Sinopsis Healer Episode 8 – 2

Sinopsis Healer Episode 8 – 2
Sang Soo memberikan laporan penyelidikannya mengenai Chae Yeong Shin. Dia ditemukan pada usia 5 tahun, diadopsi untuk beberapa kali namun dikembalikan oleh orang tuanya. Sampai akhirnya diusia 8 tahun, dia diadopsi oleh Chae Chi Soo yang kini menjadi pengacara untuk Joo Yoon Hee.

Moon Shik meremas amplop berisi data – data yang diperoleh Sang Soo, Di mana lokasi dia ditemukan seorang diri?

“Itu di Seoul. Saya dengar itu sekitar Shindangdong. Dia ditemukan di balik tong sampah di suatu lorong di sekitar Shindangdong. Saat dia pertama kali ditemukan, dia tak bisa bicara, jadi mereka menganggapnya bisu. Bahkan pada dokumen adopsi saat dia diadopsi oleh Chae Chi Soo, itu ditandai sebagai gangguan bicara.” Jelas Sang Soo.



Moon Shik kembali ke kantornya dengan tampang penuh kegusaran. Ia pun teringat saat dimana Myung Hee memintanya untuk menemukan Ji Han dimasa lampau. Saat itu kondisi Myung Hee juga luka parah.

Dihadapan Moon Shik, Myung Hee memohon agar ia mau mencari Ji Han.



Moon Shik mencari informasi keberadaan Ji Han dan menemukan dia hidup disebuah panti. Saat melihatnya, Ji Han langsung menghambur dalam pelukan Moon Shik. Ia menangis dan terucap kata, “Ibu.”


Moon Shik makin tak bisa menyembunyikan kegusarannya. Ia gemetaran dan mendengar suara yang bertanya padanya, “kenapa kau melakukan ini?” dia melihat teman masa lalunya, Joon Seo. “Hey, kau seharusnya membawanya. Jika kau hidup dengan takut seperti ini, kenapa kau tak membawanya?

Moon Shik mencoba menolak fakta Ji Han masih hidup dan kembali membaca laporan Sang Soo. Namun kini Joon Seo yang sempat menghilang kembali muncul dihadapan Moon Shik, “Kenapa? Apa menurutmu jika Ji Han di sini, Myung Hee takkan mampu meninggalkan Gil Han? Lalu dia takkan datang padamu, kan? Benarkan? Wow. Bagaimana aku selalu benar seperti ini?

Lidah kelu Moon Shik ingin berbicara tapi Joon Seo kembali menghilang.




Moon Shik mencoba menenangkan dirinya namun lagi – lagi sebuah suara menegurnya, Kenapa kau melakukan itu?”

Giliran Gil Han yang muncul, dia terus berucap kalau mereka teman tapi kenapa Moon Sik melakukannya. Mereka kan teman.

Moon Shik pun makin terhuyung lemas dan gemetaran.



Sekretaris Oh yang tadinya melihat perubahan sikap Moon Shik, kini ia melapor pada Tetua bahwa Moon Shik terguncang karena anak yang hilang pada tahun 1992 kembali muncul. Ia tak tahu motifnya tapi kini anak hilang itu sedang mendekati Moon Ho.

Tetua menganggap Moon Shik sebagai kelas terbaik dari seluruh orang yang dibesarkannya, tahu tempat tapi tak merendah. Tahu bagaimana bergerak, sembunyi, menyerang, dan mundur. Tapi Moon Shik punya satu kelemahan. Anak hilang itu. Membuat Moon Shik menjadi boneka balon dalam sekejap. Balon dengan lengan dan kaki yang menari di depan toko. Yang langsung meledak dengan satu sentuhan jarum.



Sekretaris Oh mengerti akan maksud Tetua maka ia akan memperingatkan Kim Moon Ho dan membiarkan agar Moon Shik tak tahu. Dia yang akan mengurusnya.


*****
Moon Ho mengirimkan email balasan untuk Healer, dia memperingatkan agar berhati – hati dengan Sekretaris Oh Tae Won. Dan memperingatkan Healer agar tak melakukan kontak langsung dengan Yeong Shin.


