Sinopsis We Broke Up Episode 1

*Narasi Wonyoung dicetak biru
*Narasi Woori dicetak merah





Episode pertama dibuka dengan sosok sepasang kekasih yang berjalan beriringan. Keduanya berjalan dengan riang sambil melantunkan sebuah lagu. Namun ketika Woori mulai bernyanyi, ia menghentikan langkahnya. Won Young yang berjalan didepan tak menyadari itu, ia ikut bernyanyi sambil terus melangkahkan kakinya. Sampai akhirnya ia tersadar, Won Young menoleh dan mendapati jarak antara ia dan Woori terpisah jauh.

 “Ayo kita putus.” Suara Yoon.



Sinopsis We Broke Up Episode 1
3 Tahun Yang Lalu


“Kini musim semi, aku selalu merasa bingung dan kurang istirahat sebelum musim semi. Aku tak mengerti kenapa semua orang sangat menyukai musim semi.



Benar saja, ketika semua orang sudah disibukkan dimusim semi. Woori masih tertidur dengan lelapnya. Suara jeritan seseorang membangunkan Woori, dia marah pada Woori yang melewatkan jam pelajarannya.

Woori terkantuk – kantuk hanya menggerutu dengan sikap kasar Temannya.




Teman Woori menerima telefon, ia mendapat tawaran untuk datang ke sebuah pesta. Tapi Teman Woori menolak dengan cepat.

“Pesta?” tanya Woori langsung sadar ketika mendengar kata pesta.

Teman Woori mengakhiri panggilannya, dan ketika menoleh, Woori sudah berdiri dengan tegap didepan pintu. “Teman. Bawa aku kesana. Aku siap!” ucap Woori sigap.



Party time!!... Apa yang dilakukan Woori ditempat party? Makan. Makan dan makan. Dia tak menghabiskan waktu untuk berbincang tapi terus menyumpalkan makanan dalam mulutnya. Teman Woori sampai malu dan menyuruhnya berhenti tapi Woori tak perduli.

Teman Woori mendecak heran dengan sikap temannya. Ia memperhatikan sekitar mencari sesuatu.

“Apa yang kau cari?” tanya Woori.

“Aku sedang mencari wajah baru?”

“Yang datang kesini itu Cuma bayi..”



“Adakah disini pria muda yang bisa menyanyi!” teriak teman Woori mengagetkan. Semua orang menoleh ke arah teman Woori dan salah satunya adalah Wonyoung. Teman Woori malu juga, ia pun menunjuk yang tadi teriak.

Tanpa ragu, Yoon naik ke atas panggung dan memperkenalkan bandnya. I Don’t Know Band.

Ditempat duduk, Woori mengejek nama band itu. “Apa –apaan? I Dont Know Band?”




Namun setelah Won Young mulai menyanyi, suara Won Young menyanyikan lagunya sendiri ‘Wild and Young’ mampu membuat Woori penasaran. Woori menoleh, secara reflek ia berjalan menuju kedepan panggung. Ia menatap Won Young terpesona.

Musim semiku hadir disaat –saat terakhir..”

*****


Teman Woori terkejut mendengar penuturan Woori. “APA!!! TIGA TAHUN LEBIH MUDA DARIMU?!”
*****



Tak memperdulikan masalah umur, Woori dan Won Young tetap menjalani hubungan mereka sebagai sepasang kekasih. Tak tampak perbedaan umur diantara keduanya. Mereka nyaman satu sama lain menjalani kisah cinta ini. Aseek.

“Berapa presetase untuk orang yang kau sukai dan ia juga menyukaimu?




Woori menyiapkan bekal untuk Won Young, dan Won Young memuji makanan buatan Woori meskipun sebenarnya ia mual harus memakan makanan itu. Ia tetap tersenyum untuk menyenangkan hati Woori.

“Berapa presentase untuk seseorang yang mampu mengubah selera makananmu?”


Woori membagikan selebaran penampilan Grup band Won Young. Ia ceria sekali melakukan semua itu demi kekasihnya.

“Dan apa mimpimu suatu hari nanti?”


Berkebalikan dengan Won Young, ia tampak sedih melihat Woori harus melakukan semua itu untuknya.

