Sinopsis Healer Episode 7 – 2

Sinopsis Healer Episode 7 – 2
Jung Hoo berganti pakaian serba hitam. Kemudian Bibi Min Ja memberitahukan apa yang ia dapat dari ponsel Moon Ho. Memang benar kalau Moon Ho adalah seseorang yang meminta mereka untuk mencari DNA Chae Yeong  Shin dan menyelidiki impian. Dan satu lagi, ada yang belum Bibi Min Ja beritahu. Healer telah menerima perintah baru dari Moon Ho.

“Kenapa kau baru memberitahuku sekarang?”

“Apa yang kau dengar pagi tadi? Bukankah aku bilang bisnis Healer akan ditutup sementara?”


“Jadi, apa tugasnya?” tanya Jung Hoo.

“Jaga keselamatan Chae Yeong Sin. Terutama, jaga dari CEO Perusahaan Berita Jaeil, Kim Moon Shik. dan kelompok Bae Sang Soo yang dicurigai menjadi bawahan Kim Moon Shik. Begitulah katanya.”

Jung Hoo makin bingung dengan semua ini, Moon Ho dan Moon Shik adalah saudara tapi kenapa harus meminta menjaga Yeong Shin dari kakaknya sendiri. Teka – teki yang rumit.


*****
Moon Ho menunjukkan foto Oriana Fallaci dan Yeong Shin jelas mengenal siapa dia, dia adalah idola Yeong Shin. Kalau begitu Moon Ho akan memulai, apa Yeong Shin pernah melakukan wawancara?

Yeong Shin dengan berbangga bilang meskipun dia seperti ini tapi dia itu seorang reporter veteran yang sudah mewawancarai artis papan atas.

“Membuntuti mereka seperti paparazzi? Merayap di parkiran orang lain dan melihat plat nomer orang?” potong Moon Ho.



Moon Ho menatap keseluruhan ruangannya, Someday ini adalah sebuah perusahaan berita dengan rating B yang tak akan diundang ke pesta artis. Kalau begitu apakah mereka harus tetap menunggu didepan restoran dan memfoto mereka sehabis makan?

Yeong Shin berfikir tak seburuk itu, toh pada dasarnya warga korea lebih suka dengan berita mengenai artis dan karakter drama dari pada masalah politik atau semacamnya. Jadi dia merayap di parkiran pun demi memenuhi keingintahuan warga.




“Minggu ini, Kim Eui Chan akan mengumumkan pencalonannya untuk Walikota Seoul. Aku berencana mengutusmu ke konferensi persnya. Kita perlu mengambil kesempatan untuk menanyai tentang Hwang Jae Guk dan Joo Yoon Hee. Tanyakan langsung pada Kim Eui Chan di depan ribuan kamera dan mic.” Tukas Moon Ho.

Terbersit keraguan dalam raut Yeong Shin tapi Moon Ho kemudian berkata kalau ia akan mengejari Yeong Shin.

Dengan gamang ia mengangkat tangannya, dia mau melakukannya.


*****
Chi Soo sudah menebak kalau pihak Hwang Jae Guk akan menggunakan firma hukum yang mengerikan tapi sekarang mereka kekurangan bukti. Yoon Hee heran, disini dia sebagai korban jadi ucapannya bisa menjadi bukti. Mereka juga bisa menggeledah rumah Hwang Jae Guk untuk mencari bukti video.

Pemikiran Yoon Hee memang begitu sederhana tapi disini mereka masih harus memberikan bukti kuat agar bisa mendapat surat penggeledahan.

“Hukum macam apa ini?”

“Hukum selalu seperti ini. Mereka yang punya uang bisa lolos, dan mereka yang tak punya uang, tertangkap setiap waktu.” Papar Chi Soo.



Paman Chul Min memberitahukan kalau dia sudah memanggil rekan – rekan mereka. Yeong Shin yang menyuruh untuk menjaga Yoon Hee jadi dia memanggil satu tapi yang datang malah banyak.