Moon Ho memberikan tugas pada Yeong Shin untuk melakukan wawancara dengan Yoon Hee, dapatkan rincian dan fokus pada keterlibatan Kim Eui Chan. Yeong Shin pun mengerti.

Moon Ho lalu memberikan seperangkat kamera pada Jung Hoo. Memerintahkannya untuk merekam wawancara Yeong Shin.


Dan juga Moon Ho bertanya apakah Direktur Jang memiliki kenalan seorang detektif. Dia hanya punya kenalan detektif yang dekat dengan para politisi.

“Kau berpikir untuk melaporkan Hwang Jae Guk dan videonya, kan?” tanya Direktur Jang.

Moon Ho tak berfikir untuk melakukan itu, kalau mereka menyebar videonya dulu maka mereka akan menyembunyikan buktinya. Jadi mereka butuh detektif yang menyelidiki dan memiliki langkah yang sama dengan mereka.

Yeong Shin yang sedari tadi menguping berkata kalau dia punya seorang kenalan detektif yang juga mengawasi Hwang Jae Guk. Yap. Moon Ho menerima saran Yeong Shin.



Kemudian Moon Ho juga memperkenalkan Lee Jong Soo (awalnya Dong Soo tapi di sub IDFL katanya Jong Soo). Dia memuji kekompetenan Jong Soo dan meminta mereka mau menerimanya. Direktur Jang masih agak sedikit ga mengerti, kenapa mereka yang sudah bekerja ditempat elit harus pindah ke tempat mereka?

“Katakan padanya apa yang kau katakan tadi.” Pinta Moon Ho.

“Aku kesini sebagai mata – mata. CEO Kim Moon Shik, Jadi, kakak Senior ini, memintaku untuk berada di sampingnya dan menjadi mata-mata.” Jelas Jong Soo. Moon Ho pun kembali memuji Jong Soo dan menyuruh mereka menerimanya.


*****
Dalam perjalanan menuju ke rumah, Yeong Shin mengeluh dengan Moon Ho yang bahkan tak mau mengucapkan sedikit pujian atas kerja kerasnya. Dia lalu melihat mobil milik Jung Hoo, ia rasa Jung Hoo anak orang kaya makannya bisa punya mobil dan bekerja ditempat mereka.

Yeong Shin menguap dan tak lama pun tertidur, kepalanya hampir jatuh tapi dengan segera Jung Hoo menahan dengan tangannya selama perjalanan.


Jung Ho menghentikan mobilnya saat melihat beberapa orang yang nampak seperti gangster tengah menanti didepan cafe. Dia berniat memutar balik namun Yeong Shin terbangun dan bergegas keluar menghampiri mereka.

Jung Hoo melongo menyadari kalau gangster itu ternyata akrab dengan Yeong Shin.



Yeong Shin ngobrol dengan para gangster tadi akrab dan membuat keributan. Chi Soo keluar ruang kerjanya dengan kesal, mereka sudah berjanji akan pulang setelah Yeong Shin kembali. Tapi sampai sekarang mereka masih saja disini. Mereka semua memiliki wajah garang, mana ada pelanggan yang masuk ke cafenya.

Chi Soo sampai mengangkat kursi untuk membuat teman – temannya itu pergi. Yeong Shin melambai dengan riang ke arah mereka sedangkan Jung Hoo menatap Yeong Shin dengan pandangan yang sulit diartikan. Seolah dia terpesona dengan Yeong Shin, ia tersenyum.



*****
Sang Soo menerima telfon dari Sekretaris Oh, ia berkali – kali berkata agar Sekretaris Oh tak usah khawatir. Mereka sedang mempersiapkannya.

Setelah panggilan usai, dia memerintahkan pada staff –nya untuk melakukan tugas ini selama satu jam. Dengan kecepatan ekstra, mereka mengedit suara Moon Ho dan memilih – milih lalu mengubah nada suaranya. Entah apa yang mereka rencanakan.


******
Yeong Shin mempersiapkan wawancara mereka, dia nantinya akan memburamkan wajah Yoon Hee dan juga mengubah suara Yoon Hee sepenuhnya.

