Sinopsis Heart to Heart Episode 2 – 2



Sinopsis Heart to Heart Episode 2 – 2

Disebuah tempat syuting, seorang Director mempersiapkan para artisnya untuk memulai proses pengambilan gambar. Director mewanti – wanti agar mereka tak menghalangi pemain utama saat syuting. Namun seorang gadis selalu mengacau dan mencoba mengambil bagian dalam syuting, dia Ko Se Ro.

Mereka berkali – kali melakukan pengambilan gambar karena ulah Se Ro.



Situasi semakin kacau ketika seorang gadis telanjang yang dikejar Dong Soo dan Detektif Yang datang kesana. Dia langsung mencebur ke kolam renang. Artis Utama yang hampir menyelesaikan scene ini jadi kesal, dia tak mau melakukan adegan ini lagi. Director mengambil keputusan untuk memotong scene kolam renang ini.

Se Ro terkejut, dia hanya memiliki satu adegan ini tapi kenapa harus di edit. Dia kesal sendiri.

Sedangkan Dong Soo kini berhasil menangkap gadis yang berlari dan memakaikan handuk untuknya.


Yi Suk menemui sunbae –nya yaitu Dokter Uhm Ki Choon yang meminta penjelasan mengenai insiden yang terjadi. Dan bekas merah merah dileher itu apa?

“Bekas ciuman.” Jawab Yi Suk asal.

“Dasar gila. Kenapa kamu berbicara yang tidak masuk akal disaat seperti ini? Beritahu aku. Kenapa seorang pasien sampai menusuk lehernya?”

Yi Suk mengaku kalau dirinya memang salah, pria itu melakukan ini padanya karena depresi setelah berpisah dengan istrinya. Tapi Yi Suk kira alasan utama adalah karena Pria itu terobsesi dengan putrinya. Yi Suk menanyakan maksud Dokter Uhm memanggilnya kesana.




Dokter Uhm menyuruh Yi Suk untuk bersembunyi untuk sementara waktu. Mereka akan melakukan pertemuan untuk membahas masalah ini. Dan karena kondisi mabuk – mabukannya saat itu, mereka menganggap Yi Suk tak dalam kondisi yang bagus untuk memeriksa pasien jadi izin prakteknya akan ditangguhkan.

Yi Suk protes, dia yang menjadi korban tapi kenapa izin prakteknya malah ditangguhkan?

Dengan geram Yi Suk mengambil makanan di meja namun Dokter Uhm melarangnya.


*****
Seseorang menjemput wanita yang berlari dengan telanjang, dia tampaknya tak  memiliki hubungan yang baik dengan wanita itu. Wanita penjemput mengucapkan terimakasih dan meminta maaf telah menyusahkan mereka.

Detektif Yang sama sekali tak keberatan bahkan menyuruhnya untuk menelfon jika ada masalah.


Setelah kepergian mereka, Detektif Yang mengungkapkan keanehannya. Wanita normal yang bekerja sebagai seorang kurator kenapa berlari dengan telanjang. Dunia memang sudah gila!

Dong Soo yang diajak bicara malah sibuk dengan ponselnya, dia menerima balasan pesan Hong Do yang bertanya maksud dari kata shik. Dong Soo tersenyum dan menunjukkan pesan Hong Do pada Detektif Yang, dia seharusnya menelfon saja.

Detektif Yang memberikan ceramah agar Dong Soo bertemu dengan wanita yang menyerupai wanita.

Pusing mendengarkan omelan Detektif Yang, Dong Soo menyuruhnya untuk membuat kopi saja.


*****
Dengan helm yang melekat dikepalanya, Hong Do masih mengharapkan pesan balasan dari Dong Soo hingga malam hari. Dia tersenyum memukul kepalanya sendiri, apa yang akan ia lakukan kalau Dong Soo mengajaknya ketemuan? Apa dia akan berubah jadi nenek – nenek atau akan melepas helmnya?

Hong Do kembali tersenyum, pilihan yang sulit untuknya. Hong Do berimajinasi ketika ia mengikat kembali tali sepatunya yang lepas, ia melihat dua pasang sepatu yang menari – nari di tengah jalan. Sampai akhirnya dua pasang sepatu itu terhenti dengan posisi yang sangat dekat, bisa di asumsikan kalau keduanya tengah berciuman.



