Sinopsis Healer Episode 9 – 2

Sinopsis Healer Episode 9 – 2

Yeong Shin berjalan pulang sendirian, beberapa kali dia bersembunyi dan berharap bisa memergoki Healer menguntitnya. Tapi semua berakhir sia – sia karena Healer tak mungkin seceroboh itu.

Dan meskipun Yeong Shin tak bisa menemukan Healer namun pada kenyataanya Healer memang mengikuti dia. Healer memperhatikan Yeong Shin dari kejauhan dan menemaninya tanpa diketahui siapa – siapa.



Dalam perjalanan, dia menemukan ada telefon umum. Ia menghampiri lalu menelfon seseorang tapi salah sambung. Namun untuk kedua, nomornya tepat dan ia menghubungi Park Bong Soo. Dia begitu senang dan memamerkan kemampuannya mengingat nomor telefon. Jung Hoo tanya kenapa dengan ponsel Yeong Shin?
“Aku menghilangkannya jadi aku menguji berapa banyak nomor telepon yang kuingat.”

“Jadi, berapa banyak yang kau ingat?”

“Oh, kau itu... orang ke-19,” bohong Yeong Shin.

Jung Hoo juga dibalkon memperhatikan Yeong Shin, dia tersenyum karena tahu Yeong Shin berbohong. “Wah, suatu kehormatan ada di top 20.”



Yeong Shin beralasan kalau dia beberapa hari ini kan sering menghubunginya jadi dia ingat. Tapi kenapa dengan suaramu? Apa kau sudah tidur?

“Kau pikir jam berapa sekarang? Ini sudah waktunya bagi anak baik untuk tidur.” Jawab Jung Hoo. Sekarang dia sudah memakai banmal (bahasa informal).

Yeong Shin merasa bersalah dan berniat mengakhiri panggilan itu.



Diseberang Jung Hoo kebingungan, dia tak mau mengakhiri panggilannya tapi ..... “Aaah.. aku sudah bangun sekarang.” Ucapnya buru – buru dan dia langsung merubah ucapannya jadi formal. “apa ada yang ingin kau bicarakan?”

“Br*ngsek.” Umpat Yeong Shin.

“Itu... itu ka...kata umpatan.”

“Rendahkan saja (jangan pakai bahasa formal), rendahkan. Rendahkan cara bicaramu. Aku memberimu izin. Aku selalu bingung.”

Jung Hoo kembali tersipu dan mengubah bicara –nya jadi informal lagi, “baiklah”



Tapi Yeong Shin tetap mewanti – wanti agar Jung Hoo menyisipkan kata Sunbae saat berbicara padanya. Sebagai hadian telah memperbolehkan menggunakan banmal, Jung Hoo bersedia mendengarkan cerita Yeong Shin sepanjang malam. Yeong Shin tanya memang apa yang akan dia bicarakan?

“Bukankah kau meneleponku karena butuh teman untuk diajak bicara?”

“Wow, kau cepat tanggap. Kau hebat.” Puji Yeong Shin.

“Apa kau di luar? Bukankah dingin sekarang?”

“Dingin. Aku kehilangan ponselku, jadi ini lebih dingin.”

“Toh, ponsel bukan alat penghangat.”


Mungkin memang bukan alat penghangat tapi bagi Yeong Shin, ponsel itu sebagai penghangat setelah ibunya meninggal. Jung Hoo sekarang tahu kenapa Yeong Shin selalu membawa barang antik itu.

Yeong Shin mengaku kalau dia sering memasukkan tangannya ke saku kala dingin seperti sekarang dan menggenggamnya sepanjang hari.

Dan kini ponsel itu dalam genggaman Jung Hoo, sudah rusak.



Jung Hoo tanya kenapa Yeong Shin belum pulang juga padahal hari dingin?

Yeong Shin hanya tak mau kalau dia mendapat serbuan pertanyaan dari ayahnya yang membuat dia tak sanggup untuk menjawab lagi.

“Apa mungkin kau sakit?” tanya Jung Hoo.



Yeong Shin sambil bermain melipat kertas, ia memberitahukan alasan sebenarnya disana adalah karena tengah menunggu seseorang. Ia pikir seseorang itu memiliki sesuatu untuk dikatakan dan ia muncul dibelakangnya. Tapi... dia tak ada.