“Bagaimana menurutmu?” tanya Chi Soo agak ragu.

Yoon Hee sama sekali tak memiliki rasa takut, sejak awal dia memang sudah siap dan akan melakukan apa yang bisa ia lakukan.



Chi Soo tetap ragu karena ia telah bertemu dengan pengacara yang Direktur Hwang gunakan. Mereka akan rewel dengan hal kecil dan jika mereka diwawancarai oleh media, ini bisa merugikan mereka saat persidangan.

Yoon Hee menegaskan kalau dia tak pernah ingin merasa diuntungkan sejak awal. Dia hanya tak mau membiarkan orang – orang seperti mereka hidup dengan baik sementara dia harus mati sendirian.

“Aku akan membahas lebih lanjut dengan klienku, dan meninjau apa yang harus dikatakan dalam wawancara, lalu aku akan memberitahumu.” Ucap Chi Soo pada Yeong Shin lalu mengajak Yoon Hee bicara empat mata.



Jung Hoo sibuk merakit kamera, Yeong Shin tampaknya tak yakin apakah Bong Soo benar – benar bisa merakit itu semua sendirian.

“Yah, biasanya hal semacam ini sudah seharusnya dirakit, jadi Ini akan terpasang dengan pas satu sama lain, kan? Aku akan memasang sendiri.”

Yeong Shin hanya mengiyakan saja, ia lalu menghampiri Paman Chul Min meminta makanan.



Jung Hoo menyalakan alat komunikasinya dengan Bibi Min Ja, Bibi menawarkan untuk membacakan tutorial memasang kamera tapi ditolak oleh Jung Hoo. Bibi Min Ja ingat kalau Guru Chae Bum pernah berkata kalau Ayah Jung Hoo bisa merakit apapun itu, benda elektronik akan kembali bekerja saat sudah berada ditangannya.

“Kim Moon Ho mengirim email. Tapi, ini peringatan. Peringatan, Jangan pernah membuat kontak pribadi dengan Chae Yeong Sin lagi.”

Jung Hoo menanggapi ini dengan desisan saja, “ada – ada saja.”

“Kenapa kau tak mengikutinya saja? Jika tidak, dia mungkin tak membayar kita. Kemudian, semua berakhir sia-sia.”



Yeong Shin ikut mengecek bagaimana kondisi kameranya, cukup bagus dan sepertinya mahal. Ia mencoba melihat gambar dari kamera dan Jung Hoo memperhatikan Yeong Shin dengan intens, dia mendekatkan telunjuknya ke jidat Yeong Shin sampai menyentuhnya.

Yeong Shin Cuma terheran – heran, “Apa yang kau lakukan?”

“Kontak pribadi. Sebuah kontak pribadi.” Jawab Jung Hoo. Yeong Shin Cuma tertawa dan menganggap Jung Hoo agak ga beres otaknya.



Bibi Min Ja mendengar semua percapakan Jung Hoo, dia tampaknya jijik dengan ulah Jung Hoo. “Gila! Kenapa kau tak berak saja sana?”

Bibi Min Ja kini tengah memperbaiki kacamata Jung Hoo yang rusak, “Apa guru sudah menghubungimu? Aku pikir kau bertemu dengannya hari ini. Ah, aku sudah bicara dengan gurumu beberapa waktu lalu. Dia mengatakan sesuatu yang aneh. Dia ingin tahu apa kau suka buah atau cokelat? Dia menanyakan itu tiba-tiba. Apa itu semacam kode rahasia antara kalian berdua?”


Jung Hoo tak menjawab dan perhatiannya kini tertuju pada Yeong Shin yang bergaya didepan kamera dengan alay bak model papan atas. Apa yang kau lakukan?

“Tes kamera. Biarkan saja aku. Moodku sedang buruk.”

“Jika moodmu buruk, bukankah biasanya minum atau menangis?”




Yeong Shin tak memperdulikan ucapan Jung Hoo dan berbicara didepan kamera.

