Sinopsis Pride and Prejudice Episode 13 – 2

Sinopsis Pride and Prejudice Episode 13 – 2
Jaksa Moon membuka berkas – berkas yang ada di meja Dong Chi keruangannya. Dia menemukan sebuah note kecil berisi tanggal hilangnya Han Byul. Berkas penculikan tapi ini bukanlah berkas resmi.

“Itu kasus tentang adik Jaksa Han. Lokasi konstruksinya sangat dekat.” Jelas Kang Soo.




Soon Bae masuk keruangan Jaksa Moon, ia menyapa Kang Soo sebagai Tae Woon.

“Bagaimana kalian saling kenal?”

“Aku sedikit membantunya. Aku orang yang membawanya sampai ke Incheon. Hei, kemarin kau pulang dengan selamat?”

Melihat tumpukan berkas di meja Jaksa Moon, Soon Bae tahu kalau dia sedang sibuk. Apakah dia harus kesana lagi nanti?

“Apa maksudmu nanti? kau di sini atas nama penggugat.” Ucap Jaksa Moon dingin.

“Oh, itu benar. Aku lupa. Ada sesuatu yang penting pada ponsel itu. Aku kesini karena itu.”



Kang Soo benar – benar terkejut dengan kehadiran Soon Bae disana. Ia permisi untuk pergi untuk mempersiapkan investigasi. Jaksa Moon mempersilahkan, dia akan menghubungi Kang Soo kalau butuh apa – apa.


Dalam ruangannya, Soon Bae melakukan barter informasi dengan Jaksa Moon. Dia meminta agar Jaksa Moon mau melindunginya, Jaksa Moon dengan dingin bilang bahwa Jaksa bukanlah selimut. Tapi dia akan melakukannya jika Soon Bae mau memberitahu suara siapa yang ada direkaman ponsel Soon Bae.

Soon Bae mengaku bahwa dalam rekaman itu hanya ada suara Pengacara Oh tapi yang dia yakin adalah pengacara Oh berbicara dengan petinggi. Petinggi yang berani melakukan apapun. Soon Bae akan pergi, ia sebelumnya menunjukkan kalau ia mereka pembicaraan mereka tadi.

“Tak ada ada gunanya menghentikan-ku. Koo Dong Chi tahu semuanya juga. Selain itu, Dia seseorang yang hampir mati karena terlibat.” Jelas Jaksa Moon tak takut sama sekali.




Jang Won mengeluh dengan tugas segudang yang harus ia lakukan, tak masuk akal dan membuatnya gila. Dia lalu tanya, bagaimana dengan kelompok mereka (akibat dari kepergian Dong Chi)?

Kwang Mi rasa mereka akan dipisah. Jang Won menyarankan agar Kwang Mi menjadi relawan untuk bekerja padanya saja. Kwang Mi menanggapi denga jutek sekaligus dingin, kenapa aku harus melakukannya?



“Kemarin aku putus dengan pacarku.” Ungkap Jang Won.

Kwang Mi bersikap so’ cuek namun pada kenyataanya dia tersenyum, dia bilang kalau ia tak tertarik dengan kehidupan pribadi Jang Won. Dia menyuruh Jang Won untuk segera menyelesaikan tugas dari Jaksa Moon saja.


Jaksa Moon mau menerima kasus penyelidikan Byul dan ini membuat Kang Soo senang. Ia lalu menyuruhnya untuk mencari apapun yang bisa ia temukan dan memberitahunya. Kang Soo menerima tugas itu dengan baik. Jaksa Moon sedikit heran, Kang Soo yang memintanya untuk menyelidiki kasus ini tapi kenapa ia tak mau terlibat dalam penyelidikannya?

“Sebenarnya, tanda tanya di memo itu adalah aku” jawab Kang Soo menunjukkan kalau ia bagian yang terkait dalam kasus ini jadi tak boleh ikut dalam penyelidikan.

Jaksa Moon mengerti. Nasib adalah hal yang aneh. Terkadang, sepertinya orang sudah mengaturnya dengan sengaja, kan? Tapi ngomong – ngomong, Jaksa Daegu (Dong Chi)  dan Jaksa Incheon (Yeol Moo) Bermain bolos. Dimana mereka?




*****
Dong Chi dan Yeol Moo dalam perjalanan menuju ke Pabrik dimana dulu Dong Chi melihat Byul diculik. Kilasan kenangan pahit saat ditemukannya Byul membuat Yeol Moo meminta untuk berhenti sejenak.

“Kau baik – baik saja?”