Chi Soo ke ruang tamu, rupanya rekan – rekan yang dimaksud paman Chul Min adalah mantan Napi yang pernah ditolong Chi Soo. Mereka membungkuk hormat saat menyadari kehadiran Chi Soo.



*****
Didepan rumah Hwang Jae Guk sudah berjaga para Double S. Sebuah mobil hitam melaju menghampiri, seseorang dengan pakaian serba hitam menjatuhkan pistol mainan yang kemaren digunakan gank Dae Young untuk merusuh.

Mereka sadar kalau orang dalam mobil adalah Healer, mereka langsung mengerubungi mobil tersebut. Sedangkan Yoyo dan penjaga yang berada didalam juga keluar setelah menerima laporan kedatangan Healer.


Tapi semua itu hanyalah pengecoh, buktinya Healer sudah ada dalam rumah Hwang Jae Guk dan segera menyusup saat semuanya lengah.


Hwang Jae Guk dengan hati – hati memukul bola golf –nya namun seseorang menghentikan laju bola tersebut. Yeah, Healer kini sudah berhasil masuk dalam ruangan Direktur Hwang. Kontan Direktur Hwang memaki Jung Hoo yang berani masuk dalam ruangannya.

Jung Hoo menuju ke arah meja dan meraih cutter, dia mengaku telah mempelajari sedikit tentang rumah Direktur Hwang. Dia tahu kalau Direktur Hwang menyukai benda antik. Jung Hoo mengarahkan cutternya pada sebuah lukisan antik seharga 1,5 miliar won yang dibeli september tahun kemarin. Ia mengancam akan merobeknya kalau Jae Guk berisik.

“Wah, dasar orang gila.” Maki Direktur Hwang --- SREEETT... mulutnya langsung terkunci karena Jung Hoo tak main – main dan lukisan mahalnya kini sudah robek.



Direktur Hwang marah dan akan memukul Jung Hoo dengan pemukul golf. Tapi Jung Hoo dengan mudahnya merebut pemukul ditangan Direktur Hwang, “Kau suka memukul orang, kan? Tapi tak sekalipun kau kena pukul. Ah, dasar. Aku ingin mengakhiri dengan tenang hari ini, tapi bagaimana lagi?”

Direktur Hwang meraung – raung kesakitan karena pukulan bertubi - tubi Jung Hoo.


Penjaga yang berada diluar ruangan mendengar raungan tersebut, mereka berniat masuk tapi ruangan Direktur Hwang terkunci.


Direktur Hwang sudah berlutut dihadapan Jung Hoo mengampun, dia menawarkan segala apa yang ia punya tapi dia mohon agar dibebaskan.

“Wah.. kau menjadikanku pencuri murahan dalam sekejap. Ah, iya. Aku perlu menanyakan sesuatu padamu. Kau tahu bar yang sering kau kunjungi, kan? Nama barnya?”

“Luna Moon.” Jawabnya.


Jung Hoo melarang Direktur Hwang jangan sampai memukul wanita lagi, dia kan sudah tahu rasanya dipukul sekarang Terutama jangan memukul wanita. Direktur Hwang manggut – manggut kaya anak anjing.

“Dimana video? Kau memilikinya. Video yang merekam wanita untuk kepentingan bisnismu.” Tanya Jung Hoo. Direktur Hwang tak menjawab tapi reflek kepalanya menoleh kearah lukisan yang telah disobek Jung Hoo.


Jung Hoo langsung tahu, ia menurunkan lukisan tersebut dan menemukan brangkas dibaliknya.

Direktur Hwang mengira Jung Hoo sedang lengah hingga dia merangkak menuju pintu. PLETAAAK. Jung Hoo melemparkan tongkat dan itu tepat mengenai kepala Direktur Hwang.


Yoyo berhasil mendobrak ruang kerja Direktur Hwang tapi semuanya sudah terlambat, Jung Hoo sudah kabur membawa video rekamannya.

Direktur Hwang pun mengamuk karena dia bisa kecolongan dipukuli dirumahnya sendiri.



Jung Hoo sudah kabur, menjalankan pekerjaan ini seperti hiburan mungkin baginya. Ia merasa lega sekarang.