Satu, dua, tiga. Tes Mic, satu, dua, tiga. Ah ah ah. Halo semuanya. Sekarang anda menyaksikan seorang wanita yang telah ditolak oleh dua pria yang disukainya pada saat yang bersamaan. Orang nomor 1 memanggilnya perisai manusia. Nomor 2 menganggapnya pencari perhatian yang penuh delusi. Namun dengan senang hati, mari kita lupakan itu. Mimpi sedih yang kumimpikan tadi malam.


Jung Hoo tertegun mendengar curhatan hati Yeong Shin, dia menatapnya dan mendapati Yeong Shin hampir menangis dengan mata yang sudah memerah. Yeong Shin segera mendongakkan kepala (agar air matanya tertahan) dan memuji cuaca yang cerah hari ini, katanya akan turun hujan salju yang pertama hari ini tapi dia tak percaya.

Jung Hoo masih belum bisa mengalihkan pandangannya dari Yeong Shin.



Paman Chul Min juga bisa merasakan gelagat aneh Yeong Shin, ia menatapnya dengan tajam bahkan sampai tak sadar kalau kue yang taburi gula sudah terlalu banyak.

Tak lama kemudian, Chi Soo keluar ruangan. Dia dan Yoon Hee sudah siap untuk melakukan wawancara. Yeong Shin pun mengajak Jung Hoo untuk masuk bersamanya.


Dalam wawancara, Yoon Hee menuturkan bahwa Hwang Jae Guk menyuruh mereka untuk menyambut Anggota Dewan K yang membantu perusahaan mereka.

“Apa yang dia katakan tentang anggota dewan K?”

“Maksudmu anggota dewan Kim Eui Chan?” Yeong Shin menjawab Ya. “Dia mengatakan dia adalah seseorang yang akan menjadi walikota Seoul di masa depan. Dan dengan posisi walikota Seoul, seseorang dapat menjadi Presiden Korea nantinya. Jadi, jika aku terlihat baik pada orang itu maka suatu saat hidupku akan baik. Kata Hwang Jae Guk.”


Yeong Shin ingin menanyakan pertanyaan selanjutnya tapi ia tampak tak tega. Bahkan Jung Hoo yang memantau kamera sampai mengernyit melihat Yeong Shin sedikit menunduk.

“Kau ingin hidupmu menjadi lebih baik? Apa itu sebabnya kau tak menolak dan pergi ke tempat itu untuk bertemu para petinggi? Dan kau bertemu Kim Eui Chan juga?” tanya Yeong Shin.

Yoon Hee sempat terdiam mendengar pertanyaan itu. Yeong Shin segera memotong dan menganggap pertanyaannya terlalu jauh jadi mereka bisa melewatinya saja.



Yoon Hee tak mau melewatkan untuk menjawab, ia yakin Yeong Shin bertanya karena dia tak tahu. Orang - orang itu, demi posisi dan uang untuk melindungi diri sendiri. Mereka akan bersedia melakukan apapun. Melakukan hal itu adalah 'masuk akal' bagi mereka.


Wawancara telah usai dan kini Jung Hoo sedang membenahi kamera. Ponselnya bergetar dan ia memperkenalkan diri sebagai Park Bong Soo.

“Hey. Nak?” sapa Chae Bum membuat Jung Hoo langsung mengumpatinya.

“Ah, pak tua kolot. Kau tahu jam berapa in...”

“Di mana kau sekarang? kau suka cokelat atau kentang? Cepat lari, ayo bertemu di rumahmu. Kau tahu seorang pria tak menunggu lebih dari 5 menit, kan?” ucap Chae Bum langsung mengakhiri panggilan ini. Jung Hoo yang ingin berbicara langsung bergegas untuk pergi.


Paman Chul Min menyiapkan roti untuk Jung Hoo, ia diperintah oleh Yeong Shin untuk mengemas makanan. Jung Hoo tertegun melihat ada cake yang terpajang dietalase, tanggal berapa ini?

“Hari ini tanggal 22, kenapa?”

Jung Hoo tersenyum, ini adalah hari ulang tahunnya. Dia bergegas pergi karena tahu maksud guru menemuinya karena dia berulang tahun. Bahkan Chul Min yang berteriak agar Jung Hoo membawa makanan yang sudah dikemas pun tak digubris.