Yeol Moo baik – baik saja hanya mungkin ini pertama kalinya dia kembali kesana setelah sekian lama. Dong Chi bicara kalau ayahnya bekerja disini juga, sudah banyak perubahan yang terjadi. Ia pun kemudian mengajak Yeol Moo untuk turun.


Keduanya memasuki gedung tua yang sudah tak terawat, ini bekas penyimpanan barang. Dong Chi akan melakukan pemeriksaan interior, siapa tahu mereka bisa menemukan barang bukti yang masih tertinggal.

“Aku sangat berharap kita bisa menemukannya.” Ucap Yeol Moo menyapu pandangan keseluruh gedung tersebut.



Menurut catatan, mayat Byul menyembul dari mesin. Dan diruangan mereka kini adalah tempat mesin – mesin tersebut. Dulu ada beberapa mesin besar yang ditempatnya jadi kemungkinan tak dipindahkan. Dong Chi menyuruh Yeol Moo hati – hati saat mencari bukti. Yeol Moo heran, apa dia harus melakukannya sendiri?

Dong Chi akan pergi ketempat lain karena dia dengar dari ayahnya kalau bagian sana akan dibersihkan sampahnya besok. Ia lalu memakaikan penutup telinga. Yeol Moo akan melepas itu, aku baik – baik saja.

“kenapa apa kau selalu bilang, Aku baik-baik saja?” Dong Chi kembali membetulkan posisi penutup telinganya dan menuju ke tempat lain meninggalkan Yeol Moo sendiri.



Dong Chi berjalan melewati pipa – pipa yang dulu ia pijaki sampai akhirnya terpeleset dan menemukan sepatu Byul. BRAKKKK. Sebuah suara terdengar, Dong Chi kira itu adalah Yeol Moo. “Kenapa kau mengikuti.....”

Namun rupanya bukan Yeol Moo, dia seseorang pria dengan wajah garang. Wajah itu mengingatkan pada kejadian masa lalunya, dialah pria yang menculik Byul dimasa lalu. Dong Chi ingat betul saat ia membopong Byul untuk kabur dan pria tadi mengejarnya.





Karena sedikit tertegun, pria itu menggunakan kesempatan tersebut untuk berlari meninggalkan Dong Chi. Dong Chi sekuat tenaga mengejar tapi pria itu terburu masuk ke mobil dan saking paniknya, Dong Chi tak sempat untuk melihat plat nomor pria tadi.


Dong Chi segera berbalik untuk menemui Yeol Moo. Yeol Moo yang tadi melihat kepergian Dong Chi juga berlari mengejarnya. Ada apa?

“Aku kehilangan dia. Pria itu. penculik Kang Soo.” Ucap Dong Chi dengan penuh penyesalan.


Kini mereka sedang menghangatkan badan dengan menyalakan api. Yeol Moo memperhatikan Dong Chi yang terus terdiam sedari tadi, ini pertama kalinya ia melihat seorang Dong Chi tampak ketakutan. Dong Chi mengakui kalau ia memang tengah takut, uangkapan takut mati mungkinlah benar. Dia berfikir apa yang saat itu Han Byul dan Kang Soo rasakan.

“Ke titik dia akan kehilangan ingatannya.” Jawab Yeol Moo.



“Kang Soo adalah seorang saksi kecelakaan. Kecelakaan tabrak lari ibunya. Kurasa itu sebabnya dia diculik. Untuk menutupi kejahatan itu.”

Yeol Moo merasa kalau semua itu begitu menjijikkan, menggunakan anak kecil untuk menutupi kasus orang dewasa.

“Tapi gimana kau mengetahuinya?” tanya Yeol Moo.

“Jangan tanya.”

“kenapa kau berpikir penculiknya akan datang kembali?”

Dong Chi yakin kalau pelakunya meninggalkan sesuatu atau mungkin mengubur sesuatu disini.


Yeol Moo menerawang jauh ke langit sana, dia tak mau melupakan hari ini. Dong Chi memutar kepala Yeol Moo agar menghadap padanya, kalau dia merasa bahagia bukan berarti kesedihan akan pergi.

“Aku minta maaf.”

Dong Chi mengusap rambut Yeol Moo untuk membetulkan tatanannya.


Yeol Moo akan berjalan pergi namun ditahan oleh Dong Chi. Ia memeluknya hanya untuk sepuluh detik. Ia menghitung mundur 10...9...8...---

Keduanya saling menghangatkan dan menatap satu sama lain. setelah hitungan berakhir diangkat 1, Yeol Moo segera melepas pelukannya dengan canggung. Ia bergegas mendahului Dong Chi untuk pergi.