*****
Dong Soo dipanggil oleh Moon Shik ke ruangannya karena laporan bahwa ia dekat dengan Moon Ho. Dong Soo kira dia akan diutus untuk mengubah pikiran Moon Ho agar kembali ke Stasiun TV ABS namun bukan itu.

Memang agak sensitif tapi Moon Shik meminta Dong Soo menyerahkan surat pengunduran diri. Dong Soo berkeringat dingin. Apa dia diminta untuk menjadi mata – mata?

Moon Shik membenarkan. Sebelum Dong Soo melakukan penolakan, dia memencet tombol telfon untuk menghubungi CEO ABS. Dia berjanji kalau ini semua takkan lama, Cuma beberapa bulan disamping Moon Ho.

aku akan mengirim pria bernama Lee Dong Soo ke sana, jadi tolong tuliskan kontrak karyawan untuknya sebagai wakil kepala divisi pemberitaan kita. Aku menjanjikan gaji 2 kali dari gajinya saat ini, jadi tolong diurus begitu.” Ucap Moon Shik ditelefon.



*****
Yeong Shin berlatih dengan Moon Ho tapi apapun yang dia lakukan selalu saja salah. Moon Ho mengolok Yeong Shin untuk menyerah saja.

“Apa, reporter veteran? Apa kau sendiri tahu apa arti veteran itu? Setidaknya lempar sepatumu. Kau perlu menangkap perhatian demi terus melakukan wawancara. Jadi, setidaknya lepas sepatumu dan lemparkan padaku.” Ucap Moon Ho. Kayaknya ini kalimat kiasan yah.


[FLASHBACK]

Moon Ho jadi teringat dengan masa lalunya, saat dia masih dibangku sekolah. Ji Han merengek padanya meminta dia membetulkan mainan yang rusak. Moon Ho sibuk belajar untuk ulangan besok, dia akan memperbaikinya besok saja. Ji Han hampir menangis, dia melempar mainannya pada Moon Ho dan bilang kalau dia membencinya.

“Dasar boncel.” Canda Moon Ho.

“Tidak, aku tinggi.”

“Aku akan menangkapmu dan memakanmu. Kemarilah, Ji Han.” Ancam Moon Ho mengejar Ji Han.


Myung Hee pulang bersama Gil Han, keduanya langsung menghampiri Ji Han dan meminta maaf telah merepotkan Moon Ho. Gil Han mengajak Ji Han untuk tidur bersamanya tapi Ji Han menolak dan memilih tidur dengan Moon Ho.

Moon Ho pun menggendong Ji Han. Mereka semua tersenyum bahagian saat itu.



[FLASHBACK END]

Yeong Shin heran melihat Moon Hoo menatapnya dalam penuh kerinduan dan kesedihan. Moon Ho terkesiap, dia langsung memberikan video wawancara untuk dievaluasi oleh Yeong Shin.

Yeong Shin pun mengucapkan terimakasih.



******
Berita pembobolan Harddisk dirumah Hwang Jae Guk sampai juga ketelinga Moon Shik. Didalam Harddisk itu terdapat semua rekaman yang berisi video untuk mengendalikan semua gadis Direktur Hwang dan juga mungkin untuk ancaman pada clien yang menerima pelayanan  darinya.

“Apakah Kim Eui Chan salah satunya?”

“Dia bilang Kim Eui Chan biasanya bertemu Joo Yoon Hee di apartemen. Kamera hanya ada di ruang temu, dan perekamannya hanya saat mereka minum-minum.” Jelas Sekretaris Oh.

“Aku tahu Kim Eui Chan. Kelakuannya memang menjijikkan.” Ujar Moon Shik.



Pembicaraan Moon Shik terhenti saat melihat Myung Hee sedang melambai kearahnya. Dia pun menghampiri Myung Hee yang tengah memberikan arahan pada tukang kebun. Moon Shik memperlakukan Myung Hee dengan penuh kehangatan, membetulkan posisi syalnya dan bersikap sangat lembut juga.