Yeong Shin juga sudah beristirahat setelah melakukan wawancara. Moon Ho menelfon dan menyuruhnya untuk berangkat ke kantor karena ada seorang infromant. Yeong Shin bergegas pergi setelah pamit pada Chi Soo. Moon Ho memberikan arahan kemana dia harus pergi. dia juga memerintahkan agar Yeong Shin mematikan ponselnya setelah panggilan berakhir arena seseorang bisa melacaknya.

Yeong Shin tanpa rasa curiga melakukan semua perintah Sunbae –nya.

Disisi lain, tampaklah Sang Soo dan team teknis –nya meniru suara Moon Ho dengan aplikasi.



Sedangkan Moon Ho asli baru saja sampai ke penthousenya. Dia menerima panggilan dari seorang murid sekolah yang diperintah oleh Sekretaris Oh.

Siswa itu hanya membacakan sebuah pesan yang sudah ditulis sekretaris Oh, “Kau tak seharusnya melupakan kebaikan keluargamu yang peduli dan membesarkanmu. Kau tak seharusnya berbalik melawan keluargamu demi seorang gadis. Dia wanita yang buruk. Tolong sadarlah dan kembali. Semua orang menunggumu dengan sungguh-sungguh.”



Moon Ho mencoba menghubungi Yeong Shin namun ponselnya mati.


Sedangkan kini Sekretaris Oh berjalan memasuki kantor dengan pakaian yang berganti menjadi seperti tukang.


Bibi Min Ja menerima email dari Moon Ho, dia pun langsung menghubungi Jung Hoo dan memberitahukan kalau Yeong Shin menghilang serta tak bisa dihubungi. Jung Hoo yang sedang sumringah karena akan bertemu dengan Guru bilang kalau Yeong Shin ada dirumah.

“Dia menelpon rumah, tapi mereka bilang dia mendapat panggilan dan keluar terburu-buru. Namun, mereka bilang dia pergi keluar karena telepon Kim Moon Ho.”

“Apa maksudnya itu?”

“Kurasa dia terjebak dalam perangkap pemalsuan suara.” Jawab Bibi Min Ja.

Seketika Jung Hoo menepikan mobilnya, dia menyuruh Bibi melacak dengan pelacak yang ada di tas Yeong Shin.

Bibi mengirimkan hasil pelacakannya, dia sudah mengirim pada Moon Ho juga jadi siapa yang tercepat. Dialah yang menyelamatkannya.



******
Sekretaris Oh menyiapkan rencana jahatnya dengan masuk ke kantor menggunakan pakaian pekerja bangunan. Ia pun mengutak atik mesin yang ada di sana.


Yeong Shin sampai ke kantor, ia membuka pintu depan namun terkunci. Ia lalu mencari ke pintu belakang dan disana ia bisa menemukan pintu yang terbuka. Yeong Shin memanggil – manggil Moon Ho  tapi ia tak menerima sahutan.

Yeong Shin mencari lift namun semuanya mati dan hanya satu lift yang menyala. Tanpa ragu ia melangkahkan kaki masuk dalam lift tersebut.


Sekretaris Oh yang sudah menanti di ruang teknis menunggu saat yang tepat. Ia menuju box yang mengontrol lift lalu memotong dua buah kabel disana.

Lift langsung terguncang dan lampu juga mati, Yeong Shin yang ada didalamnya berteriak ketakutan. Ia meminta tolong namun tak ada yang menjawab. Lift merosot turun, sempat tertahan namun perlahan lift itu terus anjlok dan tali penyangga juga hampir putus.


Setelah mengendarai mobil dengan kecepatan penuh, Jung Hoo sampai juga ke kantor. Dia mencari – cari Yeong Shin tapi tak kunjung menemukannya. Sampai akhirnya dia menggedor lift yang ditumpangi Yeong Shin, Yeong Shin mendengar suara itu. Dia berteriak meminta pertolongan.



Jung Hoo berlari menaiki tangga darurat. Saat itu juga Sekretaris Oh lewat tangga darurat tapi ia menyadari kehadiran Jung Hoo hingga ia cepat bersembunyi.