Pencarian Yeol Moo masih berlanjut namun sudah cukup lama dan Dong Chi mengajaknya untuk berhenti. Dia mengusap jaket Yeol Moo, wajar kalau mereka belum menemukannya.

Yeol Moo balas mengusap jaket Dong Chi juga, “kenapa kau berpikir penculiknya akan datang kembali? Ini sudah cukup. Ayo kita pergi.”

“Namun, kita tahu penculik-nya Masih hidup. Itu masalah besar. Jika dia masih hidup, kita bisa menangkapnya. Dan jika kita menangkapnya, kami akan selangkah lebih dekat.”


Keduanya berjalan keluar dan melihat bangunan mulai dibersihkan. Keduanya melihat itu dan sesuatu yang terangkat mengejutkan Yeol Moo. Tanpa berucap dia langsung berjalan kesana sedangkan Dong Chi meminta pada sopir –nya untuk berhenti sejenak.

Yeol Moo makin tertegun dan tak bisa terucap saat melihat sebuah sapatu terdapat dibawah alas hitam. Dia hendak mengambilnya tapi ditahan oleh Dong Chi, Dong Chi mengambil beberapa foto sepatu tersebut.

“Apa ini sepatunya?”

Yeol Moo mengangguk dengan sedih. Dong Chi melihat kalau alas hitam itu adalah alas bagasi jadi kemungkinan sebelum dibawa kesana, Han Byul dimasukkan dalam bagasi.



Yeol Moo memeluk sepatu tersebut makin sedih. “Itu sebabnya kenapa dia telanjang kaki. Han Byul Setiap kali dia frustrasi, Dia melepas kaus kaki.”

Yeol Moo tak kuat menahan kesedihannya. Dong Chi pun memeluk Yeol Moo untuk memberikan sedikit kekuatan agar ia bisa bertahan.


*******
Kang Soo sedang membaca berkas dan tak lama kemudian Dong Chi datang. Dia menatapnya penuh tanda tanya dan juga bingung, Dong Chi menegur sikap Kang Soo yang bahkan tak menyambutnya ketika dia datang.

Berkas yang ada ditangan Kang Soo adalah mengenai Seo Tae Won (Nama asli Kang Soo). “Gimana kau bisa tahu itu aku? Apa ada hal lain yang belum kau katakan? kau takkan memberitahuku?”

Dong Chi membenarkan tapi jawaban untuk semua pertanyaan Kang Soo hanyalah ia belum bisa mengatakannya. Ia meminta maaf tapi bagaimana Kang Soo bisa mengetahui tentang ini?

“Karena aku bertemu Park Soon Bae.”

“Berapa banyak dia memberitahu-mu?” tanya Dong Chi.

“Seo Tae Won. tabrak lari di Osan. Ibuku.”


Kang Soo merasakan pening karena persoalan rumit ini, tapi dia juga memikirkan nenek yang mungkin kecewa dengan dia. Dong Chi rasa semua tak akan seperti itu.

Kang Soo mendapat panggilan yang menyuruhnya untuk membawakan berkas Han Byul. Dia meminta izin pada Dong Chi. Dong Chi bergegas memeriksa berkasnya tapi ia tak memberikannya pada Kang Soo. Dia diam dan terus memutar otak karena kasus ini ditangani oleh Jaksa Moon yang jelas menjadi salah seorang yang dicurigai dan terlibat dalam kasus ini.



Kang Soo tak berani menegur dan terus menanti.

Seorang pengantar barang masuk, ia memberikan sebuah kiriman dan setelah dicek itu ternyata sebuah sepatu. Tak lama, Kang Soo lalu menerima panggilan. Ia pun langsung pergi meninggalkan Dong Chi.



Kang Soo memberitahukan pada orang ditelefon kalau ia telah menerima barangnya.

“Tapi kenapa kau membawaku ke Incheon? Kau bilang kau mengajakku ke sana. Keluarga? Tapi kenapa, apa aku tinggal di tempat lain?” tanya Kang Soo entah apa yang orang dalam telefon bicarakan.


Kang Soo bergegas ke ruang CCTV dan ia mencari sebuah lokasi di peta. Ia tampak terkejut.


Kang Soo berjalan masuk ruang kerja dengan wajah lemas, dia menunjukkan salinan peta yang tadi ia cari. Ia menunjukan pada Dong Chi lokasi dimana ia ditemukan.

Tak lama Yeol Moo masuk, ia memberitahukan kalau bukti yang mereka temukan tadi siang sudah diserahkan. Dong Chi menyuruh Yeol Moo melihat denah yang dibawa oleh Kang Soo dulu.

