Sinopsis Healer Episode 8 – 1



Sinopsis Healer Episode 8 – 1
*Tulisan merah untuk narasi Jung Hoo

Myung Hee merawat tumbuhan kaktus miliknya namun kali ini ia tampak tidak konsen dengan pandangan kosong. Bahkan dia sampai tertusuk duri kaktus.

Pikirannya terganggu akibat pertemuan dengan pria berpakaian serba hitam semalam. Pria yang ia kira sebagai Joon Seo. Namun lama ia memperhatikan, Myung Hee tersadar dan melepaskan tangannya dari lengan Pria tersebut.


Moon Shik panik dan menghampiri Myung Hee, Healer pun berjalan pergi meninggalkan mereka. Myung Hee masih berfikir kalau pria itu Joon Seo dan berniat mengejarnya, tapi Moon Shik menahan. Kalau Joon Seo yang dimaksud Myung Hee adalah Seo Joon Seo, bukankah dia sudah meninggal 20 tahun lalu? Apa mereka terlihat sebegitu mirip?

Myung Hee tersadar, bagaimana mungkin Joon Seo yang harusnya sudah menua tampak masih seperti dulu. Ia pun baru sadar kalau pria tadi bukanlah Seo Joon Seo.


Angin berhembus menerpa wajah Myung Hee yang menerawang jauh ke luar jendela. Moon Shik datang dan segera menutup jendela kamar, ini sangat dingin. Myung Hee Cuma tersenyum menerima perlakuan itu, ia tanya apakah pria semalam benar – benar pencuri?

Moon Shik membenarkan. Beruntung dia kembali keruangan sehingga ia langsung kabur. “Apa mereka terlihat sebegitu mirip? Pencuri itu dan Joon Seo?”


Myung Hee mengaku tak begitu jelas melihat wajahnya karena topi dan kacamata hitam lagipula dia sering berkhayal karena pengaruh obat. Kemudian Myung Hee meminta untuk dicarikan nomor telfon istri Jung Hoo. Moon Shik rasa akan canggung untuk menemuinya karena istri Joon Seo sudah punya suami lagi. Myung Hee tetap meminta, dia hanya ingin menghubungi.


“Joon Seo memiliki seorang putra, kan? Siapa namanya?” tanya Moon Shik yang beranjak pergi.

“Seo Jung Hoo. Jung Hoo.”

“Berapa umurnya?”

Myung Hee ingat betul kalau Jung Hoo satu bulan lebih tua dari Ji Han. Ji Han lahir bulan Januari dan Jung Hoo Desember.


Selepas kepergian Moon Shik, Myung Hee pun kembali membuka jendela kamarnya. Sudah banyak penjaga yang berkeliaran disekitar rumah Moon Shik.


Tapi Jung Hoo tetap saja mampu menyelinap dan kini nangkring diatas pohon. Jung Hoo menghubungi Bibi Min Ja namun saluran telfonnya mati. Dia tanya apakah sebenarnya maksud Bibi Min Ja mengirimnya keluar negeri? Apa karena Wanita itu (Myung Hee) mengetahui ayahnya dan memiliki foto yang sama dengan miliknya?

Jung Hoo tak juga menerima jawaban, ia mengancam akan bertanya langsung pada Wanita itu dan mengakui diri sebagai Healer. Dia menunggu beberapa detik tapi tetap tak mendapat jawaban. Jung Hoo benar – benar akan menemui Myung Hee.

Nak, kabarmu baik-baik saja?” suara Chae Bum menyapa Jung Hoo. Jung Hoo dengan lancar mengumpat kehadiran Chae Bum, dia pun tak jadi untuk menemui Myung Hee langsung.


Jung Hoo telah mengetahui siapa sebenarnya Wanita tadi, dia adalah Kim Myung Hee. Wanita yang ada dalam foto bersama dengan Ayah Jung Hoo dan Chae Bum juga. Wanita yang berada ditengah.

Kini Jung Hoo sudah berada ditepi danau menyendiri, mungkin teka – teki ini membuatnya semakin pusing saja.

Sejak ibuku meninggalkan rumah saat aku berusia delapan tahun, Aku tak pernah menangis karena siapapun. Aku juga tak pernah berharap apapun dari mereka. Apa yang paling kubenci di dunia ini adalah pemahaman dan perhatian manusia.

[FLASHBACK]

Selama masa sekolah, Jung Hoo anak yang nakal dan kerap kali berkelahi. Gurunya tak yakin apakah dia bisa berubah karena dia kini tinggal bersama neneknya dan ibunya menikah lagi. ayah pun juga sudah meninggal jadi mungkin Jung Hoo memiliki banyak kepedihan.

“Kenapa ayahmu meninggal? Apa karena suatu penyakit?” tanya Guru Wanita dengan halus.

“Itu bukan karena penyakit. Dia melakukan pada dirinya sendiri (bunuh diri).” Jelas Guru Pria dengan nada agak sinis. Jung Hoo hanya menunduk namun tampak jelas ia menahan amarah ketika Guru Pria menyebut ayahnya meninggal bunuh diri dan meminta pada Ibu Guru untuk memberi perhatian dan sedikit memahami Jung Hoo.