Myung Hee memegang pipi Moon Shik, dia menyuruhnya untuk menghadap kearah yang ia lihat. Moon Shik pun mengikuti saja keinginan istrinya.

“Di sana segera akan menguning karena matahari terbenam. Langit belakangan ini menggila. Warna matahari terbenam begitu menakjubkan.”

“Kapan keluarnya?” tanya Moon Shik melihat langit disana.

“Wah, begitu terburu-buru. Kau takkan pernah bisa memastikannya.”

[FLASHBACK]

Myung Hee dan Moon Shik tengah duduk bersama memperhatikan Chae Bum (guru Jung Hoo) dan Joon Seo (Ayah Jung Hoo) sedang bermain. Ini membuat Myung Hee ingin waktu berhenti disaat seperti ini. Moon Shik menolak. Disaat semua tak pasti seperti sekarang, dia tak akan mau terus dalam keadaan seperti ini.

“Tetap saja, bukankah masa depanmu lebih stabil daripada kami? Kau juga akan mewarisi tempat rongsokan ini.” Ucap Myung Hee.

“Kau tak akan tertarik... pada CEO dari tempat rongsokan, bukan? Kau akan menjadi reporter, seperti Gil Han. Kudengar kalian melamar ke perusahaan berita yang sama.”

Myung Hee membenarkan, Joon Seo juga akan ikut dengannya. Apa Moon Shik mau ikut?



“Pemikiran pria ini sederhana. Dia mau dimanapun asal kau ada disana, Myung Hee.” Celetuk Chae Bum. Suasana pun jadi canggung hingga Moon Shik ingin membungkam mulut Chae Bum.

Chae Bum tetap ember, dia menyuruh Moon Shik untuk mengakui saja perasaannya. Dengan begitu dia akan tahu apakah diterima atau ditolak. Meskipun sudah 100% ditolak tapi mereka masih bisa minum semalam setelahnya.

“Kau bisa mabuk-mabukan sepanjang malam, dan menyudahi itu, lalu menjadi teman lagi. Selesaikan saja dengan cepat. Pikiran semacam itu hanya akan menggerogotimu. Jika kau terus melanjutkan ini, ini akan mengorbankan pertemanan kita, lima sekawan, pada akhirnya.” Saran Chae Bum asal bunyi.



Suasana semakin canggung setelah kepergian Chae Bum tapi kemudian perhatian mereka teralih pada pemadangan langit sore yang indah.


*****
Yeong Shin terkantuk – kantuk mendengarkan wawancara Oriana Fallaci. Sebuah pesan masuk dan membuatnya langsung terbelalak. Pesan dari Healer yang menyuruhnya untuk naik ke rooftop.


Tak buang waktu lama, Yeong Shin sudah di rooftop dan mengikuti tanda panah yang terdapat dilantai. Sampai akhirnya ia menemukan sebuah amplop berisikan harddisk.

Yeong Shin yakin kalau Healer masih ada disana untuk memastikan ia mengambil harddisk itu. dia ingin bicara pada Healer, ia tak akan membuang waktu lama dan juga ia akan menutup matanya. Dia tak melihat apapun.

Yeong Shin menutup matanya dengan syal namun lama menunggu Healer belum juga menyahut. Dia berniat membuka kembali syal –nya.

“Sesuatu yang ingin kau tanyakan, apa itu?” sahut Jung Hoo keluar persembunyian.


Yeong Shin bertanya mengenai pertemuannya dengan Healer, dia bertemu saat yang menyelamatkannya dilorong dan juga dari mafia itu. Dia memberikan obat dan juga memeluknya. Yang mengambil tas dan memotong kukunya.

“Kau orang yang sama, kan? Dan juga, kau memberiku ini sebagai hadiah. Aku biasanya seperti ini, jadi aku hanya akan mengajukan pertanyaan. Saat kau memotong kukuku waktu itu apakah itu untuk tes DNA? Setelah itu kau mengawasiku, kan?” tanya Yeong Shin membuat Jung Hoo tersenyum.