“Kita selalu bersama dan seutuhnya kehilangan jalur waktu.”



Woori menonton setiap penampilan Won Young dan merekamnya. Senyuman Woori tak pernah pudar ketika ia bersama Won Young.

Tak perduli seberapa lama waktu berlalu dan masalah yang menimpa kita. Kita ingin selalu bersama.”



Won Young menggendong Woori yang kelelahan setelah menemaninya seharian. Dalam perjalanan pulang, tanpa sengaja ia melihat sebuah toko alat musik.

“Untuk melihat salah seorang yang kita cintai bahagia, i parted good friend.”

*****



Keesokan harinya, Won Young sudah berdiri didepan toko alat musik sambil nangis-nangis lebay. Dia berjanji pada Jiro (Gitar milik Won Young) kalau ia akan kembali mengambilnya. Won Young pun memeluk Jiro.

Tepat saat itu, seseorang lewat dan menyenggil Won Young hingga gitarnya terjatuh. Won Young histeris ketakutan kalau sampai Jiro kenapa – napa. Seorang gadis menghampiri Won Young, dia melihat gitar Won Young.

“Kau seorang musician?” tanya gadis yang bernama Hana itu.

Won Young belum sempat menjawab tapi Hana sudah dipanggil temannya yang lain, “Kita akan bertemu lagi. Sampai jumpa.”

“Memangnya kau ini siapa?” decak Won Young saat Hana pergi.
*****



Won Young menutup mata Woori. Ia akan memberikan sebuah hadiah dan ini membuat Woori penasaran. Dan Won Young pun membuka mata Woori, didepan Woori sudah ada sebuah pintu dengan namanya. Woori terkejut, dia akan tinggal disana. Tapi darimana kau mendapatkan uang?

“Kau menjual gitarmu? Lalu bagaimana kau akan bermain?” tanya Woori khawatir.





Won Young hanya tersenyum, “sekarang selama 24 jam kita akan bersama. Inspirasiku, Woori. Saranghae..”

Won Young perlahan mendekatkan wajahnya ke arah Woori. Semakin dekat dan...

“Masuklah ke kamar!” seru seseorang membuat Won Young sontak mendorong Woori.



Won Young dengan gelagapan mengenalkan kalau dia adalah Tuan Cha, pemilik kos –kosan yang mereka tinggali. Dan anjing yang dibopong bernama Kot Dong. Woori pun berkenalan dengan mereka.

“Bagus! Ayo kita lakukan perayaan dengan beberapa makanan. Ayo siapkan sesuatu yang pedas dan panas untuk malam ini..” ucap Tuan Cha.


Makan malam pun berlangsung, semua tampak ceria.

Mulai sekarang, kita menghabiskan waktu lebih untuk bersama.” Narasi Won Young dan Woori.
*****



Woori sudah berada ditoko alat musik, ia bertanya pada seorang pria dan pria yang ditanyai Woori langsung merona. “Apakah pemilik tokonya ada disini?”

“Tidak.” Jawab Pria itu singkat.

“Baguslah.”



Woori berkata pada pria itu kalau gitar ini tak seharusnya ada disini. Ia tak tahu apakah uangnya cukup, tapi ia mohon karena untuk sekang hanya segitu yang ia punya. Woori pun memberikan bungkusan uang pada Pria itu sambil memohon.

Pria itu tak bisa melakukannya.

“Tapi.. Ah benar. Kau teman sekelasku? Aaahhh, aku tahu namamu. Soo Hyun So” tanya Woori semangat.

“No Hyun Woo.” Koreksi Hyun Woo.

“Ah benar, Hyun Woo.”



Woori memohon. Hyun Woo menolak karena kalau sampai bos tau, ia bisa kena marah. Woori tetap berusaha, ia bahkan menari didepan Hyun Woo. Ia menatapnya dengan penuh harapan, “aku membutuhkan gitar ini.”

Melihat wajah Woori seperti itu, Hyun Woo tak bisa menolak. Sepertinya karena ia memang sudah memendam perasaan pada Woori sejak lama.

Woori kegirangan membopong Jiro, “YA! Ayo Jiro. Come back home~~” hahahahahaha.. kampret.