Jung Hoo terkejut mendengar penuturan jujur Yeong Shin dan tahu betul kalau orang yang ditunggu adalah dia sendiri, Healer. Ia tertegun dan bingung mau bicara apalagi ditambah saat Yeong Shin menangis.

Jung Hoo menjauhkan ponsel ditelinganya seolah tak sanggup juga kalau mendengar Yeong Shin sesenggukan.


******
Bibi Min Ja menggaruk kepalanya frutasi setelah melihat hasil tes DNA antara Yeong Shin dan Myung Hee. Dia bertanya pada Chae Bum, “Kau bilang ayah Jung Hoo penyebab kecelakaan itu, kan? Kau bilang dia membunuh teman?”

“Ya. Itulah yang orang katakan.” Jawab Chae Beom.

Ini makin membuat frutasi, berarti Ayah Jung Hoo lah pelaku pembunuhan Ayah biologis Yeong Shin. Gil Han.


Chae Bum sama terkejutnya apalagi Jung Hoo yang dulu menganggap wanita sebagai permen karet yang menempel dijalan setelah ditinggal pergi ibunya dan sekarang ia mulai menyukai seorang wanita. Tapi wanita itu adalah dia?


Sedangkan Jung Hoo turun dari persembunyiannya menuju ke telfon umum dan mengambil kertas bentuk bintang yang dibuat oleh Yeong Shin.


*****
Yeong Shin sampai ke rumah, Chi Soo langsung meminta penjelasan Yeong Shin yang pergi begitu saja dan tak mengangkat telfonnya. Banyak orang yang mengkhawatirkan Yeong Shin tapi apa dia tak berfikir. Paman Chul Min mencoba meredakan kemaran Chi Soo dengan mengajaknya bicara didalam saja. Lihat! Wajahnya makin membiru kedinginan.

Yeong Shin pura – pura kedingingan dan bergegas masuk kedalam rumah.



*****
Di penthouse, Moon Ho menemukan note Yeong Shin yang memberikan laporan kalau dia harus pergi ke rumah. dia tak akan bisa tidur kalau tak dikasurnya maka dari itu ia tetap pulang.

Moon Ho kemudian melihat ponsel dan menelfon Detektif Yoon Dong Won.


Moon Ho menghubungi Detektif Yoon agar mereka polisi bisa menjaga bukti Hwang Jae Guk yang mereka miliki. Detektif Yoon menolak, dia tak mengurusi divisi pelecehan s*ksual dan dia adalah polisi cyber. Ia juga tak punya cukup kekuatan untuk melawan orang seperti Hwang Jae Guk.

“Tapi kami mendapatkan bukti video ini dari Healer.”

Mendengar nama Healer disebut, seketika Detektif Yoon mulai tertarik dengan informasi yang Moon Ho berikan.


Moon Ho memberikan informasi kalau Healer itu selalu berada didekat reporter Chae Yeong Shin. Dan kemungkinan Healer akan berpaling ke sisi lawannya jadi dia meminta pada Detektif Yoon untuk menyelidiki kasus ini dan membagikan informasi dengannya. Dia juga menginginkan agar Yeong Shin selalu berada dibawah pengawasan polisi.

“bukankah kau ingin menangkap Healer?” tanya Moon Ho.




*****
Jung Hoo adalah orang yang sangat teliti dan instingnya berjalan dengan begitu cepat, dia menyadari kalau seseorang telah masuk dalam rumahnya. Dia langsung meraih tongkat dan berjalan mengendap – endap masuk dalam rumah.

Tapi ia sadar kalau yang datang adalah Gurunya sendiri setelah melihat ada makanan yang baru saja dimakan. Ia mencari diseluruh ruangan tapi tak ada hingga ia menemukan segelas teh yang masih hangat, tandanya sang guru belum lama pergi.


Jung Hoo mencari gurunya keluar rumah dia berteriak meminta Guru untuk keluar dari persembunyian. Ada sesuatu yang harus dia tanyakan, dia benar – benar tak tahu dan harus menanyakannya.

Tapi selama apapun dia berteriak, Guru belum juga muncul. Jung Hoo akhirnya merebahkan diri ditanah.