Sekembalinya Jung Hoo dari ruang guru, ia menerima tatapan tajam dari anak dikelas. Jung Hoo semakin mengamuk dan menendang sebuah kursi hingga membuat keributan.

“Jangan main-main dengan dia. Biarkan saja dia sendiri. Kita sudahi saja ini.” Sahut salah seorang anak.

“Apanya yang sudahi?” bentak Jung Hoo dan memukul anak tadi. Anak – anak lain menahannya tapi Jung Hoo makin meraung marah.



[FLASHBACK END]

Ponsel Jung Hoo bergetar, ia segera mengangkat panggilan dari Yeong Shin. Yeong Shin memberikan pertanyaan bertubi – tubi tapi Jung Hoo terus terdiam. Bong Soo? Park Bong Soo? Apa kau baik – baik saja?

“Aku baik-baik saja.” jawab Jung Hoo dengan bahasa formal. Yeong Shin makin heran, tak biasanya dia berbicara formal.

“Lalu, haruskah tidak? Bicara formal, maksudku.”


Yeong Shin tak memperdulikan pertanyaan Jung Hoo, ia memberikan pilihan pada Jung Hoo. Timur untuk melapor pada Moon Ho atau Barat untuk tak melaporkan penemuannya. Jung Hoo mencoba memberikan penjelasan tapi...

“Timur atau barat.” Potong Yeong Shin. Jung Hoo pun mencoba berbicara sesuatu tapi Yeong Shin sudah mengambil keputusan untuk melapor. Dia menyuruh Jung Hoo untuk makan dan tak usah khawatir kalau terlambat. TUUUT. Telefon langsung putus padahal Jung Hoo ingin berkata sesuatu.

Apa yang paling kubenci di dunia ini adalah pemahaman dan perhatian manusia. Semacam 'itu'.


******
Ditempat lain, Yeong Shin memiliki pemikiran yang berbeda dengan Jung Hoo.

Ayahku, yang mengkhususkan diri dalam membela pencuri dan pelaku penyerangan berkata Seseorang tetap harus mempercayai orang lain. Satu dari lima puluh orang akan mengkhianatimu setelah kau mempercayai mereka. Jangan hidup dengan meragukan 49 orang lainnya karena satu orang itu.

Yeong Shin berfikir kembali tentang ucapan Healer yang menyuruhnya untuk tak mempercayai orang dengan begitu mudah. Ini membuatnya pusing.


Yeong Shin yang melamun terkejut dengan kehadiran Dong Soo dihadapannya, ia kesana untuk menjalankan tugas memata – matai Moon Ho. Dia memperkenalkan diri sebagai seseorang yang dekat dengan Moon Ho, Yeong Shin pun bertanya orang seperti apa Moon Ho itu. Dong Soo bersedia mengatakannya asalkan dia mau bercerita mengenai orang seperti apa Chae Yeong Shin.

Dong Soo yang tak mengetahui gadis dihadapannya adalah Yeong Shin berkata kalau Moon Ho pindah ke Someday karena Yeong Shin.

Yeong Shin jadi tersipu.

“Apa dia memiliki tubuh yang menggoda, atau dia gadis lugu dan polos yang membangkitkan naluri perlindungan pria 100%?”

“Mungkin tak satupun dari keduanya.” jawab Yeong Shin berfikir dengan wajah menye.



Dong Soo pun menebak kalau Yeong Shin pasti dari keluarga kaya. Melihat kehadiran Moon Ho dibelakang Dong Soo, Yeong Shin sengaja berseru, “Ah, dia pastinya suka wanita dari keluarga kaya.”

Moon Ho menggeplak kepala Dong Soo. Ia pun langsung berubah hormat padanya. Moon Ho kemudian menanyakan laporan Yeong Shin saat itulah Dong Soo sadar kalau orang yang ia wawancarai tetang Yeong Shin malah Yeong Shin sendiri.



Yeong Shin menunjukkan video berdurasi 220 jam yang berisi kekerasan dan juga pelecehan s*ksual yang direkam oleh Jae Guk. Dia telah menonton semuanya semalaman, mencatat hal yang perlu dan melewati beberapa hal.

“Darimana kau mendapatkan video ini?” tanya Moon Ho tajam.



Yeong Shin ragu untuk mengatakannya tapi dia berkata kalau ia mendapatkan ini dari seorang informan. Ia meminta Moon Ho untuk percaya dan membiarkannya untuk bertemu dengan narasumber. Moon Ho berjanji, siapa itu?

“Apa mungkin kau tahu Pesuruh Misterius? Ada seseorang yang memiliki kode nama Healer. Apa mungkin anda tahu tentangnya?”

“Ya. Aku tahu.” Jawab Moon Ho membuat Yeong Shin penuh harap.