*****



Won Young memeluk Jiro terharu, tak menyangka ia bisa bertemu dengannya lagi tahun ini. Woori memperingatkan Won Young agar jangan menjual barang berharganya lagi. Won Young berjanji kalau ia akan menulis lagu hanya untuk Woori.

“Benarkah? Ada Kot-dong yang menjadi saksinya.” Ucap Woori.



Won Young pun mulai memetik gitarnya melantunkan sebuah lagu. Dan yang pasti suara Yoon ga diragukan lagi. Aaaah,, tuhan! Berikan aku yang kaya gini satu. Argh kekeke~~ 
*****


Kebersamaan keduanya terabadikan dalam lembaran lembaran foto. Semakin banya seiring berjalannya waktu.

“Kami percaya kisah cinta kami ini selamanya sampai akhir.”

“Seperti lagu itu, cintaku tak akan berakir. Tapi ”

Tiga Tahun Kemudian


Teman Woori terkejut mendengar Woori putus dengan Won Young tapi dia yakin, mereka berdua akan balikan lagi.

“Tidak. Tidak akan. Tidak untuk kali ini.”

“Kenapa? Dia selingkuh? Atau karena uang? Bagaimana dengan semua uang yang kau gunakan untuk Won Young? ”

Woori tak mau membahasnya, yang jelas sekarang mereka putus.

Ditengah pembicaraan Woori, ia menerima sebuah panggilan.
*****



Woori bergegas menemui seseorang di rumah Tuan Cha. Ternyata Tuan Cha menyuruh agar penyewa menjaga rumah Tuan Cha sementara waktu.

Won Young datang juga, ia tanya dimana Tuan Cha? Ia ingin menghubunginya. Bapak itu memberitahukan kalau Tuan Cha ada disebuah pulau untuk masalah gawat. Dia tak punya sinyal.

“Dimana tepat dikorea yang tak ada sinya? Kapan deposit kami bisa diambil?”

“Aku pikir setelah 6 bulan.”



“Apa aku harus tinggal selama 6 bulan bersamanya?” tanya Won Young sambil melirik sinis Woori. Bapak memberitahukan kalau tempat ini kan lebih murah juga dibanding tetangga yang lain.

“TIDAK!!” bentak Woori dan Won Young bersamaan.

Bapak itu tersentak dengan teriakan mereka. Ia tanya apa sebenarnya hubungan mereka?


“Tidak. Bagaimana bisa aku punya urusan dengan orang macam dia?”

“ooo. Lihat kau. Gelap dan dengan lingkaran mata hitam membosankan. Apapun pada dirimu membosankan.” Cela Won Young.

“Hey ini tak lucu..”

“Apa?!” sinis Won Young.

“APA?!” balas Woori.

“Pendek!”


Musim semi kali ini, semuanya telah berkhir.”
”Kita putus”

Mana Chandara? Mana Shippher Daragon? Gataunya malah Yoon yang dapet. Wkwkw. Lucu baca komenan para shipper. Wkakaka.

Manis banget yang pembukaan drama ini? Awal kisah cinta mereka, tapi seiring berjalannya waktu semua mulai memudar dan cinta yang awalnya mereka agungkan malah sekarang saling mengacuhkan. Wkwkwkwkwkw.

Cara penyampaian drama ini lumayan bikin senyum mesem – mesem gaje. Wkwkwkwkw.




4 Responses to "Sinopsis We Broke Up Episode 1"

  1. keren sist blog nya, aku elok "KBSdrama.blogspot.com" sista posisi dmn ini, salam kenal ya ^^

    ReplyDelete
  2. Cayooo terus unnie
    Bikin sinopsisnya keren dramax
    Hohoho...

    ReplyDelete
  3. puji comeback!!!!
    hihihi kirain ke mana^^
    thank you ya...

    ReplyDelete
  4. Cb penulisnya seperti mbak dyah deedee,mbak Fanny kdramatized,mbak ima my drama diary... Mereka konsisten wlo telat pasti lanjut gak gantung gini.. Klo blog my little hobbie,drama populer,apalagi drama oh drama mbak anna ya rata2 gantung gini

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^