*****
Yeong Shin berlari menuju ke kantornya tapi langkahnya tertahan karena Moon Ho sudah menghadang dia. Yeong Shin mengira kalau Moon Ho marah karena semalam dia pulang lebih dulu tapi dia sudah menulis memo kok.

Moon Ho tersenyum, dia tak marah dan malah ia yang harus minta maaf. Dia senang sudah bisa melihat wajah Yeong Shin lagi.

Kini giliran Yeong Shin yang bingung dengan sikap Moon Ho.



Diluar, Dae Young masih menjalankan tugas untuk terus mengawal Yeong Shin makannya dia menanti didepan kantor. Sejenak ia bisa beristirahat tapi tak lama kemudian ada dua orang mencurigakan disana, orang tersebut memotret sesuatu disana.

Dae Young curiga dan menelfon Jung Hoo.



Tapi Jung Hoo sedang frustasi, dia begadang menonton film dokumenter macan tutul kesukaannya. Mendengar suara dering ponsel panggilan Dae Young pun ia abaikan saja.

 
Moon Ho dan Yeong Shin pergi ke rooftop, dia memberitahukan kalau ponsel Yeong Shin tidak bisa ditemukan jadi dia memberikan ponsel baru untuknya. Yeong Shin berterimakasih tapi ia menolak menerima ponselnya, dia bisa mengurus masalah itu.

“Ini inventaris kantor, jadi hati-hati menggunakannya.” Yeong Shin mau menerima pemberian Moon Ho. “Aku memikirkannya sepanjang malam. Apa yang harus kulakukan denganmu?”

Yeong Shin berjanji akan lebih hati – hati tapi ia juga harus tahu dulu apa yang menyebabkan orang – orang itu ingin mencelakainya.



Moon Ho memberikan dua solusi pada Yeong Shin. Dia akan mengirim Yeong Shin belajar di eropa. Yeong Shin menganggap ini sebagai lelucon, Moon Ho mengatakan sesuatu yang sering diucapkan dalam drama.

“Aku berpikir kau akan menanggapi seperti itu. Lalu, yang kedua. Haruskah aku menjadikanmu sangat terkenal? Jika kau menjadi terkenal dan banyak orang mengenalmu, maka mereka takkan bisa melakukan sesuatu seperti kecelakaan lift. Karena takkan mudah untuk menyembunyikannya.”



Moon Ho kembali berfikir, kalau dia akan membuat Yeong Shin terkenal maka mungkin mengundang lebih banyak bahaya. Ah, dia akan memikirkannya lagi nanti. Dia menyuruh Yeong Shin kabur kalau memang dia tak tahan, dia akan membantunya.

“Kapan kau akan memberitahuku alasan itu? Alasan kenapa aku dalam bahaya.”

“Karena kau di sampingku. Apa kau mau percaya itu dulu?”

“Kau bilang reporter terkenal, kan?” tanya Yeong Shin dijawab Ya oleh Moon Ho. Yeong Shin mengangkat tangannya pertanda ia bersedia untuk berusaha menjadi terkenal. Moon Ho tersenyum karena sikap antusias Yeong Shin.



*****
Detektif Yoon melakukan investigasi dirumah Direktur Hwang, tapi tampaknya Direktur Hwang malah seolah malas dengan investigasi itu. Tapi setelah Detektif Yoon menunjukkan video tentang artis – artisnya yang ia gunakan untuk menghibur para petinggi diputar, Direktur Hwang langsung terbelalak. Direktur Hwang menutupi keterkejutannya dan bersikap seolah tak tahu, apa yang gadis – gadis itu lakukan?

“Tepat, apa yang mereka lakukan. Mari kita cari tahu bersama-sama. Untuk itu, tampaknya kau harus ke kantor polisi besok. Terutama, terkait orang-orang dari berbagai latar belakang yang muncul dalam video ini. Ada banyak yang mau kutanyakan.” Ucap Detektif Yoon pintar.



*****
Moon Shik menyambangi tempat Tetua yang tanggap mengucapkan permintaan maaf atas kesalahannya mencelakai Yeong Shin tanpa persetjuan Moon Shik.

“Anda khawatir tentang Moon Ho?” tanya Moon Shik.