Sesampainya di atap, Jung Hoo langsung meraih tali darurat lalu memasangkan ke tubuhnya dan mengaitkan sisi lainnya ke tembok. Dia berlari menuju ke lift dan turun dengan memegang ke kedua sisi tali penyangga lift.

Dia membuka penutup lift dengan manual. Dia mengecek kondisi Yeong Shin yang sudah gemetaran ketakutan, ia menutup wajah Yeong Shin dengan menggunakan topi –nya. Jung Hoo memasang sabuk talinya pada Yeong Shin dan memeluknya dengan satu tangan. Ia menarik tali darurat tersebut dengan tangan lainnya. (Semoga bisa dimengerti :D)

Keduanya bisa naik tepat saat lift benar – benar jatuh karena talinya putus.




Jung Hoo berhasil membawa Yeong Shin ke rooftop, namun saat Jung Hoo akan membantu ia berjalan. Dia malah menampik tangan Jung Hoo dan berniat membuka topinya, Jung Hoo langsung berbalik namun rupanya Yeong Shin tak jadi melakukan itu. dia marah karena Jung Hoo telah membahayakan dirinya, meskipun dia dibayar tapi dia tak mau kalau sampai Healer mati karenanya. Mereka berdua bisa saja jatuh.

Tangan Yeong Shin tak berhenti gemetaran. “apa kau masih disini?” tanya Yeong Shin mengangkat tangannya dan ia menyentuh ujung coat Jung Hoo. Jung Hoo sigap mundur beberapa langkah.

“Kau masih di sini, kan? Kau Healer, kan? Aku tak tahu seberapa banyak Senior memberimu, tapi sekarang aku berhutang nyawa padamu. Aku tak punya uang, jadi aku tak bisa membayarmu dengan uang. Maafkan Aku. Terima kasih.”



Jung Hoo melangkah pergi meninggalkan Yeong Shin tapi langkah kakinya terhenti saat salju turun (pertama). Dia menengadahkan tangannya dan melihat salju benar – benar turun sekarang, “Sejak aku sendirian hingga sekarang, aku tak pernah berharap apapun dari manusia. Jadi, aku tak apa.

Moon Ho sampai juga ke kantor, Jung Hoo bisa melihat kehadirannya di rooftop. Ia menambahkan, “Entah seseorang mengerti atau salah mengerti itu tak masalah bagiku. Seperti itulah aku.”


Jung Hoo memutar balik langkahnya menghampiri Yeong Shin, ia seolah akan membuka topi Yeong Shin namun tertahan. Ia membukanya sebatas hidung, ditatapnya Yeong Shin dan ia pun mengecup bibirnya. Untuk pertama kali bertepatan saat salju turun pertama hari ini.



*****
KOMENTAR: Apa yang harus aku katakan? Oh, kiss dibawah guyuran hujan salju itu sweet banget. Mungkin perjalanan cinta mereka memang berjalan setahap demi setahap tapi entah kenapa aku berharap kalau Yeong Shin nantinya suka sama sosok Bong Soo meskipun sekarang dia menganggapnya sebagai teman.

Dan kenapa kiss selalu ada di Episode 8? Itu yang ingin aku tanyakan. Ga Pinokio, ga Night Watchman dan masih banyak lagi drama yang kiss di Episode 8. :D

Karakter Moon Shik sepertinya hitam putih. Memiliki sisi jahat dan baik. Saat dia mencoba mencari Ji Han demi Myung Hee, dia sudah punya niatan untuk menemukannya hanya saja pilihan yang ia ambil selalu lah buruk. Kesian. Dan kayaknya Tetua disini juga punya andil besar dalam mengontrol Moon Shik.



5 Responses to "Sinopsis Healer Episode 8 – 2"

  1. benar juga yaa,kiss sllu di eps 8,mungkin angka 8 angka bagus,hehe.
    lajur ceritanya makin cepat,setuju sih klau yeon shi suka bong so
    faighting mba moga dilanjut dmpai habis

    ReplyDelete
  2. Itu anggota apa to kok ada tetua yg kliatanx baek tp sadis bs ngontrol hdup org,misterius betul y...healer keren gomawo mbak puji...fighting

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^