Tepat saat itu ponsel Hong Do berbunyi, pesan balasan dari Dong Soo diterima. Dong Soo meminta maaf telah membuat Hong Do bingung, maksud dari pesan Shik adalah Shiksa (makan). Dong Soo akan mentraktir Hong Do makan, bisa kan?

Wajah Hong Do berbinar menerima ajakan dari Dong Soo.


Hong Do kembali berimajinasi kalau dirinya mampu melepas helm dan berlari didepan rumah sambil menari – nari dengan riang.

Namun kenyataannya, dia Cuma bisa cekikikan sambil bersembunyi dibalik tembok tanpa berani keluar.


******
Keesokan harinya, Hong Do bersiap – siap memilih pakaian yang akan ia kenakan. Awalnya dia memilih berdandan dengan tebal agar ketika wajahnya berubah merona tak akan kentara. Tapi akhirnya dia sadar kalau itu sungguh norak dan memilih pakaian yang simpel dengan mengenakan topi.

Dia sudah mempersiapkan taksi untuk datang tepat ke depan rumahnya seperti yang ia rencanakan.



Tapi masalah datang, dari agen taksi menelfon bahwa didepan gang tempat Hong Do sedang ada konstruksi sehingga taksi tak bisa masuk kesana. Taksi meminta Hong Do untuk datang ke depan pasar.

Hong Do mengintip dengan wajah ketakutan karena disana banyak orang yang berlalu lalang.


Disisi lain, tempat praktek Yi Suk menerima banyak telefon. Asistennya memberitahukan kalau berita Yi Suk yang mabuk saat memeriksa pasien telah menyebar, hampir semua pasien membatalkan pemeriksaan dengan Yi Suk.

Yi Suk memerintahkan agar Asistennya tak usah mengangkat semua panggilan itu, dan juga karena tak ada pasien maka dia boleh pulang.

“Bukan begitu, aku sangat takut berada disini.” Ucap Asistennya jujur.

“Apa yang perlu ditakuti? Apa? Apa ini rumah hantu?” geram Yi Suk.


Keraguan masih menghantui Hong Do tapi selepas ia melihat foto Dong Soo mengenakan seragam polisi membuat Hong Do meyakinkan dirinya. Dia akan mengantisipasi keadaan ini menggunakan payung.

Hong Do memakai payung untuk menutupi wajahnya dan berlari menuju ke tempat taksi dengan segera.


Untuk menghindari pertanyaan dari polisi, Hong Do berpura – pura tidur sambil mendengarkan musik. Tapi suara ponsel mengaggetkannya, sopir taksi mengira kalau ponsel itu milik Hong Do dan menyuruhnya untuk mengangkat panggilan tapi Hong Do tetap pura – pura tidur.


Sopir taksi kira ponsel itu milik pelanggan yang naik sebelum Hong Do, dia memintanya untuk mengangkat panggilan itu tapi Hong Do tetap pura – pura tidur.

“Nona! NONA!” teriak supir taksi. Hong Do tak bisa mengelak lagi, dengan cepat ia mengambil ponsel dan memberikannya pada sopir taksi.


Naasnya, kini di tikungan jalan ada tilangan dan polisi memerintahkan pada sopir taksi menepikan mobilnya. Sopir taksi kesal, dia meminta Hong Do menjelaskan apa yang terjadi hingga ia harus berkendara sambil menelfon.

Hong Do panik, dia melempar uang pada sopir taksi dan langsung berlari pergi. Sopir taksi yang berteriak memanggil Hong Do pun tak digubris.


Sedangkan Dong Soo masih menantikan kehadiran Hong Do, dia menunggu sambil memperhatikan seseorang. Dia membuka ponselnya dan melihat sketsa wajah seorang buronan. Wajah itu mirip dengan wajah pria yang duduk diseberang sana.

Merasa diperhatikan, pria tadi sadar akan kehadiran Dong Soo dan langsung melarikan diri. Dong Soo dengan sigap berlari untuk mengejar pria itu.



Hong Do juga masih dikejar – kejar oleh supir taksi. Dia meminta bayaran Hong Do yang kurang tapi karena begitu panik, Hong Do tak memperdulikan sang sopir dan berlari menghindarinya.