Tetua berkata kalau Moon Ho telah mengikuti mereka selama 10 tahun mengikuti mereka. Dia selalu saja mengganggalkan masalah yang mereka tangani.



Moon Shik mencoba membela bahwa reporter belaka tak akan mampu mengganggu mereka. Tetua memiliki pandangan yang berbeda dan ingin membawa Moon Ho ke sisi mereka tapi dia malah memiliki perusahaan sendiri serta mengantungi Video LA. Jika itu ada di tangan Kim Moon Ho maka menurutmu, apa yang akan terjadi?

Moon Shik berjanji akan mengurusnya sendiri tanpa ada kesalahan.

“Di sekitarku, tak ada yang lebih baik darimu. Kau yang terbaik. Tapi menurutmu, kenapa aku menempatkan Kim Eui Chan sebagai calon walikota bukannya kau? Itu karena kelemahanmu. Kau memiliki dua kelemahan besar. Istri dan adikmu. Selain itu, kau tak boleh menempatkan gadis itu sebagai kelemahan ketiga.”

Moon Shik mengakui dua kelemahan terbesarnya itu, tapi keduanya adalah cidera fatal baginya. Jika sampai (mereka) terluka maka dia tak akan pulih dan mati. Dia memohon agar bisa diberi kewenangan mengurusnya sendiri.



Lalu, sebuah panggilan masuk. Suara Direktur Hwang yang marah – marah terdengar keras di speaker telephone, dia meminta untuk memberikan telfonnya pada Tetua padahal Tetua sendiri yang kini berbicara dengan dia.

Direktur Hwang mencak – mencak karena dia dalam masalah sendirian, dia tak mau jatuh sendirian apalagi mulutnya itu ember. Dia akan membocorkan nama – nama yang ia ketahui kalau sampai dia dalam masalah, ada banyak nama yang berdiri disamping ketua. Jadi sebelum aku melakukan itu, sambungkan panggilanku dengan Tetua.

“Saya mengerti. Saya akan mengatakan itu padanya. Jika anda menunggu, responnya akan datang.” Balas Tetua lalu mematikan sambungannya.



Tetua kemudian kembali berbicara pada Moon Shik, “Pria dari LA yang membawa video ke sini dan mati. Go Seung Chul. Kau bilang kau membutuhkan pembunuhnya, kan?”

Moon Shik membenarkan.


*****
Moon Ho sampai ke kantor dan segera melakukan meeting untuk membahas peliputan langsung pencalonan Kim Eui Chan menjadi Walikota Seoul. Moon Ho memandu mereka untuk melakukan banyak hal dalam siaran pertama mereka. Direktur Jang merasa kalau ini telalu berat untuk media online seperti mereka.

“Jika ini selevel Kim Eui Chan, yang bisa menjadi walikota Seoul berikutnya dan presiden Korea di masa depan, akan cukup untuk dipertimbangkan sebagai bisnis, bukan?” jawab Moon Ho mantap.



Semua bergegas dan memperbaiki apa – apa saja yang masih belum bagus. Jong Soo bertugas untuk memata – matai dan mendapatkan tempat terbaik saat konferensi nanti. Sedangkan Reporter Yoo dan Park Chan bertugas memperbaiki jaringan untuk tayangan langsung mereka.



Jung Hoo baru datang dan ia berpapasan dengan Yeong Shin, ia menunjuk kameranya. Ia terlambat karena mencari kamera itu.

Yeong Shin tak begitu memperdulikan dan menyeret Jung Hoo keluar.



Dia melemparkan kunci pada Jung Hoo. Jung Hoo heran, memangnya mereka akan kemana?

“Menjadi terkenal.” Jawab Yeong Shin semangat dan mengajak Jung Hoo high five. Jung Hoo yang tahu menahu membalas saja dengan tersenyum bingung.



Tanpa keduanya sadari, ada orang yang memotret kebersamaan mereka.

Itu adalah mata – mata yang dikirimkan oleh Detektif Yoon. Dia memerintahkan pada bawahannya untuk menyelidiki orang – orang yang ada disamping Yeong Shin.


*****
Jong Soo yang sudah sampai ke tempat Konferensi memberitahukan bahwa disana mereka tak diperbolehkan masuk kecuali reporter yang terdaftar. Direktur Jang marah dengan kebijakan ini, katanya kebebasan pers tapi kenapa masih ada kekangan.

