

“Ahh.. dia pria yang baik. Kita sudah lama bersama. Selain itu, dia juga peka dalam memahamiku.” Guman Chiyomi girang tapi sedetik kemudian ada perasaan mengganjal.


Angin bertiup, hujan lebat tiba – tiba turun. Chiyomi langsung mengambil payungnya, dan tepat saat itu ia melihat Minami dan Sayori sedang berjalan bersama dibelakangnya. Chiyomi langsung membeku.

Minami menyadari kehadiran Chiyomi. Chiyomi langsung menunduk sedangkan Sayori dengan Rese bersikap so’ akrab lalu mendekatkan wajahnya ke pipi Minami meskipun sebenarnya cuma bicara dengan agak berbisik.

Tapi kalau dilihat dari sudut pandang Chiyomi, Sayori terlihat mencium pipi Minami.




Perasaan Chiyomi pada Minami memang tak berubah sejak dulu, dia pun berlari meninggalkan keduanya.


Sampainya di kamar, Chiyomi menangis sedih. Dia kesal dengan dirinya sendiri, kenapa dia harus menangis?

Chiyomi mengingat kembali tentang janjinya dengan Minami saat kecil. Ia sadar, selama ini dia memang masih menyukai Minami.


*****
Kesedihannya tadi membuat Chiyomi menguatkan tekaduntuk ikut Audisi dance. Saat dia mengungkapkan niatannya, Ibu Chiyomi menolak keras karena Chiyomi harus belajar untuk ujian masuk perguruan tinggi. Dia bisa melakukan audisinya tahun depan.

Chiyomi kekeuh, dia pengin ikutnya sekarang.

Ayah ikut menolak, orang seperti Chiyomi mau tinggal sendirian di Tokyo. Ia tak mengijinkannya.


Chiyomi menegaskan kalau dia tak punya keinginkan masuk perguruan tinggi dan dia tak akan ikut ujian. Baginya, itu hanyalah membuang-buang waktu. Dia punya tujuan sendiri. Ayah mengingatkan kalau Chiyomi jangan sampai menyesal dikemudian hari, penyesalan datangnya terlambat.

Chiyomi heran kenapa mereka sekarang harus kompakan begini? Dulu juga mereka tak menurut dengan perkataan orang tua mereka? Bukankah ibu-ayahnya menikah karena ibu mengandungnya?!




Ayah begitu saja menampar Chiyomi. Chiyomi makin marah, dia pun pergi meninggalkan mereka.

*****

Bukan Cuma Chiyomi yang teringat kejadian siang tadi, Minami pun juga memikirkan pertemuannya dengan Chiyomi. Apalagi ternyata tadi siang, Sayori menawarkan bantuan untuk uang kuliah Minami, dia menawarkan agar Minami meminta bantuan pada Ayahnya. Sayori juga tahu kalau ibu Minami itu single parent jadi mungkin ia kesulitan dengan biaya kuliah.



Dalam perjalanan pulangnya, Minami berpapasan dengan Chiyomi yang sedang menenangkan pikiran. Keduanya sama-sama canggung hingga Minami memutuskan untuk berjalan meninggalkan Chiyomi.

“Minami-kun.” Panggil Chiyomi.

“Apa?” tanya Minami tapi Chiyomi tetap diam. Minami bilang dia akan pergi kalau tak ada yang akan dibicarakan.


“Kenapa kau mengabaikanku?” tanya Chiyomi. Minami menyangkal. Chiyomi tetap mengatakan kalau Minami mengabaikannya. Tak seperti perlakuannya pada Sayori. Kau bersama Sayori setiap waktu. Apa kau pacaran dengannya?

“Apa yang kau bicarakan. Itu bukan urusanmu.”

Chiyomi bungkam, itu memang bukan urusannya. Ia meminta maaf sudah menganggu Minami.


“Dan, kau jangan terus muncul dimanapun aku berada.” Tambah Minami tanpa perasaan.

Chiyomi berusaha menjelaskan tapi Minami langsung memotong ucapannya.

“Asal kau tahu yah, aku sekarang disini karena sedang bertengkar dengan orang tuaku. Aku tak akan masuk perguruan tinggi tapi mereka terus saja membahas kuliah. Ada sesuatu yang ingin kulakukan.”

Minami awalnya agak terkejut karena Chiyomi tak akan masuk perguruan tinggi. Tapi kemudian dia mengejek Chiyomi yang begitu gampangan (dengan mudahnya mengatakan apa yang terjadi pada dirinya).



Chiyomi jelas makin marah, ia heran kenapa mereka dulu dekat tapi sekarang malah begini. Minami sinis, “Karena aku tak menyukaimu sama sekali.”

Chiyomi menangis mendengar pengakuan Minami, ia pun memilih pergi dari sana.



Selepas kepergian Chiyomi, wajah Minami berubah seolah menyesal dan apa yang ia ucapkan bukanlah yang sebenarnya.