Dia bahkan sampai terjatuh terserempet oleh sepeda dan kakinya terluka. Tanpa ia sadari, ponsel yang dibawa juga terjatuh tapi Hong Do tetap berlari dengan panik.


Sedangkan Dong Soo yang sudah melakukan pengejaran kini berhasil membekuk pria buronan.


*****
Kini di rumah Kakek Ko, mereka sedang makan malam merayakan ulang tahunnya. Ibu, Yi Suk, dan Se Ro berada disana untuk mengucapkan selamat. Tapi Kakek Ko tampaknya tak terlalu bahagia, bahkan menatap Yi Suk dengan pandangan sinis. Dia mengungkit masalah rumah sakit Yi Suk, dia mendengar kalau Yi Suk memeriksa pasien setelah mabuk.


Ibu membela Yi Suk, “Ayah mertua, Yi Suk tidak minum alkohol.”

“Apa kamu benar-benar seorang dokter? Jika kamu bertingkah seperti itu, berhentilah jadi dokter. Jangan mempermalukan keluarga.” Tambah kakek.


Se Ro mencoba membela Yi Suk, Oppa sudah bekerja dengan keras bahkan sangat terkenal di Gangnam.

Kakek Ko tak mau di tentang, kini dia juga mengatai Se Ro sebagai kacang hitam goreng. Tak tahu tempat dimana dia akan berakhir, dia malah kini menjadi seorang pemain pendukung.

Ucapan Kakek Ko sungguh mengena, Se Ro bungkam.


Yi Suk merasa kesal, dia sudah mencari hadiah untuk kakek seharian tapi kakeknya bahkan tak bisa menunjukkan kebahagiaan disaat seperti ini. Dia mengajak Ibunya untuk pergi dan minum – minum bertiga saja.

Ibu dengan riang menolak, dia tak bisa meninggalkan Ayah mertua disaat seperti ini.


“Tentu saja, kamu tidak bisa. Kepala keluarga sedang tidak ada disini.” Ucap seseorang yang tiba – tiba masuk. Dia adalah Ayah Yi Suk dan Se Ro.

Entah kenapa, Ibu yang tadinya senang malah sekarang berubah menjadi panik. Yi Suk bisa menyadari dan tampak tak suka dengan kehadiran Ayahnya. Lain halnya dengan Se Ro yang menyambut kehadiran ayah dengan hangat.


Yi Suk menemui ayah setelah makan malam, dia menentang kehadiran Ayah di rumah. kenapa dia tak pergi ke Nohyungdong saja? Apa Ayah ingin membunuh Ibu?

“Anak bandel ini, sudah bertahun-tahun sejak kita saling bertemu. Apa yang kau...”

“Sesudah meninggalkan Ibu, tidakkah Ayah tahu bagaimana Ayah hidup selama 33 tahun? Bukankah Ayah hampir dipergoki, berselingkuh dengan gadis yang lebih muda dariku di kursi mobil belakang, kan? Beraninya Ayah datang kesini tanpa malu? Kembalilah ke Nohyungdong!”

Tanpa basa – basi lagi, Yi Suk langsung keluar meninggalkan Ayahnya dan Kakek Ko.



Yi Suk menemui ibunya yang kini tidur dengan ketakutan. Yi Suk menghampiri, dia menenangkan dan berjanji tak akan membiarkan Ayah berada didekat ibu. Dia berjanji, dengan penuh kehangatan ia pun menepuk – nepuk punggung ibu.


*****
Hong Do sampai ke restauran saat malam, kini restauran sudah gelap. Dalam rencananya, Hong Do akan turun dari taksi dan segera masuk ke restauran menemui Dong Soo tapi kenyatannya, saat Dong Soo datang. Hong Do malah bersembunyi.

Dong Soo tanya pada karyawan disana, apakah mereka melihat ada wanita yang mengenakan helm masuk kesana? Mereka semua tak melihatnya lagipula restauran sudah tutup.

Dong Soo pun bergegas keluar, dia kemudian menerima panggilan dari seseorang yang menemukan ponsel Hong Do. Dia memberitahukan kalau Hong Do terjatuh karena terserempet sepeda.



Dong Soo segera pergi ke tempat orang yang membawa ponsel Hong Do. Sedangkan Hong Do hanya bisa melihat kepergian Dong Soo dengan sedih. Dia menangis tak bisa menjalankan apa yang sudah ia rencanakan, dia seharusnya menemui Dong Soo direstaurant lalu tersenyum seperti apa yang sudah ia praktekkan didepan kaca.