Yeol Moo menunjuk sebuah titik dan disitulah lokasi hilangnya Byul. Lokasi itu tak jauh dari tempat Kang Soo menghilang, “Jika Han Byul pergi kejalan ini menuju rumah ada kemungkinan kau bertemu dengannya di sini.”

Yeol Moo mengurutkan jalur didenah dan  kemungkinan Han Byul dan Kang Soo bertemu.

“Ada kemungkinan besar. Dia mungkin sedang menanyakan arah. Ada mobil polisi. Aku ada di mobil.” tutur Kang Soo dengan sedih.



FLASHBACK
Han Byul menangis sepanjang jalan memanggil – manggil ibunya, ia tersesat setelah mengikuti Yeol Moo yang akan berangkat sekolah. Kang Soo yang sedari tadi bermain dalam mobil merasa ingin pipis. Ia berjalan keluar mobil dan tak sengaja bertubrukan dengan Han Byul.

Keduanya terpaku, mereka mengenakan pakaian yang sama dan usia yang tak jauh berbeda.


FLASHBACK END

“kau sudah diculik. Kalian berdua. Mereka mungkin bingung. Dua anak laki-laki mengenakan pakaian yang sama. Itu sebabnya aku mendengar dia bilang dia diberi perintah yang salah.” Analisa Dong Chi. Ia ingat betul ketika dulu pria yang menculik Han Byul berkata kalau mereka salah menculik tapi anak yang diculik (Han Byul) telah melihat segalanya.


Yeol Moo terpaku sedih. Adiknya menjadi korban kesalah pahaman. Yang sebenarnya mereka incar untuk diculik adalah Kang Soo tapi karena mereka berada ditempat yang sama dan pakaian yang mirip, penculik salah tangkap. Meskipun sudah menyadari kalau mereka salah menangkap tapi Han Byul sudah melihat semuanya (entah wajah pelaku atau mendengar percakapan mereka).

Yeol Moo meneteskan air mata. “tidak mungkin.... tidak mungkin...”


Kang Soo sama terkejutnya, ia mengambil kiriman yang baru saja ia peroleh dan menunjukkan isinya pada Yeol Moo. Sebuah sepatu, sepatu yang digunakan oleh Han Byul sebelum akhirnya dia diculik.

“Ini ditemukan di depan mobil polisi. Itu kenapa..... Han Byul (yang diculik)... bukan aku...” ucap Kang Soo dengan pilu.

Yeol Moo menggeleng tak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia pun pergi dari ruangan itu. Kang Soo mengejar Yeol Moo.




Selepas kepergian mereka berdua, Jaksa Moon muncul menemui Dong Chi. Tanpa sepatah katapun, dia berjalan menuju meja Dong Chi lalu mengambil berkas yang berisi laporan mengenai kasus penculikan Han Byul. Ia akan membawanya.

Dong Chi tak bisa membiarkan dan menghadang langkah Jaksa Moon tapi Jaksa Moon meletakkan berkas itu ke pipi Dong Chi. Dia mendorongnya agar menyingkir dari jalan.


Jaksa Moon pergi membawa file tersebut. Dong Chi diam, dia sama syok –nya dengan Yeol Moo dan Kang Soo bahkan ia hampir menangis.


Diluar, Kang Soo mengejar Yeol Moo. Keduanya bertatapan tanpa mengucapkan apapun. Dengan menangis, Yeol Moo memukul pelan dada Kang Soo. Tapi akhirnya dia bersender didadanya denga sedih.

Kang Soo juga tak bisa menyembunyikan rasa sedih dan juga terbersit rasa bersalah yang amat sangat.



Dong Chi kembali berkosentrasi dengan pelaku penculikan yang telah menyebabkan kematian Han Byul. Dia menjejerkan beberapa foto para petinggi namun semuanya masih abu – abu. Salah satu dari foto tersebut adalah Jaksa Moon.

Dia membuat tanda tanya besar diantara foto – foto itu.



Disisi lain, Jaksa Moon tengah dalam perjalanan diluar. Ia menghubungi seseorang.

Dering sebuah ponsel terdengar, seseorang yang ada dibalik telfon umum muncul dari kegelapan. Setelah diterpa cahaya, tampaklah kalau pria tersebut adalah si penculik Han Byul yang juga bertemu dengan Dong Chi tadi siang.



******



1 Response to "Sinopsis Pride and Prejudice Episode 13 – 2"

  1. Lanjutin sinopny nah mbaaa...penasaraaan binggoo...


    Gomawo

    Xx

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^