Saat perjalan pulang, hujan turun dengan lebat dan angin bertiup kencang sampai payung Chiyomi terbang. Chiyomi berlari mengejar payungnya, payung itu terbawa jauh sampai ke tepian pantai.

Chiyomi berhasil mendapatkan payungnya kembali dan rupanya payung itu telah membawa Chiyomi ke tempat dimana dia dan Minami membuat janji saat kecil.

Dan lagi-lagi saat angin bertiup kencang, payung Chiyomi kembali terbang terbawa angin.


Dirumah, Ayah mulai khawatir karena Chiyomi belum juga pulang. Dia berniat mencarinya.

Bel rumah berdering, Ayah bergegas membuka pintu tapi rupanya bukan Chiyomi yang datang melainkan petugas patroli. Petugas yang tadi berpapasan dengan Chiyomi bertanya apakah Chiyomi sudah pulang?

“Belum.” Jawab ayah dengan panik. Ibu menunjuk Ayah telah memukul anaknya. Petugas memperingatkan agar Ayah jangan melakukan kekerasan atau dia akan menangkapnya. Benar saja tadi Chiyomi menangis. “Ayo kita cari Chiyomi.”

Ayah dan Petugas Patroli bergegas pergi mencari Chiyomi ditengah hujan lebat.



Dibawah batu karang, Chiyomi berteduh menantikan hujan reda karena payungnya sudah diterbangkan angin. Ia mengeluh, hujannya tak akan berhenti kalau seperti ini. Ia akan mengirim pesan tapi karena sedikit mengginggil, ponsel Chiyomi jatuh ke genangan air dan tak bisa dinyalakan.


Dan bukannya sama sekali tak perduli, Minami ternyata masih menyimpan rapi foto kenangannya bersama Chiyomi disaat masih kecil. Keduanya sangat dekat, tersenyum dan bermain bersama. Ya ampun, pemerannya imut banget sungguh.



Chiyomi duduk meringkuk kedinginan, ia mengenang masa remajanya bersama Minami.


Saat dimana ayah Minami meninggalkannya, Minami berusaha mengejar Ayahnya. Ia memohon agar Ayahnya tak pergi tapi Ayahnya hanya meminta maaf, Ayah tetap pergi meninggalkan Minami.

“Dasar bodoh!” umpat Minami melihat Ayahnya pergi.

Ibu memapah Minami untuk masuk kerumah. Dan saat itu Chiyomi melihat kejadian Ayah Minami meninggalkannya. Minami melihat kehadiran Chiyomi tapi disini Minami sudah mulai mengabaikannya.





Setelah kejadian itu, Chiyomi masih berusaha untuk menyapa Minami tapi ia tetap diabaikan sampai mereka masuk ke SMA. Dan akhirnya keduanya sudah tak saling menyapa lagi.



Chiyomi menangis, dia sedih dengan hubungan mereka sekarang. Padahal dulunya mereka selalu bersama. “Aku ingin kembali ke masa itu. Aku ingin jadi kecil lagi.”

Saat Chiyomi mengucapkan keinginannya, petir menyambar dengan keras.


Bunyi petir itu juga membuat Minami tersadar, ia memikirkan pertanyaan Chiyomi. Kenapa mereka sekarang seperti ini? Padahal dulu mereka selalu bersama?


*****
Chiyomi terbangun dari tidurnya, tapi ia terkejut saat melihat tubuhnya tak mengenakan sehelai kain pun. Ia menarik kain yang berada tak jauh darinya. Ia heran, kain yang dia gunakan adalah kain di gantungan kuncinya.

Chiyomi memperhatikan kesekitar, dia rupanya sedang duduk diatas bajunya sendiri yang sekarang ukurannya jauh lebih besar dari tubuhnya.

Chiyomi tersenyum tak percaya. “Apa aku jadi One-inch-princess? Tidak. Tidaaaaaaaaaak!!!”



*****
KOMENTAR:
Cerita fantasi emang paling asik deh diikuti apalagi pemainnya masih muda muda. Bagaimana kelanjutan kisah Chiyomi ini? Apa dia selamanya akan menjadi kecil? Bagaimana dia akan kembali ke tubuh aslinya? Apa kita Cuma dibohongi oleh penulis, karena ternyata semua ini nanti Cuma mimpi Chiyomi?

Masih heran juga, apa sih alasan Minami ini jadi cuek banget sama Chiyomi? Kenapa yang pergi ayahnya tapi keselnya malah sama Chiyomi. Apa penyebab Ayah Chiyomi pergi?



5 Responses to "Sinopsis My Little Lover – Minami Kun No Koibito Episode 1"

  1. Aahhh... akhirnya nulis lagiii...

    Semangat ya chingu.
    Dorama ini lucu. Moga kelar smpe ep. Trakhir.

    ReplyDelete
  2. Setelah bolak balik buka blog, akhirnya posting lg. Ayo smangat lg puji.

    ReplyDelete
  3. Akhirx puji nulis lagi...smga selesai smpai akhir...semangat puji...semoga sehat selalu aminnnnπŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒ

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^