Kini Jung Hoo sudah berada tepat dihadapan Yeong Shin.

“Tapi, kenapa? Mungkinkah, apa kau ayah kandungku?” tebak Yeong Shin membuat senyum Jung Hoo berubah cengo. “Jika bukan, apa kau kakak kandungku?”



Yeong Shin menggosok – gosong tangannya yang dingin, tanpa sengaja ia menyentuh ujung jaket Jung Hoo hingga ia sadar kalau Jung Hoo ada tepat didepannya. “Siapa kau? Siapa aku?”

Jung Hoo menggenggam tangan Yeong Shin dan mendekatkan tubuhnya, dia menyuruh Yeong Shin jangan terlalu percaya pada seseorang meskipun dia baik pada Yeong Shin. Jangan mengikuti siapapun dengan sok berani.

Jung Hoo menurunkan tangan Yeong Shin lalu pergi dengan secepat kilat. Yeong Shin memanggil – manggil Healer tapi dia sudah tak bersamanya lagi.





******
Chae Bum melakukan pertemuan sambil melihat langit sore yang indah. Bibi Min Ja mengingatkan kalau ini pertanda bahwa Jung Hoo akan sangat marah karena gurunya belum menemuinya juga. Chae Bum menebak kalau Jung Hoo mungkin kini berada di rumah Moon Shik, Detektif Jo, apa kau percaya takdir?

Daripada percaya takdir, Bibi Min Ja lebih percaya dengan penggulung kimbap.

“Ini waktu yang sama di tahun 1981, saat aku tertangkap, bukan?” tanya Chae Bum.

Bibi Min Ja yang dipanggil Detektif Jo oleh Chae Bum membenarkan. Nama buruk Chae Bum cukup terkenal, saat dipukuli dan tak mau menyebutkan nama ke empat temannya sampai – sampai yang memukuli mengumpat kesal dan capai sendiri.


Chae Bum dulu berfikir kalau ia menutup mulut maka semua akan menjadi lebih baik untuk teman – temannya.

“Tapi, setelah 11 tahun, saat kau bebas, kau melihat kondisi empat temanmu, 2 meninggal dan satu lumpuh, Hanya satu temanmu menjadi sangat sukses, jadi kau pikir itu mencurigakan. Lalu kenapa kau tak mencari tahu?”

“Mencari tahu apa? Kebenaran? Jika aku menemukan sesuatu setelah mencari tahu, lalu menurutmu mereka akan bahagia?” tanya Chae Bum membuat Bibi Min Ja geli. Geli mendengar kata bahagia, baginya itu semua hanyalah omong kosong.



“Itu sebabnya kebenaran dan omong kosong juga memiliki nuansa yang sama. Jadi, aku memutuskan mengubur cerita itu. Tampaknya kebenaran menyebalkan telah bertemu takdirnya. Itu sebabnya orang tertarik kedalamnya. Seperti halnya sekarang, Jung Hoo mencoba mencari tahu.” Ujar Chae Bum.

Bibi Min Ja menambahkan kalau sebuah kebenaran itu bisa berakhir bahagia atau malah neraka. Chae Bum tahu tapi apa daya, semua adalah takdir.



*****
Pikiran Yeong Shin masih bercampur aduk. Ia membuka kaleng minum dan harus terluka dibuatnya.

Yeong Shin membasuh luka kecil itu, ia memejamkan matanya dan kembali mengingat saat – saat ia bertemu dengan Healer.


Pikiran Jung Hoo juga sama ruwetnya dengan Yeong Shin bahkan ia yang sedang mengendarai mobil hampir menerobos lampu merah. Ia mengingat ucapan Yeong Shin yang bilang kalau Yeong Shin juga dulunya penyendiri seperti Healer. Dan seolah ucapan Yeong Shin mengena dan sama seperti apa yang ia rasakan, tak ingin ada yang mengenal ataupun melihatnya.


*****
Scene berpindah ke ruang kerja Moon Shik. Ia memasuki ruangan gelap tersebut namun ia dikejutkan dengan rak lemari yang bergeser sendiri dan menunjukkan 4 layar yang tersembunyi disana. Moon Shik terkejut, ia langsung menatap kearah CCTV dan benar saja kalau CCTV telah mati.