Jung Hoo terburu – buru datang dan bergegas masuk dalam ruangan Moon Ho meskipun ditahan oleh Dong Soo. Ia membuat keributan dengan berkata kalau dia tahu bar mana yang sering dituju oleh Hwang Jae Guk. Ya. Luna Moon. Luna Moon.


Laptop Moon Ho berbunyi, Yeong Shin melihat ada pemberitahuan kalau Moon Ho menerima e – mail dari Healer. Yeong Shin seketika terdiam, ia bertanya pada Moon Ho. Apakah ini Healer yang ia maksud?

Moon Ho masih diam.


Jung Hoo sengaja menjatuhkan kertas yang ia bawa dan kemudian memasang alat penyadap suara di kolong meja dengan cepat.

Moon Ho menyuruh Jung Ho dan juga Direktur Jang untuk keluar.


Yeong Shin merasa semakin aneh dan membingungkan. Email yang coba dilacak oleh hacker maupun hacker polisi namun tak pernah berbuahkan hasil. Email yang bisa dikatakan melegenda kini malah mengirim pesan pada Sunbae –nya. ini benar – benar menarik. Yeong Shin tertawa kecut namun seketika pandangannya berubah tajam saat menatap Moon Ho.


Diluar, Jung Hoo menghubungi Bibi Min Ja untuk bertanya apakah dia memang mengirim email pada Moon Ho. Bibi Min Ja membenarkan, bukankah Jung Hoo sendiri yang menyuruhnya melakukan itu untuk menanyakan dari siapa dia melindungi Yeong Shin dan kenapa.

“Tapi kenapa.... Kenapa sekarang?” kesal Jung Hoo.

Ia pun segera menghentikan percakapannya setelah Bibi Min Ja menyetel frekuensi penyadapan dan mendengarkan obrolan Moon Ho dengan Yeong Shin.


Moon Ho mengaku kalau dia hanyalah seorang klien yang tak mengenal Healer. Yeong Shin bertanya apa saja yang telah Moon Ho perintahkan pada Healer?

Moon Ho menolak menjelaskan. Dia mencoba mengutak – atik alur pembicaraanya, “Aku sudah bilang berkali-kali. Kau tak bisa mendapatkan jawaban bagus dari narasumber dengan cara seperti itu.”

Yeong Shin menceritakan kejadian ia diculik oleh mafia lalu diselamatkan oleh Healer dan saat Healer mengambil kukunya. Apa itu semua Moon Ho yang memerintahkan?

Moon Ho tak ingin menjawab, ia mencukupkan pembicaraan dan menyuruh Yeong Shin untuk keluar.



Yeong Shin semakin tak bisa menahan rasa ingin tahunya, kenapa seorang reporter terkenal seperti Kim Moon Ho mengambil sampel DNA seorang reporter kelas B sepertinya?

“Kau tak memiliki kemampuan atau penalaran, tapi kau memiliki nyali. Setelah aku meninggalkan stasiun TV, aku berpikir untuk memiliki perusahaan sendiri. Jadi, aku mencari ke sana-sini, dan kebetulan Some Day menjadi salah satu dari mereka. Sebelum aku membuat keputusan, aku perlu melakukan pemeriksaan latar belakang. Semua reporter di perusahaan. Aku perlu mencari tahu bagaimana keterampilan dan latar belakang mereka.” Cerita Moon Ho omong kosong.

Moon Ho mengaku kalau dia melakukan tes DNA pada semua karyawan. Yeong Shin kehilangan keseimbangannya sampai berpegangan pada ujung meja.



Moon Ho menyuruh Yeong Shin bertanya lebih lanjut saat narasumber mulai membuka mulutnya.

Yeong Shin hanya bisa tersenyum kecut, ia merasa malu dengan apa yang ia katakan pada Healer. Ia telah berfikiran lebih dan merasa salah paham atas apa yang telah Healer lakukan padanya.

“Kau bertemu dengannya? Apa kau melihat wajahnya?” tanya Moon Ho.

“Jika aku melihatnya aku akan mengenalinya. Bagaimana orang itu menatapku sebagai gadis menyedihkan dan tak masuk akal. Terima kasih sudah menjawab pertanyaanku. Aku akan pergi sekarang.”


Yeong Shin keluar dari ruangan Moon Ho dengan lemas. Jung Hoo memperhatikan dia dengan perasaan bersalah.

Bibi Min Ja juga mendengar percakapan Moon Ho, ia memberikan pujian atas bualan yang diucapkan dengan sangat lancar. Orang-orang bahkan melakukan omong kosong dengan kreatif, bukan?


******

8 Responses to "Sinopsis Healer Episode 8 – 1"

  1. semakin menarik drama ini, smangat ya mb...sy tunggu lanjutan nya

    ReplyDelete
  2. semangat..semangat....semangat....ya mb thank...

    ReplyDelete
  3. lagii...lagiii ....semangaaattt ..., trimakasih mba nya...sinopsisnya baguuus...

    ReplyDelete
  4. lanjut lagi mba, bagus banget dramanya ...semangat !

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^