Moon Ho yakin kalau semua ini karena Kim Eui Chan hanya ingin mendapat pertanyaan yang mereka mau dan menjawab apa yang mereka jawab. Mata elang Moon Ho menangkap sebuah tulisan yang ada disana, tepat di gedung konferensi diadakan. Ada juga acara pernikahan Putra Kim Se Gwang, CEO GK. “Takkan mudah bagi mereka untuk menghentikan para tamu untuk pesta itu.” Moon Ho pun langsung menghubungi Yeong Shin.




Yeong Shin menerima panggilan dengan ponsel barunya dan Sunbae yang menelfon, Jung Hoo ngedumel sebal dengan ponsel baru Yeong Shin. Dia menerima perintah untuk melakukan penetrasi.



Keduanya sampai disebuah tempat dan bertemu dengan stylist. Jung Hoo akan kabur tapi ditahan Yeong Shin. Keduanya malah seperti tersangka, masing – masing dibawa ke sebuah ruangan untuk dilakukan pengukuran badan.

Keduanya terus berkomunikasi lewat telefon meskipun sibuk diukur, Yeong Shin berkata kalau penyamaran adalah bagian dari reporter. Jung Hoo juga tahu dan sering melakukan penyamaran tapi dia melakukannya sendiri.

Jung Hoo tampak sangat tak nyaman ketika orang – orang dekat – dekat dengannya. Padahal kalo sama Yeong Shin juga penginnya deket – deket. :D



Yeong Shin kembali memanggil Bong Sook tapi dia balas berkata kalau dia tak ada mood untuk bicara. Dia sedang berfikir. Yeong Shin meledek, “Wah, Bong Sook. Kau tahu caranya berpikir.”

“Aku... punya banyak pikiran, ini tak biasa.”

“Haruskah kubilang aku sedang mencari alasan? alasan untuk bertemu lagi.”

“Bertemu lagi? Siapa?” tanya Yeong Shin tak mendapat jawaban.


Jung Hoo sudah berjalan dengan gagah dan penampilan beda, rambut klimis, muka cakep, badan oke. Stylist memuji penampilan Jung Hoo yang sempurna.

Tak lama kemudian Yeong Shin juga keluar dan hampi jatuh karena sepatu hak tingginya. Dia tampak sangat berbeda dengan penampilan biasanya. Sebetulnya tak butuh make – over agar Jung Hoo terpana dengan Yeong Shin tapi dengan perubahan style ini mampu membuat Jung Hoo tak berkedip.



Yeong Shin mengangkat tangannya untuk high five dengan Jung Hoo tapi Jung Hoo tak membalasnya, dia malah menyodorkan lengannya pada Yeong Shin. Dengan percaya diri Yeong Shin pun menggandeng lengan Jung Hoo. AWW, keduanya berjalan beriringan dengan serasi. Aku yakin kini Jung Hoo tak bersikap seperti Bong Soo si gagap melainkan Healer si Keren. UWWAA. Melted :D



******

7 Responses to "Sinopsis Healer Episode 9 – 2"

  1. Ditunggu ep 10 nya...ditunggu kissing screen yg lbih romantis..hi..hi..

    ReplyDelete
  2. Makasih sinopsisnya mbak...
    Kpn nih diposting ep10 nya?
    Kasihan park bong soo pgn cium rambut young shin di lift tp kgk jadi xi..xi..xi

    ReplyDelete
  3. Semangat ya mbak buat sinopsisnya. Makib penasaran dengan epusode 10 dan kisah cinta mereka.

    ReplyDelete
  4. Kasihan park bong soo mau cium rambutnya aja di lift kgk jadi...
    Makasih sinopsisnya,ditunggu posting ep 10 nye.

    ReplyDelete
  5. Semangat mbk dtunggu epi slnjutnya :-)

    ReplyDelete
  6. Penasaran reaksi yeong shin kalo tahu appanya jong hoo yg membunuh ortunya
    Ak ngiri ama yg dah nengok episode 10

    ReplyDelete
  7. jd sebenernya terbunuhnya gil han itu kecelakaan? arrggggg penasaran.

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^