“Kamera sedang error sekarang. Hanya ruangan kosong yang terekam.” Ucap Jung Hoo bersembunyi dibalik lemari. “Jika kau menghubungi seseorang, maka akan jadi berisik. Lalu, nyonya rumah akan terbangun.”

“apa kau orang yang disebut Healer?”
“Bingo.”



Jung Hoo lalu menyuruh Moon Shik untuk duduk, ia memintanya memutar kursi kearah layar. Disana terputar video rahasia yang dibawa oleh Go Seong Cheol namun malah menjebak Jung Hoo dengan kematiannya.

Moon Shik mengelak. Video tersebut seperti video jaman dulu dengan beberapa orang terekam didalamnya dan terakhir ada gambar Tetua. Jung Hoo mengancam akan meretas TV dan menayangkan di berita jam 9 agar seluruh orang dipelosok negeri tahu.



Moon Shik mengungkit kredibilitas tinggi Healer yang tak akan mengambil barang atau bahkan mengetahui identitas klien.

“Ini karena aku dijebak sebagai pembunuh.”

Moon Shik menawarkan uang pada Jung Hoo namun Jung Hoo tak bergeming secuil pun malah bosan karena semua orang berkata seperti itu padanya.


Di kamar, Myung Hee terbatuk – batuk. Ia berniat mengambil minum di nakas tapi malah airnya habis.


“Waktumu tepat 3 hari. Serahkan pembunuh sesungguhnya pada polisi. Maka, akan kupastikan seolah video itu tak pernah ada.” Perintah Jung Hoo.

Moon Shik tak percaya kata – kata Healer. Jung Hoo pun bilang kalau dia tak akan menghancurkan kredibilitasnya sendiri, dia tak akan menyebarkan video tersebut kalau Moon Shik menyerahkan si Pelaku.
“Brangkas Hwang Jae Guk. Apa kau membobolnya juga?” tanyanya.

Jung Hoo menolak menjawab, dia lalu mematikan lampu dan bergegas pergi. Disaat inilah Moon Shik memanfaatkan waktu untuk memencet alarm darurat dibawah meja.

“Alarm darurat itu rusak. Kau perlu memperbaikinya.” Celetuk Jung Hoo mengejutkan Moon Shik karena alarm juga mati.



Namun sesuatu yang mengejutkan terjadi, Myung Hee membuka pintu tepat saat Jung Hoo keluar. Ia pun melihat wajah Jung Hoo dengan begitu jelas. Jung Hoo terkesiap, ia langsung mengubah kacamatanya menjadi gelap lalu berniat pergi.

Myung Hee menahan lengan Jung Hoo, “Joon Seo! Kau Joon Seo, kan?”




****** 

6 Responses to "Sinopsis Healer Episode 7 – 2"

  1. semakin bagus ceritanya, makasih sinopnya mbak, selalu semangat....sampai akhir...

    ReplyDelete
  2. Semangat mbak.. makin penasaran aja.

    ReplyDelete
  3. semangat sis.. tiap eps penuh dgn chemistry dan misteri

    ReplyDelete
  4. Seperti yg dibilang Chi Soo “Hukum selalu seperti ini. Mereka yang punya uang bisa lolos, dan mereka yang tak punya uang, tertangkap setiap waktu.” kayaknya dimana2 berlaku sperti ini.
    jadi kayaknya memang bener itu joon seo suka menyamar dan menyebut dirinya healer sperti yg dilakukan jung hoo sekarang. kok myung hee bisa ngenalin dan moon shik sempat berpikir begitu juga.
    gimana ya endingnya? kalo bener joon seo yg bunuh gil han, gimana nasib yeong shin dan jung hoo.
    ah sperti yg dibilang chae bum "Jika aku menemukan sesuatu setelah mencari tahu, lalu menurutmu mereka akan bahagia?"

    ReplyDelete
  5. Semakin menarik cerita nya & seru

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^