Untuk menghilangkan kesedihan, Hong Do bersiap untuk mencuci spreinya saat malam hari tapi suara Dong Soo menghentikan niatan Hong Do. Dia bergegas mematikan semua lampu dirumahnya.

Dong Soo tersenyum melihat lampu dirumah Hong Do langsung dimatikan. Dia meminta Hong Do untuk mendengarkan saja ucapannya dari dalam rumah. dia meletakkan ponsel dari pria yang mengendarai sepeda. Ia meletakkannya di pot tanaman.

“Aku sangat, sangat minta maaf, aku tidak bisa menepati janji hari ini. Kau menunggu lama, kan? Bisakah kau memberiku kesempatan lain untuk menraktirmu makan? Kau orang baik, jadi aku percaya kau akan mengerti.”



Hong Do duduk terpekur sedih mungkin meratapi nasibnya. Ketika orang yang ia suka sejak lama datang ke rumahnya, dia bahkan tak bisa mengucapkan sepatah katapun.

“Orang yang mengendarai sepeda bilang bahwa kau wanita yang sangat cantik dan memakai rok. Aku sangat menyesalinya dan memikirkannya kembali. Seharusnya kita benar-benar bertemu hari ini. Pastikan kau menutup pintu. Selamat tidur, aku pulang ya.” Tambah Dong Soo lalu pergi meninggalkan rumah Hong Do.


*****
Yi Suk menemui Dokter Uhm dan menceritakan atas kembalinya Ayah.  Dokter Uhm meminta Yi Suk untuk duduk. Yi Suk jadi penasaran, apakah izin prakternya sudah ditangguhkan?

Dokter Uhm mengatakan kalau ada persyaratannya, dia harus berhenti minum – minum. Yi Suk meyakinkan kalau dia tak minum – minum tapi Dokter Uhm tak percaya. Kalau sampai Yi Suk minum – minum lagi maka dia yang akan kena masalah jadi mulai besok dia harus bekerja di rumah sakit ini.

“Meninggalkan tempat kerjaku dan bekerja disini? Di tempat yang jelek ini?”

“Hei, Ko Yi Suk. Apa kamu pernah memikirkan menjadi dokter yang sesungguhnya yang bisa menangis bersama dengan pasiennya?”



Sedangkan Hong Do kini tengah termenung menatap helm miliknya dan teringat dengan ucapan Yi Suk. Yi Suk yang menyadari penyakit anthrophobia pada Hong Do. Dia menawarkan untuk menyembuhkan Hong Do.

Hong Do menatap helnya lagi, “Aku akan bertemu dengan Detektif Jang lagi. dan aku tak butuh bantuanmu (helm).”



Hong Do pun bergegas menuju ke tempat kerja Yi Suk dan Yi Suk terkejut menerima kehadirannya apalagi saat melihat wajah Hong Do yang merona merah dan tampak kucel.

“Kau tidak sedang...mencuri, kan? Hei, ada apa dengan wajahmu?”


“B...bisakah kau menyembuhkannya? Meskipun sudah parah, bisakah kamu menyembuhkannya? Kau harus menyembuhkannya. Meskipun kau bukanlah dokter terbaik diluar sana, meskipun kau psycho, player, atau penipu, kau harus menyembuhkan aku. Jika kau tidak bisa... Jika kau tidak bisa, kalau begitu.... kalau begitu...aku akan mati disini.” Ucap Hong Do dengan mata berkaca – kaca. Sedangkan Yi Suk masih belum mengerti apa yang terjadi hingga menatap Hong Do bingung.



*****



4 Responses to "Sinopsis Heart to Heart Episode 2 – 2"

  1. Chingu,,, Go Hae Ra ep 2'y gk di lanjut yaaa...??
    Jgn lupa 3S...
    Semangat...
    Semangat...
    Semangat...
    :D :D :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dilanjut kok, ini aku baru mulai nulis lagi aku. Abis menyelesaikan tugas duniawi dulu :D Semangat!

      Delete
  2. Semangat.terimakasih sudah menulis lagi

    ReplyDelete
  3. Semangat ya puji...ditunggu part selanjut nya^_^

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^